Trending

Lowongan Pekerjaan Tersulit, Kamu Sanggup?

Pekerjaan ini memang sangat sulit namun, punya gaji yang sangat besar. Berikut adalah kriteria yang dicari

Jabatan

Direktur Operasional

Tugas dan Tanggung jawab

Mampu bekerja mobile dengan banyak bergerak. Kemungkinan banyak bekerja berdiri. Membutuhkan stamina tinggi karena sering harus menunduk dan juga mengangkat berat dalam waktu lama, seminimalnya dalam lima tahun pertama bekerja.

Kriteria dan Kemampuan

Memiliki kemampuan negosiasi di atas rata-rata. Punya keahlian khusus di bidang perawatan medis dan kemapuan pengaturan bidang gizi dan asupan makanan. Serta keahlian bidang akutansi dan keuangan.

Selain itu diwajibkan punya kemampuan mentoring yang baik disegala bidang seperti psikologi, seni budaya, bahasa, sejarah, moral dan sosial, karena akan dibutuhkan untuk mentransfer kemampuan dan melatih keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh rekanan.

Dalam waktu-waktu tertentu harus mampu bernegosiasi hingga larut malam dengan rekanan. Punya sikap positif dan mampu bekerja dalam tekanan dan situasi yang tanpa rencana ketika berhadapan dengan rekanan.

Durasi Kerja

Diwajibkan memiliki etos kerja pantang mengeluh dan pantang menyerah. Karena dalam waktu-waktu tertentu dibutuhkan bekerja hingga larut malam, masuk di hari libur bahkan tetap bekerja di hari-hari besar dan cuti bersama. Selalu harus siap beban pekerjaan bertambah ketika hari-hari besar tersebut. Istirahat dan waktu makan bisa dilakukan hanya jika rekanan sudah istirahat dan makan.

Penghasilan

Nol Rupiah namun mendapatkan kebahagian yang luar biasa

Sebutan Lain Jabatan

Ibu

Sebutan Lain Rekanan

Keluarga

ibu

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengapa Jalin Hubungan di Era Modern Justru Rentan Rapuh?

Jika di rata-rata dari jumlah kasus di pengadilan Agama, setiap 2 menit sekali terjadi perceraian di Indonesia. Iya, kamu tidak salah baca jumlahnya memang sebanyak itu. Secara prosentase, 15 persen dari pernikahan, harus kandas di pengadilan.

Tentunya ini sebuah ironi. Ketika di era modern segala hal dikatakan telah terhubung, perceraian justru mengalami peningkatan. Sejatinya para pasangan seharusnya dengan mudah mengail informasi tips-tips langgeng berumah tangga yang bertebaran di internet. Namun hal ini tak mampu mendongkrak suksesnya angka pernikahan. Apa yang menyebabkan usaha mempertahankan bahtera cinta justru lebih rumit di era saat ini?

Cara Kita Berkomunikasi dengan Pasangan Tidaklah Efektif, Meski Ada Smartphone yang Memudahkan Komunikasi

Komunikasi yang baik adalah fondasi bagi suksesnya suatu hubungan. Banyak terjadi kasus dimana emosi dipendam terlalu lama dan akhirnya malah menjadi bom waktu yang berbahaya. Ini terjadi karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik.

Meski kini sudah ada ponsel cerdas yang seharusnya bisa memudahkan kita berkomunikasi dengan pasangan, justru keberadaannya malah menjaauhkan kita dari pasangan. Seberapa sering kamu berhubungan dengan pasangan (resmi) kamu dibandingkan dengan pasang status atau membalas komentar? Mana yang lebih penting buatmu, mengetahui kabar terakhir pasangan, atau tak mau ketinggalan informasi viral terakhir di timeline? Seringkali, kita asyik sendiri dengan smartphone daripada harus mengobrol dan mengakrabkan diri dengan pasangan.

Kita Terpaksa Bertahan dengan Orang yang Tidak Sungguh-sungguh Kita Cintai

Kebanyakan dari kita enggan menghabiskan waktu sendirian bukan? Karena ketakutan akan kesendirian ini, banyak orang yang memilih untuk menjalin hubungan dengan orang lain dalam keadaan “terpaksa” hingga akhirnya mereka tidak benar-benar bahagia.

