Feature

Namanya Lahar, Sang Pemberani Anggota Tim Relawan Evakuasi Korban Selfie Maut Merapi!

lahar bakat setyawan

Secercah harapan menyembul di antara duka yang menyelimuti keluarga Erri Yunanto, korban yang jatuh ke kawah Gunung Merapi setelah melakukan Selfie. Jenazahnya berhasil dievakuasi dari ganasnya gunung tersebut.

Dari balik suksesnya proses evakuasi, menyembul nama seorang relawan pemberani. Namanya Bakat Setyawan, tapi Ia biasa dipanggil oleh kawan-kawannya dengan nama Lahar! Pria inilah yang turun ke dalam kawah dan mengikatkan tali ke tubuh Erri agar bisa dievakuasi.

Ini bukan proses mudah. Perhitungan matang dilakukan untuk mengurangi resiko. Diputuskan untuk melakukan evakuasi mulai dari jam 10 pagi Waktu Indonesia Bagian Barat. Saat itu diperkirakan matahari sudah cukup tinggi untuk membakar gas CO2 berbahaya yang ada dalam kawah. Dibutuhkan waktu 90 menit hanya untuk mencapai dasar kawah.

Beserta satu anggota tim lain bernama Endro, Lahar mengikat dan mengunci Jenazah Erri Yunanto untuk bisa ditarik ke atas. Semua dilakukan dalam resiko sangat tinggi. BPPT (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) merekomendasikan agar evakuasi hanya dilakukan hingga pukul 3 sore hari. Mengingat resiko yang dihadapi.

Namun, Lahar paham bahwa mereka tak mungkin melakukan dua kali naik turun ke kawah. Belum tentu situasi akan kondusif seperti hari itu. Lahar dan Endro, memutuskan untuk menyelesaikan tugasnya saat itu juga. Mereka bertarung resiko hingga baru selesai pukul 5 sore harinya.

Atas keberaniannya ini Basarnas Jateng mengusulkan memberi penghargaan kepada Lahar dan sejumlah kawannya. Hal ini mengingat proses evakuasi dari dalam kawah membutuhkan keberanian yang luar biasa.

“Akan kami usulkan ke Basarnas. Ini kasus unik sekali dan langka. Baru kali ini evakuasi dari kawah berhasil. Untuk masuk ke dalam kawah merapi dibutuhkan keberanian dan beresiko tinggi. Selain ancaman temperatur yang bisa berubah sewaktu-waktu, gas beracun dan kondisi bebatuan labil. Bahkan suhu di dalam kawah bisa mencapai 420 derajat celsius,” ujar Agus Haryono, Kepala Kantor SAR Semarang, Basarnas Jateng seperti dikutip dari Detik.com

“Keenamnya adalah Tim SAR lokal yang sudah mengetahui jalur-jalurnya dan karakteristik Merapi. Namun demikian yang berani masuk ke kawah gunung aktif adalah orang-orang yang berani dan memiliki dedikasi tinggi untuk kemanusiaan. Dia harus berjibaku dengan berbagai resiko tinggi. Tim SAR dengan kemampuan yang hebat pun akan mikir seribu kali jika diminta masuk ke kawah,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini Lahar menolak tegas jika dikatakan keberhasilan itu akibat keberaniannya sendiri. Menurutnya ini adalah hasil kerja keseluruhan tim evakuasi. Tak mungkin ia bisa mencapai jenazah Erri dan menguncinya tanpa bantuan pengawasan rekan-rekannya di atas. Ia memaparkan, banyak tim berbagai kesatuan dari daerah hingga pusat yang segera datang lalu melakukan koordinasi sangat baik dan semua bekerja keras.

Total ada enam orang yang tergabung dalam tim evakuasi langsung. Dari keenam orang itu, hanya dua orang yang benar-benar masuk hingga dasar kawah, sedangkan empat lainnya memberikan back-up di ketinggian 50 meter dari dasar kawah. Dua orang yang masuk hingga dasar itu adalah Bakat Setyawan alias Lahar dan Endro Sambodo.

