Feature

Ketika Alat Cukur Menentukan Karaktermu, Wahai Laki-laki!

Mau menggunakan kumis, janggut, cambang atau tidak adalah sebuah pilihan. Hal ini menentukan selera seseorang. Namun bukan hanya soal ada atau tidaknya rambut muka yang bisa menentukan karakter. Karena alat cukur dikenal dari Abad ke-2 sebelum Masehi. Tapi pemilihan alat cukurnya juga bisa jadi cerminan bagaimana sifat dan karakter seseorang. Kamu yang mana?

Si konservatif dengan pisau silet

cukuran silet

Pisau cukur macam ini salah satu pionir dalam penciptaan alat cukur. Kehadirannya sudah ada sedari lama. Biasa terbuat dari logam dengan ujung kepala terbuka tempat menaruh silet. Biasanya mereka yang memilih tipe alat cukur ini adalah para lelaki yang lebih konservatif. Tidak terlalu suka perubahan dan senang bergelut dengan nostalgia.

Si ingin jantan dengan pisau cukur

pisau cukurMungkin dideretan alat cukur, jenis pisau ini yang paling laki-laki. Tampilannya berkilat dengan alat asah berupa kulit memanjang layaknya ikat pinggang. Mereka yang memilih ini biasanya ingin terlihat lebih laki-laki. Layaknya koboi di masa lalu. Maklum butuh keberanian untuk bercukur dengan pisau, karena salah-salah justru kulit wajah bisa tergores.

Si irit dan tak mau repot dengan cukuran sekali pakai

alat cukur kuningAlat cukur ini biasa dijual dalam jumlah banyak dengan harga murah. Biasanya menjadi pilihan bagi laki-laki yang irit atau berhemat. Mengutamakan fungsi tanpa mau mengeluarkan biaya terlalu banyak. Apalagi penggunaannya yang cuma satu dua kali tak mengharuskan repot mengurusi bersih-bersih alat selepas bercukur.

Si teliti dan perduli penampilan dengan kepala cukur yang bisa diganti

sekali pakaiAlat cukur ini hanya bagian kepalanya yang diganti, sementara badannya tetap disimpan dan dirawat. Umumnya para laki-laki yang menggunakan ini adalah mereka yang lebih teliti. Selain itu kepala cukur juga dilengkapi dengan selembar aloe alias lidah buaya untuk membuat kulit nyaman. Tak heran pria yang menggunakannya adalah mereka yang perduli penampilan.

Si modern dengan Pisau cukur Elektrik

shaver electric

Menggunakan batere sebagai tenaga pencukur, bisanya jadi pilihan para pria yang ingin terlihat modern. Menanggalkan kesan jadul dan ingin terlihat canggih. Mereka yang baru coba-coba menjadi “canggih” biasanya memilih batere yang sekali pakai. Sementara yang lebih high tech biasanya memilih batere yang bisa di charge.

Si tampil beda dengan Pencukur eletrik canggih

aqua touchSerupa dengan yang sebelumnya, alat cukur ini juga bersifat elektrik. Bedanya jenis yang satu ini lebih canggih. Coba saja tengok AquaTouch S5070 dari philips. Kepala pisaunya bersifat fleksibel dan bisa mengikuti kontur wajah. Dijamin bebas dari goresan wajah alias nixon cut selepas bercukur. Baterenya bisa dicharge selama satu jam untuk penggunaan selama satu bulan. Belum lagi ujung kepala alat cukur philips yang dari Belanda ini bisa diganti dengan trimmer untuk merapihkan atau brush alias sikat untuk mereka yang menggunakan krim atau minyak perawatan wajah. Terbayang bukan, laki-laki modern seperti apa yang menggunakan alat yang banderolnya mencapai Rp1,5 juta ini.

Mau Coba AquaTouch S5070? Ikuti Quiznya!

Kamu termasuk tipe yang terakhir ini? Atau ingin mencoba mencukur kumis, cambang dan jenggot menggunakan alat yang harganya premium ini? Ikuti kuisnya untuk memenangkan AquaTouch S5070 dari philips.

AquaTouch S5070

Quiz telah selesai Penguman Pemenang pada 5 Februari 2016

 

5 Comments

5 Comments

  1. angkisland

    December 4, 2015 at 9:48 am

    wkwkwkwk yg elektrik belum mampuuu hehehe….

  2. Keke Naima

    December 6, 2015 at 8:34 am

    berarti suami saya termasuk tipe modern hahaha

  3. clara

    December 21, 2015 at 9:57 pm

    suamiku biasanya pake yg manual dengan gillete

  4. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:09 pm

    Saya pake yang irit hemat dan aman

  5. andri

    January 14, 2016 at 7:58 pm

    teteplah pake Si konservatif dengan pisau silet…sudah pertama kali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

5 Comments

5 Comments

  1. angkisland

    December 4, 2015 at 9:48 am

    wkwkwkwk yg elektrik belum mampuuu hehehe….

