Video

Lagu-lagu Indonesia Ini Mengabadikan Tren Teknologi Informasi (Nomer 3 dan 4 tak lagi kamu gunakan!)

Tidittidit Pager SweetMartabak Berbunyi

Ini era dan masa sebelum datangnya Telepon genggam. Ketika itu orang berkirim pesan hanya lewat pager. Caranya adalah dengan menelpon operator, kemudian menyampaikan pesan ke operator tersebut. Nanti si operator yang mengirimkan pesan ke pager orang yang dituju. Mirip SMS atau aplikasi chat lainnya, bedanya kita menyampaikannya ke operator dan tak langsung ke orangnya.

Lagu Rap yang dibawakan oleh sweetmartabak inilah yang menggambarkan keriaan tersebut. Era waktu bunyi hanya ada Tidittidit kemudian orang akan sibuk membuka pagernya masing-masing untuk melihat pesan.

Pages: 1 2 3 4 5

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ini Kenapa Kamu Terlihat Lebih Menarik Jika Foto Bersama Kawanmu

Kamu termasuk orang yang merasa sulit mendapatkan foto terbaik ketika melakukan swafoto alias selfie? Merasa diri kurang menarik dan menjadi tak percaya diri untuk menaikan foto di sosial media? Sebetulnya, ada cara cepat dan paling mudah untuk terlihat lebih menarik ketika difoto.

Caranya? Dengan mengambil foto bersama-sama kawanmu alias group selfie. Yup, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa terlihat jauh lebih menarik ketika dia berfoto bersama orang lain. Hal ini dikenal dengan sebutan Cheerleader effect.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Dalam percobaan manapun dan melibatkan individu yang manapun semua menghasilkan kesimpulan yang sama. Mereka-mereka yang muncul di foto bersama orang lain, cenderung dinilai lebih menarik oleh para responden. Bahkan gabungan dari foto-foto selfie yang ditampilkan secara bersama-sama pun punya efek yang sama menariknya.

Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

Tapi kamu lebih pilih mana? Selfie vs Group Selfie?

Kendati begitu, tidak semua orang merasa kesulitan mendapatkan foto terbaik dirinya bukan? Kamu termasuk mereka yang percaya diri untuk muncul sendiri ketika foto? Atau kamu lebih nyaman untuk melakukan group selfie?

Nah, OPPO saat ini sedang mengadakan kontes Selfie VS Group Selfie untuk mencari momen terbaik kamu. Hadiahnya juga seru, Smartphone terbaru dari OPPO. Penasaran mau ikutan?

Caranya mudah!
1. Kamu like dulu fan page OPPO Indonesia.
2. Kemudian buka aplikasi berikut ini dan klik “Ikuti Promosi ini”
3. Isi data diri dengan lengkap dan benar.
4. Klik tombol langkah berikutnya
5. Lalu ikuti Votingnya apakah kamu lebih suka memilih Group Selfie atau Selfie
6. Klik Confirm
7. Masukan alasan kenapa kamu memilih itu
8. Kirim foto selfie kamu atau group selfie bersama temanmu
9. Mengirimkan foto bisa melului dua cara. Memilih foto dari album facebook kamu atau memilih foto baru. Lalu klik selanjutnya.
10. Berikan judul #OPPOF3Plus #BestDualMoment kemudian klik confirm
11. Klik posting
12. Share Campaign ini ke teman-temanmu dengan tag OPPO Indonesia (@IndonesiaOPPO)

Yuk ikut kompetisinya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Laki-laki Tak Mau Mengakui Hal Ini Karena Gengsi

Sistem pendidikan masyarakat kita kadang memang tak adil bagi laki-laki. Ditempatkan sebagai individu yang harus “kuat”, membuat para pria kadang tak mau mengakui hal-hal yang dianggapnya akan membuatnya terlihat lemat. Digambarkan macam patung, teguh dan tak diperkenankan memiliki ekspresi.

