Feature

5 Keluhan Utama Karyawan Kantor Berkonsep Open Office

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan konsep open office untuk ruang kerja pegawainya. Khususnya perusahaan yang bergerak di industri digital seperti startup teknologi, e-commerce, media atau agensi.

Jika dilihat dari segi keindahan, ruangan kantor open office lebih keren dan enak dilihat dibandingkan kubikel.  Ketiadaan kubikel dan penggantian komputer desktop dengan laptop membuat ruang kantor open office bisa menampung lebih banyak karyawan.

Dari segi budget, ruangan kerja open office jauh lebih murah dibandingkan ruangan kerja konvensional dengan kubikel-kubikel. Pengerjaannya pun lebih cepat dan membersihkannya lebih mudah. Ini juga salah satu alasan mengapa banyak perusahaan yang memilih konsep open office.

Tapi tahukah kamu kalau open office juga memiliki banyak poin negatif yang menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan? Kalau kamu sekarang bekerja di ruangan open office, mungkin kamu akan merasakan hal yang sama.

Susah Konsentrasi karena Terlalu Banyak Gangguan

man-1191845_640

Orang yang mondar mandir, rekan kerja yang sibuk menelepon dengan suara keras, semuanya itu akan terdengar dan terlihat dengan jelas olehmu. Apa lagi kalau ada yang sedang sakit dan tidak bisa berhenti batuk, bersin atau membuang ingus.

Konsentrasimu jadi mudah terpecah dan akibatnya pekerjaan jadi tidak kunjung selesai. Produktivitas pun menurun. Ini karena sebenarnya konsep open office tidak cocok untuk semua jenis departemen kerja.

Kalau pekerjaan kamu terkait dengan kreativitas misalnya desainer, copywriter atau yang butuh konsentrasi tinggi seperti IT, database atau akuntansi, pasti akan sulit konsentrasi jika ditempatkan di ruang kerja yang terbuka.

Kantor Ibarat Rumah Kedua, Tapi Sekarang Tidak Ada Privasi Lagi

office-1094826_640

Karena serba terbuka, otomatis apa yang kamu lakukan akan kelihatan oleh rekan kerja di seberang, sebelah kiri, kanan dan belakangmu. Mau chatting, telepon atau nonton video jadi sulit.

Mau menaruh barang-barang pribadi pun sulit karena biasanya open office menerapkan konsep clean desk. Jadi setelah dipakai, meja kerja harus berada dalam kondisi bersih dan kosong. Kenapa? Karena belum tentu Anda akan duduk di meja yang sama keesokan harinya.

Awkward Jika Duduk Bersebelahan dengan Rekan Kerja yang Tidak Dikenal

workspace-820315_640

Tidak ada sekat atau kubikel, berarti kamu akan face to face dengan rekan kerja di sebelahmu. Kamu juga tidak punya tempat duduk yang tetap. Setiap hari bisa saja kamu duduk di sebelah orang yang berbeda.

Kalau kalian sudah akrab, mungkin tidak masalah. Kalau ingin ngobrol, ya ngobrol. Kalau sedang tidak ingin ngobrol karena capek atau sibuk, ya tidak masalah. Kalau tidak akrab? Awkward… Terutama ketika kamu sedang tidak ingin berbasa-basi.

Lagipula, siapa yang duduk di sebelah kita sangat menentukan mood kerja hari itu. Betul gak?

Harus Investasi Headphone yang Benar-benar Kedap Suara

pile-764867_640

Ada saja rekan kerja yang sikapnya mengganggu. Mulai dari yang suka menyanyi, menyetel lagu lewat speaker ponselnya, teriak-teriak saat stres atau bicara di telepon dengan suara keras. Kalau ditegur, rasanya tidak enak hati. Apa lagi kalau mereka lebih tua atau lebih senior.

Solusi terbaik adalah beli headphone yang benar-benar kedap suara dan selalu setel musik kesukaan saat kamu ingin kerja. Seolah-olah kamu menciptakan ruang pribadi imajiner untuk dirimu sendiri.

