Tips

Karena Sebenarnya Kamu Bisa Mengubah Struktur Otakmu (Jadi Lebih Baik)

Kalau kamu pikir kemampuan sistem saraf otakmu sudah mentok alias cuma segitu-gitunya, ku sarankan padamu kawan, hapus pikiran itu, sekarang! Karena sebuah teori neuroplastisitas telah membuktikan salah satu fakta yang sangat luar biasa: Otak kita dapat diubah! Itu artinya, kamu selalu bisa meningkatkan kinerja otakmu lebih baik, lebih maksimal dan lebih produktif. Caranya? Olah Raga!

Yup. Seperti halnya anggota tubuh manusia yang lain, otak juga butuh olah raga untuk meningkatkan kemampuannya. Tapi bukan sembarang olah raga. Bentuk olah raga otak adalah dengan memberikan stimulus atau rangsangan pada saraf-saraf di otakmu. Nah, Beberapa aktivitas berikut dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuan otak.

Melakukan Hal-Hal Baru Berarti Juga Merancang Struktur Otak Baru

pelangi

Ketika kamu mencoba hal-hal baru, ada informasi baru yang diolah oleh otakmu.  Melakukan hal-hal baru akan menciptakan jalur saraf baru yang akan meningkatkan kecerdasanmu. Kamu dapat memulainya dengan hal-hal yang sederhana. Mencoba rute baru dalam perjalanan ke sekolah, kuliah atau tempat kerja. Mencoba resep baru untuk makan malam keluarga. Atau mencoba metode-metode baru untuk menyelesaikan pekerjaan. Berkunjung ke tempat-tempat yang baru, berkenalan dengan orang-orang baru dalam komunitas baru juga bisa dilakukan. Kurangi melakukan hal-hal lama yang dilakukan dengan cara yang sama. Explore new things.

Meski Cuma Mengingat-Ingat Hal Kecil, Namun Bisa Membawa Perubahan Besar Pada Otak

ingat

Sebagian besar dari kita sadar daya ingatnya berkurang tapi cenderung tak melakukan apa-apa untuk memperbaikinya. Padahal dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal yang sedehana seperti mengingat ulang tahun keluarga, teman dekat atau relasi, mengingat nomor ktp, npwp, sim atau paspor. Kalau perlu buat terget harian menghafal nomor-nomor penting. Mau sekalian bernilai ibadah? bisa juga dengan menghafal surat-surat dalam kitab suci. Dengan mendisiplinkan diri menghafal kamu akan terkagum-kagum dengan peningkatan daya ingatmu.

Pelihara Rasa Ingin Tahu Agar Otakmu Tak Jadi Kaku

pengetahuan

Mulailah mempertanyakan banyak hal dengan rasa penasaran yang tinggi. Otak akan terpicu untuk mencari tahu. Rasa ingin tahu mengantarkanmu pada pengetahuan yang baru. Ajak otakmu untuk menggali informasi sedetail-detailnya. Dengan kumpulan informasi-informasi tersebut otak dengan sendirinya akan berinovasi dan menciptakan ide-ide baru. Dari rasa ingin tahulah hal-hal super penting seperti listrik dan komputer diketemukan. Carilah informasi sebanyak mungkin. Cara ini bukan hanya memberikan kamu pengetahuan, tapi juga kemampuan otakmu yang terus meningkat.

Otak Juga Butuh Asupan Makanan

makan ketika puasa

Makanan adalah hal penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Untuk menunjang kinerjanya otak perlu asupan nutrisi. Omega-3, vitamin E, oksigen, antioksidan, dan lain-lainnya, adalah makanannya otak. Otak kita mengkonsumsi lebih dari 20% dari semua nutrisi dan oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, penting untuk selalu ingat untuk memberi makan otak anda dengan makanan yang baik dan sehat yang baik seperti buah segar, sayuran dan omega 3 yang banyak ditemukan pada ikan. Kamu juga bisa mengkonsumsi suplemen otak sebagai asupan tambahan.