Pemberani berarti modal nekat? Jangan salah, Lahar sudah punya hitungan presisi mengenai kondisi merapi. Ini bukan kali pertama ia turun ke kawah merapi. Ia berkali-kali turun untuk memetakan mitigasi bencana merapi.

Dari segi pengalaman, Lahar juga berulang kali terlibat menjadi relawan evakuasi keganasan gunung berapai. Mulai dari erupsi merapi yang sering terjadi, hingga hebatnya amukan gunung Sinabung.

Khusus untuk kejadian Erri Yunanto ini, terasa sangat personal untuk Lahar. Karena dengan tangannya sendiri, ia memasang rambu-rambu peringatan untuk para pendaki. Hal ini dilakukannya karena ia begitu khawatir dan memprediksi hal seperti ini akan terjadi.

“Harus menjadi perhatian bersama, tentang mentaati aturan. Rambu-rambu juga sudah dipasang. Saya sendiri yang ikut memasang. Tapi memang sering diabaikan. Saya sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi,” ujar Lahar kepada wartawan di Posko Induk pencarian Erri Yunanto di Selo, Boyolali.

Itulah Lahar!

(Image Source: Muchus Budi/detikcom)

2 Comments

2 Comments

  1. Irly

    May 22, 2015 at 8:17 am

    Saya nyimak videonya, di menit 20an baru ngeh kalau videonya tentang pengalaman di Sinabung( Soalnya nyebut banyak mayat)*tepok jidat

    Saya setuju dengan penghargaan yang direncanakan untuk mas Lahar. Btw, nama Lahar diberikan sejak dulu atau baru setelah berhasil mengevaluasi jenazah Alm. Erri?

  2. Said Rahman (@bangsaid)

    June 4, 2015 at 7:53 am

    Wew, bahkan mas Lahar sudah memprediksi ini akan terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

2 Comments

2 Comments

  1. Irly

    May 22, 2015 at 8:17 am

    Saya nyimak videonya, di menit 20an baru ngeh kalau videonya tentang pengalaman di Sinabung( Soalnya nyebut banyak mayat)*tepok jidat

    Saya setuju dengan penghargaan yang direncanakan untuk mas Lahar. Btw, nama Lahar diberikan sejak dulu atau baru setelah berhasil mengevaluasi jenazah Alm. Erri?

  2. Said Rahman (@bangsaid)

    June 4, 2015 at 7:53 am

    Wew, bahkan mas Lahar sudah memprediksi ini akan terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Keluh Kesah Para Dokter, Susah-susah Sekolah Cuma Buat Nakut-nakutin Anak

“Nanti kalau bandel, Mama panggil Pak Dokter lho biar disuntik.”

Saat kamu masih kecil, ibumu mungkin pernah mengungkapkan hal ini. Sadar tak sadar, kamu perlu tahu, kalimat itulah yang sejatinya membuat kita memiliki kesan ‘angker’ pada dokter sejak kecil. Padahal tidak seharusnya demikian. Tak sedikit dokter yang mengaku sedih mendapati bahwa di luar sana masih banyak anak kecil yang takut untuk diperiksa hanya karena paranoid dengan keberadaan dokter di dekat mereka.

Untukmu yang bukan dokter, mungkin ke depannya tak perlu lagi menakut-nakuti anak kecil, entah dia anakmu atau keponakanmu, dengan ancaman demikian. Dokter itu bukanlah sebuah profesi yang perlu ditakuti. Apa lagi bagi kita yang awam, bukankah sudah sering mendengar perjuangan berat seorang calon dokter selama menempuh studi mereka? Karenanya, untuk menghargai jasa sekaligus perjuangan para dokter, setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Mungkin kalau ada temanmu, saudara, atau kamu bahkan punya kenalan seorang dokter, jangan sungkan untuk mengucapkan “Selamat hari Dokter!”

