Tips

Karena Sebenarnya Kamu Bisa Mengubah Struktur Otakmu (Jadi Lebih Baik)

Kalau kamu pikir kemampuan sistem saraf otakmu sudah mentok alias cuma segitu-gitunya, ku sarankan padamu kawan, hapus pikiran itu, sekarang! Karena sebuah teori neuroplastisitas telah membuktikan salah satu fakta yang sangat luar biasa: Otak kita dapat diubah! Itu artinya, kamu selalu bisa meningkatkan kinerja otakmu lebih baik, lebih maksimal dan lebih produktif. Caranya? Olah Raga!

Yup. Seperti halnya anggota tubuh manusia yang lain, otak juga butuh olah raga untuk meningkatkan kemampuannya. Tapi bukan sembarang olah raga. Bentuk olah raga otak adalah dengan memberikan stimulus atau rangsangan pada saraf-saraf di otakmu. Nah, Beberapa aktivitas berikut dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuan otak.

Melakukan Hal-Hal Baru Berarti Juga Merancang Struktur Otak Baru

pelangi

Ketika kamu mencoba hal-hal baru, ada informasi baru yang diolah oleh otakmu.  Melakukan hal-hal baru akan menciptakan jalur saraf baru yang akan meningkatkan kecerdasanmu. Kamu dapat memulainya dengan hal-hal yang sederhana. Mencoba rute baru dalam perjalanan ke sekolah, kuliah atau tempat kerja. Mencoba resep baru untuk makan malam keluarga. Atau mencoba metode-metode baru untuk menyelesaikan pekerjaan. Berkunjung ke tempat-tempat yang baru, berkenalan dengan orang-orang baru dalam komunitas baru juga bisa dilakukan. Kurangi melakukan hal-hal lama yang dilakukan dengan cara yang sama. Explore new things.

Meski Cuma Mengingat-Ingat Hal Kecil, Namun Bisa Membawa Perubahan Besar Pada Otak

ingat

Sebagian besar dari kita sadar daya ingatnya berkurang tapi cenderung tak melakukan apa-apa untuk memperbaikinya. Padahal dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal yang sedehana seperti mengingat ulang tahun keluarga, teman dekat atau relasi, mengingat nomor ktp, npwp, sim atau paspor. Kalau perlu buat terget harian menghafal nomor-nomor penting. Mau sekalian bernilai ibadah? bisa juga dengan menghafal surat-surat dalam kitab suci. Dengan mendisiplinkan diri menghafal kamu akan terkagum-kagum dengan peningkatan daya ingatmu.

Pelihara Rasa Ingin Tahu Agar Otakmu Tak Jadi Kaku

pengetahuan

Mulailah mempertanyakan banyak hal dengan rasa penasaran yang tinggi. Otak akan terpicu untuk mencari tahu. Rasa ingin tahu mengantarkanmu pada pengetahuan yang baru. Ajak otakmu untuk menggali informasi sedetail-detailnya. Dengan kumpulan informasi-informasi tersebut otak dengan sendirinya akan berinovasi dan menciptakan ide-ide baru. Dari rasa ingin tahulah hal-hal super penting seperti listrik dan komputer diketemukan. Carilah informasi sebanyak mungkin. Cara ini bukan hanya memberikan kamu pengetahuan, tapi juga kemampuan otakmu yang terus meningkat.

Otak Juga Butuh Asupan Makanan

makan ketika puasa

Makanan adalah hal penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Untuk menunjang kinerjanya otak perlu asupan nutrisi. Omega-3, vitamin E, oksigen, antioksidan, dan lain-lainnya, adalah makanannya otak. Otak kita mengkonsumsi lebih dari 20% dari semua nutrisi dan oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, penting untuk selalu ingat untuk memberi makan otak anda dengan makanan yang baik dan sehat yang baik seperti buah segar, sayuran dan omega 3 yang banyak ditemukan pada ikan. Kamu juga bisa mengkonsumsi suplemen otak sebagai asupan tambahan.

Membaca Buku Adalah Vitamin Terbaik Otakmu

orang tua baca buku

Taukah kamu, imajinasi adalah cara yang baik untuk melatih otak. Ketika kita membaca buku, otak diajak untuk menggambarkan segala hal yang diceritakan di buku. Membaca buku membuat otak leluasa dalam mengembangkan imaginasi di dalamnya. Tak hanya menambah pengetahuan, membaca buku juga dapat menghilangkan ketegangan dan stress yang menjadi pembunuh sel otak. Jadi tunggu apa lagi?

