Feature

Karena Tidak Semua “Penggila Bola” Rajin Nonton Pertandingan Sepakbola, Kawanmu Ada Yang Seperti Ini?

nonton bola

Kamu punya teman yang penggila bola? Pokoknya kalau diajak ngobrolin soal bola dia nyambung dan tahu banget semua pertandingan terupdate dari liga-liga eropa, klasemen sementara sampai sejarahnya.

Kalau soal bola, membuat Kamu meyakini bahwa dia tahu sekali sepakbola dan menonton hampir semua pertandingan bola. Eiits belum tentu loh. Ia bisa saja menonton beberapa pertandingan saja dan itu Big Match, bisa jadi dia hanya melakukan hal-hal ini saja:

 

Hanya Karena Rajin Saja Baca berita Di Online Saja, Belum Tentu Rajin Nonton Juga

portal bola

Dia hanya menonton beberapa pertandingan dari team Favoritenya saja. Selebihnya ia hanya mengandalkan update dari berita Online saja. Dia membaca berita bola karena bisa online setiap hari saja, baca dari Smarphonenya atau laptopnya. beda dengan Kamu yang baru bisa online karena wifi gratis dari kampus atau harus ke warnet.

 

Cuma Karena Dia Juga Rajin baca dan Diskusi di Forum dan Group Tentang Bola

Ya kalau gak rajin baca di berita bola online, mungkin saja rajin baca di forum yang bahas bola. Jadi ketika ngobrol dengan Kamu, dia jadi lebih tahu karena di forum biasanya banyak infomasi dan sudut pandang menarik yang jarang dibahas media online.

 

Ini Eranya Social Media, Dia Rajin Mengikuti Akun-akun sepakbola di Sosial Media

bola_3_Sosmed

Dia mungkin hanya punya paket Gaul saja, tapi dia bisa mendapatkan infomasi update terkait bola dari social media. Ya di social media banyak akun-akun tentang bola yang tentunya update infomasi soal bola.

 

Ketika pertandingannya, dia mungkin tidak nonton. Dia Hanya nonton Berita Bola Pagi di TV

acara bola di tv

Jika tidak mengudate infomasi dari internet, mungkin saja dia orang yang rajin nonton berita bola. Pagi dan menjelang tengah malam, biasanya TV-tv nasional ada acara chases berita bola.

Tentu saja teman Kamu bisa mendapat infomasi dari pertandingan-pertangan yang telah ia lewatkan dari acara-acara ini. Jadi ketika ngobrolin bola, dia bisa nyambung walau tidak menonton pertandingannya.

Temennya Kebanyakan Suka Bola, terus suka ngomongin bola

Sebelum ngobrolin bola dengan Kamu tentang sebuah pertandingan, mungkin saja dia sudah membicarakannya dengan temannya dan dia mendapatkan infomasi tambahan dari temannya tentang pertandingan tersebut. Jadi ketika dia ngobrol dengan Kamu rasanya dia sangat tahu soal pertandingan tersebut dan membuat Kamu meyakini jika dia sangat mengerti soal bola.

Bicara Soal Gol-gol yang terjadi dalam sebuah pertandingan, dia hafal betul. Mungkin dia cuma nonton highlights via Youtube

sepakbola via youtube

Dia ranjin nonton highlights bola di youtube. Jadi Jika bicara soal gol-gol yang terjadi dalam sebuah pertandingan, dia hafal betul bagaimana proses terjadinya goal. Gol-gol yang fenomenal sudah barang tentu dia hafal karena dia putar berulang-ulang video highlightsnya di Youtube.

