Feature

Kerugian yang Akan Kamu Dapatkan, Jika Masih Hobi Nyinyirin Orang

Disadari atau tidak, kita sering bersikap bak hakim kehidupan orang. Berpikir bahwa hidup kitalah yang paling benar, hingga bisa dengan sesuka hati memberi komentar.

Padahal beberapa penelitian menyatakan, komentar negatif yang sering kita sampaikan jadi pemicu lain yang akan menciptakan perilaku negatif pula.

Lagi pula membeberkan keburukan orang lain dibelakang tak akan memberi kita dampak baik. Jika memang tak suka, cukup bicarakan langsung kepadanya, ini jauh lebih baik. Belum lagi jika ternyata apa yang kita bicarakan tak sesuai dengan ekspektasi di lapangan. Tak hanya telah bersalah pada mereka, kita juga sudah menimbulkan fitnah, dan merugikan diri sendiri tentunya.

Jangan Bicara Dibelakangnya, Jika Memang Tak Suka Langsung Sampaikan Padanya

Meski sudah bersalah dan membicarakan orang dibelakang, bisa dipastikan selalu ada alasan untuk kita bisa berkilah. “Kan apa yang aku bicarakan adalah kebenaran, jadi kenapa mereka harus marah?”, suatu kali alasan ini mungkin benar, bahwa apa yang sedang kita bicarakan adalah sesuatu yang sungguh terjadi.

Namun barangkali kita lupa, jika sesuatu yang meski itu benar pun, bukan berarti lantas dijadikan bahan obrolan. Apa lagi sampai menjadikannya sebagai bahan pergunjingan, hanya karena orang lain punya kesalahan. Jika memang ada sesuatu yang tak berkenan, sampaikan saja langsung kepadanya. Ini akan lebih melegakan daripada harus mencibir dari belakang.

Sebab Membicarakan Orang Hanya Membuang Waktu Luang, Lebih Baik Manfaatkan Untuk Hal Lain yang Lebih Menguntungkan

Kerugian lain yang akan kita dapatkan, ketika mengisi hari dengan membicarakan orang adalah kehilangan waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Sekilas sikap ini memang terlihat menyenangkan, namun jika coba ditelisik lebih dalam sungguh tak memberi manfaat apa-apa untuk kita. Tak hanya membuat diri menjadi seseorang penggosip saja, ini akan membuat lingkaran pertemananmu bernilai negatif.

Karena Tanpa Kita Sadari, Membicarakan Orang Lain Justru Membuat Kita Dijauhi

Sebagaimana kita membenci seseorang yang suka berkata-kata dibelakang, tentu orang lain juga akan berlaku demikian. Jika sosok yang sedang kita bicarakan tahu dirinya tengah dijadikan bahan pergunjingan, tentulah ia akan marah.

Pelan-pelan, mereka yang mulai jengah pada sikap buruk yang selalu kita tunjukkan, akan menjauh. Jadi jangan heran jika nanti, tiba-tiba mereka sudah tak ingin duduk bersama. Karena dimatanya kita tak lebih dari seorang tukang gosip yang tak punya kegiatan, selain mengomentari hidup orang.

Maka Tak Heran, Orang Akan Memberi Label Buruk Pada Sikap yang Kita Punya

“Dih, siapa juga yang berteman. Dia kan tukang gosip!”

Ungkapan ini mungkin jadi salah satu ucapan yang nanti akan kita terima dari mereka yang pernah kita cibir tanpa alasan. Jangan marah, sebab sedari awal kita juga sudah tahu jika perilaku membicarakan orang lain dibelakang bukanlah sesuatu yang baik. Jadi jika suatu waktu akan ada orang lain yang memberimu cap buruk. Itu adalah konsekuensi yang memang harus kita terima.

Mengungkap sebuah keburukan orang lain memang terasa menyenangkan, namun disaat yang sama kita juga sudah menunjukkan bahwa diri ini juga bukanlah orang yang benar.

Daripada Sibuk Mengkritik Orang Lain, Lebih Baik Benahi Diri Sendiri

Hal lain yang perlu kita ingat adalah tak ada manusia yang sempurna. Setiap orang lahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika ternyata ia memang memiliki kesalahan atau kekurangan pada beberapa hal, cobalah menerimanya sebagai bentuk keberagaman sikap manusia.

Daripada sibuk menjadi hakim untuk orang lain, ada baiknya kita mulai berkaca pada diri sendiri. Sejauh mana kita sudah merubah diri, juga adakah kelebihan lain yang memang kita miliki hingga bisa dijadikan patokan untuk menilai orang lain.

