Feature

Nikmatnya Berpasangan dengan Dia yang Lebih Tua, Merasa Dilindungi dan Lebih Dimengerti

Berkaca dari Raisa dan Hamish Daud yang tahun lalu menikah, saat ini barangkali sesuatu yang Raisa rasakan saat menerima pinangan Hamish, kini juga sedang aku rasakan. Tapi ini bukan perihal mapan dan tidak, seperti yang mungkin sedang ada kamu pikirkan. Tapi lebih kepada rasa nyaman yang ia tawarkan untukku.

Dan benar memang, semua itu hanya kutemukan pada dia yang memang usianya terpaut jauh dariku.

Kalian mungkin akan berkata bahwa aku sedang mencari keuntungan, atau bahkan dibutakan oleh cinta atas semua yang ia punya. Kukatakan padamu, ini bukan perihal itu. Tapi bersamanya aku memang merasa jauh lebih baik dari dulu.

Tak Hanya Sebatas Jadi Pacar Saja, Dia yang Lebih Dewasa Mampu Mengerti Lebih dari Porsi yang Biasa

Sudah lebih dulu merasakan banyak hal, terlebih dalam urusan percintaan. Ia paham mana waktu yang pas untuk membuka suara dan tidak. Berperan untuk melakoni peran yang tak hanya sebatas pacar, ia juga jadi teman baik yang jauh lebih memahamiku.

Walau akan ada beberapa hal yang terlihat bertentangan dengan pemahamannya, ia tak akan memaksaku untuk mengikuti keinginannya. Sebaliknya, sebagai pihak yang jauh lebih dewasa, ia menurunkan ego untuk bisa menyesuaikan pemahaman akan hal yang kita percaya.

Dan saat beberapa teman seusia masih terlihat putus cinta hanya karena tak ada yang mau mengalah, bersamanya kita malah berubah jauh lebih dewasa.  

Emosinya Stabil, Tak Perlu Khawatir Ia Akan Cemburu Hanya Karena Sesuatu yang Konyol

Ketika berada pada usia kita sekarang, dulu ia juga adalah seorang yang masih memiliki pemahaman yang sama. Misalnya seorang pasangan tak boleh bepergian dengan lawan jenis, kecuali pacarnya. Ya, itu dia ketika beberapa tahun lalu, sebelum bertemu dengan kita sekarang ini.

Kini, dia yang sedang berdiri di depan kita. Bukan lagi manusia yang sama seperti dulu. Sebaliknya apa yang dulu ia lalui, barangkali sedang kita alami. Sering merasa cemburu ketika melihatnya bepergian sendiri. Anehnya ia tak pernah menunjukkan sikap yang sama, walau kita akan meninggalkan bepergian bersama dengan yang lain. Ia begitu paham, bahwa setiap orang butuh ruang.

Bersamanya Aku Selalu Merasa Aman dan Diayomi

Ada momen-momen tertentu yang akan membuatku diam, sembari menatap raut wajahnya. Entah kenapa ada kenyamanan yang tertular pada diri ini setiap kali bersamanya. Jadi pendengar dan penasehat setia tatkala sedang dirundung masalah, hingga akan mendekapku erat diwaktu yang tepat.

Hadirnya yang tak pernah terencana, jadi penenang disegala kekhawatiran yang ada. Ia selalu dapat memahami, bahwa usia kita kini adalah masa paling rawan terguncang. Untuk itu ia selalu menawarkan bantuan, meski tak diminta secara terang-terangan.

Dan tak hanya membimbing saja, ia juga memberi kita keleluasaan untuk berkembang bersama.

Tak Hanya Menentangku Saja, Dirinya Juga Selalu Meluruskan Pemahamanku yang Salah

Mereka yang sebelumnya hanya bisa memvonisku benar dan salah, tanpa bisa memberiku pemahaman yang sesungguhnya. Namun berdampingan dengannya, aku tak hanya menemukan sosok yang melengkapi hati. Ia juga berkontribusi pada pemahamanku akan semua hal.

Tak ada kata “terserah” yang kadang membuat diri merasa menang, ia datang dengan tawaran wawasan baru yang memang benar. Dimatanya aku sering salah, namun pandangannya akan banyak hal justru jadi ajang yang membuatku lebih tahu.

