Feature

Pahitnya Ketika Sudah Bersama Dalam Waktu Lama, Tapi Semesta Menjodohkannya Bukan Dengan Kita

Sudah lama berhubungan, membayangkan akan bersanding di pelaminan apa daya terpaksa putus di tengah jalan. Kecewa pasti. Karena sudah sekian banyak waktu yang dicurahkan dengannya. Tak mudah memang memulai lagi sesuatu dari awal.

Kamu seperti itu?  Kamu tak sendiri. Bahkan menurut hasil survei yang dilakukan oleh Wolipop secara online, ternyata dari sejumlah responden ada 93% pasangan yang mengaku putus setelah pacaran selama bertahun-tahun.  Beberapa di antara mereka ada yang sudah menjalin hubungan percintaan selama lebih dari 10 tahun, tetapi harus kandas di tengah jalan.

Apa yang salah? Dan harus bagaimana?

Mungkin Kita Yang Sedari Awal Berlebihan Mengartikan Hubungan Ini

Faktanya kadang kita terlalu terbawa suasana untuk mengartikan semua hubungan kita selama ini. Hanya karena berstatus pacaran, kita sudah menganggap apa yang kita punya begitu istimewa. Semua hal yang kita lakukan dianggap mengarah ke hubungan yang lebih serius.

Padahal kalau dipikir selama ini kita tak lebih dari sekedar menonton bareng, makan malam sama-sama atau bersenda gurau sekedarnya. Tak ada obrolan tentang masa depan. Tak pernah sekalipun kita saling mengenal keluarga masing-masing.

Seberapa lama pun hubungan itu sudah dijalin kalau modelnya seperti itu, sebenarnya kita baru berhubungan di tahap awal. Melangkah ke jenjang yang lebih serius membutuhkan koneksi yang tak biasa. Bicara soal rencana dan mimpi bersama-sama. Bukahkah selama ini kita tak pernah melakukannya?

Sesuatu Yang Baik Itu Tak Selalu Harus Terjadi Selamanya

Di sini kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pikiran kita. Bahwa sesuatu yang baik itu haruslah terjadi selamanya. Padahal jika kita mau jujur pada diri sendiri, bukankah semua hal pasti memiliki akhir? Cuma perkara bagaimana bentuk akhirnya, apakah menyenangkan atau menyedihkan.

Nah, begitu juga dengan hal-hal baik yang terjadi pada diri kita. Pastilah suatu saat akan berakhir. Bukan berarti sesuatu yang sudah berakhir itu berarti buruk. Jadi bukan seuatu yang baik berarti akan berlangsung selamanya. Semua ada masanya.

Sesuatu Yang  Selamanya Bukan Berarti Pasti Baik

Nah, begitu juga sebaliknya. Bukan berarti sesuatu yang terus berlangsung selamanya pasti sesuatu yang baik. Jangan sampai kita mempertahankan sesuatu yang ternyata tak baik buat diri kita sendiri. Seringnya dilema takut merasa sepi kadang jadi alasan untuk tetap bertahan padahal kita atau dia sendiri tahu bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk perlindungan dari rasa sepi tadi. Bersama dalam waktu yang mungkin sudah memasuki hitungan tahun membuat kita merasa bahwa sudah tidak bisa dipisahkan satu sama lain lagi.

Nyatanya ini bisa berubah menjadi hal yang menyakitan karena akan menjadikan kita jadi orang yang selalu menilai sempurna segala hal yang dilakukan oleh pasangan meski pada kenyataanya tidak. Kita terfokus untuk membayangkan semua hal yang dilakukan adalah baik adanya dan menutup mata yang seharusnya tetap bisa objektif dalam menilai hubungan tersebut.

Dan sebaliknya selalu berusaha untuk menafik semua ketidak cocokan yang ada dengan alasan agar tetap bisa bersama, tentu ini telah menjadikan kita sebagai seorang yang munafik karna tidak menjadi diri sendiri. Untuk waktu yang mungkin tepat keputusan berpisah memang jadi satu-satunya hal yang akan memperbaiki itu semua.

Mungkin Memang Tidak Mudah Dan Akan Terasa Pahit Tapi Cobalah Berdamai Dengan Kenyataan

Pasca mendapati kenyataan tentang sebuah perpisahan rasa kecewa tentu membekas dihati, biar bagaimanapun dia yang sudah pernah kita anggap akan jadi teman hidup dimasa depan sudah memberi banyak warna dalam hidup. Melupakannya pun tak semudah kita memalingkan wajah, akan ada banyak masa yang harus kita lewati dengan bayang-bayangnya yang masih dihati.