Membaca Buku Adalah Vitamin Terbaik Otakmu

orang tua baca buku

Taukah kamu, imajinasi adalah cara yang baik untuk melatih otak. Ketika kita membaca buku, otak diajak untuk menggambarkan segala hal yang diceritakan di buku. Membaca buku membuat otak leluasa dalam mengembangkan imaginasi di dalamnya. Tak hanya menambah pengetahuan, membaca buku juga dapat menghilangkan ketegangan dan stress yang menjadi pembunuh sel otak. Jadi tunggu apa lagi?

Berikan Otakmu Haknya, Yaitu Istirahat

sleeping-1159279_640

Siapa bilang otak tidak perlu istirahat? Otak juga dapat mengalami kelelahan. Otak perlu meregenerasi sel-sel dan menghilangkan semua racun yang sudah ditimbun selama 1 hari. Hal tersebut hanya dapat dilakukan saat otak dalam keadaan rileks dan tenang. Kamu bisa melakukan yoga atau meditasi untuk meningkatkan konsentrasi dan memberikan efek tenang pada pikiran dan tubuh. Dengan begitu kualitas tidur malammu jadi lebih baik. Tidur laksana detoks mini untuk otak. Waktu tidur yang paling efektif dimulai antara jam 9 malam sampai jam 12 malam. Tidurlah dengan waktu yang cukup agar otak dapat beristirahat sejenak agar dapat bekerja secara optimal setelahnya

Teknologi Memang Baik Tapi Jangan Menggantung Diri Padanya Untuk Kebaikan Otakmu

pria smartphone

Apa iya harus selalu pakai kalkulator? Sesekali ajak otakmu olah raga dengan cara berhitung secara manual untuk perhitungan-perhitungan sederhana. Seperti waktu sekolah dulu. Begitu juga dengan GPS. Kalau tidak sedang dikejar waktu untuk tiba di suatu tempat, ajaklah otak bermain-main dengan peta. Mengulang ilmu navigasi yang kita pelajari dari kakak-kakak pembina pramuka kita dulu. Dan taukah kamu, bahwa sebenarnya ada bagian otak yang bertanggung jawab memahami tata ruang? Nah ini cara yang tepat untuk memaksimalkan kembali fungsi bagian otak tersebut.

Jangan Lupa Ajak Otakmu Bermain

newspaper-412452_640

Yap. Asah kemampuan otak kamu dengan permainan-permainan pikiran atau Mind Games. Situs-situs yang menyajikan permainan-permainan mengasah otak bertebaran di internet. Kamu juga bisa menyaksikan program-program televisi seperti Brain Games. Atau yang paling sederhana banget, kamu bisa kembali ke cara lama. Mengisi TTS! gampang kan? hayo tunggu apa lagi?

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

1 Comment

1 Comment

  1. Ishaq Asri

    October 14, 2017 at 10:56 am

    Untuk meningkatkan daya kinerja otak, 2 hal berikut yang paling bagus, terbukti:
    # Mengerjakan soal matematika, ndak usah yang susah-susah, mulai yang paling sederhana.
    # Belajar bahasa pemrograman, melatih otak menyelesaikan suatu masalah dengan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

1 Comment

1 Comment

  1. Ishaq Asri

    October 14, 2017 at 10:56 am

    Untuk meningkatkan daya kinerja otak, 2 hal berikut yang paling bagus, terbukti:
    # Mengerjakan soal matematika, ndak usah yang susah-susah, mulai yang paling sederhana.
    # Belajar bahasa pemrograman, melatih otak menyelesaikan suatu masalah dengan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Perut Buncit Ada Sebabnya, Suka Makan Makanan Asin Bahkan Bisa Jadi Pemicu

Punya badan ideal tapi kalau perut terlihat buncit seringkali jadi problematika tersendiri. Apa lagi perempuan, ketika ada yang menyinggung soal perutnya, bisa-bisa hal itu mempengaruhi kestabilan emosinya. Soal perut buncit, memang agak berbeda antara perempuan dan laki-laki. Kalau perempuan cenderung sangat mempermasalahkan soal perut buncit, sementara laki-laki cenderung cuek dan percaya diri dengan apa yang ada pada dirinya.