Dia Langganan Majalah atau Koran Bola, jadi dia baca Review lebih lengkap

Dia memang tidak rajin menonton pertandingan bola, dia hanya membaca dari Koran atau majalah bulanan yang dia beli. Tentu saja Koran dan Majalan bola tersebut menghadirkan review lebih lengkap yang membuat dia mendapatkan infomasi lebih lengkap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ini Kenapa Kamu Terlihat Lebih Menarik Jika Foto Bersama Kawanmu

Kamu termasuk orang yang merasa sulit mendapatkan foto terbaik ketika melakukan swafoto alias selfie? Merasa diri kurang menarik dan menjadi tak percaya diri untuk menaikan foto di sosial media? Sebetulnya, ada cara cepat dan paling mudah untuk terlihat lebih menarik ketika difoto.

Caranya? Dengan mengambil foto bersama-sama kawanmu alias group selfie. Yup, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa terlihat jauh lebih menarik ketika dia berfoto bersama orang lain. Hal ini dikenal dengan sebutan Cheerleader effect.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Dalam percobaan manapun dan melibatkan individu yang manapun semua menghasilkan kesimpulan yang sama. Mereka-mereka yang muncul di foto bersama orang lain, cenderung dinilai lebih menarik oleh para responden. Bahkan gabungan dari foto-foto selfie yang ditampilkan secara bersama-sama pun punya efek yang sama menariknya.

Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

Tapi kamu lebih pilih mana? Selfie vs Group Selfie?

Kendati begitu, tidak semua orang merasa kesulitan mendapatkan foto terbaik dirinya bukan? Kamu termasuk mereka yang percaya diri untuk muncul sendiri ketika foto? Atau kamu lebih nyaman untuk melakukan group selfie?

Nah, OPPO saat ini sedang mengadakan kontes Selfie VS Group Selfie untuk mencari momen terbaik kamu. Hadiahnya juga seru, Smartphone terbaru dari OPPO. Penasaran mau ikutan?

Caranya mudah!
1. Kamu like dulu fan page OPPO Indonesia.
2. Kemudian buka aplikasi berikut ini dan klik “Ikuti Promosi ini”
3. Isi data diri dengan lengkap dan benar.
4. Klik tombol langkah berikutnya
5. Lalu ikuti Votingnya apakah kamu lebih suka memilih Group Selfie atau Selfie
6. Klik Confirm
7. Masukan alasan kenapa kamu memilih itu
8. Kirim foto selfie kamu atau group selfie bersama temanmu
9. Mengirimkan foto bisa melului dua cara. Memilih foto dari album facebook kamu atau memilih foto baru. Lalu klik selanjutnya.
10. Berikan judul #OPPOF3Plus #BestDualMoment kemudian klik confirm
11. Klik posting
12. Share Campaign ini ke teman-temanmu dengan tag OPPO Indonesia (@IndonesiaOPPO)

Yuk ikut kompetisinya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Bukan Sombong, Aku Perempuan Yang Percaya Diri!

Apa kamu sudah tahu apa perbedaan antara wanita yang memiliki kepercayaan diri dan tidak? Sebenarnya hal ini dapat kamu lihat dari cara berjalan, berbicara, berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Percaya diri muncul dari dalam bukan dari luar, hanya saja pengimplementasiannya dapat kamu lihat secara langsung. Jika kamu adalah salah satu dari wanita-wanita yang memiliki kepercayaan diri cukup bagus, inilah beberapa hal yang mungkin lebih kamu pilih untuk kamu lakukan.

Mencari Kebahagiaan dari dalam diri sendiri

Wanita yang percaya diri menyadari bahwa kebahagiaan yang didapat dari orang lain akan pergi saat orang tersebut juga pergi. Namun jika mereka mampu mendapatkan kebahagiaan dari diri mereka sendiri, mereka tidak akan kehilangan kebahagiaan itu, karena kebahagiaan mereka adalah diri mereka sendiri.

