Trending

Mereka Yang Tak Pernah Menutup Mata, Meski Kita Sedang Tak Melihatnya

“Sedang bersantai di akhir pekan bersama dengan keluarga di rumah, tiba-tiba saja listrik padam”

Kesal mungkin jadi salah satu hal yang akan kita rasakan. Wajar saja, waktu yang harusnya bisa kita nikmati dengan tenang, tiba-tiba berubah dalam sekejab.

Tapi apa boleh buat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan 11 pembangkit listriknya jadi satu-satunya modal untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di 17.504 pulau di seluruh pelosok negeri, akan penerangan dan aktivitas lainnya. Jadi tak perlu heran, jika akan ada pembagian waktu padam di beberapa wilayah.

Tak perlu risau atau berpikir kita jadi terlihat tak berdaya hanya karena listrik padam di rumah. Faktanya di luar sana masih ada 4.000 pulau yang masih belum terjamah oleh listrik sama sekali. Toh mereka masih dapat hidup yang melakukan aktivitasnya. Berbeda dengan kita yang tinggal di kota, berkeluh kesah lebih dari mereka, padahal bisa jadi listriknya mati hanya sebentar saja. Jangan dulu kesal, itu bukan apa-apa dibanding mereka yang ada di daerah.

Mari Lihat Sejarah Panjang Untuk Malam Yang Selalu Benderang

Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional yang ke-72 Tahun, rasanya sedikit janggal jika kita tak membahas bagaimana sejarah PLN bisa menghalau gelap saat malam tiba. Dimulai dari abad ke-19, saat itu Belanda masih menggunakan listrik untuk keperluan mereka sendiri. Hingga pada tahun 1927 akhirnya Belanda mendirikan perusahaan listrik negara, yang diberi nama S’Lands Waterkracht Bedriven (LWB).

Lalu pada tahun 1942, perusahaan listrik negara itu diambil alih oleh Jepang, sebagai penjajah selanjutnya. Hingga akhirnya Indonesia merdeka, dan satu bulan setelah kemerdekan, yakni September 1945. Pemuda Indonesia kemudian mengambil alih kantor Listrik dan Gas dari kekuasaan Jepang.

Namun sebagaimana yang tertera pada PP no.1 tahun 1945, tentang pembentukan jawatan Listrik dan Gas, Listrik Negara akhirnya berada dibawah naungan Depertemen Pekerjaan Umum dan Tenaga pada tanggal 27 Oktober 1945. Setelah beberapa rentetan panjang dari proses tersebut, pada tanggal 31 Agustus 1992 keluarlah Keputusan Menteri Pertambangan dengan nomor 1134, yang menenatapkan bahwa 27 Oktober adalah Hari Listrik Nasional.

 

Tanpa Harus Terlebih Dahulu Banyak Menuntut, Cobalah Untuk Memahami Upaya Yang Sedang Gencar Dilakukan

Mungkin kita adalah salah satu dari banyaknya orang yang sering gempar jika listrik padam. Mulai dari berkelakar dengan kata-kata yang bersifat merendahkan, hingga berlomba-lomba berkirim mention ke media sosial milik PLN. Memang benar sih, ini adalah hak dari setiap masyarakat untuk menyuarakan pendapat. Tapi apakah harus demikian? Tentu masih banyak cara lain Kawan!

Listrik memang jadi sumber daya yang harus diupayakan pemerintah, tapi sebagai warga negara yang baik cobalah untuk sedikit lebih bijak. Padamnya listrik yang hanya beberapa menit itu, tak sebanding dengan kata-kata yang sering kita lontarkan untuk menyampaikan hal-hal yang katanya saran.

 

Karena Berpuluh Keluh Kesah Kita Tak Sebanding Dengan Perjuangan Bertaruh Nyawa Dari Mereka

Mari kita menutup mata untuk hal-hal yang masih menjadi nilai buruk dari pelayanan yang sedang diupayakan. Cobalah lihat mereka yang menaruh separuh hidupnya untuk terang yang bisa kita nikmati setiap malam.

Jangan pikir bahwa listrik bisa menyala dengan sendiri tanpa ada orang yang mengawasi. Dari tempat di mana kamu tidur setiap malam dengan nyenyak lengkap dengan hawa dingin dari AC milikmu, ada petugas yang rela tak tidur malam demi terang yang tetap menyala.