Meski begitu, resah dan gelisah pasti menanti. Untukmu yang menghadapi masalah ini, kamu pasti menerka-nerka apa yang membuat perutmu buncit.  Bahkan saat sadar celanamu sudah tak muat lagi, perut buncit jadi dianggap semacam momok. Apalagi mengecilkan perut buncit itu tak mudah. Butuh usaha keras dan perlu waktu yang tak sebentar. Nah sebelum terlambat, lebih baik kamu ketahui dulu apa saja penyebab perut kian membuncit.

Bagi yang Gemar Makan, Mulailah Jaga Asupan Makananmu. Sering Menimbun Lemak Jahat Akan Membuat Lingkar Perutmu jadi Tak Stabil

Lemak jahat yang tertimbun di dalam tubuh tentu dikarenakan kamu kurang menjaga asupan makanan. Suka jajan sembarangan, sering mengonsumsi junk food, hingga jarang olahraga membuat lemak jahat kian susah lenyap dari dalam tubuh. Karenanya, lemak yang satu ini tidak bisa kamu sepelekan. Apa lagi kalau dibiarkan menumpuk, yang ada justru muncul ancaman penyakit yang bisa menyerangmu. Coba sekarang mulailah peduli dengan bentuk tubuhmu, perut buncit kalau dibiarkan begitu saja artinya kamu mempersilahkan obesitas datang menghantui.

Siapa Sangka, Makanan Asin Nyatanya Bisa Memicu Perut Jadi Buncit. Duh!

Makanan asin jelas memiliki kandungan garam yang tinggi. Nah, hal ini justru memicu perut jadi buncit. Mengapa demikian? Sederhananya begini, makanan asin itu mampu membuat nafsu makan seseorang meningkat. Kalau kamu terus-terusan mengonsumsi makanan ringan maupun makanan berat dengan tingkat sodium tinggi, secara sadar tak sadar, akan banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh. Alhasil, kebiasaan semacam ini yang membuat perut membuncit dan berat badan bertambah.

Bukan Hanya Makanan Asin, Kamu Pun Patut Berjaga-jaga dengan Buaian Makanan Manis

Sebagian besar dari kita nyatanya memang tak bisa terlepas dari yang namanya makanan manis. Saking sukanya, seseorang jadi ‘kecanduan’ dengan makanan manis. Padahal, makanan maupun minuman manis pun bisa mengancam perutmu jadi buncit.

Hal ini lantaran dalam makanan manis terkandung banyak sekali glukosa. Sementara kalau glukosa sudah singgah di dalam tubuh dan menumpuk, bisa memicu perut jadi buncit. Parahnya, tumpukan glukosa itu juga disebut-sebut bisa jadi pemicu diabetes. Bukannya kamu dilarang makan makanan manis, tapi akan lebih baik bila kamu menyeimbangkannya dengan tidak hanya makan makanan manis ya!

Perut Buncit Juga Bisa Disebabkan Karena Terganggunya Sistem Pencernaan

Coba ingat lagi, kapan terakhir kamu BAB? Sudahkah kamu BAB secara teratur? Mungkin terkesan sepele, tapi kamu tak boleh mengabaikan hal yang satu ini. Bayangkan kalau berhari-hari kamu sengaja atau malas BAB, hal itu akan membuat organ pencernaanmu jadi tak sehat dan ususmu kotor. Hasil makanan pun tidak akan pernah menjadi daging atau menambah berat badan, yang ada justru menggemukan bagian perut alias perut jadi buncit. Bukan cuma soal penampilan, lemak jahat di bagian perut pun berbahaya bagi organ-organ penting tubuhmu yang sebagian besar berada di area perut.

Hindari Konsumsi Minuman Keras Kalau Kamu Masih Sayang Perutmu

Usut punya usut, ternyata orang yang gemar mengonsumsi alkohol biasanya identik dengan perut buncit. Membesarnya lingkar perut mereka memang dipengaruhi dari minuman tersebut. Apa lagi dalam minuman beralkohol terkandung gula dalam kadar yang cukup banyak. Meski punya fungsi menghangatkan tubuh, minuman alkohol kalau diminum terus menerus justru bisa memicu obesitas dan merusak sistem syaraf dalam diri manusia. Jadi, daripada membahayakan tubuh dan memancing perut buncit, lebih baik jauhi minuman beralkohol.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Ishaq Asri

    October 14, 2017 at 10:56 am

    Untuk meningkatkan daya kinerja otak, 2 hal berikut yang paling bagus, terbukti:
    # Mengerjakan soal matematika, ndak usah yang susah-susah, mulai yang paling sederhana.
    # Belajar bahasa pemrograman, melatih otak menyelesaikan suatu masalah dengan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Sudahkah Kamu Mengerti Apa Itu HIV dan AIDS?

