Feature

Untuk Sahabatku Yang Baru Berpuasa Tahun ini, Percayalah Kamu Tidak Sendiri!

Bagi kita yang sudah memeluk agama Islam dari kecil, bulan Puasa Ramadhan bisa jadi sudah merupakan hal rutin yang membiasa. Sebagian bahkan mungkin sudah tak menemukan gregetnya lagi bertemu dengan bulan suci yang satu ini. Semua jadi ritual yang berulang begitu saja dari tahun ke tahun.

Tapi toh pengalaman berbeda ditemui oleh teman-teman mualaf yang baru saja memeluk Islam. Mengalami puasa pertama sewaktu dewasa memberikan pelajaran yang luar biasa bagi mereka.

Bahkan sudah selayaknya kita menyelami apa yang mereka alami. Melihat dari kacamata mereka. Bukan tidak mungkin kita akan lebih bersyukur. Karena banyak hal yang selama ini kita terima begitu saja karena biasa, ternyata merupakan berkah besar yang tak pernah kita perhitungkan.

Bulan Ramadhan Bisa Jadi Saat-saat Ketika Diri Merasa Sangat Sendirian

puasa sendirian

Mungkin buat kita sangat biasa berbuka puasa atau sahur di rumah bersama orang tua, saudara atau keluarga. Semua sudah jadi rutinitas dan tidak ada yang terasa istimewa.

Tapi buat saudara-saudara yang baru memeluk Islam, pengalaman berbuka bersama keluarga dan orang dekat adalah sebuah hadiah yang mungkin tak bisa mereka peroleh. Apalagi ketika ini adalah pengalaman pertama menjalankan ibadah puasa. Ditambah lagi kemungkinan keluarganya yang dulu tidak menerima perubahannya.

Bukan hanya soal sendirian secara fisik. Tapi bangun tengah malam menjelang subuh, menyantap sahur akan menyadarkannya betapa kini ia sendiri secara psikologis. Keluarganya berada di sisi seberang yang lain. Ketika kita asik menyantap kolak bersama-sama. Bisa jadi saudara mualaf harus membeli dan menikmati sendiri makanan berbuka tersebut.

Betapa kita selayaknya bersyukur bisa menikmati ritual puasa bersama keluarga sedari kecil. Jika kebetulan ada kawanmu, yang baru saja memeluk Islam, ajaklah ia bergabung. Jangan biarkan ia sendiri, berikan ia pengalaman menikmati indahnya kebersamaan sesama muslim.

Jangankan Berdebat Soal Tarawih Harus 23 Atau Cukup 11, Mereka Bahkan Masih Terbata Di Takbir Yang Pertama

sholat teraweh

Kita yang muslim sejak kecil mungkin asik memperdebatkan mana jumlah rakaat sholat yang seharusnya. Buat kita ini soal mana benar mana salah yang kadang membuat kita seolah sombong dengan apa yang kita ketahui.

Sementara buat saudara yang baru memeluk Islam, mereka baru saja mulai melangkah. Jangankan tarawih yang rakaatnya banyak, subuh saja masih membuat mereka bergidik takut salah. Tapi ini tak menghentikan langkah mereka. Datang dengan risiko gerakan yang salah-salah.

Jadi dari pada kita hanya berdebat merasa benar sendiri, kenapa kita tidak mendatangi mereka untuk mengajaknya menikmati indahnya Sholat tarawih berjamaah. Selami bagaimana mereka begitu khusyuk menjalankan ibadah Sholat meski dengan ritual yang masih kaku belum lancar.

Maklumi Jika Mereka Masih Membawa Atribut Kehidupannya Yang Lampau

barry saint loco mualaf

Sumber gambar: www.liputan6.com

Coba perhatikan foto Barry Saint Loco ketika sedang di puncak karirnya. Jujurlah, bagaimana kita beranggapan ketika kita bertemunya di mesjid hendak sholat berjamaah atau sholat terawih ketika bulan Ramadhan. Tato menjalar dari leher, hingga ujung jarinya. Mungkin sebagian kita menganggapnya sebagai orang bengal yang hendak mengotori mesjid.