Dan Bertanya Pada Diri Sendiri, Siapakah Kita yang Merasa Berhak Untuk Menghakimi

Baik kita atau dia, semuanya sama saja. Walau kedudukan dan kemampuanmu mungkin melebihi dia yang sedang kita bicarakan, bukan berarti hal itu jadi alasan kita bebas mengomentari hidup yang ia jalani.

Ini bukan perkara dia yang paling benar, dengan dia yang tak bisa apa-apa. Tapi apa hak kita untuk mengomentari hidup orang lain, jika ternyata diri sendiri belumlah sempurna. Tak perlu sibuk jadi komentator yang tak berbayar, lebih baik isi kegiatan dengan hal lain yang jauh lebih bermanfaat.

Usia yang tak lagi remaja, seharusnya membuat kita banyak berkaca. Memilah-milah hal mana yang akan diucapkan dengan yang tak seharusnya disampaikan. Jangan jadi orang yang bisanya bicara dibelakang, jika memang tak suka sampaikan secara terang-terangan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Menikmati Akhir Pekan di Jakarta?

Akhir pekan di Jakarta, yakin bakalan asik? Mungkin itu jadi respon yang akan tiba-tiba memenuhi isi kepala. Wajar memang, hiruk pikuk kemacetan jalanan ibukota, kadang jadi sesuatu yang lebih dulu membunuh gairah. Jangankan untuk menikmati suasana kota di akhir pekan, belum sampai ke tempat tujuan kita sudah merasa lelah. Hasilnya? Mungkin bakalan menyerah.

Beberapa tahun belakangan, jalanan ibu kota memang sedang macet-macetnya. Sebab pemerintah saat ini nampaknya sedang memburu waktu untuk membenahi beberapa infrastruktur jalanan ibu kota. Tapi jangan keburu patah arang dulu, meski terkenal penuh dan riuh kita tetap bisa menikmati akhir pekan di Jakarta dengan asik dan menyenangkan.

Agar Tak Bosan dengan Suasana yang Itu-Itu Saja, Pilihlah Tempat yang Berbeda

Lupakan dulu mall dan berbagai macam tempat hang out kekinian. Kali ini mari nikmati jakarta dari lain sisi. Untuk itu kamu boleh bercumbu pada beberapa tempat yang jarang tersentuh.

Di Utara Jakarta, lahan hijau yang masih terasa segar mungkin jadi pilihan menarik pada pagi hari. Dan nanti jika sudah menjelang siang, kita bisa bergerak sedikit ke arah pusat Jakarta tepatnya di daerah pasar baru untuk sekedar melepas rasa lapar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Ini hanya beberapa rangkaian tempat yang bisa kamu nikmati, dan sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamahi. Asal pintar memilih tujuan bukan tak mungkin kamu akan dapat merayakan akhir pekan dengan berkesan.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Bicara soal Jakarta agak susah memang jika harus memisahkannya dengan kemacetan lalu lintasnya. Belum lagi dengan adanya kegiatan pembangunan yang sedang marak di sana-sini, penampilan yang sudah kece bisa mendadak lusuh karena terjebak macet di jalan.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Begitu pula dengan akhir pekan di Jakarta yang ingin dirayakan. Carilah alternatif terbaik, rute mana yang sedang lenggang dan tidak ada gangguan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Pilihlah Waktu yang Pas Untuk Memulai Perjalanan

Yup, setelah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah waktu keberangkatan. Jika memang kamu akan bepergian untuk menikmati suasana pagi, cobalah bangun lebih cepat dari biasanya. Dan berangkatlah sebelum jalanan mulai ramai.

Sebaliknya memang kamu ingin menjajal tempat tujuan pada siang atau sore hari pilihlah waktu yang cukup untuk pergi. Katakanlah kamu akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati waktu sembari makan siang, cobalah pergi sekitar sebelum jam 10 pagi, karena di samping jalanan yang sudah tak lagi terlalu ramai matahari juga belum terlalu seterik siang.

Atau jika memang ingin menikmati sore, kamu bisa mulai berangkat dari rumah pukul 3 sore, pada jam ini mereka yang bekerja di akhir pekan sudah tentu pulang pada 2 jam sebelumnya. Sedang yang ingin pulang di sore hari akan pulang nanti pada pukul 5 hingga 6 sore. Dengan kata lain jam 3 sore jadi titik netral yang tak akan menjebakmu di jalan.

