Feature

Perilaku Receh yang Bikin Uangmu Sisa Receh

Mengatur keuangan jelas bukan perkara enteng. Apa lagi bagi orang seusia kita yang sedang giat-giatnya bekerja tapi juga berkeinginan untuk belanja ini-itu. Bahkan sering kali banyak hal yang tak terlalu penting tapi akhirnya dibeli juga. Pengeluaran yang tak terkendali semacam itu yang sejatinya nanti justru menyulitkanmu di tanggal tua.

Coba ingat lagi, apakah kamu mengalami pengalaman yang demikian? Pada tanggal muda, belanjamu bisa dibilang tak terkendali. Sementara di tanggal tua, uang lima ratus rupiah rasanya sangat berarti. Kalau setiap bulannya siklusnya selalu begitu, artinya ada yang perlu dikoreksi dari caramu mengelola dan memakai uangmu selama ini. Bisa saja pengeluaran yang tak seberapa justru jadi biang kerok yang sebenarnya.

Memang Benar Anjuran untuk Berhenti Merokok, Selain Baik Untuk Kesehatan, Kamu Tak Perlu Lagi Menyediakan Anggaran untuk Beli Rokok

Untukmu yang sampai hari ini masih merokok, jangan lelah ya kalau masih mendengar nasehat dari sekelilingmu untuk membuatmu berhenti. Karena memang pada dasarnya, selain tidak baik untuk kesehatan, justru membuatmu semakin boros. Mari hitung-hitungan sebentar, harga rokok setidaknya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu, kalau dalam dua hari kamu bisa habis satu bungkus, artinya dalam sebulan kamu harus mengeluarkan budget Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Lumayan menguras kantong bukan? Kalau pun kamu masih merasa berat melepas kebiasaanmu yang satu ini, setidaknya cobalah untuk mulai mengurangi intensitas merokok.

Banyak Jajan, Dompet Terancam

Coba hitung, dalam seminggu setidaknya kamu sudah berapa kali jajan di luar? Apakah hampir setiap hari? Kalau kamu memang bukan tipikal yang suka membawa bekal makanan dari rumah, mungkin memang sudah ada budget tersendiri, tapi ‘jajan’ yang dimaksud kali ini adalah seberapa sering kamu pergi bersama temanmu? Zaman sekarang, kalau nongkrong sama teman pasti di tempat makan atau kafe. Bisa saja, karena merasa suasananya begitu nyaman untuk bertemu teman, kamu pun jadi tak peduli soal harga makanan.

Hei Kawan, tapi hal semacam ini yang justru akan menguras dompetmu dengan cepat. Uangmu bisa cepat habis karena kebiasaan makan di luar. Kalau mau hemat, cobalah mengurangi intensitas nongkrong bareng teman. Setidaknya seminggu atau dua minggu sekali. Serta mulailah membawa bekal makanan dari rumah yang pastinya akan jauh lebih hemat dibanding kamu jajan di luar.

Selagi Bisa Cuci Baju Sendiri, Mengapa Harus Pergi Ke Laundry?

Untukmu yang tinggal di kost-kostan, lebih baik cuci baju sendiri. Perkara baju kotor tak melulu harus pergi ke laundry. Selain kamu jadi lebih mandiri, kamu pun jadi bisa menghemat anggaran. Yang tadinya disiapkan untuk laundry, anggaran tersebut bisa jadi dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting. Problem anak kost biasanya baju kotor yang terlanjur menumpuk. Karenanya, agar tak kerepotan, cucilah baju sendiri setiap hari. Mencuci dengan cara mencicil seperti ini tak akan membuatmu lelah.

Usahakan Masuk Ke Minimarket Kalau Ada Perlunya Saja

Sebelum memutuskan untuk masuk ke minimarket, pastikan sudah ada gambaran mengenai apa saja yang akan kamu beli. Kalau perlu, kamu buat catatannya agar setibanya di minimarket, tak tergoda untuk membeli makanan ringan hanya karena warna atau kemasannya yang terlihat lucu. Munculnya banyak minimarket sekarang ini memang mempengaruhi psikologis kita untuk sekadar mampir dan membeli makanan ringan. Untuk mengatasi hal semacam ini, memang ada baiknya kamu membawa bekal sendiri. Kalau perutmu kenyang, kamu tak akan mudah tergiur untuk masuk ke minimarket.

Jangan Terlalu Sering Tarik Tunai di ATM Bersama Kalau Tak Mau Saldo ATM-mu di Ambang Bahaya

Melakukan transaksi tarik tunai di ATM bersama ternyata bisa membuat uang tabunganmu semakin berkurang sedikit demi sedikit. Penarikan uang yang tak sesuai dengan mesin ATM bank asal tempatmu menabung hanya akan membuatmu terkena biaya pemotongan yang berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Kelihatannya memang tidak seberapa, tapi kalau terlalu sering dilakukan bukannya justru kamu merugi?

Terbiasa Belanja dengan Kartu Debit dan Kredit Hanya Membuat Tagihan Melilit

Terutama kartu kredit, selain membuat kamu terlilit tagihan, hidupmu pun jadi tak tenang. Dua kartu sakti ini memang menjanjikan efisiensi dan kemudahan bagi para pemakainya. Penggunanya tak perlu repot-repot menghitung lembaran uang tunai saat bertransaksi. Tapi justru karena kemudahan itulah yang menstimulasi kamu jadi semakin boros.