Ketakutan akan kehilangan yang selama ini mungkin diwanti-wanti mau tidak mau harus tetap dihadapi, demi sebuah kedewasaan dan evaluasi diri yang lebih baik nantinya. Berdiam diri larut dalam kekecewaan mungkin memang jadi pilihan yang akan menenangkan, tapi bukanlah hal yang tepat. Menikmati setiap masa kecewa hingga kepemulihan hati nanti akan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang akna membuat kita sadar bahwa yang kita anggap baik tak selamanya benar baik adanya.

Karena Sang Empunya Hidup Telah Mengatur Segala Sesuatu Termaksud Hubungan Yang Kita Jalani

Dan pada akhirnya kita hanya bisa berencana tanpa tahu apa yang akan menjadi hasilnya, jika kemarin kita mungkin sudah menjalin hubungan cukup lama namun malah berpisah. Tidak perlu terlalu berlarut dalam sedih, bisa saja keputusan itu akan membawamu kepada hal-hal baru yang lebih baik.

Dan tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengisi hidupmu untuk jauh lebih baik dari sebelumnya, karena hidup memang selalu penuh dengan teka-teki yang kita sendiri sering kesulitan untuk menebak alurnya. Hal yang juga harus kita mengerti bahwa sebuah keputusan untuk berpisah tak melulu mendatangkan luka, nyatanya dilain sisi bisa saja keputusan itu dianggap sebagai sesuatu yang akan membuat hidup jauh lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

7 Tanda Dia Yang Berlagak Tahu Sebenarnya Tidak Tahu

Kamu tentu pernah mengalami ini, bertemu dengan orang yang seakan-akan bisa menjawab segala hal. Tapi tunggu, jangan langsung kagum, coba perhatikan hasil dari jawaban yang disampaikannya. Masa iya ada orang yang tahu akan segala hal ? Tentu tidak bukan. Namun menurut salah seorang Neurolog asal Amerika, Robert A. Burton, seseorang yang selalu bersikap sok tahu sebenarnya merupakan reaksi dari tuntutan masyarakat. Dimana sebagian besar masyarakat hanya akan mengapresiasi orang yang dianggap memiliki pengetahuan yang tinggi.

Untuk itu terlihat pintar dan tahu akan segala hal sering membuat orang kecanduan. Coba perhatikan pola tingkah dan sikap seseorang yang berlagak tahu, pasti sering membuat kita jengkel kan? Sering kali dia berpura-pura tahu segala hal demi membuat orang lain berkesan. Dia yang banyak bicara belum tentu memang tahu segalanya dan sebaliknya mereka yang banyak diam bukan berarti tidak tahu. Kita harus pandai untuk menyikapinya agar tidak terjebak dalam pemikiran yang salah. Ulasan di bawah ini merupakan tanda-tanda dia yang berlagak tahu sebenarnya tidak tahu.

Dia Memang Terlihat Mengambil Bagian Dalam Masalah Orang Lain, Tapi Nyatanya Tidak Membantu Sama Sekali

Membantu orang lain tentu adalah tindakan yang mulia, tapi akan berbeda jika hanya sekedar ingin mencampurinya saja. Hal ini menjadi salah satu tanda yang bisa kita lihat dalam diri mereka yang sok tahu tadi. Ketika melihat seseorang yang sedang menghadapi masalah ia akan merasa bahwa itu adalah persoalan mudah. Tanpa mau melihat apa yang sebenarnya terjadi, sebaliknya ia hanya ingin terlihat turut serta saja. Tapi anehnya ia sering merasa bangga karena terlihat sudah ambil bagian dalam masalah orang lain. Padahal dia tidak memberikan solusi untuk masalah orang lain yang dicampurinya tadi. Dia hanya akan sibuk berkomentar dengan kata-kata buruk yang menyakitkan. Sembari berkata bahwa masalah tersebut kecil dan terlihat sepele.

