Community

Kedewasaan Seseorang Tak Bisa Dilihat dari Usianya Saja

Orang yang usianya sudah lebih dewasa kisaran 25 tahun ke atas umumnya dianggap telah memiliki kepribadian dan pemikiran yang telah matang. Kenyataannya, belum tentu semua orang yang usianya telah beranjak dewasa diikuti dengan pemikirannya yang dewasa. Hal ini karena kedewasaan seseorang tak bisa diukur dan dilihat melalui usianya saja.

Banyak juga orang-orang yang masih muda tetapi pemikiran dan cara pandangnya sudah sangat matang. Kepribadiannya justru mampu menjadi sosok pemimpin yang menjadi inspirasi banyak orang. Kenapa bisa demikian?

Kedewasaan Pemikiran Ditentukan Oleh Kualitas Manusia Itu Sendiri

Menurut Dokter Jess Shatkin seorang psikiater anak dan remaja dari Child Study Center di NYU Langone Medical Center mengatakan, kedewasaan pemikiran seseorang ditentukan oleh kualitas orang tersebut. Seperti menerima tanggung jawab untuk diri sendiri dan mengambil keputusan secara independen.

Tak hanya itu, perbedaan jenis kelamin juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pendewasaan seseorang. Menurutnya, pendewasaan pikiran cenderung muncul lebih cepat pada wanita dibanding pria. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian di Inggris yang menemukan fakta bahwa laki-laki mengalami pendewasaan 11 tahun lebih lambat dibanding wanita.

Faktor Perkembangan Otak Juga Berpengaruh Terhadap Pendewasaan Yang Dialami Oleh Pria Wajar Jika Kaum Pria Masih Kekanakan Meski Umurnya Sudah Menginjak 30-An

Ketika perempuan telah dewasa secara kepribadian dan pemikiran di usia 32 tahun, rata-rata pria baru mengalami pendewasaan diri ketika menginjak usianya yang ke-43. Hal ini disebabkan karena bagian prefrontal korteks (yang merupakan bagian otak yang terus tumbuh dan letaknya ada di belakang dahi) pada pria mengalami perkembangan yang lebih lambat jika dibanding milik wanita.

Pengalaman Hidup Yang Telah Dijalani Selama Ini Berpengaruh Terhadap Perkembangan Kedewasaan Seseorang

Terlepas dari perkembangan otak dan perbedaan gender yang berpengaruh terhadap proses pendewasaan seseorang. Ternyata, pengalaman hidup juga berpengaruh langsung terhadap kedewasaan seseorang.

Kerasnya ujian hidup dan berbagai permasalahan yang silih berganti menghampiri melatih kegigihan seseorang dan kesabarannya dalam menyelsaikan masalah . Rintangan yang telah berhasil dilewati memberi pelajaran berharga tentang bagaimana cara memandang hidup dari berbagai sudut pandang.

Dari pengalaman-pengalaman yang selama ini telah dijalani, dapat membuat pribadi seseorang berubah menjadi lebih bijak, tidak egois, dan lebih legowo.

Pendidikan Juga Berpengaruh Pada Pribadi Seseorang Yang Dewasa Atau Tidak

Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki seseorang menjadi dasar dalam setiap keputusan atau tindakan yang akan diambil olehnya. Pengalaman yang ditambah pendidikan yang diterima dengan baik menjadi dasar yang kuat bagi seseorang untuk bersikap lebih bijak dan dewasa dalam menghadapi setiap masalah.

Kecerdasan Emosional Yang Baik Mempengaruhi Cara Seseorang Bersikap Dan Menyesuaikan Diri Di Segala Kondisi

Ada beberapa orang yang memiliki pendidikan tinggi, tetapi pribadinya tidak menunjukan kedewasaan. Orang-orang seperti ini masih mendahulukan emosi dalam setiap perbuatannya. Hal ini dikarenakan kecerdasan intelektual tidak dibarengi dengan kecerdasan emosional.

Pribadi yang bisa berpikir jernih dan tetap tenang serta menjaga emosinya tetap terjaga merupakan seseorang yang telah dewasa dalam bertindak maupun berpikir. Kestabilan emosinya dapat membantunya untuk bisa menyesuaikan diri di segala kondisi.

Kondisi yang membuatnya susah, kondisi yang membuatnya marah, gelisah, akan dengan baik ia hadapi ketika ia bisa menyeimbangkan emosional, intelektual, dan spiritualnya secara bersamaan.

Orang yang mudah beradaptasi akan lebih cepat disukai oleh perempuan maupun laki-laki. Pribadi yang seperti ini biasanya paling banyak dicari oleh organisasi, perusahaan, universitas, dan institusi lainnya.

Lingkungan Dan Pergaulan Pun Berperan Dalam Membentuk Kedewasaan Dalam Diri Seseorang

Lingkaran sosial dan lingkungan sekitar berperan dalam membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih dewasa. Ketika kita dekat dengan orang-orang dengan pikiran terbuka dan lebih dewasa, kita pun akan terpengaruh untuk berpikiran yang sama.

Tak jarang meski seseorang masih berusia muda, ketika ia bergaul dengan orang-orang yang lebih tua dan berpikiran lebih dewasa, ia pun akan turut berpikiran lebih terbuka dan lebih dewasa akan suatu hal.

Ia akan memandang segala hal dengan cara yang berbeda, bukan dengan pandangan anak-anak lagi. Itulah yang menjadi alasan, kenapa banyak anak-anak di usianya yang masih belia telah mampu berpikiran lebih dewasa dibandingkan dengan orang dewasa itu sendiri.

Pengaruh baik yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya yang dipenuhi orang-orang berpikiran terbuka menjadikan karakternya turut berkembang kea rah demikian.

Keinginan Dalam Diri Untuk Terus Berubah Merupakan Faktor Penting Seseorang Menuju Kedewasaan

Percuma jika usia sudah dewasa namun tidak ada keinginan untuk berubah dan lebih terbuka untuk menjadi lebih dewasa. Kemampuan diri untuk berproses ke  arah yang lebih positif menentukan kematangan pola pikir seseorang. Kemauan diri yang tidak pernah berhenti belajar dan tidak pernah berpuas diri dalam melakukan perubahan akan membantu seseorang menuju proses pendewasaan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top