Trending

Lowongan Pekerjaan Tersulit, Kamu Sanggup?

Pekerjaan ini memang sangat sulit namun, punya gaji yang sangat besar. Berikut adalah kriteria yang dicari

Jabatan

Direktur Operasional

Tugas dan Tanggung jawab

Mampu bekerja mobile dengan banyak bergerak. Kemungkinan banyak bekerja berdiri. Membutuhkan stamina tinggi karena sering harus menunduk dan juga mengangkat berat dalam waktu lama, seminimalnya dalam lima tahun pertama bekerja.

Kriteria dan Kemampuan

Memiliki kemampuan negosiasi di atas rata-rata. Punya keahlian khusus di bidang perawatan medis dan kemapuan pengaturan bidang gizi dan asupan makanan. Serta keahlian bidang akutansi dan keuangan.

Selain itu diwajibkan punya kemampuan mentoring yang baik disegala bidang seperti psikologi, seni budaya, bahasa, sejarah, moral dan sosial, karena akan dibutuhkan untuk mentransfer kemampuan dan melatih keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh rekanan.

Dalam waktu-waktu tertentu harus mampu bernegosiasi hingga larut malam dengan rekanan. Punya sikap positif dan mampu bekerja dalam tekanan dan situasi yang tanpa rencana ketika berhadapan dengan rekanan.

Durasi Kerja

Diwajibkan memiliki etos kerja pantang mengeluh dan pantang menyerah. Karena dalam waktu-waktu tertentu dibutuhkan bekerja hingga larut malam, masuk di hari libur bahkan tetap bekerja di hari-hari besar dan cuti bersama. Selalu harus siap beban pekerjaan bertambah ketika hari-hari besar tersebut. Istirahat dan waktu makan bisa dilakukan hanya jika rekanan sudah istirahat dan makan.

Penghasilan

Nol Rupiah namun mendapatkan kebahagian yang luar biasa

Sebutan Lain Jabatan

Ibu

Sebutan Lain Rekanan

Keluarga

ibu

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu Orangtua Baru, Tanpa Sadar Kebiasaanmu Justru Bisa Saja Menghambat Kreativitas Anakmu

Membimbing anak saat masa pertumbuhan jelas bukan hal yang mudah. Terutama untukmu yang mengemban status orangtua baru. Kondisi satu atau dua tahun lalu sebelum anakmu lahir, jelas berbeda. Kamu masih membayangkan si anak akan dengan mudah dibimbing dan diawasi, dia pun akan tumbuh jadi anak yang baik serta tidak rewel. Faktanya, bayangan semacam itu harus terdistraksi dengan kenyataan kalau membesarkan anak nyatanya penuh tantangan.

Apa lagi seiring gempuran inovasi dari sisi teknologi, hal tersebut membuat tanggung jawab orangtua tak lagi sesederhana satu atau dua dekade silam. Kebiasaanmu berinteraksi dengan gawai pun akan dilihat dan diserap, bahkan ditiru oleh anakmu. Lihat saja, anak batita saja sudah akrab dengan gawai dan piawai mencari video kesukaan mereka lewat fasilitas yang diberikan orangtuanya. Tak bisa dipungkiri, memanjakan anak-anak di masa pertumbuhan dengan teknologi sejatinya punya sisi negatif yang mungkin sering dilupakan oleh orangtua. Kamu perlu tahu, kebiasaan semacam ini sejatinya bisa menghambat kreativitas si kecil.

Anak Adalah Peniru yang Ulung, Besar Kemungkinan Dia Akan Mengikuti Kebiasaanmu Terutama Jika Berurusan dengan Gawai

Kamu perlu tahu, ponsel bak pisau bermata dua. Di satu sisi, dia akan memberikan banyak manfaat apa  lagi dengan kemampuannya dalam berkomunikasi dan bekerja. Tapi di sisi lain, dia akan membuat penggunanya seakan-akan punya dunianya sendiri sehingga tak peduli dengan sekitarnya. Kalau sebagai orangtua, kamu belum bisa mengendalikan diri saat menggunakan gawai, berhati-hatilah. Diam-diam si kecil akan meniru dan melihat betapa orangtuanya sukar lepas dari gawai. Kalau sudah begini, di kemudian hari bisa saja dia melakukan hal yang sama.

Di Usianya, Jangan Sampai Mereka Kekurangan Afeksi. Berikan Pelukan Hangat Sesering Mungkin Untuk Membuatnya Merasa Tenang dalam Situasi Apa pun

Interaksi dengan orangtua, jelas dibutuhkan terutama bila si kecil masih dalam masa pertumbuhan. Memacu kreativitas pada diri si kecil dapat dilakukan ketika mereka merasa senang atau gembira dengan kondisi sekitar. Hal itu akan sukar terjadi kalau suasana hatinya justru sebaliknya. Di usianya, usahakan anak-anak jangan sampai murung. Biarkan mereka bereksplorasi dan merasakan afeksi. Sebagai orangtua, berikan dan tunjukkan bentuk perlindungan terbaik, salah satunya dengan rutin memberikan pelukan hangat agar mereka tahu kepada siapa harus datang jika sedang membutuhkan kenyamanan.