Pelan-pelan Aku Merasa Telah Dibuat Dewasa Juga Olehnya

Konon berhubungan dengan dia yang lebih tua, akan membuatmu cenderung mengikuti jejaknya. Dan benar saja, hal-hal yang tadinya masih bisa dikatakan cerminan para remaja, kini sudah tak lagi kulakoni. Tapi, kamu juga perlu bedakan. Sebab kedewasaan yang ingin kusampaikan bukanlah sikap-sikap yang belum sewajarnya. Melainkan pola pikir dan kemampuan untuk memahami suatu hal.

Jadi tak perlu heran, jika nanti akan bertemu beberapa orang. Biasanya mereka akan menyampaikan penilaian terhadapmu karena memang sudah tak lagi seperti dulu. “Kamu lebih dewasa ya sekarang!” kira-kira begitu.

Selalu Berperan Jadi Pihak yang Paling Memahami dan Menghargai Setiap Keputusan

Bagian ini akan jadi sesuatu yang patut disyukuri. Karena sikap seperti ini akan sangat jarang ditemui pada mereka yang masih seusia. Walau kadang kala ada pemahaman yang tak sesuai dengan pandangannya, ia memilih untuk lebih menurunkan egonya. Tak memaksaku untuk mengikuti kemauannya, namun memberiku pemahaman akan sesuatu yang seharusnya.

Dan sebagai pasangan yang memang lebih merdeka, aku dan dia bebas untuk menyampaikan suara. Aku tetap berkata “Tidak” jika memang tak suka, dan akan dengan senang hati menundukkan kepala pada hal-hal yang memang sewajarnya. Saling memahami, agar bisa menghargai.

Dan yang Paling Penting, Ia Punya Visi dan Misi yang Jelas Akan Kelangsungan Hubungan Ke Depan

Fase ala bad boy-nya sudah berlalu, ia tak lagi bergelut disitu. Meski saat sedang bertengkar hebat, ia tak akan sepertiku yang memilih diam dan pergi. Sebaliknya ia datang dan menawarkan solusi. Mencari titik salah dari pertentangan yang ada. Hingga nanti bisa kembali tersenyum karena sudah tak lagi saling marah.

Baginya ini bukan lagi bagian dari cerita putus nyambung yang akan selalu sia-sia. Ia tahu, jika hubungan ini adalah penjajakan serius yang akan dibawa pada tahap lebih sakral. Ia sedang menawarkan masa depan, untuk itu pula aku mengiyakan ajakannya.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Biarkan Hati yang Bimbang Jadi Satu-satunya Alasan untuk Kembali Memanggilnya “Sayang”

Putus cinta bukanlah akhir cerita. Kisahmu bak sebuah buku, ada serangkaian bab selanjutnya yang masih perlu diteruskan. Termasuk bagaimana kamu akan berdamai dengan masa lalu dan segala lika-likunya. Kendati pilu, soal putus cinta tak akan selamanya begitu. Setidaknya percayalah dahulu akan hal itu.

Aku tahu, dirimu yang sekarang sedang berada di persimpangan. Hati kecilmu tak bisa berdusta kalau kamu iri melihat banyak teman-temanmu yang berhasil dalam relasi mereka, tapi tidak denganmu. Kamu mulai memikirkan banyak hal tentang kisah cintamu, mencari sejumlah peluang dan berharap kamu bisa kembali bersamanya. Sampai kapan kamu akan terus begini?

Pertimbangkan Lagi Alasanmu Dulu Mantap Berpisah  Dengannya. Sebab Chemistry Saja Tak Akan Cukup Kuat Jadi Pondasi Jika Kalian Ingin Kembali Bersama

Sepakat untuk berpisah awalnya terasa berat dan menyakitkan. Hal itu tentu tak begitu saja keluar dari mulut kalian. Pastilah ada alasan kuat yang membuat kalian akhirnya menyerah dan tak mampu lagi bertahan pada hubungan yang semula baik-baik saja. Setelahnya, kamu pun melewati fase yang tak kalah berat, yaitu mencoba melanjutkan hidup dan move on dari setiap kegalauan yang muncul. Disaat kamu sudah mulai bisa menata hati, justru dia kembali datang untuk mengajakmu memulai semuanya dari awal.

