Feature

Kalau Menahan Lapar Dan Haus Tak Baik Buat Kesehatan, Namun Kenapa Puasa Ramadan Justru Baik?

Sulit memang mengatakan bahwa tidak makan dan tidak minum itu membuat badan sehat. Karena walau bagaimana pun tubuh pastilah butuh asupan gizi dari makanan dan minuman. Jika seseorang menahan lapar dan haus, dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan malnutrisi alias kekurangan nutrisi bagi tubuh.

Efek paling segera adalah berkurangnya metabolisme tubuh yang akan sangat berpengaruh pada kinerja otot, dan jantung. Ketika seseorang berusaha menahan lapar, dia akan kehilangan asupan potasium dan vitamin D, secara segera tekanan darahnya akan meningkat. Akan mengalami tekanan darah tinggi.

Kekurangan cairan, magnesium, sodium dan kalsium sebagai akibat dari menahan lapar dan haus juga akan berpengaruh pada otak. Kemampuan berpikir akan menurun, badan akan mengalami kelelahan sekaligus juga meningkatkan agresivitas seseorang. Itu kenapa diet-diet yang mendorong pada kebiasan menahan lapar dan haus sangat tidak dianjurkan di bidang medis.

Namun, coba kita cari informasi mengenai efek berpuasa khususnya puasa ramadan. Sebagian besar informasi didominasi oleh manfaat baik dari puasa tersebut. Sangat berbeda dibanding penelitian-penelitian menganai diet menahan lapar dan haus. Lantas apa yang membedakan puasa dengan sekedar menahan lapar dan haus?

Puasa Ramadan Adalah Soal Mengatur Pola Makan, Itu Kenapa Sahur Sangat Dianjurkan

vegetarian

Iya, berbeda dengan menahan lapar, apalagi menahan lapar karena keadaan yang tak punya pola tertentu, puasa ramadan mempunyai pola yang tetap. Sangat dianjurkan untuk mengawali puasa dengan memakan sahur. Dari sisi medis hal ini juga penting karena untuk mempersiapkan tubuh ketika di pagi hingga sore hari.

Dengan makan yang lebih terpola dan bukan sekedar tak makan, hasilnya puasa ramadan justru efeknya baik. Salah satu yang membuktikan manfaat puasa Ramadan adalah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dengan dibantu tim ahli gizi Instalasi Gizi RSCM Jakarta. Hasil penelitian membuktikan, puasa Ramadan dapat mengurangi lemak di dalam tubuh.

Penelitian yang diberi judul The Ramadan fasting decreased body fat but not protein mass in healthy individuals tersebut dilakukan di RSCM pada 43 orang sehat (staf medis) yang melakukan ibadah puasa Ramadan.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi tubuh secara lengkap dengan menggunakan alat khusus, yaitu GAIA 359 PLUS (Jawon Medical, South Korea), pemeriksaan antropometri dan analisa asupan makan harian.

Menurut Dr Ari Fahrial Syam, Ketua Tim Peneliti, Selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, tetapi tidak pada massa protein tubuh. Ari menyebut hal ini merupakan hal yang baik bahwa walau terjadi penurunan berat badan dan penurunan kadar lemak tubuh, tetapi ternyata tidak menyebabkan penurunan protein.

Karena Protein sendiri memang dibutuhkan untuk kekuatan otot baik otot anggota gerak, maupun otot untuk pernapasan dan otot jantung. Puasa yang berlangsung 14 jam tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan tubuh bahkan sebaliknya justru akan memperbaiki tubuh karena yang dibakar hanya lemak tubuh dan tidak membakar protein.

Puasa Ramadan Itu Berbeda Dengan Mogok Makan, Ada Aturan Berbuka Harus Disegerakan, Usahakan Dengan Yang Manis

Puasa Ramadan berbeda dengan puasa menahan lapar para pertapa atau aksi mogok makan yang tidak ada waktu berhentinya. Keutamaan dalam berpuasa justru harus menyegerakan berbuka.

Menurut peneliti nutrisi Anna Denny menyegerakan berbuka itu penting. Karena setelah lebih dari 12 jam, metabolisme tubuh akan mulai mengalami penurunan drastis. Konsentrasi tak lagi bisa dipertahankan dan reaksi refleks akan mulai berkurang.

Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan glukosa (gula dalam darah) untuk menciptakan energi. Semua itu diperoleh dari asupan makanan. Ketika kita mencerna makanan, glukosa akan dilepaskan pada aliran darah sementara sisanya disimpan dalam bentuk glikogen untuk energi. Kalau kemudian kita membutuhkan energi tapi tidak makan lagi alias puasa, maka glikogen tak akan terbentuk lagi.