Berikan Otakmu Haknya, Yaitu Istirahat

sleeping-1159279_640

Siapa bilang otak tidak perlu istirahat? Otak juga dapat mengalami kelelahan. Otak perlu meregenerasi sel-sel dan menghilangkan semua racun yang sudah ditimbun selama 1 hari. Hal tersebut hanya dapat dilakukan saat otak dalam keadaan rileks dan tenang. Kamu bisa melakukan yoga atau meditasi untuk meningkatkan konsentrasi dan memberikan efek tenang pada pikiran dan tubuh. Dengan begitu kualitas tidur malammu jadi lebih baik. Tidur laksana detoks mini untuk otak. Waktu tidur yang paling efektif dimulai antara jam 9 malam sampai jam 12 malam. Tidurlah dengan waktu yang cukup agar otak dapat beristirahat sejenak agar dapat bekerja secara optimal setelahnya

Teknologi Memang Baik Tapi Jangan Menggantung Diri Padanya Untuk Kebaikan Otakmu

pria smartphone

Apa iya harus selalu pakai kalkulator? Sesekali ajak otakmu olah raga dengan cara berhitung secara manual untuk perhitungan-perhitungan sederhana. Seperti waktu sekolah dulu. Begitu juga dengan GPS. Kalau tidak sedang dikejar waktu untuk tiba di suatu tempat, ajaklah otak bermain-main dengan peta. Mengulang ilmu navigasi yang kita pelajari dari kakak-kakak pembina pramuka kita dulu. Dan taukah kamu, bahwa sebenarnya ada bagian otak yang bertanggung jawab memahami tata ruang? Nah ini cara yang tepat untuk memaksimalkan kembali fungsi bagian otak tersebut.

Jangan Lupa Ajak Otakmu Bermain

newspaper-412452_640

Yap. Asah kemampuan otak kamu dengan permainan-permainan pikiran atau Mind Games. Situs-situs yang menyajikan permainan-permainan mengasah otak bertebaran di internet. Kamu juga bisa menyaksikan program-program televisi seperti Brain Games. Atau yang paling sederhana banget, kamu bisa kembali ke cara lama. Mengisi TTS! gampang kan? hayo tunggu apa lagi?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu Para Perokok, Ini Alasan Mengapa Merokok Dekat Anak Sangat Berbahaya

Pasti gemas sekali kalau melihat anak-anak yang masih lugu, imut dan ceria. Hati-hati, bahaya asap rokok tengah mengancam mereka.Beberapa perokok belum sadar betul bagaimana bahayanya asap rokok. Akibatnya, mereka dengan santai merokok di tempat umum yang tak jarang di dekat anak-anak.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak tentu lebih rentan menjadi korbannya. Artinya, merokok di dekat anak-anak sangatlah berbahaya.Siapa sih yang rela kalau anak tercinta terkena dampak buruknya? Bahkan membayangkan saja tidak mau.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui sejauh mana bahaya rokok mengancam. Meskipun orangtua tersebut perokok atau bukan, waspada tak ada salahnya.Terlebih lagi bagi para perokok aktif,harus tahu banget apa saja bahayanya. Jangan sampai kegiatan merokokmu membahayakan anak-anak. Inilah mengapa merokok di dekat anak-anak sangat berbahaya.

Racun Rokok Tidak Mudah Pergi, Bahkan Akan Mengendap Pada Pakaian, Sofa, Kasur, Bantal Dan Benda Lainnya

Sudah banyak yang berusaha menjauh dari anak-anak saat merokok. Ternyata cara ini tidak sepenuhnya efektif. Racun dari asap rokok akan menempel di mana-mana, termasuk pada pakaian yang dikenakan. Kalau habis merokok, jangan langsung menggendong atau mencium anak. Bisa saja racunnya terhirup. Usahakan mandi dulu, berganti pakaian dan yakin kalau benar-benar bersih. Selain pakaian, racun dapat mengendap di sofa, kasur, bantal dan benda lainnya. Segera amankan si kecil dari racunnya.

Asap Rokok Dapat Mengakibatkan Gangguan Kesehatan Pada Anak-anak

Asap rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk-batuk dan radang tenggorokan. Anak-anak bisa juga mengalami kesulitan bernapas dan resiko infeksi saluran pernapasan akut. Penyakit pada paru-paru banyak yang disebabkan oleh asap rokok. Pertumbuhan paru-paru pada anak juga terganggu sehingga fungsinya menjadi berkurang.

