Feature

Menunda Bisa Jadi Masalah Kalau Kamu Terbiasa Melakukannya

Ada dua hal yang paling sulit dilakukan saat bekerja yaitu memulai pekerjaan dan menjaga fokus hingga tugasmu selesai. Sulit menjaga fokus biasanya membuat seseorang jadi cenderung suka menunda pekerjaan. Padahal produktivitas ketika  bekerja itu penting. Bayangkan kalau kamu terlalu sering menunda, bisa-bisa kamu dianggap jadi pekerja yang tak disiplin.

Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Bahkan merasa kebiasaan tersebut sudah begitu melekat dalam diri sehingga sulit hilang? Ternyata anggapanmu itu salah. Masih ada kiat-kiat khusus yang bisa kamu pertimbangkan demi terciptanya kontinuitas yang baik saat bekerja.

Bekerjalah dengan Memasang Prioritas dan Produktivitas, Dengan Demikian Kamu Tahu Kalau Saat Bekerja Bukan Waktunya Merasa Bebas

Kebiasaan menunda pekerjaan itu biasanya disebabkan karena seseorang tak memasang tujuan yang jelas dari aktivitasnya selaama bekerja. Sejak awal hari, biasanya orang yang seperti ini tak memasang target untuk hal yang akan dikerjakannya pada hari itu. Padahal, punya tujuan dalam pekerjaan sehari-hari itu penting. Kalau kamu punya tujuan yang jelas, maka kamu akan tahu pekerjaan apa yang perlu jadi prioritas dan perlu diselesaikan pada hari itu.

Kalau kamu sudah punya prioritas, biasanya hal itu akan memotivasi kamu agar lebih produktif. Kamu bisa memulainya dengan mengurai pekerjaan dari yang paling sulit atau paling penting. Baru selesaikan pekerjaan lainnya. Dengan cara ini, maka kamu akan punya motivasi untuk menyelesaikan tugas.

Mengosongkan Pikiran dari Informasi yang Terlalu Banyak Itu Juga Perlu. Lebih Baik Fokus Dulu Pada Pekerjaan yang Ada Di Meja Kerjamu

Ketika kamu mulai duduk di depan meja kerja dan langsung membuka tab email, Twitter, Facebook, serta website lainnya di laptop atau komputermu sebenarnya secara tak langsung kamu sedang memaksa otakmu untuk menerima setiap gempuran informasi yang datang. Hal itu justru membuat kamu kebingungan memilih informasi mana dulu yang harus dicerna.

Kalau kamu justru sibuk dengan hal-hal yang yang sifatnya hiburan saja, lantas kapan pekerjaanmu akan tuntas? Kecuali memang kamu bekerja mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan media sosial atau semacamnya, sah-sah saja kalau kamu harus membuka banyak tab di komputer. Nah untukmu yang lebih memilih menghindari gempuran informasi, cobalah pilah hal-hal yang sebaiknya kamu cari dan abaikan hal-hal yang tak perlu kamu pikirkan saat itu. Dengan cara ini, prioritasmu akan tetap terjaga.

Berjuanglah Menghindari Distraksi Sekuat yang Kamu Bisa, Lambat Laun Maka Kamu Jadi Terbiasa

Cari tahu apa saja yang rentan membuat konsentrasimu terganggu. Bisa ponsel, media sosial, atau mungkin mengobrol bersama rekan kerja. Kalau kamu sudah tahu hal-hal yang bisa menyebabkan distraksi, maka giliran kamu cari tahu caranya menghindari hal-hal tersebut. Sepanjang proses menyelesaikan pekerjaan, disinilah perjuanganmu demi mempertahankan fokus. Jangan bilang tidak bisa, selagi kamu konsisten mencobanya, maka kamu akan terbiasa untuk menghindari distraksi tersebut.

Cobalah Bekerja dengan Ritme Kerja yang Kamu Suka

Menemukan ritme kerja itu juga jadi perjuanganmu. Seringkali orang merasa jenuh dengan pekerjaannya karena mereka merasa tak menemukan ritme kerja yang sesuai dengan dirinya. Mulai sekarang, cobalah menemukan ritme kerja yang paling tepat dan sesuai denganmu. Kira-kira kapan waktu yang paling produktif bagimu untuk berpikir dan bekerja? Manfaatkan waktu tersebut untuk menuntaskan segala kewajiban. Jika sudah menemukan ritme kerja yang sesuai, maka kamu akan lebih mudah memilih waktu dan kesempatan yang memang paling cocok untuk produktivitasmu.