Tak perlu mengingkari, perasaan itu pasti masih ada untuknya, bahkan kamu tentu masih mengira jika chemistry kalian masih sama kuatnya. Meski begitu, sebaiknya pikirkan dan renungkan kembali keputusanmu untuk kembali padanya. Memilih untuk kembali, berarti kamu harus siap dengan segala konsekuensi. Kamu dan dia bukan hanya sempat retak, tapi sudah berakhir. Kini ketika kamu bimbang dengan tawaran yang diberikannya, sudah siapkah kamu kembali membangun pondasi bersamanya dan memulai semuanya dari awal?

Benarkah Keputusan Ini Berasal Dari Lubuk Hati? Ataukah Ini Sebatas Ego Pribadimu Lantaran Tak Sanggup Melihat Dirimu Kelak Terganti?

Saat kamu merasa mantap untuk kembali bersamanya, apa yang sedang kamu pikirkan? Benarkah keinginan itu memang dari dalam hati? Apakah kamu memang begitu menyayanginya sehingga sulit melepaskannya begitu saja? Sudahkah kamu dan dia saling memaafkan setiap kesalahan fatal yang menjadi alasan perpisahan kalian? Dilain sisi, jangan sampai egomu jauh lebih besar sehingga membuat mata hatimu tertutup. Jangan sampai keinginan untuk kembali bersama hanya karena kamu tak sanggup melihat keberadaanmu kelak terganti dengan yang baru.

Simpan Harapanmu Tentang Keajaiban, Kembali Menjalin Relasi dengannya Tak Serta Merta Menyelesaikan Permasalahan

Menanti keajaiban itu memang tak salah. Meski kamu meyakini tiada yang mustahil di dunia ini, setidaknya belajarlah realistis. Ketika kamu dan dia didera masalah besar yang terkesan fatal sehingga membuatmu harus menyudahi hubungan dengannya, bukan berarti memilih kembali bersamanya justru akan menyelesaikan masalah di masa lalu. Tidak semudah itu. Menjalin relasi dengan orang yang sama tak seindah lagu-lagu romansa. Bahkan Raisa yang sempat mencoba kembali pada Keenan pun tak berhasil dengan hubungan “Kali Kedua” mereka.

Sejauh Mana Kamu Sudah Mencoba Tanggalkan Rasa Sayang yang Masih Tertinggal?

Sudah sejauh mana usahamu untuk melepaskannya? Kalau kamu belum melakukan apa-apa, jelas saja kamu masih berkeinginan kuat untuk tetap bersamanya. Meski menurutmu dia yang terbaik untukmu, tapi hubunganmu dengannya sudah berakhir. Bukankah kamu lebih baik mencoba menanggalkan dahulu rasa sayang yang masih tertinggal? Sakit dan sulit memang, tapi sesudahnya bisa jadi kamu akan jauh lebih lega dibanding terus-terusan bimbang pada orang yang sama.

Pikirkan Juga Tentang Restu Orang-orang Terdekatmu, Akankah Mereka Bisa Sepenuh Hati Menerima Keputusanmu?

Meski kamu mengatakan ini adalah kisahmu, kamu tak bisa membohongi kenyataan bahwa dibalik cerita cintamu pasti ada keterlibatan orang-orang terdekatmu. Entah sahabat, orangtua, bahkan teman-teman mantanmu. Ketika kamu ada masalah dengan pacar yang kini jadi mantanmu, bukankah mereka adalah orang-orang yang kamu temui untuk membagi keluh kesahmu? Lantas, ketika kamu mau balikan dengannya, apakah kamu yakin orang-orang itu akan memberi restu?

Percayalah, restu dari orang-orang yang menyayangimu sangatlah berguna. Memulai kembali hubungan dengan dia yang membuatmu bimbang tanpa dukungan teman-teman sangatlah tak menyenangkan. Kamu akan merasa kesepian nantinya. Meski mungkin dia berjanji untuk tetap berada di sampingmu, bersikaplah realistis, kamu pasti akan merasa kehilangan teman-temanmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Trik Jitu Agar Si Laki-laki Cuek Menjadi Rindu

Saat masih PDKT, cueknya jelas membuat penasaran. Tapi kalau sudah pacaran masih saja cuek, tentu membuat kita kesal. Kamu yang punya pacar cuek tentu paham, bagaimana rasanya menahan perasaan ketika semua pancinganmu tak dipandang. Padahal sudah jelas-jelas tahu, sinyal yang kita berikan adalah isyarat rindu. Bukannya paham, ia lebih sering pergi dan tak memperdulikan.

