Trending

Ketika Kebebasan Berpendapat Di Kolom Komentar Semakin Ganas

Hanya karena media sosial perlahan kita menjelma jadi semakin kejam dan kasar. Benar memang, jika kemajuannya memberi kita ruang gerak yang bebas untuk berekspresi, mulai dari berbagi foto di Instagram, mengeluarkan kekesalan di Twitter hingga mengomentari kabar terbaru di laman Facebook. Seakan paham apa yang kita butuhkan, para pembuat aplikasi hadir untuk memenuhi hasrat yang kita inginkan. Kemudian menghadirkan tombol like atau love dan kolom komentar di berbagai media sosial.

Hingga perlahan sesuatu yang kita anggap tempat berbagi itu nampaknya jadi kebutuhan. Jadi kamu tak perlu heran jika kini, hampir semua orang selalu membagikan segala hal di media sosial. Dengan tujuan eksistensi yang lebih tinggi, semua hal pun dibagikan. Lalu mendadak merasa terluka ketika kolom komentar tiba-tiba dipenuhi hujatan.

Memang Sih Media Sosial Membuat Orang Bebas Menjadi Apa  Saja, Tapi…

Jika kamu adalah salah seorang yang cukup memerhatikan media sosial, tentu tahu apa dan siapa itu selebram dan selebtwit. Dia yang tadinya bukanlah siapa-siapa bisa berubah jadi sosok terkenal yang digandrungi banyak orang. Hal ini sekaligus jadi pembuktian bahwa di media sosial, siapa pun bebas menjadi apa pun.

Melihat gejala tersebut, secara tak sadar kamu justru sering berusaha untuk serupa. Alih-alih ingin terlihat istimewa kamu justru melakukan sesuatu yang sebenarnya diluar kata wajar. Berharap mendapat komentar berisi pujian atau dukungan, justru mereka yang tak punya pandangan sejalan malah mencibir tanpa berpikir. Kamu mungkin bisa berdiam diri untuk beberapa saat untuk tak memperdulikan cibiran. Namun masa iya bisa tahan jika terus-terusan harus di hujat oleh orang-orang di kolom komentar. Berniat ingin membalas tudingan yang dilayangkan, tak habis akal mereka justru berdalih ini adalah media sosial dimana semua orang bebas menyuarakan pendapatnya.

Lalu Perlahan Kolom Komentar Malah Jadi Pisau Bermata Dua, Antara Dia Yang Memuji Hingga Mereka Yang Menghujat

Salah satu media sosial memang menyiapkan fitur untuk mematikan kolom komentarnya. Tapi untuk beberapa alasan yang mungkin jadi pertimbangan kita tak selalu memilih hal ini pada setiap postingan. Masih ada orang yang berada disisi kita, dan tentu berhak menyuarakan pendapat dan kesan terhadap apa yang kita bagikan.

Tapi lagi-lagi orang-orang yang mengaku lebih baik bisa saja berulah. Melemparkan semua kata-kata buruk yang bahkan tak benar adanya. Hingga menghasut orang lain untuk turut membenci juga. Bahkan sebuah penelitian dari Universitas George Mason dan Universitas Wisconsin-Madison menyebutkan kolom komentar berubah jadi ajang untuk rasial, seksisme, dan hal negatif lainnya. Hingga perlahan hal itu berubah jadi dilema yang meresahkan saat kolom komentar yang tadinya menenangkan berubah jadi pisau bermata dua yang menyakitkan.

Hingga Berubah Jadi Ajang Penghakiman Yang Tak Perlu Menunggu Tuhan, Siapa Saja Bisa Melakukannya

Ketika kamu mulai menyukai seseorang tokoh atau public figure serta beberapa orang yang kamu suka. Kemudian mulai mengikuti aktivitasnya di media sosial, hal-hal yang tadinya bukanlah sesuatu yang harus dilakukan secara rutin, perlahan berubah jadi kebiasaan yang selalu kamu jalankan. Mulai dari sekedar mengetik “cantik” di kolom komentar pada media sosial dia yang kamu suka. Hingga berujar benci, menyebar hoax dan bersikap seolah jadi Tuhan di kolom komentar pada akun lain yang tak kamu sukai.

