Tips

Jangan Takut Ngomong Sama Pengacara, Karena Tak Semua Pengacara Seperti Yang Kamu Lihat Di Televisi

Kamu itu perlu pengacara! Iya kamu! Mungkin sulit buatmu untuk mempercayai kalimat tadi. Karena Kamu berpikir bahwa berurusan dengan hukum itu sesuatu yang sangat jauh dengan kehidupanmu. Toh, selama ini kita selalu jadi warga negara yang baik dan taat aturan.

Padahal sesungguhnya satu saat dalam hidup kita pasti berhadapan dengan hukum. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kita dikelilingi dan terkait oleh peristiwa-peristiwa hukum. Contoh misalnya Kamu ke minimarket untuk berbelanja, itu sudah masuk hukum jual beli.

Lalu setiap sendi kehidupan yang lain juga berkaitan dengan peristiwa hukum. Mulai dari membuat kontrak kerja, warisan, wasiat, perjanjian pra nikah, cerai, dan sejenisnya. Tapi tidak banyak yang menyadari pentingnya mencari jasa layanan hukum yang tepat.

Lebih Baik Menghindari Masalah Dari Pada Memperbaiki Masalah, Pengacara akan Membantumu Untuk Urusan Ini

pengacara

Masalah paling utama adalah kita sama sekali tak mengerti soal hukum. Sementara, hukum itu sesuatu yang rumit dan penuh cabang. Di sinilah fungsi dari pengacara dan ahli hukum untuk kehidupan kita. Mereka menjadi jembatan yang bisa menerangkan kita mengenai hal-hal yang tidak kita pahami.

Jadi kehadiran mereka bukan hanya untuk memperbaiki masalah tapi terutama justru untuk membantu kita terhindar dari masalah. Ambil contoh sederhana ketika kamu menyewakan rumahmu kepada orang lain. Urusannya sepele memang cuma membuat surat perjanjian kontrak rumah.

Tapi coba bayangkan kalau dalam penggunaannya si penyewa melakukan sesuatu sampai rumahmu rusak atau rumah kita ternyata secara diam-diam dipakai sebagai pabrik Narkotika. Kita harus melindungi diri dari hal-hal semacam ini bukan? Karena itu ada baiknya kita berkonsultasi dengan mereka yang paham hukum seperti pengacara sebelum kita membuat surat perjanjian.

Kamu Tak Perlu Was-Was, Pengacara Itu Bukan Membela Yang Salah, Tapi Menempatkan Hukum Sesuai Proporsinya

mulut

Kalau memang gak salah, kenapa harus pakai pengacara?

Idiom ini memang marak muncul di tengah-tengah masyarakat kita. Anggapannya pengacara itu diperlukan untuk orang-orang yang bersalah saja. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian. Seandainya kamu suatu saat bermasalah dengan hukum, seharusnya kamu tak perlu ragu untuk menggunakan jasa pengacara. Karena hal itu tidak langsung berkaitan dengan benar atau salahnya kita.

Anggara Suwahju, Operational Director Justika yang juga seorang pengacara menjelaskan bahwa pengacara itu bukan serta merta berarti berusaha membebaskan seseorang dari hukuman.

“Pengacara itu menempatkan hukum sesuai porsinya yang salah dihukum sesuai aturannya, yang tidak salah ya dibebaskan. Jangan sampai terbalik” ujar Anggara.

Kamu Tak Perlu Minder, Tak Semua Pengacara Tampil Mentereng, Sebagian Besar Memilih Tampil Bersahaja

cara investasi

Ini problem lainnya orang enggan pakai pengacara untuk urusan hukumnya. Karena sering melihat para pengacara yang biasa muncul di infotainment. Tampilan perlente dengan jas puluhan juta, jam tangan berharga ratusan juta, perhiasan dan belum lagi mobil berharga miliaran yang digunakan sehari-hari.

Pastinya muncul rasa minder jika kita harus berkonsultasi dengan orang-orang itu. Tapi toh sebenarnya, yang kita lihat itu hanyalah secuil dari seluruh kehidupan para pengacara. Banyak pengacara di luar sana memilih tampil lebih bersahaja yang bisa membuat kita lebih nyaman untuk berkonsultasi. Jadi jangan terlalu terpengaruh dengan yang kamu liat di layar kaca ya.