Tapi taukah kawan, Barry baru saja berhijrah dari kehidupannya yang lalu. Benar-benar baru saja, sehingga ia belum bisa melakukan apa-apa dengan tatonya! Ia kini sedang berusaha damai mempelajari Islam. Pergi ke mesjid mungkin sesuatu yang biasa bahkan malas buat orang yang sudah dari kecil memeluk Islam. Namun buat barry, tidak demikian.

Jangan coba bandingkan perasaan rasa dan jiwanya dengan kita yang sudah muslim sejak kecil. Karena bisa jadi kita malu. Di berbagai kesempatan, Barry tidak pernah bisa menyebut Astagfirullah, lebih dari tiga kali tanpa menitikan air mata. Begitu dalam ia ingat dosanya. Tak pernah pula Barry bisa mengatakan tiada Tuhan selain Allah, tanpa menangis. Karena menurut pengakuannya ia terus mengingat betapa Allah tak pernah meninggalkannya, ketika ia merasa tak diterima siapa-siapa.

Bagaimana kita? Mungkin lidah sudah sangat lancar. Tapi apa hati bisa ikut tergetar seperti mereka yang baru merasakan Ramadhan pertama kali? Jadi jangan menghakimi jika bertemu orang yang menurut penilaianmu berpenampilan “tak seharusnya” di mesjid. Karena bukan tak mungkin, justru “perjalanan” mereka sudah lebih jauh dari kita.

Alih Bisa Karena Biasa, Tapi Ini Puasa Pertamanya Bantu Mereka Menguatkan Fisiknya!

makan ketika puasa

Masih ingat ketika kecil kita suka mencuri-curi meminum segelas air? Atau mencicipi makanan yang sedang dimasak untuk mengganjal perut. Ya, buat kita yang muslim dari dulu, latihan menahan lapar dan haus perkara yang enteng. Karena sudah dilatih dari kecil.

Bagaimana dengan sahabat yang pertama kali hendak berpuasa sebulan ketika mereka sudah dewasa. Jelas ini bukan perkara mudah. Tubuh mereka belum lagi menemukan ritmenya. Bisa jadi ini perjuangan berat jauh lebih berat ketika kita masih kecil.

Karena itu bantu mereka. Berikan tips-tips kecil menjaga stamina dikala puasa. Gali kembali hal rutin yang biasa kita laksanakan. Sarankan memakan kurma atau yang manis ketika berbuka misalnya. Mengunyah timun ketika sahur untuk memperlambat rasa haus. Dan tips-tips sejenisnya yang bisa membantu mereka.

Jadi, buat saudaraku yang baru pertama kali menjalankan ibadah puasa, yakinlah kami ada bersama kalian!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kata Orang, Hidup Itu Let It Flow Aja, Padahal Memasang Prinsip dalam Hidup Itu Perlu Loh!

Hidup itu mengalir saja, seperti air. Mungkin ungkapan itu sering kamu dengar dari mereka yang ingin menikmati hidup tanpa tergesa-gesa dan penuh ketenangan. Namun disamping itu, kamu pun harus menyadari jika hidup itu hanya sekali, tugasmu bukan hanya melakoninya, tapi juga mengisinya dengan hal-hal yang sekiranya akan memunculkan kekuatan diri sendiri. Lantas, sudahkah kamu melakukannya?

Mengisi kehidupan itu susah-susah gampang. Nah kalau kamu hanya terpaku pada prinsip let it flow, lantas kapan kamu mau memacu jiwa kompetitifmu? Apa lagi setiap orang pasti punya  target atau mimpi, dengan begitu melatih diri agar kompetitif jelas perlu. Kamu bisa mulai dengan memasang prinsip. Percayalah, menjadi seseorang yang berprinsip akan membawamu jadi sosok yang semakin baik setiap harinya.

