Feature

Kata Peneliti Merekalah Orang yang Paling Bahagia di Indonesia, Apa Kamu Termasuk?

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi lupakan dulu tertawa yang katanya adalah simbol dari bahagia. 

Coba tengok data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini. Ternyata indeks kebahagiaan masyarakat kita hanya ada di angka 70,69 dari skala 0-100.

Data ini adalah hasil dari survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Dan tak hanya nilai keseluruhan itu saja, BPS juga telah merilis kelompok-kelompok masyarakat yang dinilai paling bahagia di Indonesia.

Mungkin kamu adalah salah satunya! 

Untuk Peringkat Pertama Disabet Oleh Maluku Utara Sebagai Provinsi Paling Bahagia

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Hidup di Kota Memang Nyaman, Tapi di Desa Jauh Lebih Tentram

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa kamu tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota kamu sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Tapi tunggu, karena tak hanya itu. Ada banyak pertimbangan lain, mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan  71,64% untuk orang desa dan 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Tak Hanya Banyak Mengalah Pada Wanita Saja, Untuk Urusan Bahagia Laki-laki Juga Kalah

Kepuasan hidup wanita memang jauh lebih tinggi dari para lelaki. Titik!

Tapi kenapa mereka bisa lebih bahagia dari pada laki-laki? Sebab kaum hawa memang jauh lebih mudah terbuka untuk hal-hal yang bisa membuat bahagia.

Sejalan dengan penjelasan diatas, data dari BPS juga menunjukkan nilai yang sama. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Meski Sering Sedih Saat Ditanya Kapan Menikah, Mereka Yang Single Malah Jauh Lebih Bahagia

Tak lagi susah payah untuk mencari cara agar terlepas dari banyaknya pertanyaan maut yang kerap kita terima. Kali ini kamu yang masih sendiri, akan sedikit berbangga diri. Lupakan keluh kesah akan jodoh yang tak tahu masih di mana. Perbedaan cara menikmati hidup yang dialami oleh mereka yang masih single dan sudah menikah, berbeda dengan selisih angka 0,50 %.

Jika dia yang sudah menikah hanya berada pada indeks kebahagian 71,09%, para barisan jomblowan atau jomblowatinya menempati angka 71,53&. Memang selisih nilainya hanyalah sedikit, tapi nilai ini jadi perbandingan yang cukup signifikan.

Hal lain yang juga perlu kamu ketahui, dia yang bercerai dengan pasangan yang masih hidup jauh lebih tidak bahagia dengan mereka yang bercerai karena kematian.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah tua. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.  

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Dan jika ternyata jika kamu adalah wanita usia kurang dari 24 tahun, sedang single dan tinggal di Maluku Utara. Tentu kamu jadi manusia paling bahagia di Indonesia!

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Apa Saja yang Dilakukan Orang Cerdas di Media Sosial?

Tak hanya untuk urusan akademik saja, perilaku seseorang yang memang cerdas akan tergambar dari segala aspek kehidupannya. Dan salah satu hal yang berhubungan erat dengan kita adalah aktivitasnya di media sosial.

Sekilas hal ini mungkin terlihat tak terlalu menarik perhatian, namun mengingat banyaknya hal-hal yang kerap berujung pada pertengkaran di media sosial. Agaknya sayang sekali jika tak jadi bahan perbincangan.

Tak perlu berteriak untuk bilang bahwa kamu ini adalah sosok yang cerdas. Karena tanpa kamu beritahu sekalipun, seseorang di luar sana bisa menilaimu dari apa yang kerap kamu bagikan.

Setiap Orang Punya Hak yang Sama Untuk Berekspresi, Akan Tetapi Mereka Punya Cara Berbeda Untuk Berbagi

Kita tentu telah bosan, oleh suguhan status yang tak jelas juntrungnya. Akan tetapi mereka yang memiliki pemikiran tak biasa, punya cara lain untuk menunjukkan isi hatinya. Senangnya tak selalu disampaikan dengan kata-kata syukur yang berlebihan, hingga sedih yang tak semuanya harus dibagikan.

