Feature

Kalau Menahan Lapar Dan Haus Tak Baik Buat Kesehatan, Namun Kenapa Puasa Ramadan Justru Baik?

Sulit memang mengatakan bahwa tidak makan dan tidak minum itu membuat badan sehat. Karena walau bagaimana pun tubuh pastilah butuh asupan gizi dari makanan dan minuman. Jika seseorang menahan lapar dan haus, dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan malnutrisi alias kekurangan nutrisi bagi tubuh.

Efek paling segera adalah berkurangnya metabolisme tubuh yang akan sangat berpengaruh pada kinerja otot, dan jantung. Ketika seseorang berusaha menahan lapar, dia akan kehilangan asupan potasium dan vitamin D, secara segera tekanan darahnya akan meningkat. Akan mengalami tekanan darah tinggi.

Kekurangan cairan, magnesium, sodium dan kalsium sebagai akibat dari menahan lapar dan haus juga akan berpengaruh pada otak. Kemampuan berpikir akan menurun, badan akan mengalami kelelahan sekaligus juga meningkatkan agresivitas seseorang. Itu kenapa diet-diet yang mendorong pada kebiasan menahan lapar dan haus sangat tidak dianjurkan di bidang medis.

Namun, coba kita cari informasi mengenai efek berpuasa khususnya puasa ramadan. Sebagian besar informasi didominasi oleh manfaat baik dari puasa tersebut. Sangat berbeda dibanding penelitian-penelitian menganai diet menahan lapar dan haus. Lantas apa yang membedakan puasa dengan sekedar menahan lapar dan haus?

Puasa Ramadan Adalah Soal Mengatur Pola Makan, Itu Kenapa Sahur Sangat Dianjurkan

vegetarian

Iya, berbeda dengan menahan lapar, apalagi menahan lapar karena keadaan yang tak punya pola tertentu, puasa ramadan mempunyai pola yang tetap. Sangat dianjurkan untuk mengawali puasa dengan memakan sahur. Dari sisi medis hal ini juga penting karena untuk mempersiapkan tubuh ketika di pagi hingga sore hari.

Dengan makan yang lebih terpola dan bukan sekedar tak makan, hasilnya puasa ramadan justru efeknya baik. Salah satu yang membuktikan manfaat puasa Ramadan adalah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dengan dibantu tim ahli gizi Instalasi Gizi RSCM Jakarta. Hasil penelitian membuktikan, puasa Ramadan dapat mengurangi lemak di dalam tubuh.

Penelitian yang diberi judul The Ramadan fasting decreased body fat but not protein mass in healthy individuals tersebut dilakukan di RSCM pada 43 orang sehat (staf medis) yang melakukan ibadah puasa Ramadan.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi tubuh secara lengkap dengan menggunakan alat khusus, yaitu GAIA 359 PLUS (Jawon Medical, South Korea), pemeriksaan antropometri dan analisa asupan makan harian.

Menurut Dr Ari Fahrial Syam, Ketua Tim Peneliti, Selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, tetapi tidak pada massa protein tubuh. Ari menyebut hal ini merupakan hal yang baik bahwa walau terjadi penurunan berat badan dan penurunan kadar lemak tubuh, tetapi ternyata tidak menyebabkan penurunan protein.

Karena Protein sendiri memang dibutuhkan untuk kekuatan otot baik otot anggota gerak, maupun otot untuk pernapasan dan otot jantung. Puasa yang berlangsung 14 jam tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan tubuh bahkan sebaliknya justru akan memperbaiki tubuh karena yang dibakar hanya lemak tubuh dan tidak membakar protein.

Puasa Ramadan Itu Berbeda Dengan Mogok Makan, Ada Aturan Berbuka Harus Disegerakan, Usahakan Dengan Yang Manis

Puasa Ramadan berbeda dengan puasa menahan lapar para pertapa atau aksi mogok makan yang tidak ada waktu berhentinya. Keutamaan dalam berpuasa justru harus menyegerakan berbuka.

