Tips

Pengalamanku Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Mungkin Bermanfaat Untukmu

Sudah berhenti kerja, atau ter-PHK, lalu butuh uang untuk tambahan modal usaha atau lantaran dompet makin tipis dan saldo tabungan makin tiris? Cairkan dana Jaminan Hari Tua kamu. Bisa kok! Loh bukannya harus menunggu lima tahun dulu baru bisa dicairkan? Itu yang kemarin sempat diributkan bukan?

Semula aku pun berpikir begitu. Satu setengah tahun sudah berlalu sejak resmi resign dari perusahaan terakhir tempatku bekerja dulu. Sejak diangkat menjadi karyawan tetap Alhamdulillah mendapatkan tunjangan JHT dari kantor. Nah, setelah resign aku dibekali printout yg berisi jumlah saldo JHTku. Dalam printout itu terdapat penjelasan bahwa dana tersebut baru bisa dicairkan minimal setelah 5 tahun terhitung sejak berhenti kerja. Jadi ya, printout itu ku lipat dan ku simpan rapat di dalam dompet setidaknya sampai beberapa bulan yang lalu.

Namun ternyata terhitung per 1 September 2015, setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak mencairkan dana JHTnya minimal 1 bulan setelah berhenti kerja. Aku mengetahui hal ini setelah mengunjungi langsung kantor BPJS. Nah, apa yang harus dipersiapkan untuk mencairkan dana tersebut?

Siapkan Mental Menanti Antrian

antri

Ini bagian terpenting yang harus kamu pahami. Pengalamanku di kantor BPJS Ketenagakerjaan Fatmawati Jakarta setiap hari, kantor ini melayani sekitar 200 form pengajuan klaim. Itu hanya yang klaim. belum lagi yang lain-lain. Hasilnya kamu harus mengantri.

Antri untuk apa? Antri untuk mengambil nomor antrian. Jadi pertama yang kamu lakukan adalah mengantri untuk sekedar mengambil nomor antrian pelayanan. Dan percayalah kamu perlu kesabaran ekstra untuk ini

Bersabar Untuk Dua Minggu

kalender

Aku mengantri nomor antrian pada tanggal 21 September 2015. Ketika itu aku diberikan nomor antrian ke 87. Untuk hari itu? Tidak. Aku akan dilayani dengan nomor urut 87 pada tanggal 6 oktober 2015. Yup, itu artinya 2 Minggu kemudian. Untuk urusan uang memang butuh kesabaran luar biasa bukan?

Sambil Mengambil Nomor Antrian, Kamu Harus Mengisi Form Klaim

isi form

Ketika tadi kamu mengambil nomor Antrian, kamu juga jangan lupa untuk mengisi form pengajuan klaim Jaminan Hari Tua kamu. Perlu kamu cermati layanan pengambilan nomor antrian dan pengisian form ini hanya buka jam 7 pagi sampai jam 10 pagi setiap harinya. Jangan Sampai Terlewat ya!

Siapkan Segala Dokumenmu, Jangan Sampai Ada Tertinggal

lamaran kerja

Perhatikan kesiapan dokumen kamu. Sangat tidak lucu kamu sudah mengantri sekian lama, dengan menunggu dua minggu, tapi dokumen kamu tak lengkap. Berikut dokumen yang wajib kamu siapkan:

  • Fotocopy Surat Referensi Kerja dari perusahaan
  • Kartu Jamsostek atau kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Fotocopy Kartu Keluarga juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy KTP juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy Buku Tabungan yang akan digunakan untuk menerima pembayaran JHT. Pastikan nomor rekeningnya masih aktif

Di Hari H, Pertama Kunjungilah Loket Pemerikasaan Dokumen

dokumen

Pada tahap inilah, peserta dipanggil sesuai nomor urut yang sudah diberikan bersamaan dengan pengambilan formulir sebelumnya. Petugas akan memeriksa kelengkapan persyaratan yang kita bawa, jika dinyatakan lengkap kita akan diberikan nomor antrian baru untuk ke tahap selanjutnya. Iya betul, nomor antrian lagi. Sabar ya.