Bukan Perkara Mudah, Berjuang dengan Masa Studi yang Relatif Panjang Sungguh Membuat Para Calon Dokter Jadi Pribadi yang Tabah

Profesi ini istimewa sekaligus penuh risiko mengingat pekerjaan mereka punya sangkut paut terhadap keselamatan seseorang. Karenanya, untuk jadi seorang dokter, seorang mahasiswa kedokteran pun harus menempuh proses yang lebih panjang dibanding jurusan lainnya. Umumnya setelah berkuliah selama sekitar 3,5 tahun, kita akan diwisuda sebagai sarjana. Meski hal ini juga berlaku bagi mahasiswa kedokteran, namun mereka harus menjalani masa co-assistant atau yang akrab disebut koas selama dua tahun. Belum lagi ada uji kompetensi, jadi dokter magang selama setahun, baru bisa mendapatkan izin praktik atau bekerja di rumah sakit.

Perlu Komitmen dan Kesungguhan Hati, Sebab Jasa Seorang Dokter Akan Dikenang Hingga Dia Tiada

Untukmu yang mudah bosan, jangan sekali-kali berpikir menjajal profesi sebagai dokter. Selain butuh waktu yang tak sebentar, menjadi seorang dokter adalah sebuah panggilan dari hati. Profesi ini tak bisa hanya mengandalkan mimpi ‘agar-cepat-kaya’. Memang, sebagian orang mengira kalau jadi dokter pasti gajinya besar, tapi selain ada perjuangan yang besar, mereka yang memutuskan mengabdi pada profesi ini pun punya kesungguhan hati yang luar biasa. Itulah mengapa para dokter pasti sebelumnya melakukan sumpah dokter sebagai bukti komitmen mereka terhadap profesi yang satu ini.

Mereka Harus Siap Siaga Setiap Waktu, Karenanya Mereka pun Harus Terbiasa dengan Jam Kerja yang Tak Menentu

Tiba-tiba ada kecelakaan saat dini hari, dokter jaga pun harus sigap memberikan penanganan terhadap para korban cedera. Hal-hal semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari para dokter. Mereka yang menganjurkanmu tidur tujuh jam sehari, justru mungkin ada yang hanya tidur 3-4 jam seharinya. Demi loyalitas terhadap profesi, para dokter ini dituntut siaga setiap waktu. Kamu yang punya pasangan seorang dokter, tak perlu bersedih. Sebaliknya, kamu harus bangga dan memberi dukungan setiap waktu. Sebab apa yang mereka lakukan sungguh patut diapresiasi.

Dibalik Kuatnya Mental Para Dokter, Akan Ada Momen dimana Mereka Begitu Rindu Menikmati Weekend dan Family Time

Mental para dokter sudah terlatih untuk tidak mudah homesick. Apalagi mereka yang ditugaskan di daerah, menjadi dokter sungguh perlu pengorbanan besar. Family time pun jadi momen mewah yang jarang dirasakan para dokter ini. Tapi sekuat-kuatnya mental mereka, dokter tetaplah manusia yang punya rasa. Rasa rindu pada keluarga, kekasih, sahabat, bahkan me-time jelas terasa. Hanya saja, mereka selalu dilatih untuk mengutamakan panggilan jiwa dibanding kesenangan pribadi.

Sejak Mahasiswa, Mereka Dituntut Punya Simpati dan Empati yang Mendalam. Bukankah Tak Adil Kalau Keberadaan Dokter Justru Jadi Alat Orangtua untuk Menakuti-nakuti sang Anak?

Sekali lagi, saat masih menjadi mahasiswa kedokteran, para calon dokter dituntut tak hanya peduli dengan masalah kesehatan, tapi juga harus terbiasa menanamkan simpati dan empati kepada orang lain. Mereka harus cekatan untuk menolong orang dan terbiasa untuk menomorsatukan kesehatan orang lain dibalik kesenangan pribadi. Itulah mengapa saat berjumpa dengan dokter, bukan hal sulit untuk memberikan senyuman terbaik mereka pada pasiennya. Nah untuk para orangtua, yuk ubah stereotipe dokter itu menyeramkan seperti yang selama ini sudah terlanjur melekat pada kepala sebagian anak-anak!

2 Comments

2 Comments

  1. Irly

    May 22, 2015 at 8:17 am

    Saya nyimak videonya, di menit 20an baru ngeh kalau videonya tentang pengalaman di Sinabung( Soalnya nyebut banyak mayat)*tepok jidat

    Saya setuju dengan penghargaan yang direncanakan untuk mas Lahar. Btw, nama Lahar diberikan sejak dulu atau baru setelah berhasil mengevaluasi jenazah Alm. Erri?