Dalam Jangka Panjang Anak Bisa Terkena Penyakit Akut. Dari Asma, Bronkitis, Pneumonia, Infeksi Telinga Hingga Kanker

Dalam jangka panjang, penyakit yang lebih akut bisa saja muncul. Anak-anak dapat menderita asma, bronkitis, pneumonia, infeksi telinga hingga kanker. Sakit pada usia mereka tentu perlu perawatan yang intensif dan biaya lebih. Belum lagi kalau melihatnya kesakitan, pasti tak tega

Racun Rokok Yang Menumpuk Bertahun-tahun Bisa Mengakibatkan Potensi Penyakit Saat Dewasa

Asap rokok ternyata memiliki bahaya yang laten. Mungkin saja anak tidak terserang penyakit saat kecil, namun masih punya potensi saat ia dewasa. Ada saatnya racun yang menumpuk bertahun-tahun akan memberikan dampaknya. Anak-anak yang terkena asap rokok memiliki resiko lebih tinggi menderita jantung dan stroke saat dewasa.

Meningkatkan Resiko Kematian. Bahkan Pada Bayi, Asap Rokok Dapat Meningkatkan Adanya Sindrom Kematian Mendadak

Berita buruknya, dampak asap rokok meningkatkan resiko kematian. Berbagai penyakit dalam tingkatan yang akut dinilai dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, asap rokok dapat meningkatkan adanya sindrom kematian mendadak.

Ibu Hamil Juga Harus Waspada, Asap Rokok Bisa Mengancam Janin Dalam Kandungan

Jangankan pada bayi yang telah lahir ke dunia, janin dalam kandungan juga bisa terancam. Baik pada perokok pasif maupun aktif, asap rokok sama berbahayanya. Asap rokok meningkatkan resiko gangguan kehamilan dan keguguran. Selain itu juga meningkatkan resiko kelahiran mati, bayi prematur, dan permasalahan pasca kelahiran.

Sebab Orang Tua Adalah Contoh Bagi Anak-anaknya, Bisa Saja Anak Menjadi Perokok Aktif

Anak-anak seringkali mencontoh orang dewasa. Hindari merokok di dekat anak, dikhawatirkan mereka akan menirunya. Dapat dipastikan bahaya yang mengancam lebih besar jika anak menjadi perokok aktif. Baik itu saat mereka masih anak-anak atau nanti saat usia dewasa.

Bahaya merokok memang tidak dapat diragukan lagi. Menjauhkan asap rokok dari anak-anak sangatlah penting, demi kesehatannya. Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik memang berhenti merokok. Jangan sampai menyesal nantinya. Kalau belum bisa, setidaknya minimalkan bahayanya bagi orang lain. Sudah siap jadi mantan perokok? Pasti siap dong, kalau kamu paham betul bahayanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Hasilnya Lebih Efektif, Sebaiknya Kamu Tak Menunda Memasang Behel Sebelum Usia 25

Senyum yang indah dan tulus mampu membuat penampilan jadi setingkat lebih menarik. Bahkan tak sedikit orang yang mengaku jatuh cinta pada pada gebetan hanya dengan melihat senyum indah yang terukir di wajahnya. Apalagi saat tersenyum, seseorang jadi terlihat menarik lantaran deretan gigi nan rapi yang dipamerkannya.

Tapi ternyata sebagian orang tak seberuntung itu. Alasannya cukup logis, struktur gigi yang tidak rapi membuat seseorang jadi tak percaya diri untuk tersenyum. Untukmu yang mungkin sudah dianugerahi deretan gigi rapi secara alami, kamu boleh bersyukur. Karena bisa jadi teman atau mungkin saudaramu harus berusaha ekstra untuk membuat gigi mereka berjejer rapi. Karenanya, demi memiliki senyum nan indah, tak jarang seseorang akhirnya memutuskan memakai behel.

 

Animo Orang Dewasa Merapikan Gigi dengan Menggunakan Kawat Gigi Ternyata Cukup Besar, Hal Ini Menunjukkan Jika Memiliki Gigi nan Rapi Jelas Dambaan Bagi Banyak Orang

 

Menurut penelitian American Association of Orthodontists, jumlah orang dewasa di Amerika Serikat yang menginginkan perawatan orthodontik ternyata mengalami sebanyak 37 persen dalam satu dekade antara tahun 1994-2004. Peningkatan serupa juga terjadi di Inggris, dari yang semula 25 persen menjadi 70 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan melihat data, setidaknya kamu bisa menyimpulkan jika gigi rapi jelas diinginkan setiap orang, dan behel masih jadi cara terampuh yang dimanfaatkan banyak orang untuk merapikan gigi. 