Dirinya Ingin Selalu Di Dengar Oleh Orang Tanpa Mau Mendengarkan Yang Lain

Seseorang yang memang benar-benar pintar akan selalu bersikap tenang dan bersedia untuk mendengar orang lain. Sebaliknya mereka yang sok tahu selalu merasa bahwa dirinya jauh lebih baik dari yang lain. Untuk itu dirinya merasa tidak perlu untuk mendengarkan orang lain dan hanya ingin didengar. Padahal dirinya hanya banyak bicara tanpa melakukan tindakan yang benar-benar nyata dan bermanfaat.

Dia terlihat sibuk untuk sesuatu yang sebenarnya hanyalah omong kosong belaka. Berbeda dengan seseorang yang memang benar-benar pintar akan lebih membuka diri kepada orang lain. Untuk mendapatkan suatu pengetahuan baru dari orang lain yang akan menambah pengetahuannya. Sementara orang sok tahu selalu merasa sudah memiliki pengetahuan yang cukup dan lebih. Untuk itu yang ada di dalam kepalanya, dirinya tidak perlu untuk mendengarkan orang lain lagi.

Terlihat Sibuk Padahal Dia Hanya Melakukan Kegiatan Yang Sama Sekali Tidak Penting

Ingin terlihat pintar di hadapan banyak orang sering membuatnya bertindak seolah-olah sedang melakukan sesuatu. Akan tetapi pada kenyataannya dirinya sedang tidak melakukan sesuatu. Apa yang ia lakukan hanyalah kedok untuk terlihat seperti orang pintar yang sibuk untuk berbuat sesuatu dengan sigap dan cepat. Merasa bahwa segala sesuatu hanya akan bisa diselesaikan oleh dirinya sendiri. Bahkan disegala kesempatan ia akan berperan sebagai satu-satunya orang yang paling dibutuhkan. Berpikir bahwa semua akan bertumpu padanya, untuk itu dia akan terlihat lebih menonjol dari yang lain. Dengan begitu ia akan berbangga diri, merasa semua hal terjadi berkat adanya dirinya. Padahal pada kenyataannya Ia hanya sok sibuk saja.

Perhatikan Caranya Berbicara, Dia Selalu Punya Cara Untuk Membuat Dirinya Terlihat Hebat

Orang dengan tipikal seperti ini selalu berpikir bahwa semua yang dimilikinya adalah kelebihan yang patut dibanggakan. Untuk itu disetiap kesempatan ia akan selalu menceritakan pencapaian-pencapaian dan hal luar biasa. Namun anehnya terkadang semua hal yang dibicarakan olehnya hanyalah omong kosong. Demi terlihat sukses atau lebih baik dari orang lain, ia tak segan untuk mengarang cerita agar orang lain kagum dan berpikir bahwa dirinya memang hebat. Namun sebaliknya bukannya dikagumi orang seperti ini justru akan mendapat nilai yang buruk dimata orang lain. Meski kadang lawan bicaranya sudah menunjukkan rasa ketidaksukaan, ia akan terus bercerita bahkan saat tidak ditanya sekalipun. Meski sebenarnya semua hal yang dibicarakannya tidak berarti sama sekali bagi orang yang ada dihadapannya.

Sering Bersikukuh Meski Salah Dan Tak Mau Mengakui Ketidaktahuannya

Merasa bahwa dirinya terlahir sempurna membuatnya yakin betul bahwa semua hal yang dilakukannya pasti benar. Tidak pernah menilai salah atas sesuatu yang bisa jadi kesalahan, ia akan tetap bersikukuh untuk mengatakan dia benar. Meski sudah ada orang lain yang ingin membantu membenarkannya, ia tidak masih akan tetap pada pendiriaanya agar terlihat bodoh dimata orang lain.

Ia hanya akan percaya pada diri sendiri bukan pada kemampuan orang lain. Baginya mengakui ketidaktahuannya akan sesuatu hal adalah kesalahan. Untuk itu meski tidak tahu sama sekali ia akan tetap bersikap seolah-olah tahu. Selalu ada cara yang akan digunakannya untuk bisa terlihat paham akan sesuatu. Sebaliknya dia yang memang benar-benar pintar tidak akan segan-segan mengakui kesalahan dan ketidaktahuannya. Andai dia menyadarinya, justru situasi seperti ini adalah ajang yang tepat untuk belajar mengakui dan memperbaiki kesalahan.

