Feature

Katanya Menuntut Kemajuan, Mentalmu Sudah Bisa Diajak Maju Belum?

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata maju? Terdepan, lebih dari yang lain dan beberapa pengertian lain. Situasi ini jelas jadi hal yang menyenangkan. Itu artinya kita berhasil melampaui target yang selama ini kita kejar. Tapi bicara soal maju, menurutmu apakah setiap orang sudah mengerti soal esensinya? Terlebih kemajuan di lingkup kenegaraan.

Ya, hingga hari ini Indonesia memang belum tergolong negara maju,  ya bagaimana mau maju kalau kadang perilaku kita saja seringnya sukar diajak maju dan tak menutup kemungkinan justru menjurus ke hal-hal yang sifatnya mengganggu. Coba berefleksi sejenak, kira-kira siapkah pola pikir kita dalam menghadapi kemajuan?

Masih Suka Kebut-kebutan di Jalan Raya? Bukankah yang Ada Justru Kamu Sedang Menantang Bahaya?

Bukan hanya soal kecepatan, saat kebut-kebutan yang terjadi pasti para pelakunya ada saja yang enggan menggunakan pelindung kepala dan alat penunjang keselamatan lainnya. Padahal yang namanya kebut-kebutan jelas merugikan. Bukan hanya mengancam jiwa pelaku, tapi juga meresahkan masyarakat.

Walau alasannya hanya demi ingin diakui dan diperhatikan, berbuat onar seperti kebut-kebutan bukanlah sebuah pembuktian yang benar. Untukmu yang mengaku masih berjiwa muda, ya kurang-kurangilah bertingkah semacam ini. Selain menantang bahaya, kalau ada polisi, memangnya kamu siap untuk ditilang?

Mendukung Tim Kesayangan ya Sah-sah Saja, Tapi Saat di Venue, Haruskah Merusak Fasilitas yang Ada?

Belum lama ini stadion GBK yang baru saja direnovasi pun jadi ‘korban vandalisme’ lantaran dirusak supporter bola. Diketahui mereka yang tak kebagian tiket akhirnya memaksa masuk  saat sebuah pertandingan sedang berlangsung. Padahal, biaya yang dialokasikan untuk memperbaiki stadion ini dan menjadikannya bertaraf internasional jelas tak sedikit ya kawan.

Nah, untukmu millenials, seharusnya kalau yang namanya kehabisan tiket terjadi padamu, ya tidak perlu sampai melakukan pengrusakan semacam itu. Norak!

Seringkali Kita Tak Sadar, Demi Eksis di Media Sosial, Sebagian Dari Kita Sampai Tega Merusak Apa yang Sudah Tertata Rapi di Sekitar Kita

Lagi-lagi soal vandalisme. Pasti kamu pernah dengar soal hamparan bunga amarilis di Jogja yang dirusak oleh pengunjung hanya demi melancarkan aksi selfie belaka, bukan? Atau sebelum itu, pernah juga santer terdengar pemetikan bunga edelwis sampai merusak keseimbangan alam di sebuah gunung yang sering jadi titik pendakian. Padahal, yang namanya menjaga alam sejatinya tak susah, lho. Cukup biarkan tanaman di sekitarmu tumbuh tanpa harus terbuai untuk merusaknya. Tak sulit, bukan?

Bahkan Tingkah Laku Membuang Sampah Sembarangan pun Masih Mudah Kita Temui di Jalanan

Hayo ngaku, siapa yang masih suka mengeluh tiap Jakarta mengalami banjir? Lucunya, selain mengeluh, ada yang sampai nyinyir di media sosial hanya karena ada genangan di sekitar mereka. Tapi kalau ditanya kembali, sudahkah disiplin membuang sampah pada tempatnya, sepertinya belum semuanya mampu menjawab ‘sudah’.

Salah satu titik yang rentan jadi tempat pembuangan sampah ya tentu saja jalanan. Orang dengan mudahnya melempar sampah bekas permen, snack, atau tisu ke jalanan. Padahal kalau sedikit mau menggunakan akal, kita bisa menyimpan dulu sampahnya lalu dibuang saat mobilmu sampai di tujuan. Atau bisa juga dengan cara elegan juga ada, yaitu dengan menyediakan tempat sampah sendiri di dalam mobilmu.

Jangan Hanya Beda Pendapat di Media Sosial, Kamu Jadi Terpancing Untuk Twit-war Atau Semacamnya, ya!