Alasan lainnya mengapa seseorang harus bertahan dengan orang yang tidak sungguh-sungguh dia cintai adalah karena faktor usia, tekanan dari orangtua untuk segera menikah, dan lingkungan. Keadaan-keadaan yang memaksa untuk menjalin sebuah hubungan yang tidak disukai. Hubungan yang dilandasi keterpaksaaan hanya akan berakhir dengan perpisahan.

Gawatnya, tekanan ini diamplifikasi oleh teknologi terkini. Kita bisa dengan mudah menyaksikan kawan kita silih berganti menikah. Lalu di group-group messanger, tak jarang satu dua selentingan di alamatkan pada yang belum menikah. Walhasil, tekanan-tekanan macam ini membuat seseorang memilih untuk menikah padahal belum yakin dengan pasangannya.

Tidak Dilandasi dengan Kepercayaan Satu Sama Lain, Kecanggihan Teknologi Justru Membuat Kita Mudah Cemburu

Selain komunikasi, kunci lainnya agar hubungan dapat bertahan lama adalah kepercayaan satu sama lain. Sayangnya, banyak dari kita yang  tidak menjalankan hal ini ketika menjalin suatu hubungan.

Berapa banyak kita cemburu pada pasangan hingga sampai-sampai kita hampir gila dibuatnya? Hanya karena dia tidak memberi kabar dalam sehari atau karena dia lama membalas pesan WhatsApp yang kita kirim 5 menit yang lalu?

Kecemburuan berasal dari ketidakpercayaan pada pasangan. Ketika foto pasangan mendapatkan “like” atau reaksi lain dari lawan jenis, kita serta merta mudah mengasumsikan dia berselingkuh. Sewaktu melihat mantan pasangan menjadi pengikutnya di sosial media, kita pun merasa terintimidasi. Dan di saat dia tidak segera membalas pesan kita padahal jelas Last Seen-nya baru saja online, masalah besar pun terjadi.

Padahal sesungguhnya, jika hubungan ingin langgeng, kuncinya adalah membangun kepercayaan satu sama lain. Jika sudah percaya, maka tidak ada alasan lagi untuk terlalu cemburu pada pasangan.

Terlalu Sibuk Bekerja Mengejar Materi, Karena Silau Dengan Orang Lain

Konyol memang jika mengatakan hidup tak butuh materi. Namun berkonsentrasi penuh hanya melulu mengejar materi pastinya akan mengabaikan faktor-faktor lain yang sangat penting dalam berhubungan.

Sayangnya, teknologi lagi-lagi berperan dalam memperbesar tuntutan mendapatkan materi lebih ini. Banyak kawan yang memposting perjalanan terakhirnya ke luar negeri misalnya. Lalu tak terhitung juga yang berpose di depan mobil atau rumah barunya. Belum lagi urusan fashion yang tak kalah banyaknya.

Walhasil, tuntutan menghasilkan materi yang setara juga menjadi makin besar. Padahal mungkin pasangan malah tak pernah menuntut lebih. Mereka justru waktunya terbengkalai karena kita makin sibuk memacu diri mendapatkan materi.

Tidak Sabar untuk Mengerti Satu Sama Lain

Masalahnya saat ini, kita sudah dibiasakan dengan segala sesuatu yang cepat.  Makanan cepat saji,  kopi instan, kerja cepat, jalan yang cepat, dan sebagainya. Kebiasaan kita yang  ingin segalanya serba cepat membuat kita jadi tidak sabaran, termasuk dalam soal  percintaan. Segala sesuatu yang cepat dalam soal cinta bisa terlihat ketika kita ada masalah.

Saat ada masalah dengan pasangan, kita rasanya ingin cepat menyelesaikannya. Bukan karena peduli pada hubungan yang sedang dijalani, namun kita terlalu sayang pada waktu kita jika dipakai hanya untuk bertengkar. Alhasil banyak dari kita yang menghindari konflik dengan mengalah secara terpaksa agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Ada juga yang menyelesaikan masalah dengan uang.