Paksa Diri Untuk Mulai Disiplin, Perlahan Tapi Pasti Kamu Pun Akan Jadi Lebih Rajin

Proses paling sulit ketika diberi pekerjaan sejatinya ketika kita sedang ingin memulainya. Rasa malas bisa datang tiba-tiba, belum lagi rasa lelah yang membuat kita jadi mudah kompromi untuk segala tanggung jawab yang harusnya kita selesaikan pada hari itu. Tapi diantara pilihan untuk menjadi malas, kamu harus bisa mengatasi semua itu. Mulailah disiplin dan berlatih jadi seseorang yang rajin dan sadar dengan tanggung jawabnya di atas meja kerja. Dengan demikian, tak akan ada lagi alasan untuk menunda-nunda.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Apa Saja yang Dilakukan Orang Cerdas di Media Sosial?

Tak hanya untuk urusan akademik saja, perilaku seseorang yang memang cerdas akan tergambar dari segala aspek kehidupannya. Dan salah satu hal yang berhubungan erat dengan kita adalah aktivitasnya di media sosial.

Sekilas hal ini mungkin terlihat tak terlalu menarik perhatian, namun mengingat banyaknya hal-hal yang kerap berujung pada pertengkaran di media sosial. Agaknya sayang sekali jika tak jadi bahan perbincangan.

Tak perlu berteriak untuk bilang bahwa kamu ini adalah sosok yang cerdas. Karena tanpa kamu beritahu sekalipun, seseorang di luar sana bisa menilaimu dari apa yang kerap kamu bagikan.

Setiap Orang Punya Hak yang Sama Untuk Berekspresi, Akan Tetapi Mereka Punya Cara Berbeda Untuk Berbagi

Kita tentu telah bosan, oleh suguhan status yang tak jelas juntrungnya. Akan tetapi mereka yang memiliki pemikiran tak biasa, punya cara lain untuk menunjukkan isi hatinya. Senangnya tak selalu disampaikan dengan kata-kata syukur yang berlebihan, hingga sedih yang tak semuanya harus dibagikan.

Tahu bahwa ada ribuan pasang mata yang siap mengakses apa yang akan mereka kerjakan, tautan dan status yang mereka bagikan selalu bernada positif bagi semua orang.

Platform Ini Jadi Personal Branding Baginya, Kamu Tak Akan Menemukan Konten Murahan di Timelinenya

Figur-figur cerdas tahu bagaimana memanfaatkan sesuatu agar berpengaruh baik bagi hidupnya. Bahkan hal-hal remeh yang bagi orang lain tak penting, bisa jadi sesuatu yang bermakna besar untuknya.

Dimata mereka sosial media adalah gambaran atas jati diri yang ia punya, jadi jangan heran jika suatu kali kamu akan menemukan postingan-postingan bernada serupa dalam setiap harinya. Bukan tak ingin mencari tahu hal lain diluar yang ia suka. Tapi baginya segala yang ia bagikan akan jadi hal yang menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.

Berdebat Untuk Hal yang Benar Tentu Bukanlah Kesalahan, Tapi Mereka Tahu Kapan Akan Membuka Suara di Kolom Komentar

Banyak orang mengaku berpendidikan, namun kerap terlibat perang pendapat pada kolom komentar. Dan disaat itu kamu harusnya membuka mata, karena mereka yang cerdas sungguhan tak akan melakukan hal yang sia-sia.

Banyaknya konten-konten bernada negatif yang sudah memenuhi hidup kita beberapa tahun terakhir, bak makanan sehari-hari. Sebagian orang yang peduli akan berjuang melawan satu per satu komentar yang kontra terhadapnya. Sedangkan yang lain terkesan cuek dan tak peduli, cukup dengan membaca saja.

Jangan pikir mereka tak punya kepedulian terhadap sekeliliingnya. Hanya saja mereka paham bahwa orang-orang yang tak suka akan tetap mencari cara untuk menyuarakan pendapatnya.

Pribadi yang cerdas hanya akan membuka suaranya pada hal-hal yang memang harus diluruskan dan dibenarkan.

Bukan Tak Punya Masalah, Mereka Paham Media Sosial Bukanlah Kotak Keluhan

“Konon berbagi masalah akan mengurangi beban yang kita punya”

Dan hampir setiap kita mungkin akan percaya, padahal pernyataan ini jadi sesuatu yang perlu dicari tahu kebenarannya. Memang sih tak ada masalah yang tak terselesaikan, dan berbagi cerita mungkin akan sedikit mengurangi beban.