Kedua, loket Verifikasi Data

verifikasi

Pada tahap ini petugas memferivikasi data kita, sesuai dengan database yang terekam di BPJS ketenagakerjaan lalu mencocokannya dengan kelengkapan persyaratan yang kita bawa, seperti nomor ktp, nama perusahaan tempat kita bekerja, alamat dan lain sebagainya.

Setelah melakukan verifikasi data dan semua persyaratan lengkap petugas menginformasikan jumlah saldo JHT yang kita miliki yang akan ditransfer ke nomor rekening yang kita daftarkan di form. Petugas juga mengembalikan salinan form pengajuan klaim serta semua dokumen asli yang kita perlihatkan.

Sudah, Mari Berdoa Menanti Transferan Dana

Prosesnya sesederhana itu. Langkah selanjutnya, kamu hanya perlu duduk manis menanti datangnya dana tersebut. Secara prosedur tertera bahwa kita harus menunggu paling lambat 1 minggu setelah klaim. Pengalamanku hanya cukup menunggu satu hari, alias keesokan harinya sudah ditransfer.

Nah, sudah siap mencairkan danamu? Gunakan dana itu dengan bijak ya. Sukses selalu untuk kamu, aku dan kita.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ini Kenapa Kamu Terlihat Lebih Menarik Jika Foto Bersama Kawanmu

Kamu termasuk orang yang merasa sulit mendapatkan foto terbaik ketika melakukan swafoto alias selfie? Merasa diri kurang menarik dan menjadi tak percaya diri untuk menaikan foto di sosial media? Sebetulnya, ada cara cepat dan paling mudah untuk terlihat lebih menarik ketika difoto.

Caranya? Dengan mengambil foto bersama-sama kawanmu alias group selfie. Yup, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa terlihat jauh lebih menarik ketika dia berfoto bersama orang lain. Hal ini dikenal dengan sebutan Cheerleader effect.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Dalam percobaan manapun dan melibatkan individu yang manapun semua menghasilkan kesimpulan yang sama. Mereka-mereka yang muncul di foto bersama orang lain, cenderung dinilai lebih menarik oleh para responden. Bahkan gabungan dari foto-foto selfie yang ditampilkan secara bersama-sama pun punya efek yang sama menariknya.

Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

Tapi kamu lebih pilih mana? Selfie vs Group Selfie?

Kendati begitu, tidak semua orang merasa kesulitan mendapatkan foto terbaik dirinya bukan? Kamu termasuk mereka yang percaya diri untuk muncul sendiri ketika foto? Atau kamu lebih nyaman untuk melakukan group selfie?

Nah, OPPO saat ini sedang mengadakan kontes Selfie VS Group Selfie untuk mencari momen terbaik kamu. Hadiahnya juga seru, Smartphone terbaru dari OPPO. Penasaran mau ikutan?

Caranya mudah!
1. Kamu like dulu fan page OPPO Indonesia.
2. Kemudian buka aplikasi berikut ini dan klik “Ikuti Promosi ini”
3. Isi data diri dengan lengkap dan benar.
4. Klik tombol langkah berikutnya
5. Lalu ikuti Votingnya apakah kamu lebih suka memilih Group Selfie atau Selfie
6. Klik Confirm
7. Masukan alasan kenapa kamu memilih itu
8. Kirim foto selfie kamu atau group selfie bersama temanmu
9. Mengirimkan foto bisa melului dua cara. Memilih foto dari album facebook kamu atau memilih foto baru. Lalu klik selanjutnya.
10. Berikan judul #OPPOF3Plus #BestDualMoment kemudian klik confirm
11. Klik posting
12. Share Campaign ini ke teman-temanmu dengan tag OPPO Indonesia (@IndonesiaOPPO)

Yuk ikut kompetisinya!

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Muak dengan Pekerjaanmu Tapi Tak Bisa Resign? Coba Tempuh ‘Jalan Damai’

Setiap bangun tidur, rasanya malas sekali untuk bergerak dan bersiap-siap ke kantor. Rasanya sudah terbayang, beban berat yang akan menggelayuti sepanjang hari di balik meja kantormu. Selama di kantor, kamu juga merasa tidak betah dan yang terpikir hanya ingin cepat-cepat pulang.