Hingga pada beberapa petugas yang kerap bertaruh nyawa, atau malah meregang nyawa demi memperbaiki beberapa sambungan dari saluran listrik yang mungkin terputus. Satu hal yang perlu kita ketahui, ketika kita sedang berkeluh kesah untuk listrik yang tak kunjung menyala. Ada petugas PLN yang sedang bertaruh nyawa untuk kita.

 

Lalu Bandingkan Dengan Mereka Yang Hidup Di Daerah Dan Tak Bisa Merasakan Hal Yang Sama

voanews.com

Setidaknya hingga saat ini masih ada 4.000 pulau yang masih krisis listrik, dengan 8,5 juta keluarga yang belum tahu bagaimana listrik bekerja untuk hidup mereka.

Bahkan berdasarkan data Kementerian ESDM 2016, ada 12 ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dengan baik. Sebanyak 2.915 desa diantaranya hidup dalam gelap, atau belum teraliri listrik sama sekali, sedangkan 9.000 desa lainnya hanya dialiri listrik 2-3 jam dalam sehari. Dan 17 ribu sekolah yang juga belum teraliri listrik sama sekali.

Mereka juga tentu ingin merasakan hal yang sama dengan kita yang tinggal di kota. Hidup nyaman dengan listrik untuk segala aktivitasnya. Masih mau mengeluh?

 

Lagi Pula Meski Kita Sudah Bayar, Bukan Berarti Memakai Dengan Seenaknya

Nah, ini akan jadi dalih yang sering kita pakai untuk menggencarkan komentar kepada pihak penyedia layanan. Semboyan Kerja Nyata Terangi Negeri dari PLN tentu tak akan dapat terlaksana jika tak didukung oleh kita sebagai pemakai. Sayangnya sebagian besar dari kita justru masih berpikir bahwa pasokan listrik yang telah kita gunakan sudah kita bayar, lantas merasa berhak memakainya sesuka hati. 

Padahal keputusan pemerintah yang melakukan pencabutan subsidi listrik secara bertahap kepada 19,0 juta pelanggan rumah tangga mampu, berdaya 900 Volt Ampere (VA) sejak Januari 2017 lalu, masih kerap kita permasalahkan.

 

Nyalakan Secukupnya Matikan Selebihnya, Selamat Hari Listrik Nasional

Pemakaian listrik dengan porsi yang sesuai pada tempatnya, jadi salah satu hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Bagaimana tidak, jika setiap kita tak lagi memakai listrik dengan sesuka hati. Itu berarti ada simpanan energi lain yang bisa dipakai oleh orang lain.

Tak hanya itu saja, kepatuhan untuk menggunakan energi listrik sesuai porsinya jadi salah satu hal yang akan mendukung upaya peningkatan kinerja yang lebih baik dari Perusahaan Listrik Negara.

Selamat Hari Listrik Nasional, terus berjuang untuk meningkatkan terang yang merata bagi seluruh Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Berniat Porno, Tapi Tidur Telanjang Punya Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

Setelah lelah beraktivitas seharian, tentu kita ingin istirahat dengan nyaman. Sayangnya, kadang kala kita justru tak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. Namun sudah tahukah kamu, jika salah satu cara untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas adalah dengan tidur telanjang?

Salah satu study menyebutkan bahwa pada saat malam hari suhu tubuh kita akan mengalami penurunan, ini terjadi agar daya tahan tubuh kita tetap kuat. Dan jika ternyata kita tidur dengan tetap mengenakan pakaian, maka penurunan suhu tubuh pun akan terhambat.

Meski di Indonesia masih terbilang cukup jarang dilakukan, tapi kita harus tahu manfaat apa saja yang bisa didapatkan dengan tidur telanjang.

Tak Lagi Khawatir Tidur Larut Malam, Menanggalkan Pakaian Mencegah Diri dari Insomnia

Beberapa orang bahkan memilih untuk mengonsumsi otak tidur, hanya karena menderita insomnia akut. Padahal segala jenis obat tentu akan memberikan efek samping dikemudian hari, oleh karena itu kita bisa menanganinya dengan mencoba terlelap tanpa busana. Cara ini dinilai ampuh untuk menjaga kesejukan permukaan kulit yang juga berpengaruh pada tingkat kepulasan tidur kita.

Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian di Australia yang menyebutkan bahwa penggunaan baju tidur justru dapat membuat panas terperangkap di permukaan kulit. Hasilnya, suhu tubuh pun akan turut beranjak naik sehingga kita akan cenderung terjaga semalaman.