Menurut peneliti nutrisi Anna Denny menyegerakan berbuka itu penting. Karena setelah lebih dari 12 jam, metabolisme tubuh akan mulai mengalami penurunan drastis. Konsentrasi tak lagi bisa dipertahankan dan reaksi refleks akan mulai berkurang.

Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan glukosa (gula dalam darah) untuk menciptakan energi. Semua itu diperoleh dari asupan makanan. Ketika kita mencerna makanan, glukosa akan dilepaskan pada aliran darah sementara sisanya disimpan dalam bentuk glikogen untuk energi. Kalau kemudian kita membutuhkan energi tapi tidak makan lagi alias puasa, maka glikogen tak akan terbentuk lagi.

Siklus ini bisa dipertahankan antara 12-15 jam. Karena itu puasa ramadan bisa tetap menyehatkan karena ada batasan akhirnya. Dan disertai anjuran untuk berbuka dengan yang manis, untuk mengembalikan persediaan gula yang terpakai tadi.

Adanya Sholat Tarawih Penting Dan Menjadi Pembeda Puasa Dari Sekedar Diet Biasa

Penelitian yang dilakukan RSCM juga menemukan fakta menarik lain. Aktivitas puasa ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus ketika siang harinya. Sebab meningkatnya aktivitas sholat sunnah dan tarawih juga punya faktor penting.

Asupan kalori ternyata tidak berubah pada hari pertama hinga hari terakhir puasa, karena adanya sahur dan berbuka. Tetapi aktivitas yang berhubungan dengan ibadah menjadi meningkat, misal peningkatan jumlah salat sunat dan salat Tarawih. Serupa dengan mereka yang melakukan olah raga aktif. Artinya pengeluaran energi akan meningkat selama Ramadan.

“Hal ini yang menyebabkan terjadi penurunan lemak tubuh walaupun asupan makan tetap sama. Asupan makan sebenarnya bisa kita kurangi selama puasa dan tentu hal ini akan membawa dampak yang lebih baik untuk kesehatan,” kata Ari.

Rasa Lapar Memang Bikin Emosi, Tapi Kesadaran Untuk Menahan Emosi Dan Nafsu Justru Menjadi Pendorong Utama Berpuasa

Seperti dijelaskan sebelumnya, kurangnya asupan nutrisi akan membuat seseorang menjadi lebih agresif. Seolah mengantisipasi ini, puasa ramadan justru menekankan pada unsur menahan emosi dan nafsu sesaat ini.

Secara psikologis mereka yang melakukan ramadan harus mengkondisikan dirinya untuk lebih siap menahan emosi. Jadi puasa ramadan sangat berbeda dengan “tidak makan” karena belum sempat banyak pekerjaan atau menunggu makanan yang lama datangnya di restoran favorit. Sebab tubuh akan lebih siap menerima tantangan tersebut dibanding dengan menahan lapar karena kondisi. Apalagi dianjurkan untuk memperbanyak membaca Quran dan makin mendekatkan diri pada Allah, hal ini membuat kondisi psikologis seseorang lebih baik.

Perasaan Terlibat Dalam Sebuah Kelompok Besar Ketika Puasa Ramadan, Menjadikan Seseorang Lebih Tenang Dan Nyaman

Nah, terakhir salah satu aktivitas penting dalam puasa ramadan adalah merasa jadi bagian dari komunitas yang lebih besar dari seorang individu saja. Sebagai mahluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain, menjadi bagian dari masyarakat luas tentunya baik bagi psikologis manusia.

Kapan waktu imsak dan kapan waktu berbuka dilakukan secara bersamaan. Bukan ditentukan sendiri-sendiri. Walhasil, ada perasaan diterima dan menjadi bagian dari orang lain. Apalagi seperti di Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya, ada tradisi sahur bersama keluarga atau tradisi berbuka bersama.

Sejenak kita bisa beralih dari rutinitas sarapan terburu-buru sendiri di kantor, menjadi sahur bersama keluarga. Atau makan malam seadanya menjadi buka bersama kawan-kawan dekat. Kalau pun melaksanakannya sendiri, kita paham bahwa ada jutaan orang lainnya yang secara bersama melakukannya dengan kita.

