Feature

Akibat Terbiasa Melakukan ini, Kita Sebagai Manusia Modern Pantas Dilabeli ‘Tidak Cerdas’

Beberapa tindakan manusia mungkin bisa ditolerir di jaman batu dahulu. Tapi sebagian laginya sudah tak pantas ada di masa modern. Namun faktanya, beberapa perilaku masih terpelihara meski kini sudah eranya kecanggihan teknologi. Bukan tak mungkin kita juga masih ikut andil memelihara kebiasaan-kebiasaan ini.

Entah Kenapa Mengaku Manusia Modern Tapi Buang Sampah Sembarangan

sampah

Kita bisa paham ketika jumlah manusia masih sedikit, hidup di gua-gua jaman flinstone dahulu, orang masih meninggalkan sisa makanannya begitu saja. Sampah-sampah ditinggalkan begitu saja oleh manusia purba yang hidupnya nomaden alias berpindah-pindah.

Herannya ketika masa berganti, jumlah manusia makin membludak, kebiasaan ini masih saja dipelihara bagi sebagian orang. Padahal ciri manusia modern adalah mereka yang mampu mengelola sisa hasil kehidupannya. Tak terbayang miliaran penduduk dunia ini cuek terhadap sampahnya, kemudian membuangnya di mana-mana, bisa-bisa dunia jadi timbunan sampah.

Parahnya, sebagian penduduk kota besar macam Jakarta kerap menyalahkan orang lain ketika ada bencana yang diakibatkan perilaku tak disiplin soal sampah ini datang. Ketika banjir menerjang, tudingan langsung diarahkan pada pemerintah dengan alasan tak becus mengurus. Padahal sebaik apapun pemerintah menyediakan fasilitas tak akan berguna banyak jika kita masih saja membuang sampah sembarangan.

Rumit? Tidak juga! Mulailah dari bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tengoklah bagaimana sampah sisa makanan cepat saji di beberapa negara maju misalnya. Para pelanggan di negara-negara tersebut membuang sendiri sampahnya ke tempatnya. Tidak ada mba-mba atau mas-mas pelayan yang mengurusi hal ini. Semua punya kesadaran dan tanggung jawab membereskan apa yang ditinggalkannya. Mudah bukan?

Entah Kenapa Mengaku Manusia Modern Justru Menghambur-hamburkan uang demi sesuatu yang merusak

rokok

Manusia jaman purba belajar dari pengalamannya. Tidak ada informasi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Wajar jika kemudian mereka kerap mengulang-ulang kesalahan yang sama. Kakeknya mati karena memakan tumbuhan beracun, cucunya pun bukan tak mungkin melakukan hal yang sama.

Bagimana manusia modern? Segala informasi dan pengetahuan direkam dengan baik. Apalagi dengan membentangnya jaringan internet, nyaris semua informasi bisa diakses. Kesalahan, kekeliruan, bisa dipelajari dengan lebih cepat. Manusia modern adalah manusia yang membangun, mencipta!

Ini berarti manusia modern adalah mereka yang tak bodoh melakukan kesalahan orang-orang terdahulu? Ternyata tidak!

Cobalah tengok berapa banyak manusia yang masih menghabiskan uangnya untuk Narkoba misalnya. Padahal informasi tentang bahaya zat yang satu itu sudah tak terhitung jumlahnya.

Atau lihatlah orang yang menghabiskan berjuta-juta uangnya untuk memodifikasi motornya yang digunakan balap liar. Dengan segala informasi betapa berbahayanya hal ini.

Lalu bagaimana dengan kamu? Masih membelanjakan uangmu untuk sesuatu yang merusak?

Serobot antrian! padahal kamu tahu itu artinya kamu sudah merampas hak orang lain

antri

Dengan jumlah manusia yang sedikit dan pola kehidupan yang individual serta berjauhan, jelas tak diperlukan antrian di jaman pra sejarah dulu. Beda halnya dengan manusia modern. Tertib mengantri adalah bagian dari konsekuensi pola kehidupan sosial.

