Feature

Kawan, Kita Tak Sedang Bekerja di Jepang, Rileks Saja dan Buat Suasana Kerja Terasa Menyenangkan

Bagi yang pernah baca soal Jepang atau bahkan tinggal di negara tersebut, pasti sudah tahu kalau budaya kerja di Negeri Sakura bisa dibilang cukup keras. Sebagian besar orang-orang Jepang terkenal workaholic sehingga persaingan antar individu di tempat kerja jelas terasa.  Mereka rela menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja hingga pekerjaan mereka di hari itu selesai. Hanya saja, bekerja dalam kondisi seperti ini rentan membuat fisik cepat lelah dan pikiran jadi stres, lantaran seperti tak diberi ruang untuk rileks.

Kamu boleh banyak-banyak bersyukur, suasana kerja di Indonesia belum sekeras di Jepang. Meski kita tak bisa mengelak, setiap pekerjaan pasti memiliki tuntutan besar terhadap para pegawainya, tapi setidaknya lingkungan kerja di negara kita masih terbilang kondusif. Menciptakan suasana kondusif pun sejatinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin sebagian dari kita masih ada yang bergulat dengan pekerjaan yang melelahkan sekaligus tempat kerja yang tak menyenangkan. Ketika tempatmu tak menjanjikan suasana yang kamu dambakan, mengapa tidak kamu saja yang coba ciptakan?

Coba Bangun Suasana yang Menyenangkan saat Bekerja dengan Memancing Gelak Tawa

Buat tempat kerja menjadi menyenangkan. Percayalah, ketika tempat kerja terasa kondusif, tidak kaku, terkesan nyaman dan enak untuk bekerja, pasti kamu tak akan bosan saat bekerja. Tatalah ruangan kerjamu agar memberi kesan lebih terbuka. Atur juga komunikasi dengan teman-teman di sekitarmu. Sesering mungkin tertawalah dengan canda tawa yang bergulir agar suasana menjadi santai. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan dekorasi atau tanaman hias sesuai dengan keinginan agar lebih rileks.

Terapkan Kesan Serius Tapi Tetap Santai dimanapun Kamu Berada

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tertawa itu perlu agar kamu tak bosan saat bekerja. Terkadang para karyawan melakukan senda gurau bukan karena mereka memang tipe orang yang suka bercanda, dan menghabiskan waktu, serta tidak bekerja. Justru itu merupakan salah satu kegiatan mereka di kala sedang stres atau sedang suntuk dengan pekerjaan. Jadilah pribadi yang menerapkan kesan kerja yang serius namun santai di lingkungan kerjamu. Dengan adanya keakraban yang terjalin lewat obrolan ringan, bukan tak mungkin karyawan justru jadi bekerja lebih produktif.

Kalau Kamu punya Jabatan Sebagai Atasan, Jangan Ragu untuk Memberi Tanggung Jawab kepada Anak Buahmu

Jika posisimu bukan lagi karyawan biasa, melainkan atasan yang harus mengarahkan anak buahmu, jangan ragu untuk memberi tanggung jawab dan otonomi pada segenap anak buah agar mereka bisa semakin berkembang. Memang perlu bimbinganmu, tapi dengan menerapkan prinsip kerja semacam ini, sejatinya akan sangat mendukung kreativitas. Kalau karyawan sudah merasa tertarik dengan tanggung jawab yang diberikan padanya, mereka pasti akan lebih bersemangat dalam bekerja dan mengejar target bersama.