Hasilnya banyak pria malu mengakui hal-hal pribadi yang melibatkan perasaannya. Padahal bukan tak mungkin, mengakui berbagai hal tersebut justru sangat berguna sebagai pemicu diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku Malu Mengakui Kalau Merasa Kesepian

Banyak pria sulit mengakui bahwa dirinya sedang merasa kesepian. Padahal, kesepian tak bisa disembuhkan loh hanya dengan mengajak teman-teman bertemu atau berkumpul. Perlu diketahui bahwa kesepian berbeda dengan sendirian. Bila kita merasa sendirian, hang out dengan sahabat atau sekedar bercengkrama dengan tetanggga sebelah rumah, sudah bisa menghapus rasa kesendirian kalian.

Sebaliknya kesepian tak bisa dihilangkan hanya dengan menghadirkan banyak teman atau keluarga. Nah, bila kalian pra pria merasa kesepian, jangan memendam rasa kesepian kalian. Pahami dan berbicaralah pada keluarga atau bila perlu temui psikiater agar kalian tak merasa depresi dengan hidup kalian.

Aku Seharusnya Memang Tidak Merasa Iri dengan sahabat Sendiri

emosi uang

Iri tentu bukan sikap yang baik, terlebih pada sahabat sendiri. Mengakui hal tersebut bisa menjadi problem tersendiri bagi para pria, karena mereka harus mengakui ketidakmampuan dan kekurangan dalam pencapaian hidup mereka. Namun mengakui hal tersebut malah akan sangat membantu para pria untuk memperbaiki diri mereka sehingga sifat iri tersebut tak akan mempengaruhi hubungan persahabatan yang sudah terjalin.

“Aduh, Aku Tak terlalu hebat di ranjang”

mengakui hal satu ini akan sangat sulit bagi para pria, karena ini area yang sensitif dan menunjukan harga diri mereka sebagai pria. Namun, bagaimana sesuatu hal bisa menjadi lebih baik jika tak tahu dimana letak kesalahannya. Mengakui kalian tak begitu hebat ketika bersama pasangan, bisa membuka kesempatan pada diri kalian untuk memperbaiki apa kekurangan kalian.

Aku Mungkin Salah Arah

Hidup terkadang berakhir bukan ditempat yang kita inginkan. Hal itu pun harus kalian akui. Sangat wajar bila apa yang kalian harapkan berbeda jauh dengan kenyataan. Tak ada yang salah dengan hal tersebut. Kalian hanya harus melakukan yang terbaik di setiap jalur yang sedang ditempuh. Dengan begitu tak ada rasa sesal dan rendah diri.

Aku Merasa Tak Begitu Menarik

 

Ketika kita mendengar orang bercerita tentang pengalaman hidup yang seru dan beragam, tentu kita akan merasa diri kita tak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Namun, hal tersebut tak usah dihindari, akuilah hal tersebut. Dengan begitu kalian bisa menanamkan pada diri sendiri untuk berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena hal itu tak akan ada habisnya dan hanya membuat hidup tidak bahagia.

Aku Belum Pernah Pergi Kemanapun

malas

Tentu akan sangat memalukan bagi pria bila diketahui tak pernah pergi liburan kemanapun selama hidupnya. Di jaman seperti sekarang, dengan begitu banyak kemudahan sudah tak ada alasan lagi untuk tidak bisa pergi liburan kemanapun. Tak usah minder dengan hal semacam itu, hal ini bukan berarti menandakan kalian kurang dalam segi finansial, tetapi kalian lebih memprioritaskan hal-hal lain yang lebih penting.

Aku Tak Mampu Membeli Barang-Barang “WAH”

Tak hanya wanita, para pria begitu memimpikan memiliki barang-barang mewah di hidupnya. Namun apa daya bila harapan tak sesuai kenyataan. Mereka hanya bisa membicarakannya atau bertukar pikiran mengenai barang-barang tersebut. Jangan pernah malu mengakui bahwa kalian tak mampu membeli barang-barang mewah, jujur tentang diri kalian akan lebih dihargai dari pada hanya membual-bual tinggi tentang suatu hal yang tak bisa dicapai.