Padahal, jika kita bisa meluangkan waktu sedikit lebih banyak dan tidak terburu-buru, kita bisa menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dan mencari jalan keluar yang disepakati secara bersama-sama. Cara seperti ini merupakan salah satu cara yang baik, agar tidak menyisakan dendam di hati.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Lebih Memilih Terlambat Menikah Daripada Salah Pilih Pasangan

“Kapan nikah? “Mau sampai kapan sendiri aja? Ingat umur, jangan ditunda-tunda lagi. Apa kamu mau jadi perawan tua?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering membuatku ingin meledak. Apa mereka tidak tahu kalau setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda?

Ingin rasanya aku berteriak di wajah mereka. “Ini kehidupanku! Aku yang memegang keputusan! Bukan kamu!” Lagipula, aku memang ingin lebih selektif dalam menentukan siapa pria yang cocok untuk menjadi pendamping hidupku. Aku ingin pernikahan yang berjalan tanpa akhir.

Sekarang coba hitung, berapa banyak gugatan cerai yang dilayangkan ke pengadilan setiap harinya? Apa yang menjadi penyebab itu semua? Jawaban mereka umumnya sama, “Kami merasa sudah tidak cocok lagi”. Itu semua adalah kata lain dari salah pilih pasangan. Dan aku tidak mau jika pernikahanku berakhir dengan alasan salah pilih pasangan.

Aku Tidak Ingin Membebani Orangtua Lagi, Aku Ingin Menikah dengan Biaya Sendiri
pexels-photo-65038

Salah satu alasanku tidak ingin terburu-buru menikah adalah soal biaya. Aku tidak ingin membebani orangtuaku. Aku ingin mereka bisa pensiun dengan berkecukupan. Aku ingin pernikahan impianku digelar atas biayaku sendiri dan pasangan.

Aku juga tidak berharap atau bermimpi terlalu jauh bisa mendapatkan pasangan yang kaya raya. Maka aku sibuk bekerja untuk menabung sebanyak-banyaknya. Aku tidak ingin menggantungkan diri pada orangtua, pasangan apa lagi sampai berutang ke bank untuk menikah.

Masih Banyak Hal yang Ingin Aku Lakukan dan Tempat yang Ingin Aku Kunjungi

nature-person-red-woman

Hidup adalah pilihan. Aku menghargai pilihan teman-temanku yang menikah muda, hamil, melahirkan, menyusui lalu mengurus anak dan suami. Jika mereka bahagia, aku tidak masalah. Toh itu kehidupan mereka. Tapi aku punya cara pikir berbeda.

Sekarang aku punya karir yang baik dan uang yang cukup. Aku ingin traveling, mengunjungi berbagai tempat yang indah dan mengumpulkan kenangan. Mumpung masih muda, punya waktu dan uang. Aku ingin melakukan berbagai hal-hal seru yang mungkin tidak bisa dilakukan lagi ketika sudah berkeluarga.

Aku tidak ingin bertengkar dengan suamiku hanya karena ingin melakukan hal-hal yang aku suka. Aku juga tidak ingin meninggalkan anakku untuk jalan-jalan. Aku ingin puas menghabiskan masa mudaku sebelum menikah. Ketika sudah punya anak, aku harus mepertanggungjawabkan tugasku sebagai ibu sekaligus istri.

Aku Tahu Tidak Ada Orang yang Sempurna, Maka Aku Mencari Pasangan yang Mau Menerima Kekuranganku

nature-person-hands-girl

Selama ini aku mungkin terlihat sangat pemilih. Tapi bukannya karena aku mencari sosok yang sempurna, tanpa kekurangan sama sekali. Justru aku sudah berkali-kali mencoba memahami mereka. Aku tahu betul ini hal yang sulit. Aku juga punya kekurangan. Selama ini justru aku sudah cukup dikecewakan.

Mereka tidak bisa menerima kekuranganku. Padahal untuk menjalin hubungan yang lebih serius dan untuk jangka panjang, kita harus menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Maka aku rasa memang ini belum waktunya. Aku harus bersabar menunggu lebih lama hingga dia tiba. Dia yang mau menerima diriku apa adanya.