Mengutamakan “take action” dibanding “just speaking”

Banyak berbicara tanpa melakukan tindakan bukanlah ciri dari wanita yang percaya diri. Kaum wanita yang percaya diri lebih suka untuk melakukan tindakan daripada hanya berbicara dan menunggu orang lain lebih dulu melakukan tindakan. Bagi mereka waktu adalah hal yang mahal untuk dilewatkan begitu saja. Banyak hal yang mereka dapat lakukan daripada hanya berbicara setiap saat tanpa usaha untuk mewujudkan.

Tidak akan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Wanita yang percaya diri selalu fokus kepada diri mereka sendiri. Bukan karena tidak peduli akan kehidupan di sekitarnya, hanya saja mereka tidak suka jika akhirnya harus membandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka lebih percaya pada kemampuan diri sendiri dan mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan dari hasil keras mereka.

Menjadi diri sendiri tanpa memusingkan mode masa kini

Asal nyaman, pasti akan mereka gunakan sebagai ciri khas mereka sendiri. Wanita yang percaya diri akan percaya bahwa seleranya lebih baik dibandingkan apa yang menjadi mode masa kini. Apa yang membuatnya nyaman, apa yang membuatnya menjadi diri sendiri, itu lebih penting dibandingkan harus ikut repot untuk mengikuti perubahan jaman yang selalu diiringi dengan perubahan mode juga.

Lebih memilih introspeksi diri dibanding menyalahkan orang lain

Kaum wanita yang percaya diri tidak akan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepada diri mereka. Mereka akan mencoba untuk mengintrospeksi diri sendiri untuk mengetahui apa yang salah sehingga hal yang tidak diinginkannya terjadi. Wanita yang percaya diri tidak takut untuk mengakui kesalahan untuk kemudian menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran yang akan membuatnya lebih baik lagi di hari esok.

Selalu berusaha untuk mempertajam tampilan bukan menutupi kekurangan

Melihat kekurangan atau ketidaksempurnaan diri sendiri bukanlah sifat yang dimiliki oleh wanita yang percaya diri. Mereka akan memilih menggunakan waktu mereka untuk mempertajam tampilan mereka, bukan menutupi kekurangan mereka. Mereka sering berkaca dan melihat bahwa segala yang ada di fisiknya hanyalah bersifat sementara. Untuk itulah mereka tidak memperdulikan akan kekurangan diri mereka, mereka lebih peduli tentang bagaimana cara memperbaiki diri mereka dari segala sisi. Bukan hanya sekedar menutupi ketidaksempurnaan yang mereka miliki.

Tidak merasa cemburu atau iri pada apa yang orang lain miliki

 

Seorang wanita yang benar-benar percaya diri tidak pernah iri akan apa yang sudah diraih oleh orang lain. Wanita tipe ini tidak merasa tersaingi oleh orang lain atau takut keberadaannya terancam dengan keberadaan orang lain yang lebih dari diri mereka. Mereka percaya bahwa diri mereka mampu menjadi yang terbaik dan akan terus mencoba memperbaiki diri sampai mereka menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Tidak mudah tersinggung dan selalu berpikir positif

Pikiran positif selalu ada mengitari diri wanita yang percaya diri. Mereka tidak mudah tersinggung dengan apa yang orang lain bicarakan padanya ataupun tentangnya. Wanita tipe ini memiliki cara tersendiri untuk menyerap ucapan orang lain. Jika apa yang dikatakan orang lain dapat membangunnya untuk menjadi orang yang lebih baik, maka ucapan tersebut akan diterimanya dengan baik. Namun jika sekiranya apa yang dibicarakan orang lain itu tidak bermanfaat, maka ia akan membuangnya pada sampah kata yang dia sediakan.

Melakukan hal lain dibanding harus menggosipkan hal yang tidak penting

Waktu adalah salah satu hal yang sangat penting bagi wanita yang memiliki kepercayaan diri yang baik. Mereka akan memilih untuk melakukan hal yang lebih penting dibandingkan dengan menggosipkan hal tidak penting dan tidak memiliki manfaat untuk dirinya. Wanita tipe ini memiliki topik yang menarik untuk diperbincangkan. Dan topik yang dimiliki tentunya adalah topik yang cerdas untuk diperbincangkan dibanding dengan topik gossip yang tidak ada manfaatnya.