Ya, itu tandanya kamu tidak menyukai pekerjaanmu. Penyebabnya bisa macam-macam. Beban kerja yang terlalu berat, bidang pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan minat, gaji terlalu kecil, rekan kerja yang menyebalkan atau bos yang tidak menyenangkan. Apakah ada salah satu di antaranya yang kamu rasakan sekarang?

Meskipun tidak suka, tapi kamu tidak mengundurkan diri. Pertama, kamu sudah terikat kontrak. Kedua, belum ada tawaran pekerjaan yang lebih baik. Ketiga, kamu takut mengambil risiko dan terjebak lagi di pekerjaan baru. Keempat, ada tanggungan yang membuatmu berpikir seribu kali sebelum resign. 

Jika ini kondisi yang sedang kamu alami sekarang, tenang saja. Kamu tidak sendiri. Menurut sebuah survei, 30% kalangan pekerja mengalami hal yang sama. Jadi daripada kamu menjalani pekerjaanmu dengan setengah hati dan penuh beban, cobalah tempuh ‘jalan damai’.

Ya, selain dengan orang, kamu juga bisa berdamai dengan pekerjaan yang tidak kamu sukai. Ini caranya.

Tetap Bersikap Profesional, Kamu Akan Lebih Bernilai Tinggi

suit-portrait-preparation-wedding

Meski tidak suka, sebaiknya jangan perlihatkan ketidaksukaanmu itu dengan jelas. Tunjukkan kepada rekan kerja dan atasan bahwa kamu adalah individu yang profesional. Jangan malah mengacaukan segalanya dengan bertingkah seenak hati.

Jika kamu mampu menjaga profesionalitas, maka dirimu akan lebih bernilai di mata orang lain. Rekan kerja dan atasan akan lebih menghargai kamu. Jika dari dalam dirimu sendiri sudah memancarkan aura positif, suasana kantor juga bisa terasa sedikit lebih menyenangkan.

Ada Masalah Ya Dihadapi, Jangan Dihindari atau Malah Dikubur Dalam-dalam

girl-1302360_640
Banyak orang yang tipenya cenderung menghindar ketika ada masalah. Sayangnya, bersikap cuek apa lagi justru menyimpan masalah dalam hati saja itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Misalnya kamu tidak puas dengan kompensasi yang ada di kantor saat ini. Banyak lembur dengan jam kerja panjang tapi tidak ada tambahan.

Atau kamu merasa beban pekerjaanmu sudah terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Padahal jika bisa menambah SDM lagi, akan lebih baik. Tapi semua keluhanmu ini tidak disampaikan dan hanya disimpan dalam hati. Yang ada, kamu stres sendiri.

Segera selesaikan masalah ini. Coba temui atasan atau rekan kerja yang lebih senior untuk berdiskusi. Masalah yang kamu hadapi pasti ada jalan keluarnya. Kalau hati tenang, pekerjaan juga jadi menyenangkan.

Buat Daftar Target atau Tujuan yang Ingin Kamu Capai

list-372766_640
Masa-masa awal kerja biasanya orang masih bersemangat tinggi. Tapi seiring berjalannya waktu, sewajarnya manusia akan merasa bosan atau jenuh. Antusiasme kerja berkurang, bahkan ada yang jadi tidak menyukai pekerjaannya. Kalau hal ini yang terjadi pada dirimu, ayo berbenah dan usir rasa bosan itu.

Cobalah menantang diri sendiri dengan menetapkan target atau tujuan tertentu. Misalnya, harus bisa mengumpulkan uang Rp 30 juta untuk jalan-jalan ke luar negeri. Atau harus bisa punya mobil sendiri akhir tahun ini. Target semacam ini akan melecut semangat kerja kita yang sempat padam.

Cobalah Menghargai Dirimu Sendiri karena Kalau Tidak, Siapa Lagi?
pexels-photo-60219
Bekerja terus menerus tidak hanya membuat lelah tubuh, tapi juga pikiran. Apalagi kalau pekerjaannya tidak kamu sukai. Pasti dobel lelahnya. Siasati hal itu dengan meluangkan waktu untuk pergi traveling atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Janjikan pada diri sendiri bahwa setelah bekerja keras, kamu berhak mendapatkan kesenangan di akhir pekan atau waktu yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, kamu akan menganggap bahwa perlu bekerja dulu untuk mendapatkan hadiah yang menyenangkan.