Pasanganku Yang Memilihkan Baju

Para pria tak terlalu suka mengakui hal ini. Mengakui bahwa pasangannya lah yang selama ini memberikan saran menganai apa yang seharus dipakai atau tidak menunjukan ketidakmampuan mereka dalam mengurus dirinya sendiri. Tentu hal ini cukup memalukan bagi pria.

Buku Jendela Dunia Tapi Aku Tak Banyak Membaca

orang tua baca buku

Sebagai pria dewasa terkadang mereka dituntut harus update mengenai informasi yang sedang terjadi sekarang ini. Namun kenyataannya kebanyakan pria malah tak terlalu suka membaca hal-hal berat, membaca hanya untuk kesenangan saja. Dan hal ini tak terlalu suka dibahas oleh para pria.

Aku Terlalu Sering Menonton TV

Suka tidak suka, kebanyakan pria sangat menyukai menghabiskan waktu di depan televisi. Mereka lebih memilih menonton TV seharian dibandingkan mendengar pasangannya bercerita atau menghabiskan waktu bersama pasangan di luar. Untuk kalian para pria yang merasa seperti ini, sadarlah segera dan hentikan kebiasaan tersebut. Dengan begitu kalian bisa menyalurkan waktu kalian ke hal-hal yang lebih bermanfaat selain menonton TV.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Bukan Sombong, Aku Perempuan Yang Percaya Diri!

Apa kamu sudah tahu apa perbedaan antara wanita yang memiliki kepercayaan diri dan tidak? Sebenarnya hal ini dapat kamu lihat dari cara berjalan, berbicara, berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Percaya diri muncul dari dalam bukan dari luar, hanya saja pengimplementasiannya dapat kamu lihat secara langsung. Jika kamu adalah salah satu dari wanita-wanita yang memiliki kepercayaan diri cukup bagus, inilah beberapa hal yang mungkin lebih kamu pilih untuk kamu lakukan.

Mencari Kebahagiaan dari dalam diri sendiri

Wanita yang percaya diri menyadari bahwa kebahagiaan yang didapat dari orang lain akan pergi saat orang tersebut juga pergi. Namun jika mereka mampu mendapatkan kebahagiaan dari diri mereka sendiri, mereka tidak akan kehilangan kebahagiaan itu, karena kebahagiaan mereka adalah diri mereka sendiri.

Mengutamakan “take action” dibanding “just speaking”

Banyak berbicara tanpa melakukan tindakan bukanlah ciri dari wanita yang percaya diri. Kaum wanita yang percaya diri lebih suka untuk melakukan tindakan daripada hanya berbicara dan menunggu orang lain lebih dulu melakukan tindakan. Bagi mereka waktu adalah hal yang mahal untuk dilewatkan begitu saja. Banyak hal yang mereka dapat lakukan daripada hanya berbicara setiap saat tanpa usaha untuk mewujudkan.

Tidak akan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Wanita yang percaya diri selalu fokus kepada diri mereka sendiri. Bukan karena tidak peduli akan kehidupan di sekitarnya, hanya saja mereka tidak suka jika akhirnya harus membandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka lebih percaya pada kemampuan diri sendiri dan mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan dari hasil keras mereka.

Menjadi diri sendiri tanpa memusingkan mode masa kini

Asal nyaman, pasti akan mereka gunakan sebagai ciri khas mereka sendiri. Wanita yang percaya diri akan percaya bahwa seleranya lebih baik dibandingkan apa yang menjadi mode masa kini. Apa yang membuatnya nyaman, apa yang membuatnya menjadi diri sendiri, itu lebih penting dibandingkan harus ikut repot untuk mengikuti perubahan jaman yang selalu diiringi dengan perubahan mode juga.

Lebih memilih introspeksi diri dibanding menyalahkan orang lain

Kaum wanita yang percaya diri tidak akan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepada diri mereka. Mereka akan mencoba untuk mengintrospeksi diri sendiri untuk mengetahui apa yang salah sehingga hal yang tidak diinginkannya terjadi. Wanita yang percaya diri tidak takut untuk mengakui kesalahan untuk kemudian menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran yang akan membuatnya lebih baik lagi di hari esok.