Jangan Takut, Tak Semua Pengacara Galak Macam Acara Di Televisi Itu, Sebagian Besar Sangat Baik Dan Perduli

menunjuk

Kalau tadi minder, kalau yang ini takut. Pasalnya, lagi-lagi acara di televisi. Kita sering menyaksikan para pengacara berdebat terbuka di acara talkshow atau acara lainnya yang menjadikan pengacara sebagai narasumber. Mereka yang tampil di sini, bicaranya kadang membuat bulu kudukmu berdiri bukan? Tak terbayang kalau kita harus berkonsultasi dengan mereka.

Namun lagi-lagi, yang kamu lihat itu hanyalah gambaran kecil. Sesungguhnya banyak pengacara yang kemampuan komunikasinya sangat baik. Tentunya mereka bisa melayani konsultasi kita dengan sangat nyaman. Nah, pengacara macam ini yang perlu kita cari.

Cari Pengacara Itu Susah? Tidak Juga, Karena Sekarang Kamu Tinggal Klik

tampilan depan justika

Kenapa sulit mencari pengacara? Karena seperti layaknya profesi dokter, pengacara tidak diperbolehkan memasarkan dirinya melalui iklan. Wajar jika kita agak sulit menemukan mereka. Paling umum adalah melalui rekomendasi orang-orang.

Nah, disinilah justika.com hadir untuk menjadi jembatan kebutuhan ini. Dengan menggabungkan platform teknologi “lelang online” dan “location based services”, Justika memungkinkan para pencari bantuan hukum dapat menentukan dan memilih sendiri dari siapa mereka akan memperoleh bantuan atas persoalan hukum yang sedang dihadapinya melalui proses pemilihan yang transparan.

Belum paham? Sederhananya ini adalah marketplace untuk kamu mencari jasa konsultasi dan bantuan hukum. Kamu tinggal daftar gratis di sini, lalu posting masalah atau hal yang mau kamu konsultasikan. Nantinya para pengacara itu akan mengajukan diri dengan sistem lelang untuk menangani kasus kamu. Mudah bukan?

“Masalahnya Jasa Pengacara Itu Mahal…” Itu Tergantung! Bahkan Mereka Juga Memberikan Layanan Gratis

direktori-justika

Pendapat yang mengatakan menggunakan jasa pengacara itu mahal memang tidak keliru. Namun tidak sepenuhnya juga tepat. Karena murah dan mahal sangat relatif dan tergantung dari kemampuan kita bukan?

Yang menjadi masalah selama ini, jasa pengacara diperkenalkan secara diam-diam dengan cara dari mulut ke mulut. Hasilnya, banyak ketidakjelasan di dalamnya termasuk dana-dana di luar jasa si pengacara yang kadang dibuat-buat oleh para pengacara yang nakal itu tadi.

Transparansi ini juga yang coba dimunculkan oleh justika.com. Karena di platform Justika, para pengacara tersebut terpampang semua lisensi dan keahlian yang mereka miliki. Termasuk juga reputasi para praktisi hukum tersebut. Reputasi ini diperoleh dari hasil review para pengguna layanan Justika. Sehingga sangat terbuka dan adil.

“Mahal dan murah itu relatif, tapi Justika ingin membuat layanan konsultasi hukum ini menjadi transparan. Tidak lagi ada biaya-biaya yang tidak jelas karena ada yang nakal. Mereka-mereka yang baik akan muncul dan dimunculkan oleh pengguna Justika dengan sendirinya, sementara yang tidak baik reputasinya akan turun otomatis,” ungkap Andika Gunadarma Managing Director Justika.com

Bahkan di platform Justika ini juga sudah terdaftar sejumlah pengacara yang siap memberikan bantuan hukum Pro Bono alias gratis. Ya, sesuai undang-undang para pengacara memang punya kewajiban untuk memberikan bantuan hukum gratis seminimalnya 50 jam per tahunnya. Justika turut mengelola hal ini. Sehingga jika ada kasus-kasus yang masuk melibatkan orang yang memang tidak mampu di Justika bisa dilayani oleh pengacara secara gratis.

