Feature

Pacaran Sampai Berujung Pelaminan Bukanlah Mitos Belaka, Asal Kamu dan Dia Sama-sama Mau Berusaha

Pasti kamu sering dengar selentingan yang kira-kira begini bunyinya:

“Pacarannya sama si A, nikahnya sama si B. Jodoh memang tak ada yang tahu.”

Soal jodoh memang tak ada yang tahu dan tak ada yang bisa menebaknya lebih dulu. Hanya saja, kita seringkali mendapati kenyataan bahwa mungkin teman, saudara, tetangga, atau siapa pun itu nyatanya harus gagal dalam hubungan di fase pacaran yang telah mereka jalin sekian lama. Ya, waktu yang dihabiskan untuk membangun hubungan tersebut tidaklah sebentar. Sekian tahun bersama, akhirnya berujung pada sebuah perpisahan. Kalau begini, sadar tak sadar pasti kamu didera kekhawatiran tersendiri jadinya. Alih-alih tak peduli dengan kisah cinta orang lain, kamu jadi berpikiran yang macam-macam dengan hubunganmu sendiri.

Hei, jangan diambil pusing. Meski kata orang pacarmu sekarang bukanlah jaminan dia akan jadi jodohmu, ingatlah bahwa prinsip jodoh itu datang pun ada karena sebuah usaha. Pacaran bisa membuka ruang dan jalan untukmu serta pasangan menuju fase pernikahan. Mungkin untukmu yang baru saja memulai hubungan, setidaknya bekali hubungan kalian dengan prinsip yang kalian bangun sendiri.

Jadikan Fase Pacaran Sebagai Momen Kamu Melatih Keseriusan, Bukan untuk Senang-senang yang Berakhir Perpisahan

Banyak orang yang suka salah mengartikan fase pacaran. Di umurmu yang sekarang, apa iya masih mau pacaran untuk main-main saja? Bukan demi mempersiapkan diri dan membawa hubunganmu ke fase serius? Hei, yang namanya komitmen saat kamu menikah nanti adalah untuk seumur hidup. Kalau keseriusan menjalin sebuah hubungan tidak dilatih dan dibiasakan dari sekarang, kapan lagi kamu bisa belajar menjaga hubungan yang kalian bangun? Mengubah pola pikir itu perlu, apalagi kalau salah satu dari kalian masih suka salah kaprah memaknai fase berpacaran.

Jadilah Lebih Matang dan Dewasa Secara Pola Pikir, Apa pun Hal yang Kamu Lakukan Ada Baiknya Selalu Dipertimbangkan

Saat kamu nanti sudah resmi menikah, keputusan bersama harus mengalahkan ego pribadi. Dua individu yang sudah satu atap baiknya meleburkan ego dan saling memberi diri untuk pasangannya. Karenanya, ada baiknya prinsip semacam ini ditanamkan sejak kamu dan dia masih di fase pacaran. Milikilah hubungan yang mendewasakan kalian berdua. Dengan demikian, yang namanya usaha menuju pelaminan pun bukan mitos belaka.

Coba Tilik Lagi Pasanganmu yang Sekarang, Kalau Kamu Memang Mau Serius dengannya, Benarkah Dia Sudah Membuatmu Merasa Lengkap?

Sebelum melangkah lebih jauh, dan mendambakan pernikahan serta duduk di pelaminan bersamanya, memang sudah sepatutnya kamu bertanya dahulu pada dirimu sendiri, sudahkah pasanganmu yang sekarang ini memenuhi kriteria yang kamu butuhkan? Kamu mungkin merasa tak memiliki kriteria khusus, tapi setidaknya pertimbangkan apa kata orangtuamu soal bibit, bebet, bobot sekalipun kamu sudah mengenal pacarmu selama sekian lama. Jangan sampai lantaran hanya memandang parasnya saja yang menarik hati, saat ditanya keseriusannya soal pernikahan, jawabannya justru membuatmu ragu.

Sejatinya Membangun Hubungan yang Serius Hanya Butuh Dua Orang yang Saling Percaya…

Kalau kamu dan dia sama-sama meyakini soal hubungan yang kalian bangun selama ini, ya untuk apa meragu pada dirimu sendiri? Begini, mungkin kamu tak memiliki kriteria khusus, tapi yang terpenting dari memilih calon suami/istri sehidup semati adalah kesetiaan dan tanggung jawab. Kalau dua hal ini melekat pada pasanganmu yang sekarang masih jadi pacarmu, percayalah, rencanamu untuk berakhir di pelaminan bersamanya dan melanjutkan hubungan kalian ke tahap yang lebih serius sejatinya bukanlah mitos belaka.