Selalu berusaha untuk mempertajam tampilan bukan menutupi kekurangan

Melihat kekurangan atau ketidaksempurnaan diri sendiri bukanlah sifat yang dimiliki oleh wanita yang percaya diri. Mereka akan memilih menggunakan waktu mereka untuk mempertajam tampilan mereka, bukan menutupi kekurangan mereka. Mereka sering berkaca dan melihat bahwa segala yang ada di fisiknya hanyalah bersifat sementara. Untuk itulah mereka tidak memperdulikan akan kekurangan diri mereka, mereka lebih peduli tentang bagaimana cara memperbaiki diri mereka dari segala sisi. Bukan hanya sekedar menutupi ketidaksempurnaan yang mereka miliki.

Tidak merasa cemburu atau iri pada apa yang orang lain miliki

 

Seorang wanita yang benar-benar percaya diri tidak pernah iri akan apa yang sudah diraih oleh orang lain. Wanita tipe ini tidak merasa tersaingi oleh orang lain atau takut keberadaannya terancam dengan keberadaan orang lain yang lebih dari diri mereka. Mereka percaya bahwa diri mereka mampu menjadi yang terbaik dan akan terus mencoba memperbaiki diri sampai mereka menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Tidak mudah tersinggung dan selalu berpikir positif

Pikiran positif selalu ada mengitari diri wanita yang percaya diri. Mereka tidak mudah tersinggung dengan apa yang orang lain bicarakan padanya ataupun tentangnya. Wanita tipe ini memiliki cara tersendiri untuk menyerap ucapan orang lain. Jika apa yang dikatakan orang lain dapat membangunnya untuk menjadi orang yang lebih baik, maka ucapan tersebut akan diterimanya dengan baik. Namun jika sekiranya apa yang dibicarakan orang lain itu tidak bermanfaat, maka ia akan membuangnya pada sampah kata yang dia sediakan.

Melakukan hal lain dibanding harus menggosipkan hal yang tidak penting

Waktu adalah salah satu hal yang sangat penting bagi wanita yang memiliki kepercayaan diri yang baik. Mereka akan memilih untuk melakukan hal yang lebih penting dibandingkan dengan menggosipkan hal tidak penting dan tidak memiliki manfaat untuk dirinya. Wanita tipe ini memiliki topik yang menarik untuk diperbincangkan. Dan topik yang dimiliki tentunya adalah topik yang cerdas untuk diperbincangkan dibanding dengan topik gossip yang tidak ada manfaatnya.

Mempertahankan standar yang dimilikinya, ini adalah salah satu bentuk sikap teguh pendirian yang dimiliki

Wanita yang percaya diri memiliki keyakinan yang sangat kuat akan kenyataan yang akan berpihak padanya. Apapun yang terdjadi, wanita tipe ini tidak akan rela menurunkan standarnya. Apa yang sudah diyakininya dari awal tidak akan mudah goyah. Wanita yang percaya diri selalu mematok hal sesuai dengan kemampuannya, dan dengan kemampuannya itu wanita ini harus dapat mencapai standarnya,

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bagaimana Facebook Membuat Kawanmu Jadi Merasa Paling Benar Sendiri

Ada satu waktu dimana kamu benar-benar bingung menghadapi temanmu di facebook. Dia nampak begitu keras kepala membela salah satu tokoh politik yang didukungnya. Membela kelompok tertentu mati-matian dan seolah tak pernah tahu informasi busuk tentang kelompok yang dibelanya tersebut.

Komentarmu selalu dimentahkan dan disalahkan olehnya. Dia justru selalu bilang kamu yang keras kepala dan tak mau menerima informasi yang benar. Perdebatan pun menjadi terbuka dan ujungnya ketika terjadi eskalasi, menekan tombol unfriend terlihat jadi pilihan yang realistis.

Pernah penasaran kenapa kawanmu begitu ngotot dengan pendapatnya? Apa dia tak pernah membaca informasi yang selama ini kamu baca? Nah, ternyata sikap tertutup tersebut juga dipengaruhi oleh bagaimana Facebook bekerja mengelola informasi. Seperti apa? Yuk kita simak secara perlahan.

