Tips

Muak dengan Pekerjaanmu Tapi Tak Bisa Resign? Coba Tempuh ‘Jalan Damai’

Setiap bangun tidur, rasanya malas sekali untuk bergerak dan bersiap-siap ke kantor. Rasanya sudah terbayang, beban berat yang akan menggelayuti sepanjang hari di balik meja kantormu. Selama di kantor, kamu juga merasa tidak betah dan yang terpikir hanya ingin cepat-cepat pulang.

Ya, itu tandanya kamu tidak menyukai pekerjaanmu. Penyebabnya bisa macam-macam. Beban kerja yang terlalu berat, bidang pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan minat, gaji terlalu kecil, rekan kerja yang menyebalkan atau bos yang tidak menyenangkan. Apakah ada salah satu di antaranya yang kamu rasakan sekarang?

Meskipun tidak suka, tapi kamu tidak mengundurkan diri. Pertama, kamu sudah terikat kontrak. Kedua, belum ada tawaran pekerjaan yang lebih baik. Ketiga, kamu takut mengambil risiko dan terjebak lagi di pekerjaan baru. Keempat, ada tanggungan yang membuatmu berpikir seribu kali sebelum resign. 

Jika ini kondisi yang sedang kamu alami sekarang, tenang saja. Kamu tidak sendiri. Menurut sebuah survei, 30% kalangan pekerja mengalami hal yang sama. Jadi daripada kamu menjalani pekerjaanmu dengan setengah hati dan penuh beban, cobalah tempuh ‘jalan damai’.

Ya, selain dengan orang, kamu juga bisa berdamai dengan pekerjaan yang tidak kamu sukai. Ini caranya.

Tetap Bersikap Profesional, Kamu Akan Lebih Bernilai Tinggi

suit-portrait-preparation-wedding

Meski tidak suka, sebaiknya jangan perlihatkan ketidaksukaanmu itu dengan jelas. Tunjukkan kepada rekan kerja dan atasan bahwa kamu adalah individu yang profesional. Jangan malah mengacaukan segalanya dengan bertingkah seenak hati.

Jika kamu mampu menjaga profesionalitas, maka dirimu akan lebih bernilai di mata orang lain. Rekan kerja dan atasan akan lebih menghargai kamu. Jika dari dalam dirimu sendiri sudah memancarkan aura positif, suasana kantor juga bisa terasa sedikit lebih menyenangkan.

Ada Masalah Ya Dihadapi, Jangan Dihindari atau Malah Dikubur Dalam-dalam

girl-1302360_640
Banyak orang yang tipenya cenderung menghindar ketika ada masalah. Sayangnya, bersikap cuek apa lagi justru menyimpan masalah dalam hati saja itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Misalnya kamu tidak puas dengan kompensasi yang ada di kantor saat ini. Banyak lembur dengan jam kerja panjang tapi tidak ada tambahan.

Atau kamu merasa beban pekerjaanmu sudah terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Padahal jika bisa menambah SDM lagi, akan lebih baik. Tapi semua keluhanmu ini tidak disampaikan dan hanya disimpan dalam hati. Yang ada, kamu stres sendiri.

Segera selesaikan masalah ini. Coba temui atasan atau rekan kerja yang lebih senior untuk berdiskusi. Masalah yang kamu hadapi pasti ada jalan keluarnya. Kalau hati tenang, pekerjaan juga jadi menyenangkan.

Buat Daftar Target atau Tujuan yang Ingin Kamu Capai

list-372766_640
Masa-masa awal kerja biasanya orang masih bersemangat tinggi. Tapi seiring berjalannya waktu, sewajarnya manusia akan merasa bosan atau jenuh. Antusiasme kerja berkurang, bahkan ada yang jadi tidak menyukai pekerjaannya. Kalau hal ini yang terjadi pada dirimu, ayo berbenah dan usir rasa bosan itu.

Cobalah menantang diri sendiri dengan menetapkan target atau tujuan tertentu. Misalnya, harus bisa mengumpulkan uang Rp 30 juta untuk jalan-jalan ke luar negeri. Atau harus bisa punya mobil sendiri akhir tahun ini. Target semacam ini akan melecut semangat kerja kita yang sempat padam.

Cobalah Menghargai Dirimu Sendiri karena Kalau Tidak, Siapa Lagi?
pexels-photo-60219
Bekerja terus menerus tidak hanya membuat lelah tubuh, tapi juga pikiran. Apalagi kalau pekerjaannya tidak kamu sukai. Pasti dobel lelahnya. Siasati hal itu dengan meluangkan waktu untuk pergi traveling atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Janjikan pada diri sendiri bahwa setelah bekerja keras, kamu berhak mendapatkan kesenangan di akhir pekan atau waktu yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, kamu akan menganggap bahwa perlu bekerja dulu untuk mendapatkan hadiah yang menyenangkan.