Nampaknya posisi ini memang jadi tempat yang cukup menguji nyali, bahkan sering membuat kita berniat untuk mengakhiri hubungan. Bukan apa-apa, berpacaran atau tidak, kadang kala sama sama. Sebab ia pun tak peka!

Demi membalas perbuatan yang sama, kali ini kami akan membantumu membalas dendam dengan hasil yang akan baik untuk kalian berdua. Imbasnya? Bisa jadi ia tak cuek lagi!

Keasyikan Bekerja Kadang Membuatnya Lupa Memberi Kabar, Tapi Kamu Tak Perlu Mencecarnya dengan Segudang Pertanyaan

“Kok nggak ngabari?”

Jadi pertanyaan pada diri sendiri, yang sebenarnya ingin ditujukan pada sang pacar. Tapi terhitung dari sekarang, baiknya kamu tak lagi berpikir demikian. Jika kamu sudah tahu, bahwa sang pacar sedang sibuk bekerja. Kenapa masih melontarkan pertanyaan yang membuatmu resah?

Pun nanti, jika ia sudah memberi kabar tak perlu memberondongnya dengan puluhan pertanyaan. Sebaliknya, kita bisa memilih bertanya hal lain yang tadi ia kerjakan. Ciptakan obrolan yang akan memberi kesan, bahwa tak ada masalah berat meski tak memberi kabar seharian.

Berniat Membuatnya Merasakan Hal yang Sama, Cobalah Bersikap Seperti Dirinya

Coba bayangkan dulu, jika ternyata pasanganmu adalah sosok yang juga selalu ingin diperhatikan. Apa-apa harus laporan, mau bepergian harus berkabar, tentu repot kan? Maka si cuek yang katamu kadang menyebalkan ini, justru merupakan sosok yang membuatmu lebih leluasa lagi. Memberimu ruang gerak untuk melakoni banyak hal.

Sama-sama punya kesibukan, hingga serupa tak memberi kabar. Kadang membuat kalian merasakan hal yang sama pula. Merasa ada sesuatu yang kurang dari biasanya. Apa lagi jika ternyata waktu luangmu berbeda dengannya. Ketika ia sedang bersantai kamu masih sibuk bekerja, begitu pula sebaliknya. Sama-sama rindu, hingga membuat kamu dan dia ingin segera bertemu.

Hal yang Terjadi Diluar Janji, Tak Perlu Kamu Kutuki

Janji yang sudah lama dibuat, tiba-tiba harus buyar karena sesuatu yang diluar perkiraan. Diri ini tentu kesal, kecewa, bahkan marah. Selagi alasan yang ia sampaikan masih masuk akal, kamu tak perlu meluapkan amarahmu terang-terangan.

Belajarlah untuk lebih dewasa, memahami segala sesuatu dengan bijaksana. Karena kadang kala, ada beberapa hal yang memang tiba-tiba merusak situasi. Tanpa terikut pada kecewa, turunkan emosi, dan cobalah mengerti.

Tunjukkan padanya bahwa, meski sudah ingkar janji, perempuan ini tak merasa dirinya sedang dikibuli. Semua akan tetap terkendali, termasuk suasana hati.

Demi Mengingatkan Dirinya, Sesekali Cobalah Minta Ia Untuk Menemanimu Melakoni Suatu Hal

“Boleh temani aku besok ke bengkel?”

Ajakan yang terdengar seperti tawaran ini, kadang kala jadi pengingat yang membuat ia kembali dekat. Ia tentu sadar, sebagai sepasang kekasih kita wajib untuk saling melengkapi. Membantumu disisi lemahmu, dan saling menguatkan pada situasi buruk.

Tak harus terus-menerus, cukup sesekali saja. Ini akan membuatnya sadar bahwa ada tugas lain sebagai pacar, yakni memahamimu.

Namun meski demikian kamu sendiri juga harus mandiri, semua hal yang dibutuhkan tak seharusnya digantungkan hanya pada ia seorang. Jajaki apa yang memang kamu lakukan, karena ia pun tentu punya kesibukan.