Siklus ini bisa dipertahankan antara 12-15 jam. Karena itu puasa ramadan bisa tetap menyehatkan karena ada batasan akhirnya. Dan disertai anjuran untuk berbuka dengan yang manis, untuk mengembalikan persediaan gula yang terpakai tadi.

Adanya Sholat Tarawih Penting Dan Menjadi Pembeda Puasa Dari Sekedar Diet Biasa

Penelitian yang dilakukan RSCM juga menemukan fakta menarik lain. Aktivitas puasa ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus ketika siang harinya. Sebab meningkatnya aktivitas sholat sunnah dan tarawih juga punya faktor penting.

Asupan kalori ternyata tidak berubah pada hari pertama hinga hari terakhir puasa, karena adanya sahur dan berbuka. Tetapi aktivitas yang berhubungan dengan ibadah menjadi meningkat, misal peningkatan jumlah salat sunat dan salat Tarawih. Serupa dengan mereka yang melakukan olah raga aktif. Artinya pengeluaran energi akan meningkat selama Ramadan.

“Hal ini yang menyebabkan terjadi penurunan lemak tubuh walaupun asupan makan tetap sama. Asupan makan sebenarnya bisa kita kurangi selama puasa dan tentu hal ini akan membawa dampak yang lebih baik untuk kesehatan,” kata Ari.

Rasa Lapar Memang Bikin Emosi, Tapi Kesadaran Untuk Menahan Emosi Dan Nafsu Justru Menjadi Pendorong Utama Berpuasa

Seperti dijelaskan sebelumnya, kurangnya asupan nutrisi akan membuat seseorang menjadi lebih agresif. Seolah mengantisipasi ini, puasa ramadan justru menekankan pada unsur menahan emosi dan nafsu sesaat ini.

Secara psikologis mereka yang melakukan ramadan harus mengkondisikan dirinya untuk lebih siap menahan emosi. Jadi puasa ramadan sangat berbeda dengan “tidak makan” karena belum sempat banyak pekerjaan atau menunggu makanan yang lama datangnya di restoran favorit. Sebab tubuh akan lebih siap menerima tantangan tersebut dibanding dengan menahan lapar karena kondisi. Apalagi dianjurkan untuk memperbanyak membaca Quran dan makin mendekatkan diri pada Allah, hal ini membuat kondisi psikologis seseorang lebih baik.

Perasaan Terlibat Dalam Sebuah Kelompok Besar Ketika Puasa Ramadan, Menjadikan Seseorang Lebih Tenang Dan Nyaman

Nah, terakhir salah satu aktivitas penting dalam puasa ramadan adalah merasa jadi bagian dari komunitas yang lebih besar dari seorang individu saja. Sebagai mahluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain, menjadi bagian dari masyarakat luas tentunya baik bagi psikologis manusia.

Kapan waktu imsak dan kapan waktu berbuka dilakukan secara bersamaan. Bukan ditentukan sendiri-sendiri. Walhasil, ada perasaan diterima dan menjadi bagian dari orang lain. Apalagi seperti di Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya, ada tradisi sahur bersama keluarga atau tradisi berbuka bersama.

Sejenak kita bisa beralih dari rutinitas sarapan terburu-buru sendiri di kantor, menjadi sahur bersama keluarga. Atau makan malam seadanya menjadi buka bersama kawan-kawan dekat. Kalau pun melaksanakannya sendiri, kita paham bahwa ada jutaan orang lainnya yang secara bersama melakukannya dengan kita.

Itu lah kenapa kita harus melaksanakan Puasa Ramadan secara utuh. Sebab kalau tidak yang tersisa hanya lapar dan haus, dan itu tidak baik buat tubuhmu bukan?

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Orang Baik Itu Ada, Tapi Yang Pura-pura Baik Justru Keberadaannya Lebih Nyata. Kamu Wajib Waspada!

Pernahkah kamu berjumpa dengan seseorang yang tiba-tiba memberikan bantuan disaat kamu kesulitan, tapi ternyata dibalik kebaikannya itu ia berharap pamrih darimu?

Atau, pernahkah kamu berada di suatu kondisi dimana teman-teman yang semula kamu kira selalu ada buatmu, ternyata mereka perlahan pergi ketika kamu sedang mengalami persoalan pelik?