Pasang “Kacamata Positif”, Cari yang Baik-baiknya Dulu dan Ingat dalam Hati

pexels-photo-58021

Percaya atau tidak, kunci hidup bahagia adalah pikiran yang positif. Demikian juga di tempat kerja. Meski tidak menyenangkan, tapi setidaknya pasti ada satu hal yang baik. Coba dipikir-pikir. Apakah mungkin ada bonus besar, desain interior kantor yang homy atau ada pedagang makanan yang sangat kamu sukai di depan kantor.

Hal-hal sesederhana itu bisa menjadi ‘doping’ energi positif untukmu di kantor. Sehingga meskipun pekerjaanmu tidak menyenangkan, tapi dengan mengingat poin positif itu, ada sesuatu yang membuatmu merasa layak bertahan di tempat kerja sekarang.

Satu Hal yang Kerap Dilupakan Manusia, Bersyukur!

beautiful-young-girl-women
Mencari pekerjaan tidaklah mudah. Seharusnya kita senang karena telah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Cobalah sekali-kali tengok ke bawah, banyak orang yang bekerja lebih keras dan penghasilan yang lebih sedikit. Ada pula yang tidak bekerja karena kondisi tertentu, padahal sangat membutuhkan. Bersyukurlah pada hal-hal baik yang ada pada diri kita. Tidak menutup kemungkinan banyak orang yang ternyata menginginkan pekerjaan sepertimu. Rasa syukur yang besar membuat hati menjadi lebih tenang.

Terus-terusan larut dalam rasa tidak suka hanya akan merugikan diri sendiri. Berusahalah untuk melepaskan diri dari berbagai energi negatif di kantor dengan saran-saran di atas. Tidak perlu melakukan semuanya, cobalah dari yang paling mudah. Secara tidak sadar kamu akan mulai menikmati pekerjaanmu sekarang.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

5 Keluhan Utama Karyawan Kantor Berkonsep Open Office

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan konsep open office untuk ruang kerja pegawainya. Khususnya perusahaan yang bergerak di industri digital seperti startup teknologi, e-commerce, media atau agensi.

Jika dilihat dari segi keindahan, ruangan kantor open office lebih keren dan enak dilihat dibandingkan kubikel.  Ketiadaan kubikel dan penggantian komputer desktop dengan laptop membuat ruang kantor open office bisa menampung lebih banyak karyawan.

Dari segi budget, ruangan kerja open office jauh lebih murah dibandingkan ruangan kerja konvensional dengan kubikel-kubikel. Pengerjaannya pun lebih cepat dan membersihkannya lebih mudah. Ini juga salah satu alasan mengapa banyak perusahaan yang memilih konsep open office.

Tapi tahukah kamu kalau open office juga memiliki banyak poin negatif yang menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan? Kalau kamu sekarang bekerja di ruangan open office, mungkin kamu akan merasakan hal yang sama.

Susah Konsentrasi karena Terlalu Banyak Gangguan

man-1191845_640

Orang yang mondar mandir, rekan kerja yang sibuk menelepon dengan suara keras, semuanya itu akan terdengar dan terlihat dengan jelas olehmu. Apa lagi kalau ada yang sedang sakit dan tidak bisa berhenti batuk, bersin atau membuang ingus.

Konsentrasimu jadi mudah terpecah dan akibatnya pekerjaan jadi tidak kunjung selesai. Produktivitas pun menurun. Ini karena sebenarnya konsep open office tidak cocok untuk semua jenis departemen kerja.

Kalau pekerjaan kamu terkait dengan kreativitas misalnya desainer, copywriter atau yang butuh konsentrasi tinggi seperti IT, database atau akuntansi, pasti akan sulit konsentrasi jika ditempatkan di ruang kerja yang terbuka.

Kantor Ibarat Rumah Kedua, Tapi Sekarang Tidak Ada Privasi Lagi

office-1094826_640

Karena serba terbuka, otomatis apa yang kamu lakukan akan kelihatan oleh rekan kerja di seberang, sebelah kiri, kanan dan belakangmu. Mau chatting, telepon atau nonton video jadi sulit.