Hanya Sedikit Dari Kawanmu Yang “Bisa” Melihat Postingmu

Hal pertama yang perlu Kamu pahami bahwa dari seluruh jumlah daftar temanmu tidak semuanya melihat posting terbarumu. Jadi seheboh apapun kamu membagikan status, foto atau video kemungkinan besarnya tidak muncul di timeline kawanmu ketika dia membuka facebook.

Dari beberapa hasil penelitian hanya kurang dari 35 persen jumlah kawanmu yang pernah menyaksikan status yang kamu buat. Bahkan sebagian penelitian lain menyebut angka ini bisa lebih kecil lagi hanya kurang dari 20 persen. Artinya apa? Jika kawan facebookmu ada 100 hanya 20 orang diantaranya yang melihat posting kamu. Kenapa demikian?

Siapa Yang Bisa Melihat Siapa, Ditentukan Oleh Algoritma Facebook

 

Ini dia kuncinya. Facebook tidak menampilkan lini masa sesuai dengan kronologi waktu saja. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini menyusun program Algoritma matematis untuk menentukan siapa saja yang muncul di lini masa kamu. Dan sebaliknya, posting kamu juga tidak muncul sembarangan di lini masa siapa saja.

Tidak ada penyataan resmi tentang bagaimana perhitungan algoritma ini. Namun yang pasti, hal yang paling menentukan adalah bagaimana kamu berinteraksi dengan kawanmu yang ada di daftar pertemanan.

Semakin sering kamu memberikan like, berkomentar, membuka profilnya, berkirim pesan pribadi, maka semakin sering kamu akan melihat postingnya. Sementara buat mereka-mereka yang menjadikanmu teman tapi tak pernah berinteraksi, tentunya tidak akan pernah melihat unggahanmu bahkan cenderung lupa dan menganggapmu tak lagi ada.

Facebook Memanjakanmu Dengan Hanya Menampilkan Informasi Yang Kamu Senangi Saja

Pola seperti ini diterapkan tak hanya soal hubungan pertemanan tapi juga pada hal lainnya. Facebook melayani apa yang kamu suka dan hanya akan memberikan informasi yang menurut facebook kamu sukai saja.

Ambil contoh tokoh politik A. Kawanmu  suka dengannya, kemudian membaca informasi yang memberikan kabar baik tentang orang tersebut. Algoritma Facebook akan membaca bahwa kawan kamu tersebut senang dengan tipe informasi semacam itu. Hasilnya lini masanya hanya dipenuhi oleh informasi tentang kebaikan orang tersebut saja.

Sebaliknya kamu sering membaca informasi yang kritis terhadap tokoh A itu. Algoritma facebook akan membaca bahwa kamu senang dengan informasi yang kritis dan negatif terhadap tokoh A. Maka jangan heran kalau kemudian lini masamu akan dibanjiri informasi yang kontra terhadap A.

Algoritma Facebook Membuatmu Sulit Untuk Menerima Informasi Secara Berimbang

 

Kondisi seperti di atas tentunya akan menyulitkanmu menerima informasi yang berimbang. Di kasus kawanmu, dia jarang disajikan tautan informasi tentang informasi negatif tokoh si A tadi.

Hasilnya dia akan makin menyukai si A, dan berinteraksi dengan postingan dukungan terhadap si A. Algoritma facebook akan bertambah menilainya sangat menyukai tokoh si A. Maka dia akan makin banyak menerima informasi dukungan ke si A.

Sementara kamu sebaliknya. Kebencianmu terhadap si A membuatmu berinteraksi dengan berita negatif si tokoh A. Facebook membaca bahwa kamu senang dengan informasi negatif si A. Secara otomatis kamu akan makin banyak menerima informasi negatif tentang si A.

Fenomena ini terus berlangsung berulang dan makin membesar. Hingga akhirnya kawan kamu tak lagi pernah menerima informasi kritis tentang si tokoh A tersebut, dan kamu sama sekali tak pernah menerima informasi positif tentangnya.