Orang baik itu memang selalu ada, tapi kehadiran mereka bak seribu banding satu. Satu orang baik diantara seribu orang yang berpura-pura baik. Suka tidak suka, kenyataannya demikian. Kita akan lebih sering bertemu dengan mereka yang memakai ‘topeng’ kebaikan. Tapi bukan berarti mereka jahat, hanya saja kebaikan belum seutuhnya menyelimuti hati mereka.

Jabatan adalah Sesuatu yang Mewah Dimatanya, Dia Akan Menganggapmu Ada Kalau Kamu Berasal dari Keluarga Berada

Tak selamanya hidup orang yang dilimpahi jabatan tinggi atau orangtuanya punya kedudukan terhormat itu dibilang nikmat. Kalau kamu berada di posisi ini atau mungkin punya teman yang demikian, cobalah dengarkan kisah mereka. Akan ada masanya dimana mereka bertemu orang yang memberi kesan sangat baik lantaran dia tahu ada jabatan yang tersemat. Motif kedatangannya bisa beragam, namun orang semacam ini yang sejatinya membuat jengah. Caranya memperlakukan orang dengan jabatan tinggi akan berbeda ketika dia bertemu orang yang biasa saja dan hidup tanpa jabatan.

Hindari Kebiasaan Bergosip, Orang Semacam Ini Sangat Suka Gosip Sana-sini

Coba ingat lagi, dalam seminggu, sejauh mana dan seberapa lama kamu menghabiskan waktu untuk bergosip? Apakah kegiatan itu benar-benar membawa manfaat untuk dirimu? Tahukah kamu, orang yang terlalu sering menghabiskan waktu untuk menggosipkan orang lain, tapi ketika bertemu dengan orang yang digosipkannya terkesan baik, itu artinya kamu sedang menjelma jadi sosok yang pura-pura baik.

Kalau memang kamu punya teman dengan kebiasaan semacam ini, tak ada salahnya untuk mengingatkan. Tak usah takut kalau kamu akan jadi bahan gosipnya bersama teman yang lain, apa yang kamu lakukan itu benar. Ajaklah dia untuk fokus memperbaiki diri dan tak perlu mengungkit kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Dia Suka Mengumbar Janji Tapi Sukar Menepati 

Agar terkesan manis dan baik, tak sedikit orang yang akhirnya berjanji pada orang lain. Entah menjanjikan waktu bertemu, kado, atau pemberian lainnya. Sayangnya, janji itu tak diiringi dengan perasaan tulus sehingga untuk menepatinya pun, dia masih pikir-pikir. Lain halnya jika kamu bertemu orang yang benar-benar berkomitmen, dia pasti akan menepati janjinya. Kamu bisa belajar banyak dari orang ini, kalau kamu merasa tak bisa menepati sebuah janji, lebih baik tak perlu membuat komitmen atau janji karena hal itu hanya akan menyakiti orang lain.

Dia Terlihat Peduli dan Mengkritisi Apa pun Tentangmu, Padahal Diam-diam Dia Ingin Menjatuhkanmu

Biasanya orang semacam ini akan kamu temui di tempat kerja. Awalnya dia terlihat peduli. Kemudian dia jadi ingin mengurusi segala hal yang seharusnya jadi pekerjaanmu. Dia pun jadi bisa ‘membaca’ segala hal yang jadi tanggung jawabmu. Ketika ada celah, yang ada kamu justru dijatuhkan. Entah di depan atasan atau di  hadapan rekan kerja yang lainnya. Lantaran sudah merasa lebih pandai dan kenal denganmu, dia tak segan mengkritisi apa pun tentangmu. Hati-hati, orang semacam ini sejatinya menyimpan rasa iri berlebihan padamu.

Hidupnya Penuh Pencitraan akan Kesenangan Demi Mencari Teman

Ada yang mengira kalau semakin banyak teman artinya hidupmu akan semakin bermakna. Mungkin ungkapan ini benar adanya, kalau kamu menemukan teman-teman yang perhatian dan berkualitas. Lain halnya kalau ada yang mengoleksi teman hanya demi pencitraan semata. Mungkin awalnya akan terlihat ‘wah’ lantaran punya kenalan dimana-mana, tapi hidupnya hanya pencitraan semata. Dia pura-pura baik terhadap orang yang baru ditemuinya agar bisa berteman dengannya. Kuantitas teman seakan diatas segalanya. Kalau kamu bertemu orang yang semacam ini, sebaiknya kamu tak perlu berlama-lama menghabiskan waktu dengannya. Kamu tak akan dianggap yang terbaik karena dia selalu mencari teman yang baru dan meninggalkan yang lama.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top