Pasang “Kacamata Positif”, Cari yang Baik-baiknya Dulu dan Ingat dalam Hati

pexels-photo-58021

Percaya atau tidak, kunci hidup bahagia adalah pikiran yang positif. Demikian juga di tempat kerja. Meski tidak menyenangkan, tapi setidaknya pasti ada satu hal yang baik. Coba dipikir-pikir. Apakah mungkin ada bonus besar, desain interior kantor yang homy atau ada pedagang makanan yang sangat kamu sukai di depan kantor.

Hal-hal sesederhana itu bisa menjadi ‘doping’ energi positif untukmu di kantor. Sehingga meskipun pekerjaanmu tidak menyenangkan, tapi dengan mengingat poin positif itu, ada sesuatu yang membuatmu merasa layak bertahan di tempat kerja sekarang.

Satu Hal yang Kerap Dilupakan Manusia, Bersyukur!

beautiful-young-girl-women
Mencari pekerjaan tidaklah mudah. Seharusnya kita senang karena telah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Cobalah sekali-kali tengok ke bawah, banyak orang yang bekerja lebih keras dan penghasilan yang lebih sedikit. Ada pula yang tidak bekerja karena kondisi tertentu, padahal sangat membutuhkan. Bersyukurlah pada hal-hal baik yang ada pada diri kita. Tidak menutup kemungkinan banyak orang yang ternyata menginginkan pekerjaan sepertimu. Rasa syukur yang besar membuat hati menjadi lebih tenang.

Terus-terusan larut dalam rasa tidak suka hanya akan merugikan diri sendiri. Berusahalah untuk melepaskan diri dari berbagai energi negatif di kantor dengan saran-saran di atas. Tidak perlu melakukan semuanya, cobalah dari yang paling mudah. Secara tidak sadar kamu akan mulai menikmati pekerjaanmu sekarang.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 28, 2016 at 12:27 pm

    Pas banget nih tipsnya untukku. Mau resign tapi kok gimana gitu. Ya, sebaiknya aku menempuh jalan damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 28, 2016 at 12:27 pm

    Pas banget nih tipsnya untukku. Mau resign tapi kok gimana gitu. Ya, sebaiknya aku menempuh jalan damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Mereka yang Sudah Biasa Menerjang Bahaya

Stuntman bukan jenis pekerjaan baru. Seiring perkembangan film-film bergenre action maupun laga, keberadaan sosok yang satu ini jelas krusial dan tak bisa dianggap remeh. Sederhananya, stuntman adalah mereka yang bekerja menggantikan aktor, khususnya untuk melakukan adegan-adegan berbahaya. Risikonya luar biasa besar. Kalau tidak hati-hati, nyawa taruhannya. Patah tulang dan ancaman cedera lainnya juga turut mengintai. Karenanya, tak semua orang mampu melakoni pekerjaan yang satu ini.

Tak hanya untuk membantu proses syuting film, keberadaan stuntman yang selalu identik dengan aksi berbahaya juga mulai dipakai oleh para pesulap. Terbaru, warganet sempat ramai membahas pemberitaan mengenai kecelakaan kerja yang menimpa stuntman pesulap Demian Aditya. Stuntman yang diketahui bernama Edison Wardhana itu nyaris meregang nyawa kala membantu Demian menyelesaikan aksi  menegangkan bertajuk The Drop Death.

Nama Edison Wardhana Memang Dikenal Sebagai Penyuka Tantangan Dan Berbagai Kegiatan Ekstrim

Melakoni pekerjaan sebagai stuntman, berarti harus siap dengan berbagai latihan fisik yang berat dan penuh tantangan.  Berbagai latihan khusus itu jelas ditujukan agar para stuntman bisa melakukan berbagai adegan berbahaya dan mampu menyelesaikannya dengan baik. Namun kembali lagi, yang namanya musibah tak dapat ditebak. Kondisi yang menima Echon—sapaan akrab Edison Wardhana seakan mengingatkan lagi tingginya risiko bekerja sebagai seorang stuntman.

Namun disamping itu, Echon diketahui penyuka aktivitas ekstrem alias adrenaline junkie. Bahkan beredar kabar jika seiring musibah yang menimpanya ini, tak menyurutkan keinginan Echon untuk kembali menjadi stuntman di kemudian hari. Pihak keluarga menyebutkan, beberapa waktu sebelum kecelakaan yang menimpanya, Echon diketahui masih aktif ikut balapan motor.