Mulailah dari Hal Sederhana, yaitu dengan Memasang Prinsip Mencintai Dirimu Apa Adanya

Kamu akan bisa memaknai hidup jika dalam dirimu sudah merasakan kebahagiaan. Coba pikirkan lagi, sudahkah kamu merasa bahagia hari ini? Atau coba bayangkan, berapa banyak orang yang sedang mencari kebahagiaannya di luar sana. Selain sibuk mencari definisi bahagia menurut mereka, seringkali bahagia sering dikaitkan dengan kelebihan materi. Padahal sejatinya, kebahagiaan yang kamu rasakan itu tergantung pada seberapa besar cintamu pada diri sendiri. Itulah mengapa sangat penting punya prinsip mencintai diri sendiri sebelum kamu memasang prinsip lainnya dalam hidupmu.

Jangan Takut untuk Mengatakan Hal-hal yang Menurutmu Tak Wajar, Sebab Akan Jarang Orang yang Berani Berkata Benar

Seringkali kita terjebak dalam ketakutan untuk mengungkapkan hal-hal yang tak wajar. Entah ada rekan kerja yang tak jujur, atau hal-hal lain yang kita tahu jika yang dia lakukan itu salah, tapi kita tak berani menegurnya. Mulailah untuk berprinsip jika kejujuran adalah segala-segalanya. Percayalah, bahwa hal yang baik menurut hati kecil kita akan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Setiap Manusia Punya Keunikannya Tersendiri.  Tak Perlu Mencontek Orang Lain Hanya demi Aktualisasi Diri

Tak perlu risau kalau kamu merasa berbeda, karena pada dasarnya semua manusia memang diciptakan berbeda. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kamu lebih gemar mencontek apa yang dilakukan orang lain hanya demi membuat dirimu terlihat ‘wah’. Apa lagi kalau sudah menyangkut hasil tangan atau karya. Apa kamu merasa puas dengan karya atau pekerjaan yang bagus tapi hasil mencontek? Bukankah lebih bahagia kalau hasil yang kita dapat memang datang dari proses jerih payah diri sendiri?

Lebih Buruk Mana? Tak Pernah Mencoba Kemudian Menyesal, Dibanding yang Sudah Pernah Menjajal Tapi Gagal?

Pasanglah prinsip kalau kamu adalah tipe orang yang lebih suka praktik dibanding teori. Orang yang tak takut untuk mencoba hal baru adalah mereka yang berani menghadapi kegagalan. Dalam hidup ini pasti ada fase tersebut, lantas masih adakah alasan untuk takut gagal? Ketika kamu mungkin punya keinginan untuk melakukan sesuatu, lebih baik segera laksanakan dibanding terus memikirkan segala persiapan.

Tak Semua Orang Bisa Menerima Dirimu, Carilah Pertemanan Sejati untuk Menepis Segala Relasi Semu

Kamu dan aku sama-sama punya pola pikir yang berbeda. Ketika tidak ada yang bisa mengerti atau bahkan menerimamu, kamu tak perlu sedih. Itu tandanya kamu unik. Kamu harus percaya diri, prinsip itu mutlak diperlukan. Tepis segala pesimistis dan pasanglah sikap optimis kalau kamu bisa menemukan sosok sahabat yang akan menerimamu apa adanya.

Selain itu, percayalah jika kebaikan dan keberuntungan akan datang saat kamu sudah berjuang keras mendapatkannya. Dengan kata lain, kamu akan bisa melewati betapa sulitnya hidup jika kamu mempertahankan prinsip-prinsip yang datang dari dalam diri sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kemesraan Ini Kian Terasa Ketika Kamu Dan Si Dia Jadi Suami Istri Yang Sah

Apa yang kamu pikirkan jika sebentar lagi akan hidup bersama dengan dirinya? Mungkin ada banyak hal, bahkan kamu tak mampu menyebutnya satu persatu.