Memberikan Ruang Gerak Agar Kulit Bisa Bernafas dengan Bebas dan Baik

Coba bayangkan, setelah seharian penuh mengenakan pakaian yang lengkap, bahkan hampir menutupi sekujur tubuh. Maka ketika nanti kita akan tidur, ini bisa jadi berita baik untuk  tubuh bisa bernafas lebih leluasa.

Masa transisi dari tertutup seharian penuh, sampai pada waktu tidur yang tidak lagi tertutupi oleh pakaian. Hal ini akan membuat kulit terjaga kesehatannya dan menurunkan resiko terkena berbagai masalah kulit.

Lebih Praktis dan Membantu Diri Jadi Bersemangat Beranjak dari Tempat  Tidur

Yap, manfaat lain yang juga bisa kita rasa juga datang dari segi ekonomi. Sebab tak perlu susah payah untuk membeli piyama lagi, tak ada pakaian tidur yang harus dicuci lagi, yang juga tentu akan menghemat pengeluaran. Hingga beranjak dari tempat tidur yang akan lebih terasa mudah dari biasanya.

Jika tak percaya, kita bisa mencoba membuktikan sendiri, bagaimana gejolak rasa untuk bangun dari tempat tidur ketika masih mengenakan piyama dibandingkan ketika tanpa busana. Karena mengenakan busana tidur akan membuat kita malas bergerak untuk mencopot dan berdiri dari tempat tidur, akan tetapi telanjang akan mendorong kita lebih bersemangat untuk berdiri menuju kamar mandi dan beranjak memulai aktivitas.

Hormon Kortisol yang Kerap Naik Saat Kita Kepanasan, Akan Lebih Mudah Diatur Ketika Tidur Tanpa Pakaian

Konon hormon ini bekerja dengan meningkatkan kadar gula darah melalui mekanisme glukoneogenesis, menekan kerja sistem imun, serta meningkatkan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Hormon kortisol akan semakin naik dan bertambah ketika tubuh kita sedang merasa kepanasan.

Namun tidur telanjang, dengan menanggalkan pakaian dapat menjaga suhu tubuh lebih dingin, sehingga bisa tidur dengan baik. Maka tak heran jika situasi ini akan membantu tubuh kita dapat menghasilkan, serta mengatur hormon kortisol lebih optimal.

Dan Berpengaruh Juga Pada Kesehatan Organ Intim Hingga Gairah Seks dalam Hubungan Suami Istri

Khusus untuk kita yang sudah menikah, kegiatan semacam ini memang sudah tak lagi asing di mata. Karena faktanya, tidur telanjang bisa jadi salah satu cara untuk membuka peluang bersentuhan dengan pasangan lebih besar. Terlebih lagi saat kamu tidur berpelukan dengan pasangan.

Kontak tubuh semacam ini, mampu menciptakan gairah seks yang baik dalam hal hubungan suami istri. Dan berpengaruh pula pada testis yang dimiliki laki-laki, karena tidur tanpa pakaian akan membuatnya tetap berada pada suhu yang lebih dingin. Ini jelas akan menjaga kesehatan sperma dan sistem reproduksi secara normal.

Dan untuk perempuan, kondisi tidur yang begini akan membantu mencegah infeksi jamur. Karena jamur tumbuh lebih cepat dalam kondisi hangat dan lembab. Bila kondisinya relatif dingin dan kering, pertumbuhannya pun dapat dicegah.

Bahkan Dipercaya dapat Membuat Tubuh Tetap Awet Muda

Tak hanya olahraga dan menjaga pola makan saja, faktanya kegiatan tidur tanpa busana juga bisa membuat kita awet muda. Hal ini disebutkan karena pada suhu 19-21 derajat Celcius, suhu yang tubuh dapatkan ketika kita tidur tanpa pakaian, hormon HGH (Human Growth Hormone) dan melatonin akan diproduksi secara maksimal.

Dua hormon ini dipercaya sejak lama sebagai katalisator penting dalam proses detoksifikasi serta peremajaan sel-sel tubuh. Sehingga tubuh dan kulit akan berpeluang untuk terlihat lebih muda.

Hingga Mampu Menurunkan Resiko Diabetes yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Terlihat sepele memang, namun siapa sangka jika pada salah satu jurnal yang diutarakan oleh Diabetes Journal Amerika Serikat bahwa tidur telanjang dipercaya jadi penyebab turunnya risiko seseorang menderita diabetes.