Lebih Cepat Merasa Lelah dan Stres  

work-management-907669_640

Karena tidak ada pembatas, bosmu bisa dengan mudah memantau semua yang terjadi di ruangan. Kamu merasa selalu diawasi. Lalu jika dulu pekerjaanmu bisa ditagih lewat telepon atau email, sekarang mereka bisa cukup teriak saja dari ujung meja.

Ketika ada rekan kerja yang stres dan marah-marah, energi negatifnya bisa menyebar ke seluruh ruangan dengan cepat. Menularkan energi negatif ke dirimu. Konsep open office ini secara tidak langsung juga membuat orang-orang jadi lebih agresif. Tanpa ada sekat yang menandakan hirarki, komunikasi jadi lebih mudah. Semua ingin cepat. Lalu kamu terseret ke dalam arus ini.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Mereka yang Sudah Biasa Menerjang Bahaya

Stuntman bukan jenis pekerjaan baru. Seiring perkembangan film-film bergenre action maupun laga, keberadaan sosok yang satu ini jelas krusial dan tak bisa dianggap remeh. Sederhananya, stuntman adalah mereka yang bekerja menggantikan aktor, khususnya untuk melakukan adegan-adegan berbahaya. Risikonya luar biasa besar. Kalau tidak hati-hati, nyawa taruhannya. Patah tulang dan ancaman cedera lainnya juga turut mengintai. Karenanya, tak semua orang mampu melakoni pekerjaan yang satu ini.

Tak hanya untuk membantu proses syuting film, keberadaan stuntman yang selalu identik dengan aksi berbahaya juga mulai dipakai oleh para pesulap. Terbaru, warganet sempat ramai membahas pemberitaan mengenai kecelakaan kerja yang menimpa stuntman pesulap Demian Aditya. Stuntman yang diketahui bernama Edison Wardhana itu nyaris meregang nyawa kala membantu Demian menyelesaikan aksi  menegangkan bertajuk The Drop Death.

Nama Edison Wardhana Memang Dikenal Sebagai Penyuka Tantangan Dan Berbagai Kegiatan Ekstrim

Melakoni pekerjaan sebagai stuntman, berarti harus siap dengan berbagai latihan fisik yang berat dan penuh tantangan.  Berbagai latihan khusus itu jelas ditujukan agar para stuntman bisa melakukan berbagai adegan berbahaya dan mampu menyelesaikannya dengan baik. Namun kembali lagi, yang namanya musibah tak dapat ditebak. Kondisi yang menima Echon—sapaan akrab Edison Wardhana seakan mengingatkan lagi tingginya risiko bekerja sebagai seorang stuntman.

Namun disamping itu, Echon diketahui penyuka aktivitas ekstrem alias adrenaline junkie. Bahkan beredar kabar jika seiring musibah yang menimpanya ini, tak menyurutkan keinginan Echon untuk kembali menjadi stuntman di kemudian hari. Pihak keluarga menyebutkan, beberapa waktu sebelum kecelakaan yang menimpanya, Echon diketahui masih aktif ikut balapan motor.

Proses Syuting Deadpool 2 Pun Sempat Mengalami Penundaan Seiring Musibah yang Dialami Salah Satu Stuntman dalam Film Tersebut

source picture: movieweb

Agustus lalu, jagat hiburan Hollywood pernah ramai oleh pemberitaan tewasnya stuntman perempuan bernama Joi ‘SJ’ Harris kala terlibat dalam proses syuting film Deadpool 2. Harris yang punya peran menggantikan aktris Zazie Beetz itu mengalami kecelakaan saat melakukan adegan mengendarai motor tanpa helm.

Kejadian fatal itu menimpa Harris dalam pekerjaan perdananya sebagai stuntman. Meski dikenal sebagai pembalap profesional, ternyata Harris justru kehilangan kontrol atas motornya yang berujung kecelakaan yang menewaskan dirinya.

Tak Sekadar Keberanian, Seorang Stuntman Harus Punya Naluri Kecermatan dan Tingkat Mawas Diri yang Tinggi

Bekal seorang stuntman bukan hanya keberanian. Kalau berani tapi modal nekat, lagi-lagi nyawa taruhannya. Itulah mengapa sampai ada pelatihan khusus bagi para stuntman demi menumbuhkan naluri kecermatan dan tingkat mawas diri yang tinggi. Latihannya pun tak sembarangan, mulai  dari terjun dari ketinggian, memacu mobil atau motor dalam kecepatan yang tinggi, berenang di laut, hingga berada di tengah kobaran api. Bagaimana? Menegangkan bukan?