Kita berubah menjadi dua sosok yang berbeda, mengangungkan dia yang kita suka dan menghakimi mereka yang dianggap salah. Semua terasa mudah untuk dilakukan hanya karena disampaikan dari ujung jari. Sebuah pembelaan, “Toh dia tak mengenalku siapa,” membuat semua terasa sah-sah saja. Karena bila di dunia nyata belum tentu juga kita berani untuk melakukannya.

Kemudian Jadi Kebiasaan Yang Menjadi Kebutuhan Bahkan Ditularkan

Uniknya seseorang yang sering membuat beberapa ujaran kebencian, akan selalu mengajak termannya untuk turut serta. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya jumlah tag dari seseorang kepada temannya yang lain untuk berlaku sama. Hingga kemudian mereka akan jadi satu kesatuan yang mendadak jadi polisi moral. Bertindak seolah dirinya jauh lebih baik, untuk itu ia berhak untuk menyuarakan semua hal yang dimatanya benar.

Hey, apa kamu lupa? sesuatu yang benar dimatamu belum tentu benar dimata orang lain bukan? Ini adalah fakta yang mau tak mau harus kita akui. Sayangnya seseorang yang sudah merasa dirinya benar, buta akan hal ini. Padahal meski berkomentar di media sosial, ada baiknya kita tetap mengikuti etika dan aturan, Meskipun orang tersebut tak kita kenal. Bukankah jauh lebih baik seperti itu, daripada terus memuaskan diri untuk menghakimi orang lain.

Padahal Kejamnya Komentar Bisa Berakibat Fatal Bagi Mereka Yang Merasa Hidupnya Dihakimi

Masih lekat diingatan, beberapa kasus yang beberapa waktu lalu hangat diperbincangkan. Remaja yang katanya meniru tulisan seseorang, namun seolah tak ingin disalahkan ia terus berupaya untuk menunjukkan bahwa semua yang sedang orang-orang katakan adalah kesalahan. Namun akibat banyaknya hujatan yang diterimanya, ia mengaku sempat depresi dan ingin bunuh diri.

Jika mau berpikir sedikit saja, kita tentu harusnya tahu mengapa seseorang bisa berbuat seperti itu. Setelah perbuatannya yang diangap meniru orang lain itu, ia merasa bahwa hidup yang ia punya berubah jadi beban. Respon pada kolom komentar membuatnya tak tenang, karena masih dihujani banyak hujatan. Pada beberapa kasus yang bisa kita lihat, mereka yang kuat mungkin masih bisa bertahan sembari menunggu komentar buruk itu usai. Namun tak sedikit pula yang memilih mengakhiri hidup hanya karena tak kuat menahan beban. Lalu kalau sudah begitu siapakah yang akan bertanggung jawab?

Tanpa merasa berdosa, kita yang tadi berada pada barisan paling depan untuk menghujat mungkin akan berujar bahwa itu adalah pilihannya. Bukan karena kita atau siapa saja yang ada di kolom komentar. Lantas menurutmu, apakah benar bersikap seperti itu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Naik Motor Bukan Sekedar Menyalakan Mesin, Ini Safety Riding Yang Wajib Dilakukan

Berkendara di jalanan, bisa berarti kita sedang berataruh nyawa. Tak percaya? coba lihat berapa banyak nyawa yang hilang karena kecalakaan di jalan saat sedang berkendara. Bahkan dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka lantas POLRI, ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2016. Dan sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian saat bekendara.

Sebagian dari kita mungkin merasa sudah paham bagaimana cara berkendara dengan benar. Tapi justru karena merasa diri sudah tahu, kita malah mengabaikan tindakan yang seharusnya dilakukan. Nah untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dijalan. Cobalah pahami dan jalankan prosedur safety riding ini dengan benar.