Jadi mulai sekarang jangan takut ngomong sama pengacara. Yuk, coba langsung tengok mereka lewat justika di sini!

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Ketika Kamu Teriak Benci Korupsi, Padahal Tanpa Sadar Kamu Juga Korupsi

Ketika melihat judul artikelnya, kamu mungkin sedang membayangkan seorang laki-laki paruh baya yang katanya kemarin kepalanya benjol bak bakpao. Ini bukan tentang satu dua orang yang memang sudah tertangkap basah, tapi tentang kita semua yang mungkin adalah manusia yang harusnya diberi sebutan sama sebagai Koruptor.

Tanpa bermaksud berpikiran buruk pada mereka yang selalu berada gardu terdepan pemberantasan korupsi, percaya atau tidak, nampaknya kita masih terlalu fokus pada korupsi dalam hal materiil. Dan lupa jika sebenarnya, disaat yang sama ada banyak aspek lain yang juga telah kita korupsi tanpa sadar.

Bukan hanya kamu yang sedang merasa tersinggung sehabis membacanya, hal yang sama barangkali juga sedang saya lakukan sekarang. Ya, mengorupsi waktu orang untuk membaca tulisan ini. 

Saat Kita Kecil Dulu, Uang Kembalian Sehabis Membeli Keperluan Ibu, Sering Masuk Ke Saku Celana

Bohong jika kamu akan bilang tak pernah melakukannya. Entah itu atas persetujuan orangtua, atau inisiatif dari sendiri saja. Sekilas memang terlihat remeh, tapi lambat-laun akan membuat kita terbiasa memasukkan uang sisa ke dalam saku sendiri. Sekalipun orang tersebut mungkin bukanlah orangtua atau keluarga.

Alih-alih berpikir akan mendapat sikap sama seperti yang dilakukan orangtua, bisa jadi orang tersebut akan mencap kita sebagai seorang yang tak jujur. Padahal bisa jadi nominal yang kita ambil mungkin tak seberapa, tapi percaya atau tidak itu adalah bentuk sederhana dari korupsi yang kita bilang harus dihilangkan.

Memasuki Dunia Sekolah, Mencontek Jadi Kegiatan yang Sering Dilakukan Walau Tahu Itu Salah

Konon sistem pendidikan dijadikan tameng untuk kesalahan fatal ini. Beberapa tenaga pendidik nampaknya masih terfokus pada hasil tanpa mau menelisik proses dan upayanya. Jadi jangan heran, jika teman yang terkenal badung namun lihai dalam hal mencontek akan lebih dikenal daripada dia yang bernilai pas-pasan tapi benar-benar jujur.

Sikap ini memang masih jadi skandal kecil dari banyaknya tindakan korupsi yang sering kita temui. Akan tetapi ini jadi bukti nyata, betapa malasnya seseorang yang tak ingin belajar. Lalu menggunakan trik licik demi mendapatkan nilai maksimal. Bahkan kadang melebihi dia yang memang sungguh-sungguh belajar.

Pelan-pelan Mulai Berani Merekayasa Kuintansi Pada Beberapa Kegiatan yang Mungkin Kita Tangani

Terjadi di beberapa organisasi, baik di sekolah, kampus, tempat kerja hingga keorganisasian lainnya. Suatu kali kamu mungkin akan mengemban tugas yang berhubungan dengan uang. Bak sambil menyelam minum air, kamu malah menjadikan ajang tersebut untuk meraup keuntungan.

Entah itu merubah nominal angka pada setiap pembayaran, atau merekayasa beberapa pembelian keperluan yang sebenarnya tak ada menjadi ada. Bahkan tak merasa jika itu adalah sebuah perbuatan yang salah. Kadang kita akan berdalih jika hal itu sudah wajar, dengan alasan sebagai imbalan untuk rasa lelah mempersiapkan rangkaian kegiatan.

Yap, benar. Kita lupa akan janji yang mungkin telah dibuat sedari awal. Sebab jauh sebelum duduk pada posisi sekarang, kita telah tahu jika organisasi itu tak akan memberimu upah.