Meski Disinyalir Punya Bayaran Tinggi, Pekerjaan Stuntman Tak Menjanjikan Uang Pensiun

Kalau kamu punya ketertarikan untuk menjajal pekerjaan yang satu ini, jangan kira menjadi stuntman akan dijanjikan uang pensiun. Meski santer terdengar punya bayaran tinggi, tetap saja yang namanya stuntman hanya bisa bekerja selagi fisik mereka kuat. Kalau dirasa sudah tidak lagi, maka kamu harus siap-siap berganti pekerjaan.

Kecelakaan yang Menimpa Harris Bukan Kali Pertama, Sebelumnya Sudah Pernah Ada Kejadian Nahas Serupa yang Terjadi Saat Pengambilan Gambar

Nama John Bernecker sempat ramai diperbincangkan seiring aksinya sebagai stuntman dalam serial The Walking Dead musim kedelapan. Nyawa Bernecker melayang usai menyelesaikan aksi terjatuh dari balkon dengan ketinggian lebih dari enam meter di permukaan yang keras. Dia meleset beberapa inchi dari matras yang sudah tersedia. Lantaran kecelakaan itu, Bernecker pun mengalami cedera parah yang membuatnya meninggal dunia.

Nama stuntman lainnya yang juga mengalami kejadian nahas adalah Harry O’Connor. Pemeran pengganti untuk Vin Diesel dalam film laga XXX itu mengalami kecelakaan saat dia ditarik dengan kecepatan tinggi dengan sebuah parasut, namun nyawanya melayang seketika saat tubuhnya terhempas ke sebuah jembatan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Perut Buncit Ada Sebabnya, Suka Makan Makanan Asin Bahkan Bisa Jadi Pemicu

Punya badan ideal tapi kalau perut terlihat buncit seringkali jadi problematika tersendiri. Apa lagi perempuan, ketika ada yang menyinggung soal perutnya, bisa-bisa hal itu mempengaruhi kestabilan emosinya. Soal perut buncit, memang agak berbeda antara perempuan dan laki-laki. Kalau perempuan cenderung sangat mempermasalahkan soal perut buncit, sementara laki-laki cenderung cuek dan percaya diri dengan apa yang ada pada dirinya.

Meski begitu, resah dan gelisah pasti menanti. Untukmu yang menghadapi masalah ini, kamu pasti menerka-nerka apa yang membuat perutmu buncit.  Bahkan saat sadar celanamu sudah tak muat lagi, perut buncit jadi dianggap semacam momok. Apalagi mengecilkan perut buncit itu tak mudah. Butuh usaha keras dan perlu waktu yang tak sebentar. Nah sebelum terlambat, lebih baik kamu ketahui dulu apa saja penyebab perut kian membuncit.

Bagi yang Gemar Makan, Mulailah Jaga Asupan Makananmu. Sering Menimbun Lemak Jahat Akan Membuat Lingkar Perutmu jadi Tak Stabil

Lemak jahat yang tertimbun di dalam tubuh tentu dikarenakan kamu kurang menjaga asupan makanan. Suka jajan sembarangan, sering mengonsumsi junk food, hingga jarang olahraga membuat lemak jahat kian susah lenyap dari dalam tubuh. Karenanya, lemak yang satu ini tidak bisa kamu sepelekan. Apa lagi kalau dibiarkan menumpuk, yang ada justru muncul ancaman penyakit yang bisa menyerangmu. Coba sekarang mulailah peduli dengan bentuk tubuhmu, perut buncit kalau dibiarkan begitu saja artinya kamu mempersilahkan obesitas datang menghantui.

Siapa Sangka, Makanan Asin Nyatanya Bisa Memicu Perut Jadi Buncit. Duh!