Pastikan Jika Kepala Milik Kita Selalu Memakai Helm Yang Akan Melindunginya

Benar, memakai helm jadi salah satu kebutuhan saat berkendara. Bahkan ini juga telah di atur dalam undang-undang lalu lintar. Namun faktanya masih banyak pengendara yang justru mengabaikannya. Coba tengok berapa banyak acara televisi yang sering menayangkan kegiatan para polisi dijalan yang sering menilang pengendara karena tak pakai helm.

Alih-alih tak mau disalahkan, kita sering berdalih “Cuma kesitu saja kok, deket!”
Mungkin kita akan sadar jika nanti, tiba-tiba di jalan kita kehilangan keseimbangan hanya karena ada debu yang masuk ke mata. Dan bukan tak mungkin, sesuatu yang tak di inginkan bisa saja terjadi.

Latih Diri Dengan Beberapa Gerakan Yang Mungkin Akan Ditemukan Sepanjang Perjalanan

Karena jalanan tak akan selalu lurus, kita perlu tahu bagaimana menyeimbangkan diri dengan baik dan benar sesuai medan yang dilalui. Jangan hanya ketika akan mengambil SIM kita berlatih slalom. Ingat lagi semua ujian pak polisi ketika itu.

Ketika di area rumah, coba buat angka delapan ketika naik motor, lalu putar balik tanpa kaki menyentuh tanah. Lalu latih jalan zig zag untuk menajamkan refleks ketika di jalan. Berjalan pelan sambil menjaga motor tetap stabil. Dan cobalah beberapa alternatif situasi lain di area rumahmu yang aman.

Kemudian Teknik Tarik Rem Yang Tak Boleh Asal-asalan

Untuk beberapa kasus kecelakaan lalu lintas, beberapa dari mereka jatuh karena teknik pengereman yang tak baik. Padahal komposisi mengerem yang ideal adalah 60:40. Dengan kata lain, pengguna rem depan sebanyak 60 persen dan rem belakang sebanyak 40 persen.
Aktualisasi teknik pengereman yang benar akan menghindarkan kita dari terjadinya slip saat sedang menarik rem.

Hal lain yang perlu di ingat, kita juga harus selalu memperhatikan jalanan yang sedang kita lalui. Serta tingkat kecepatan saat kita ingin menarik tuas rem pada motor.

Lalu Pastikan Keadaan Motor Dalam Keadaan Baik Dan Pilih Motor Yang Oke Seperti Suzuki All New Satria 150

Apapun alasannya, keadaan motor yang tak baik, tak seharusnya dibawa untuk berkendara. Karena itu salah satu hal yang wajib kita lakukan adalah memastikan kondisi motor terlebih dahulu.

Cek keadaan motor, mulai dari rem, lampu, termasuk lampu sein. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selanjutnya pastikan pula bahwa tekanan angin pada kedua ban telah sesuai dengan anjuran dari pabrik. Perhatikan pula kaca spion yang akan membantu kita selama perjalanan dan jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu selama perjalanan.

Untuk mendukung safety riding tentunya memilih motor yang mumpuni jadi syarat utama. Pilihlah motor yang memiliki perbandingan tenaga dan bobot yang cukup, sehingga tak merepotkan jika harus melewati pengendara lain di jalan.

Kamu bisa memilih Suzuki All New Satria 150. Sebagai motor berdimensi kompak, ringan dan berperforma tinggi, All New Satria F150 tentunya mampu melaju tanpa hambatan. Mendominasi performa di kelasnya, All New Satria F150 dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator beukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Sementara itu All New Satria F150 juga sudah dilengkapi dengan cakram di depan dan belakang. Tentunya kendaraan berbobot hanya 19 Kg ini akan dengan mudah dihentikan jika kita membutuhkannya. Kita juga tak perlu khawatir jika harus berkendara malam. Karena motor ini sudah dilengkapi dengan lampu LED tipe baru.