Meremehkan Orang Lain Dengan Kritikan Yang Terkesan Menjatuhkan Telah Menjadi Hal Yang Biasa Dia Lakukan

Sebagai makhluk sosial yang berbaur dengan banyak orang tentu kita akan menemukan perbedaan pendapat. Sebab ini adalah kenyataan hidup yang memang harus dihadapi, tapi hal ini tidak berlaku bagi mereka. Perbedaan pendapat yang ada justru sering dijadikan ajang untuk merendahkan orang lain. Ia akan mengeluarkan kata-kata pedas yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan.

Orang-orang seperti ini akan selalu menempatkan orang lain sebagai saingan. Sehingga apapun langkah yang diambil akan selalu berusaha untuk dihadang. Salah satunya mengkritik semua pencapaian dan perbedaan pendapat yang dilontarkan. Baginya tidak boleh ada orang lain yang lebih pintar darinya atau dengan kata lain, hanya dialah yang berhak atas semua hal-hal hebat yang selalu dibicarakannya. Jika biasanya kritik diberikan dengan tujuan baik, maka orang seperti ini akan melontarkan kritik demi menjatuhkan orang lain yang dirasa menjadi saingannya.

Demi Selalu Terlihat Pintar Dirinya Tak Keberatan Untuk Meniru Orang Lain Dan Melupakan Jati Dirinya Sendiri

Dari sekian banyak hal yang bisa menggambarkan bagaimana seseorang yang sok tahu. Ini adalah salah satu hal yang bisa kita amati dengan cepat. Kita bisa melihat ini dari pembawaan sikapnya ketika berhadapan dengan orang yang lebih baik darinya. Dimana ia akan bersikap seolah-olah tidak mau kalah, meski dengan meniru orang lain. Baik dari gaya, pola sikap bahkan hingga perkataan orang lain. Kemudian semuanya akan di klaim sebagai sesuatu yang berasal dari dalam dirinya. Atau dengan kata lain ia telah mengambil alih sesuatu dari orang lain. Tapi tidak ingin disebut sebagai seorang  si peniru.

Orang-orang seperti ini tentu akan ada di sekeliling kita, untuk itu bisa harus lebih jeli untuk lebih bisa memahaminya. Bandingkan semua hal yang sering dibicarakannya dengan tindakan nyata yang dilakukannya. Jika ternyata semuanya berseberangan itu berarti ia hanyalah seorang pembual yang ingin terlihat pintar dihadapan orang lain.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berhenti Melakukan 6 Kebohongan Pada Diri Sendiri Yang Hanya Membuat Hidupmu Stagnan Ini!

Disadari atau tidak kita pasti sering membohongi diri sendiri untuk beberapa hal. Mungkin bibirmu menyangkal, tapi hal itu pasti kerap terjadi. Meski begitu kamu akan kembali berkata “tidak” untuk menenangkan diri. Kamu boleh saja berkata “tidak” lagi, namun hatimu akan selalu jujur.

Beberapa keadaan dalam hidup memang sering membuat kita tidak sadar, bahwa ternyata kita telah membohongi diri sendiri. Cam Caldwell, seorang profesor manajemen di Purdue University North Central, Indiana di Amerika Serikat. Mengatakan hal tersebut terjadi karena “kita sering memahami dua ide yang saling bertentangan tanpa mengakui konfliknya”. Terbungkus dalam beberapa kalimat yang kita percaya sebagai penenang. Justru kata-kata tersebut jadi penghalang untuk kesuksesan yang kita inginkan. Untuk itu coba tanyakan diri sendiri dan pikirkan beberapa kebohongan ini. Jika beberapa diantaranya memang sering kita lakukan, sebaiknya hentikan dari sekarang.

Prinsip “Tidak Boleh Gagal” Jadi Tolak Ukur Yang Justru Jadi Penghambat Sukses Yang Sebenarnya

Tak ubahnya dengan keberhasilan, kegagalan juga adalah sesuatu yang memang kerap kita temui. Prinsip bahwa kita tidak boleh gagal justru kerap jadi bumerang. Kegagalan jadi sebuah bagian yang rasanya tidak mungkin terpisahkan dari keberhasilan. Kita bisa melihat hal itu juga terjadi pada mereka yang sekarang terkenal karena kesuksesannya. Sebut saja Bill Gates yang dulunya hanyalah seorang mahasiswa drop out dari kampusnya di Harvard. Bahkan pernah bekerja sebagai office boy, lalu apakah dia menyerah karena gagal? Tidak ! berkat kegigihannya dengan rekannya Paul Allen mereka berhasil menciptakan perusahaan perangkat Lunak Microsoft. Bahkan berhasil menduduki kursi orang terkaya di dunia versi majalah Vorbes selama kurang lebih 13 tahun mulai dari 1995 – 2007. Bill Gates membuktikan bahwa setelah gagal, bukan berarti kita harus berhenti. Untuk itu jangan pernah berpikir bahwa kegagalan adalah hal yang tabu terjadi pada orang-orang sukses.