Bangunlah Komunikasi dengan Rekan Kerja Sesering Mungkin

Fungsi komunikasi jelas penting bukan? Dengan adanya komunikasi akan menjadi jelas mengenai apa yang diharapkan dari atasan dan hal-hal apa yang bisa diperbaiki dari sistem kerja kita sebagai karyawan. Setidaknya kita bisa sama-sama tahu dan mengevaluasi, apakah telah sesuai atau ada yang harus diperbaiki atau mungkin ada hal-hal lainnya yang harus dilakukan. Komunikasi tak hanya saat rapat mingguan saja, bangunlah keakraban setiap harinya supaya tidak ada rasa canggung antara satu dengan yang lainnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Suzuki Nex Berganti Wajah, Tampilannya Makin Gagah Mengincar Kaum Muda

Di gelaran Indonesia International Motor Show 2018, Suzuki mengenalkan suksesor alias penerus dari Suzuki Nex. Sebelumnya Suzuki Nex ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit dengan pemecahan rekor mampu menempuh jarak 109,8 Kilometer untuk setiap liternya.

Kali ini dikenalkan dengan nama Suzuki Nex II, tampilannya makin sarat aura modern. Yup, mengusung tema #KerenCaraBaru, Suzuki Memperbaharui tampilan Nex II. Secara garis besar, desain motor ini mengikuti tren yang ada saat ini. Tampilannya menggunakan sudut lancip yang tegas dengan tampilan yang simple dan clean.

“Nex II Didesain menyasar anak muda pada rentang usia 17 – 25 tahun, yang mungkin masih pelajar atau mahasiswa namun juga memungkin untuk digunakan orang tuanya atau para dewasa muda”, ungkap Yohan Yahya, selaku Dept.Head Sales and Marketing PT.Suzuki Indomobil Sales.

Salah satu faktor yang membuat motor ini nampak modern dan futuristik, adalah tampilan headlamp yang berada di dalam fairing depannya. Sementara di samping lampu terdapat lubang udara kecil yang menunjang aerodimikanya.

“Desain bentuk lampu depan dan lapisan pelindung yang futuristik, terdapat unsur DNA dari motor sport Suzuki bermesin besar seperti GSX-1000” tambah Yohan.

Salah satu perubahan signifikan terlihat pada Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih besar dibanding generasi pertamanya. Sehingga kamu akan merasa lebih nyaman, karena ruang kaki terasa lebih lega.

Lalu juga terdapat ruang kompartemen yang disematkan pada sisi kiri dan kanan tentunya bisa membawa barang bawaan yang banyak. Untuk varian tertentu dalam kompartemen ini terdapat charger untuk handphone.

Iya, ini lah perbedaan lain dengan generasi Nex terdahulu yang cuma punya satu varian, Suzuki Nex II kini punya opsi 5 varian berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki. Jadi kamu bisa menyesuaikan dengan masing-masing karakter yang sesuai dengan penampilan. Inilah yang disebut Suzuki sebagai #KerenCaraBaru.

Buat kamu yang senang warna-warna cerah tanpa banyak grafis bisa memilih varian yang standar. Sementara sporty runner cocok untuk kamu yang aktif karena desain grafisnya yang menyiratkan hal ini. Untuk yang gemar tampilan stylish bisa memilih fancy dynamic. Pilihan terakhir untuk kamu yang senang kemewahan ada warna polos doff di varian Elegant dan Elegant Premium.

“Seri terbaru (NEX II) ini jadi solusi transportasi dan gaya hidup anak muda yang sedang mencari sepeda motor pertama yang paling tepat. Entry terbaru ini memiliki beberapa penyempurnaan dan diperbanyak variannya, sehingga mewakili beragam karakter anak muda” ungkap Seiji Itayama selaku Managing Director 2W PT Suzuki Indomobil Sales.

Lalu harganya berapa? Nah, untuk urusan satu ini perlu bersabar sedikit karena Suzuki belum membuka harga untuk Suzuki Nex II ini. Nantinya akan diumumkan pada peluncuran resminya ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenapa Motor Ini Bisa Bikin Penjualan Suzuki Melesat?

Tahun 2017 lalu bisa dibilang jadi kebangkitan penjualan Motor Suzuki. Padahal penjualan motor nasional turun 0,8 persen, sementara Suzuki justru melesat mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Lantas apa yang membuat penjualan Motor Suzuki jadi meningkat pesat? Jawabnya ada pada Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Kehadiran GSX-R150 memang jadi primadona ditengah pasar motor sport, terbukti penjualan GSX-R150 memberikan kontribusi tertinggi tehadap penjualan Suzuki sebanyak 40% dengan jumlah 28.982 unit.