Semakin mudahnya bertransaksi jual beli, kamu jadi punya tendensi untuk lebih konsumtif. Hingga tak lagi memperhatikan detail uang yang kamu punya, yang kamu ingat hanya digit angka depannya saja. Untuk yang satu ini, memang kamu harus lebih bijak saat menggunakan dua kartu ini. Kalau perlu, lebih baik kembali ke cara hidup lama yaitu berbelanja dengan uang tunai supaya melatihmu lebih teliti dan ingat jumlah uang yang ada di dompetmu.

Merogoh Kocek untuk Biaya Parkir

Walau tak bisa sepenuhnya menyalahkan diri sendiri, bayar parkir adalah pengeluaran yang diam-diam bisa membuatmu kehabisan uang. Meski tergolong kecil, hanya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 5.000, tapi kalau diakumulasikan setiap bulan, lumayan juga lho. Belum lagi seberapa sering kamu bepergian dengan motor dan berhenti di tempat parkir yang berbeda. Ada baiknya kamu mencoba mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Selagi ada transportasi umum, kamu bisa jauh lebih irit dan membiasakan diri agar tidak bergantung dengan kendaraan pribadimu.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menghadapi Rekan Cerewet dan Terlalu Ceria Bisa Kamu Lakukan Tanpa Banyak Bicara

Bertemu orang yang dikenal suka bicara alias cerewet seringkali jadi tantangan. Terutama jika kamu punya kepribadian kontras dengannya. Dia banyak bicara, sementara kamu tidak. Dia suka mengobrol, sementara kamu lebih suka mendengarkan musik.

Suka tidak suka, orang semacam ini pasti ada di sekitarmu. Mungkin di tempat kerjamu, mungkin di rumahmu, atau pada lingkup teman-teman terdekatmu. Orang yang suka bicara sejatinya jago mencairkan suasana. Bayangkan bila tidak ada dia, pasti suasana akan terkesan kaku dan kikuk. Hanya saja, jika kamu kebetulan sedang ingin eye-to-eye alias bicara empat mata padanya, setidaknya kamu harus tahu siasat agar cerewetnya tidak terus-terusan terbawa.

Kalau Kamu Punya Sesuatu yang Ingin Dibicarakan, Katakan Padanya Tanpa Perlu Sungkan

Menyela pembicaraan memang terkesan tidak sopan dan tidak menghargai lawan bicara. Tapi biasanya kamu pasti dibuat pusing sendiri kalau lawan bicaramu kebetulan suka bicara bahkan seakan tak memberi ruang untukmu agar bisa gantian berbicara. Sebaiknya jika memang kamu bertemu orang yang seperti ini, hampiri dia dan katakan sejak awal kalau ada hal yang ingin kamu bicarakan. Percayalah, orang dengan pembawaan ceria sekaligus cerewet, tak selamanya egois hendak didengarkan. Ada kalanya mereka akan jadi pendengar yang baik untuk setiap hal yang hendak kamu katakan.

Jangan Menyela, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tunggulah Sampai Dia Selesai Bicara

Sekali lagi, menyela pembicaraan orang lain, secerewet apa pun lawan bicaramu memang tidak disarankan. Jika kamu sedang terlibat percakapan dengannya, kemudian ditengah percakapan tetiba kamu teringat satu hal yang hendak dikatakan, sebaiknya tahan dulu. Biarkan dia menggulirkan setiap cerita. Tunggu datangnya momen kamu bisa mengutarakan hal yang hendak kamu katakan. Percayalah, walau dia mendominasi, pasti ada satu titik dimana ketika dia selesai bicara, dia akan terdiam sejenak. Saat itulah giliranmu berbicara padanya.

Tanyakan Sesuatu yang Pilihan Jawabannya Hanya ‘Ya’ Atau ‘Tidak’

Hal ini berlaku khususnya untukmu yang memang sudah jengah bila harus mendengarkannya selama berjam-jam. Cara ini bisa saja efektif. Cukup ajukan pertanyaan dimana dia hanya akan menjawab salah satu dari ‘ya’ atau ‘tidak’. Dengan demikian, pembicaraanmu dengannya pun jadi lebih singkat dan kamu menemukan jawaban dari apa yang hendak kamu tanyakan.

Dalam Sebuah Grup, Kalau Dia Sudah Terlalu Banyak Bicara, Ajukan Pertanyaan ke Anggota Grup yang Lain

Menemukan orang yang terlalu suka bicara di dalam sebuah forum diskusi atau grup tertentu seringkali membuat anggota yang lain kesal sendiri. Apa lagi kalau dia pun tak bisa mengontrol diri untuk mencukupkan pembicaraannya. Selain memakan waktu, orang semacam ini jadi mengambil porsi orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Kalau kebetulan kamu sedang terjebak dalam situasi semacam ini, cobalah untuk menengahi pembicaraan. Caranya cukup angkat tangan dan ajukan pertanyaan ke anggota lain yang mungkin duduk di sebelahnya. Pembicaraan pun terhenti dan rekanmu yang sudah terlalu banyak bicara pun akan mengalihkan fokusnya terhadap pertanyaanmu.

Kalau Belum Mempan Juga, Tak Ada Salahnya Memasang Wajah Bosan Saat Kalian Tengah Berhadap-hadapan

Namun jika semua cara di atas tidak mempan juga dan dia tetap tidak memberikan tanda untuk menyudahi pembicaraan, langsung saja kamu memasang tampang bosan dan lelah. Kebanyakan orang akan langsung peka dengan ekspresi wajah lawan bicaranya. Semoga saja dia langsung tersadar kalau dirinya ternyata sudah terlalu banyak bicara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top