Percaya Bahwa Segala Sesuatu Yang Terjadi Bisa Diatasi Seorang Diri

Percaya pada kemampuan diri memang bukanlah hal yang negatif. Namun akan menjadi sesuatu yang salah jika ini kita pakai dalam segala hal. Karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa mengatasi semua hal dengan seorang diri. Ada beberapa bagian dari hidup yang memang terjadi diluar dari perkiraan dan jangkauan kemampuanmu. Tidak perlu memaksa diri untuk melakukan sesuatu diluar kesanggupan. Bukannya tak  kunjung menemukan titik terang ini malah hanya akan menjadi beban. Kemudian menimbulkan masalah baru yang tentu akan memperkeruh suasana.

Sebaliknya berikan ruang kepada orang lain yang mungkin berniat membantu. Karena biar bagaimanapun ada beberapa hal yang memang, hanya akan bisa dapat terselesaikan dengan bantuan orang lain.

Berpikir Bahwa Tidak Punya Waktu Yang Cukup Untuk Melakukan Sesuatu, Sehingga Semuanya Sudah Terlambat

Kenyataannya kita akan selalu punya waktu yang cukup untuk segala sesuatu. Omong kosong itu hanya akan mengerdilkan kemampuan diri sendiri. Sebelum mempercayai kata-kata ini apakah kamu sudah pernah mencoba? Jika ternyata belum, berhenti untuk percaya bahwa kamu tidak punya waktu untuk melakukan sesuatu yang kamu inginkan. Cobalah untuk melakukannya, karena ini adalah hal yang memang harus kamu lakukan. Untuk hasil yang memang maksimal kamu juga harus melakukan yang terbaik.
Dari situ kita akan belajar bahwa kata-kata yang selama ini kita percaya hanyalah sebuah kebohongan. Sekaligus bisa menilai kemampuan akan diri sendiri, apakah hal tersebut memang hal yang kamu mau atau tidak. Ingat tidak ada kata terlambat untuk segala sesuatu, semuanya bisa berubah hanya dalam hitungan detik.

Merasa Kita Tidak Punya Pilihan Lain, Kemudian Melakukan Hal Yang Sama Secara Terus Menerus

Ini adalah kebohongan besar yang sering kita pelihara dengan baik dalam hidup. Meyakini bahwa diri sudah tak punya pilihan lain. Seakan tak ada pilihan lain selain berdiam diri dan berkutat pada sesuatu yang sudah jadi kebiasaan. Padahal kita selalu punya pilihan untuk segala sesuatu, bahkan untuk urusan mandi saja kita punya pilihan. Ini hanyalah contoh kecil yang bisa kita lihat atau lakukan, mau mandi atau tidur seharian. Hingga kepada pilihan-pilihan besar yang mungkin tingkatannya jauh lebih sulit. Orang yang berhak menentukan untuk mengambil pilihan itu atau tidak  hanyalah dirimu sendiri. Meski kadang pilihan yang kamu ambil salah, bukan berarti kamu lantas jera. Hal itu justru jadi bahan untuk evaluasi diri, untuk pilihan selanjutnya yang mungkin akan terjadi. Jika yang orang lain bisa sukses meski pernah salah dalam memilih, berarti kamu juga bisa. Hal yang penting untuk dikembangkan hanyalah keberanian untuk menentukan pilihan.

Merendah Diri Adalah Sesuatu Yang Baik, Tapi Berlindung Di Balik “Aku Tak Sepintar Mereka” Adalah Kebohongan

Kebohongan yang sering sekali terucap adalah mengklaim diri tidak sepintar orang lain. Meski ketika dihadapkan dengan beberapa orang yang mungkin lebih pintar, tingkat percaya dirimu akan terpengaruh. Tapi bukan berarti kamu harus merendahkan diri dibalik kata-kata tersebut. Bahkan Pakar psikologi Dr. Rose Mini mengatakan bahwa kemampuan intelektual hanya akan mempengaruhi 20% keberhasilan seseorang, selebihnya ditentukan oleh faktor lain. Dari sini kamu jadi bisa tahu bahwa untuk bisa berhasil dan sukses tidak harus pintar. Kamu bisa menggali potensi lain dari dalam diri sendiri. Kembangkan kemampuan sosial dan komunikasi dengan banyak orang. Karena suatu saat mereka bisa jadi penyokong yang mungkin saja akan membantumu untuk sukses.

