Tips

Pengalamanku Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Mungkin Bermanfaat Untukmu

Sudah berhenti kerja, atau ter-PHK, lalu butuh uang untuk tambahan modal usaha atau lantaran dompet makin tipis dan saldo tabungan makin tiris? Cairkan dana Jaminan Hari Tua kamu. Bisa kok! Loh bukannya harus menunggu lima tahun dulu baru bisa dicairkan? Itu yang kemarin sempat diributkan bukan?

Semula aku pun berpikir begitu. Satu setengah tahun sudah berlalu sejak resmi resign dari perusahaan terakhir tempatku bekerja dulu. Sejak diangkat menjadi karyawan tetap Alhamdulillah mendapatkan tunjangan JHT dari kantor. Nah, setelah resign aku dibekali printout yg berisi jumlah saldo JHTku. Dalam printout itu terdapat penjelasan bahwa dana tersebut baru bisa dicairkan minimal setelah 5 tahun terhitung sejak berhenti kerja. Jadi ya, printout itu ku lipat dan ku simpan rapat di dalam dompet setidaknya sampai beberapa bulan yang lalu.

Namun ternyata terhitung per 1 September 2015, setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak mencairkan dana JHTnya minimal 1 bulan setelah berhenti kerja. Aku mengetahui hal ini setelah mengunjungi langsung kantor BPJS. Nah, apa yang harus dipersiapkan untuk mencairkan dana tersebut?

Siapkan Mental Menanti Antrian

antri

Ini bagian terpenting yang harus kamu pahami. Pengalamanku di kantor BPJS Ketenagakerjaan Fatmawati Jakarta setiap hari, kantor ini melayani sekitar 200 form pengajuan klaim. Itu hanya yang klaim. belum lagi yang lain-lain. Hasilnya kamu harus mengantri.

Antri untuk apa? Antri untuk mengambil nomor antrian. Jadi pertama yang kamu lakukan adalah mengantri untuk sekedar mengambil nomor antrian pelayanan. Dan percayalah kamu perlu kesabaran ekstra untuk ini

Bersabar Untuk Dua Minggu

kalender

Aku mengantri nomor antrian pada tanggal 21 September 2015. Ketika itu aku diberikan nomor antrian ke 87. Untuk hari itu? Tidak. Aku akan dilayani dengan nomor urut 87 pada tanggal 6 oktober 2015. Yup, itu artinya 2 Minggu kemudian. Untuk urusan uang memang butuh kesabaran luar biasa bukan?

Sambil Mengambil Nomor Antrian, Kamu Harus Mengisi Form Klaim

isi form

Ketika tadi kamu mengambil nomor Antrian, kamu juga jangan lupa untuk mengisi form pengajuan klaim Jaminan Hari Tua kamu. Perlu kamu cermati layanan pengambilan nomor antrian dan pengisian form ini hanya buka jam 7 pagi sampai jam 10 pagi setiap harinya. Jangan Sampai Terlewat ya!

Siapkan Segala Dokumenmu, Jangan Sampai Ada Tertinggal

lamaran kerja

Perhatikan kesiapan dokumen kamu. Sangat tidak lucu kamu sudah mengantri sekian lama, dengan menunggu dua minggu, tapi dokumen kamu tak lengkap. Berikut dokumen yang wajib kamu siapkan:

  • Fotocopy Surat Referensi Kerja dari perusahaan
  • Kartu Jamsostek atau kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Fotocopy Kartu Keluarga juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy KTP juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy Buku Tabungan yang akan digunakan untuk menerima pembayaran JHT. Pastikan nomor rekeningnya masih aktif

Di Hari H, Pertama Kunjungilah Loket Pemerikasaan Dokumen

dokumen

Pada tahap inilah, peserta dipanggil sesuai nomor urut yang sudah diberikan bersamaan dengan pengambilan formulir sebelumnya. Petugas akan memeriksa kelengkapan persyaratan yang kita bawa, jika dinyatakan lengkap kita akan diberikan nomor antrian baru untuk ke tahap selanjutnya. Iya betul, nomor antrian lagi. Sabar ya.

Kedua, loket Verifikasi Data

verifikasi

Pada tahap ini petugas memferivikasi data kita, sesuai dengan database yang terekam di BPJS ketenagakerjaan lalu mencocokannya dengan kelengkapan persyaratan yang kita bawa, seperti nomor ktp, nama perusahaan tempat kita bekerja, alamat dan lain sebagainya.