Dan Bekali Diri dengan Kendaraan yang Akan Membuat Nyaman

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, ini jadi point yang perlu untuk diingat. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Ketika Sampai di Tempat Tujuan, Fokuslah Untuk Menikmati Waktu Akhir Pekan

Sudah jauh-jauh menempuh perjalanan, sampai ditempat tujuan masih saja buka instagram. Sebisa mungkin jika memang itu bukanlah sesuatu yang penting dan bersifat darurat, cobalah nikmati waktu akhir pekanmu dengan berkualitas. Jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa.

Karena jika ternyata akhir pekanmu masih saja bersama dengan handphone dan segala hal yang membuatmu terlena. Tentu akhir pekan yang sedang kau jalani tak akan bermakna. Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa. Iya, lupa jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Mesra dengan Pasangan Bukan Hanya dengan Bergandengan atau Rangkulan Sepanjang Jalan

Menurutmu, mesra itu apa? Benarkah kontak fisik adalah satu-satunya kunci untuk bisa mesra dengan pasangan? Coba lihat di sekitarmu, kira-kira masih adakah yang menganggap kalau kemesraan bisa ditemukan dengan cara lain? Karena faktanya, di sekitar kita masih banyak orang yang memasang standar mesra atau tidaknya sepasang kekasih dilihat dari seberapa sering keduanya selalu bergandengan tangan, menyender, atau bahkan saling bertatapan. Padahal sejatinya kemesraan bisa terjalin bukan hanya lewat hal-hal tersebut.

Momen atau suasana mesra bisa diciptakan kapan saja. Sejauh ini, coba lihat lagi bagaimana kamu memaknai sebuah kemesraan saat bersama pasangan. Sudahkah kamu menganggap adanya momen mesra sebagai media untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hubungan? Cobalah tak berpikir seperti pasangan lain yang menganggap kemesraan hanyalah bumbu, melainkan sebagai motivasi agar kamu dan dia bisa terus berjalan bersama. Karena seringkali, kemesraan yang berkualitas akan mengalahkan munculnya ego pribadi.

Menjaga Intensitas Komunikasi Jauh Lebih Bermakna, Pertahankan Keromantisan Kalian Lewat Hal-hal Kecil yang Selalu Jadi Topik Obrolan

Sebab komunikasi adalah yang utama dalam sebuah hubungan. Percayalah, tanpa adanya komunikasi yang berkualitas, hubunganmu tak akan berhasil. Yang ada, saat kamu atau pasangan mengutarakan perasaan sayang, hal itu hanya terdengar klise belaka. Cobalah untuk selalu mewujudkan komunikasi yang baik. Menjalin hubungan yang baik, tak selalu membicarakan soal kalian berdua saja. Banyak hal yang sejatinya bisa dijadikan sebuah topik yang menarik untuk mengobrol dengan pasangan. Kalau kamu sudah nyaman membicarakan banyak hal remeh bahkan sepertinya tak penting tapi menarik untuk dibicarakan, itu artinya kamu dan dia sudah memasuki fase mesra yang sebenarnya.

Merancang Mimpi dan Berusaha untuk Bersama-sama Mewujudkannya Adalah Sebaik-baiknya Contoh Kemesraan yang Patut Kamu Tiru

Percayalah, salah satu obrolan yang tak akan pernah habis untuk dibahas adalah perihal masa depan. Mulai dari khayalan hingga rencana-rencana yang harus diwujudkan. Lagipula, tak ada salahnya membayangkan soal masa depan atau mungkin hari pernikahan bersama pasanganmu. Lewat hal itu, kamu dan dia pun jadi lebih memahami soal preferensi serta kesukaan masing-masing. Bahkan kamu jadi bisa tahu mimpinya yang sebelumnya tak pernah dia ceritakan sekalipun.

Kompak dengan Si Dia Tak Selalu Dilihat dari Segi Penampilan, Cobalah Habiskan Waktu untuk Mengerjakan Proyek Bersama

Banyak pasangan yang memvisualisasikan kemesraan dengan kompakan membeli sesuatu yang kelihatan ‘berpasangan’. Mulai dari kaos couple, jaket, topi, dan sebagainya. Padahal, mesra itu tak selalu mengorbankan isi kantong dan materi. Justru, kalau kamu dan dia punya keinginan mengerjakan sesuatu bersama, mengapa tak segera dicoba? Misalnya, kamu terpikir untuk membuka usaha di bidang kuliner, cobalah bagikan rencanamu ini padanya. Siapa tahu suatu saat hal itu benar-benar terealisasi. Bukankah menyenangkan menjalani hubungan yang realistis dan apa adanya?