Sebetulnya apa yang membuat motor ini diminati? Sesungguhnya ketika era 90-an Suzuki bisa dibilang pemain yang diperhitungkan di segmen motor laki alias motor kelas sport. Lewat model RGR, pabrikan berlogo huruf S ini menguasi pasar motor bertudung dengan teknologi berkelas di depan kompetitornya yang lain. Karena itu GSX series langsung mengingatkan kembali kehebatan Suzuki ini.

Melalui dua model tadi Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen kelas motor sport. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

GSX bisa diminati karena punya keunikan dibanding motor sport lain yang ada di pasar.. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Aura modern juga langsung terasa begitu kita duduk di motor ini. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Khusus kelas Suzuki GSX-R150 telah dilengkapi fitur canggih seperti Key-less Ignition System. Jadi pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci, cukup mengantungi sensor dan menekan tombol starter untuk menghidupkan mesin. Sebagai perbandingan, fitur ini menjadi yang pertama di kelasnya.

Dengan kombinasi macam itu wajar jika kemudian motor ini disukai oleh banyak pecinta otomotif dan mendongkrak penjualan Suzuki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perubahan Pasti Terjadi, Termasuk Saat Bertemu Dia yang Selama Ini Kamu Cari

Setelah sekian lama mencari, akhirnya kamu menemukan dia yang sekarang jadi pasanganmu. Kesukaran saat mencari memang masih membekas dalam hati, namun hidupmu jauh lebih bahagia sekarang. Tak lagi kamu merasa sendiri dalam menjalani kehidupan.

Sekarang ada teman berbagi baik dalam suka maupun lara. Sadar tak sadar, tapi yang pasti, kamu pun merasakan ada perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Ya, asmara dan afeksi pasti memberikan dampak tersendiri untukmu.

Kamu Tak Lagi Merasa Sendirian, yang Ada Justru Merasa Aman dan Tenteram

Kamu bertemu dengan dia yang selama ini kamu cari sebab dia benar-benar mau menerimamu apa adanya. Betapa menyenangkan, kamu tak perlu berpura-pura jadi orang lain saat sedang dihadapannya hanya demi membuatnya tetap berada di dekat kita.

Kamu yang punya selera dan porsi makan yang banyak, suka tertawa, bahkan tak bisa jaim, semua fakta itu tak perlu kamu sembunyikan. Yang terpenting, tak ada lagi perasaan kesepian semenjak kedatangannya. Di lain sisi, hadirnya sudah mampu membuatmu merasa aman dan tenteram.

Hatimu Akan Berhenti Bertanya-tanya Serta Tak Akan Banyak Drama

Kamu dan dia sudah saling percaya sehingga tak perlu mengintrogasi pasanganmu lagi. Rasa percaya itu muncul lantaran kalian sudah saling menjaga hati satu sama lain. Ya, saling percaya dan menjaga perasaan masing-masing justru semakin menyehatkan hubunganmu. Di lain sisi, bersama orang yang tepat akan membuat kisah cintamu minim drama.

Masing-masing darimu memilih untuk tidak egois atau memaksa kehedak sendiri. Justru, kalian saling memberi dukungan terhadap masing-masing agar bisa bersikap terbuka dan tak perlu mengumbar kode yang membingungkan.

Bersamanya, Kamu Tak Akan Mempermasalahkan Hal-hal Kecil yang Bisa Memicu Konflik

Kamu sudah bisa memaknai arti sebenarnya dari sebuah hubungan saat bersamanya. Saat ada masalah pun kalian sudah mengerti bagaimana mengatasinya tanpa perlu membesar-besarkan masalah tersebut.