Setiap tanggal 1 Desember biasanya kamu akan menemukan sekelompok orang yang membagi-bagikan pita merah, terutama kamu yang melintas di jalan-jalan utama atau di dekat kantormu. Bukan tanpa tujuan, mereka membagikan pita berwarna merah sebagai bagian dari Hari AIDS Sedunia yang memang diperingati pada tanggal pertama bulan Desember. Tapi bagimu, tiap kali mendengar HIV/AIDS, kira-kira apa yang terlintas di benakmu?

Masihkah kamu mengira virus dan penyakit ini sebagai suatu momok yang menakutkan? Meski sudah banyak penyuluhan tentang HIV/AIDS, nyatanya stigma negatif masih saja melekat pada pola pikir masyarakat. Padahal menyikapi HIV/AIDS tidak bisa demikian. Apa lagi mereka yang mengidap AIDS atau kerap disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), masih kerap menerima beragam penolakan. Sebagai masyarakat, seharusnya kita bisa mendampingi mereka yang memang butuh pendampingan, bukannya justru dijauhi. Agar tak salah kaprah, ada baiknya kamu perlu mengetahui beberapa hal seputar HIV dan AIDS.

Virus HIV Memang Berbahaya, Tapi Bukan Berarti Penyebarannya Merajalela

Kalau sampai hari ini kamu masih mengira HIV adalah nama penyakit, berarti kamu perlu banyak membaca literature. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah nama virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sampai hari ini, belum ada obat yang mampu membantu kesembuhan orang yang sudah terinfeksi virus ini.

Sejauh ini, obat yang ada hanyalah obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan dan menghambat replikasi virus HIV yang sudah ada di dalam tubuh. Penyebaran virus HIV pun bukan seperti virus flu yang mudah terbawa udara. Karena kurangnya pengetahuan soal virus ini, banyak yang mengira bisa tertular hanya dengan bersentuhan. Hal inilah yang membuat ODHA semakin dijauhi karena stigma yang sudah terlanjur salah kaprah.

Penderita HIV Positif Berbeda dengan Penderita AIDS. Meski Begitu, Dua-duanya Tetap Butuh Pendampingan dari Sekitarnya

Apa bedanya? Penderita HIV Positif atau yang lebih sering dikenal dengan istilah ODHA adalah mereka yang terinfeksi virus HIV namun masih ‘terlihat sehat’ sehingga  masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Hanya saja, ODHA harus rutin mengonsumsi obat ARV agar sistem kekebalan tubuhnya baik. Sementara penderita AIDS adalah mereka yang antibodinya sudah mengalami penurunan, serta telah menunjukkan gejala sakit dengan beragam keluhan.

Kenali Tanda dan Gejala Sejak Dini Agar Ancaman AIDS Bisa Diperangi

HIV biasanya perlu waktu antara 5 sampai 10 tahun untuk bisa jadi berubah jadi AIDS. Atau bahkan bisa lebih cepat kalau tanda dan gejala yang sudah muncul dirasakan oleh penderita. Gejala yang muncul semisal batuk atau diare yang tak kunjung sembuh, sariawan berkepanjangan, atau munculnya warna keunguan di permukaan kulit patut diwaspadai sebagai ancaman AIDS. Kalau sudah demikian, pengobatan tak bisa ditunda lagi sebelum terlambat. Disamping itu, ada baiknya orang yang mendampingi pun memperbanyak literasi mengenai virus dan penyakit yang satu ini.

