Feature

Membuktikan Jiwa Kompetitif Tak Perlu Lewat Lomba, Cukup Dukung Pebalap Jagoan agar Jadi Juara

Kamu termasuk yang suka nonton ajang balap MotoGP? Ajang balap kuda besi ini memang selalu menyuguhkan suasana nan kompetitif antar para pebalap kelas atas. Terbaru, Marquez masih di atas angin setelah meraih podium tertinggi di GP Aragon. Berkat kesuksesannya, ia semakin mengukuhkan posisi teratas di standing MotoGP 2017 dengan catatan poin 224.

Sementara Vinales yang sempat dielu-elukan di awal musim, ternyata belum mampu mengungguli catatan kumulatif milik Marquez. Vinales yang bercokol di peringkat ketiga mengantongi 196 poin. Sementara tempat kedua diisi pebalap Italia Andrea Dovizioso dengan torehan 208 poin.

Tapi yang Paling Menarik Sejauh Ini Adalah Comeback-nya Valentino Rossi

Setelah sempat absen lantaran cedera patah kaki, nama Valentino Rossi akhirnya mencuat kembali di GP Aragon. Hal ini menjadi pemandangan tersendiri bagi para penggemar MotoGP, bukan? Penampilannya pun tak mengecewakan. Di awal-awal balapan, pebalap Movistar Yamaha it uterus berada di posisi kedua. Namun saat tiba di lap-lap pertengahan, ia tersingkir hingga akhirnya Rossi pun harus puas karena finish tepat di belakang Vinales, rekan setimnya.,

Tak Ada yang Mampu Mengalahkan Dominasi Trio Pebalap Spanyol, Energi di Rumah Sendiri Menjadikan Kemenangan sebagai Jati Diri

Nama Marc Marquez, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo patut dielu-elukan. Apalagi di GP Aragon yang berlangsung di Spanyol belum lama ini, ketiganya menempati tiga podium teratas. Dominasi Spanyol pun kian kuat. Mungkin faktor berlomba di negeri sendiri jadi salah satu energi positif yang memacu sejumlah pebalap Spanyol itu agar dapat memberi hasil terbaik.

Marquez Kian Memukau dengan Mematahkan Dua Rekor Sekaligus yang Sebelumnya Dimiliki Rossi

Fans Marquez pasti girang bukan main. Bagaimana tidak, pebalap Repsol Honda itu sukses mematahkan dua rekor milik Rossi. Sebagai informasi, Marquez sukses mencatat 60 kemenangan di ajang balap kuda besi itu. Torehan itu sukses menyamai catatan Rossi, namun Marquez berhasil meraih kemenangan tersebut di usia yang jauh lebih muda yaitu 24 tahun 219 hari. Sementara The Doctor meraih prestasi tersebut di ajang Grand Prix Afrika Selatan pada musim 2004 kala usianya yang ke-25 tahun 62 hari.

Selain itu, ia juga berhasil mencatatkan rekor baru mengalahkan torehan Rossi saat masih bersama Repsol Honda yaitu dengan mencatatkan 34 kemenangan, selisih satu angka dengan Rossi saat masih berseragam Repsol Honda.

Rossi yang Cedera dan Sempat Menepi Sejenak, Ternyata Mampu Kembali ke Ajang Balap dalam Waktu yang Tergolong Cepat

Singkat cerita, pebalap asal Italia itu dikabarkan mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan motorcross. Ia pun mendapat operasi dan dokter memprediksi jika The Doctor harus menepi selama 30-40 hari. Tapi pada kenyataannya, stamina dan kondisi tubuhnya memang luar biasa. Ia mampu pulih lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Tercatat, ia kembali lagi ke lintasan dalam kurun waktu yang relatif cepat yaitu 24 hari pemulihan. Luar biasa, bukan?

Ketika Menonton Di Televisi Saja Tak Cukup, Menonton Langsung Adalah Pilihan Yang Menarik

Bak sepakbola, balapan MotoGP pun masih menjadi salah satu tontonan olahraga dengan rating tinggi di sejumlah negara. Apalagi tak semua negara berkesempatan menghelat ajang balap prestis yang satu ini. Bahkan untuk penggemar di Asia Tenggara misalnya, paling tidak harus terbang ke Sepang, Malaysia untuk menonton jagoan mereka.

Terbaru, Suzuki Motorcycle Indonesia pun berbagi peluang emas untuk sejumlah penggemar MotoGP yang beruntung lewat program undian Suzuki Ready To MotoGP 2017 yang berhadiah tiket nonton balap bergengsi MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Program yang berlangsung sejak 1 Juli hingga 15 September 2017 itu diikuti oleh ribuan konsumen baru Suzuki. Pengundian program yang dilangsungkan pada 22 September 2017 pun telah menentukan 70 pemenang yang beruntung.

Pemenang program merupakan konsumen Suzuki yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Jakarta, Balikpapan, Riau, Surabaya, Tomohon, Gowa, dan kota-kota lainnya. Mereka juga dipastikan telah memiliki dan menikmati sensasi berkendara menggunakan Suzuki All New Satria F150, GSX-R150 maupun GSX-S150 yang dibeli selama periode program berlangsung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sudah Oktober, Masih Mau Melewati Tahun Baru Dengan Hal Yang Lama?

