Feature

Menggeluti Pekerjaan Ini Bisa Membuat Kaya Raya, Meski Tak Punya Gelar Sarjana Sekalipun!

Gelar sarjana yang sering dianggap sebagai syarat utama untuk kesuksesan seseorang dimasa depan nyatanya tidak selalu benar.  Meski tanpa gelar sarjana sekalipun kita bisa sukses bahkan hingga kaya raya dengan menggeluti beberapa jenis pekerjaan lain. Hanya bermodalkan kecintaan serta kemampuan diri untuk pekerjaan yang memang kita bisa tekuni dengan baik, menjadi kaya raya pun tak lagi menjadi khayalan belaka.

Fakta yang kita temui banyak orang yang masih kebingungan ingin bekerja di mana dan sebagai apa meski sudah memiliki gelar sarjana sekalipun, seperti data yang berhasil dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2016 tercatat sebesar 5,5 persen.

Ini berarti dari 100 angkatan kerja terdapat sekitar lima hingga enam orang penganggur. Tercatat tingkat pengangguran sarjana meningkat dari 5,34 persen pada Februari 2015 naik menjadi 6,22 persen pada Februari 2016. Alasan untuk pengangguran  tersebut pasti beragam. Namun disisi lain meski tanpa gelar sarjana kita tetap bisa bekerja dibeberapa bidang pekerjaan ini jika memang kita mampu.

Memiliki kemampuan akting yang bagus, mungkin kamu cocok untuk menjadi aktor atau aktris!

Serba-serbi menjadi artis adalah pilihan paling menjanjikan untuk bisa menjadi kaya raya meski tak memiliki gelar sarjana sekalipun. Berbekal kepercayaan diri dan mau belajar untuk menekuni dunia akting pekerjaan ini bisa menajadikan kamu kaya raya. Untuk bisa ke sana bisa ditempuh dari beberapa cara ada yang memilih untuk ikut kursus di sebuah sanggar seni, modeling bahkan lenong.

Namun jika sudah memiliki kepercayaan diri yang kuat bisa langsung mendaftarkan diri pada agency yang memang sudah terpercaya telah mengorbitkan beberapa aktor atau aktris ternama.  Tidak perlu khawatir untuk masalah penampilan dan fisik yang mungkin tidak menunjang, kamu bisa melihat beberapa artis yang muncul di tv dengan fisik yang pas-pasan tapi masih malang melintang di tv dengan bayaran yang cukup membuat terpana.

Meski ada sekolahnya, menjadi fashion designers berbekal hobi saja sudah cukup untuk memulainya!

Menempuh pendidikan dijurusan fashion design tidaklah mudah, selain butuh biaya yang cukup tinggi kamu juga akan dipaksa untuk mau mempelajari teori ilmu komunikasi hingga filsafat seni dan beberapa mata kuliah lain yang jika dipikir-pikir sebenarnya sungguh tidak ada hubungannya dengan dunia fashion design, mata kuliah pancasila dan kewarnegaraan misalnya.

Dimana konsep pendidikan dengan model seperti ini tidak selalu bisa diterima oleh orang-orang, hal baiknya adalah untuk menjadi seorang fashion designers, kamu tak diwajibkan memiliki gelar sarjana. Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah tetap mengembangkan kemampuan dan membagun jaringan yang bisa mengembangkan nama kamu seabgai fashion designers. Hobi dan kecintaan yang kamu miliki rasanya sudah cukup untuk modal memulai kiprah didunia fashion sebagai seorang designer. Dengan tetap mengembangkan kemampuan dan pengetahuan didunia tersebut, karena ini adalah salah satu profesi yang memang sangat menjanjikan.

Tidak jauh berbeda dengan aktor dan aktris, mempunyai kemampuan vokal yang diatas rata-rata bisa mengantarmu menjadi penyanyi yang sukses

Jika kebetulan memiliki talenta dengan kemampuan menyanyi diatas rata-rata memilih profesi sebagai penyanyi adalah hal yang baik dengan prospek yang memang menjanjikan. Untuk mengembangkan dan melatih vokal yang dimiliki kamu bisa mengikuti sekolah vokal. Di sana kemampuan menyanyimu akan lebih dikembangkan untuk lebih matang lagi, selanjutnya kamu bisa mulai menjual kemampuanmu sebagai seorang penyanyi.

Jika memang kemampuanmu banyak dinikmati,  hal itu akan memberikan jalan menuju popularitas yang lebih baik. Bayaran yang akan diterima pun tak tanggung-tanggung bisa berkisar jutaan hingga puluhan juta hanya untuk sekali manggung. Sebut saja Agnes Mo yang mendapat bayaran kurang 100 juta rupiah hanya untuk sekali show saja.

Memiliki kemampuan dan nama besar di lapangan hijau, pemain sepak bola mampu meraup pendapatan yang tak sedikit

Menjadi pemain sepak bola bisa dikatakan memiliki tingkat pamor dan popularitas yang sama tingginya dengan aktor atau aktris, apalagi jika sudah memiliki nama yang besar di lapangan hijau. Kemampuan bermain seorang atlit sepak bola diberi bayaran dengan nilai yang cukup fantastis. Salah satu contoh nyata yang bisa kamu lihat adalah pemain sepak bola dari klub Real Madrid Cristiano Ronaldo menerima bayaran sekitar 365 ribu pound per pekannya (sekitar Rp 5,9 miliar).