Tahu bahwa ada ribuan pasang mata yang siap mengakses apa yang akan mereka kerjakan, tautan dan status yang mereka bagikan selalu bernada positif bagi semua orang.

Platform Ini Jadi Personal Branding Baginya, Kamu Tak Akan Menemukan Konten Murahan di Timelinenya

Figur-figur cerdas tahu bagaimana memanfaatkan sesuatu agar berpengaruh baik bagi hidupnya. Bahkan hal-hal remeh yang bagi orang lain tak penting, bisa jadi sesuatu yang bermakna besar untuknya.

Dimata mereka sosial media adalah gambaran atas jati diri yang ia punya, jadi jangan heran jika suatu kali kamu akan menemukan postingan-postingan bernada serupa dalam setiap harinya. Bukan tak ingin mencari tahu hal lain diluar yang ia suka. Tapi baginya segala yang ia bagikan akan jadi hal yang menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.

Berdebat Untuk Hal yang Benar Tentu Bukanlah Kesalahan, Tapi Mereka Tahu Kapan Akan Membuka Suara di Kolom Komentar

Banyak orang mengaku berpendidikan, namun kerap terlibat perang pendapat pada kolom komentar. Dan disaat itu kamu harusnya membuka mata, karena mereka yang cerdas sungguhan tak akan melakukan hal yang sia-sia.

Banyaknya konten-konten bernada negatif yang sudah memenuhi hidup kita beberapa tahun terakhir, bak makanan sehari-hari. Sebagian orang yang peduli akan berjuang melawan satu per satu komentar yang kontra terhadapnya. Sedangkan yang lain terkesan cuek dan tak peduli, cukup dengan membaca saja.

Jangan pikir mereka tak punya kepedulian terhadap sekeliliingnya. Hanya saja mereka paham bahwa orang-orang yang tak suka akan tetap mencari cara untuk menyuarakan pendapatnya.

Pribadi yang cerdas hanya akan membuka suaranya pada hal-hal yang memang harus diluruskan dan dibenarkan.

Bukan Tak Punya Masalah, Mereka Paham Media Sosial Bukanlah Kotak Keluhan

“Konon berbagi masalah akan mengurangi beban yang kita punya”

Dan hampir setiap kita mungkin akan percaya, padahal pernyataan ini jadi sesuatu yang perlu dicari tahu kebenarannya. Memang sih tak ada masalah yang tak terselesaikan, dan berbagi cerita mungkin akan sedikit mengurangi beban.

Akan tetapi, mereka yang benar-benar cerdas tak akan melakukan hal-hal konyol yang tak berguna. Di kepala mereka ada sesuatu yang nampaknya sudah terpatri. Bertugas untuk memilah-milah hal yang harus dibagikan, dengan sesuatu yang tidak seharusnya dibagikan.

Tutur Kata dan Gaya Bahasa yang Menyebalkan, Tak Akan Kamu Temukan Di Sepanjang Postingannya

Bagaimana riuhnya media sosial pada era pilkada DKI kemarin, tentu telah membuat kita merasa jengah. Untuk dapat memastikan mereka-mereka yang memang memiliki kecerdasan yang tak biasa, cobalah tengok kembali timeline media sosial dari teman-temanmu.

Tahu situasinya sedang genting, pribadi yang cerdas tak akan unjuk gigi demi menaikkan eksistensi. Tak mau jadi pihak yang memperkeruh situasi, ia malah bertindak sebagai seseorang yang menabur kasih.

Berbeda Pandangan adalah Hal Biasa, Namun Bisa Menerima Masukan itu Luar Biasa

Media sosial dan perdebatan jadi sesuatu yang saling berhubungan. Tak percaya? Coba saja lihat kolom komentar di laman instagram milik artis Rina Nose yang kemarin tengah menjadi perhatian atas keputusannya untuk melepas hijab yang telah dipakainya hampir setahun terakhir.