Kini All New Satria F150 hadir dengan pilihan warna untuk varian standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Hindari Pemakaian Aksesoris Pada Tubuh Atau Motor Yang Bisa Memicu Bahaya

Niatnya sih melindungi diri, tapi jika sudah bernasib buruk tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah pemakaian jas hujan saat berkendara. Jas hujan model ponco masih banyak dipilih pengguna motor. Bukan hanya karena bentuknya yang lebar hingga bisa melindungi dari basah, namun model ini juga sangat mudah untuk di gunakan.

Akan tetapi ponco menyimpan bahaya yang tak bisa dianggap remeh jika bagian belakangnya dibiarkan berkibar, tentu ini jadi masalah besar. Karena bisa saja, bahan belakang dari jas yang sedang berkibar terkait pada benda lain. Hingga tergulung dan masuk pada lingkar roda motor yang kita pakai. Untuk itu jika memang akhirnya memilih model seperti ini, pastikan kita akan memakainya dengan benar. Agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jangan Lupa Pula Untuk Memastikan Kondisi Tubuh Kita

Semuanya tentu tak akan bisa berjalan tanpa adanya kita sebagai pengendaranya. Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tubuh kita. Karena walau bagaimanapun kondisi tubuh yang baik, jadi modal yang harus kita punya jika naik motor. Ini akan membantu kita terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan tentunya.

Berhenti jika memang mengantuk, kumpulkan tenaga dalam beberapa waktu. Ini akan jauh lebih baik daripada tetap memaksakan diri berjalan terus. Karena tujuan bepergian adalah sampai dengan selamat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bukan Hanya Mampu Membuat Lidahmu Berdecak Nikmat, Madu Pun Memiliki Sederet Khasiat Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat madu telah diketahui di segenap penjuru dunia sejak 2.500 tahun yang lalu. Cairan manis menyerupai sirup  yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki banyak manfaat kesehatan, juga kecantikan. Dikenal sebagai Honig di Jerman, Miele di Itali, Shahad di India, dan Miel di Prancis, hampir tidak ada tempat di dunia dimana madu tak dimanfaatkan untuk kebaikan.

Apa sih sebenarnya yang membuat madu jadi populer? Salah satunya adalah betapa mudahnya cairan manis ini dikonsumsi. Bisa diminum langsung, dioleskan ke roti atau dicampur dengan jus maupun teh sebagai pengganti gula. Juga dapat digunakan sebagai masker wajah untuk mempercantik kulit. Banyak sekali kan manfaat madu? Masih ada lagi lho!

Rasanya Yang Manis Membuat Madu Bisa Dimanfaatkan Sebagai Pemanis Makanan Maupun Minuman

Madu digunakan sebagai pengganti pemanis di banyak makanan dan minuman. Rasa madu yang memang nikmat akan membuat makanan dan minuman jadi terasa semakin lezat. Madu mengandung 69% glukosa dan fruktosa. Bahkan madu diketahui memiliki nilai nutrisi yang lebih tinggi dari gula. Madu mengandung sekitar 5 kalori lebih banyak dari pada gula. Gula memiliki efek yang buruk bagi kesehatan, jadi mulai sekarang kamu tak perlu ragu lagi memilih madu sebagai pemanis makanan maupun minuman.

Kamu Yang Ingin Menurunkan Berat Badan, Bisa Banget Nih Mengonsumsi Madu Dengan Air Hangat

Meskipun madu memiliki lebih banyak kalori dibanding gula, namun mengonsumsi madu dengan air hangat ternyata bisa membantu meluruhkan lemak-lemak yang ada di tubuh. Tambah dengan sari lemon atau jeruk nipis supaya manfaatnya lebih terasa. Agar hasilnya optimal lakukan rutin setiap pagi dan sebelum tidur ya!

Mengonsumsi Madu Setiap Pagi Akan Membuatmu Lebih Kuat Menghadapi Hari

Satu sendok makan madu mengandung 64 kalori. Madu, adalah sumber energi yang stabil, karena memasuki aliran darah secara perlahan, tidak seperti gula yang memasuki aliran darah dengan sangat cepat sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan level glucose. Karena itu, madu banyak digunakan sebagai sumber energi. Mengonsumsi madu setiap pagi saat sarapan bisa membuatmu lebih kuat menghadapi hari.