Setelah melakukan verifikasi data dan semua persyaratan lengkap petugas menginformasikan jumlah saldo JHT yang kita miliki yang akan ditransfer ke nomor rekening yang kita daftarkan di form. Petugas juga mengembalikan salinan form pengajuan klaim serta semua dokumen asli yang kita perlihatkan.

Sudah, Mari Berdoa Menanti Transferan Dana

Prosesnya sesederhana itu. Langkah selanjutnya, kamu hanya perlu duduk manis menanti datangnya dana tersebut. Secara prosedur tertera bahwa kita harus menunggu paling lambat 1 minggu setelah klaim. Pengalamanku hanya cukup menunggu satu hari, alias keesokan harinya sudah ditransfer.

Nah, sudah siap mencairkan danamu? Gunakan dana itu dengan bijak ya. Sukses selalu untuk kamu, aku dan kita.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Freelancer Yang Sukses Itu Tak Punya Pikiran Ini

Boleh dibilang, pekerjaan freelance belum dilirik di Indonesia. Angkanya dari tahun ke tahun belum menunjukan peningkatan yang signifikan. Padahal dari tingkat kepuasan di mata pengguna internasional, pekerja lepas Indonesia itu mendapat angka rata-rata 4,5 dalam skala maksimal 5. Data ini diungkap oleh situs upwork.

Sementara itu di sisi lain situs sribulancer, market place freelancer asal Indonesia pernah merilis soal keyakinan soal pekerja lepas tanah air tentang masa depan mereka di skema pekerjaan non kantoran ini. Survei itu menyebut bahwa sebagian besar anggota sribulancer merasa yakin bahwa pekerjaan mereka saat ini dapat menghidupi mereka nantinya.

Keyakinan ini tak salah, karena hidup dari bekerja sebagai tenaga lepas memang sejatinya cukup menjanjikan. Namun sebelum benar-benar terjun ke sana, ada hal yang perlu kamu ubah dalam pola pikir supaya bisa sukses menjadi freelancer.

Takut Uang yang Diperoleh Tidak Bisa Diandalkan untuk Hidup Sehari-hari

dompet

Banyak orang yang takut terjun menjadi seorang freelancer adalah karena uang yang dihasilkan lebih sedikit daripada orang yang pekerjaannya tetap. Belum lagi tidak ada tunjangan tambahan yang bisa diandalkan kalau  kita mengalami sakit. Hal-hal seperti inilah yang membuat orang berpikir bahwa menjadi freelancer tidak bisa diandalkan untuk kehidupan sehari-hari.

Ada benarnya juga sih pemikiran seperti itu, apalagi jika seseorang yang sudah berkeluarga dan banyak kebutuhan, pastinya akan berpikir berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan jadi freelancer. Tetapi, yang perlu diingat adalah jika kamu bisa menjaga kepercayaan klien dengan memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas dan memuaskan mereka pun tidak akan segan mengeluarkan banyak biaya untuk membeli hasil kerjamu. Untuk itu, jika kamu ingin mendapatkan penghasilan yang mencukupi sebagai freelancer, hal yang harus kamu utamakan adalah kualitas, baru uang akan mengikutimu.

Freelancer Itu Pasti Sukses, Tak Pernah Gagal

Optimis boleh, tapi tetap harus berhitung resiko. Sebagai seorang freelancer, jangan hanya terpatok pada kesuksesan untuk mendapatkan uang saja. Sebagai freelancer harus mau menerima kegagalan sebagai bagian dari proses. Terlalu fokus pada kesuksesan hanya akan membuatmu takut pada kegagalan dan akhirnya kamu tidak mau belajar untuk memperbaiki diri jika gagal. Padahal, sebagai freelancer diwajibkan mengerti bahwa klien tidak selamanya suka akan pekerjaanmu. Kamu harus berlapang dada dan berani merevisi setiap tugas yang diberikan jika ingin uang terus mengalir ke dalam kantongmu.

Tak  Mau Berkembang, Hanya Mau Mengerjakan Tugas Yang Mudah-Mudah Saja

Sebagai freelancer harus siap menerima apapun request dari klien. Jika kamu takut bahwa pekerjaan yang diberikan sulit dan kamu tidak mampu menyelesaikannya, maka mentalmu masih belum siap untuk menjadi freelancer. Jika kamu takut, kamu menunjukan bahwa kemampuan yang kamu miliki tidak memenuhi kualifikasi untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh klien. Terkadang, sebagai freelancer kita harus menerima permintaan klien meskipun itu hal-hal yang aneh dan bikin geleng-geleng kepala. Terkadang permintaan klien sangat mudah, tapi kadang juga sangat susah hingga butuh waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

Tetapi, bila kamu bisa mengerjakan apapun tugas yang diberikan oleh klien dan terus mengerjakannya sampai beres, maka kesuksesan dalam belajar dan peningkatan kemampuan pun akan kamu dapatkan. Portofolio  pekerjaanmu pun akan semakin beragam.