Akan tetapi, mereka yang benar-benar cerdas tak akan melakukan hal-hal konyol yang tak berguna. Di kepala mereka ada sesuatu yang nampaknya sudah terpatri. Bertugas untuk memilah-milah hal yang harus dibagikan, dengan sesuatu yang tidak seharusnya dibagikan.

Tutur Kata dan Gaya Bahasa yang Menyebalkan, Tak Akan Kamu Temukan Di Sepanjang Postingannya

Bagaimana riuhnya media sosial pada era pilkada DKI kemarin, tentu telah membuat kita merasa jengah. Untuk dapat memastikan mereka-mereka yang memang memiliki kecerdasan yang tak biasa, cobalah tengok kembali timeline media sosial dari teman-temanmu.

Tahu situasinya sedang genting, pribadi yang cerdas tak akan unjuk gigi demi menaikkan eksistensi. Tak mau jadi pihak yang memperkeruh situasi, ia malah bertindak sebagai seseorang yang menabur kasih.

Berbeda Pandangan adalah Hal Biasa, Namun Bisa Menerima Masukan itu Luar Biasa

Media sosial dan perdebatan jadi sesuatu yang saling berhubungan. Tak percaya? Coba saja lihat kolom komentar di laman instagram milik artis Rina Nose yang kemarin tengah menjadi perhatian atas keputusannya untuk melepas hijab yang telah dipakainya hampir setahun terakhir.

Dari puluhan ribu komentar yang ada, hampir setengahnya berisi hujatan bernada menyalahkan. Jika punya cukup banyak waktu untuk memerhatikan satu per satu komentar yang ada, kita bisa melihat akun mana yang dikendalikan orang cerdas dan yang tidak.

Sosok yang memang benar-benar cerdas, tentu cukup bijak untuk menilai sebuah pandangan. Walau meski kadang kala akan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan, bukan berarti berhak untuk menyalahkan orang lain. Sebaliknya, ia akan membuka diri untuk menerima hal-hal yang tadinya tak diketahui sama sekali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bangun Pagi Itu Penuh Kebaikan, Bukannya Kamu Tak Bisa, Tapi Cobalah Pelan-pelan

Kamu yang mulai beraktivitas sejak pukul enam pagi, mungkin sudah terbiasa dengan bangun pagi agar tidak terlambat sampai di kantor. Atau ada juga yang bangun pagi karena kalau bangun agak siang justru membuat kepala pusing. Dua hal itu yang sering jadi alasan logis kenapa orang perlu bangun pagi. Tapi sebentar, coba kamu pikirkan lagi, benarkah bangun pagi hanya sebatas rutinitas?

Faktanya, bangun pagi itu bukan hanya soal kebiasaan. Ada banyak manfaat baik yang akan diterima tubuh kalau kamu terbiasa bangun pagi. Selain pikiran jadi lebih segar, bangun pagi sangat baik untuk kesehatan kulit. Nah, untukmu yang sampai sekarang masih susah berkompromi untuk bangun pagi dan sangat sering menunda-nunda jam bangunmu, mulailah perbaiki lagi dari sekarang. Lagipula, bukankah tak nyaman jika bangun di pagi hari dengan tergesa-gesa? Bisa-bisa aktivitasmu malah jadi berantakan nantinya.

Di Malam Hari, Setel Alarm Sesuai Kesanggupanmu dan Katakan Pada Diri Sendiri Kalau Kamu Harus Bangun Pagi

Untuk kamu yang masih merasa sukar dengan kebiasaan bangun pagi, satu hal yang terpenting adalah niat. Kalau dari dalam dirimu sudah ada niat besar untuk bangun lebih pagi pada esok harinya, maka kamu sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

Alam bawah sadar akan menyetel ‘alarm alami’ di dalam tubuh yang akan membuatmu bangun pada jam yang telah kamu inginkan. Sehingga fungsi alarm di gawaimu mungkin hanya sebatas pengingat kalau kamu perlu bangun. Karenanya, sebelum beranjak tidur, kumpulkan niat terlebih dahulu untuk bangun lebih pagi.

Setelah Beraktivitas Seharian Penuh, Kamu Perlu Mandi Air Hangat Agar Tubuh Rileks dan Bersih dari Sisa-sisa Peluh

Setelah seharian berkutat dengan segala aktivitas nan padat, kamu bisa berendam atau mandi dengan air hangat yang dikenal ampuh mengusir penat. Kamu perlu tahu, kalau badan sudah rileks dan otot-otot tak lagi tegang, hal ini akan membantumu memiliki tidur yang berkualitas.