Sebab dengan begini, kita telah merangsang pertambahan jumlah brown fat, yakni jaringan lemak berwarna kecokelatan yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme lemak serta glukosa darah.

Tapi perlu diingat pula, aktivitas tidur telanjang ini haruslah dibarengi dengan tempat tidur dan selimut yang bersih. Karena jika ternyata tempat tidur kita kotor, hal ini justru bisa jadi sumber penyakit yang akan menyerang tubuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bukan Hanya Minum Dengan Sedotan, Beberapa Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Juga Mempercepat Proses Penuaan

Sedotan plastik. Selain tak baik untuk lingkungan, benda tersebut ternyata jadi penyebab wajah cepat keriput. Mungkin kamu tak percaya, atau memilih abai saja toh setiap orang pasti akan mengalami penuaan, tapi kamu perlu tahu, beberapa kebiasaan nyatanya justru mempercepat proses penuaan.

Penyebabnya seringkali tidak kita sadari yang lama-lama jadi semacam kebiasaan. Karenanya, penting sekali kamu mencari tahu penyebab penuaan, setidaknya kamu jadi bisa mengantisipasinya bukan? Sekarang coba lihatlah sekitarmu, tak jarang kita menemukan orang yang usianya masih muda tapi justru sudah memiliki tanda-tanda penuaan dini.

Menonton TV Terlalu Lama Ternyata Bisa Memperpendek Usia, Ada Penelitiannya!

 Menonton televisi berlama-lama sejatinya tak baik untuk kesehatan organ tubuh terutama pinggangmu. Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli di University of Queensland, setiap jam yang digunakan untuk menonton TV dapat mengurangi umur selama 22 menit. Para peneliti menganjurkan hendaknya kita perlu mencari aktivitas lain yang lebih menggerakan badan. Bahkan, orang yang menonton TV dalam waktu lama akan berisiko tinggi terkena penyakit Alzheimer.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Rindu (Itu Berat)?

“Jangan rindu…berat…kamu gak akan kuat…biar Aku saja”

Begitu kata tokoh Dilan dalam film dan novel Dilan kepada Milea sang kekasihnya. Kalimat sederhana itu pun sempat bikin heboh netizen. Banyak bahkan yang memberikan tanggapan dengan status, cuitan dan meme yang menyatakan ada hal lain yang lebih berat dari rindu.

Namun sebetulnya yang dibicarakan Dilan itu memang bukan omong kosong. Setidaknya menurut sains, rindu memang sesuatu yang sangat berat untuk ditanggung oleh tubuh. Namun untuk sampai pada penjelasan soal rindu, sebelumnya kita coba bahas pangkal penyebabnya yaitu cinta.

Kata orang cinta itu sesuatu yang abstrak dan sulit dijelaskan. Jauh lebih rumit dari penjelasan hukum relativitas Einstein. Namun jika kita tarik menggunakan ilmu psikologi dan biologis, sesungguhnya cinta tidak lah serumit itu.

Menurut jurnal Psychopharmacology yang dirilis tahun 2012, Cinta hanya lah sekumpulan reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Dan reaksi psikologis kita atas keadaan-keadaan tertentu. Cinta merupakan “jebakan” alamiah dimana kita sama sekali tak punya kendali di dalamnya. Serupa dan setingkat dengan memicingkan mata ketika silau atau bersin ketika ada yang gatal di hidung.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino Cuma Mitos?

pasangan berdua

Ya, konsep “Cinta tumbuh karena terbiasa” tidak dikenal dalam bidang neuro science. Karena ternyata cinta tak bisa tumbuh karena terbiasa. Cinta hanya ditentukan 90 detik sampai 4 menit setelah kita bertemu seseorang. Dalam rentang waktu ini, otak manusia akan menentukan apakah dia jatuh cinta atau tidak.

Cinta itu sangat primitif, tak ditentukan kata-kata romantis, tapi berdasarkan bahasa tubuh dan intonasi suara saja

kaki

Rupanya cinta bukanlah produk kebudayaan hasil olah pikir yang rumit dari manusia. Cinta atau tidaknya kita pada seseorang ternyata ditentukan dari insting primitif setingkat dengan takut dan jijik. Dari sekian banyak faktor yang menentukan kita mencintai atau tidak seseorang, 55 persen diantaranya adalah faktor bahasa tubuhnya. Kemudian  sebanyak 38 persen adalah intonasi suaranya.