Mau menaruh barang-barang pribadi pun sulit karena biasanya open office menerapkan konsep clean desk. Jadi setelah dipakai, meja kerja harus berada dalam kondisi bersih dan kosong. Kenapa? Karena belum tentu Anda akan duduk di meja yang sama keesokan harinya.

Awkward Jika Duduk Bersebelahan dengan Rekan Kerja yang Tidak Dikenal

workspace-820315_640

Tidak ada sekat atau kubikel, berarti kamu akan face to face dengan rekan kerja di sebelahmu. Kamu juga tidak punya tempat duduk yang tetap. Setiap hari bisa saja kamu duduk di sebelah orang yang berbeda.

Kalau kalian sudah akrab, mungkin tidak masalah. Kalau ingin ngobrol, ya ngobrol. Kalau sedang tidak ingin ngobrol karena capek atau sibuk, ya tidak masalah. Kalau tidak akrab? Awkward… Terutama ketika kamu sedang tidak ingin berbasa-basi.

Lagipula, siapa yang duduk di sebelah kita sangat menentukan mood kerja hari itu. Betul gak?

Harus Investasi Headphone yang Benar-benar Kedap Suara

pile-764867_640

Ada saja rekan kerja yang sikapnya mengganggu. Mulai dari yang suka menyanyi, menyetel lagu lewat speaker ponselnya, teriak-teriak saat stres atau bicara di telepon dengan suara keras. Kalau ditegur, rasanya tidak enak hati. Apa lagi kalau mereka lebih tua atau lebih senior.

Solusi terbaik adalah beli headphone yang benar-benar kedap suara dan selalu setel musik kesukaan saat kamu ingin kerja. Seolah-olah kamu menciptakan ruang pribadi imajiner untuk dirimu sendiri.

Lebih Cepat Merasa Lelah dan Stres  

work-management-907669_640

Karena tidak ada pembatas, bosmu bisa dengan mudah memantau semua yang terjadi di ruangan. Kamu merasa selalu diawasi. Lalu jika dulu pekerjaanmu bisa ditagih lewat telepon atau email, sekarang mereka bisa cukup teriak saja dari ujung meja.

Ketika ada rekan kerja yang stres dan marah-marah, energi negatifnya bisa menyebar ke seluruh ruangan dengan cepat. Menularkan energi negatif ke dirimu. Konsep open office ini secara tidak langsung juga membuat orang-orang jadi lebih agresif. Tanpa ada sekat yang menandakan hirarki, komunikasi jadi lebih mudah. Semua ingin cepat. Lalu kamu terseret ke dalam arus ini.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ini 7 Jurusan Kuliah Keren Yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar Sebelumnya

Ketika menjadi Sarjana Ekonomi sudah terlalu mainstream, atau menjadi dokter dan arsitek menjadi dambaan orang banyak, sebagian orang justru memilih untuk mengambil pendidikan yang lain. Mendengar jurusan dan mata kuliahnya sebagian orang mungkin akan mengernyitkan dahi. Tapi sejatinya ilmu mereka ini dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Apa sajakah jurusan-jurusan kuliah unik yang (ternyata) ada di berbagai perguruan tinggi Indonesia?

Kartografi dan Penginderaan Jauh: Karena Membuat Peta Tak Bisa Sekedar Copy Paste

map-1030358_640

Tanpa ilmu kartografi, mungkin kita tidak bisa menikmati peta yang begitu detail dan akurat seperti sekarang. Ilmu ini menggabungkan science dan art. Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh dapat kamu temui di Fakultas Geografi karena jurusan ini mempelajari tentang pengukuran ilmu tanah, pemetaan dan bencana alam.

Salah satu universitas yang memiliki jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh adalah Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta. Gelar yang diperoleh adalah Sarjana (S1).

Lulusan jurusan ini biasa bekerja di berbagai instansi pemerintahan seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, LAPAN, BIN, dsb. Termasuk berbagai perusahaan swasta.