Dengan demikian, kamu tak akan kesulitan bangun di pagi harinya karena tubuhmu sudah mendapat perawatan yang cukup untuk mengusir penat. Tak perlu setiap hari, cukup seminggu dua kali kamu siapkan waktu khusus untuk mandi dan berendam dengan air hangat.

Minumlah Segelas Susu atau Cokelat Hangat Menjelang Tidur, Dua Minuman Ini Jadi Alternatif Lain Agar Tubuh Bisa Rileks

Dibanding minum kopi di malam hari yang membuatmu justru terjaga, lebih baik siapkan segelas susu atau cokelat hangat yang akan membuat rileks pikiranmu. Kamu mungkin sudah tahu, kandungan flavonoid dan kalsium pada dua minuman itu ampuh mengusir stres. Usahakan tidur dalam kondisi yang rileks agar bisa bangun pagi dengan perasaan segar pada keesokan harinya. Mengonsumsi dua minuman tersebut secara rutin juga membawa dampak yang baik untuk kesehatanmu.

Hindari Mengakses Media Sosial Menjelang Tidur. Kamu Justru Akan Terdistraksi dan Mengulur-ulur Waktu Tidur

Agar bisa bangun pagi dengan pikiran yang fresh, artinya kamu wajib berprinsip memiliki waktu tidur yang berkualitas. Caranya? Hindari menilik gawai dan segala aktivitas teman-temanmu di media sosial. Yang ada, kalau kamu semakin asyik dengan kehidupan di dunia maya, kamu akan berkompromi dan mengundur jam tidurmu. Semula mengulur lima menit, kemudian sepuluh menit, lama-lama bisa sampai satu hingga dua jam. Kalaupun kamu sedang chat dengan teman, tak masalah kalau kamu pamit duluan. Pamit untuk tidur lebih dahulu tak akan merusak jalinan pertemanan.

Sebelum Tidur, Pikirkan Kembali Setiap Tujuan dan Alasan Pasti Kenapa Kamu Harus Bangun Pagi

Berkontemplasi sejenak sebelum tidur itu perlu. Tak usah lama-lama, kamu cukup memikirkan apa yang jadi alasanmu untuk bangun lebih pagi esok hari. Kalau kamu sudah menemukan alasan yang tepat, pasti pikiran dan alam bawah sadarmu secara tak langsung ikut menyetel kalau kamu harus bangun pagi.

Masih merasa tak yakin bisa bangun pagi? Kamu bisa minta bantuan orang rumah untuk membangunkanmu. Lawanlah rasa kantuk dan gravitasi kasur yang selama ini membuatmu berkompromi. Pikirkan kembali sejuta manfaat tentang bangun pagi yang membuatmu punya alasan logis untuk bangun lebih pagi. Jika kebiasaan semacam ini konsisten kamu lakukan selama seminggu, pasti kamu akan terbiasa bangun pagi dengan sendirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Fitness Bikin Fisikmu Sehat, Sering Posting Foto Fitness Pertanda Jiwamu Sakit

Mari kita buka-bukaan, dari sekian banyak teman yang kamu punya, mungkin ada satu orang yang kerap membagikan aktivitas olahraganya di laman media sosial, khususnya Facebook. Atau bisa jadi diri ini adalah salah satu dari mereka?

“Lumayan, lari 5 km sebelum ngantor pagi ini,” lengkap disertai foto yang menunjukkan diri sedang berkeringat dipagi hari. Meski kita sendiri kadang tak tahu betul, itu keringat sungguhan atau sisa air yang dipakai membasuh wajah.

Beberapa saat sebelum membagikan foto dan postingan status tersebut, kamu mungkin akan tersenyum tipis. Sembari berpikir bahwa hidupmu jauh lebih baik dibanding yang lain. Tapi jangan dulu senang Kawan, karena bisa jadi kamu sedang mengalami gangguan dalam hal kejiwaan.

Tidak percaya? Para ahli dari Universitas Brunel di London melakukan sebuah penelitian terhadap mereka yang kerap membagikan aktivitas fitness di laman media sosial, hasilnya ditemukan bahwa mereka yang kerap melakukan aktivitas tersebut adalah seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa. Hasil ini jadi bukti yang cukup untuk membuat kita bertanya? Seberapa gilakah diriku?