Lakoni Semua Hal dengan Wajar, Begitu Pula Dengan Sikap Dan Perhatianmu Padanya

Jangan terlalu menunjukkan perbedaan yang kontras. Apa lagi saat ada pertentangan, ini jelas akan membuatmu dinilai buruk. Hindari pula untuk berpura-pura baik di hadapannya, namun malah menggerutu dibelakangnya.

Momen ini memang jadi babak penguji, bagaimana kamu akan besikap disegala situasi. Bersikaplah sewajarnya, tanpa terlihat sedang berusaha menarik perhatiannya. Sikapmu tersebut akan membuat ia merasa bahwa meski tak selalu bersama kamu masih bisa menjalani hari seperti biasa.

Tak Perlu Terus-menerus Menunggu, Jika Memang Rindu Ajak Ia Bertemu

Ingatlah sesuatu, bahwa ia itu pacarmu. Jika memang dirasa butuh dan rindu, cukup sampaikan padanya bahwa kamu ingin bertemu. Walau ia sedang sibuk-sibuknya, tentu ada satu waktu yang bisa dikosongkan untuk pertemuan kalian. Tak harus lama, tapi pastikan jika waktu yang akan dilalui berjalan penuh makna.

Keinginan bertemu yang kita sampaikan lebih dulu, jadi sesuatu yang akan membuat ia rindu. Perlahan ia pun sadar bahwa perempuan yang menjadi kekasihnya itu, telah berhasil balas dendam dengan membuatnya juga merasakan rindu.

Sebab Selama Cueknya Dipicu Hal-hal Positif, Tentu Tak Seharusnya Jadi Masalah

Ini memang akan terdengar sedikit berat, karena meski mulut bisa berkata tidak apa-apa. Hati tentu meringis, berharap ia bisa memahami kita tanpa harus diminta. Tapi cobalah pikirkan lagi, kegiatan apa yang sudah merebut perhatiannya. Jika ternyata itu adalah sesuatu yang bersifat positif tentu bukanlah masalah.

Bersikaplah biasa seperti ia juga. Tanpa perlu merengek-rengek meminta dia berubah, barangkali begitulah memang dirinya. Toh tak bisa menunjukkan rasa setiap waktu, bukan berarti ia tak menyayangimu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menikah Memang Tak Melulu Harus Mewah, Tapi Bukan Berarti Kita Akan Melakukannya Tanpa Arah

Gedung? Undangan? Katering ? Hingga lahan parkir untuk para tamu. Barangkali itu yang akan kamu bayangkan setiap kali mendengar kata “Menikah”. Hampir merasa bosan karena terus-menerus ditanya kapan, atau malah belum terpikir untuk melakukannya.

Wajar memang, usia yang kini sudah terbilang cukup untuk menikah, menyeret kita ke ranah yang serupa. Menghadiri beberapa pernikahan teman seangkatan, hingga disindir secara terang-terangan di acara kumpul keluarga besar. Tenang, kamu tak sendiri Kawan!

Dimata mereka kita mungkin terlihat sedang tak memikirkan apa-apa. Bepergian tanpa lelah, hingga masih tak mau berkomitmen untuk mencari pasangan yang terarah. Padahal hal lain yang sedang kita pikirkan adalah kemampuan untuk melangkah dan melangsungkan pernikahan.

Jelas ini memang ibadah, tapi apa iya kita akan melaksanakannya tanpa rencana? Tentu tidak kan? Bukan tak mau, kami ini hanya sedang ingin menunggu waktu yang akan bersahabat untuk mempersiapkan segalanya.

Ini Bukan Perihal Dua Orang yang Saling Cinta, Tapi Bagaimana Menyatukan Dua Kubu Keluarga

Sumber : https://www.instagram.com/raisa6690/

Seorang teman yang sudah menikah, tadinya ingin mengenakan kebaya berwarna merah. Akan tetapi keinginannya tersebut tak bisa terpenuhi, hanya karena sang ibu menyarankannya untuk mengenakan kebaya putih saja. Cerita ini adalah salah satu bukti yang menggambarkan bahwa menikah bukan hanya tentang kita dan pasangan saja. Tapi juga semua keluarga, termaksud teman yang kita punya. Sebab itu tak perlu heran, jika suatu kali ada orang yang tiba-tiba mengakhiri hubungan hanya karena dua belah pihak kurang sepaham.