Takut Dan Khawatir Ditolak

Tidak semua klien akan menerima hasil kerjamu, apalagi jika kualitasnya buruk. Untuk itu, jangan pernah menyerah mengembangkan kemampuan agar hasil karyamu bisa menarik perhatian klien. Jangan pernah takut ditolak ketika menawarkan proposal penawaran. Penolakan itu wajar, justru jadikan itu sebagai pembelajaran yang ampuh untuk memotivasi diri. Kehidupan sebagai freelancer tidaklah mudah, meski orang-orang melihat kerja kita santai dan tidak terikat oleh aturan perusahaan.

Banyaknya penolakan yang kamu alami itu artinya kamu kurang usaha dengan maksimal. Bisa juga karena ada sesuatu yang salah. Telitilah lebih dalam lagi apa yang menjadi kekuranganmu, hingga akhirnya tidak mengalami penolakan lagi.

Freelancer Berarti Tak Ada Pemasukan Tetap

tanggal

Kehidupan freelancer sangat berbeda dari pegawai tetap. Karyawan swasta yang punya jam kerja tetap sudah ketahuan job description dan penghasilan yang akan didapatkan tiap bulannya. Sedangkan freelancer jika sedang laku dan banyak permintaan, penghasilannya pun bisa mengalahkan gaji pegawai tetap. Tetapi, ketika sepi permintaan ia hanya akan mendapatkan sedikit sekali penghasilan per bulan.

Untuk itu, disarankan agar bisa manajemen keuangan dengan baik. Agar kamu bisa tetap hidup dengan baik dari bulan ke bulan. Jangan langsung habiskan pendapatan yang kamu peroleh hanya dalam waktu satu bulan, karena kamu gak pernah tahu apakah akan dapat job lagi di bulan depan atau tidak. Manajemen uang yang baik akan menghindarkanmu dari kekurangan finansial meski bekerja hanya sebagai freelancer.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Muak dengan Pekerjaanmu Tapi Tak Bisa Resign? Coba Tempuh ‘Jalan Damai’

Setiap bangun tidur, rasanya malas sekali untuk bergerak dan bersiap-siap ke kantor. Rasanya sudah terbayang, beban berat yang akan menggelayuti sepanjang hari di balik meja kantormu. Selama di kantor, kamu juga merasa tidak betah dan yang terpikir hanya ingin cepat-cepat pulang.

Ya, itu tandanya kamu tidak menyukai pekerjaanmu. Penyebabnya bisa macam-macam. Beban kerja yang terlalu berat, bidang pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan minat, gaji terlalu kecil, rekan kerja yang menyebalkan atau bos yang tidak menyenangkan. Apakah ada salah satu di antaranya yang kamu rasakan sekarang?

Meskipun tidak suka, tapi kamu tidak mengundurkan diri. Pertama, kamu sudah terikat kontrak. Kedua, belum ada tawaran pekerjaan yang lebih baik. Ketiga, kamu takut mengambil risiko dan terjebak lagi di pekerjaan baru. Keempat, ada tanggungan yang membuatmu berpikir seribu kali sebelum resign. 

Jika ini kondisi yang sedang kamu alami sekarang, tenang saja. Kamu tidak sendiri. Menurut sebuah survei, 30% kalangan pekerja mengalami hal yang sama. Jadi daripada kamu menjalani pekerjaanmu dengan setengah hati dan penuh beban, cobalah tempuh ‘jalan damai’.

Ya, selain dengan orang, kamu juga bisa berdamai dengan pekerjaan yang tidak kamu sukai. Ini caranya.

Tetap Bersikap Profesional, Kamu Akan Lebih Bernilai Tinggi

suit-portrait-preparation-wedding

Meski tidak suka, sebaiknya jangan perlihatkan ketidaksukaanmu itu dengan jelas. Tunjukkan kepada rekan kerja dan atasan bahwa kamu adalah individu yang profesional. Jangan malah mengacaukan segalanya dengan bertingkah seenak hati.

Jika kamu mampu menjaga profesionalitas, maka dirimu akan lebih bernilai di mata orang lain. Rekan kerja dan atasan akan lebih menghargai kamu. Jika dari dalam dirimu sendiri sudah memancarkan aura positif, suasana kantor juga bisa terasa sedikit lebih menyenangkan.