Meski Virusnya Berbahaya, Setiap Orang Punya Peluang Untuk Terhindar Darinya. Salah Satunya dengan Menerapkan Sistem ABCD

Sistem ABCD terdiri dari empat langkah yang terdiri dari A untuk abstinence yaitu komitmen untuk tidak melakukan hubungan seksual. Hal ini ditujukan bagi mereka yang belum menikah. Yang kedua, Be faithful atau setia pada pasangan. Hal ini mendorong agar mereka yang sudah punya pasangan tidak mudah ‘jajan’ di luar. Sementara C adalah Condom. Ini ditujukan bagi mereka yang berisiko tertular, disarankan menggunakan kondom untuk mengantisipasi. Terakhir, D atau Drugs yaitu anjuran untuk tidak memakai narkoba. Ya, narkoba suntik jadi faktor risiko terbesar dalam penularan HIV/AIDS lantaran jarum yang dipakai tidak steril dan digunakan secara bergantian.

Penderita HIV Jangan Dijauhi. Kamu Perlu Tanamkan Prinsip Musuhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

Mereka yang mengidap HIV tidak boleh dijauhi melainkan harus dirangkul dan diajak bergaul sama seperti orang pada umumnya. Memberikan support agar ODHA tetap semangat menjalani hidupnya adalah cara terbaik yang bisa kamu lakukan sebagai kawan.

 

Pengidap HIV yang dikucilkan justru bisa stres dan depresi sehingga memicu percepatan kerusakan kekebalan tubuh dan rentan menjadi AIDS. Lebih buruknya, mereka yang dijauhi akan merasa tidak diterima di ranah pergaulan hingga memicu hal negatif, misalnya malah menjadi dendam dan berniat untuk menularkan penyakitnya pada yang lain.

Hages Budiman, pendiri LSM Kuldesak yang ditemui dalam acara kampanye #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat yang diadakan oleh DKT Indonesia mengungkapkan, bahwa seorang ODHA mempunyai hak yang sama dalam pekerjaan, pendidikan, lingkungan, dan juga pelayanan kesehatan.

“Jadi, jangan jauhi mereka yang hidup dengan HIV positif dan dukung semangat mereka untuk hidup” tutup Hages

1 Comment

1 Comment

  1. Ishaq Asri

    October 14, 2017 at 10:56 am

    Untuk meningkatkan daya kinerja otak, 2 hal berikut yang paling bagus, terbukti:
    # Mengerjakan soal matematika, ndak usah yang susah-susah, mulai yang paling sederhana.
    # Belajar bahasa pemrograman, melatih otak menyelesaikan suatu masalah dengan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Mau Diperdaya, Karena Infused Water Sebenarnya Tak Ada Manfaatnya

Diracik dari air mineral yang dipadukan dengan beberapa potongan buah, nama infused water kian kondang. Konon infused water ini berkhasiat untuk menurunkan berat badan. Tunggu dulu, tanpa bermaksud merusak prosesi diet yang sedang kamu lakukan. Kali ini biarkan kami meluruskan, bahwa sebenarnya minuman ini tak berpengaruh apa-apa.

Tidak percaya? Baru-baru ini pada salah satu kesempatan, seorang dokter ahli gizi yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, Samuel Oetoro, justru mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya masyarakat Indonesia yang seakan terperdaya oleh infused water. Beliau berkata bahwa ternyata tak ada faedah yang berarti ketika kita mengonsumsi air yang berisi potongan buah tersebut.

Buahnya Sudah Tentu Baik, Tapi Jika Telah Dimasukkan ke Dalam Air Jelas Akan Berbeda Manfaatnya

Masih dikesempatan yang sama, dokter Samuel berkata bahwa buah dan kulitnya memang baik untuk dikonsumsi. Namun jika dipotong dan direndam di dalam air, serta dibawa seharian dan terkena matahari, kandungan baik dalam buah akan hilang.

Untuk kita yang memang ingin mendapat manfaat dari lemon atau mint, dia menyarankan untuk meracik buah lemon menjadi jus tanpa membuang kulitnya. Kandungan hesperidin yang ada pada buah lemon utuh, dapat mencegah plak di pembuluh darah sehingga pembuluh darah tidak tersumbat dan lebih elastis.

Selain mencegah plak di pembuluh darah, kandungan lemon memiliki banyak manfaat lainnya untuk tubuhmu. Salah satunya membantu proses penurunan berat badan yang mungkin sedang kamu usahakan saat ini.