Itu lah kenapa kita harus melaksanakan Puasa Ramadan secara utuh. Sebab kalau tidak yang tersisa hanya lapar dan haus, dan itu tidak baik buat tubuhmu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Padahal Iklan Tapi Video di Youtube Ini Banyak Ditonton! Kok Bisa?

Makin populernya Youtube bikin sebagian orang penasaran mencari rumusan agar videonya bisa ditonton oleh banyak orang. Mungkin termasuk kamu, yang sedang memulai karir sebagai youtuber.

Google pemilik situs Youtube, melalui Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, merilis daftar iklan terpopuler yang tayang di youtube. Salah satu video yang menduduki 10 iklan Youtube terpopuler di Indonesia adalah video berjudul “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar – Ep 1” yang diunggah di kanal Youtube Smartfren. Dari data yang dirilis oleh social media analytics partner, Socialbakers, tiga video series bertajuk “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar” menempati tiga posisi teratas sebagai video Youtube terbaik di Indonesia pada bulan Juni.

“Sebenarnya, video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan bagian dari kampanye digital #BaruTahuKan yang dibuat oleh Smartfren,” terang Fikri Hidayat Rangkuti, Senior Manager of Digital Operation Growmint yang merupakan digital agency partner Smartfren.

Fikri menjelaskan bahwa webseries mengenai ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan hero content dari kampanye bertagar #BaruTahuKan yang digunakan untuk menjelaskan kepada publik bahwa Smartfren saat ini merupakan provider telekomunikasi dengan jaringan 4G dan dapat digunakan di semua telepon selular berbasis 4G.
“Selain webseries, campaign #BaruTahuKan juga terintegerasi dengan situs web barutahukan.com dan kanal media sosial Smartfren lainnya.” Terang Fikri.

Lantas apa saja resep Growmint dan Smartfren dalam membuat konten video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’?

Memilih key opinion leader Yang Tepat, Jadi Penentu

“Kenapa webseries #BaruTahukan bisa menjadi populer di Youtube? Semuanya diawali dari pemilihan Saaih Halilintar sebagai key opinion leader sekaligus icon dalam video. Sebelum mengeksekusi video, tim di Growmint telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai popularitas influencer di media digital selama tiga bulan terakhir,” ucap Fikri.

Kunci Lainnya Adalah Memilih Dan Menyesuaikan Momen Yang Pas

Video yang punya korelasi dengan keadaan saat ini cenderung bisa lebih viral. Hal ini yang juga dimanfaatkan Smartfren ketika membuat video web series #BaruTahukan. Cerita dari video tersebut disesuaikan dengan momen Ramadhan ketika video tersebut ditayangkan.

Tak Cuma Lewat Youtube, Optimasi Juga Dilakukan Melalui Sosial Media Lainnya

Meski Youtube sudah punya 1,3 miliar pengguna, namun kalau mau kontenmu berhasil dan ditonton banyak orang haruslah memanfaatkan sosial media yang lainnya. Sosial media serta aset lainnya tersebut diarahkan untuk mengajak pengunjungnya ke video yang dimaksud.

Hal ini yang dijalankan oleh Smartfren. Mereka memanfaatkan sosial medianya untuk mendapatkan pengunjung. Ditambah lagi untuk mendukung video tersebut, dirilis pula situs barutahukan.com yang membantu video tersebut lebih dikenal.

Pada Akhirnya Penonton Indonesia Itu Senang Tayangan Yang Ringan Dan Mudah Dicerna

Smartfren digital team, memaparkan bahwa selama periode digital campaign #BaruTahuKan, Smartfren yang berpartner dengan Growmint berusaha memahami karakter netizen di Indonesia dalam mengkonsumsi media digital, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun video.

“Di bulan Ramadhan, berbagai brand selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian audiensnya masing-masing, begitu pula dengan Smatrfren. Karena itu, kami mencoba mengutamakan konten yang sesuai dengan karakter netizen di Indonesia yang ringan dan mudah dicerna, namun tetap menyampaikan pesan dari Brand Smartfren itu sendiri,” terang Aldrige.