Aku Bukan Orang yang Anti Ikatan, Aku Juga Ingin Berkeluarga, Jadi Jangan Menilaiku Sembarangan

pexels-photo (8)

Jika kamu pikir aku tidak kunjung menikah karena aku anti ikatan, kamu salah besar! Aku bukan seperti yang kamu pikir. Aku juga tidak ingin terlalu lama sendiri. Aku ingin membangun keluarga kecil yang bahagia dan menghabiskan hidup bersama pasangan yang aku cintai.

Tapi masalahnya, untuk mendapatkan pasangan yang cocok tidak semudah belanja buah atau sayur. Tinggal datang ke supermarket, sudah tersedia barangnya dan tinggal pilih. Mencari pasangan itu butuh momen dan kesempatan yang pas.

Aku Tidak Ingin Terjebak dalam Kehidupan Rumah Tangga yang Menyiksa

hands-people-woman-meeting

Sudah banyak kasus perceraian yang terjadi di sekitarku. Padahal mereka berkenalan sendiri, pacaran lalu menikah dengan cepat. Saat itu mereka tampak begitu bahagia. Entah kenapa hanya sebentar, mereka sudah memutuskan berpisah.

Ada yang karena perselingkuhan, ada juga yang karena kekerasan dalam rumah tangga. Ini yang membuatku kadang takut. Bagaimana kalau harus terjebak dalam kehidupan rumah tangga yang menyiksa? Aku tidak mau mengalami hal seperti itu. Bertahun-tahun menahan sakit hati karena konflik dengan pasangan atau mertua.

Jika harus bercerai pun, aku takut harus menjadi single parent. Belum lagi status sebagai janda yang harus aku sandang. Mungkin ini berlebihan, belum menikah tapi sudah memikirkan perceraian. Tapi tidak pernah ada yang tahu masa depan. Inilah yang membuatku sangat berhati-hati sebelum menentukan menikah.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

9 Alasan Kenapa Kamu Harus Bersyukur Punya Kakak Perempuan

Banyak yang berpikir kalau jadi anak tunggal itu menyenangkan. Selain dimanja, juga diberikan segalanya. Kalau punya saudara, apa-apa harus berbagi. Tidak semuanya bisa dimiliki sendiri. Sering kali masalah sepele bisa jadi bahan pertengkaran. Kadang-kadang tidak ada yang mau mengalah. Orang tua harus turun tangan melerai anak-anaknya. Kelihatan susah kan?

Pendapat di atas tidak semuanya salah, tapi coba deh, pikir dari sudut pandang lain. Memiliki saudara ternyata memberikan banyak keuntungan. Rumah dijamin tidak pernah sepi. Meskipun sering bertengkar, tapi kasih sayang tak bisa dikalahkan, bakalan akur juga kok. Banyak hal-hal asyik yang bisa kamu lakukan bareng saudara. Tahukah kamu, kalau saudara yang dianggap sebagai pemberian terbaik adalah kakak perempuan. Ada apa dengan mereka?

Teman Ngobrol dan Curhat yang Paling Pas di Rumah

pexels-photo (6)

Ada kalanya kita punya sesuatu yang mengganjal dan perlu diungkapkan. Kalau langsung curhat ke orang tua, rasanya kurang nyaman. Kakak perempuan menjadi pilihan yang pas saat kamu perlu ngobrol serius atau dari hati ke hati. Perempuan dinilai memiliki perasaan yang lebih peka, pasti pengertian sekali. Mereka juga sudah mengenal bagaimana karaktermu. Lengkap sudah, mereka yang terbaik.

Di Fase Pencarian Jati Diri, Sosok Kakak Perempuan yang Membantu Membentuk Karaktermu

pexels-photo-92332
Tidak dapat dipungkiri, bahwa kakak adalah salah satu panutan bagi adik-adiknya. Dari sang kakak inilah karakter kita akan terbentuk menjadi sepertinya, meskipun tidak sama seluruhnya. Jangan khawatir, jarang sekali kakak yang ingin memberikan contoh yang buruk. Bahkan, kakak perempuan cenderung lebih telaten berinteraksi, bermain atau belajar, termasuk memberikan contoh yang baik dalam kehidupan adik-adiknya.

