Community

Kisah Hidup Seorang Maudy Ayunda yang Patut Kamu Jadikan Inspirasi

Setiap orang ada dengan perjalanan hidupnya masing-masing. Tidak semua orang punya kekuatan yang besar untuk menjalani kehidupannya sendiri. Namun mungkin dengan mendengar kisah dari orang lain, kamu bisa termotivasi untuk lebih kuat dalam melewati segala rintangan yang menghadang langkahmu. Salah satu kisah hidup yang bisa kamu jadikan inspirasi adalah kisah hidup yang dimiliki oleh seorang penyanyi sekaligus pemain film, yaitu Maudy Ayunda.

Maudy Membuktikan Bahwa Setiap Usaha, Tak Pernah Terkhianati Oleh Hasilnya

Tentu kamu juga tahu bahwa selain berjiwa seni, Maudy juga seorang yang cerdas. Dia berhasil masuk universitas bergengsi dunia, yaitu Universitas Oxford. Jurusan yang dia ambil pun tak main-main, yaitu Philosophy Politics Economic. Dia membuktikan bahwa usaha memang tak pernah terkhianati oleh hasil yang akan dicapai.

Hidup Mandiri Tanpa Adanya Keluarga di Dekatnya

Belajar di negara lain tentu membuat Maudy harus mampu menjadi pribadi yang mandiri. Kita patut menjadikannya contoh untuk bisa mengurus diri sendiri dengan baik dan hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain.

Baginya Waktu Adalah Hal yang Sangat Penting

Maudy mengajarkan bahwa waktu adalah hal yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.  Di saat liburan tiba, Maudy pulang ke Indonesia untuk kembali berkarir, dan saat dia kembali ke negara tempatnya mengenyam pendidikan, dia pun focus untuk belajar.

Darinya Kita Juga Belajar Untuk Tidak Membeda-bedakan Teman

Belajar di luar negeri tentu membuatnya memiliki banyak teman baru yang berasal dari negara dan budaya yang berbeda dengannya. Namun semua itu tak menjadi halangan baginya untuk bisa berteman dengan baik. Yang terpenting adalah mencari teman yang memang bisa membawa kehidupanmu menjadi lebih baik dari sebelumnya, tak peduli dari mana asalnya, bagaimana budayanya, dan seberapa kaya mereka.

Melakoni Apa yang Disukai

Kamu bisa belajar dari Maudy yang selalu melakukan apa yang dia sukai. Dengan melakukan hal yang disukai, kamu akan melakukannya dengan semaksimal mungkin. Sehingga hasil yang akan kamu dapatkan juga akan memuaskan

Bahkan Hasil Penjualan Buku Pertamnya Juga Disumbangkan Pada Korban Tsunami di Aceh

Maudy mengajarkanmu untuk tak lupa berbagi dengan orang yang membutuhkan. Sifat berbagi memang harusnya dimiliki oleh setiap orang agar taka da lagi orang yang mengalami kehidupan yang miris di negeri ini.

Dan Belajarlah untuk Selalu Memanfaatkan Peluang

Peluang adalah sesuatu hal yang patut untuk dicoba. Maudy selalu membuka diri pada peluang yang ada, karena itulah dia bisa mencapai titik saat ini dia berada. Jika kamu bisa memanfaatkan peluang dengan baik, bukan jadi hal yang tak mungkin untukmu bisa mengungguli seorang Maudy Ayunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menurut Otomotif Award, Motor Ini Merupakan Motor Bebek Terbaik

Otomotif Award tahun 2018 ini jadi gelaran ke 11 penghargaan untuk industri otomotif tanah air. Kali ini tema yang diusung adalah “the right choice”. Tema ini mencerminkan bahwa setiap pemenang merupakan rekomendasi terbaik untuk satu tahun 2018.

Ada dua kategori yang menarik yaitu best of the best cub alias motor kategori bebek terbaik dan kategori best of hypercub. Menjadi menarik karena kedua kategori ini dimenangkan oleh motor yang sama, yaitu All New Satria F150.