Dari hasil memahami karakter netizen di Indonesia, kemudian merencanakan konten brand campaign secara optimal, ketiga video webseries ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ selalu menempati top trending di YouTube. Selain itu, Smartfren juga menempati 10 besar brand dengan interaksi tertinggi selama bulan Ramadhan menurut data yang dirilis oleh Socialbakers.

“Dan yang lebih utama, dampak terbaik dari keberhasilan digital campaign #BaruTahuKan adalah semakin banyak audiens di Indonesia yang tahu bahwa kini Smartfren bisa dipakai di ponsel apapun dengan jaringan 4G. Dengan kata lain, akan semakin banyak orang Indonesia yang dapat menjangkau koneksi internet yang lebih cepat, luas, dan stabil,” tutup Fikri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Begini Cara Ilmiah Untuk Move On

Mengakhiri hubungan yang diharapkan terjalin selamanya hingga maut memisahkan memang bukan perkara mudah. Sering kali kamu harus merasakan patah hati berulang-ulang hingga menemukan pasangan yang tepat untuk menjadi bagian hidupmu. Menjadi masalah jika pada saat patah hati itu kamu merasa sulit untuk keluar dari zona menyakitkan. Rasa sedih yang berlebihan akan membuat seseorang sulit untuk membuka hatinya lagi atau lebih sering dikenal dengan istilah susah move on.

Perasaan ingin mati bahkan turut serta menghiasi perasaan seseorang jika sedang merasakan patah hati. Tidak jarang yang terlihat baik-baik saja justru sedang berusaha keras menata hatinya yang hancur agar bisa pulih kembali. Melakukan segala hal untuk melupakan rasa sakit yang tidak terlihat namun menyiksa.

Sekelompok Ilmuwan Sosial Meneliti Tentang Patah Hati

Apakah kamu pernah mendengar tentang efek plasebo? Ini adalah istilah umum dalam budaya, dan banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Efek plasebo merupakan sembuhnya pasien dari penyakitnya ketika mengonsumsi obat kosong atau plasebo dan terjadi walaupun terdapat bukti yang berkebalikan. Atau yang biasa kita sebut dengan sugesti.

Untuk mendokumentasikan khasiat efek plasebo ini, peneliti mempelajari efek plasebo pada rasa sakit akibat patah hati dengan rasa sakit dibakar oleh sesuatu yang panas. Karena individu yang mengalami patah hati memiliki 20 kali lebih kemungkinan depresi daripada orang yang sedang tidak mengalaminya. Sakit hati lebih dari sekedar sedih, hal ini berpotensi membahayakan kesehatan.

Sebuah penelitian tentang patah hati dan efek plasebo. Para ilmuwan sosial mengumpulkan 40 orang yang mengalami perpisahan yang tidak diinginkan dalam 6 bulan sebelumnya. Mereka kemudian menunjukkan gambaran tentang mantannya dan para ilmuwan meminta mereka fokus untuk kembali mengalami emosi yang terkait dengan mantan mereka, lalu menanyakan seberapa buruk perasaan mereka pada skala 1-5. Dalam pertemuan selanjutnya lengan mereka juga terkena berbagai tingkat panas, kemudian mereka juga harus ukur tingkat sakitnya dari skala satu sampai lima.

Setelah pemeriksaan pertama, peneliti memperkenalkan plasebo dalam bentuk semprotan hidung. Para ilmuwan mengatakan kepada sebagian partisipan bahwa semprotan itu adalah analgesik kuat yang juga efektif dalam mengurangi rasa sakit dan pengaruh negatif. Dan mengatakan kepada separuh lainnya (kelompok kontrol) bahwa semprotan itu meningkatkan hasil fMRI brain scan imaging dan di luar itu tak ada fungsi lainnya. Pada kedua kelompok, semprotannya hanya mengandung garam.

Satu-satunya Obat Adalah Pemikiranmu Tentang Patah Hati dan Rasa Sakit itu, Untuk Sembuh Kamu Harus Mengatur Hati dan Pikiranmu

Dari penelitian tersebut mereka mengukur respon di berbagai area otak dan menemukan bahwa kelompok plasebo menunjukkan reaksi pengurangan nyeri fisik dan sosial. Sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan apa pun. Hal ini menunjukkan hal yang menjanjikan bagi orang yang terjebak masa lalu dan patah hati.