Mempertahankan standar yang dimilikinya, ini adalah salah satu bentuk sikap teguh pendirian yang dimiliki

Wanita yang percaya diri memiliki keyakinan yang sangat kuat akan kenyataan yang akan berpihak padanya. Apapun yang terdjadi, wanita tipe ini tidak akan rela menurunkan standarnya. Apa yang sudah diyakininya dari awal tidak akan mudah goyah. Wanita yang percaya diri selalu mematok hal sesuai dengan kemampuannya, dan dengan kemampuannya itu wanita ini harus dapat mencapai standarnya,

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bagaimana Facebook Membuat Kawanmu Jadi Merasa Paling Benar Sendiri

Ada satu waktu dimana kamu benar-benar bingung menghadapi temanmu di facebook. Dia nampak begitu keras kepala membela salah satu tokoh politik yang didukungnya. Membela kelompok tertentu mati-matian dan seolah tak pernah tahu informasi busuk tentang kelompok yang dibelanya tersebut.

Komentarmu selalu dimentahkan dan disalahkan olehnya. Dia justru selalu bilang kamu yang keras kepala dan tak mau menerima informasi yang benar. Perdebatan pun menjadi terbuka dan ujungnya ketika terjadi eskalasi, menekan tombol unfriend terlihat jadi pilihan yang realistis.

Pernah penasaran kenapa kawanmu begitu ngotot dengan pendapatnya? Apa dia tak pernah membaca informasi yang selama ini kamu baca? Nah, ternyata sikap tertutup tersebut juga dipengaruhi oleh bagaimana Facebook bekerja mengelola informasi. Seperti apa? Yuk kita simak secara perlahan.

Hanya Sedikit Dari Kawanmu Yang “Bisa” Melihat Postingmu

Hal pertama yang perlu Kamu pahami bahwa dari seluruh jumlah daftar temanmu tidak semuanya melihat posting terbarumu. Jadi seheboh apapun kamu membagikan status, foto atau video kemungkinan besarnya tidak muncul di timeline kawanmu ketika dia membuka facebook.

Dari beberapa hasil penelitian hanya kurang dari 35 persen jumlah kawanmu yang pernah menyaksikan status yang kamu buat. Bahkan sebagian penelitian lain menyebut angka ini bisa lebih kecil lagi hanya kurang dari 20 persen. Artinya apa? Jika kawan facebookmu ada 100 hanya 20 orang diantaranya yang melihat posting kamu. Kenapa demikian?

Siapa Yang Bisa Melihat Siapa, Ditentukan Oleh Algoritma Facebook

 

Ini dia kuncinya. Facebook tidak menampilkan lini masa sesuai dengan kronologi waktu saja. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini menyusun program Algoritma matematis untuk menentukan siapa saja yang muncul di lini masa kamu. Dan sebaliknya, posting kamu juga tidak muncul sembarangan di lini masa siapa saja.

Tidak ada penyataan resmi tentang bagaimana perhitungan algoritma ini. Namun yang pasti, hal yang paling menentukan adalah bagaimana kamu berinteraksi dengan kawanmu yang ada di daftar pertemanan.

Semakin sering kamu memberikan like, berkomentar, membuka profilnya, berkirim pesan pribadi, maka semakin sering kamu akan melihat postingnya. Sementara buat mereka-mereka yang menjadikanmu teman tapi tak pernah berinteraksi, tentunya tidak akan pernah melihat unggahanmu bahkan cenderung lupa dan menganggapmu tak lagi ada.

Facebook Memanjakanmu Dengan Hanya Menampilkan Informasi Yang Kamu Senangi Saja

Pola seperti ini diterapkan tak hanya soal hubungan pertemanan tapi juga pada hal lainnya. Facebook melayani apa yang kamu suka dan hanya akan memberikan informasi yang menurut facebook kamu sukai saja.