Sebagai Orangtua, Biarkan Si Anak Bebas Berkreasi, Orangtua Cukup Memberikan Afeksi dan Jangan Terlalu Menginterupsi

Ini yang paling sering terjadi. Orangtua terbiasa membatasi ruang gerak anak-anaknya dan hanya melakukan komunikasi satu arah seperti menyuruh, memerintah, memarahi, tanpa memberikan peluang pada si anak untuk berbicara. Anak tentu ingin didengarkan juga oleh orangtuanya. Sebagai orangtua, jangan jadikan si anak seperti robot yang lantas bisa disuruh ini itu sesuai kemauan orangtua.  Justru karena mereka itu manusia dan punya hak untuk bicara dan mengutarakan pendapat, biarkan mereka berkreasi dengan bebas dan jangan terlalu sering menginterupsi.

Tidak Pamit dengan Anak Ketika Hendak Berangkat Kerja Hanya Akan Membuat Si Anak Menganggap Dirinya Dilupakan

Anak cenderung merasa terabaikan ketika orangtuanya pergi tanpa memberitahukan akan ke mana. Misalnya, ketika orangtua secara rutin pergi ke kantor pagi sampai sore, dan tidak pamit terlebih dahulu pada anak. Kemungkinan si anak akan merasa diabaikan dan tidak dipedulikan. Berbeda ketika orangtua pamit saat hendak bekerja, anak akan merasa terlibat dalam urusan orangtua dan jadi paham sedini mungkin.

Berikan Tanggung Jawab Sedari Dini Pada Si Kecil Demi Melatih Kedisiplinan

Memberikan tanggung jawab kecil pada anak sejak dini itu tidak kalah pentingnya dengan memastikan anak istirahat dengan cukup. Tak perlu tanggung jawab besar seperti berani menjaga rumah sendirian sepanjang hari. Cukup dengan menanamkan tanggung jawab menjaga kebersihan barang mainan miliknya pribadi. Juga mengajari anak untuk memperhatikan kebersihan kamar dan mencuci tangan sebelum makan menjadi hal yang baik yang bisa dilakukan. Jika dia terbiasa melakukannya sejak kecil, hal itu akan berpengaruh baik untuk tumbuh kembangnya hingga ia dewasa.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dengan Rutin Cuci Tangan, Kamu Membuktikan Kebersihan Adalah Sebagian dari Iman

Coba ingat lagi, dalam sehari kira-kira berapa kali kamu rutin mencuci tangan? Mungkin ada yang melakukannya hanya ketika ingin makan saja bukan? Padahal tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering kita gunakan untuk beraktivitas setiap hari. Bukan hanya ketika makan, tapi juga saat bekerja hingga bersantai pun pasti tangan tak kehilangan fungsinya untuk meraih atau menggenggam sesuatu. Kontak yang tejadi antara permukaan tangan dengan benda di sekitar kita secara kasat mata memang biasa saja. Seakan kita tak pernah menyadari bahwa ada jutaan bakteri yang menempel di tangan. Hingga akhirnya jadi sarang kuman yang menimbulkan bibit penyakit.

Karenanya, memulai untuk hidup sehat sejatinya mudah. Yaitu ketika kamu mau konsisten menjaga kebersihan tanganmu. Tanganmu adalah aset untuk menjaga kesehatanmu. Kalau kamu menganggap kesehatan tangan jadi hal sepele, maka jangan salahkan jika tubuhmu jadi mudah sakit. Karena bisa saja asal mula penyakit berasal dari kebiasaanmu yang malas mencuci tangan. Meski sering lalai, faktanya penting sekali mengetahui waktu yang tepat untuk mencuci tangan.

Makan Tanpa Mencuci Tangan Bak Membiarkan Kuman dengan Mudah Datang dan Menyerang Kesehatanmu

Untuk yang satu ini sebaiknya jangan diabaikan. Tepislah rasa malas dan mulailah mencuci tangan ketika hendak makan. Coba ingat-ingat lagi, kira-kira hal apa saja yang membuatmu malas untuk cuci tangan? Mungkin kamu mengira telapak tanganmu bersih, padahal sejatinya di sana terdapat ribuan bakteri yang sangat berbahaya kalau sampai dibiarkan masuk ke dalam tubuh. Penyakit seperti diare, flu, hingga hepatitis sejatinya bisa menyerang karena kebiasaan sepele yang enggan mencuci tangan.