Makanan asin jelas memiliki kandungan garam yang tinggi. Nah, hal ini justru memicu perut jadi buncit. Mengapa demikian? Sederhananya begini, makanan asin itu mampu membuat nafsu makan seseorang meningkat. Kalau kamu terus-terusan mengonsumsi makanan ringan maupun makanan berat dengan tingkat sodium tinggi, secara sadar tak sadar, akan banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh. Alhasil, kebiasaan semacam ini yang membuat perut membuncit dan berat badan bertambah.

Bukan Hanya Makanan Asin, Kamu Pun Patut Berjaga-jaga dengan Buaian Makanan Manis

Sebagian besar dari kita nyatanya memang tak bisa terlepas dari yang namanya makanan manis. Saking sukanya, seseorang jadi ‘kecanduan’ dengan makanan manis. Padahal, makanan maupun minuman manis pun bisa mengancam perutmu jadi buncit.

Hal ini lantaran dalam makanan manis terkandung banyak sekali glukosa. Sementara kalau glukosa sudah singgah di dalam tubuh dan menumpuk, bisa memicu perut jadi buncit. Parahnya, tumpukan glukosa itu juga disebut-sebut bisa jadi pemicu diabetes. Bukannya kamu dilarang makan makanan manis, tapi akan lebih baik bila kamu menyeimbangkannya dengan tidak hanya makan makanan manis ya!

Perut Buncit Juga Bisa Disebabkan Karena Terganggunya Sistem Pencernaan

Coba ingat lagi, kapan terakhir kamu BAB? Sudahkah kamu BAB secara teratur? Mungkin terkesan sepele, tapi kamu tak boleh mengabaikan hal yang satu ini. Bayangkan kalau berhari-hari kamu sengaja atau malas BAB, hal itu akan membuat organ pencernaanmu jadi tak sehat dan ususmu kotor. Hasil makanan pun tidak akan pernah menjadi daging atau menambah berat badan, yang ada justru menggemukan bagian perut alias perut jadi buncit. Bukan cuma soal penampilan, lemak jahat di bagian perut pun berbahaya bagi organ-organ penting tubuhmu yang sebagian besar berada di area perut.

Hindari Konsumsi Minuman Keras Kalau Kamu Masih Sayang Perutmu

Usut punya usut, ternyata orang yang gemar mengonsumsi alkohol biasanya identik dengan perut buncit. Membesarnya lingkar perut mereka memang dipengaruhi dari minuman tersebut. Apa lagi dalam minuman beralkohol terkandung gula dalam kadar yang cukup banyak. Meski punya fungsi menghangatkan tubuh, minuman alkohol kalau diminum terus menerus justru bisa memicu obesitas dan merusak sistem syaraf dalam diri manusia. Jadi, daripada membahayakan tubuh dan memancing perut buncit, lebih baik jauhi minuman beralkohol.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Sudahkah Kamu Mengerti Apa Itu HIV dan AIDS?

Setiap tanggal 1 Desember biasanya kamu akan menemukan sekelompok orang yang membagi-bagikan pita merah, terutama kamu yang melintas di jalan-jalan utama atau di dekat kantormu. Bukan tanpa tujuan, mereka membagikan pita berwarna merah sebagai bagian dari Hari AIDS Sedunia yang memang diperingati pada tanggal pertama bulan Desember. Tapi bagimu, tiap kali mendengar HIV/AIDS, kira-kira apa yang terlintas di benakmu?

Masihkah kamu mengira virus dan penyakit ini sebagai suatu momok yang menakutkan? Meski sudah banyak penyuluhan tentang HIV/AIDS, nyatanya stigma negatif masih saja melekat pada pola pikir masyarakat. Padahal menyikapi HIV/AIDS tidak bisa demikian. Apa lagi mereka yang mengidap AIDS atau kerap disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), masih kerap menerima beragam penolakan. Sebagai masyarakat, seharusnya kita bisa mendampingi mereka yang memang butuh pendampingan, bukannya justru dijauhi. Agar tak salah kaprah, ada baiknya kamu perlu mengetahui beberapa hal seputar HIV dan AIDS.

Virus HIV Memang Berbahaya, Tapi Bukan Berarti Penyebarannya Merajalela

Kalau sampai hari ini kamu masih mengira HIV adalah nama penyakit, berarti kamu perlu banyak membaca literature. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah nama virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sampai hari ini, belum ada obat yang mampu membantu kesembuhan orang yang sudah terinfeksi virus ini.