Madu Juga Diyakini Bisa Memperbaiki Performa Tubuh Saat Olahraga Bila Dikonsumsi Sebelumnya

Riset membuktikan bahwa madu memiliki fungsi membantu memperbaiki performa tubuh ketika berolahraga. Selama bertahun-tahun para ahli nutrisi telah merekomendasikan konsumsi karbohidrat sebelum aktifitas olahraga guna meningkatkan energi. Dan madu murni menjadi salah satu daftar bentuk karbohidrat efektif dan mudah dicerna. Madu juga bisa menjaga kadar gula dalam tubuh, mengaktifkan otot-otot sehingga olahraga pun bisa jadi lebih optimal.

Bahkan Madu Dapat Digunakan Sebagai Obat Antibakteri dan Jamur

Madu memiliki kandungan anti bakteri dan anti jamur, sehingga seringkali digunakan sebagai antiseptik alami pada obat-obat tradisional. Ketika suatu bakteri ataupun jamur itu masuk ke dalam tubuh, maka madu akan bekerja menarik air keluar dari zat asing yang berupa bakteri tersebut sehingga membuat bakteri atau jamur itu menjadi tidak berdaya. Madu juga tidak mengandung cukup air (hanya 17% saja) sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang di dalamnya.

Ternyata Madu Mengandung Antioksidan Yang Cukup Tinggi Loh!

Sebuah tim riset di Madrid, Spanyol, menemukan khasiat lain dari madu. Ternyata madu mengandung antioksidan cukup tinggi yang sangat efektif menghilangkan efek radikal bebas dalam tubuh. Hasilnya, tubuh menjadi kebal terhadap berbagai macam penyakit dan infeksi. 

Tak Hanya Bikin Kamu Jadi Sehat, Madu Juga Berkhasiat Untuk Kecantikan Perempuan

Mencampur madu dengan susu lalu dijadikan masker untuk kulit tubuh dan wajah, sangat ampuh untuk membuatnya terlihat lebih cantik. Kabarnya jenis masker ini dipraktekkan oleh ratu Mesir, Cleopatra, untuk membuat kulitnya lebih halus dan mulus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belanja Apapun Semakin Mudah, Kini Kaki pun Tak Perlu Lelah Walau Sekadar Membeli Bahan-bahan Mentah

Dunia digital berkembang sangat pesat. Terlebih, sifat gawai yang sekarang ada dalam genggaman membuat segala hal semakin mobile bukan? Kini digitalisasi kian terasa pada segala aspek kehidupan. Budaya konvensional yang semula sudah bertahan selama beberapa dekade mau tak mau tergerus. Gempuran perkembangan digital memang tak bisa lagi dihindari.

Kamu bisa buktikan sendiri. Mulai dari berkirim pesan, hingga memesan makanan atau barang-barang sudah bisa dilakukan hanya dalam genggaman. Cukup mengandalkan koneksi dan aplikasi, semua memang terasa lebih efisien. Mau beli apa pun sekarang tinggal sentuh layar ponsel. Untuk memilih pun cukup cari via kolom search atau scrolling layar ponselmu bukan?

Faktanya, di Indonesia sendiri memang ada lebih dari 132 juta pengguna internet. Tak heran, keberadaan smartphone dan aktivitas belanja online pun sudah jadi bagian dari keseharian.

Digitalisasi Kian Terasa, Hingga Muncul Istilah ‘Mobile Adalah Raja’

Dunia online semakin mengarah ke mobile-sentris. Lihat saja, kini untuk mengakses internet tak lagi repot lewat PC karena ponsel sudah semakin canggih. Hal semacam ini memang sangat efisien sekaligus membawa nilai lebih baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan yang ingin menggaet pasar lebih besar lagi. Perusahaan hanya perlu memulai strategi mobile first untuk dapat mengimbangi pasar yang kini semakin mobile.