Selalu Yakin Bahwa Keberhasilan Yang Telah Lalu Kelak Akan Datang Lagi, Yang Penting Mau Menunggu Waktu Yang Tepat

Sebelum memutuskan untuk percaya bahwa sesuatu yang baik akan tiba asal mau menunggu. Pikirkan kembali apakah waktu yang tepat itu benar-benar ? Memilih untuk percaya akan hal ini sama saja dengan membuang waktu demi menunggu. Jika memang kamu menginkan sesuatu, lakukan usaha untuk mendapatkannya. Tanpa harus menunggu waktu yang katanya tepat, karena waktu yang tepat adalah sekarang atau tidak akan ada sama sekali.

Karena kamu tidak akan mungkin bisa menemukan sesuatu yang tepat, jika hanya menunggu. Mulailah segalanya dengan tindakan kecil yang perlahan akan mengantarkan kamu pada mimpimu.

Tidak Memiliki Uang Untuk Memulai Sesuatu Yang Di Inginkan

Anggapan ini sama saja dengan membatasi diri atau membuat diri gagal bahkan sejak ingin memulai. Coba ingat bagaimana Jack Ma mengembangkan Alibaba dengan uang seadanya. Dulu ia hanyalah seorang guru miskin di China, namun berkat usahanya hidupnya berubah. Kini Jack Ma menjelma jadi orang terkaya di China dan orang kedua terkaya di Asia menurut Bloomberg Billionaires Index. Daripada harus bingung akan modal yang terasa kurang, lebih baik kamu memulainya dengan memanfaatkan uang yang ada. Persiapkan segala sesuatu yang nantinya akan menggambarkan visi serta tujuan dari usaha yang kamu buat. Hal ini akan membantumu untuk menemukan investor yang mungkin akan membantu memberikan modal. Berdiam diri dalam ketakutan akan kebutuhan uang untuk modal tidak akan merubah apapun.

Mari tanyakan kembali pada diri sendiri, apakah kamu masih kerap melakukan kebohongan-kebohongan tersebut? Jika jawabannya “Iya” segera hentikan atau kesuksesan tidak akan pernah datang. Mulailah semuanya dengan jujur pada diri sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

7 Alasan “Terpuji” Kenapa Para Jomblo Belum Menikah. Mungkin Salah Satunya Adalah Alasanmu Juga

Usia yang sudah layak menikah tak semata membuat seseorang berpikiran untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Terlepas dari lebih baik menikah diusia tertentu karena berbagai pertimbangan, terkadang ada alasan yang membuat seseorang enggan untuk segera melepas masa lajang meskipun semua orang selalu bertanya kapan.  Siapa yang tidak ingin mempunyai teman hidup yang akan bersamamu menghabiskan sisa waktu. Tetapi ada alasan yang mungkin biasa namun memang itu yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak mau cepat-cepat menikah.

Merasa Nyaman Saat Sedang Sendiri Sambil Mencoba Untuk Menemukan Jati Diri

Disaat yang lain sudah heboh posting foto pernikahan atau foto anaknya yang baru saja lahir, kamu memilih untuk tetap sendiri. Kamu  masih mencari apa yang sesungguhnya ingin kamu lakukan, apa yang kamu senangi dan apa yang kamu inginkan. Kamu lebih ingin mengembangkan diri dan mencari jati diri sebelum benar-benar membangun masa depan bersama keluarga kecimul. Masih ada hal-hal yang ingin kamu lakukan sebelum kamu bertanggung jawab atas kehidupan orang lain yang tinggal bersamamu. Karena hal itu kamu memilih untuk tidak terlalu tergesa-gesa memutuskan  menikah diusia muda.