Kecanduan Akan Sebuah Penghargaan, Jadi Faktor Utama yang Kerap Memicu Seseorang Berbuat Demikian

Teknologi telah mengubah banyak perilaku manusia dalam melakukan sesuatu. Dan salah satunya adalah mendokumentasikan kegiatan melalui telepon genggam jadi sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Bahkan kebiasaan ini nyaris dilakukan semua orang.

Untuk mereka yang kebetulan berprofesi sebagai personal trainer olahraga, ini tentu jadi salah satu kebutuhan akan pekerjaan. Lalu bagaimana dengan mereka yang tak berprofesi sebagai personal trainer olahraga? Kegiatan ini kerap jadi ajang untuk menunjukkan brand yang dikenakan hingga sejauh mana mereka telah menghasilkan keringat.

Bahkan penelitian dari profesor James Fowler dari University of California mengatakan tak hanya untuk diakui oleh sesama, media sosial jadi salah satu wadah yang mempengaruhi motivasi seseorang untuk berolahraga. Beliau mengatakan bahwa seseorang akan mencoba berolahraga dan makan sehat apabila dia melihat dan mendengar temannya melakukan hal tersebut.

Padahal Bentuk Tanda Suka dan Komentar Berisi Pujian yang Disampaikan Orang-orang Tak Selalu Benar

Konon hal ini lebih sering dirasakan oleh generasi muda yang dibesarkan kemajuan zaman lewat sosial media Facebook dan Twitter. Orang-orang ini kerap berpikir bahwa membagikan potret yang memperlihatkan aktivitas olahraga, jadi salah satu rangkaian kehidupan masa kini.

Kita boleh merasa bangga atas jumlah like yang diterima pada setiap postingan. Tapi jika semua itu tak berarti  untuk kehidupan nyata, untuk apa? Toh tanda suka yang orang lain kirimkan, bisa juga jadi salah satu bentuk tak suka yang mereka resahkan.

Di kolom komentar dirinya bisa saja memuji pencapaian yang kamu bagikan. Akan tetapi jauh didalam hatinya, hal-hal seperti ini dianggap sebagai salah satu bentuk kesombongan.

Biar Bagaimana pun Membakar Kalori Hanya Dilakukan dengan Gerakan Bukan dengan Posting Foto di Media Sosial

Seorang psikolog olahraga dari Amerika Serikat bernama Jerry Lynch, Ph.D., mengatakan bahwa sifat adiktif seseorang terhadap smartphone membuat pelari menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial ketimbang aktivitas berlarinya.

Ungkapan ini sekaligus jadi gambaran akan sikap-sikap yang kerap kita tunjukkan. Tak perlu olahraga dengan durasi waktu yang lama, jika sudah berhasil mengirimkan status atau foto di timeline media sosial rasanya sudah cukup, mungkin begitu pikir kita.

Karena Olahraga yang Baik Tentu Membutuhkan Fokus, Pikiranmu Tak Boleh Terbagi

Menurut Dr Michael Rebold, asisten profesor ilmu latihan integratif di Hiram University, “Menggunakan handphone berarti perhatian Anda terbagi. Hal ini dapat mengganggu kestabilan bentuk postur tubuh Anda, serta memungkinkan Anda jatuh atau mengalami cedera muskuloskeletal”.

Karena biar bagaimana pun, membagi fokus pikiran dengan smartphone saat tengah berolahraga, sebenarnya membuang-buang waktu saja. Agaknya kita memang harus memfokuskan pikiran pada aktivitas olahraga. Bukan malah sibuk berpikir akan bagaimana caranya mengambil angle foto yang pas untuk di-posting di Instagram.

Dan Posting Status Sesaat Sebelum Berolahraga Jadi Bukti Kamu Tak Sedang Sungguh-sungguh Berolahraga

Tak pelak lagi, jika sudah begini sebagian besar waktumu pun akan terpotong begitu saja hanya karena menunggu respon dari mereka atas apa yang sedang kamu lakukan.  Sebagai contoh kamu mungkin bisa berlari sepanjang 15 menit setiap pagi. Namun oleh karena keinginanmu untuk dilihat dan dipuji oleh teman-temanmu di media sosial, waktu yang seharusnya bisa pakai untuk berolahraga justru terpotong begitu saja. Ini jelas mengurangi kesungguhanmu berolahraga.

Sesuatu yang harus kita pahami, jika memang ternayata hanya untuk pamer saja, sebaiknya tak perlu olahraga. Kecuali kamu memang menjadikan hal tersebut sebagai kebutuhan. Entah itu instruktur senam atau olahragawan yang kerap memberikan tips seputar olahraga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top