Karena kalian saling memahami bahwa masalah kecil lebih baik segera diselesaikan dibanding jadi pemicu konflik. Kalian saling meyakini bahwa tiap masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Kalau Dipikir-pikir, Ternyata Kamu dan Dia Punya Banyak Sekali Kemiripan

Kemiripan yang satu ini bukan perkara wajah, namun soal pola pikir, hobi, selera humor, sampai musik pun ternyata kalian nyambung. Kesamaan semacam ini yang semakin menyatukan kalian. Rasanya, membicarakan banyak hal dengannya tak pernah menemukan kata bosan sebab kamu selalu menemukan bahan pembicaraan yang baru.

Ditengah Kesibukannya, Dia Tetap Memprioritaskanmu

Sesibuk apapun aktivitasnya, dia akan tetap membalas pesan dan mengabarimu. Ya, dia tak akan membuatmu menunggu berjam-jam perihal kabarnya. Karena yang namanya menghubungimu adalah sesuatu yang sudah jadi prioritasnya tanpa perlu diminta.

Di lain sisi, pelan tapi pasti kamu pun mulai memahami yang namanya dinamika sebuah hubungan meski tak selalu bertemu setiap saat, pada akhirnya kamu akan tetap jadi prioritasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Gaya Hidup dan Kebiasaan Generasi Milenial Berpotensi Memicu Bangkrut di Usia 40-an

Melancong dan hobby nongkrong, barangkali jadi dua hal yang kerab akrab pada generasi milenial. Yaap, orang-orang yang kebetulan lahir pada periode tahun di atas tahun 1980-an hingga tahun 1997, diprediksi memiliki kemungkinan terpuruk dalam segi keuangan di usia 40.

Dari beberapa penelitian, konon hal ini disebabkan karena kita sulit untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran. Menikmati hidup digadang-gadang jadi sesuatu yang sedang dijalankan, kita mungkin memang sering lupa jika hidup bukan untuk hari ini saja.

Gambaran sikap ini memang tak serta merta tumbuh begitu saja. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, juga berpengaruh untuk membentuk pribadi seorang manusia. Tak terkecuali para generasi Milenial yang tak lain adalah kita.

Dan menurut Prita Ghozie, CEO ZAP Finance beberapa kebiasaan tersebut tak lepas dari slogan “You Only Live Once” atau lebih dikenal dengan “YOLO”. Tak hanya Itu saja, Jason Vitug dalam buku You Only Live Once: The Roadmap to Financial Wellness and a Purposeful Life (2016), mengatakan bahwa slogan YOLO menjadi ekspresi akan ketidakpastian hari esok. Slogan ini mengajarkan untuk meraih kesempatan dan hidup dengan bebas. Dan setidaknya ada 3 hal utama yang menyebabkan kebangkrutan di usia 40.an nanti.

Membeli Sesuatu Bukan Karena Kebutuhan, Jadi Gambaran Jika Kita Nampaknya Tak Punya Tujuan

Katakanlah kamu dan saya kini sudah berada pada rentan usia 24-26 tahun, bukannya belajar untuk mulai menabung. Kita lebih suka bepergian meski tanpa alasan yang jelas. Barangkali sosial media dan gambaran kehidupan didalamnya jadi salah satu alasan, mengapa kita kerap terjebak dalam perilaku yang seperti ini. Mulai dari membeli barang hanya karena tren, hingga nongkrong di tempat kece hanya untuk sebuah foto di feed instagram.

Maka bukan tidak mungkin, jika masih saja terus menerus seperti ini. Benar, pada usia 40 tahun kita mungkin akan bangkrut karena tak bisa mengelola keuangan. Dan salah satu gambarannya, bisa kita lihat pada hasil riset yang dilakukan oleh rumah123.com dan karir.com, dimana gaya hidup generasi milenial di Indonesia (25-35 tahun) lebih mengutamakan aktivitas travelling ketimbang membeli rumah.