Finansial Yang Belum Stabil Membuatmu Enggan Untuk Melangkah Lebih Jauh Dengan Orang Yang Kamu Sayang

Meskipun menikah akan menambahkan rejekimu, namun finansial yang belum stabil menjadi salah satu alasan kuat  untuk tidak menikah cepat-cepat. Bukan tidak percaya dengan kekuasan Tuhan, namun kamu merasa memiliki tanggung jawab atas kehidupan orang lain yang kamu ajak untuk hidup bersama kelak. Jika kondisi belum stabil, kamu takut tidak bisa memberikannya kehidupan yang layak. Kamu juga tak mau membuat orang tua pasanganmu  khawatir dengan keadaan keluarga kecilmu. Daripada ambil resiko lebih baik konsentrasi dulu untuk mempersiapkan finansial yang lebih stabil. Bukankah berusaha menyiapkan yang terbaik untuk  orang yang disayangi juga wujud dari cinta?

Meskipun Bisa Dilakukan Berdua, Tetap Saja Kamu Ingin Melakukan Banyak Hal Sendiri Dulu!

Rasanya senang memang jika kamu mempunyai partner yang bisa bersama membagi rasa, berjalan seirama dan bisa menyemangati satu sama lain. Namun hal itu tidak akan mungkin terjadi bila kamu sebenarnya belum menginginkan pernikahan. Harapan untuk bisa lebih mandiri atau melakukan banyak hal tanpa harus memikirkan orang lain menjadi penyebab mengapa belum menikah. Pemikiran bahwa pada saat menikah akan banyak hal yang berubah sehingga tidak bisa lagi bebas seperti dulu menjadi beban tersendiri bagimu yang masih ingin menikmati banyak hari dengan pengalaman dan petualangan baru.

Menikah Memang Bukan Berarti Akhir Dari Karir, Tetapi Sendiri Bisa Membuat Kamu Lebih Konsentrasi Mengembangkan Karir

Menikah akan banyak menghadirkan hal baru, kamu juga butuh waktu untuk beradaptasi. Hal tersebut bisa jadi memecah konsentrasimu pada pekerjaan. Masih ingin mengejar karir impian membuat kamu tak ingin cepat-cepat menikah. Promosi jabatan atau dinas ke luar kota mungkin akan terasa lebih berat jika kamu sudah menikah, karena pada saat itu otomatis konsentrasimu akan terbagi. Mengembangkan karir hingga mencapai titik yang diinginkan akan lebih bisa dicapai jika kamu masih sendiri, begitu pikirmu.

Tidak Mau Dikekang Dengan Pasangan, Membuatmu Tak Ingin Buru-buru Menikah

Harus begini harus begitu, tidak boleh ini tidak boleh itu. Sederetan aturan itu tiba-tiba muncul saat kamu menikah. Saat kamu belum siap, hal itu bisa menjadi beban tersendiri. Mungkin maksud pasangan baik, ingin mengurusmu dengan baik dan mencurahkan segala perhatian. Tapi nyatanya kamu malah akan merasa terkekang dan akan sulit lagi bersosialisasi jika dia terlalu membatasimu. Waktumu berkumpul bersama teman-teman menjadi terpangkas karena harus pulang lebih awal. Kalau kamu masih ingin bebas, nikah muda bukan pilihan yang tepat

Memang Belum Ada Yang Pas Dan Cocok Dihati Sih!

Bukannya tidak mau menikah, keinginan itu sudah ada bahkan sudah siap. Tapi belum ada yang bisa membuatmu merasa yakin untuk melepas masa lajang. Kondisi ini membuat kamu tidak terlalu tergesa-gesa untuk menikah. Bagimu menikah dengan orang yang tepat dan cocok menjadi hal yang paling penting. Dengan begitu kamu bisa yakin akan sanggup melewati segala macam tantangan yang biasa hadir dalam kehidupan pernikahan. Meskipun keinginan tersebut sudah tersirat, namun kamu tidak ingin gegabah dalam menentukan pasangan hidup.

Trauma Masa Lalu Membuatmu Tidak Ingin Berkomitmen Dengan Siapapun

Entah karena trauma dikeluarga ataupun pengalaman pribadi, pengalaman yang tidak menyenangkan soal hubungan memang menjadi momok tersendiri untuk kamu yang ingin menikah. Rasa takut bila kejadian yang sama terulang atau kecenderunganmu yang tak bisa jika hanya berkomitmen dengan satu orang saja bisa menjadi alasan pelik. Butuh kekuatan dan keyakinan diri sendiri untuk bisa segera sembuh dari trauma yang kamu miliki. Rasa takut dan trauma bisa saja menghentikan langkahmu untuk melanjutkan hidup dan percaya akan sebuah komitmen.    

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top