  2. Said Rahman (@bangsaid)

    June 4, 2015 at 7:53 am

    Wew, bahkan mas Lahar sudah memprediksi ini akan terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kata Orang, Hidup Itu Let It Flow Aja, Padahal Memasang Prinsip dalam Hidup Itu Perlu Loh!

Hidup itu mengalir saja, seperti air. Mungkin ungkapan itu sering kamu dengar dari mereka yang ingin menikmati hidup tanpa tergesa-gesa dan penuh ketenangan. Namun disamping itu, kamu pun harus menyadari jika hidup itu hanya sekali, tugasmu bukan hanya melakoninya, tapi juga mengisinya dengan hal-hal yang sekiranya akan memunculkan kekuatan diri sendiri. Lantas, sudahkah kamu melakukannya?

Mengisi kehidupan itu susah-susah gampang. Nah kalau kamu hanya terpaku pada prinsip let it flow, lantas kapan kamu mau memacu jiwa kompetitifmu? Apa lagi setiap orang pasti punya  target atau mimpi, dengan begitu melatih diri agar kompetitif jelas perlu. Kamu bisa mulai dengan memasang prinsip. Percayalah, menjadi seseorang yang berprinsip akan membawamu jadi sosok yang semakin baik setiap harinya.

Mulailah dari Hal Sederhana, yaitu dengan Memasang Prinsip Mencintai Dirimu Apa Adanya

Kamu akan bisa memaknai hidup jika dalam dirimu sudah merasakan kebahagiaan. Coba pikirkan lagi, sudahkah kamu merasa bahagia hari ini? Atau coba bayangkan, berapa banyak orang yang sedang mencari kebahagiaannya di luar sana. Selain sibuk mencari definisi bahagia menurut mereka, seringkali bahagia sering dikaitkan dengan kelebihan materi. Padahal sejatinya, kebahagiaan yang kamu rasakan itu tergantung pada seberapa besar cintamu pada diri sendiri. Itulah mengapa sangat penting punya prinsip mencintai diri sendiri sebelum kamu memasang prinsip lainnya dalam hidupmu.

Jangan Takut untuk Mengatakan Hal-hal yang Menurutmu Tak Wajar, Sebab Akan Jarang Orang yang Berani Berkata Benar

Seringkali kita terjebak dalam ketakutan untuk mengungkapkan hal-hal yang tak wajar. Entah ada rekan kerja yang tak jujur, atau hal-hal lain yang kita tahu jika yang dia lakukan itu salah, tapi kita tak berani menegurnya. Mulailah untuk berprinsip jika kejujuran adalah segala-segalanya. Percayalah, bahwa hal yang baik menurut hati kecil kita akan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Setiap Manusia Punya Keunikannya Tersendiri.  Tak Perlu Mencontek Orang Lain Hanya demi Aktualisasi Diri

Tak perlu risau kalau kamu merasa berbeda, karena pada dasarnya semua manusia memang diciptakan berbeda. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kamu lebih gemar mencontek apa yang dilakukan orang lain hanya demi membuat dirimu terlihat ‘wah’. Apa lagi kalau sudah menyangkut hasil tangan atau karya. Apa kamu merasa puas dengan karya atau pekerjaan yang bagus tapi hasil mencontek? Bukankah lebih bahagia kalau hasil yang kita dapat memang datang dari proses jerih payah diri sendiri?

Lebih Buruk Mana? Tak Pernah Mencoba Kemudian Menyesal, Dibanding yang Sudah Pernah Menjajal Tapi Gagal?

Pasanglah prinsip kalau kamu adalah tipe orang yang lebih suka praktik dibanding teori. Orang yang tak takut untuk mencoba hal baru adalah mereka yang berani menghadapi kegagalan. Dalam hidup ini pasti ada fase tersebut, lantas masih adakah alasan untuk takut gagal? Ketika kamu mungkin punya keinginan untuk melakukan sesuatu, lebih baik segera laksanakan dibanding terus memikirkan segala persiapan.