Dari puluhan ribu komentar yang ada, hampir setengahnya berisi hujatan bernada menyalahkan. Jika punya cukup banyak waktu untuk memerhatikan satu per satu komentar yang ada, kita bisa melihat akun mana yang dikendalikan orang cerdas dan yang tidak.

Sosok yang memang benar-benar cerdas, tentu cukup bijak untuk menilai sebuah pandangan. Walau meski kadang kala akan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan, bukan berarti berhak untuk menyalahkan orang lain. Sebaliknya, ia akan membuka diri untuk menerima hal-hal yang tadinya tak diketahui sama sekali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bangun Pagi Itu Penuh Kebaikan, Bukannya Kamu Tak Bisa, Tapi Cobalah Pelan-pelan

Kamu yang mulai beraktivitas sejak pukul enam pagi, mungkin sudah terbiasa dengan bangun pagi agar tidak terlambat sampai di kantor. Atau ada juga yang bangun pagi karena kalau bangun agak siang justru membuat kepala pusing. Dua hal itu yang sering jadi alasan logis kenapa orang perlu bangun pagi. Tapi sebentar, coba kamu pikirkan lagi, benarkah bangun pagi hanya sebatas rutinitas?

Faktanya, bangun pagi itu bukan hanya soal kebiasaan. Ada banyak manfaat baik yang akan diterima tubuh kalau kamu terbiasa bangun pagi. Selain pikiran jadi lebih segar, bangun pagi sangat baik untuk kesehatan kulit. Nah, untukmu yang sampai sekarang masih susah berkompromi untuk bangun pagi dan sangat sering menunda-nunda jam bangunmu, mulailah perbaiki lagi dari sekarang. Lagipula, bukankah tak nyaman jika bangun di pagi hari dengan tergesa-gesa? Bisa-bisa aktivitasmu malah jadi berantakan nantinya.

Di Malam Hari, Setel Alarm Sesuai Kesanggupanmu dan Katakan Pada Diri Sendiri Kalau Kamu Harus Bangun Pagi

Untuk kamu yang masih merasa sukar dengan kebiasaan bangun pagi, satu hal yang terpenting adalah niat. Kalau dari dalam dirimu sudah ada niat besar untuk bangun lebih pagi pada esok harinya, maka kamu sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

Alam bawah sadar akan menyetel ‘alarm alami’ di dalam tubuh yang akan membuatmu bangun pada jam yang telah kamu inginkan. Sehingga fungsi alarm di gawaimu mungkin hanya sebatas pengingat kalau kamu perlu bangun. Karenanya, sebelum beranjak tidur, kumpulkan niat terlebih dahulu untuk bangun lebih pagi.

Setelah Beraktivitas Seharian Penuh, Kamu Perlu Mandi Air Hangat Agar Tubuh Rileks dan Bersih dari Sisa-sisa Peluh

Setelah seharian berkutat dengan segala aktivitas nan padat, kamu bisa berendam atau mandi dengan air hangat yang dikenal ampuh mengusir penat. Kamu perlu tahu, kalau badan sudah rileks dan otot-otot tak lagi tegang, hal ini akan membantumu memiliki tidur yang berkualitas.

Dengan demikian, kamu tak akan kesulitan bangun di pagi harinya karena tubuhmu sudah mendapat perawatan yang cukup untuk mengusir penat. Tak perlu setiap hari, cukup seminggu dua kali kamu siapkan waktu khusus untuk mandi dan berendam dengan air hangat.

