Feature

Kamu Nggak Perlu Takut Hadapi Bos Galak, Jawab Omelannya Dengan Semangat Positif Dan Kinerja Terbaik

fokus bekerja

Punya bos asik memang idaman setiap orang. Masalahnya, keinginan dan realita tak selalu berjalan beriringan. Bisa saja kita malah harus bekerja dengan atasan yang sudah tersohor galak seantero kantor. Lalu, apa sih yang harus dilakukan ketika kita berhadapan dengan bos yang galak? Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi dan mengatasi bos yang galak di kantor.

Mengalah Saja Dulu. Menentangnya Hanya Akan Membuat Kamu Kehilangan Reputasi Baik

Pernahkan kamu mendengar pepatah ‘mengalah untuk menang’? Ya, ketika bosmu mulai menceramahi dan mengomeli, pastikan kamu bisa mengendalikan diri untuk tidak membalas ataupun berdebat dengan apa pun yang si bos katakan. Ingatlah, ketika kamu menentang atau berusaha menyerang bos, reputasi dan kinerja baik kamu selama bekerja di perusahaan akan lenyap begitu saja.

Mengapa bisa demikian? Karena orang-orang hanya akan mengingat kamu sebagai seorang keras kepala yang begitu membangkang pada atasannya karena melihat sikap Anda tadi. Lihat, kehilangan kontrol diri saat kamu dimarahi bos, hanya akan menjelekkan nama dan merugikan dirimu saja.

Cobalah Untuk Introspeksi diri. Evaluasi Sikap, Perilaku, Dan Kinerjamu Di Kantor

‘Tak ada asap bila tak ada api’. Coba kamu evaluasi sikap, perilaku dan kinerjamu di kantor. Apakah kamu sudah bersikap dan berperilaku baik saat di kantor? Apakah kinerja kamu sudah maksimal di kantor? Bila memang kamu merasa performamu kurang di kantor, maka segeralah perbaiki.

Pelajari Perilaku Bos Kamu. Pahami Keinginannya!

Pelajarilah cara bos kamu memimpin, bagaimana dia memberi arahan serta bagaimana bos kamu memberikan tugas pada bawahannya. Hal ini akan sangat membantu kamu di kantor. Bila bos kamu memiliki kecenderungan memberikan tugas dan arahan yang tak terlalu jelas pada bawahannya, maka kamu harus bisa melatih dirimu agar bisa dengan segera memahami apa yang bos kamu mau dengan arahan yang sederhana tersebut, dengan begitu kamu bisa hidup tenang tanpa harus mendengar lagi ocehan si bos yang panjang lebar.

Ajari Bosmu Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik. Agar Tak Membuatnya Tersinggung Kamu Bisa Mengajarinya Secara Tak Langsung

Tak ada salahnya memberitahu bos kamu tentang bagaimana cara menjadi pimpinan yang baik dan bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan bawahan. Cobalah ajari bosmu secara tak langsung. Ketika ada kesempatan bosmu melihat kamu sedang memberi tugas atau mengarahkan bawahanmu, kamu bisa memberikan contoh bagaimana kamu bersikap kepada bawahanmu. Bagaimana kamu berbicara dengan tenang dan jelas ketika memberikan arahan tugas serta bagaimana kamu menghargai bawahanmu dan membangun semangat bawahan agar bisa menunjukan kinerja maksimal di kantor.

Saat Bos Kamu Terlihat Selalu Marah-marah Padamu, Jangan Terlalu Dipikirkan

Sebagai seorang pimpinan tentu bos kamu akan mengalami berbagai macam tekanan dan tuntutan dari perusahaan. Maka dari itu, ketika bos kamu terlihat selalu marah-marah pada kamu, janganlah terlalu dipikirkan. Ingatlah selalu bahwa bosmu sedang tertekan dan kebetulan ada kamu yang bisa dia jadikan pelarian terhadap stresnya.

Mencari Bos Baru Adalah Hal Terakhir Yang Bisa Kamu Lakukan Saat Semua Pendekatan Dan Usaha Telah Diterapkan

Tak bisa kita pungkiri bahwa ada sebagian orang, mereka bukanlah tipe seorang pemimpin. Seberapa lama mereka bekerja dan seberapa banyak mereka berhadapan dengan banyak orang, tetap tak bisa mengasah kemampuan leadership mereka.

Maka, setelah begitu banyak pendekatan dan usaha yang kamu lakukan agar bosmu bisa menghargai kamu, tetapi bosmu masih tetap selalu marah-marah, mungkin ini saatnya kamu mencari bos baru. Kamu bisa meminta dipindahkan ke divisi lain di perusahaan tersebut atau kamu keluar dan mencari pekerjaan baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top