Memberi Uang Selipan Ketika Ditilang Petugas Kepolisian

Untuk kita yang kebetulan kerap malang melintang di jalan. Adakalanya nasib buruk datang mendekat. Kamu mungkin berjalan pada jalur yang salah atau tidak menyalakan lampu utama pada saat sedang berkendara. Hingga pelanggaran lain yang memang tak seharusnya.

Tak mau dibuat susah, merasa bahwa semua hal bisa diselesaikan dengan rupiah. Kita kemudian mendekatkan diri pada polisi yang sedang bertugas, sembari menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. Dan jika memang disambut baik, kita tentu akan bisa lepas dari jagalannya.

“Loh, kan polisinya juga mau!”

Iya benar memang, beliau ini mungkin mau menerima uang yang sudah kita sodorkan. Tapi apakah kita tahu, jika hal tersebut bukanlah sesuatu yang benar untuk dilakukan. Jika ternyata tahu, lantas mengapa masih saja diteruskan?

Hingga Pada Posisi yang Memungkinkan Kerap Dipakai Untuk Mempermudah Urusan

Untuk yang satu ini, mari kita beralih pada pejabat-pejabat bernama besar dalam negeri, atau pengusaha yang inginkan bisnisnya berjalan tanpa hambatan. Dan memang jika kamu cukup memperhatikan segala yang terjadi, kamu tentu tahu jika baru-baru ini Presiden Jokowi melaporkan piringan hitam Metallica dari Perdana Menteri Denmark, Lars Løkke Rasmussen dengan dalih sebagai kenang-kenangan.

Terlepas dari bagaimana niat yang mungkin sedang dipikirkan oleh Perdana Menteri Denmark tersebut. Pemberian semacam ini dinilai sebagai salah satu isyarat untuk mempermudah urusannya, yakni dengan memberi hadiah kepada orang lain yang kelak mungkin akan dimintai bantuan. Bahkan sebagian orang menilai, ini adalah salah satu bentuk suap yang marak terjadi di negara kita.

Tanpa Rasa Bersalah, Jadi Plagiator yang diam-diam Mencuri Karya Orang

Masih lekat diingatan, salah seorang perempuan remaja yang pertengahan tahun ini santer diberitakan. Bermodalkan tulisan-tulisannya yang menjadi viral, ia dielu-elukan banyak orang. Akan tetapi pelan-pelan beberapa fakta lain mulai terbongkar, bahwa sesungguhnya tulisan yang membesarkan namanya itu adalah milik orang lain. Bukan murni karyanya sendiri.

Tak hanya perempuan itu saja, kamu atau saya juga barangkali pernah melakukannya. Pada tugas pekerjaan atau kuliah, hingga pada hal sederhana seperti caption foto di Instagram.

Bukan sedang ingin membela nasib mereka yang kerap kita sebut sebagai koruptur. Karena sejatinya, tanpa kita sadari kadang kala kita sendiri telah korupsi.

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Yang Katanya Peduli Bumi dan Lingkungan, Nih Ada Pertanyaan!

Kapan kamu terakhir menanam pohon? Mungkin saat masih duduk di bangku SD atau bahkan TK. Tanpa bermaksud untuk melabeli diri lebih peduli pada bumi, kamu mungkin sedang merasa tersindir karena memang sudah sejak lama tak pernah menanam pohon.

Hari ini sesuai dengan keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 yang menetapkan, jika tanggal 28 November adalah peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Dengan kata lain, peringatan ini bak sebuah amanat yang sebenarnya jadi pengingat bahwa bumi kita memang sudah semakin tua.

Lalu apa saja yang sudah kita lakukan untuk menanggulanginya?

Kita Lebih Gemar Menyoroti Potret Kerusakan Lingkungan, Daripada Mencari Tahu Akar Masalahnya

Terjadinya bencana banjir dan longsor, perubahan iklim yang ekstrim, luas tutupan hutan yang terus berkurang, deforestasi dan degradasi lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, hingga konflik manusia dengan satwa, dan berbagai masalah lainnya, kerap kita artikan sebagai bukti nyata bahwa pemerintah telah gagal menjaga kelestarian alam.