Kamu Jadi Hanya Punya Satu Sisi Kebenaran

smartphone pemisah

Efek negatif dari hal tersebut, secara psikologis kamu hanya akan punya satu sisi kebenaran. Karena selama ini sudah dimanjakan oleh informasi sepihak yang disodorkan facebook padamu.

Informasi dukungan terhadap tokoh si A, dijadikan kawanmu sebagai menara gading yang sangat megah. Sementara di sisimu penolakanmu akan semakin kuat. Matamu dan mata kawanmu jadi tertutup dan menjadikan itu satu-satunya kebenaran.

Kamu Jadi Sulit Menerima Informasi Yang Berseberangan

Dengan Kondisi mental seperti itu, setiap ada kajian atau informasi kritis tentang tokoh A akan disikapi kawanmu sebagai perlawanan terhadap apa yang dia yakini sebagai kebenaran. Dia jadi tak terbiasa lagi berpikiran terbuka dan mencoba mendengarkan apa informasi kritis tentang tokoh tersebut.

Hal sebaliknya juga terjadi di kamu. Informasi positif tentang si tokoh akan selalu kamu anggap sebagai informasi yang mengada-ada. Dan kamu pasti menolaknya mentah-mentah.

Bencana Dimulai Ketika Kamu Akhirnya Bisa Melihat Posting Kawanmu

edit tulisan dengan kawan

Namun lantas kalau kita sedemikian berbeda referensi dan kesukaan, kenapa kita bisa terlibat debat dengan salah seorang kawan di facebook? Kenapa dia bisa melihat postingmu dan kamu bisa melihat postingnya?

Coba bayangkan sebuah skenario. Kamu dan kawanmu adalah alumni satu SMA yang sama. Kemudian ada acara reuni dan diunggahlah foto bersama di acara tersebut. Kamu dan kawanmu itu ditag secara bersama. Kamu memberikan suka pada foto tersebut, kawanmu juga.

Kejadian serupa ini bisa terjadi di berbagai skenario. Bisa saja kalian tergabung di satu komunitas group yang sama. Atau kalian menyukai satu kawan yang sama dan sama-sama berinteraksi di postingan orang lain tersebut.

Setelah itu terjadi, Algoritma Facebook akan menilai kamu dan kawanmu itu punya kesamaan dan menyukai hal yang sama. Mulai lah kamu disajikan posting kawanmu itu tentang dukungan terhadap tokoh A.

Sayangnya dia yang selama ini hanya mendapat informasi sisi positif si A, jadi harus bertemu denganmu yang selama ini hanya terpapar informasi soal berita negatif dan kritis terhadap si A. Kalian berdua sama-sama hanya punya segudang informasi yang berat sebelah. Terjadilah perdebatan dan saling tuduh bahwa masing-masing buta terhadap kebenaran.

Gawatnya Tak Cuma Facebook, Informasi Di Internet Kini Didikte Oleh Algoritma Dan Artificial Intelligence

Nah, hal yang “memprihatinkannya” cara kerja penyajian informasi menggunakan algoritma ini tidak hanya diberlakukan oleh facebook. Nyaris semua perusahaan besar internet berlomba-lomba “memahami” penggunanya dan menyajikan informasi yang hanya disenangi penggunanya saja.

Instagram yang dulu hanya menggunakan kronologi waktu, kini sudah menerapkan sistem algoritma ketika dibeli facebook. Sewaktu kamu menonton dan menyukai sebuah tayangan di youtube, maka niscaya kamu hanya akan diberikan rekomendasi video youtube yang serupa.

Begitu juga dengan musik, dimana apple music, spotify dan tayangan streaming lain mencoba “menebak” musik favorit penggunanya. Situs-situs jual beli juga melakukan hal ini. Bahkan hasil pencarian google pun sudah lebih dulu menggunakan sistem personalisasi macam ini, jika kita melakukan pencarian dalam keadaan login.

Hasilnya? Kamu dan kawanmu akan menjadi orang-orang yang merasa paling benar sendiri, karena hanya menerima informasi yang berat sebelah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top