Minumlah Segelas Susu atau Cokelat Hangat Menjelang Tidur, Dua Minuman Ini Jadi Alternatif Lain Agar Tubuh Bisa Rileks

Dibanding minum kopi di malam hari yang membuatmu justru terjaga, lebih baik siapkan segelas susu atau cokelat hangat yang akan membuat rileks pikiranmu. Kamu mungkin sudah tahu, kandungan flavonoid dan kalsium pada dua minuman itu ampuh mengusir stres. Usahakan tidur dalam kondisi yang rileks agar bisa bangun pagi dengan perasaan segar pada keesokan harinya. Mengonsumsi dua minuman tersebut secara rutin juga membawa dampak yang baik untuk kesehatanmu.

Hindari Mengakses Media Sosial Menjelang Tidur. Kamu Justru Akan Terdistraksi dan Mengulur-ulur Waktu Tidur

Agar bisa bangun pagi dengan pikiran yang fresh, artinya kamu wajib berprinsip memiliki waktu tidur yang berkualitas. Caranya? Hindari menilik gawai dan segala aktivitas teman-temanmu di media sosial. Yang ada, kalau kamu semakin asyik dengan kehidupan di dunia maya, kamu akan berkompromi dan mengundur jam tidurmu. Semula mengulur lima menit, kemudian sepuluh menit, lama-lama bisa sampai satu hingga dua jam. Kalaupun kamu sedang chat dengan teman, tak masalah kalau kamu pamit duluan. Pamit untuk tidur lebih dahulu tak akan merusak jalinan pertemanan.

Sebelum Tidur, Pikirkan Kembali Setiap Tujuan dan Alasan Pasti Kenapa Kamu Harus Bangun Pagi

Berkontemplasi sejenak sebelum tidur itu perlu. Tak usah lama-lama, kamu cukup memikirkan apa yang jadi alasanmu untuk bangun lebih pagi esok hari. Kalau kamu sudah menemukan alasan yang tepat, pasti pikiran dan alam bawah sadarmu secara tak langsung ikut menyetel kalau kamu harus bangun pagi.

Masih merasa tak yakin bisa bangun pagi? Kamu bisa minta bantuan orang rumah untuk membangunkanmu. Lawanlah rasa kantuk dan gravitasi kasur yang selama ini membuatmu berkompromi. Pikirkan kembali sejuta manfaat tentang bangun pagi yang membuatmu punya alasan logis untuk bangun lebih pagi. Jika kebiasaan semacam ini konsisten kamu lakukan selama seminggu, pasti kamu akan terbiasa bangun pagi dengan sendirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukannya Aku Anti dengan Seni, Tapi Sebuah Tato di Tubuh Hanya Akan Menuai Kontroversi

Entah sudah berapa kali kamu bilang padaku soal keinginanmu yang ingin membuat tato kecil di lenganmu itu. Hal ini jelas membuatku gusar dan sedikit kesal. Rasanya sukar sekali membuatmu mengurungkan niatmu  itu. Aku tahu, keinginanmu membuat tato tak lepas dari kesukaanmu pada seni. Pun dengan aku, bukannya aku anti dengan seni dan segala hal yang kamu suka, aku hanya tidak ingin kamu jadi perbincangan orang-orang yang tak mengerti maksud dan tujuanmu itu.

Kamu bilang padaku, “Cuek saja dengan apa kata orang,” tapi aku tak bisa demikian. Mungkin teman-teman kita sudah menganggap tato jadi hal yang lazim, tapi tidak dengan keluargamu atau keluargaku. Seringkali, pola pikir lintas generasi membuat kita berbenturan dengan mereka yang lebih tua, atau yang sejak awal sudah menganggap sesuatu yang tak lazim maka selamanya tetap seperti itu. Bukan hanya itu, aku tak rela kamu bertato karena yang kutahu tato justru mendatangkan dampak yang tak baik bagi kulitmu.