Ambil contoh tokoh politik A. Kawanmu  suka dengannya, kemudian membaca informasi yang memberikan kabar baik tentang orang tersebut. Algoritma Facebook akan membaca bahwa kawan kamu tersebut senang dengan tipe informasi semacam itu. Hasilnya lini masanya hanya dipenuhi oleh informasi tentang kebaikan orang tersebut saja.

Sebaliknya kamu sering membaca informasi yang kritis terhadap tokoh A itu. Algoritma facebook akan membaca bahwa kamu senang dengan informasi yang kritis dan negatif terhadap tokoh A. Maka jangan heran kalau kemudian lini masamu akan dibanjiri informasi yang kontra terhadap A.

Algoritma Facebook Membuatmu Sulit Untuk Menerima Informasi Secara Berimbang

 

Kondisi seperti di atas tentunya akan menyulitkanmu menerima informasi yang berimbang. Di kasus kawanmu, dia jarang disajikan tautan informasi tentang informasi negatif tokoh si A tadi.

Hasilnya dia akan makin menyukai si A, dan berinteraksi dengan postingan dukungan terhadap si A. Algoritma facebook akan bertambah menilainya sangat menyukai tokoh si A. Maka dia akan makin banyak menerima informasi dukungan ke si A.

Sementara kamu sebaliknya. Kebencianmu terhadap si A membuatmu berinteraksi dengan berita negatif si tokoh A. Facebook membaca bahwa kamu senang dengan informasi negatif si A. Secara otomatis kamu akan makin banyak menerima informasi negatif tentang si A.

Fenomena ini terus berlangsung berulang dan makin membesar. Hingga akhirnya kawan kamu tak lagi pernah menerima informasi kritis tentang si tokoh A tersebut, dan kamu sama sekali tak pernah menerima informasi positif tentangnya.

Kamu Jadi Hanya Punya Satu Sisi Kebenaran

smartphone pemisah

Efek negatif dari hal tersebut, secara psikologis kamu hanya akan punya satu sisi kebenaran. Karena selama ini sudah dimanjakan oleh informasi sepihak yang disodorkan facebook padamu.

Informasi dukungan terhadap tokoh si A, dijadikan kawanmu sebagai menara gading yang sangat megah. Sementara di sisimu penolakanmu akan semakin kuat. Matamu dan mata kawanmu jadi tertutup dan menjadikan itu satu-satunya kebenaran.

Kamu Jadi Sulit Menerima Informasi Yang Berseberangan

Dengan Kondisi mental seperti itu, setiap ada kajian atau informasi kritis tentang tokoh A akan disikapi kawanmu sebagai perlawanan terhadap apa yang dia yakini sebagai kebenaran. Dia jadi tak terbiasa lagi berpikiran terbuka dan mencoba mendengarkan apa informasi kritis tentang tokoh tersebut.

Hal sebaliknya juga terjadi di kamu. Informasi positif tentang si tokoh akan selalu kamu anggap sebagai informasi yang mengada-ada. Dan kamu pasti menolaknya mentah-mentah.

Bencana Dimulai Ketika Kamu Akhirnya Bisa Melihat Posting Kawanmu

edit tulisan dengan kawan

Namun lantas kalau kita sedemikian berbeda referensi dan kesukaan, kenapa kita bisa terlibat debat dengan salah seorang kawan di facebook? Kenapa dia bisa melihat postingmu dan kamu bisa melihat postingnya?

Coba bayangkan sebuah skenario. Kamu dan kawanmu adalah alumni satu SMA yang sama. Kemudian ada acara reuni dan diunggahlah foto bersama di acara tersebut. Kamu dan kawanmu itu ditag secara bersama. Kamu memberikan suka pada foto tersebut, kawanmu juga.