  2. Keke Naima

    December 6, 2015 at 8:34 am

    berarti suami saya termasuk tipe modern hahaha

  3. clara

    December 21, 2015 at 9:57 pm

    suamiku biasanya pake yg manual dengan gillete

  4. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:09 pm

    Saya pake yang irit hemat dan aman

  5. andri

    January 14, 2016 at 7:58 pm

    teteplah pake Si konservatif dengan pisau silet…sudah pertama kali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebelum Kisah Cinta Dilan dan Milea, Romansa 7 Film Cinta Remaja Ini Juga Melekat di Hati Para Penontonnya

Masih tak bisa lepas dari romansa yang ditawarkan oleh kisah cinta Dilan dan Milea di film Dilan 1990. Ajaib memang, karakter Dilan yang unik membuat penonton akan selalu tersenyum tiap kali mengingatnya.

Mulai dari kalimat-kalimat gombal yang tak biasa, perjuangannya mencintai Milea, hingga hal-hal unik lain yang mungkin tak pernah dipikirkan oleh anak laki-laki SMA seusianya. Bahkan hingga saat ini, konon sudah ada 4,5 juta orang yang berhasil dibius oleh cerita cinta Dilan dan Milea.

Seolah sejalan dengan kata-kata penyair, “Masa remaja adalah masa bercinta”, sebenarnya jauh sebelum kisah Dilan dan Milea ada beberapa judul film tanah air yang juga tak kalah romantisnya. Barangkali list judul film ini bisa kamu jadikan bahan untuk menggaet gebetan, atau mantan yang ingin diajak balikan. 

 

 

5 Comments

5 Comments

  1. angkisland

    December 4, 2015 at 9:48 am

    wkwkwkwk yg elektrik belum mampuuu hehehe….

  2. Keke Naima

    December 6, 2015 at 8:34 am

    berarti suami saya termasuk tipe modern hahaha

  3. clara

    December 21, 2015 at 9:57 pm

    suamiku biasanya pake yg manual dengan gillete

  4. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:09 pm

    Saya pake yang irit hemat dan aman

  5. andri

    January 14, 2016 at 7:58 pm

    teteplah pake Si konservatif dengan pisau silet…sudah pertama kali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

5 Comments

5 Comments

  1. angkisland

    December 4, 2015 at 9:48 am

    wkwkwkwk yg elektrik belum mampuuu hehehe….

  2. Keke Naima

    December 6, 2015 at 8:34 am

    berarti suami saya termasuk tipe modern hahaha

  3. clara

    December 21, 2015 at 9:57 pm

    suamiku biasanya pake yg manual dengan gillete

  4. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:09 pm

    Saya pake yang irit hemat dan aman

  5. andri

    January 14, 2016 at 7:58 pm

    teteplah pake Si konservatif dengan pisau silet…sudah pertama kali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kembali, Jagat Hiburan Ditinggalkan Salah Satu Aktor Glee Karena Bunuh Diri

Industri jagat hiburan kembali dikagetkan dengan meninggalnya aktor Mark Salling dengan cara gantung diri di area hutan dekat Tujunga, Amerika Serikat. Pemeran Noah “Puck” Puckerman dalam serial Glee, mengalami depresi lantaran kasus pornografi yang menimpanya.

Sebelumnya, ada nama Chester Bennington, pentolan dari Linkin Park, dan Dolores O’riordan penyumbang suara dari The Cranberries yang melakukan bunuh diri. Stres dan depresi yang dialami para peramai jagat industri hiburan, membuat bunuh diri jadi jalan tengah sekaligus solusi dari kungkungan pikiran-pikiran mati.

Dilansir dari CNN Indonesia, Salling sempat mengisolasi diri dari beberapa kerabat. Mungkin, tidak adanya suntikan moral sekaligus terdegradasi dari segi pribadi karena ditangkap sebagai pecinta anak di bawah umur, menjadi alasan Salling untuk mengurung diri. Sehingga puncak depresi membuatnya bunuh diri. Seharusnya pada Maret nanti Salling akan mendengar keputusan pengadilan terkait hukuman yang akan diterima.

Setiap Manusia Memang Memiliki Kesalahan Yang Tidak Dapat Diterima, Salah Satunya Kelainan Seksual Macam Pedofilia

Sumber : Reuters.com

Tubuh Mark Salling harus membiru di areal hutan, lantaran jerat tambang di lingkaran lehernya menghabisi nyawanya. Memang tidak ada yang menyangka, kalau aktor yang berumur 35 tahun tersebut mengidap pedofilia. Hal itu terkuak dari beberapa bukti yang ditemukan polisi di tempat tinggalnya, Sunland, California.