 

Benarkah Fungsi Behel Hanya Untuk Membuat Gigi Rapi?  

Kamu perlu tahu, behel memang identik dengan fungsinya untuk merapikan struktur gigi, tapi ternyata ada tujuan lain pemasangan behel. Memasang behel bukan hanya mendapat senyum indah, sebab dengan susunan gigi yang tidak teratur dan saling tumpang tindih ternyata meningkatkan kemungkinan terbentuknya plak yang sulit dibersihkan. Karenanya, sangat dianjurkan memakai behel apabila menyadari struktur gigi memang tidak rapi. Namun lantaran harga behel yang relatif mahal, biasanya seseorang mulai terpikir untuk memakai behel saat sudah berpenghasilan sendiri yang artinya telah memasuki usia 20 tahun.

 

Bukankah Behel Atau Kawat Gigi Sebaiknya Digunakan Saat Masa Pertumbuhan? Lantas Akankah Hasilnya Efektif Untuk Yang Memakai Behel Di Usia Lebih Dari 20 Tahun?

Sejatinya sah-sah saja memasang behel saat dewasa. Hanya saja karena tulang rahang orang dewasa jauh lebih padat, durasi pemasangan behel hingga kawat tersebut dilepas pun memerlukan waktu yang relatif lebih lama mulai 18 bulan hingga 3 tahun. Bahkan tak sedikit yang memerlukan waktu hingga hampir lima tahun agar gigi benar-benar rapi.

 

Meski Demikian, Kamu Lebih Disarankan Memasang Behel Sebelum Memasuki Usia 25 Tahun. Mengapa? Ini Alasannya 

Drg. Kartini Rustandi dari Kementerian Kesehatan menerangkan, sejatinya manfaat pemasangan behel di atas usia 25 tahun itu tidak begitu terasa. Tapi bukan berarti tidak boleh. Apalagi kemungkinan gigi untuk kembali ke struktur sebelumnya cukup tinggi.

Karenanya, demi mendapatkan hasil yang maksimal, ia menyarankan agar memakai kawat gigi di awah usia 25 tahun karena saat itu tulang masih bisa diatur sehingga gigi tidak berubah ke struktur awal.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Katanya Tertawa Indikasi Bahagia, Namun Tertawa Berlebihan Justru Membahayakan Nyawamu. Loh Kok Bisa?

Senyum yang indah dan tulus mampu membuat penampilan jadi setingkat lebih menarik. Bahkan tak sedikit orang yang mengaku jatuh cinta pada pada gebetan hanya dengan melihat senyum indah yang terukir di wajahnya. Apalagi saat tersenyum, seseorang jadi terlihat menarik lantaran deretan gigi nan rapi yang dipamerkannya.

Tapi ternyata sebagian orang tak seberuntung itu. Alasannya cukup logis, struktur gigi yang tidak rapi membuat seseorang jadi tak percaya diri untuk tersenyum. Untukmu yang mungkin sudah dianugerahi deretan gigi rapi secara alami, kamu boleh bersyukur. Karena bisa jadi teman atau mungkin saudaramu harus berusaha ekstra untuk membuat gigi mereka berjejer rapi. Karenanya, demi memiliki senyum nan indah, tak jarang seseorang akhirnya memutuskan memakai behel.

Kamu Bisa Mengelak Dengan Mengatakan Tawamu Adalah Bentuk Kebahagiaan, Tapi Benarkah Demikian?

Memang sih hampir semua orang akan memiliki jawaban yang sama, jika tertawa adalah bentuk dari ungkapan rasa bahagia. Bahkan bisa jadi beberapa orang akan berkelakar jika tertawa justru membantumu menikmati hidup lebih panjang. Ya, hal itu memang bukanlah sebuah pernyataan yang salah. Tapi untuk segala sesuatu tentu ada sisi baik dan buruknya, termaksud dalam hal tertawa.

Pada hakikatnya, semua hal yang dilakukan dengan berlebihan tidaklah baik. Untuk tertawa terbahak-bahak dalam waktu yang relatif tak sebentar pun dibutuhkan alasan yang benar-benar kuat. Sayangnya sebagian besar dari kita justru tertawa untuk menyembunyikan sesuatu. Bahkan bisa jadi dia tertawa terbahak-bahan hanya untuk menyembunyikan hatinya yang tengah lara. Lantas, masihkan tertawa dianggap sebagai bentuk kebahagiaan?