Jadi Bisa dibayangkan kita sedang berdiri di baris antrian menuju kasir supermarket yang panjang dan tiba-tiba ada orang lain yang berusaha menempati barisan terdepan. Hanya agar waktu menunggunya menjadi lebih singkat. Meski terkesan sepele tapi perbuatan seperti ini justru yang jadi pemicu kerusakan sebuah konsep cerdas yang ditawarkan zaman modern. Karena peradaban yang maju adalah peradaban yang tertib dan teratur. Menurutmu sanksi apa yang pantas untuk orang yang suka merampas hak orang dengan menerobos antrian?

Bertingkah aneh saat terjebak kemacetan lalu lintas

klaksons

“Beberapa orang ‘jenius’ percaya bahwa membunyikan klakson sekencang mungkin dapat memperlancar lalu lintas”

Ada masa ketika kendaraan bisa bebas berlalu lalng. Tak perlu berhenti untuk sekedar menunggu lampu merah. Mau seperti itu? Silahkan kembali 101 tahun yang lalu. Masa ketika lampu pengatur lalu lintas baru ditemukan.

Bagaimana saat ini? Mari kita ambil contoh di Jakarta. Kendaraan bermotor bertambah 6500 unit setiap harinya atau 12 persen setiap tahunnya. Tentunya dengan jumlah seperti itu, diperlukan tata kelola yang baik bukan? Apalagi pertambahan jumlah jalan hanya 0,01 persen tiap tahunnya.

Hasilnya? Macet! Ini resiko yang tak bisa dihindari. Sayangnya ketika kondisi padat merayap tidak sedikit orang yang mengandalkan klaksonnya Padahal jika kondisinya memang sedang tidak beraturan sebaiknya jangan gunakan klakson secara berlebihan yang justru akan menganggu pengendara-pengendara lainnya. Lagi pula, fungsi utama klakson yang sebenarnya adalah untuk tanda peringatan, bukan alat pemberitahuan. Sayangnya banyak manusia modern yang belum mengetahui hal ini.

Menyebar berita yang kebenarannya belum tentu kamu tahu

smart watch

Kamu tahu apa itu propaganda? Itu adalah informasi yang sengaja ditanamkan ke sebuah masyarakat untuk tujuan tertentu. Tidak jarang informasi tersebut salah namun disuntikan paksa ke kehidupan sosial tertentu.

Ketika perang dunia ke II, pemerintah Amerika menggunakan metode ini secara efektif. Melalui film, poster, berita dan essay bangsa Jepang yang ketika itu menjadi lawannya digambarkan sebagi sosok barbar yang liar.

Bangsa Jepang disebut tidak punya jiwa layaknya manusia. Mereka tak kenal budaya layaknya bangsa lain dan lebih dekat dengan jenis binatang dibanding manusia.

Hal ini untuk mengangkat moral para tentara Amerika. Dan menanamkan sikap tak ragu menghabisi lawannya yang dikondisikan bukan manusia. Informasi ini disebarkan dari satu penduduk ke yang lainnya. Poster dibawa dan ditunjukan dari satu ke yang lainnya. Tentara menceritakan berita satu ke yang lainnya.
Namun kini, benarkah hal itu? Kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana bangsa Jepang adalah salah satu bangsa yang paling berbudaya.

Itulah propaganda. Bagaimana informasi salah pun bisa disuntikan dan ditransfer dari satu orang ke orang lainnya. Gawatnya hal itu kini seolah mendapat steroid dengan kehadiran smartphone, internet serta sosial media.

Berkat adanya benda tersebut akses informasi yang bisa kita terima dalam hitungan detik bukanlah hal yang mustahil, semua kendali ada diujung jari tinggal geser dan sentuh layar smartphone pesan yang kita kirimkan pada dunia akan langsung melesat tajam menghiasi dinding-dinding dunia maya yang dapat dibaca orang banyak tanpa ada batasan ruang dan waktu.