Perilaku menyebalkan lainnya adalah asal main semprot di media sosial hanya karena berbeda pandangan. Lihatlah, sekarang ini seringkali kita dengan mudah menemukan netizen yang saling berkoar-koar memperdebatkan ‘ideologi’ dan ‘paham’ mereka masing-masing hanya karena merasa paling benar. Kira-kira kemana ya perginya toleransi menghargai perbedaan pendapat orang lain?

Kalau pada tiap diri kita masih saja ada sikap-sikap seperti ini, bagaimana untuk maju?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Suzuki Nex Berganti Wajah, Tampilannya Makin Gagah Mengincar Kaum Muda

Di gelaran Indonesia International Motor Show 2018, Suzuki mengenalkan suksesor alias penerus dari Suzuki Nex. Sebelumnya Suzuki Nex ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit dengan pemecahan rekor mampu menempuh jarak 109,8 Kilometer untuk setiap liternya.

Kali ini dikenalkan dengan nama Suzuki Nex II, tampilannya makin sarat aura modern. Yup, mengusung tema #KerenCaraBaru, Suzuki Memperbaharui tampilan Nex II. Secara garis besar, desain motor ini mengikuti tren yang ada saat ini. Tampilannya menggunakan sudut lancip yang tegas dengan tampilan yang simple dan clean.

“Nex II Didesain menyasar anak muda pada rentang usia 17 – 25 tahun, yang mungkin masih pelajar atau mahasiswa namun juga memungkin untuk digunakan orang tuanya atau para dewasa muda”, ungkap Yohan Yahya, selaku Dept.Head Sales and Marketing PT.Suzuki Indomobil Sales.

Salah satu faktor yang membuat motor ini nampak modern dan futuristik, adalah tampilan headlamp yang berada di dalam fairing depannya. Sementara di samping lampu terdapat lubang udara kecil yang menunjang aerodimikanya.

“Desain bentuk lampu depan dan lapisan pelindung yang futuristik, terdapat unsur DNA dari motor sport Suzuki bermesin besar seperti GSX-1000” tambah Yohan.

Salah satu perubahan signifikan terlihat pada Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih besar dibanding generasi pertamanya. Sehingga kamu akan merasa lebih nyaman, karena ruang kaki terasa lebih lega.

Lalu juga terdapat ruang kompartemen yang disematkan pada sisi kiri dan kanan tentunya bisa membawa barang bawaan yang banyak. Untuk varian tertentu dalam kompartemen ini terdapat charger untuk handphone.

Iya, ini lah perbedaan lain dengan generasi Nex terdahulu yang cuma punya satu varian, Suzuki Nex II kini punya opsi 5 varian berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki. Jadi kamu bisa menyesuaikan dengan masing-masing karakter yang sesuai dengan penampilan. Inilah yang disebut Suzuki sebagai #KerenCaraBaru.

Buat kamu yang senang warna-warna cerah tanpa banyak grafis bisa memilih varian yang standar. Sementara sporty runner cocok untuk kamu yang aktif karena desain grafisnya yang menyiratkan hal ini. Untuk yang gemar tampilan stylish bisa memilih fancy dynamic. Pilihan terakhir untuk kamu yang senang kemewahan ada warna polos doff di varian Elegant dan Elegant Premium.

“Seri terbaru (NEX II) ini jadi solusi transportasi dan gaya hidup anak muda yang sedang mencari sepeda motor pertama yang paling tepat. Entry terbaru ini memiliki beberapa penyempurnaan dan diperbanyak variannya, sehingga mewakili beragam karakter anak muda” ungkap Seiji Itayama selaku Managing Director 2W PT Suzuki Indomobil Sales.

Lalu harganya berapa? Nah, untuk urusan satu ini perlu bersabar sedikit karena Suzuki belum membuka harga untuk Suzuki Nex II ini. Nantinya akan diumumkan pada peluncuran resminya ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenapa Motor Ini Bisa Bikin Penjualan Suzuki Melesat?

Tahun 2017 lalu bisa dibilang jadi kebangkitan penjualan Motor Suzuki. Padahal penjualan motor nasional turun 0,8 persen, sementara Suzuki justru melesat mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Lantas apa yang membuat penjualan Motor Suzuki jadi meningkat pesat? Jawabnya ada pada Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Kehadiran GSX-R150 memang jadi primadona ditengah pasar motor sport, terbukti penjualan GSX-R150 memberikan kontribusi tertinggi tehadap penjualan Suzuki sebanyak 40% dengan jumlah 28.982 unit.