Usai Dari Toilet, Pastikan Tanganmu Sudah Tercuci Bersih

Untuk hal yang satu ini memang terkesan privasi. Tapi tetap saja pasti ada yang lantas tak mencuci tangan setelah dari toilet. Mungkin untuk urusan buang air kecil, kamu menganggapnya sepele sehingga tak perlu. Begini, Meski kelihatannya bersih, tempat yang lembab seperti toilet merupakan lokasi favorit kuman dan bakteri untuk berkembang biak.  Karenanya, usahakan mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh benda-benda di toilet ya Kawan! Di lain sisi, sebuah penelitian dari Columbia University juga menyebutkan bahwa mencuci tangan dengan sabun ternyata terbukti ampuh untuk membersihkan tangan dari kuman dan bakteri tak kasat mata. Sebab, formula berbasis alkohol dapat membunuh kuman lebih baik dibandingkan hanya dengan sabun biasa dan air.

Saat Mandi, Jangan Sampai Lalai Membersihkan Area Tangan

Poin yang satu ini juga tak kalah penting. Saat kamu membersihkan seluruh badan ketika mandi, bakteri-bakteri yang ada di tubuh pun tak serta-merta luruh begitu saja. Yang ada, kuman dan bakteri pada tubuh ikut berpindah pada tangan saat dalam proses pembersihan. Karenanya, agar tangan dan tubuhmu bersih dari bakteri jahat, kamu pun perlu mencuci tangan. Bukan hanya mencucinya sekilas, sela-sela tangan pun tak boleh luput dari perhatianmu. Meski terkesan sepele, efeknya sangat baik untuk tubuhmu.

Memiliki Hewan Peliharaan Sah-sah Saja, Asal Kamu Tak Malas Mencuci Tangan Usai Kontak Langsung dengan Hewan Milikmu

Bermain dengan hewan peliharaan memang menyenangkan. Bahkan saking serunya, seringkali kita lupa bahwa bulu-bulu mereka menyimpan kuman yang tak kasat mata. Begini, kalau kamu sampai lupa mencuci tangan setelah memegang hewan peliharaan, bakteri serta kuman yang tadinya menempel di bulu-bulu hewan lalu berpindah ke tangan kita pun akhirnya dapat masuk ke dalam tubuh kita lewat perantara tangan yang kotor.

Jangan Menggendong Bayi Kalau Kamu Malas Mencuci Tangan

Kita sama-sama tahu, bayi memiliki daya tahan tubuh yang rendah, serta sangat sensitif terhadap gangguan kuman dan bakteri. Karenanya, memegang bayi dengan tangan yang tak steril sejatinya sangat berbahaya bagi kesehatan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, bakteri yang terbawa oleh tangan yang kotor dapat membuat bayi terinfeksi khususnya ketika mereka sedang dalam kondisi yang tidak fit.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Gejolak Batin yang Hanya Dirasakan Oleh Anak-anak Broken Home

Lahir dari keluarga yang berantakan, tentulah bukan sesuatu yang kami harapkan. Namun, takdir memang tak pernah bisa diraba. Bahkan sekeras apa pun kami menghindarinya, tak ada yang bisa melawannya. Dan fakta lain yang memang tak bisa dipungkiri, kita tak bisa memilih di mana dan dari siapa kita akan dilahirkan.

Berjuang melawan semua ketidakadilan, protes dari dalam diri kadang tak bisa tersampaikan. Kehilangan kasih sayang utuh dari kedua orangtua, jadi mimpi buruk lain yang tak pernah kami inginkan.

Lalu bagaimana kami melawan semua pilu dan kesedihan yang ada, hanya kami yang paham rasanya.

Kehilangan Jelas Ada, Apa lagi Jika Orangtua Tak Bisa Berdamai Setelah Berpisah

Ada yang bernasib beda, sebab meski berpisah, orangtuanya masih bisa menjalin hubungan baik. Ini bukan perkara patah hati yang bisa diobati dengan mencari kekasih lagi, juga tak sekedar sakit hati hanya karena tak dapat pergi ke tempat impian.

Ini tentang situasi yang tak bisa dikembalikan lagi. Sebab selepas berpisah, masing-masing orangtua tentu akan berjalan pada haluan berbeda. Kami kehilangan semua, tak hanya sosok orangtua secara fisik saja, tapi juga cinta dan kasih sayangnya.

Tumbuh menjadi dewasa dalam naungan orangtua, tentu jadi sesuatu yang selalu kami rindukan. Sayangnya, kami tak bisa mendapatkannya.

Disusul dengan Sedih yang Tak Tertahankan dan Kesalahan dalam Memilih Lingkup Pertemanan

Sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa ini bukanlah alasan. Tapi dia yang bernasib sama tentu paham bagaimana rasanya. Kehilangan orangtua tak hanya membuat kami merasa bersedih. Tapi juga kehilangan kepercayaan diri akan kasih tulus orangtua.