Jalan untuk bisa sampai pada fase ini tentu tak mudah, ada beberapa rute yang akan memaksamu untuk berkeringat dan lelah. Jangan terlalu menghabiskan waktu untuk upaya yang tak perlu, jika memang sedari awal ada pihak yang kurang setuju.

Cinta Saja Tak Cukup, Komitmen Untuk Tetap Bertahan Dalam Segala Keadaan Mutlak Dibutuhkan

Sebab bahtera rumah tangga akan diwarnai dengan berbagai macam hal, baik suka atau duka. Kamu dan calon pasangan perlu untuk membuat perjanjian, bagaimana nanti kalian akan menyikapi banyak hal. Sekalipun itu adalah orang yang sudah kamu kenal lama, bukan berarti biduk rumah tanggamu akan baik-baik saja.

Tak lagi seremeh saat pacaran dulu, permasalahan pun kian terasa pelik. Namun bagaimana kita mengontrol diri dan menaham emosi selalu jadi solusi. Dua orang manusia ini tak lagi mereka yang kemarin saling tak peduli saat berselisih, tapi sepasang manusia yang akan saling memahami dan mengerti di segala situasi.

Hubungan Ini Akan Berlangsung Selamanya, Pastikan Pula Jika Ia Adalah Pasangan Tepat Untukmu

Bayangkan saja, kelak setiap kali kamu membuka mata akan ada wajahnya. Bergerak ke ruang tengah bertemu dirinya, hingga makan malam dan duduk bersama selalu bersamanya. Komitmen ini adalah perjanjian seumur hidup. Jika ternyata masih ragu, cobalah pertimbangkan dulu, selagi masih ada waktu.

Karena tak hanya hidup berdua dalam satu rumah saja, ada kewajiban lain yang kelak menunggumu ketika sudah sah menikah. Mendampinginya saat susah, saling merawat ketika sedang sakit, hingga bersama hingga ajal memisahkan.

Lalu apa kamu sudah yakin dengan dia yang kini bersamamu? Jika ternyata belum, masih ada waktu.

Rincian Biaya Hingga Keperluan Lain Untuk Pesta Juga Wajib Kamu Pikirkan

Konon menikah akan jadi pembuka kunci rejeki lain, masyarakat kita percaya bahwa setelah ijab kabul mantap terucap itu artinya rejeki akan datang lebih banyak dari biasanya. Terserah kamu akan percaya atau tidak. Sebab hal lain yang harus kamu pahami terlebih dahulu adalah bagaimana mencari pundi-pundi untuk melangsungkan hajat.

Penikahan selalu jadi permasalahan yang kompleks, sebab tak hanya prosesi ijab saja, ada rangkaian adat yang juga harus dilalui ketika ingin menikah. Tak harus bergelimang memang, tapi kita juga perlu untuk memperhitungkan rincian kebutuhan dengan dana yang sudah berhasil dikumpulkan. Jangan sampai membuat malu keluarga, hanya karena ada kesiapan yang belum matang dipikirkan.

Hingga Bagaimana Rencana Hidup Setelah Nanti Akan Menikah

Setelah semua komponen itu telah berhasil disiapkan, selanjutnya tentu saatnya kamu memikirkan bagaimana kelangsungan hidup setelah menikah. Bicarakan semuanya sedari awal, apakah kalian berdua akan tetap bekerja atau salah satu berdiam diri dirumah. Berbagi tanggung jawab di semua tugas rumah tangga, hingga perencanaan tempat tinggal dan keinginan akan punya anak dalam waktu dekat.

Ini memang bukanlah sesuatu yang mudah, jelas ini sangat sulit. Apa lagi jika ternyata ada salah satu pihak yang belum siap untuk melakoninya. Nikmati dulu setiap prosesnya, sembari menunggu waktu baik untuk segera melangsungkannya.

Sebab segala sesuatu yang terencana tentu akan mendapat hasil yang lebih baik dari biasanya. Kamu bisa mulai mencicil semua persiapannya, tentu dimulai dari mencari pasangan terlebih dahulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top