Tidak hanya berhenti sampai situ berawal dari orang yang terjangkit virus “kepolosan” mulailah tersebar berita tanpa menelaahnya terlebih dahulu. Akibatnya mental masyarakat berhasil terbentuk dan dikendalikan dari berita-berita tersebut.

Inikah cermin manusia modern yang cerdas? Sebaiknya perlu kita pikirkan lagi.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Kalau Uangmu Cukup, Akankah Kamu Operasi Plastik?

Kini ada berbagai macam kemudahan yang dunia tawarkan. Termasuk jalan pintas untuk terlihat cantik dengan hitungan jam, yakni operasi atau merubah diri agar lebih cantik lagi. Wajar memang, fenomena yang lahir di negeri ginseng ini memang sedang digilai. Banyak perempuan yang rela membayar mahal demi wajah cantik yang diingini.

Tapi lupakan dulu perihal sebagian perempuan yang tak ingin cantik dan hidup biasa saja. Mari kita bicarakan diri sendiri saja, sebab operasi plastik juga butuh biaya. Karena ini bukanlah keputusan sembarangan, agaknya beberapa hal ini mungkin bisa membantumu untuk mengambil keputusan.

Iya Memang Kita Akan Terlihat Cantik, Tapi Apa Sudah Pasti Nyaman?

Selain alasan kesehatan dan sesuatu yang diharuskan, cantik tentu jadi tujuan utamanya. Mulai dari mengikis rahang, mempertipis ukuran bibir hingga menambah lipatan pada kelopak mata, dan memancungkan bentuk hidung yang semula pesek. Hingga pada beberapa permasalahan lain yang mungkin mendasarinya.

Salah satunya seorang artis FTV yang kemarin banyak diperbincangkan, karena sempat hilang dari permukaan kemudian kembali muncul dengan bentuk wajah yang sudah berubah. Baginya bentuk muka dan penampilan yang kini ia miliki, tentu terlihat cantik. Padahal disisi lain, ada beribu-ribu netijen yang justru menyalahkan keputusannya, sebab menilai ia justru lebih cantik dengan bentuk wajah yang semula. Ya walaupun kita tahu, dimata netijen semua hal memang salah.

Tapi cobalah telisik hal ini dari sisi yang berbeda, bukan perkara komentar buruk yang mungkin akan diterima. Namun bagaimana rasanya jika bukannya dipuji karena sudah cantik, setiap hari kita malah akan menerima cibiran yang justru membuat hidup tak nyaman.

Karena Ini Keputusan Besar yang Akan Merubah Penampilan Secara Permanen, Yakinkan Diri Untuk Resiko yang Mungkin Terjadi

Jika ada klaim dari para ahli bedah dan dokternya, yang berkata bahwa proses operasi plastik tak akan pernah menghasilkan bentuk yang cacat. Tentu saja sebagian besar orang akan berbondong-bondong untuk operasi. Tapi masalahnya, dokter juga manusia biasa yang kadang berhasil dan berpotensi gagal pula.

Penting untuk kamu ingat, hal ini akan merubahmu selamanya maka cobalah yakinkan diri utnuk menerima semua kemungkinan. Seolah ingin membahagiakan diri sendiri, kadang kala hal ini justru terlihat sebagai bentuk tak menghargai semua yang telah dimiliki. Tapi entah dengan penilaianmu ya!

Meningkatkan Percaya Diri Tentu Sah-sah Saja, Namun Operasi Tak Selalu Jadi Solusi Intinya

Pada intinya setiap orang memang memiliki pemahaman dan rasa percaya yang berbeda. Dia yang terlahir biasa bahkan mengalami kekurangan di hidupnya, kadang kala bisa jadi manusia yang lebih bersyukur daripada ia yang hidupnya mewah. Begitu pula dalam hal kecantikan dan penampilan diri.

Konon operasi plastik kerap dijadikan solusi untuk hidung mancung, bibir seksi, bokong sempurna dan wajah tirus yang katanya sempurna. Saya pun mungkin tak bisa menampik, sebab setiap orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya.