Urusan Kesehatan Menjadi Alasan Utama Mengapa Aku Keberatan Kalau Kamu Bertato

Kamu harus tahu, salah satu risiko membuat tato adalah menyebabkan infeksi. Munculnya infeksi bisa saja berasal dari tinta yang telah terkontaminasi bakteri Mycobacterium chelonae. Efeknya, akan muncul ruam di kulit dan terasa perih setelah berbulan-bulan lamanya. Bahkan infeksi virus ini juga bisa berkembang jadi tumbuhnya kutil. Yakin? Masih kekeuh mau menato?  Aku hanya mengingatkan. Belum lagi munculnya alergi. Bisa berupa kemerahan pada kulit yang kemudian jadi gatal-gatal. Alergi yang muncul karena tato bahkan sulit diobati.

Tak Sedikit dari Mereka yang Sudah Bertato Pada Akhirnya Menyesal dengan Tato yang Telah Dibuat

Menutup kulit dengan tato lagi-lagi berimbas pada kesehatan kulit. Pasalnya, adanya tato ternyata membuat dokter sulit melakukan deteksi dini adanya kanker. Akibatnya, kanker pun jadi terlambat untuk ditangani. Maka tak heran jika tidak sedikit orang yang pernah merajah tubuhnya dengan tato akhirnya menyesal di kemudian hari, bahkan berniat menghapus tato tersebut. Berdasarkan penelitian, sebanyak 28 persen orang Amerika menyesali tato yang dibuatnya dalam jangka waktu setahun. Aku tak mau kamu menyesal pada kemudian hari. Jadi, bukankah lebih baik tak usah bertato?

Belum Lagi Soal Restu Orangtuaku, Mereka Tahunya Kamu Tak Bertato, Apa Jadinya Kalau Suatu Saat Kita Terganjal Restu Hanya Karena Tato yang Terlanjur Melekat?

Sekian waktu kita menjalani relasi, orangtuaku memang sudah setuju. Tapi bukan berarti mereka tak menanyakanmu lebih lanjut. Aku tahu, keinginan mereka adalah agar aku mendapatkan orang yang memang tepat untukku. Tapi apa iya, saat aku mengira kamulah yang paling tepat, orangtuaku justru tidak merasa demikian.

Kuakui orangtuaku masih sangat kaku, mereka pasti tidak bisa dengan mudah memahami alasanmu jika kamu benar-benar ingin bertato. Inilah mengapa kukatakan, tato hanya akan menuai kontroversi. Semula kamu datang tanpa tato, apa jadinya kalau mereka mendapati fakta baru? Aku hanya tak siap berpisah denganmu hanya karena urusan tato.

Lagipula, Bukankah Agama Pun Melarang Soal Menato Tubuh?

Bukannya aku ingin menceramahi, hanya saja setahuku demikian. Kamu dan aku sama-sama beragama, bukankah sebaiknya kamu mengurungkan niatmu daripada kepalang terlanjur padahal kamu tahu hal itu dilarang? Aku hanya tak ingin kamu mendapat cap yang tak seharusnya hanya karena sebuah tato.

Mungkin kini kamu tahu, tekadku untuk menentangmu agar tak bertato memang cukup kuat. Kalau dibandingkan antara manfaat dan tidaknya, aku bahkan belum melihat adanya faedah dari sebuah tato. Tapi bila akhirnya kamu enggan mendengarkan segala masukanku, maafkan jika aku marah padamu.

Suatu Saat Bila Aku Marah, Kuharap Kamu Mengerti. Atau Setidaknya, Jelaskanlah Alasan Logis Dari Sebuah Tato yang Begitu Kamu Dambakan Itu

Aku dan kamu sedang tak sepemikiran untuk hal yang satu ini. Karenanya, bila akhirnya kamu memilih jalanmu tanpa mempertimbangkan saran-saranku, tolong maklumi jika aku marah padamu. Sebagai partner, aku mencoba menuntunmu untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Toh kalau kamu tak melihat usahaku yang demikian adanya, baiklah, mungkin suatu saat aku akan mengerti. Atau setidaknya, berikan aku satu penjelasan logis yang bisa membuatku mengerti mengapa harus menato.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top