Lebih Besar Pasak daripada Tiang, yang Berarti Kita Gagal dalam Hal Mengatur Keuangan

Berapa banyak dari kita yang masih, membuat catatan atau list secara manual kemana hasil pendapatan akan ditempatkan? Mulai dari berapa biaya transport untuk ke kantor, alokasi uang untuk makan sebulan, berapa persen gaji yang akan dijadikan tabungan, hingga biaya lain-lain yang juga perlu untuk disediakan.

Penghasilan yang sejatinya bisa dipakai untuk tabungan dan hidup yang lebih baik, lebih sering kita pakai hanya untuk bertahun hidup dalam sebulan. Bahkan jangankan untuk menunggu tanggal gajian, uang yang diterima biasanya hanya akan habis bergitu saja. Tanpa menempatkan dana sesuai kebutuhan.

Salah satu contohnya adalah perilaku konsumtif yang ditunjukkan dengan makan di tempat-tempat mewah. Hal ini dibuktikan dengan, penggunaan kartu kredit Bank of America Merrill Lynch yang dikutip Weforum.org menunjukkan jika restoran adalah muara terbesar dari uang milik milenial di Amerika Serikat, dengan sebanyak 23,8 persen pengeluaran kita pakai hanya untuk makan di restoran.

Seolah Hidup Untuk Hari Ini Saja, Sebagian Besar dari Kita Tak Punya Dana Darurat Untuk Situasi yang Mendesak Lainnya 

Bersenang-senang bukanlah sebuah pilihan yang salah, bahkan jika kamu akan bilang jika harus bisa bahagia seolah-olah esok tak akan lagi ada di dunia. Itupun bisa diterima. Tapi, kehidupan yang kita jalani adalah sebuah fakta, bukanla ilusi dengan bayang-bayang bermodal perkiran-perkiraan akan hal-hal yang senang-senang saja.

Coba bayangkan, jika suatu waktu ada sesuatu yang terjadi di luar rencana. Sakit penyakit ataupun kesialan yang mungkin menimpa kita. Alih-alih masih bisa tetap tenang karena punya uang simpanan, seringnya kita mungkin akan merelakan aset untuk dijual demi memenuhi kebutuhan.

Tak bisa dihindari, jika memang tak ingin bakrut pada usia 40.an, kita memang harus bisa berhitung tentang berapa kebutuhan dana yang diperlukan untuk memenuhi pengeluaran yang sifatnya wajib, butuh, atau hanya ingin saja.

Hal lain yang mungkin bisa dipilih, dengan menempatkan 10 persen gaji untuk investasi, tapi jangan dipakai hingga usia 40 tahun nanti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Lebih Mudah Cari Teman di Kantor yang Baru, Coba Cari Tahu Dulu Soal Karakter Mereka

Selamat! Akhirnya kamu tiba di kantormu yang baru. Setelah sekian lama mengeluhkan ingin resign dari kantor sebelumnya, sekarang kamu sudah mendapatkan tempat baru yang sepertinya akan cocok denganmu. Setibanya di kantor baru, bagaimana rasanya? Menyenangkan? Lega? Atau merasa lebih bersemangat? Semoga tiga hal itu senantiasa kamu rasakan ya!

Kamu perlu tahu, sejatinya yang namanya bekerja itu tidak hanya didukung mood yang ada di dalam diri.  Lebih dari itu, salah satu pendukung kita jadi rajin bekerja adalah lingkungan. Kalau lingkungan kerjamu bersahabat, tentu saja kita akan nyaman. Tapi, kalau rata-rata teman kantormu justru tak bisa diajak kerja sama, mungkin hal yang sama akan terulang kembali. Kamu jadi akan cepat bosan dan tak menutup kemungkinan akan terdorong untuk resign. Karenanya, mumpung kamu masih baru di kantormu, cobalah pelajari karakter orang-orang yang nantinya jadi rekan kerjamu. Ke depannya, mereka jugalah yang pasti akan menolongmu.