Tak Semua Orang Bisa Menerima Dirimu, Carilah Pertemanan Sejati untuk Menepis Segala Relasi Semu

Kamu dan aku sama-sama punya pola pikir yang berbeda. Ketika tidak ada yang bisa mengerti atau bahkan menerimamu, kamu tak perlu sedih. Itu tandanya kamu unik. Kamu harus percaya diri, prinsip itu mutlak diperlukan. Tepis segala pesimistis dan pasanglah sikap optimis kalau kamu bisa menemukan sosok sahabat yang akan menerimamu apa adanya.

Selain itu, percayalah jika kebaikan dan keberuntungan akan datang saat kamu sudah berjuang keras mendapatkannya. Dengan kata lain, kamu akan bisa melewati betapa sulitnya hidup jika kamu mempertahankan prinsip-prinsip yang datang dari dalam diri sendiri.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Irly

    May 22, 2015 at 8:17 am

    Saya nyimak videonya, di menit 20an baru ngeh kalau videonya tentang pengalaman di Sinabung( Soalnya nyebut banyak mayat)*tepok jidat

    Saya setuju dengan penghargaan yang direncanakan untuk mas Lahar. Btw, nama Lahar diberikan sejak dulu atau baru setelah berhasil mengevaluasi jenazah Alm. Erri?

  2. Said Rahman (@bangsaid)

    June 4, 2015 at 7:53 am

    Wew, bahkan mas Lahar sudah memprediksi ini akan terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kemesraan Ini Kian Terasa Ketika Kamu Dan Si Dia Jadi Suami Istri Yang Sah

Apa yang kamu pikirkan jika sebentar lagi akan hidup bersama dengan dirinya? Mungkin ada banyak hal, bahkan kamu tak mampu menyebutnya satu persatu.

Pilihan ini jadi sebuah keputusan yang akan merubah hidup hingga 180 derajat. Kamu tak lagi akan sendiri, sebab kini sudah ada dia yang akan menemani. Selain berjanji untuk selalu setia dalam suka dan duka, beberapa aktivitas yang dulunya masih dilakukan dengan rasa serba canggung, kini jadi terasa lebih terasa romantis karena sudah sah menjadi suami istri.

Dan beberapa kebiasan ini akan membuatmu jatuh cinta berulang kali pada si dia yang kini selalu ada untuk menemani.

Tak Lagi Perlu Membuat Janji Untuk Pergi Keluar Saat Malam Minggu, Karena Meski Berdua Di Rumah Tetap Terasa Syahdu

Dulu saat masih berstatus pacar mungkin aktivitas keluar rumah saat malam Minggu jadi sesuatu yang wajib. Kini tak lagi demikian, sebab setiap malam rasanya sama seperti malam Minggu karena selalu berdua.

Tak perlu susah payah untuk mencari tempat mana yang akan jadi pilihan pergi berdua. Nyatanya duduk santai berdua hingga larut malam, jadi sesuatu yang jauh lebih menyenangkan. Karena kamu dan dia tidak lagi khawatir untuk pulang terlalu larut malam. Bahunya akan jadi rumah yang sudah siap sedia untuk menyambutmu tertidur kala lelah.

Aktivitas Makan Walau dengan Menu Seadanya, Selalu Jadi Momen Yang Membuat Kalian Berdua Bahagia

Dibeberapa kesempatan makan di luar saat belum tinggal bersama, kamu dan dia sering berdebat hanya karena jenis makanan saja. Kini hal itu jadi kenangan yang akan membuat kalian tersenyum.

Menjadi pasangan hidup yang baru saja tinggal berdua, membuat kalian berdua belajar akan arti kebersamaan. Karena meski dengan lauk seadanya tak jadi penghalang untuk mensyukuri semuanya.

Tidak Lagi Sungkan Untuk Menunjukkan Rasa Sayang, Pun Termasuk Menawarinya Bantuan Untuk Segala Sesuatu Yang Tak Bisa Ia Lakukan

Layaknya suami istri lainnya, kamu dan dia mungkin akan berbagi tugas di rumah. Istri mungkin akan menjadi orang yang bertugas di dapur untuk memasak. Sedangkan suami bisa membantu untuk membersihkan rumah, meski sekadar menyapu saja.