Sebab Kejutan Tak Hanya Diberikan Saat Ulang Tahun, Sesekali Kejutkan Dia dengan Hal-hal Sederhana Namun Terkesan Romantis

Orang pasti akan senang bila diberi kejutan. Apa lagi oleh pasangannya. Kamu yang merasa ingin membangkitkan kemesraan dalam hubungan kalian, tak ada salahnya untuk coba memberikan kejutan sebagai permulaan usahamu. Tak perlu yang sifatnya materi. Kalau kamu bisa memasak, coba saja buatkan makanan favoritnya. Atau kalau kamu dan dia jarang bertemu di hari kerja, coba untuk menghampiri dia ke kantornya tanpa sepengetahuannya. Pasti dia akan senang melihat usahamu itu. Ketahuilah, seringkali sikap yang baik buat menyenangkan pasangan saja sudah sangat bernilai untuk pasanganmu.

Siapkan Rencana Quality Time yang Sudah Dirancang dari Jauh-jauh Hari Supaya Hubungan Kalian Makin Kompak dan Terarah

Seringkali pasangan terjebak pada pertemuan yang ala kadarnya dan terkesan hanya menghabiskan waktu bersama. Di dalamnya tak ada topik yang benar-benar menarik untuk dibicarakan. Bahkan paling parah, kamu dan dia hanya sibuk menatap layar ponsel padahal kalian sedang duduk berdua. Kalau sudah begini, sepertinya kualitas hubunganmu perlu diperbaiki. Hubungan yang sehat sejatinya ada kalau diisi dengan quality time yang terencana. Karenanya, tak ada salahnya mengajak pasanganmu untuk merencanakan quality time yang mungkin berbeda dari biasanya. Akan lebih baik lagi kalau dipersiapkan dari jauh-jauh hari agar kamu dan dia punya banyak rencana yang ingin dilakukan dan dibahas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Hanya Fokus dengan Peningkatan Karier, Kualitas Hidupmu Kapan Mau Ditingkatkan?  

Apa yang biasa kamu lakukan ketika bangun di pagi hari? Masihkah ponsel menjadi benda wajib yang kamu cari ketika membuka mata? Padahal, ada banyak hal positif yang sejatinya bisa kamu lakukan untuk mengawali hari dibanding membuat diri terdistraksi dengan dunia maya.

Ketika kita masih diberi nafas untuk melakoni satu demi satu hari yang baru, bukankah artinya kita diberi kesempatan untuk terus menata diri agar jadi pribadi yang lebih baik lagi? Di samping itu, di setiap penghujung hari pun kamu selalu berjanji untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi pada esok hari. Tapi, sudahkah kamu berkomitmen untuk menepati janjimu itu? Sekalipun janji hanya diucapkan pada diri sendiri, bukankah harus ditepati juga? Kawan, kalau dari hal kecil saja kamu masih stagnan, lantas perubahan seperti apa yang kamu harapkan?

Ya, yang namanya hidup harus ada perubahan. Hidup seperti apa yang ingin kamu jalani, tentulah kamu yang menentukan. Sekarang ini ketika kamu diberi kesempatan untuk menghidupi hidupmu, bukankah jauh lebih baik jika kamu bisa memulai dan mengisinya dengan segala hal yang baik?

Milikilah Kebiasaan yang Bisa Menambah Ilmu, Siapkan Waktu Setidaknya Satu Jam Sehari untuk Membaca Buku

Seperti kata pepatah, buku adalah sumber pengetahuan. Kian banyak kamu membaca buku, maka semakin luas lagi wawasanmu. Jangan berhenti dengan membaca novel atau buku bacaan yang membuatmu nyaman. Cobalah membaca buku-buku yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya. Sebelum tidur, luangkan waktumu setidaknya setengah hingga satu jam untuk membaca buku-buku tersebut.

 Jangan Malas Bangun Pagi, Setiap Orang Sejatinya Jauh Lebih Produktif Jika Rutin Melakukan Kebiasaan Ini

Setidaknya biasakan bangun sekitar jam 5 atau jam 6 pagi. Orang yang terbiasa bangun pagi terbukti jauh lebih produktif dan memiliki hidup yang lebih berkualitas setiap harinya. Mengapa? Peneliti mengungkapkan, bangun pagi akan membuat pola pikir kita jadi terpacu untuk berpikir lebih sistematis dalam menjalani hari dan bersiap untuk melakoni hari lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tulislah Surat untuk Dirimu di Masa Depan dan Buktikan Kalau Hari Ini Kamu Berhasil Menjalani Hidup yang Penuh Tantangan

Belum banyak orang yang melakukan hal ini. Kamu sendiri bagaimana? Pernahkah terpikirkan kira-kira apa yang akan terjadi pada hidupmu lima tahun mendatang? Demi memiliki hidup yang berkualitas, kamu bisa memulainya dengan memandang masa depan sebagai sebuah tujuan. Tulislah surat untuk dirimu di masa itu, kelak, kamu akan merasakan kepuasan tersendiri saat membaca surat tersebut, dan melihat kembali apa yang sudah kamu jalani selama ini. Setiap tantangan dan kesulitan justru jadi kekuatan tersendiri untuk lebih berani melangkah.