Proses Syuting Deadpool 2 Pun Sempat Mengalami Penundaan Seiring Musibah yang Dialami Salah Satu Stuntman dalam Film Tersebut

source picture: movieweb

Agustus lalu, jagat hiburan Hollywood pernah ramai oleh pemberitaan tewasnya stuntman perempuan bernama Joi ‘SJ’ Harris kala terlibat dalam proses syuting film Deadpool 2. Harris yang punya peran menggantikan aktris Zazie Beetz itu mengalami kecelakaan saat melakukan adegan mengendarai motor tanpa helm.

Kejadian fatal itu menimpa Harris dalam pekerjaan perdananya sebagai stuntman. Meski dikenal sebagai pembalap profesional, ternyata Harris justru kehilangan kontrol atas motornya yang berujung kecelakaan yang menewaskan dirinya.

Tak Sekadar Keberanian, Seorang Stuntman Harus Punya Naluri Kecermatan dan Tingkat Mawas Diri yang Tinggi

Bekal seorang stuntman bukan hanya keberanian. Kalau berani tapi modal nekat, lagi-lagi nyawa taruhannya. Itulah mengapa sampai ada pelatihan khusus bagi para stuntman demi menumbuhkan naluri kecermatan dan tingkat mawas diri yang tinggi. Latihannya pun tak sembarangan, mulai  dari terjun dari ketinggian, memacu mobil atau motor dalam kecepatan yang tinggi, berenang di laut, hingga berada di tengah kobaran api. Bagaimana? Menegangkan bukan?

Meski Disinyalir Punya Bayaran Tinggi, Pekerjaan Stuntman Tak Menjanjikan Uang Pensiun

Kalau kamu punya ketertarikan untuk menjajal pekerjaan yang satu ini, jangan kira menjadi stuntman akan dijanjikan uang pensiun. Meski santer terdengar punya bayaran tinggi, tetap saja yang namanya stuntman hanya bisa bekerja selagi fisik mereka kuat. Kalau dirasa sudah tidak lagi, maka kamu harus siap-siap berganti pekerjaan.

Kecelakaan yang Menimpa Harris Bukan Kali Pertama, Sebelumnya Sudah Pernah Ada Kejadian Nahas Serupa yang Terjadi Saat Pengambilan Gambar

Nama John Bernecker sempat ramai diperbincangkan seiring aksinya sebagai stuntman dalam serial The Walking Dead musim kedelapan. Nyawa Bernecker melayang usai menyelesaikan aksi terjatuh dari balkon dengan ketinggian lebih dari enam meter di permukaan yang keras. Dia meleset beberapa inchi dari matras yang sudah tersedia. Lantaran kecelakaan itu, Bernecker pun mengalami cedera parah yang membuatnya meninggal dunia.

Nama stuntman lainnya yang juga mengalami kejadian nahas adalah Harry O’Connor. Pemeran pengganti untuk Vin Diesel dalam film laga XXX itu mengalami kecelakaan saat dia ditarik dengan kecepatan tinggi dengan sebuah parasut, namun nyawanya melayang seketika saat tubuhnya terhempas ke sebuah jembatan.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 28, 2016 at 12:27 pm

    Pas banget nih tipsnya untukku. Mau resign tapi kok gimana gitu. Ya, sebaiknya aku menempuh jalan damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menunda Bisa Jadi Masalah Kalau Kamu Terbiasa Melakukannya

Ada dua hal yang paling sulit dilakukan saat bekerja yaitu memulai pekerjaan dan menjaga fokus hingga tugasmu selesai. Sulit menjaga fokus biasanya membuat seseorang jadi cenderung suka menunda pekerjaan. Padahal produktivitas ketika  bekerja itu penting. Bayangkan kalau kamu terlalu sering menunda, bisa-bisa kamu dianggap jadi pekerja yang tak disiplin.

Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Bahkan merasa kebiasaan tersebut sudah begitu melekat dalam diri sehingga sulit hilang? Ternyata anggapanmu itu salah. Masih ada kiat-kiat khusus yang bisa kamu pertimbangkan demi terciptanya kontinuitas yang baik saat bekerja.