Sebagaimana kamu yang juga tak sempurna, mungkin akan ada beberapa hal yang tak bisa ia lakukan sendiri. Tanpa merasa dibebani, dengan senang hati dirimu akan menawarkan diri. Dengan begitu pasanganmu akan merasa bahwa  dirimu adalah sosok yang mengayomi.

Jika Dulu Dirimu Hanya Bisa Mengingatkannya Agar Menjaga Pola Makan, Sekarang Dirimulah Yang Akan Melakukannya untuk Dia

Anggaplah kamu adalah orang yang begitu memperhatikan masalah kesehatan, berbanding dengan dia yang kerap makan sembarangan. Posisimu sebagai orang yang berada di dekatnya sejak bangun tidur membuatmu jadi tahu semua hal tentang dirinya. Kamu pun tak segan untuk memberinya larangan jika memang itu tak baik baginya.

Kamu bisa memintanya untuk mengubah pola hidupnya sesuai dengan hal yang kamu anggap baik. Termasuk untuk hal-hal kecil seperti menggosok gigi, sesaat sebelum merebahkan tubuh di sampingmu saat malam hari.

Selain Selimut, Kini Tubuhnya Jadi Pengganti Penangkal Dingin Setiap Kali Hujan

Tak perlu risau untuk takut dosa atau dianggap berzina, kini kamu dan dia adalah sepasang suami istri yang sah. Jika sebelumnya mie instan rebus dengan rasa favorit akan jadi pilihan dikala hujan, kini tubuhnya rasanya jadi satu-satunya yang kamu butuhkan.

Bebas berdua diatas ranjang sepanjang tubuhmu butuh kehangatan. Momen yang dulunya masih enggan kamu lakukan, kini jadi sesuatu yang bisa dengan leluasa diaplikasikan. Hingga akhirnya kamu sadar, untuk urusan berpelukan dikala hujan akan jauh lebih romantis jika dilakukan dengan dia yang sudah sah jadi pasangan.

Bahkan Rumah Dan Seisinya Tak Akan Protes, Jika Kalian Ingin Melakukan Apa Saja

Didalam rumah yang kini jadi tempat tinggal berdua, tak ada rahasia yang perlu kalian simpan. Kamu dan dirinya bergerak sebagaimana adanya, tanpa perlu merasa sungkan untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Kamu bebas menciumnya di setiap sudut rumah, memeluknya dari belakang saat ia sedang menyiapkan makanan kesukaan, hingga memintanya menari bersama untuk menghabiskan malam. Selama itu adalah hal yang kalian mau, kalian bebas melakukannya.

Hingga Rencana Liburan Yang Kini Telah Terasa Lebih Leluasa Meski Pergi Berdua Saja

Hilangkan pikiran bahwa nanti akan dicibir orang, ingatlah bahwa kalian berdua adalah suami istri yang sah. Nikmati semua kebersamaan yang ada  dengan sebaik-baiknya. Ajak dia menjajaki tempat-tempat asing berdua, ini tentu jadi pengalaman baru yang tak akan dilupa. Tak ada akhir pekan atau libur yang membosankan, karena sekarang ada dirinya yang siap sedia untuk diajak berpetualang.

Semua hal ini akan jadi sesuatu yang membuatmu semakin sayang, maka tak heran jika saat ini kebersamaan kalian jadi sesuatu yang selalu didoakan. Untuk itu kalian berdua tak henti mengucap bersyukur sebab telah dipertemukan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Lalu bagaimana denganmu? Mana aktivitas yang paling sering kalian lakoni berdua dengan pasangan?

2 Comments

2 Comments

  1. Irly

    May 22, 2015 at 8:17 am

    Saya nyimak videonya, di menit 20an baru ngeh kalau videonya tentang pengalaman di Sinabung( Soalnya nyebut banyak mayat)*tepok jidat

    Saya setuju dengan penghargaan yang direncanakan untuk mas Lahar. Btw, nama Lahar diberikan sejak dulu atau baru setelah berhasil mengevaluasi jenazah Alm. Erri?

  2. Said Rahman (@bangsaid)

    June 4, 2015 at 7:53 am

    Wew, bahkan mas Lahar sudah memprediksi ini akan terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top