Semakin Kamu Dewasa, Memilih Teman pun Juga Harus Lebih Selektif. Untuk Apa Membiarkan Hidupmu Diinterupsi Oleh Mereka yang Hanya Membawamu pada Hal Negatif?

Hal negatif tak melulu dikaitkan dengan pergaulan bebas dan semacamnya ya. Konteksnya bisa saja soal kebiasaan dari temanmu yang justru membuat kualitas hidupmu menurun. Misalnya, saat bersamanya, kamu jadi lebih sering bergosip, menghabiskan waktu untuk ngobrol sepanjang malam, hingga timbul drama pertemanan yang sejatinya tak perlu ada. Percayalah, semakin dewasa kamu, sudah saatnya juga kamu jauh lebih selektif dalam memilih teman dekat. Setidaknya, cukupkan membangun lingkup pertemanan karib dengan empat hingga lima teman yang benar-benar kamu anggap membuat hidupmu jauh lebih berkualitas.

Jangan Terlalu Sering Menghabiskan Waktu di Malam Hari Hanya Untuk Mengobrol Kesana Kemari

Mengobrol yang dimaksud kali ini adalah terlalu sibuk online di dunia maya dan menghabiskan waktu sepanjang malam dengan teman-teman yang ada di WhatsApp, Line, atau bahkan Instagram. Sepulang kerja, pasti kamu langsung sibuk dengan ponsel dan aktivitas yang ada di linimasa media sosialmu bukan?

Kalau ingin hidupmu jauh lebih berkualitas, cukupkan mengobrol satu hingga dua jam saja dan manfaatkan waktunya untuk hal lain. Misalnya, kamu masih tinggal di rumah bersama orangtua, akan lebih baik jika sepulang kerja, kamu menyapa dan mengobrol dengan keluargamu bukan? Interaksi tersebut jauh lebih nyata dan berkualitas dibanding hanya terpaku sepanjang malam di depan layar ponsel.

Berbuat Baiklah Pada Setiap Orang yang Kamu Temui Sepanjang Hari

Kamu pasti sadar bahwa semakin kesini, tingkat individualistis orang-orang semakin terlihat. Terutama yang hidup di kota besar dan lingkungan kerja yang penuh persaingan, kita semakin mengedepankan ego dan lupa prinsip menebar kebaikan. Padahal hidup ini sudah sepatutnya diisi dengan selalu berbuat dan berbagi kebaikan bukan? Baik bukan hanya soal menolong orang, menjadi orang yang berkepribadian baik bisa kamu tunjukkan dengan belajar peduli terhadap orang lain, sabar dengan segala hal yang menyulitkan pekerjaanmu, hingga tetap jadi pribadi yang rendah hati. Percayalah, hidup akan lebih bermakna ketika kita merasa hidup ini bisa memberi dampak baik bagi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Untuk Hidup yang Lebih Baik, Jauhkan 12 Prasangka Buruk Ini dari Pikiran

Konon mengubah pola pikir jadi kunci untuk hidup yang bahagia. Tapi sayangnya, beberapa dari kita kerap tak sadar jika sedang berpikiran negatif akan sesuatu hal.

Dianggap hal biasa, kita menyangka bahwa apa yang sedang ada dikepala adalah sesuatu yang wajar terjadi. Hingga perlahan berubah menjadi suatu kebiasaan. Padahal setidaknya dalam hidup, ada 12 pola pikir yang memang harus kita hilangkan jika memang menghendaki hidup yang lebih menyenangkan.

1. Untuk Segala Perkara, Kerap Berpikir Bahwa Kita Adalah Korban

Tak perlu melihat sikap ini dari orang lain, diri sendiri saja sering melakukannya. Berpikir bahwa kesusahan dan kesialan yang sering mendera adalah sesuatu yang diakibatkan oleh orang lain, dan kita adalah korban dari kesalahan tersebut.

Saat ini situasi yang ada memang bukanlah sesuatu yang kita inginkan, tapi bukan berarti kita tak bisa mengubah situasi menjadi lebih baik lagi. Terus berpikir seperti itu jelas tak akan mengubah apa pun. Karena pihak yang paling bertanggung jawab atas hidupmu kini adalah diri sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top