Sebetulnya apa yang membuat motor ini diminati? Sesungguhnya ketika era 90-an Suzuki bisa dibilang pemain yang diperhitungkan di segmen motor laki alias motor kelas sport. Lewat model RGR, pabrikan berlogo huruf S ini menguasi pasar motor bertudung dengan teknologi berkelas di depan kompetitornya yang lain. Karena itu GSX series langsung mengingatkan kembali kehebatan Suzuki ini.

Melalui dua model tadi Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen kelas motor sport. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

GSX bisa diminati karena punya keunikan dibanding motor sport lain yang ada di pasar.. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Aura modern juga langsung terasa begitu kita duduk di motor ini. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Khusus kelas Suzuki GSX-R150 telah dilengkapi fitur canggih seperti Key-less Ignition System. Jadi pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci, cukup mengantungi sensor dan menekan tombol starter untuk menghidupkan mesin. Sebagai perbandingan, fitur ini menjadi yang pertama di kelasnya.

Dengan kombinasi macam itu wajar jika kemudian motor ini disukai oleh banyak pecinta otomotif dan mendongkrak penjualan Suzuki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Permainan Anak ’90-an Dulu Jauh Lebih Menyenangkan Dari Games Apapun dari Dalam Gadgetmu

Saat ini hampir semua anak lihai dalam mengoperasikan smartphone. Bahkan mereka sudah mulai kehilangan masa kanak-kanaknya karena sibuk dengan smartphone-nya masing-masing. Sungguh disayangkan memang. Jika kamu generasi 90-an, mungkin kamu pernah merasakan asyiknya 7 permainan ini, yang kini sudah mulai ditinggalkan karena adanya smartphone di kalangan anak-anak di era sekarang.

1. Permainan Lompat Tali

Permainan ini selain menyenangkan juga menyehatkan. Gimana nggak sehat kalau kamu harus lompat sana sini melewati tali yang diputar oleh dua teman di kanan dan kirimu. Permainan ini sangatlah popular di masanya. Namun saat ini, permainan ini sudah mulai jarang dimainkan oleh anak-anak.

2. Permainan Gobak Sodor

Siapa yang tahu permainan yang satu ini? Permainan ini mengandalkan ketangkasan dan kelihaian pemainnya. Permainan ini dimainkan dengan cara membagi pemain menjadi dua regu yang terdiri dari penghalang dan penyerang.

Tim penghalang bertugas untuk menghalangi tim penyerang melewati garis yang sudah ditentukan, jika dalam usahanya melewati garis, tim penyerang tersentuh oleh tim penghalang, makan tim penghalang berubah posisi menjadi tim penghalang. Tim penyerang bisa menang kalau berhasil melewati garis yang telah ditentukan.

3. Permainan Engklek

Permainan ini membutuhkan kekuatan keseimbangan dan konsentrasi yang cukup tinggi. Biasanya permainan ini dilakukan oleh 2 sampai 5 orang yang bermain secara bergantian. Cara permainannya adalah dengan melompat dikotak yang sudah dibuat dari awal sampai akhir dengan satu kaki. Jika pemain terjatuh maka pemain harus menaruh batu di salah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali gilirannya.

4. Permainan Gasing

Permainan ini adalah permainan yang cukup kuno namun sampai saat ini juga masih bisa ditemukan keberadaan permainan ini, meskipun sudah tak setenar dulu. Bentuk mainan gasing sendiri seperti kerucut pipih yang ditengahnya terdapat tali yang dililitkan. Gasing bisa menghasilkan gerakan memutar yang seimbang jika dilempar dengan cara yang benar. Dalam permainan ini biasanya ada duel antara beberapa gasing, gasing yang lebih dulu berhenti berputar dinyatakan kalah.

5. Permainan Meriam Bambu

Permainan Meriam bambu biasanya dilakukan saat  bulan puasa. Meriam bambu dibuat dari bambu dengan diameter kurang lebih 10 cm dan tebalnya kira-kira 1 cm. Bambu dilubangi ruas bagian tengah sampai ujung dan pada ruas terakhir diberi lubang kecil yang gunanya untuk menyulut sumbu api.

6. Permainan Bentik atau Gatrik

Permainan ini sudah jarang sekali ditemukan di jaman sekarang. Permainan ini menggunakan 2 batang kayu lurus dengan ukuran 1 batang 30-35 cm dan yang satunya lebih pendek yaitu 10-15 cm. Permainan ini biasanya dilakukan oleh 4 orang atau lebih yang dibagi menjadi dua grup, yaitu grup pemukul dan grup penangkap.