Sejauh ini, obat yang ada hanyalah obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan dan menghambat replikasi virus HIV yang sudah ada di dalam tubuh. Penyebaran virus HIV pun bukan seperti virus flu yang mudah terbawa udara. Karena kurangnya pengetahuan soal virus ini, banyak yang mengira bisa tertular hanya dengan bersentuhan. Hal inilah yang membuat ODHA semakin dijauhi karena stigma yang sudah terlanjur salah kaprah.

Penderita HIV Positif Berbeda dengan Penderita AIDS. Meski Begitu, Dua-duanya Tetap Butuh Pendampingan dari Sekitarnya

Apa bedanya? Penderita HIV Positif atau yang lebih sering dikenal dengan istilah ODHA adalah mereka yang terinfeksi virus HIV namun masih ‘terlihat sehat’ sehingga  masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Hanya saja, ODHA harus rutin mengonsumsi obat ARV agar sistem kekebalan tubuhnya baik. Sementara penderita AIDS adalah mereka yang antibodinya sudah mengalami penurunan, serta telah menunjukkan gejala sakit dengan beragam keluhan.

Kenali Tanda dan Gejala Sejak Dini Agar Ancaman AIDS Bisa Diperangi

HIV biasanya perlu waktu antara 5 sampai 10 tahun untuk bisa jadi berubah jadi AIDS. Atau bahkan bisa lebih cepat kalau tanda dan gejala yang sudah muncul dirasakan oleh penderita. Gejala yang muncul semisal batuk atau diare yang tak kunjung sembuh, sariawan berkepanjangan, atau munculnya warna keunguan di permukaan kulit patut diwaspadai sebagai ancaman AIDS. Kalau sudah demikian, pengobatan tak bisa ditunda lagi sebelum terlambat. Disamping itu, ada baiknya orang yang mendampingi pun memperbanyak literasi mengenai virus dan penyakit yang satu ini.

Meski Virusnya Berbahaya, Setiap Orang Punya Peluang Untuk Terhindar Darinya. Salah Satunya dengan Menerapkan Sistem ABCD

Sistem ABCD terdiri dari empat langkah yang terdiri dari A untuk abstinence yaitu komitmen untuk tidak melakukan hubungan seksual. Hal ini ditujukan bagi mereka yang belum menikah. Yang kedua, Be faithful atau setia pada pasangan. Hal ini mendorong agar mereka yang sudah punya pasangan tidak mudah ‘jajan’ di luar. Sementara C adalah Condom. Ini ditujukan bagi mereka yang berisiko tertular, disarankan menggunakan kondom untuk mengantisipasi. Terakhir, D atau Drugs yaitu anjuran untuk tidak memakai narkoba. Ya, narkoba suntik jadi faktor risiko terbesar dalam penularan HIV/AIDS lantaran jarum yang dipakai tidak steril dan digunakan secara bergantian.

Penderita HIV Jangan Dijauhi. Kamu Perlu Tanamkan Prinsip Musuhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

Mereka yang mengidap HIV tidak boleh dijauhi melainkan harus dirangkul dan diajak bergaul sama seperti orang pada umumnya. Memberikan support agar ODHA tetap semangat menjalani hidupnya adalah cara terbaik yang bisa kamu lakukan sebagai kawan.

 

Pengidap HIV yang dikucilkan justru bisa stres dan depresi sehingga memicu percepatan kerusakan kekebalan tubuh dan rentan menjadi AIDS. Lebih buruknya, mereka yang dijauhi akan merasa tidak diterima di ranah pergaulan hingga memicu hal negatif, misalnya malah menjadi dendam dan berniat untuk menularkan penyakitnya pada yang lain.

Hages Budiman, pendiri LSM Kuldesak yang ditemui dalam acara kampanye #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat yang diadakan oleh DKT Indonesia mengungkapkan, bahwa seorang ODHA mempunyai hak yang sama dalam pekerjaan, pendidikan, lingkungan, dan juga pelayanan kesehatan.

“Jadi, jangan jauhi mereka yang hidup dengan HIV positif dan dukung semangat mereka untuk hidup” tutup Hages

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top