Tor Wager salah salah satu penulis utama dalam penelitian ini mengatakan, manfaat dan kekuatan presepsi ada pada keadaan emosional seseorang. “Fakta bahwa jika anda melakukan sesuatu untuk diri sendiri dan melibatkan sesuatu yang memberi harapan kepada anda, itu akan sangat berdampak. Dalam beberapa kasus, bahan kimia sebenarnya dalam obat mungkin lebih penting daripada yang ada dipikiran kita.”

Jadi untuk kamu yang sedang merasa patah hati ada baiknya memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan memberikan harapan yang baru untuk sebuah kebahagiaan. Karena hanya dengan harapan positiflah yang dapat membantu kamu mengatasi sakit hati yang dirasakan. Tidak salah jika seseorang mengatakan obat patah hati adalah jatuh cinta lagi dengan orang lain. Secara tidak langsung sebuah pengharapan menemukan kebahagiaan yang baru dari orang lain adalah efek plasebo yang diberikan untuk menyembuhkan patah hatimu.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menimbulkan efek plasebo, misalnya dengan berjalan-jalan, atau berpergian untuk sekedar minum kopi dengan teman-temanmu, siapa tahu di sana kamu bisa mendapatkan pujaan hatimu yang baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Begini Cara Aplikasi Chatting Mobile Mengubah Kita Dalam Berinteraksi!

Menjamurnya berbagai macam aplikasi chatting mobile sekarang ini membawa banyak perubahan pada pola interaksi yang ada. Hal ini bisa kita lihat dari cara orang-orang berinteraksi dalam beberapa tahun terakhir. Fasilitas yang disediakan oleh teknologi memang memberikan kita banyak kemudahan sekaligus merubah pola interaksi. Ketertarikan dengan alasan kebutuhan menjadi hal yang berpengaruh dalam hal ini, secara tidak sadar banyak hal perlahan menjadi berbeda dari sebelumnya.

Namun terlepas dari semua hal baik yang kita dapatkan dari perubahan tersebut, ada hal lain yang juga menjadi dampak buruk yang mempengaruhi cara kita berinteraksi. Hingga pada bagaimana aplikasi chatting mobile yang sesungguhnya diciptakan untuk perubahan yang lebih baik, nyatanya juga memiliki sisi buruk.

Interaksi Tatap Muka Dengan Segala Ekspresi Berubah Menjadi Komunikasi Palsu

Memang kita juga tidak bisa serta merta langsung membenarkan bahwa semua obrolan dalam interaksi yang dilakukan dari chatting adalah palsu, namun kenyataannya hal itu adalah fakta dari sebagian besar komunikasi yang terjadi. Seseorang mampu membalas suatu pesan dengan kalimat yang menjelaskan rasa bahagia meski sebenarnya dia tidak setuju dengan apa yang disampaikannya tersebut. Bukankah itu bisa disebut palsu?

Interaksi secara langsung yang tadinya kita lakukan selalu memenuhi aspek vokal, verbal dan non-verbal hingga informasi yang disampaikan pun bisa dipahami dengan tepat. Kita pun bisa paham dengan segala perubahan ekspresi wajah sebagai wujud reaksi dari interaksi yang terjadi. Hal lain yang juga sering terjadi adalah pemahaman ganda tentang sesuatu yang diterima menjadi sumber pertentangan dalam interaksi.

Karena Disampaikan Dalam Bentuk Teks Membuat Kita Rentan Salah Paham

Seorang peneliti dari Universitas Chicago bernama John Cacioppo mengatakan bahwa aplikasi chatting dapat mempengaruhi mood yang kita miliki. Ini berarti segala interaksi yang diakukan dengan aplikasi chatting mobile akan berpengaruh pada pikiran dan produktifitas kita. Bahkan dalam penyampaian informasi pada interaksi dengan aplikasi chatting membawa kita pada hal-hal yang sering tidak di harapkan. Tentu sebagian besar orang pernah mengalami hal tersebut.