Hal ini seolah mempertegas All New Satria F150 sebagai produk yang superior, karena berhasil menang di berbagai sektor penilaian. Dengan perolehan poin penilaian yang tinggi, alhasil All New Satria F150 dinobatkan menjadi yang terbaik di kelas cub/bebek 150cc dan sekaligus mengalahkan perolehan poin motor cub/bebek di kelas lainnya.

Meski produk baru namun Suzuki tak mau penggemar setia Satria kecewa. Karena itu All New Satria 150 ini tetap setia mengusung tema Hyperunderbone. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve.

Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3. Dengan mesin macam ini jelas dapat penilaian sangat baik pada ajang kali ini.

Apalagi dari segi tampilan, Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

 

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan. Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

Untuk kamu yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa kamu jadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Jika 3 warna lain dari wajah baru Satria F150 hadir untuk memenuhi gaya hidup anak muda masa kini. Daya pikat dari 2 warna yang spesial berikutnya ini juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin kamu tunjukkan.

Maka tak heran jika warna biru pada Metallic Triton Blue, untuk seri ini membuat tampilan motor lebih tajam dipadu striping ala Suzuki MotoGP 2017 yang cerah, memberikan kesan pengendara yang antusias dan serius.

Dengan kombinasi macam itu tak heran jika All New Satria F150 berhasil menggaget dua penghargaan bergensi tersebut. Menyambut penghargaan yang baik ini, Yohan Yahya – Department Head of Sales & Marketing 2W SIS berkomentar, “Terima kasih kami ucapkan kepada tim Tabloid Otomotif yang telah memberikan penghargaan dan kepercayaan Best of The Best Cub kepada Suzuki All New Satria F150. Dengan hal ini berarti Suzuki telah berhasil memberikan produk sesuai kebutuhan publik masa kini. Selain itu dengan penghargaan spesial sebagai public relations terbaik tahun ini, meyakinkan kami bahwa apa yang sudah kami berikan dan lakukan dengan teman-teman Jurnalis sudah memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi yang berkualitas.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tampilan Memang Penting, Tapi Beli Motor Harus Perhatikan Mesinnya

Tak salah memang memilih motor karena tampilannya. Tapi sejatinya motor juga adalah tentang mesinnya. Tampilannya oke tapi kalau mesinnya payah untuk apa.

Karena mesin itu ibarat jantung bagi motor. Vital dan jadi penentu keseluruhan kinerja. Karena itu penting untuk memahami urusan satu ini sebelum memutuskan membeli motor. Setidaknya pilihlah yang sesuai dengan karakter berkendara kamu

Di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe mesin yang umum diaplikasikan pada kendaraan roda dua. Tak cuma soal dimensi namun karakteristiknya pun berbeda.

Pertama adalah tipe Overstroke. Mesin ini memiliki langkah piston (stroke) lebih besar dari diameter piston (bore). Mesin dengan tipe ini punya karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah.

Tenaga puncaknya bisa diraih di rpm yang rendah. Hal ini membuat motor dengan mesin overstroke bisa lincah dalam mengarungi kemacetan kota atau medan berat. Kekurangannya, putaran mesin tak bisa terlalu tinggi dan jika dipaksakan bisa beresiko mesin jebol.

Kedua adalah mesin Square. Mesin disebut square jika angka diameter dan langkah pistonnya sama atau hanya berselisih sedikit. Mesin berjenis square ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan rpm, baik pada rpm rendah maupun pada rpm tinggi.

Mesin dengan tipe ini biasanya diaplikasikan pada motor-motor harian yang memiliki kemampuan universal untuk melahap semua medan baik dalam kota maupun luar kota. Meski merata, namun konsekuensinya mesin ini tidak memiliki tenaga yang terlalu menonjol.

Jenis terakhir adalah Overbore yang memiliki diamter piston lebih besar dari langkahnya. Jenis mesin overbore ini sangat cocok pada motor berkarakter sport . Karena mesin ini terkesan jinak diputaran bawah namun menjadi ganas diputaran menengah dan tinggi.

Nah biasanya pada motor sport pengendara akan memacu motornya dengan mempertahankan putaran mesin pada RPM yang tinggi agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimum motor tersebut.