Teknologi Kulit: Tak Cuma Urusan Bikin Jaket Kulit

jackets-357898_640

Aneh ya saat kamu mendengar adanya jurusan Teknologi Kulit? Tapi jurusan ini benar-benar ada dan bisa kamu temukan di Politeknik ATK Yogyakarta. Gelar yang diperoleh setara Diploma (D3). Jurusan ini akan mengajarkanmu ilmu pengolahan kulit asli maupun kulit sintetis. Selain itu juga ada ilmu pengolahan plastik dan karet.

Dikarenakan pakaian termasuk kebutuhan utama manusia, potensi karir di industri teknologi bahan pakaian tentu tidak akan ada habisnya. Inilah mengapa kuliah di jurusan Teknologi Kulit tidak hanya terdengar unik, tapi juga potensial dari sisi kestabilan karir.

Kriminologi: Bukan Belajar Menjadi Penjahat

chalk-438073_640

Dari namanya saja kamu sudah bisa mengira-ngira ilmu apa yang dipelajari di jurusan ini kan? Iya, jurusan ini mempelajari semua yang berkaitan dengan tindak kriminal. Mulai dari analisa pelaku kejahatan, penyebab dari kejahatan, tingkah laku kriminalitas dan hal-hal yang berhubungan dengan kejahatan. Salah satu universitas yang menyediakan program studi Kriminologi adalah Universitas Indonesia – Depok. Masih ingat fenomena polisi ganteng yang ikut aktif menghadang teroris di Sarinah? Salah satunya sedang mengambil program master di Kriminologi loh!

Fisioterapi: Karena Urusan Cidera Bukan Perkara Main-Main

disabled-72211_640

Kalau kamu pernah cedera mungkin tahu tentang jurusan ini. Ya, para fisioterapis yang ada di rumah sakit membantu pasien cedera untuk bergerak lagi ternyata ada kuliahnya loh. Profesi ini memang tidak boleh sembarangan. Makanya ada kuliah jurusan fisioterapi yang mempelajari tentang ilmu saraf tubuh manusia.

Kemampuan lulusannya banyak dibutuhkan di rumah sakit dan klinik khusus fisioterapi. Cukup banyak universitas yang menyediakan jurusan Fisioterapi, mulai dari perguruan tinggi negeri hingga swasta. Di Universitas Indonesia, jurusan Fisioterapi hanya sampai program Diploma.

Untuk program S1, ada di Universitas Esa Unggul – Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Pedalangan: Kalau Dulu Turun Temurun Sekarang Belajar Di Institut

wayang-695696_640

Ternyata untuk menjadi dalang ada program studinya juga loh. Jadi ilmu pedalangan bukan hanya sesuatu yang diwariskan turun temurun dari keluarga. Masyarakat umum yang mencintai dunia pewayangan pun bisa belajar dan menjadi sarjana seni pedalangan.

Saat ini perguruan tinggi Indonesia yang memiliki jurusan Pedalangan hanya ada dua: Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia Surakarta. Namun sayangnya jurusan ini sepi peminat. Padahal wayang merupakan budaya kebanggaan Indonesia yang wajib dilestarikan.

Karawitan: Buat Mereka Pecinta Budaya Kesenian Lokal

????????????????????????????????????

Jika kamu adalah orang Jawa, kamu tidak akan asing saat mendengar kata “karawitan”. Kesenian yang identik dengan budaya Jawa ini memang sangat unik dan ternyata ada jurusan kuliahnya tersendiri. Mahasiswa jurusan Karawitan mempelajari cara memainkan berbagai jenis gamelan dan teknik menyanyi.

Selain karawitan Jawa, juga ada karawitan Sunda. Beberapa perguruan tinggi yang memiliki program studi S1 Karawitan di antaranya: Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Teknik Metalurgi: Olah Pikir Untuk Olah Metal

tube-898660_640

Jurusan ini tidak sama guys. Jurusan ini mengajarkan ilmu tentang rekayasa serta pengolahan logam dan mineral. Terdengar rumit ya? Tapi lulusan Teknik Metalurgi berpotensi memiliki karir yang cemerlang dengan gaji tinggi.

Ilmu sarjana teknik metalurgi dibutuhkan oleh industri pertambangan, minyak dan gas, otomotif, alat berat dan manufaktur. Jurusan Teknik Metalurgi dan Material bisa ditemukan di Universitas Indonesia – Depok dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top