Salah satunya adalah perbedaan tafsiran pada suatu informasi yang diterima sering berujung pada kesalahpahaman. Meski pengirim berita tidaklah bermaksud demikian namun si penerima ternyata mengartikannya berbeda. Hal ini jika dilakukan dengan interaksi langsung masih ada celah yang memungkinkan kita untuk segera menjelaskan maksud yang sebenarnya, namun akan sulit untuk melakukan hal yang sama saat interaksi dilakukan dengan menggunakan aplikasi chatting.

Mampu Membuat Kita Merasa Terhibur Tapi Sulit Untuk Menemukan Kelegaan

Untuk hal yang satu ini tentu kita semua akan setuju, setiap kita melakukan komunikasi  menggunakan aplikasi chatting mobile akan ada banyak hal yang mampu menyihir kita untuk kemudian bisa merasa terhibur. Namun untuk menemukan semangat baru atau memperbaiki mood yang tadinya mungkin memang sedang tidak baik, hanya akan bisa kita rasakan pada berinteraksi secara langsung.

Berkomunikasi secara langsung memang akan selalu jadi media penyampaian yang dianggap lebih tepat. Karena biar bagaimanapun sesuatu yang disampaikan secara langsung akan selalu memiliki kepuasan tersendiri, pun akan menjadi sangat berbeda dengan interaksi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi chatting mobile. Meski banyak fasilitas menarik yang hadir dari inovasi tersebut, tetap tidak akan bisa menggantikan  komunikasi secara langsung.

Lalu Perlahan Membentuk Kita Menjadi Manusia Yang Cenderung Menyendiri

Inovasi yang terjadi pada bidang teknologi yang salah satunya bisa ditemukan pada aplikasi chatting membuat sebagian besar dari kita lebih cenderung menyendiri karena terlalu asik dengan dunianya masing-masing. Hal ini jugalah yang akan mengurangi interaksi sosial pada kehidupan nyata yang kita jalani, dan istilah “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat” menjadi salah satu dampak yang telah kita rasakan.

Perubahan pola interaksi seperti ini haruslah kita waspadai karena bisa merusak hubungan yang ada dalam kehidupan nyata. Hubungan yang terjalin dalam keluarga, teman kantor, teman sepermainan serta orang lain yang juga kita kenal diganti dengan aplikasi chatting yang ada pada tiap telepon genggam, hal ini jelas akan berpengaruh pada kualitas hubungan.

Aktivitas Berlebih Bisa Membuat Kita Menjadi Pribadi Yang Apatis dan Individualis

Tidak sedikit orang yang tiba-tiba mendadak menjadi apatis dan individualis karena terlalu terlena dengan interaksi dan aktivitasnya menggunakan chatting mobile. Rasa peduli terhadap sekelilingnya dan orang-orang yang berada di sekitar mendadak hilang dikarenakan sesuatu yang seakan jadi hal yang paling penting bagi hidup. Jika dulu waktu bersama dengan orang-orang terkasih akan kita manfaatkan dengan bercerita tentang banyak hal, sekarang diganti dengan aktivitas individualis yang berkutat pada chatting mobile masing-masing.

Perubahan ini tentu memudahkan untuk beberapa hal tapi jangan sampai membuat kita jadi pribadi yang kehilangan rasa peduli akan lingkungan sekitar. Memang tidak ada larangan untuk menggunakan aplikasi chatting untuk berinteraksi akan tetapi sebaiknya dilakukan dengan lebih bijak sehingga tidak merubah pola hidup yang bisa saja bedampak buruk pada kehidupan nyata yang kita jalani.

Meski pada kenyataanya segala inovasi yang ada telah dibuat dengan tujuan yang baik, hanya saja terkadang cara kita dalam menyikapinya menjadikan tujuan perubahan tersebut menjadi berbeda. Gunakan aplikasi chatting sebagaimana fungsinya dengan tanpa merubah cara dan pola interaksi yang semestinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mungkin Kamu Tak Sadar, Tapi Hidupmu Singkat Cuma 18 Tahun!

Pernah kamu berpikir kamu mau hidup sampai kapan? Selamanya? Setidaknya untuk saat ini hal itu tidaklah mungkin. Karena menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, rata-rata harapan hidup manusia Indonesia hanya mencapai usia 72,59 tahun untuk perempuan dan 68,87 tahun untuk laki-laki.