Dan pada fase ini, kami sering jatuh pada lingkaran yang mungkin salah. Bukan karena mereka, tidak pula karena kami lemah. Hanya saja, pada situasi ini hanya dia dengan kisah sama yang bisa mengerti. Ya, mengerti apa yang kami ingini, hingga dia berusaha ada selalu di dekat diri.

Bahkan Sering Merasa Jika Diri Ini Jadi Alasan Pemicu Perpecahan

Dijadikan bahan perdebatan, tentang pilihan hendak tinggal dengan siapa. Hingga ditarik ulur seperti barang, membuat kami berpikir bahwa kami ini adalah akar dari segala masalah. Disadari atau tidak, kadang kamu berpikir jika perpisahan yang ada datang dari diri ini.

Tumbuh besar dengan keyakinan ini, membuat kami merasa tak layak untuk bahagia, atau bahkan tidak akan bisa seperti mereka yang lainnya.

Bahkan kadang kami berpikir, mungkin akan lebih baik jika tak ada di dunia. Sebab hidup ini amat terasa semu, karena tak punya keluarga utuh.

Berusaha Ingin Bahagia, Semua yang Dilakukan Kadang Hanyalah Pelarian Semata

Ya, kami tak pernah bisa benar-benar merasa bahagia.

Ditengah hiruk pikuk pencarian jati diri untuk lepas dari kesedihan, suatu waktu mungkin orang-orang akan mendapati kami sedang bahagia dan tertawa. Tapi percayalah kadang itu semua tak sama seperti yang kami rasa.

Ada kesedihan berat yang berusaha untuk tak diperlihatkan. Ditutupi dengan berbagai usaha, dan berpura-pura bahagia adalah salah satunya.

Sulit Mengekspresikan Emosi, Membuat Kami Jadi Pribadi yang Sering Menutup Diri

Tumbuh tanpa bimbingan orangtua, membuat kami harus berusaha sendiri untuk menjadi pribadi baik yang semestinya. Tak seperti anak-anak lain yang kerap diberi motivasi. Kami berusaha menemukan jati diri seorang diri, tanpa ada dorongan dari ayah, tidak juga kata-kata manis dari ibu.

Tak heran jika, suatu waktu pada beberapa kesempatan kami sangat sulit untuk beradaptasi. Bayang-bayang perpisahan orangtua membuat kami takut untuk lagi percaya pada sebuah ketulusan yang katanya masih ada.

Ini bukan perkara mudah, dan memang jika tak cukup kuat beberapa orang kadang memilih untuk menyudahinya.

Hingga Kadang Merasa Iri Pada Potret Kehidupan Bahagia yang Orang Lain Jalani

Tanpa ada pengecualian, semua anak yang tak lagi memiliki keluarga utuh, merasakan hal yang sama. Ya, rindu akan kebersamaan dan kehangatan rumah. Bagaimana ayah bercanda, hingga nikmatnya masakan ibu yang selalu jadi juara.

Gambaran kehidupan yang tadinya bisa didapatkan, kini berubah menjadi sebuah angan. Kami tak membenci mereka yang terlihat bahagia, tidak pula ingin mengutuk situasi yang tak memihak kepada kami. Hanya saja ada kerinduan yang jelas tak bisa terobati.

Kerinduan akan keutuhan keluarga yang dulu mungkin pernah ada.

Dan dari Cerita Ini Kami Lebih Memahami dan Berusaha Agar Lebih Baik Lagi

Perjalanan cerita merubah kami jadi pribadi yang tak lagi sama. Kami bukan lagi manusia dengan mental lemah, meski masih harus berusaha untuk bahagia. Pengalaman pahit di masa lalu memaksa kami untuk tak lagi berada pada titik itu.

Dan salah satu hal yang mungkin akan membedakan kami, manusia ini datang dan tumbuh dengan kedewasaan yang agak berbeda. Sebab kami mengerti bagaimana rasanya kehilangan, paham bagaimana senyapnya kesendirian, maka kami akan selalu berusaha menghindari perpisahan.

Karena tak hanya berdampak pada yang melakoninya, hal itu jelas akan berimbas pada semua orang yang kita sayangi. Satu hal yang selalu berhasil membangkitkan semangat, “Broken home doesn’t mean broken hope”. Meski tak mudah menjalaninya, dari hati kecil yang paling dalam kami tetap memiliki harapan yang lebih baik dari kehidupan yang lalu.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:05 pm

    Emang Ibu adalah Pekerja Keras yang tak lelah bahkan berjuang hingga sekuat tenaga,dan bertaruh Nyawa untuk Keluarganya.
    Salam Hebat dan Bangga untuk Bunda ……….. Sehat selalu, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top