Kalau pun ada istilah mobile adalah raja, bukan berarti keberadaan konsumen yang semula diagungkan sebagai raja mulai bergeser. Justru itu, mereka kini menjelma menjadi tipe konsumen on-the-go yang mengakses bermacam kebutuhan via mobile.

Masyarakat Indonesia Itu Cerdas, Keberadaan Media Sosial pun Digiring Sebagai Platform Belanja yang Membuat Aneka Produk Laku Keras

Meski semakin mobile, sadar ataupun tidak, masyarakat Indonesia itu memang lebih gemar mengakses media sosial. Bahkan berdasarkan data dari Hootsuite dan WeAreSocial, 40 persen dari jumlah pengguna internet di Indonesia adalah pengguna media sosial. Hal ini sedikit berbeda dengan pola masyarakat negara maju seperti Amerika Serikat yang lebih sering membuka browser lewat ponsel pintar mereka.

Tapi menariknya, pemanfaatan media sosial pun tak sebatas untuk berinteraksi dengan kolega saja. Melainkan  ada fenomena jual beli online yang kemudian menggiring munculnya para konsumen online. Lihat saja, Instagram misalnya. Kini fungsinya bukan lagi sebatas tempat posting foto, justru potensi bisnis yang menjanjikan pun mulai muncul berkat kehadiran Instagram.

Kamu yang Merasa Perlu Menyampaikan Opinimu Terhadap Suatu Produk, Tak Perlu Takut. Sebab Siapa Tahu Nantinya Kamu Dilirik Sebagai Konsumen yang Punya Pengaruh Kuat

Pernahkah kamu berada di titik sepertinya perlu menyampaikan opinimu terhadap suatu produk? Misalnya, kamu usai membeli shampoo, kemudian kamu puas dengan produk tersebut. Rasanya kamu memang cocok dan perlu mengumumkan ke publik mengenai produk tersebut. Atau sebaliknya, kamu merasa perlu menyampaikan opini mengenai sebuah produk yang ternyata tak memuaskan atau melenceng dari ekspetasimu.

Tak usah sungkan, apalagi kamu pun meyakini prinsip setiap orang punya suara di dunia online. Kita bebas mengungkapkan opini mereka terhadap suatu produk atau merek yang kita beli. Entah bernilai positif atau sebaliknya. Kamu pasti sering melihat ada kolom review yang tersedia ketika hendak berbelanja online. Atau kalau lewat Instagram, kamu akan gesit membaca kolom komentar. Sebab dari sanalah akan lahir geliat para konsumen Super Leader yang akan punya pengaruh kuat menjadi influencer sekaligus trendsetter untuk pasar online sebuah produk.

Belanja Produk atau Makanan pun Bukan Sepenuhnya Karena Dorongan Nurani, Tapi Lantaran Membaca Komentar Konsumen yang Dirasa Memikat Hati

Berkat membaca review dari jajaran konsumen Super Leader maupun melihat komentar pembaca lainnya, kamu pun jadi tak sembarangan asal beli produk atau makanan. Hal itu sah-sah saja karena pada dasarnya komentar atau review dari pembeli sebelumnya yang akan menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. 

Karenanya, sebuah brand mau tak mau menyadari jika sekarang ini bukan lagi saatnya berkomunikasi secara lantang seorang diri. Mereka justru perlu terlibat secara proaktif serta memanfaatkan kekuatan para konsumen Super Leader untuk menyebarkan dan memperkuat pesan mereka.

 

Tak Melulu Membaca Review, Sebab Menilai Produk dari Sebuah Kemasan Pun Kini Jadi Faktor Penentu

Mungkin kamu pernah mendengar istilah ‘don’t judge a book by its cover’, tapi apakah istilah tersebut masih relevan saat kamu berbelanja? Jujur saja, pasti kamu akan merasa tertarik jika melihat sebuah produk dikemas dengan cara yang unik dan tidak biasa. Apalagi semakin majunya teknologi kemasan, sekarang wujud kemasan pun tak lagi yang itu-itu saja.