7. Permainan Gundu atau Kelereng

Permainan ini kelihatannya sudah jarang ditemukan di jaman sekarang. Gundu adalah kelereng yang bentuknya bulat seperti kaca bening. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki. Tapi tak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh kamu anak perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kisah Mengharukan dari ‘Suga BTS’, Dalam Hal Memperjuangkan Mimpi

Setiap orang memiliki masalah dalam kehidupan ini. Masalah kehidupan tak pernah memandang siapa yang didatanginya. Tak peduli dia seorang penguasa atau pun rakyat jelata, jika memang itu sudah takdirnya, tetap dia yang harus berjuang melewatinya.

Seperti halnya yang dilalui seorang public figure yang satu ini. Dia adalah seorang rapper bernama Suga anggota grup BTS yang banyak digandrungi oleh banyak orang terlebih lagi para perempuan. Kehidupan yang dia jalani bukanlah kehidupan yang mudah. Sama seseperti lainnya, perjalanan kehidupannya pun dipenuhi dengan lika-liku yang terbilang cukup berat.

Mimpinya Sempat Tak Mendapat Restu dari Kedua Orangtua

Suga terlahir dari keluarga dengan kondisi finansial yang tak cukup baik. Karena itulah kedua orangtu Suga menginginkan Suga menjadi seorang pegawai kantoran yang nantinya akan menerima pendapatan tetap setiap bulannya. Namun hal ini tak sejalan dengan apa yang Suga impikan. Dia memiliki passion di dunia musik. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk bergabung menjadi trainee di agensi industri hiburan Korea.

Pantang Menyerah untuk Meraih Mimpi

Ada banyak hal yang menjadi batu sandungan Suga dalam meraih mimpinya. Mulai dari pandangan orang yang meremehkan kemampuannya sampai dengan persaingan yang sedikit kotor dari sesame rapper yang ingin menjatuhkannya.

Namun semua itu terbayar dengan apa yang kini sudah berhasil diraih olehnya. Nama Suga sudah banyak dikenal oleh masyarakat di penjuru dunia. Sudah banyak penghargaan yang diraihnya dalam perjalanan karirnya selama ini.

Momen Paling Haru Saat Keluarga Suga Datang untuk Menyaksikan Konsernya

Memilih melangkahkan kaki pada jalurya sendiri membuat Suga harus merelakan diri untuk menjauh dari keluarganya. Dukungan yang tak dia dapatkan dari kedua orangtuanya membuatnya jauh dari kedua orangtuanya. Bahkan saat Suga sudah ada di puncak kejayaan pun, keluarganya tak pernah datang untuk melihat langsung konser Suga.  Bahkan saat liburan tiba, saat anggota BTS yang lain pulang ke rumah masing-masing, Suga lebih memilih untuk tetap tinggal di asrama.

Sampai akhirnya hal yang Suga tunggu-tunggu tiba. Pada konsernya di tanggal 8 Mei 2016 silam, keluarganya datang untuk menyaksikan penampilan Suga secara langsung. Bahkan Suga tak bisa menahan tangisnya saat melihat kakak dan orangtuanya ada di konser penonton melihatnya tampil. Sesuatu yang sudah lama Suga impikan akhirnya terwujud juga.

Berjuanglah dan Biarkan Waktu yang akan Membuktikan

Tidak ada usaha yang akan berakhir sia-sia. Mungkin jika dulu Suga memilih untuk diam danberhenti berjuang, kini dia bukanlah siapa-siapa di dunia musik. Namun karena dia mau memperjuangkan apa yang dia mimpikan, kini dia berhasil meraih apa yang menjadi impiannya sejak kecil. Bahkan mungkin apa yang dia dapatkan sudah melebihi apa yang dia harapkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Saat yang Lain Ramai dengan Isu Pelakor, Acha dan Suami Mempererat Relasi dengan Rajin Ngobrol

Kita mungkin sudah ada di titik jengah saat melihat linimasa Instagram atau media sosial lainnya yang heboh dengan isu pelakor. Kalau boleh dibilang, apa jangan-jangan Indonesia memang sedang darurat pelakor? Bagi kamu yang hanya mengamati, mungkin meyakini tak akan ada efek apa-apa. Tapi jangan salah, imbas terhadap fenomena ini ternyata beragam. Ada yang merasa sudah tak percaya lagi dengan yang namanya komitmen, ada yang takut menikah, bahkan ada yang memilih bungkam lantaran bingung harus berkomentar apa menyadari maraknya keberadaan perebut pasangan orang.