Contoh dari mesih overbore adalah mesin yang digunakan Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Mesin overbore Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya kamu menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Setelah paham ketiga tipe mesin di atas, kamu sudah punya pilihan yang ingin dibawa pulang?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sebesar Apapun Cinta Kita, Jika Belum Jodoh Aku Bisa Apa?

Saat ini, detik ini juga, aku bertanya pada diriku sendiri. Tentang apakah aku masih bahagia tanpamu. Apakah aku masih tegar meski harus berjalan tanpa kamu di sisiku. Ini mungkin hanya tentang aku, atau tentang kamu, atau mungkin tentang aku dan kamu yang tak kunjung jadi kita.

Jika ada yang bertanya padaku apakah aku hancur? Jawabannya, mungkin bukan sepenuhnya hancur, namun serasa ada bagian dalam diriku sendiri yang hilang bersama dengan kepergianmu.

Masih kuyakini bahwa jodoh sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita hanya patut berserah diri dan berusaha semaksimal yang kita bisa. Selebihnya, biar tangan Tuhan yang bekerja.

Masih berharapkah aku untuk bisa berjodoh denganmu? Jawabannya saat ini, tentu. Karena aku belum menemukan sosok yang mampu menggantikanmu. Tapi nanti, mungkin akan lain lagi. Tuhan mampu membolak-balikkan hati manusia dengan mudahnya, jadi tak menutup kemungkinan aku akan melupakanmu sepenuhnya saat dia yang memang tercipta untukku sudah menemui waktu untuk datang padaku.

Bukan berarti aku tak cinta lantas merelakanmu pergi dariku begitu saja. Jika memang tak jodoh, sebesar apapun cintaku padamu dan cintamu padaku, itu tak akan cukup untuk membuat kita bersatu.

Meski bahagiamu bukanlah denganku, begitu pun sebaliknya, namun aku tetap berharap yang terbaik untuk kita berdua. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali dengan kedamaian dan kebahagiaan yang sudah kita dapatkan masing-masing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Kuat, Sekalipun Harus Melakoni Ibadah Puasa Jauh dari Keluarga

Melakoni puasa seorang diri terpisah jauh dari keluarga sudah jadi hal yang biasa. Bekerja sekian lama di perantauan membuatku harus bisa kompromi kalau akhirnya aku harus sahur dan berbuka puasa tanpa ditemani gelak tawa anggota keluarga.

Sedih jangan ditanya. Seperti tak ada kata yang mampu menggambarkan besarnya keinginanku untuk sekadar menjalani puasa bersama sanak saudara. Kamu mengalami hal serupa denganku, kuminta sejenak untuk menyimpan dulu rasa sedihmu. Sebab tanpa kamu sadari, sejatinya kita inilah pejuang yang sebenarnya.

Meski Terpisah Jarak dengan Orangtua, Namun Aku Semakin Belajar Soal Kemandirian di Tempatku Menetap

Masih teringat jelas kenangan saat masih kecil, saat ibu rutin menyiapkan sahur dan menu untuk buka. Rindu sekali rasanya membantu ibu menyiapkan semua itu. Setelah berbuka puasa, bergegas ke masjid untuk tarawih bersama pun jadi hal yang kemudian dilakukan. Begitu indah. Namun rasanya sekarang ini sukar sekali merasakan momen sedamai itu bisa terulang lagi. Tuntutan di perantauan membuatku sukar untuk pulang. Meski pilu, tak apa, yang terpenting keluargaku tetap sehat di rumah yang kami tinggali bersama. Di sini, aku belajar untuk terus hidup mandiri.

Jangan Sedih Seorang Diri, Pasti di Sekelilingmu pun Ada Teman yang Nasibnya Sepertimu

Kalau dipikir-pikir, pasti tak hanya aku saja yang mengalami nasib seperti ini. Karenanya, mungkin ini yang jadi alasan mengapa aku tak perlu bersedih berlama-lama. Aku perlu menengok sekelilingku, pasti kutemukan teman yang juga harus bertahan di perantauan dan tak bisa pulang. Untukmu, yang juga mengalami kondisi sepertiku, ingatlah, kamu tidak sendiri, Kawan!