Padahal jika mau ditelesik lebih dalam lagi, hal ini tak melulu jadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga kita sebagai manusia. Namun seolah tak merasa bersalah, kita hanya bisa berkata, “Bukannya itu tugas pemerintah?”.

Tanpa harus bersuara untuk gempar menyuarakan protes akan beberapa kegiatan yang memang jadi tugas pemerintah. Hal lain yang tak kalah pentingnya, cobalah untuk bertanya perihal sebab akibat yang mendatangkan bencana yang terjadi. Barangkali sebagian sumber masalahnya justru datang dari kita. Kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa jadi salah satu pencetusnya.

Padahal Ada Beberapa Gerakan Penanaman Pohon yang Memungkinkan Kita untuk Ambil Bagian

Sumber : https://www.wwf.or.id

Untuk kamu yang mungkin masih bingung, akan memulai dari mana untuk bisa turut serta. Sebenarnya ada beberapa gerakan yang bisa kita ikuti dalam hal membenahi bumi. Mulai dari Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon, One Man One Tree (OMOT), One Billion Indonesian Trees (OBIT) atau Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon, hingga yang terakhir ada Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup (sesuai Instruksi Menteri LHK bulan Agustus tahun 2017). Mereka yang kontra memang menuding, jika hal ini hanyalah ajang pencitraan dari pemerintah. Padahal upaya ini jadi salah satu kegiatan yang bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Gerakan lain yang juga lahir sebagai bentuk upaya untuk menghijaukan kembali Indonesia bernama MyBabyTree dari WWF Indonesia. Sesuai dengan semboyan mereka, kamu bisa turut serta dalam menghijaukan alam Indonesia dengan adopsi pohon secara virtual lewat donasi yang kamu kirimkan.

Dan Tak Perlu Terlalu Sibuk Mengkritik Pemerintah Untuk Upaya Penanganan Bencana, Jika Kita Sendiri Tak Pernah Turut Serta Membenahinya

Isu bencana dan penanaman pohon jadi topik pembahasan yang memang menarik untuk dibicarakan. Sebagian yang pro pada upaya pemerintah dalam beberapa gerakan, tentu akan berdiri pada barisan terdepan.

Tapi fakta lain yang tak bisa kita lupakan adalah sebagian orang yang justru hanya bersuara tanpa melakukan apa-apa. Gencar meminta orang lain untuk berhenti menebang pohon, tapi dirinya sendiri masih membuang sampah sembarangan.

Percaya atau tidak, satu atau dua orang dari kita bahkan mungkin tak pernah berpikir perihal penanaman pohon dan manfaatnya. Berharap agar bumi akan tetap terjaga, hutan dan lahan terbuka hijau yang rusak akan segera ditanami kembali. Dengan syarat, pemerintahlah yang akan mengurus semuanya.

Lantas apakah sikap tersebut jadi salah satu bukti dari perbuatan yang memang harus dilakukan? Tentu saja tidak kan! Mengutarakan suara tentu bukanlah sesuatu yang salah, namun akan percuma jika tak ada upaya dan bukti nyata.

Biar Bagaimana pun, Menanam Pohon Menjadi Investasi Masa Depan yang Akan Menyelamatkan Tempat Tinggal Kita

Untuk kamu yang mungkin tak ingin diribetkan dengan hal-hal yang tergolong susah, ikut gerakan dan semacamnya. Kamu bisa memulainya untuk menanam beberapa jenis pohon dengan memanfaatkan ruang terbuka yang ada di tempat sekitar kita tinggal. Mulai dari halaman rumah, hingga pekarangan kosong yang memang bisa ditanami.

Tanaman pisang, cempedak, sukun, mimba, kemiri, nangka, jambu mete, aren, damar, hingga bambu bisa dijadikan pilihan untuk ditanam di sekitar rumah kamu. Peranan akar dan daya serap terhadap air yang dimiliki pohon-pohon tersebut jadi penolong yang akan menyelamatkan lingkungan dikala banjir dan longsor.

Hari ini mungkin kita mungkin sedang susah payah, untuk menanam dan merawatnya. Namun percayalah pepohonan tersebut akan menjadi aset masa depan yang bisa menyelamatkan kita.

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top