Bayaran fantastis yang diterimanya berhasil membuatnya menjadi pemain sepak bola termahal di dunia, tak hanya bayaran dari profesinya sebagai pemain sepak bola. Ronaldo juga di-endorse beberapa brand ternama, menjadi ambassador bahkan memiliki brand pakaian dalam, parfum dan hotel sendiri membuat pundi-pundinya terus terisi. Jadi tidak ada salahnya jika mencoba untuk melatih dan mengasah kemampuan untuk menjadi bintang di lapangan hijau, karena menjadi pemain sepak bola memberikanmu pendapatan yang sangat tinggi.

Tidak harus menyandang gelar sarjana sastra, kecintaaan membaca dan kemampuan bercerita bisa menjadikan kamu penulis yang handal

Untuk bisa memenangkan persaingan di dunia kerja kamu bisa mencoba jalur menjadi penulis, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menunjukkan jati diri dan gaya bahasa untuk sebuah tulisan yang ingin kita buat bisa menjadi ajang promosi yang secara tidak langsung akan membawa kita ke dunia yang lebih luas lagi.

Bakat membaca dan kemampuan bercerita adalah dua hal yang paling penting untuk kita miliki,jika ingin menjadi seorang penulis. Royalti atau bayaran yang bisa diterima oleh seorang penulis pun cukup besar, apalagi jika sebuah tulisan yang kamu buat berhasil diangkat ke layar lebar. Sebut saja J.K. Rowling seorang penulis buku Harry Potter sekarang dia masuk ke dalam daftar salah satu orang paling kaya di dunia untuk semua royalti yang diterimanya dari hasil penjualan buku dan cerita yang telah dijadikan layar lebar.

Namun jika kamu mampu bercerita tapi sulit untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan, jadi video blogger dan youtuber juga tak kalah menjanjikanya!

Jika sekiranya ada bibit-bibit  kreatif yang memang kamu miliki menjadi video blogger atau youtuber ini adalah hal yang boleh dicoba, konten yang bisa kita ciptakan pun beragam sesuai ketertarikan yang kita miliki. Di Indonesia sendiri sudah banyak terdapat chanel video blog dan youtube yang kreatif.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dunia per-Youtube-an memang terlihat sangat menjanjikan, rupiah yang dikumpulkan dihasilkan oleh jumlah views dan share serta iklan yang masuk di kanal youtube milik kita akan terus mengalir jika konten yang kita miliki memang menarik bagi penonton.

Coba saja lihat youtuber asal Inodensia seperti SkinyIndonesia24, EdhoZell, Lastday Production, Tim2One, Comeo Project dan masih banyak channel lainya. Mereka bisa terus berkembang dan membuat konten yang lebih bagus dari hasil karya mereka di youtube, dan yang pasti profesi ini tidak memerlukan gelar sarjana, kamu hanya dituntut untuk bisa kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi serta isu-isu terhangat untuk tetap mendapatkan viewers yang banyak.

Belajar otodidak dengan memanfaatkan teknologi, kamu juga bisa jadi website developer dengan bayaran tinggi!

informasi

Seiring dengan kemajuan era digital dan teknologi menurut Forbes, pekerjaan sebagai pengembang web, pengembang software/game, dan programmer akan menghasilkan gaji yang terus meningkat bagi pelakunya setiap tahun seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan internet. Kebutuhan industri untuk pekerjaan-pekerjaan ini diperkirakan akan terus berkembang hingga 2022 nanti.

Tak hanya mereka memang memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan IT saja, nyatanya siapapun kamu bisa belajar secara otodidak untuk menekuni profesi ini. Kejelian mata dan kemampuan belajar yang kuat menjadi modal untuk mendapatkan bayaran yang lumayan tinggi. Bahkan satu website saja bisa dihargai sekitar puluhan atau belasan juta rupiah. Menggiurkan bukan?

Dan yang paling menarik adalah menjadi bos atas diri sendiri tanpa perlu gelar sarjana, yaitu pengusaha!

menunda pekerjaan

Untuk profesi yang satu ini mungkin sudah tidak perlu diragukan lagi, meski menjadi pegusaha memang akan terlihat susah diawal tapi dengan berbekal ketekunan dan semangat pantang menyerah untuk memasarkan produk dari usaha yang kita miliki perlahan kamu akan mulai dikenal dan yang pasti ini akan memberikan pengaruh baik untuk prospek usaha kita selanjutnya.

Dan yang pasti untuk menekuni sebuah usaha kamu tidak perlu menunggu embel-embel sarjana, kamu bisa menjadi bosa atas diri sendiri dengan pendapatan yang juga tinggi. Coba lihat almarhum Bob Sadino pemilik perusahaan makanan ternama yang masih berdiri hingga saat ini, lalu ada Susi Pudjiastuti pengusaha sukses yang juga menjabat sebagai salah satu menteri di kabinet kerja presiden Joko Widodo.

Tanpa perlu mengenyam pendidkan yang tinggi nyatanya kamu yang bukan sarjana juga bisa sukses bahkan kaya raya, kuncinya terus belajar dan jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kemampuan diri agar bisa tetap bertahan dalam  persaingan yang ada.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top