Segala Keterbatasan yang Kamu Rasakan, Akhirnya Semua Itu Jadi Pengalaman Berharga yang Menyenangkan

Telat sahur jelas pernah aku alami. Berjuang melawan kantuk dan menyiapkan makanan sendiri. Berpuasa, lalu berbuka dengan menu seadanya. Belum lagi kalau tabungan kian menipis. Hal-hal semacam ini sudah biasa bagi para perantau, bukan? Sekalipun miris, tapi anggaplah setiap kondisi dan situasi semacam ini sebagai pengalaman berharga. Siapa tahu bisa menjadi bekalmu di masa depan dan bahan cerita lucu untuk anak cucu kelak. Tetap semangat berpuasa, ya!

Tak Perlu Bersedih Hati, Sebab Keluargamu pun Berdoa Agar Kamu Tetap Bisa Mandiri

Di perantauan ini, meski kutahu tak ada ayah dan ibu yang senantiasa mengingatkan soal ibadah, tapi aku tak boleh menyerah. Aku ingat betapa kedua orangtuaku percaya kalau aku bisa melewati fase hidup yang sedang kualami sekarang ini. Kamu pun harus begitu, Percayalah bahwa dirimu bisa kamu andalkan untuk merangkum semua peran baik saat hari-hari biasa maupun saat bulan Ramadhan. Kalau ada niat dan usaha, kamu bisa mengandalkan dirimu sendiri meski jauh dari keluarga. Percayalah, keluargamu pun akan tetap merapal doa untukmu.

Percayalah Pada Kemampuanmu Bertahan di Perantauan, Wahai Pejuang…

Terpenting, buanglah jauh-jauh pikiran kalau menjalani puasa di perantauan hanya berakhir menyedihkan. Faktanya, tidak sama sekali. Tak perlu sedih atau bahkan sampai ketakutan sendiri. Sebab di hari nan fitri nanti, kemenangan yang akan kamu dapatkan tak hanya atas puasamu selama sebulan saja, tapi juga kerena berhasil lulus dari perjuanganmu jalani puasa di perantauan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sayangnya, Membuat Orang Lain Iri dengan Hubungan Ini Tak Jadi Jaminan Kisah Kita akan Selalu Abadi

Cinta sempat membutakanku. Kamu yang aku kira akan menjadi cinta terakhir untukku nyatanya pergi meninggalkanku demi orang yang lainnya. Bayangkan saja, setinggi itu aku dilambungkan olehmu, lalu aku seolah dilempar mentah-mentah dari ketinggian itu. Sakit, kecewa, marah, semua bercampur menjadi satu yang kusebut luka.

Banyak orang di sekitarku bahkan menyatakan kekagumannya kepada hubungan kita yang bertahan lama. Namun nyatanya waktu lama bukanlah jaminan bahwa kita benar akan bersatu nantinya. Kini hubungan kita hanyalah jadi kenangan, bukan masa depan.

Aku kecewa, aku pun malu pada mereka yang sudah memuja hubungan kita. Kamu memberiku harapan yang begitu besar, namun nyatanya kini kamu hempaskan dalam sekali tamparan saja.
Entahlah, rasanya aku ingin hanya sekedar mimpi buruk yang esok akan berlalu saat aku terbangun dari tidurku.

Namun ini adalah kenyataan, fakta yang benar-benar harus kita terima. Kamu pergi dan aku sendiri. Kamu memilih dia yang entah kapan mulai kamu kenali, hingga kamu tega meninggalkan aku yang telah setia hanya kepadamu selama ini.

Ku doakan kamu bahagia tanpaku. Begitu pun aku yang akan mulai membangun masa depan lagi tanpamu. Aku akan menata lagi ruang yang ada di hatiku. Membersihakannya dari segala kenangan tentangmu dan menyiapkannya untuk dia yang akan mengisinya nanti, dan itu bukan kamu.

Selamat tinggal kamu yang dulu pernah sekian lama ada di sampingku. Aku akan mengingatmu sebagai kenangan yang mengajarkanku untuk tetap sabar dan tegar. Kenangan bersamamu akan membuatku sadar suatu saat nanti, bahwa aku pernah sekuat ini, ditinggal saat sepenuh hatiku sudah ada di genggamanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top