Karena Tak Hanya Isapan Jempol, Beberapa Penelitian Telah Membuktikannya. Tertawa Terbahak-bahak Bisa Berakibat Fatal!

Salah satu penelitian yang telah mendapatkan bukti dari pernyataan ini adalah hasil dari beberapa ilmuwan dari Universitas Birmingham dan Universitas Oxford. Dalam laporan penelitian yang telah dilakukan sejak 1946 itu, para ilmuwan menuliskan manfaat dan bahaya tertawa pada pasien. Mereka juga menunjukkan bahwa tertawa terbahak-bahak bisa berakibat fatal. Karena bersamaan dengan tertawa, otak kita akan mengeluarkan hormon kimia adrenalin. Dan apabila kadarnya terlalu banyak bisa meracuni dan merusak jantung.

Bahkan seorang profesor bidang neurologi di Harvard Medical School, Dr. Martin Samuels, mengatakan bahwa efek dari perasaan yang sangat ekstrim bisa mengaktifkan bagian otak yang dapat bepengaruh pada pernapasan hingga menyebabkan kematian. Perasaan ekstrim ini bisa jadi sedih lalu menangis dan bahagia lalu tertawa.

Hingga Mengakibatkan Beberapa Hal Yang Bisa Memicu Kematian

Kondisi emosi yang sedang kita alami tentu jadi sesuatu yang berpengaruh pada kesehatan. Untuk itu para peneliti tersebut juga mengungkapkan beberapa hal yang jadi pemicu kematian akibat tertawa yang berlebihan. Mulai dari pecahnya jantung, rusaknya kerongkongan, dan inkonsistensia atau ketidakmampuan menahan air kencing. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa tertawa secara berlebihan, dapat menimbulkan penyakit hernia.

Fatalnya hal itu dapat mengakibatkan kematian, karena kurangnya pasokan darah yang masuk ke usus. Selain itu, asupan nafas yang cepat selama tertawa juga memicu terhirupnya benda asing dan juga dapat memicu serangan asma.

Jika Tak Hati-Hati Bukan Tak Mungkin Kita Bisa Jadi Salah Satu Korbannya

Bukan ingin berdoa untuk sesuatu yang buruk, justru ini jadi teguran untuk lebih berhati-hati. Pada beberapa kesempatan yang kita sedang jalani, tentu ada beberapa hal membahagiakan yang membuat kita tertawa. Lalu coba bayangkan bagaimana kamu mengekspresikannya tawa? Apakah cukup dengan memperlihatkan senyum simpul yang menawan, atau tertawa hingga terpingkal-pingkal untuk menarik perhatian. Kedua pilihan ini tentu adalah hakmu sepenuhnya. Dari beberapa bentuk cara yang ada, diri sendiri selalu jadi penentunya. Tapi jika tak ingin jadi korban, kamu cukup tersenyum dan tertawa sewajarnya saja.

Pada Akhirnya Segala Sesuatu Yang Berlebihan Memang Selalu Berujung Dengan Tak Sejalan

Hidup sebagai makhluk sosial tentu kita sering dihadapkan dengan beberapa nasihat hidup. Kalimat bahwa sesuatu yang berlebihan tidaklah baik tentu sudah akrab di telinga kita. Hal itu pun berlaku dalam hal tertawa. Tadinya kamu pasti berpikir bahwa hal menyenangkan layaknya tertawa justru dapat mendatangkan akibat negatif, bahkan hingga bisa menbahayakan nyawamu.

Tapi Bukan Berarti Kamu Tak Bisa Tertawa, Hanya Saja Kamu Perlu Mengontrolnya

Terlepas dari semua hal buruk yang tadi sudah dijelaskan, bukan berarti mulai saat ini kamu tak boleh tertawa. Kita hanya perlu mengingat satu hal, jika ekspresi ini tentu akan jadi sesuatu yang berdampak baik jika dilakukan dengan sewajarnya. Karena dari beberapa hal buruk tersebut, ada banyak hal baik dari tertawa. Sebut saja memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan aliran darah dan asupan oksigen, hingga membantu mengontrol gula darah dan kesempatan hidup yang lebih panjang. Hanya saja kita perlu membatasi diri  saat tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top