Bahkan Beberapa Hal yang Katanya Adalah Manfaat dari Infused Water, Tak Sepenuhnya Boleh Dipercaya

Menjadi salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat, terlebih mereka yang ditinggal di kota. Kita kerap kali menemukannya di beberapa tempat, mulai dari siswi SMA di angkutan busway, para perempuan pekerja, atau mungkin dirimu sendiri juga mengonsumsinya.

Potongan-potongan buah yang dimasukkan ke dalam wadah air mineral tersebut dipercaya sebagai sarana detoks dan trik memperlancar metabolisme tubuh, anti penuaan, hingga menurunkan berat badan agar lebih ideal.

Sayangnya untuk manfaat di atas, hingga saat ini belum ada penelitian kesehatan yang mampu membenarkan hal tersebut. Sekarang kamu bebas memilih. Percaya jika infused water dapat membantu menjaga kesehatanmu, atau mengonsumsinya sebagai alternatif pengganti air mineral.

Tapi Bukan Berarti Tak Bermanfaat Sama Sekali, Ada Manfaat Lain yang Memang Layak Untuk Dijajal

Demi memenuhi kebutuhan cairan pada butuh, mereka yang tak suka air mineral kerap menggantinya dengan minuman lain. Ya katakanlah kopi atau teh. Padahal kandungan kafein dari minuman tersebut justru cenderung membuat tubuh semakin kekurangan cairan. Tak hanya itu saja, kadar gula yang tinggi juga kerap jadi salah satu pemicu naiknya kalori dalam tubuh kita.

Akan tetapi tenang dulu, kehadiran infused water, justru jadi pilihan yang bisa kita manfaatkan. Terlebih bagi yang tak dapat mengonsumsi air mineral murni seperti kebanyakan orang. Varian rasa yang dapat kita ganti sesuai selera, jadi solusi untuk menyamarkan rasa air mineral yang cenderung terasa hambar di lidah. Dengan kata lain, tubuh kita akan tetap mendapat cakupan air mineral yang cukup, dengan sensasi rasa buah sesuai selera.

Meski Begitu Tetap Pastikan Intensitas Pola Konsumsinya Tak Melampaui Batas

Salah seorang ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Ir. Trini Sudiarti, MSc mengatakan bahwa mengonsumsi infused water yang telah disimpan hingga satu minggu bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, diare, atau bahkan muntah-muntah.

Tak hanya itu saja, efek samping lain dari infused water bagi mereka yang terlalu sering mengonsumsinya ternyata justru membahayakan kesehatan. Meski dipercaya bisa menurunkan berat badan, mengonsumsinya secara berlebihan bisa saja mengakibatkan dehidrasi, pusing, mual, dan lemas. Hingga merusak gigi, dan menaikkan asam lambung serta berpotensi membuat perut mual. Karena biar bagaiamana pun, sesuatu yang bersifat berlebihan memang kerap berujung pada dampak yang fatal.

Jika Memang Ingin Diet atau Hidup Sehat Cobalah Hal Lain yang Benar-benar Bermanfaat dan Bisa Dipercaya

Euforia dari orang-orang memang sering jadi sesuatu yang menarik kita untuk turut serta. Dengan kata lain, satu orang yang terlihat minum infused water, maka beribu orang dibelakang akan mengikutinya. Meski ini bukanlah sesuatu yang buruk, tapi ada baiknya kita juga mencari tahu terlebih dahulu. 

Tanpa harus terlihat hebat, karena jadi salah seorang yang mengikut zaman. Harusnya kita ingat kembali pada tujuan. Jika ternyata pola hidup sehatlah yang kita inginkan, mulailah mengatur jenis makanan dengan asupan gizi yang seimbang. Ini akan jauh lebih bermanfaat daripada harus memaksa diri mengikuti orang lain, namun ternyata tak bermanfaat sama sekali.

Bukan bermaksud untuk mematahkan kepercayaanmu pada infused water. Barangkali selama ini kamu memang belum tahu.

1 Comment

1 Comment

  1. Ishaq Asri

    October 14, 2017 at 10:56 am

    Untuk meningkatkan daya kinerja otak, 2 hal berikut yang paling bagus, terbukti:
    # Mengerjakan soal matematika, ndak usah yang susah-susah, mulai yang paling sederhana.
    # Belajar bahasa pemrograman, melatih otak menyelesaikan suatu masalah dengan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top