Ada Masalah Ya Dihadapi, Jangan Dihindari atau Malah Dikubur Dalam-dalam

girl-1302360_640
Banyak orang yang tipenya cenderung menghindar ketika ada masalah. Sayangnya, bersikap cuek apa lagi justru menyimpan masalah dalam hati saja itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Misalnya kamu tidak puas dengan kompensasi yang ada di kantor saat ini. Banyak lembur dengan jam kerja panjang tapi tidak ada tambahan.

Atau kamu merasa beban pekerjaanmu sudah terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Padahal jika bisa menambah SDM lagi, akan lebih baik. Tapi semua keluhanmu ini tidak disampaikan dan hanya disimpan dalam hati. Yang ada, kamu stres sendiri.

Segera selesaikan masalah ini. Coba temui atasan atau rekan kerja yang lebih senior untuk berdiskusi. Masalah yang kamu hadapi pasti ada jalan keluarnya. Kalau hati tenang, pekerjaan juga jadi menyenangkan.

Buat Daftar Target atau Tujuan yang Ingin Kamu Capai

list-372766_640
Masa-masa awal kerja biasanya orang masih bersemangat tinggi. Tapi seiring berjalannya waktu, sewajarnya manusia akan merasa bosan atau jenuh. Antusiasme kerja berkurang, bahkan ada yang jadi tidak menyukai pekerjaannya. Kalau hal ini yang terjadi pada dirimu, ayo berbenah dan usir rasa bosan itu.

Cobalah menantang diri sendiri dengan menetapkan target atau tujuan tertentu. Misalnya, harus bisa mengumpulkan uang Rp 30 juta untuk jalan-jalan ke luar negeri. Atau harus bisa punya mobil sendiri akhir tahun ini. Target semacam ini akan melecut semangat kerja kita yang sempat padam.

Cobalah Menghargai Dirimu Sendiri karena Kalau Tidak, Siapa Lagi?
pexels-photo-60219
Bekerja terus menerus tidak hanya membuat lelah tubuh, tapi juga pikiran. Apalagi kalau pekerjaannya tidak kamu sukai. Pasti dobel lelahnya. Siasati hal itu dengan meluangkan waktu untuk pergi traveling atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Janjikan pada diri sendiri bahwa setelah bekerja keras, kamu berhak mendapatkan kesenangan di akhir pekan atau waktu yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, kamu akan menganggap bahwa perlu bekerja dulu untuk mendapatkan hadiah yang menyenangkan.

Pasang “Kacamata Positif”, Cari yang Baik-baiknya Dulu dan Ingat dalam Hati

pexels-photo-58021

Percaya atau tidak, kunci hidup bahagia adalah pikiran yang positif. Demikian juga di tempat kerja. Meski tidak menyenangkan, tapi setidaknya pasti ada satu hal yang baik. Coba dipikir-pikir. Apakah mungkin ada bonus besar, desain interior kantor yang homy atau ada pedagang makanan yang sangat kamu sukai di depan kantor.

Hal-hal sesederhana itu bisa menjadi ‘doping’ energi positif untukmu di kantor. Sehingga meskipun pekerjaanmu tidak menyenangkan, tapi dengan mengingat poin positif itu, ada sesuatu yang membuatmu merasa layak bertahan di tempat kerja sekarang.

Satu Hal yang Kerap Dilupakan Manusia, Bersyukur!

beautiful-young-girl-women
Mencari pekerjaan tidaklah mudah. Seharusnya kita senang karena telah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Cobalah sekali-kali tengok ke bawah, banyak orang yang bekerja lebih keras dan penghasilan yang lebih sedikit. Ada pula yang tidak bekerja karena kondisi tertentu, padahal sangat membutuhkan. Bersyukurlah pada hal-hal baik yang ada pada diri kita. Tidak menutup kemungkinan banyak orang yang ternyata menginginkan pekerjaan sepertimu. Rasa syukur yang besar membuat hati menjadi lebih tenang.

Terus-terusan larut dalam rasa tidak suka hanya akan merugikan diri sendiri. Berusahalah untuk melepaskan diri dari berbagai energi negatif di kantor dengan saran-saran di atas. Tidak perlu melakukan semuanya, cobalah dari yang paling mudah. Secara tidak sadar kamu akan mulai menikmati pekerjaanmu sekarang.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

5 Keluhan Utama Karyawan Kantor Berkonsep Open Office

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan konsep open office untuk ruang kerja pegawainya. Khususnya perusahaan yang bergerak di industri digital seperti startup teknologi, e-commerce, media atau agensi.