Mari kita permudah angka ini dengan beranggapan rata-rata usia hidup manusia Indonesia berada di umur 70 tahun. Sebagian kita mungkin kemudian berpikir bahwa rentang usia tersebut sudah cukup panjang. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika hidup selama 70 tahun itu bukan.

Nah, masalahnya dari usia 70 tahun itu, sesungguhnya waktu kita untuk “benar-benar hidup” jauh lebih singkat dari pada itu.

Kamu Praktis Tak Bisa Mengingat 5 Tahun Pertama Hidupmu, berarti Kamu Cuma Punya Sisa Hidup 65 Tahun

Salah satu tahapan dalam hidup manusia yang dikenal di dunia pengetahuan dan medis adalah usia balita. Karena ketika inilah manusia mengalami yang disebut dengan masa keemasan dalam perkembangan. Mulai dari belajar berbicara, berjalan, dan fungsi dasar lainnya.

Namun pada masa itu sesungguhnya kita juga belum bisa menyimpan kenangan apa-apa bukan. Bahkan ketika bayi, kita tak punya kendali terhadap diri kita sendiri bukan. Karena itu kita bisa mengeliminasi masa hidup kita di lima tahun pertama ini. Artinya dari total 70 tahun, kita hanya benar-benar hidup selama 65 tahun.

Kalau Tak Jaga Kesehatan, Kemungkinan 5 Tahun Dari Masa Tua Tak Bisa Kamu Nikmati, Sisa Hidupmu Cuma 60 tahun

Dari riset kesehatan dasar tahun 2013 ditemukan bahwa hanya 15 persen lansia yang benar-benar sehat. Sementara 60 persennya meski bisa melakukan aktivitas, mengalami sakit seperti hipertensi, stroke, pengapuran sendi dan penyakit regeneratif lannya. Sementara 25 persen sisanya sakit renta dan membutuhkan bantuan orang lain dalam beraktivitas.

Nah, ini gambaran jika kamu termasuk orang yang tak menjaga kesehatan dikala muda. Bisa jadi 5 tahun masa tuamu dihabiskan dengan sakit. Kondisi yang tak ideal untuk kamu menikmati hidup bukan? Berarti pula dari sisa 65 tahun setelah dipotong masa balita, hidupmu dipotong lagi masa sakit ketika tua sebanyak 5 tahun. Alias hanya tersisa 60 tahun.

Waktu Tidur Ideal Itu 8 Jam, Berarti Seumur Hidup Kamu Habiskan Total 20 Tahun Hanya Untuk Tidur Saja, Hidupmu Sisa 40 Tahun

Secara idealnya manusia itu butuh tidur 8 jam setiap harinya. Anggaplah satu tahun 365 hari, artinya satu tahun kamu tidur selama 2920 jam. Jika sisa usiamu tadi hanya 60 tahun setelah dipotong masa balita dan usia tua, dalam rentang itu kamu tidur selama 175 ribu jam. Atau setara dengan 20 tahun.

Yup, 20 tahun dari hidupmu tidak ada di bawah kendalimu karena ketika itu kamu tidur. Bisa dibilang 20 tahun itu bukanlah milik hidupmu sepenuhnya. Artinya dari sisa 60 tahun tadi, hidupmu yang benar-benar hidup dikurangi 20 tahun lagi alias Cuma tersisa 40 tahun saja.

Di Indonesia Wajib Sekolah Selama Minimal 6 jam Sampai SMA, Atau Setara 2 tahun, Dan Hidupmu Tinggal 38 tahun

Salah satu Nawacita Presiden Jokowi adalah menerapkan wajib belajar selama 12 tahun. Dari SD hingga ke taraf SMA. Anggaplah kita bersekolah dari jam 7 pagi hingga jam 12 siang alias 5 jam setiap harinya. Jika dalam satu bulan ada 20 hari sekolah, berarti satu bulan kita menghabiskan 100 jam untuk sekolah dan setahun 1200 jam.