Hal yang nanti menjadi masalah, bagaimana jika ternyata meski sudah terlihat cantik namun masih saja tak percaya diri? Masihkah harus operasi lagi atau justru mencari solusi lain yang lebih pasti?

Sebab Jika Cantik Adalah Alasannya, Setiap Orang Punya Penilaian Cantik yang Berbeda

Cobalah ingat, bahwa tak semua orang bisa kita senangkan. Apa lagi dengan hasil operasi yang kita dapatkan. Dimatamu, wajah dan penampilanmu sekarang bisa jadi bentuk terbaik  yang kamu impikan. Namun hal yang sama tak selalu dirasakan oleh mereka yang melihat kita. Bukannya menilai hal ini baik, bisa jadi mereka justru menilai penampilanmu semakin buruk. Ya, semua orang bebas berkomentar.

Tak Berpikir Ini Salah, Kita Mungkin Akan Berdalih Jika Ini Adalah Alternatif Untuk Melindungi Diri

Tidak, tak ada yang salah! Toh ini adalah hidup kita.

Masa dimana operasi plastik hanya diperuntukkan pada mereka yang kaya memang sudah berlalu. Kini tak hanya mereka yang kaya saja, siapa pun bisa mendapatkannya selama kita memiliki uang cukup mumpuni. Bahkan meski tak punya sekalipun, ada beberapa orang yang akan berdalih mencari jalan lain demi berhasil melakukan operasi. 

Seakan ingin melindungi diri dari beberapa cemooh atau cibiran yang bernada merendahkan. Kita tak ingin terus menerus disebut tak cantik, sehingga operasi plastik jadi satu-satunya jalan.

Padahal Siapakah Kita, Hingga dengan Sengaja Merubah Ciptaan yang Telah Diberikan Oleh Sang Pemilik Semesta?

Pertanyaan yang sama, kerap saya dengarkan dari mereka yang memang kontra. Namun tak bermaksud untuk membenarkan omongan mereka. Sesungguhnya saya hanya ingin berkata bahwa setiap kita telah jadi ciptaan yang sempurna.

Sebab meski terlahir dengan bentuk muka yang mungkin tak secantik para artis di televisi, Tuhan tentu punya maksud lain, mengapa Dia akhirnya memberi kita wajah “standar”.

Bertindak bak pihak yang akan merubah wajah jadi lebih baik, kita justru sedang menciderai ciptaan Tuhan yang sudah sempurna. Bukankah semua yang Dia ciptakan itu sempurna? Lalu untuk apa?

Akhirnya kamu mungkin akan didekati banyak orang, sebab kini telah cantik. Berpikir hal tersebut jadi pencapaian baik dalam hidup, harusnya kita lebih bijak lagi. Sebab jika ternyata orang-orang itu hanya datang disaat penampilan kita berubah menjadi cantik, itu artinya tindakannya palsu. Bisa jadi kita juga sedang hidup dalam sebuah kebohongan yang juga tak benar.

Dan jika pertanyaan “kalau uangmu cukup, akankah kamu operasi plastik?” akan disampaikan pada saya, tentu saja saya akan menjawab tidak. Berusaha menerima diri sendiri jadi bentuk cantik yang paling mumpuni dari segala penampilan yang ada. Lebih baik uangnya digunakan untuk hal lain saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Cukupkan Mandi Sehari Dua Kali, Sebab Ada Bahaya Mengintai Bila Terlalu Sering Mandi

Frekuensi mandi yang normal memang dua hari sekali. Tapi diluar itu, ternyata ada juga orang yang suka mandi sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari. Terutama saat cuaca sedang panas-panasnya atau aktivitasmu begitu banyak, mandi dirasa cara terbaik untuk mendapatkan relaksasi. Untukmu yang terbiasa dengan kebiasaan semacam ini, berhati-hatilah. Meski terasa segar, ternyata mandi terlalu sering itu tidak baik untuk kesehatan.