Sementara pemilihan kata dan kalimat-kalimat hanya mempunyai peranan 7 persen saja. Atau dengan kata lain, kita bisa bicara hal omong kosong dan tetap membuat seseorang jatuh cinta, kalau bahasa tubuh kita dan intonasi suara kita cocok dengannya.

Secara Kimiawi, Jatuh Cinta Itu Menghasilkan Hormon Dopamine, Setara Pecandu Menggunakan Narkoba

rokok

Ketika kita secara tak sadar menyukai bahasa tubuh dan intonasi seseorang di 90 detik awal pertemuan, bagian otak kita yang bernama Hypothalamus akan sangat aktif. Pada saat itu secara terus menerus sisi otak ini akan menghasilkan hormon Dopamine.

Hormon kimiawi inilah yang juga memberikan perasaan bahagia pada diri manusia. Karena secara simultan akan menciptakan perasaaan senang secara intensif serupa ketika tubuh menggunakan narkotika kokain atau heroin.

Ciri tubuh yang sedang menghasilkan dopamine adalah peningkatan energi yang drastis, penurunan nafsu makan dan penurunan kebutuhan untuk tidur. Selain itu mereka yang kelebihan dopamine hanya fokus pada hal tertentu dan cenderung memperhatikan hal-hal detail. Jangan heran makan kita menjadi sedikit ketika jatuh cinta. Kemudian kita mampu bergadang berjam-jam meski pun mata sudah mengantuk.

Menurut ilmu Neuroscience Cinta Buta Itu Nyata Adanya

pasangan malam

Ketika kita jatuh cinta, jalur syaraf negatif di otak kita yang menghubungkan Nucleus Accumbens dan Amygdala menjadi non aktif. Padahal sesungguhnya jalur ini digunakan otak kita untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk yang berguna untuk insting mempertahankan hidup.

Namun ketika jatuh cinta, jalur ini tidak aktif. Jangan heran jika kita tidak mampu merasakan makanan yang tidak enak, bau yang kurang sedap dan hal negatif lain termasuk di dalamnya faktor-faktor negatif yang terdapat pada pasangan.

Lalu Darimana Datangnya Rindu? Itu Karena Hasil Dari Produksi Hormon Oxytocin dan Vasopressin

bersama di hutan

Ketika jatuh cinta bagian otak Hypothalamus selain menghasilkan hormon Dopamine,   juga menghasilkan setidaknya dua hormon lagi. Kedua Hormon ini adalah Oxytocin dan Vasopressin.

Hormon Oxytocin ini secara alami dihasilkan ketika seorang ibu melahirkan bayinya. Oxytocin lah yang membuat payudara ibu secara otomatis menghasilkan susu ketika anaknya menangis. Hormon inilah yang membuat anak secara insting akan merasa aman dan ingin terus berada dekat pelukan ibunya. Nah, paham bukan, kenapa mereka yang sedang jatuh cinta selalu ingin dekat berpelukan? Karena ketika jatuh cinta, hormon Oxytocin kembali diproduksi secara massal.

Sementara Vasopressin secara natural sebenarnya adalah hormon yang menciptakan rasa haus untuk menjaga kesehatan ginjal. Ketika jatuh cinta, hormon ini juga diproduksi secara masif. Inilah yang bertanggung jawab terhadap rasa haus (rindu) kita pada pasangan.

Kenapa Rindu Berat, Terlebih Ketika Kamu Putus Cinta? Karena Otak Butuh Waktu Untuk Berhenti Memproduksi Dopamine

putus

Ketika kita putus cinta dan hubungan berakhir, otak kita tak serta merta menghentikan produksi dopamine. Otak akan terus aktif menghasilkan hormon “bahagia” ini.

Walaupun begitu di sisi lain, ketika putus, sisi otak kita yang bernama Orbital Frontal Cortex yang mengatur kontrol diri dan emosi akan aktif. Bagian otak ini akan berusaha mengambil alih fungsi otak dan berusaha melupakan pasangan kita.

Pertentangan dua bagian inilah yang membuat putus cinta menjadi begitu sulit dan ujungnya membuat diri tertekan dan sedih. Tapi dari sini kita bisa menyimpulkan satu hal. Bahwa idiom bahwa “waktu akan mampu menyembuhkan luka hati putus cinta” adalah benar adanya. Karena menghentikan produksi Dopamine yang berkaitan dengan si Dia butuh waktu yang tidak singkat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top