Pilihan ini jadi sebuah keputusan yang akan merubah hidup hingga 180 derajat. Kamu tak lagi akan sendiri, sebab kini sudah ada dia yang akan menemani. Selain berjanji untuk selalu setia dalam suka dan duka, beberapa aktivitas yang dulunya masih dilakukan dengan rasa serba canggung, kini jadi terasa lebih terasa romantis karena sudah sah menjadi suami istri.

Dan beberapa kebiasan ini akan membuatmu jatuh cinta berulang kali pada si dia yang kini selalu ada untuk menemani.

Tak Lagi Perlu Membuat Janji Untuk Pergi Keluar Saat Malam Minggu, Karena Meski Berdua Di Rumah Tetap Terasa Syahdu

Dulu saat masih berstatus pacar mungkin aktivitas keluar rumah saat malam Minggu jadi sesuatu yang wajib. Kini tak lagi demikian, sebab setiap malam rasanya sama seperti malam Minggu karena selalu berdua.

Tak perlu susah payah untuk mencari tempat mana yang akan jadi pilihan pergi berdua. Nyatanya duduk santai berdua hingga larut malam, jadi sesuatu yang jauh lebih menyenangkan. Karena kamu dan dia tidak lagi khawatir untuk pulang terlalu larut malam. Bahunya akan jadi rumah yang sudah siap sedia untuk menyambutmu tertidur kala lelah.

Aktivitas Makan Walau dengan Menu Seadanya, Selalu Jadi Momen Yang Membuat Kalian Berdua Bahagia

Dibeberapa kesempatan makan di luar saat belum tinggal bersama, kamu dan dia sering berdebat hanya karena jenis makanan saja. Kini hal itu jadi kenangan yang akan membuat kalian tersenyum.

Menjadi pasangan hidup yang baru saja tinggal berdua, membuat kalian berdua belajar akan arti kebersamaan. Karena meski dengan lauk seadanya tak jadi penghalang untuk mensyukuri semuanya.

Tidak Lagi Sungkan Untuk Menunjukkan Rasa Sayang, Pun Termasuk Menawarinya Bantuan Untuk Segala Sesuatu Yang Tak Bisa Ia Lakukan

Layaknya suami istri lainnya, kamu dan dia mungkin akan berbagi tugas di rumah. Istri mungkin akan menjadi orang yang bertugas di dapur untuk memasak. Sedangkan suami bisa membantu untuk membersihkan rumah, meski sekadar menyapu saja.

Sebagaimana kamu yang juga tak sempurna, mungkin akan ada beberapa hal yang tak bisa ia lakukan sendiri. Tanpa merasa dibebani, dengan senang hati dirimu akan menawarkan diri. Dengan begitu pasanganmu akan merasa bahwa  dirimu adalah sosok yang mengayomi.

Jika Dulu Dirimu Hanya Bisa Mengingatkannya Agar Menjaga Pola Makan, Sekarang Dirimulah Yang Akan Melakukannya untuk Dia

Anggaplah kamu adalah orang yang begitu memperhatikan masalah kesehatan, berbanding dengan dia yang kerap makan sembarangan. Posisimu sebagai orang yang berada di dekatnya sejak bangun tidur membuatmu jadi tahu semua hal tentang dirinya. Kamu pun tak segan untuk memberinya larangan jika memang itu tak baik baginya.

Kamu bisa memintanya untuk mengubah pola hidupnya sesuai dengan hal yang kamu anggap baik. Termasuk untuk hal-hal kecil seperti menggosok gigi, sesaat sebelum merebahkan tubuh di sampingmu saat malam hari.

Selain Selimut, Kini Tubuhnya Jadi Pengganti Penangkal Dingin Setiap Kali Hujan

Tak perlu risau untuk takut dosa atau dianggap berzina, kini kamu dan dia adalah sepasang suami istri yang sah. Jika sebelumnya mie instan rebus dengan rasa favorit akan jadi pilihan dikala hujan, kini tubuhnya rasanya jadi satu-satunya yang kamu butuhkan.