Hei, normal saja muncul ketakutan seperti itu. Tapi bukan berarti kita menutup mata dengan keberadaan cinta sejati, kan? Diantara sekian banyak sensasi yang diciptakan selebritis atau orang terkenal lainnya, masih ada kok yang bisa dijadikan panutan untukmu dalam memaknai sebuah komitmen pernikahan. Coba tilik saja kisah Acha Sinaga dan suaminya, Andy Ambarita. Kedua pasangan ini selalu kompak menebarkan pesan positif yang bisa membangun rasa percaya kalau cinta sejati itu masih ada.

Acha dan Andy Sering Tak Sungkan Menunjukkan Kemesraan Mereka Lewat Postingan Instagram

Sebelumnya, Acha Sinaga dikenal sebagai pesinetron. Namun kini perempuan 28 tahun itu lebih suka dikenal sebagai content creator. Ya, kesibukan Acha sekarang ini lebih terlihat di Instagram. Setelah menikah, Acha ikut sang suami pindah ke Australia dan menetap di Sydney. Meski jauh dari keluarga di Indonesia, namun seiring perannya sebagai istri, Acha tak sungkan membagikan momen kebahagiaannya bersama sang suami. Keduanya bahkan sering membuat iri warganet lantaran rumahtangganya mesra dan jauh dari gosip miring.

Kekompakan Bagi Acha dan Andy Ditunjukkan dengan Saling Mendukung Passion Masing-masing

Acha dengan profesi barunya sebagai influencer sekaligus content creator patut senang sebab mendapat dukungan penuh dari sang suami. Terbukti, bukan hanya mendukung Acha, Andy pun sering terlibat sebagai fotografer dibalik foto-foto Acha yang menakjubkan. Kalau ada istilah Instagram Husband, mungkin julukan itu patut disematkan pada Andy.

Tak hanya itu, Acha pun mendukung penuh kegiatan suaminya yang punya kegiatan pelayanan gereja di Sydney. Bahkan dalam beberapa momen, Acha tampak tak sungkan untuk berduet dengan Andy yang piawai bermain gitar.

Meski Dikenal Sebagai Influencer, Acha dan Andy Sering Membagikan Cerita Mengenai Pertumbuhan Rohani Mereka Pasca Menikah

Keduanya menyadari bahwa pertemuan dan pernikahan yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Bagi Acha dan Andy, kehidupan sehari-hari pun harus melibatkan campur tangan Tuhan. Apa yang dilakukan pasangan ini pun patut diacungi jempol. Keduanya tak sungkan membagikan pengalaman spiritual mereka di Instagram. Bagi sebagian pengikutnya, hal itu jelas menakjubkan sebab tak banyak pasangan yang memilih cara hidup seperti keduanya.

Satu Tahun Menikah, Hidup Acha dan Andy Semakin Berwarna untuk Dijalani

Acha dan Andy menikah pada 15 April 2017. Kini sudah setahun keduanya mengarungi bahtera rumah tangga. Uniknya, kemesraan mereka selalu baru setiap harinya. Setiap foto atau stories yang diunggah setidaknya membuat publik mengamini bahwa keduanya memang benar-benar menjalani hidup yang lebih bahagia di Sydney. Di tengah-tengah kesibukannya, Acha bahkan masih sempat membuat vlog untuk dibagikan ke followers-nya.

“seperti naik bianglala atau giant wheel, itu gambaran kehidupan pernikahan kita. ada waktunya di atas ada waktunya di bawah. Tuhan percayakan berkat yang baru, tapi Tuhan juga ijinkan masalah atau proses baru yang harus kita lalui. Tuhan kasih berkat kebahagiaan, tapi Tuhan ijinkan juga airmata dalam hubungan kita. selamat Ulang Tahun Pernikahan yang pertama sayang, aku bersyukur Tuhan menyatukan kita ❤️” tulis Acha.

Keduanya Sepakat, Bahwa Kehidupan Pasca Menikah Harus Dijalani dengan Komitmen Mau Jadi Pribadi yang Lebih Baik Lagi

Menikah dan kehidupan setelahnya harus membawa kebaikan dan perubahan yang baik bagi dua insan yang sudah dipersatukan. Hal ini mungkin diamini oleh Acha dan Andy. Terbukti, dalam sebuah video yang diunggahnya, Acha pernah menuliskan keterangan foto begini:

masih pacaran: “cause you’re amazing, just the way you are ” 
setelah menikah: “tapi kalau bisa berubah jadi orang yg lebih baik, mau kan sayang 
@andyamb ?”

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top