Kamu sudah tengok kalender? Yup ini sudah bulan Oktober, tiga bulan lagi masuk tahun baru lagi. Waktu berlalu cepat dan tak terasa bukan. Ya, kata orang waktu seolah cepat terbang ketika kamu bersenang-senang.

Tapi meski kemarin bersenang-senang, di tahun yang baru sewajarnya kamu mempersiapkan hal-hal yang baru pula. Penting agar hidup tak monoton dan itu-itu saja. Dari sekian banyak hal, apa yang mau kamu siapkan?

Kamu Mau Mencoba Penampilan Baru? Jangan Sekedar Potong Rambut Kalau Perlu Tampilan Fisik Berubah

Coba diingat kapan terakhir menjajal model rambut yang baru? Tren rambut sudah bergerak kesana kemari tapi kamu masih juga setia sama model yang itu-itu saja. Kenapa tidak merasakan sensasi perubahan penampilan karena urusan rambut, ini akan memberikan energi baru di tahun yang baru.

Selain itu coba lihat resolusi tahun lalu soal berat badan. Jangan-jangan kamu masih punya hutang menurunkan berat badan. Atau malah ingin tampil dengan fisik yang lebih oke, dan kemudian menjajal olah raga yang selama ini belum sempat dilaksanakan. Menjadi lebih sehat tentunya sebuah resolusi tahun baru yang baik bukan?

Mungkin ini Saatnya Meninggalkan Zona nyaman, Mulai Cari Kerja Baru

Tak suka sama bos yang lama tapi kok masih betah di posisi yang itu-itu saja? Mungkin di tahun yang baru ini saatnya untuk menjajal petualangan di tempat baru. Tak mudah memang, karena mungkin sudah nyaman di tempat sebelumnya. Tapi tak juga salah kalau mulai coba melirik-lirik peluang besar lainnya ya.

Jangan Puas Dengan Ilmu Yang Itu Saja, Cari Lagi Ilmu Yang Baru

belajar

Tak hanya urusan penampilan luar, tapi kondisi internal juga perlu sesuatu yang baaru. Mumpung ada momen perpindahan tahun, saatnya mengupgrade diri jadi lebih baik. Kamu bisa memulainya dengan mencari ilmu baru.

Karena bukan berarti proses belajar berhenti ketika kamu meninggalkan bangku sekolah terakhir bukan? Mereka yang lulusan SMA bisa memikirkan ke jenjang S1. Sementara S1 bisa ke S2 dan seterusnya. Di luar itu juga kamu bisa mengambil kursus atau ilmu-ilmu nonformal lainnya yang bisa menambah wawasan dan kreativitas.

Tahun Sudah Mau Berganti, Tapi Masih Tak Punya Hobi? Coba Hal Yang Selama Ini Tak Terpikirkan

Penelitian menyebut punya hobi itu resep paling mujarab untuk menghalau stres. Apa itu hobi? Sesuatu yang kita kerjakan dan membuat hati kita bahagia tanpa merasa ada kewajiban untuk melakukannya.

Tak cuma soal penghalau stres, hobi juga biasanya akan berujung pada bertemu dengan orang-orang baru. Karena itu di tahun yang baru, tak ada salahnya untuk mencoba hobi baru. Lagi pula salah satu fungsi baik dari hobi, bisa membuat pikiran lebih kreatif.

Bingung mencari hobi? Coba ingat kembali masa-masa kecil dan remaja. Hal apa yang ketika itu kamu minati. Mungkin banyak hal yang dulu tak bisa dilaksanakan dan sekedar impian, namun saat ini sudah bisa dilaksanakan.

Bisa jadi dulu ingin melakukan traveling tapi usia dan kondisi keuangan tidak memungkinkan misalnya. Atau dulu gemar melihat-lihat motor besar tapi tak bisa mencicipi karena belum punyaa SIM. Hal-hal macam ini yang bisa mendorong kamu menemukan hobi.

Kendaraan Baru? Ada Year End Promo Suzuki Nih

Nah, coba tengok ke garasi. Sudah berapa lama usia kendaraan yang menemani beraktivitas seharian. Jangan-jangan ini sudah waktunya untuk dipensiunkan. Bukan hanya karena soal kondisi motor, tapi tentunya menggunakan kendaraan baru untuk berpergian akan membuat kamu lebih semangat menghadapi tahun yang baru.

Kamu bisa menjajal tawaran menarik dari Suzuki. Periode 1-31 October 2017 ini Suzuki punya Year End Promo. Setiap pembelian motor GSX series akan mendapatkan hadiah jaket sporty full protector. Jadi bukan hanya kendaraan yang baru, tapi penampilan berkendara juga baru.

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

GSX yang akan menemanimu di tahun baru itu memang jadi penanda makin kuatnya Suzuki di kelas motor sport. Melalui dua model GSX S150 dan GSX R150 Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen ini. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Dengan penampilan motor macam ini tentunya tahun baru makin semangat. Jadi sudah siap berubah di tahun yang baru?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top