Bahkan berdasarkan hasil temuan Tetra Pak Index 2017, kemasan nyatanya memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas. Konsumen pada dasarnya memang sangat senang mencari pengalaman pribadi dari brand lewat paket digital yang unik, AR dan pencetakan khusus. Tak heran, hal ini pun turut memberikan peluang baru bagi brand untuk membangun engagement lebih dalam dengan konsumen.

Sebagai contoh, kode digital yang dicetak pada kemasan sekarang ini dapat meningkatkan transparansi penelusuran suatu produk. Hal itu memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi tentang produk hingga ke sumbernya. Kemasan pun dapat diubah jadi platform dua arah dimana brand dapat menangkap data spesifik dan berharga tentang konsumen mereka, serta berbagi informasi mengenai produk itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Salah Satu Fakta Psikologis Ini Bikin Kamu Ngerti. Kenapa Orang Pandai Akan Meremehkan Dirinya Sendiri, Sedangkan Orang Bodoh Akan Menganggap Dirinya Brilian

Psikologi bukan hanya ilmu yang membuat kita jadi tahu alasan mengapa seseorang bertindak tak biasa. Namun kamu juga bisa menggunakan ilmu psikologi untuk lebih memahami dirimu, dengan demikian tujuan hidupmu pun akan semakin mudah dicapai. Berikut adalah 10 fakta psikologis yang berhubungan langsung dengan kehidupanmu.

Musik Memiliki Dampak Pada Pembentukan Perspektifmu

Sebuah studi di University of Groningen menunjukkan bahwa musik memiliki dampak yang dramatis pada persepsimu. Kamu dapat dengan mudah masuk dalam suasana emosional yang ada dalam musik dan akhirnya kamu memiliki persepsi dari musik yang kamu dengarkan. Pengaruh musik memang begitu hebat sehingga perspektif orang pun dapat terbentuk atas pengaruh dari musik tersebut.

Praktik Keagamaan Tertentu Dapat Menurunkan Stres

Terdapat buku psikologi dari Amerika yang menyebutkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam meditasi dan doa agama dapat mengurangi stres yang dimilikinya. Kamu akan merasa lebih tenang saat kamu melakukan beberapa praktik keagamaan tersebut. setiap agama memiliki kekuatan tersendiri. Mereka yang berserah kepada Tuhannya pasti akan mendapatkan sebuah ketenangan yang akhirnya mengurangi tingkat stres dalam hati dan pikirannya.

Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Tapi Bahagia Tidak Bisa Didapatkan Tanpa Uang

Fakta bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan memang benar adanya. Namun tanpa uang, kamu tidak akan dapat hidup bahagia di dunia ini. Alasannya karena kamu tidak akan hidup bahagia di tengah jeratan kemiskinan. Tidak perlu berlebih, asal kamu dapat hidup dengan baik, kamu akan memperoleh kebahagiaan tersebut.

Berada Di Sekitar Orang-orang Yang Selalu Bahagia Akan Membuatmu Ikut Merasakan Kebahagiaan

Ini masalah emosional dalam jiwa seseorang. Kamu akan merasa sedih merasa malas saat kondisi sekitarmu juga mengalami kesedihan atau kemalasan. Sama halnya saat kamu berada dalam lingkungan yang selalu bahagia, kamu pun secara otomatis akan merasakan energy positif tersebut. hasilnya, tentu kamu juga akan merasakan kebahagiaan tersebut dan ikut tertawa bersama mereka.

Usia 18-33 Adalah Usia Dimana Orang Merasa Dirinya Mengalami Stres Yang Luar Biasa

Kembali lagi pada skemata seseorang. Pada usia 18-33 kamu akan mengalami masa terberat dalam hidupmu. Dimulai saat kamu mencoba mencari jati diri dan mencoba untuk berpikir dewasa sampai akhirnya kamu sampai pada titik dimana kamu sibuk dengan karir dan keluarga.

Rencana masa depan yang begitu rumit akan kamu pikirkan pada rentan usia 18-33 ini. Bagaimana kamu akan hidup, apakah semua akan baik-baik saja nantinya, hal itu akan menjadi momok yang memaksamu untuk berpikir sangat keras.