Belajarlah Dari Kesalahan di Masa Pacaran, Bukan Menuntutnya Jadi Sesuai Keinginanmu

Pasangan itu adalah teman untuk bertumbuh dan berproses. Bukan seseorang yang bisa kamu tuntut untuk melakukan ini itu. Kalau kepribadianmu atau pasanganmu masih seperti itu, maka ubah pelan-pelan pola pikir kalian dari sekarang. Tapi tak perlu juga yang memaksakan diri sehingga kamu dan dia jadi terkesan terburu-buru dan jadi membuat perkara baru. Fase pacaran adalah tahapan belajar dimana kamu dan dia saling memantaskan diri untuk menjadi pasangan yang baik untuknya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Mahalnya Pernikahan Adat di Indonesia

Indonesia terkenal dengan budayanya yang kental dan beragam. Salah satu yang disoroti oleh mata dunia adalah pernikahan adat yang ada di Indonesia dengan biaya yang cukup fantastis. Rentetan acara yang panjang bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta. Ini beberapa pesta pernikahan adat di Indonesia yang memakan biaya cukup mahal.

1. Pernikahan Adat Nias

Pernikahan adat Nias merupakan salah satu pernikahan adat yang menerapkan sistem mahar. Mahar yang diminta setara dengan harga 25 ekor babi. Sedangkan harga babi di sana kisaran 1-2 juta. Jika maharnya saja bisa mencapai angka 50 juta, bagaimana jika ditambah dengan biaya pernikahan yang lainnya.

2. Pernikahan Adat Karo

Pernikahan adat Karo merupakan salah satu pernikahan adat yang memiliki rentetan acara yang panjang. Menurut info yang didapat, ada tiga tahapan dalam pernikahan adat ini, yaitu tahap persiapan, pesta pernikahan, dan setelah pernikahan. Setiap tahapnya memiliki rentetan acara yang cukup banyak, sehingga bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menggelar pernikahan adat ini.

3. Pernikahan Adat Bugis

Pernikahan adat Bugis menerapkan sistem mahar yang disesuaikan dengan status sosial pria yang hendak meminang. Jika pria yang hendak meminang adalah pria yang berpendidikan tinggi, maka mahar yang diminta akan lebih tinggi jika dibanding dengan pria yang berpendidikan rendah. Kabarnya sih maharnya saja bisa mencapai 75 juta.

4. Pernikahan Adat Jawa

Orang Jawa biasanya tidak terlalu mempermasalahkan masalah mahar. Namun rentetan acara yang begitu panjang tentu akan menghabiskan dana yang cukup besar. Ditambah dengan kebiasaan orang jawa yang mengundang banyak sekali keluarga dan kerabat untuk datang di acara pernikahan, tentu berpengaruh pada dana yang harus dikeluarkan.

5. Pernikahan Adat Aceh

Aceh merupakan salah satu daerah yang menerapkan sistem mahar dalam pernikahan adatnya. Mahar yang diminta tidak diukur dari uang melainkan emas atau mayam. Mahar yang diminta senilai 3,3 gram emas atau senilai uang sekitar 2 jutaan. Memang tidak terlalu mahal,namun jika calon peminang berasal dari kalangan menengah ke bawah tentu akan cukup merasa terbebani.

6. Pernikahan Adat Bali

Biaya yang dikeluarkan untuk pernikahan adat Bali bisa mencapai puluhan juta atau bahkan ratusan. Hal ini karena dalam pernikahan adat Bali diperlukan banyak aksesoris. Misalnya untuk sesajen dan dekorasi pesta adat yang banyak menggunakan daun kelapa.

7. Pernikahan Adat Sasak

Pernikahan di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat, biasanya mematok mahar yang cukup mahal. Belum lagi jika calon peminang berasal dari tempat yang jauh. Calon peminang yang berasal dari jauh atau seitar lebih dari 20 kilometer akan dikenakan mahar yang lebih mahal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kok Enak Sih Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Berikut Penjelasan dan Fakta Kesehatannya

Bagi kamu yang bertubuh gendut, pasti ngiri deh sama mereka yang bertubuh kurus. Padahal kamu sudah berusaha dengan mengurangi porsi makanmu, namun tetap saja sulit untukmu kurus. Sedangkan dia yang makannya ugal-ugalan nggak pernah bermasalah dengan berat badan, tetap langsing aja.