Bebas berdua diatas ranjang sepanjang tubuhmu butuh kehangatan. Momen yang dulunya masih enggan kamu lakukan, kini jadi sesuatu yang bisa dengan leluasa diaplikasikan. Hingga akhirnya kamu sadar, untuk urusan berpelukan dikala hujan akan jauh lebih romantis jika dilakukan dengan dia yang sudah sah jadi pasangan.

Bahkan Rumah Dan Seisinya Tak Akan Protes, Jika Kalian Ingin Melakukan Apa Saja

Didalam rumah yang kini jadi tempat tinggal berdua, tak ada rahasia yang perlu kalian simpan. Kamu dan dirinya bergerak sebagaimana adanya, tanpa perlu merasa sungkan untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Kamu bebas menciumnya di setiap sudut rumah, memeluknya dari belakang saat ia sedang menyiapkan makanan kesukaan, hingga memintanya menari bersama untuk menghabiskan malam. Selama itu adalah hal yang kalian mau, kalian bebas melakukannya.

Hingga Rencana Liburan Yang Kini Telah Terasa Lebih Leluasa Meski Pergi Berdua Saja

Hilangkan pikiran bahwa nanti akan dicibir orang, ingatlah bahwa kalian berdua adalah suami istri yang sah. Nikmati semua kebersamaan yang ada  dengan sebaik-baiknya. Ajak dia menjajaki tempat-tempat asing berdua, ini tentu jadi pengalaman baru yang tak akan dilupa. Tak ada akhir pekan atau libur yang membosankan, karena sekarang ada dirinya yang siap sedia untuk diajak berpetualang.

Semua hal ini akan jadi sesuatu yang membuatmu semakin sayang, maka tak heran jika saat ini kebersamaan kalian jadi sesuatu yang selalu didoakan. Untuk itu kalian berdua tak henti mengucap bersyukur sebab telah dipertemukan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Lalu bagaimana denganmu? Mana aktivitas yang paling sering kalian lakoni berdua dengan pasangan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Saat Cari Pacar Senangnya Bad Boy, Giliran Disakiti Bilang Semua Laki-Laki Sama Aja

Sikap wanita kadang membuat kita geleng-geleng kepala. Apalagi jika kita coba memberinya pertanyaan, perihal laki-laki mana yang paling menawan? Dan jawabannya tentu saja si bad boy jadi pemenang. Wanita tak perlu mengelak atau tiba-tiba ingin menyuarakan protes, karena faktanya ada bukti lain yang bisa kita lihat. Salah satunya, si laki-laki yang terlihat nakal dengan penampilan yang juga urak-urakan, mudah sekali menggaet wanita. Anehnya jika mereka kelak disakiti oleh si bad boy tadi, mereka akan membuat sebuah argumen bahwa semua laki-laki itu sama saja. Loh, bukannya tadi mereka sendiri yang memilih si bad boy?  

Untuk Sakit Hati yang Mungkin Kamu Rasa, Bukan Berarti Kamu Lantas Boleh Menvonis Mereka Sama

Kisah cintamu dengan beberapa dari mereka mungkin berakhir dengan tak menyenangkan. Tapi berpikir bahwa mereka semua adalah sama, bukanlah sesuatu yang bijak. Meski memiliki jenis kelamin yang sama, mereka tetap saja berbeda. Dia yang terlihat bad boy mungkin nakal seperti katamu, tapi bukan berarti laki-laki bertampang urakan yang lain juga sama. Lagi pula harusnya kamu paham, bahwa setiap manusia hadir dengan kekurangan dan kelebihan yang berbeda.  

Coba Bayangkan Jika Mereka Akan Membalas Dengan Perkataan Yang Sama, Semua Wanita Sama Saja!