Namun belum ada informasi jelas, apakah Salling juga melakukan tindakan pelecehan lantaran belum ada informasi terkait selain kepemilikan konten pornografi tersebut. Karena menurut Gregory Herek, periset dari University of California, pedofilia adalah kelainan psikoseksual, ditandai dengan ketertarikan lebih kepada anak pra-remaja sebagai pasangan seksual. Namun, ketertarikan tersebut ditindaklanjuti atau tidak ditindaklanjuti.

Jauh sebelum kasus pornografi anak, Salling, pernah dituntut sang pacar, Roxane Gorzela, karena melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Roxane mengklaim ia melakukan secara paksa dengan posisi ia didorong ke arah lantai.

Kasus Pornografi Yang Menjeratnya Memang Mencengangkan, Foto Anak Berusia 3 Tahun Jadi Objek Seksual Kesenangannya

Sumber : Tvcdgn.net

Para penyelidik menyita sebuah laptop, satu hard drive, dan satu USB flash drive dari tempat tinggal Salling. Secara mengejutkan ditemukan barang sekitar 25.000 foto dan 600 video yang menampilkan ponografi anak. Parahnya lagi, anak yang ditampilkan dalam konten yang dimilikinya memiliki usia beragam, salah satunya berumur 3 tahun.

Hal ini yang diduga membuat Salling depresi. Terlebih lagi kasus ini dapat menyeretnya ke jeruji besi dengan hukuman selama 20 tahun. Salling pun mencari jalan tengah dengan membayar denda sebesar 50.000 $ terhadap korban, meski demikian ia masih kemungkinan dengan dijerat hukuman empat sampai tujuh tahun di penjara.

Selain hukuman yang bertubi-tubi yang menimpa Salling, namanya pun terdaftar sebagai pelaku kekerasan seksual yang berimbas pada pelarangan kontak verbal atau elektronik dengan siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun. Dia pun hanya boleh berada minimal 100 langkah dari sekolah, taman, kolam renang publik, pusat remaja, dan taman bermain setelah bebas nanti.

Sebuah kasus yang menimpa seseorang pasti menyerang psikisnya secara tidak langsung, hingga membuat Salling tertekan. Pada saat sidang bulan Desember 2015, ia mengaku sedang menjalani pengobatan depresi.

Meski Demikian, Sepatutnya Tidak Ada Alasan Apa pun Untuk Merayakan Kematian Seseorang

Sumber : TheGuardian.com

Kematian dari Mark Salling membawa duka mendalam bagi pelaku jagat hiburan diluar perbuatan biadab yang dia lakukan. Terutama bagi aktor Glee seperti Matthew Morrison yang mengunggah sebuah foto yang menampilkan dirinya dengan Salling, dan Cory Monteith yang juga meninggal karena bunuh diri.

Dibalik kesedihan beberapa pihak yang ditinggalkan, ada pula yang merayakan lantaran penjahat pedofilia itu meninggal. Sikap tersebut tentu sangat disayangkan, karena meninggalnya seseorang dengan alasan apa pun dibaliknya tidak patut untuk dirayakan. Namun itulah dunia, dengan beragam tanggapannya.

“Mark Salling pasti telah banyak berbuat salah dalam hidupnya dan menyebabkan banyak orang merasa sakit. Tapi tubuhnya yang menggantung di dahan pohon bukanlah alasan untuk bersukacita. Dia adalah manusia,” tulis Corinne Fisher di Twitter.

Mark Salling hanyalah seorang aktor yang besar karena serial Glee, kasusnya yang tidak dapat dibenarkan, juga ta bisa menjadi alasan untuk mencibir dirinya dibalik kematiannya. Apa lagi depresi yang dialaminya, tentu sudah cukup membuat Salling tersiksa secara fisik dan batin. Selamat jalan Mark Salling.

 

 

 

5 Comments

5 Comments

  1. angkisland

    December 4, 2015 at 9:48 am

    wkwkwkwk yg elektrik belum mampuuu hehehe….

  2. Keke Naima

    December 6, 2015 at 8:34 am

    berarti suami saya termasuk tipe modern hahaha

  3. clara

    December 21, 2015 at 9:57 pm

    suamiku biasanya pake yg manual dengan gillete

  4. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:09 pm

    Saya pake yang irit hemat dan aman

  5. andri

    January 14, 2016 at 7:58 pm

    teteplah pake Si konservatif dengan pisau silet…sudah pertama kali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top