Meyakinkan Dirimu Sendiri Bahwa Kamu Tidur Dengan Baik Akan Membuatmu Tidur Nyenyak

Keyakinan bahwa kamu telah tidur dengan baik atau tidak akan mempengaruhi aktivitasmu. Saat kamu yakin bahwa kamu telah tidur dengan baik, secara tidak langsung tubuhmu merespon dengan positif. Kamu akan lebih bersemangat dan menikmati kegiatan yang kamu lakukan seharian. Sebaliknya, saat kamu yakin bahwa kamu tidak mendapatkan tidur yang berkualitas sebelumnya, kamu akan menjalani harimu dengan wajah yang kusut dan lesu. Hal ini akhirnya juga akan mempengaruhi kinerja kamu dalam menjalankan aktivitas.

Orang Pandai Akan Meremehkan Dirinya Sendiri Sedangkan Orang Bodoh Akan Cenderung Menganggap Dirinya Brilian

Eksperimen pertama mengenai hal ini dilakukan oleh David Dunning dan Justin Kruger dari Cornell University pada tahun 1999. Mereka menyebutkan bahwa efek yang timbul adalah hasil dari ilusi internal dan salah persepsi eksternal dalam diri seseorang. Mereka yang pandai cenderung memiliki rasa kurang puas diri dan selalu mengangkat wajah ke atas melihat orang-orang yang lebih pandai darinya. Sedangkan orang yang bodoh cenderung menutup mata dan telinganya dari sekitar. Mereka menganggap bahwa dirinyalah yang terhebat.

Ketika Kamu Mengingat Masa Lalu, Maka Yang Akan Kamu Ingat Adalah Memori Dimana Kamu Terakhir Mengingatnya

Terdapat penelitian yang dilakukan oleh Northwestern Medicine dan diterbitkan dalam Journal of Neuroscience. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terlalu sering mengingat memori dimasa lalu menyebabkan memori tersebut menjadi kurang akurat.

Pasalnya saat kamu mencoba mengambil ingatan yang ada di rak ingatan, kamu akan cenderung meletakkannya ke tempat dimana kamu berada. Sehingga saat kamu mencoba mengingatnya lagi di masa depan, kamu bukannya mengambil memori di tempat aslinya melainkan di tempat kedua yaitu waktu terakhir kamu mengingat memori tersebut.

Keputusanmu Akan Terlihat Lebih Rasional Saat Kamu Berpikir Dalam Bahasa Asing

Ini bukan hanya sebuah pernyataan tanpa sumber yang jelas. Hal ini sudah pernah diteliti sebelumnya pada lebih dari 300 orang dari Amerika Serikat dan Korea. Hasil dari penelitian tersebut adalah seseorang akan lebih dapat membuat keputusan yang rasional dengan menggunakan bahasa kedua atau bahasa asing.

Diluar dari masalah keputusan yang rasional atau tidak, pada kenyataannya hampir semua orang yang dteliti mengakui bahwa akan nada perbedaan yang cukup signifikan saat mereka berpikir dan mengungkapkan sesuatu dengan menggunakan bahasa kedua dengan bahasa ibu atau bahasa asli mereka.

Tujuan Yang Kamu Umumkan Diawal, Cenderung Memiliki Prosentase Lebih Tinggi Untuk Keberhasilan Tujuan Tersebut

Untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan dalam hidupmu, kamu tidak hanya membutuhkan motivasi dari dalam dirimu sendiri, melainkan morivasi dari orang-orang di sekitarmu. Dan hal itu akan terjadi jika kamu memberitahukan tujuan hidupmu kepada mereka.

Bukan hanya motivasi yang akan membuatmu bangkit dan terus berusaha dalam mewujudkan tujuan tersebut, tetapi juga orang yang sering meremehkan tujuanmu akan ikut mengambil peran dalam keberhasilanmu. Semakin orang lain meremehkanmu, semakin kuat keinginanmu untuk membuat tujuan hidup yang sudah kamu rancang sedemikian apiknya menjadi sebuah keberhasilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top