Mandi Terlalu Sering Justru Dapat Mengusir Bakteri Baik dan Mengganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Menurut penelitian dari Genetic Science Centre di University of Utah, keadaan tubuh yang terlalu bersih justru bisa merusak sekumpulan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Para peneliti menyebutkan, kalau ekosistem bakteri terganggu, maka tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit. Bahkan mengganggu sistem pencernaan dan kerja jantung. Disamping kondisi badan yang kelewat bersih, penggunaan sabun dan sampo yang berbahan kimia terlalu sering juga akan membunuh bakteri baik ini.

Kebiasaan Merenung Terlalu Lama Juga Tak Baik untuk Kesehatan Jiwa

Kamu pasti pernah merenung berlama-lama di kamar mandi. Bahkan, sebuah penelitian mengungkapkan, semakin lama dan semakin sering seseorang mandi, maka besar kemungkinan jika orang tersebut kesepian dan tidak bahagia. Karena biasanya orang gemar berlama-lama di kamar mandi hanya untuk melamun. Dan penelitian yang sama juga membuktikan, terlalu banyak melamunkan masalah justru mengindikasikan ketidakbahagiaan.

Sering Mandi Mengindikasikan Hidupmu Sepi, Dilain Sisi, Mandi dengan Air Hangat Dapat Meredakan Depresi

Mengutip dari Daily MailPsychology Jurnal Emotion, ternyata ada keterkaitan antara kesepian dan air hangat. Para peneliti dari Yale University menemukan hasil bahwa berendam atau berada dalam kucuran air hangat ternyata mampu mengusir galau karena kesepian. Di Jepang, banyak sekali tersebar pemandian air hangat. Penelitian sebelumnya yang dilakukan para ilmuwan Jepang juga membuktikan jika kebiasaan berendam selama sepuluh menit dalam air hangat bisa memperbaiki kesehatan jantung manusia, serta mengurangi rasa sakit akibat luka.

Mandi Cukup Dua Kali Sehari, Yaitu Pagi Hari dan Sore Hari. Di Pagi Hari, Usahakan Mandi dengan Air Dingin Agar Badan Lebih Sehat

Meski ketika pagi, udara masih terasa dingin, sejatinya mandi pakai air dingin justru baik untuk kesehatanmu. Penyakit flu dan infeksi justru tak akan mudah mengganggumu kalau kamu rutin mandi dengan air dingin. Hal ini diketahui berdasarkan riset dan eksperimen efek air dingin pada tubuh para atlet. Setelah mereka mandi air dingin dengan suhu 14 derajat celsius setiap 3-6 kali dalam seminggu, peredaran sel darah putih dalam tubuh mereka meningkat hingga dua kali lipat, pun begitu dengan metabolismenya. Kulit dan rambutmu juga akan sehat, termasuk meningkatkan kesuburan.

Saat Mandi, Kamu Pun Ternyata Harus Memperhatikan Jam Mandi. Ada Jam-jam Tertentu yang Justru Berbahaya Jika Kamu Memutuskan untuk Mandi

Ternyata ada tiga waktu khusus dimana kamu sebaiknya mandi. Pertama, saat sore hari sekitar pukul 15.00-16.00. Pada jam-jam tersebut, darah di dalam tubuh manusia sedang mengalami kenaikan suhu. Karenanya kalau kamu mandi pada jam tersebut, tubuhmu justru akan terasa lemas. Kedua, sekitar pukul 18.00-19.00. Dalam rentang waktu tersebut, diketahui kondisi jantung mmanusia melemah. Di samping itu, ada risiko terserang penyakit paru-paru basah jika kamu terbiasa mandi pada jam-jam tersebut. Sementara pada pukul 20.00-24.00, jantung tak lagi siap menerima air dengan suhu dingin, karena pada jam-jam tersebut jantung sudah saatnya beristirahat setelah seharian beraktivitas. Justru kalau dipaksakan, kamu justru bisa terpapar risiko gangguan jantung dan reumatik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top