Bekerjalah dengan Memasang Prioritas dan Produktivitas, Dengan Demikian Kamu Tahu Kalau Saat Bekerja Bukan Waktunya Merasa Bebas

Kebiasaan menunda pekerjaan itu biasanya disebabkan karena seseorang tak memasang tujuan yang jelas dari aktivitasnya selaama bekerja. Sejak awal hari, biasanya orang yang seperti ini tak memasang target untuk hal yang akan dikerjakannya pada hari itu. Padahal, punya tujuan dalam pekerjaan sehari-hari itu penting. Kalau kamu punya tujuan yang jelas, maka kamu akan tahu pekerjaan apa yang perlu jadi prioritas dan perlu diselesaikan pada hari itu.

Kalau kamu sudah punya prioritas, biasanya hal itu akan memotivasi kamu agar lebih produktif. Kamu bisa memulainya dengan mengurai pekerjaan dari yang paling sulit atau paling penting. Baru selesaikan pekerjaan lainnya. Dengan cara ini, maka kamu akan punya motivasi untuk menyelesaikan tugas.

Mengosongkan Pikiran dari Informasi yang Terlalu Banyak Itu Juga Perlu. Lebih Baik Fokus Dulu Pada Pekerjaan yang Ada Di Meja Kerjamu

Ketika kamu mulai duduk di depan meja kerja dan langsung membuka tab email, Twitter, Facebook, serta website lainnya di laptop atau komputermu sebenarnya secara tak langsung kamu sedang memaksa otakmu untuk menerima setiap gempuran informasi yang datang. Hal itu justru membuat kamu kebingungan memilih informasi mana dulu yang harus dicerna.

Kalau kamu justru sibuk dengan hal-hal yang yang sifatnya hiburan saja, lantas kapan pekerjaanmu akan tuntas? Kecuali memang kamu bekerja mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan media sosial atau semacamnya, sah-sah saja kalau kamu harus membuka banyak tab di komputer. Nah untukmu yang lebih memilih menghindari gempuran informasi, cobalah pilah hal-hal yang sebaiknya kamu cari dan abaikan hal-hal yang tak perlu kamu pikirkan saat itu. Dengan cara ini, prioritasmu akan tetap terjaga.

Berjuanglah Menghindari Distraksi Sekuat yang Kamu Bisa, Lambat Laun Maka Kamu Jadi Terbiasa

Cari tahu apa saja yang rentan membuat konsentrasimu terganggu. Bisa ponsel, media sosial, atau mungkin mengobrol bersama rekan kerja. Kalau kamu sudah tahu hal-hal yang bisa menyebabkan distraksi, maka giliran kamu cari tahu caranya menghindari hal-hal tersebut. Sepanjang proses menyelesaikan pekerjaan, disinilah perjuanganmu demi mempertahankan fokus. Jangan bilang tidak bisa, selagi kamu konsisten mencobanya, maka kamu akan terbiasa untuk menghindari distraksi tersebut.

Cobalah Bekerja dengan Ritme Kerja yang Kamu Suka

Menemukan ritme kerja itu juga jadi perjuanganmu. Seringkali orang merasa jenuh dengan pekerjaannya karena mereka merasa tak menemukan ritme kerja yang sesuai dengan dirinya. Mulai sekarang, cobalah menemukan ritme kerja yang paling tepat dan sesuai denganmu. Kira-kira kapan waktu yang paling produktif bagimu untuk berpikir dan bekerja? Manfaatkan waktu tersebut untuk menuntaskan segala kewajiban. Jika sudah menemukan ritme kerja yang sesuai, maka kamu akan lebih mudah memilih waktu dan kesempatan yang memang paling cocok untuk produktivitasmu.

Paksa Diri Untuk Mulai Disiplin, Perlahan Tapi Pasti Kamu Pun Akan Jadi Lebih Rajin

Proses paling sulit ketika diberi pekerjaan sejatinya ketika kita sedang ingin memulainya. Rasa malas bisa datang tiba-tiba, belum lagi rasa lelah yang membuat kita jadi mudah kompromi untuk segala tanggung jawab yang harusnya kita selesaikan pada hari itu. Tapi diantara pilihan untuk menjadi malas, kamu harus bisa mengatasi semua itu. Mulailah disiplin dan berlatih jadi seseorang yang rajin dan sadar dengan tanggung jawabnya di atas meja kerja. Dengan demikian, tak akan ada lagi alasan untuk menunda-nunda.

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 28, 2016 at 12:27 pm

    Pas banget nih tipsnya untukku. Mau resign tapi kok gimana gitu. Ya, sebaiknya aku menempuh jalan damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 28, 2016 at 12:27 pm

    Pas banget nih tipsnya untukku. Mau resign tapi kok gimana gitu. Ya, sebaiknya aku menempuh jalan damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top