Dengan wajib sekolah 12 tahun berarti semasa hidup kita menghabiskan 144000 jam atau setara kurang lebih 2 tahun hanya untuk sekolah. Mengingat sebelumnya sisa hidup kitaa hanya 40 tahun, dikurangi masa sekolah ini, berarti kita hanya punya 38 tahun saja.

Kalau Kamu Bekerja Dari Usia 25 Tahun, Maka 7 Tahun Hidupmu Habis Untuk Kerja, Hidupmu Sisa 31 Tahun

Kamu mungkin tipikal pekerja kantoran yang bekerja 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Jika kamu seperti orang kebanyakan yang memutuskan pensiun di usia 55 tahun berarti masa baktimu akan berlangsung selama 30 tahun.

Artinya dengan menghitung satu tahun 52 minggu, kamu akan menghabiskan waktu 62400 jam dalam hidupmu. Angka Itu setara dengan 7 tahun. Alias, dari sisa 38 tahun hidupmu, kini hanya ada 31 tahun untuk kamu nikmati.

Kamu Seperti Rata-Rata Orang Indonesia Habiskan 5 Jam Bermain Gadget? Kamu Sudah Habiskan 6 Tahun Dan Hidupmu Sisa 25 Tahun

Menurut sebuah penelitian dari Digital GFK Asia, perempuan Indonesia setidaknya menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari saat mengutak-utik layar smartphone mereka. Adapun pria Indonesia, setidaknya menghabiskan waktu selama 5,4 jam sehari dan membuka sekitar 47 aplikasi atau alamat website.

Mari kita berandai kamu memiliki gadget di usia 25 tahun dan terus menggunakannya hingga ujung usia produktif 55 tahun. Jika kita sederhanakan hanya menjadi 5 jam, berarti selama 30 tahun memiliki gadget itu kamu akan menghabiskan 54750 jam. Angka ini setara kurang lebih 6 tahun. Artinya dari sisa 31 tahun tadi, kamu hanya menyisakan 25 tahun hidupmu.

Mandi, Makan Dan Hal Rutin Lainnya Sedikitnya Menyita 3 jam dari waktumu Sehari, Secara Total Sudah Habis 7 Tahun Dan Hidupmu Tersisa 18 tahun

Dari sekian banyak kegiatanmu, kamu pasti harus melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas belaka. Mulai dari mandi, makan, sikat gigi dan sejumlah kegiatan sejenis. Secara total per harinya kamu akan menghabiskan 3 jam.

Coba kamu kalikan 60 tahun hidupmu, maka akan didapat 65.700 jam. Ini setara dengan sekitar 7 tahun. Artinya hidupmu hanya tersisa 18 tahun saja.

Jadi Sejatinya Kamu Cuma Hidup 18 Tahun Saja, Masih Juga Mau Kamu Habiskan Baca Hoax, Saling Nyinyir Di Sosial Media?

Nah, dengan perhitungan macam itu kamu bisa melihat bahwa hidup yang benar-benaar kamu miliki dan bisa kamu gunakan secara bebas, sesungguhnya hanya 18 tahun saja. Itu pun jelas masih bisa jauh berkurang lagi.

Coba bayangkan kalau kamu harus terjebak macet dijalanan, berapa banyak jam yang kemudian terbuang lagi. Atau jika kamu tak pensiun di usia 55 tahun dan lebih tua lagi tentunya maakin banyak waktumu harus terbuang hanya untuk bekerja bukan?

Namun sebaliknya, kamu bisa membuat hidupmu jauh lebih hidup. Yaitu dengan mengambil alih kendali hal-hal disekitarmu. Berapa banyak hidupmu yang terbuang kalau kamu bekerja di bidang yang bukan minatmu? Berapa banyak hidupmu sia-sia hanya untuk tersiksa di kantor yang tak kamu sukai.

Atau coba kamu renungi, 5 jam sehari kamu habiskan di gadget kamu. Kemudian hanya kamu habiskan untuk berdebat tanpa ujung. Saling sindir dan nyinyir untuk hal-hal yang tak penting. Betapa sia-sianya hidupmu jika hanya dihabiskan untuk itu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top