Nah, jangan pikir itu adalah sesuatu yang menjadi kesukaan bagi mereka. Sebab ada beberapa fakta yang juga perlu kita pahami terlebih dahulu, dari segi kesehatannya.

1. Kemungkinan Ususnya Pendek

Panjang pendeknya usus berpengaruh loh. Jika kamu mudah gemuk padahal hanya dengan makan sedikit saja, kemungkinan ususmu panjang. Semakin pendek usus maka akan semakin banyak makanan yang langsung terbuang dan tidak terserap oleh tubuh. Karena itulah banyak orang yang melakukan pemotongan usus atau pengecilan lambung untuk bisa kurus.

2. Jangan-jangan Dia Cacingan

Jika dia sudah makan banyak tapi nggak bisa gemuk-gemuk juga, ada kemungkinan dia cacingan loh. Cacing ini hidup di usus dan menyerap nutrisi makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Makanya dia nggak bisa gemuk, karena nutrisi yang harusnya diserap oleh tubuh malah beralih menjadi makanan bagi cacing-cacing di usus.

3. Vitamin yang Seharusnya Didapat Tubuh Malah Dibuang Sia-sia

Sebenarnya di dalam beras terdapat kandungan vitamin yang baik untuk tubuh. Namun kebiasaan mencuci beras sampai air cuciannya benar-benar jernih ternyata hanya akan membuat vitamin yang ada di dalam beras ikut terbuang sia-sia.

4. Kemungkinan Memang Karena Keturunan

Faktor keturunan nyatanya juga berpengaruh dalam hal bentuk badan. Ada orang yang memang berasal dari orangtua yang memiliki bentuk badan ramping sehingga hal itu menurun kepada anak-anaknya. Kalau yang ini memang sudah menjadi bawaan dari lahir.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Hal Tentang Cinta yang Perlu Kamu Percayai

Cinta memang suatu hal yang tak terduga. Kita tak dapat mengatur untuk siapa cinta itu ada dan dari siapa kita akan menerimanya. Cukup ikuti saja aliran arusnya. Ini dia 7 hal yang perlu kamu percaya dalam urusan cinta.

1. Cinta Datang di Waktu yang Tepat

Tak usah risaukan perkara cinta yang tak kunjung datang. Suatu saat nanti pasti akan ada seseorang yang dengan tulus memintamu untuk jadi pelabuhan hatinya.

2. Cinta Tak Memandang Usia

Cinta bisa datang di antara siapapun tanpa memandang usia mereka. Percayalah tentang hal itu. Karena toh dalam kehidupan nyata juga sudah banyak orang yang menjalani hubungan dengan perbedaan usia yang cukup jauh atau dengan usia cewek yang lebih tua dibandingkan cowoknya.

3. Cinta Akan Memberimu Ruang untuk Menikmati Kesendirianmu Terlebih Dulu

Cinta tahu kapan dia harus datang dan kapan harus memberikan ruang bagimu untuk menikmati kesendirianmu terlebih dulu. Jika sudah saatnya pasti cinta itu akan datang dengan sendirinya tanpa kamu minta.

4. Tak Perlu Buru-buru Mencari Pengganti Cinta yang Lama

Patah hati merupakan hal yang wajar dirasakan oleh insan yang pernah jatuh hati. Namun untuk menemukan cinta yang tepat, kamu tak perlu terburu-buru untuk mencari pengganti dia yang menjadi cinta lama bagimu.

5. Kepahitan Masa Lalu Bukan Hal yang Bisa Menghalangi Kebahagiaanmu di Masa Depan

Pahitnya kehidupan dan rasa cinta yang mungkin pernah kamu rasakan di masa lalu bukan hal yang harus kamu ratapi secara terus-menerus. Percayalah bahwa suatu saat nanti akan ada cinta yang datang untuk membawa kebahagiaanmu di masa depan.

6. Cinta Tak Memandang Fisik

Di luar sana ada banyak orang yang tetap mencintai tanpa memandang fisik pasangannya. Ya, karena memang cinta tak pernah memandang fisik seseorang, melainkan hatinya.

7. Cinta Tak Butuh Waktu yang Lama Untuk Bisa Serius

Jika memang sudah saling cinta dan saling nyaman satu sama lain, maka tak butuh waktu lama untuk bisa serius terhadap hubungan yang dijalani dengan pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top