Hadir sebagai orang baru di kehidupan seseorang, lalu kamu dihadiahi sebuah perkataan bak vonis mematikan. Katanya semua wanita itu sama, sama-sama brengseknya! Bohong jika kamu bilang kamu tak sakit hati karena ungkapan itu. Bahkan mereka yang kita bilang tak baik saja, memiliki bentuk keburukan yang berbeda pula. Lalu siapakah kita bisa menvonis mereka semua sama? Rasanya tak ada yang mau jika disama-samakan dengan yang lain. Termasuk kamu! Apa lagi jika hal yang disamakan tersebut dalam konteks yang tidak baik.  

Lagi Pula Meski Berkata Demikian, Hal Itu Tentu Tak Membuat Lukamu Hilang

Jika ungkapan tersebut adalah sebuah matra yang bisa menyembuhkan, nampaknya mungkin bisa dipertimbangkan. Pasca putus cinta dari si bad boy yang katamu tak baik itu, sakit hati memang jadi sesuatu yang sedang kamu ingin hilangkan. Namun pada kenyataannya berkata demikian tak akan membuatmu jauh lebih baik darinya, sebaliknya orang lain akan menilaimu sebagai wanita yang tak punya pendirian. Karena sejak awal bisa jadi kamulah yang telah memilihnya untuk dijadikan pasangan. Dengan demikian sakit hati sudah menjadi resiko yang mau tak mau harus dihadapi.  

Dengan Berkata Begitu Berarti Kamu Menutup Diri Dari Laki-laki Baik Yang Mungkin Sedang Ingin Menyembuhkan Lukamu

Kesalahan dalam memilih pasangan bukan sesuatu yang perlu disesalkan. Biar bagaimana pun mereka pernah membuatmu tertawa hingga bahagia. Ini akan jadi cerita untuk hidup yang kamu punya. Hari ini mungkin kamu menyesal, karena kemarin telah menaruh percaya padanya. Tapi jika akhirnya ia melukis luka, bukan berarti laki-laki lain akan berbuat hal yang sama. Jika kamu masih terus berputar-putar pada bayangan negatif yang kamu letakkan pada semua lelaki. Itu artinya dirimu sedang membangun tembok pemisah dengan mereka yang mungkin bisa bersikap baik padamu.  

Sakit Hati Itu Wajar, Tapi Menyembuhkannya Bukanlah Demikian

“Pasti ada pelangi setelah hujan”, kalimat ini bisa kamu jadikan acuan untuk perjalanan cintamu. Konon untuk bisa sampai pada cinta sejati yang sebenarnya, kamu memang harus beberapa kali singgah pada hati yang salah terlebih dulu. Cinta yang tak berakhir dengan baik, justru jadi pelajaran yang akan menguatkan hatimu. Kamu hanya perlu bersabar, tanpa harus membeberkan keburukan pasangan yang lalu. Apalagi dengan menilai orang lain yang juga sama. Tentu tidak demikian. Tak hanya kamu saja, bahkan laki-laki juga mungkin akan merasakan hal yang sama. Tapi bukan berarti mereka lantas berhak berkata bahwa semua wanita itu sama.  

Satu Bukan Berarti Semua, Percayalah Masih Ada Si Good Boy Yang Akan Jadi Penawar Luka

Nah ini adalah poin penting yang harus kamu percaya, untuk cerita cinta yang mungkin berakhir dengan luka. Kelak jika waktunya sudah mulai tiba, semesta dan Sang Pemiliknya akan mempertemukanmu dengan laki-laki lain yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan masalah dari tampilannya yang bad boy atau tidak, tapi bagaimana kamu bisa mengenali dia lebih dalam lagi. Tak peduli bagaimana tampilannya, yang paling penting dirinya bisa memperlakukanmu dengan baik dan bertanggung jawab atas hubungan. Tapi semua ini hanya akan kamu dapatkan saat kamu telah bisa berpikir positif, dan tak menutup diri dari laki-laki lain hanya karena kamu pernah disakiti dari salah satu dari mereka.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top