Sebagai Anak Perempuan yang Lebih Tua, Mereka Lebih Memperhatikan Keluarga, Termasuk Kamu

pexels-photo (7)
Kakak perempuan lebih sensitif terhadap kondisi keluarga. Dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri atau kepentingannya sendiri. Bukan hanya memikirkan hal-hal besar, tapi sampai hal detail sekalipun. Kamu pasti sangat beruntung diperhatikan olehnya.

Beda dengan Teman, Melampiaskan Uneg-uneg ke Kakak Sendiri Lebih Aman

walk-human-trafficking-12136
Kalau pikiran sedang penuh, hati sedang sesak, bingung juga mau melampiaskan kepada siapa. Kalau melimpahkan uneg-uneg ke teman, tidak dapat dijamin mereka mau mengerti. Jangan-jangan, teman kita malah salah sangka atau risih. Kakak perempuan bisa jadi pilihan terbaik ketika sedang down, mereka tak akan marah dengan sikap kita yang tidak stabil. Selain perasaan yang lega, bonusnya pelukan hangat penuh kasih sayang ala saudara.

Kakak Perempuan Bisa Berperan Ganda, Merangkap Supir, Bodyguard atau Partner Kondangan

pexels-photo-58592
Mau pergi kemana-mana tapi belum punya SIM? Tenang saja, kakakmu pasti mau jadi pengantar yang baik. Niatnya bukan hanya membantu,tapi juga menjaga. Terlebih bagi yang belum punya pacar, kakak perempuan bisa jadi teman dan merangkap jadi pasangan.

Kamu Bisa Belajar Banyak dari Pengalaman Mereka dan Menghindari Hal Buruk yang Mungkin Terjadi

pexels-photo (8)
Beruntungnya kamu kalau punya kakak perempuan. Kamu bisa belajar banyak dari perjalanan hidupnya. Kakakmu akan memastikan kalau hal buruk dalam hidupnya tak akan terjadi padamu. Segalanya akan diusahakan yang lebih baik daripada dirinya.

Tempat Bersandar yang Paling Kuat dan Spesial Ya Kakak Perempuan!

sisters-1328070_640
Siapa lagi tempat bersandar saat kamu benar-benar lelah, kalau bukan saudara. Kakak merupakan tempat bersandar paling kuat untuk adik-adiknya. Begitupun sebaliknya, adik akan selalu ada untuk kakaknya. Perasaan terhadap saudara memang sangat spesial. Ikatan batin yang sangat kuat tidak akan bisa diragukan lagi.

Mereka Bisa Jadi Guru dalam Segala Hal karena Pengalamannya Lebih Banyak

person-woman-relaxation-girl
Selain jadi teman ngobrol, teman main, kakak juga menjadi guru yang baik. Pengalamannya yang lebih banyak, tentu menjadikannya lebih bijak. Dia tidak akan keberatan mengajarimu segala hal positif. Bukan cuma guru kehidupan, jadi guru di bidang akademik pun pasti mau. Lumayan juga kalau dapat guru les privat yang gratis.

Masa Menuju Kedewasaan Penuh ‘Kerikil’, Kakak Perempuan Lah yang Bisa Jadi Pegangan

sparkler-677774_640
Proses menuju kedewasaan tidak selalu berjalan lancar. Masalah-masalah sebagai pijakan menuju kedewasaan, seringkali muncul tanpa henti. Rasanya bosan, jenuh, ingin segera terselesaikan. Kakak perempuan pasti selalu hadir untukmu. Dia akan menjadi pendamping yang setia menuju kedewasaanmu.

Beruntungnya kalau kamu punya kakak perempuan. Mereka adalah partner dan guru yang terbaik. Nah, kalau kamu adalah kakak perempuan itu, kamu harus bangga. Adik-adikmu pasti sangat menghargai dan menyayangimu. Meskipun tidak kelihatan, tapi diam-diam mereka mengidolakanmu loh!

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top