Tipe Teman yang Suka Cari Muka pasti Ada, Apa lagi Kalau Kamu Anak Baru dan Terlihat Berkepribadian Seru

Sebenarnya yang namanya cari muka, tak melulu dengan atasan kok. Kamu yang anak baru pun biasanya jadi target si tukang cari muka. Entah nantinya dia menganggapmu rival atau rekan, ya itu persoalan belakangan. Tapi cobalah pelajari segala tingkah lakunya dan pola kerjanya. Biasanya, si tukang cari muka akan selalu berada di barisan depan setiap atasan kita menyuruh mengerjakan sesuatu. Dia pun juga mengiyakan perintah atasan tanpa melihat dulu seberapa berat pekerjaan dan kapasitasnya dalam mengerjakannya. Intinya, ‘pencari muka’ ini sangat memburu titel anak emas dari atasan.

Hati-hati, Jika Kamu Tipe Orang yang Sangat Memperhatikan Penampilan, Pasti Ada Saja Satu-Dua Orang yang Suka Melihat Gayamu dan Ujungnya Jadi Ikut-ikutan

Tipe yang satu ini sejatinya agak menyebalkan memang. Dia seakan tak punya dan tak bisa menentukan gaya andalannya sendiri sehingga yang ada justru mengikuti gaya seseorang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Si peniru semula-mula akan melihat dan mengamati gayamu berpakaian, lalu keesokannya bisa jadi dia mulai membeli barang yang sama atau bahkan meniru gaya berpakaianmu. Ya, mulai dari baju, celana, sepatu, tas, hingga parfum. Kamu harus ekstra sabar kalau menghadapi orang yang semacam ini. Bisa juga dengan menegurnya pelan-pelan. Tapi kalau kamu memang nantinya jengah, coba saja sekali-kali pakai trik sindir halus.

Jangan Kaget, Selain Si Tukang Cari Muka, Kamu Pasti Akan Bertemu Tipe Satunya Lagi Alias Si Muka Dua

Selain si tukang cari muka, ada lagi tipe muka dua. Kalau kamu punya teman dengan tipe semacam ini, sebaiknya mulailah hati-hati. Percayalah, awal-awalnya dia terlihat baik, suka memujimu, atau mungkin juga memuji atasan. Padahal sebenarnya dibalik sikap manisnya itu, tak ada yang tahu isi hatinya. Bisa jadi sebenarnya dia benci atau dendam sekali. Ketahuilah, tipe orang semacam ini sejatinya tak akan ragu untuk membicarakan kejelekan atasan atau teman kerja di sekitarnya. Bisa saja, suatu saat dia akan jadi temanmu, tapi di waktu yang lain dia akan menjatuhkanmu dan justru menusukmu dari belakang. Berbahaya bukan?

Tenanglah, Meski Tampaknya Banyak Sekali ‘Topeng’, Kamu Pasti Akan Menemukan Satu atau Dua Orang yang Baik Hatinya…

Tipe semacam ini sejatinya  adalah teman yang paling dicari dan didambakan ketika kita masuk ke kantor baru. Apa lagi, sebagai anak baru tentu kita membutuhkan pertolongan baik dalam soal pekerjaan maupun dalam lingkup pertemanan. Dan keberadaan teman yang baik inilah yang pastinya paling sigap dalam hal mengenalkan kamu ke rekan kerja lainnya. Dia juga pasti tak segan menawarkan bantuan ke kamu.

Yang Paling Lucu, Ketika Ada yang Memanfaatkan Keberadaanmu Agar Bisa Dipinjami Uang. Selamat, Kamu Bertemu Si Tukang Hutang!

Namanya saja masih baru, pasti ada saja yang berniat jahil padamu. Mungkin jahilnya tidak melulu kelihatan. Dia diam-diam justru memanfaatkan keberadaanmu untuk bisa dipinjami uang. Dia tahu mungkin karena masih baru, jadi rasa sungkanmu masih besar jika bilang tidak pada orang-orang yang ada di sekitarmu. Awalnya pinjam untuk alasan sederhana, tapi hal itu dilakukannya berkali-kali tapi nyatanya tak ada itikad untuk mengembalikan. Bukankah menyebalkan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top