Jika dilihat dari segi keindahan, ruangan kantor open office lebih keren dan enak dilihat dibandingkan kubikel.  Ketiadaan kubikel dan penggantian komputer desktop dengan laptop membuat ruang kantor open office bisa menampung lebih banyak karyawan.

Dari segi budget, ruangan kerja open office jauh lebih murah dibandingkan ruangan kerja konvensional dengan kubikel-kubikel. Pengerjaannya pun lebih cepat dan membersihkannya lebih mudah. Ini juga salah satu alasan mengapa banyak perusahaan yang memilih konsep open office.

Tapi tahukah kamu kalau open office juga memiliki banyak poin negatif yang menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan? Kalau kamu sekarang bekerja di ruangan open office, mungkin kamu akan merasakan hal yang sama.

Susah Konsentrasi karena Terlalu Banyak Gangguan

man-1191845_640

Orang yang mondar mandir, rekan kerja yang sibuk menelepon dengan suara keras, semuanya itu akan terdengar dan terlihat dengan jelas olehmu. Apa lagi kalau ada yang sedang sakit dan tidak bisa berhenti batuk, bersin atau membuang ingus.

Konsentrasimu jadi mudah terpecah dan akibatnya pekerjaan jadi tidak kunjung selesai. Produktivitas pun menurun. Ini karena sebenarnya konsep open office tidak cocok untuk semua jenis departemen kerja.

Kalau pekerjaan kamu terkait dengan kreativitas misalnya desainer, copywriter atau yang butuh konsentrasi tinggi seperti IT, database atau akuntansi, pasti akan sulit konsentrasi jika ditempatkan di ruang kerja yang terbuka.

Kantor Ibarat Rumah Kedua, Tapi Sekarang Tidak Ada Privasi Lagi

office-1094826_640

Karena serba terbuka, otomatis apa yang kamu lakukan akan kelihatan oleh rekan kerja di seberang, sebelah kiri, kanan dan belakangmu. Mau chatting, telepon atau nonton video jadi sulit.

Mau menaruh barang-barang pribadi pun sulit karena biasanya open office menerapkan konsep clean desk. Jadi setelah dipakai, meja kerja harus berada dalam kondisi bersih dan kosong. Kenapa? Karena belum tentu Anda akan duduk di meja yang sama keesokan harinya.

Awkward Jika Duduk Bersebelahan dengan Rekan Kerja yang Tidak Dikenal

workspace-820315_640

Tidak ada sekat atau kubikel, berarti kamu akan face to face dengan rekan kerja di sebelahmu. Kamu juga tidak punya tempat duduk yang tetap. Setiap hari bisa saja kamu duduk di sebelah orang yang berbeda.

Kalau kalian sudah akrab, mungkin tidak masalah. Kalau ingin ngobrol, ya ngobrol. Kalau sedang tidak ingin ngobrol karena capek atau sibuk, ya tidak masalah. Kalau tidak akrab? Awkward… Terutama ketika kamu sedang tidak ingin berbasa-basi.

Lagipula, siapa yang duduk di sebelah kita sangat menentukan mood kerja hari itu. Betul gak?

Harus Investasi Headphone yang Benar-benar Kedap Suara

pile-764867_640

Ada saja rekan kerja yang sikapnya mengganggu. Mulai dari yang suka menyanyi, menyetel lagu lewat speaker ponselnya, teriak-teriak saat stres atau bicara di telepon dengan suara keras. Kalau ditegur, rasanya tidak enak hati. Apa lagi kalau mereka lebih tua atau lebih senior.

Solusi terbaik adalah beli headphone yang benar-benar kedap suara dan selalu setel musik kesukaan saat kamu ingin kerja. Seolah-olah kamu menciptakan ruang pribadi imajiner untuk dirimu sendiri.

Lebih Cepat Merasa Lelah dan Stres  

work-management-907669_640

Karena tidak ada pembatas, bosmu bisa dengan mudah memantau semua yang terjadi di ruangan. Kamu merasa selalu diawasi. Lalu jika dulu pekerjaanmu bisa ditagih lewat telepon atau email, sekarang mereka bisa cukup teriak saja dari ujung meja.

Ketika ada rekan kerja yang stres dan marah-marah, energi negatifnya bisa menyebar ke seluruh ruangan dengan cepat. Menularkan energi negatif ke dirimu. Konsep open office ini secara tidak langsung juga membuat orang-orang jadi lebih agresif. Tanpa ada sekat yang menandakan hirarki, komunikasi jadi lebih mudah. Semua ingin cepat. Lalu kamu terseret ke dalam arus ini.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top