Kejadian serupa ini bisa terjadi di berbagai skenario. Bisa saja kalian tergabung di satu komunitas group yang sama. Atau kalian menyukai satu kawan yang sama dan sama-sama berinteraksi di postingan orang lain tersebut.

Setelah itu terjadi, Algoritma Facebook akan menilai kamu dan kawanmu itu punya kesamaan dan menyukai hal yang sama. Mulai lah kamu disajikan posting kawanmu itu tentang dukungan terhadap tokoh A.

Sayangnya dia yang selama ini hanya mendapat informasi sisi positif si A, jadi harus bertemu denganmu yang selama ini hanya terpapar informasi soal berita negatif dan kritis terhadap si A. Kalian berdua sama-sama hanya punya segudang informasi yang berat sebelah. Terjadilah perdebatan dan saling tuduh bahwa masing-masing buta terhadap kebenaran.

Gawatnya Tak Cuma Facebook, Informasi Di Internet Kini Didikte Oleh Algoritma Dan Artificial Intelligence

Nah, hal yang “memprihatinkannya” cara kerja penyajian informasi menggunakan algoritma ini tidak hanya diberlakukan oleh facebook. Nyaris semua perusahaan besar internet berlomba-lomba “memahami” penggunanya dan menyajikan informasi yang hanya disenangi penggunanya saja.

Instagram yang dulu hanya menggunakan kronologi waktu, kini sudah menerapkan sistem algoritma ketika dibeli facebook. Sewaktu kamu menonton dan menyukai sebuah tayangan di youtube, maka niscaya kamu hanya akan diberikan rekomendasi video youtube yang serupa.

Begitu juga dengan musik, dimana apple music, spotify dan tayangan streaming lain mencoba “menebak” musik favorit penggunanya. Situs-situs jual beli juga melakukan hal ini. Bahkan hasil pencarian google pun sudah lebih dulu menggunakan sistem personalisasi macam ini, jika kita melakukan pencarian dalam keadaan login.

Hasilnya? Kamu dan kawanmu akan menjadi orang-orang yang merasa paling benar sendiri, karena hanya menerima informasi yang berat sebelah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Tak Perlu Takut Dengan Orang Arogan, Ini Cara Menaklukannya

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kalimat ‘orang arogan’? Sifat keras, suka marah-marah, berbicara kasar, main bentak atau bahkan memukul. Baru membayangkannya saja mungkin kamu sudah kesal, atau mungkin kamu sedang menghadapi orang seperti itu saat ini.

Sebenarnya sifat arogan adalah sifat situasional, biasanya sifat arogan ini timbul justru dimiliki oleh orang yang memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Mereka tidak bisa mengeluarkan isi kepalanya, tetapi memaksa orang lain paham apa inginnya. Yang membuatnya menjadi arogan adalah pengendalian emosinya yang tidak baik, dan biasanya ada beberapa faktor yang juga menjadi pemicu sifat tersebut muncul.

Setelah melakukan penelitian bertahun-tahun para peneliti menemukan penyebab kenapa orang cerdas yang tak dewasa secara mental punya kecenderungan menjadi arogan. Shane Frederick dari Yale University salah satu yang melakukan penelitian ini. Ia menemukan bahwa mereka yang “merasa” cerdas, cenderung tak berpikir rasional.

Hal ini disebabkan mereka cenderung berpikir cepat dan terbiasa benar sehingga menjadi bias dalam menerima pendapat orang lain. Jadi terkadang sulit berpikir rasional ketika memecahkan masalah karena terlalu percaya diri.

Para Psikolog dari James Madison University dan University of Toronto juga menemukan hal yang kurang lebih serupa. Orang-orang dengan IQ tinggi punya kecenderungan memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Hal ini karena mereka selalu mudah dalam berpikir dan sulit menerima kenyataan kalau orang lain perlu waktu untuk mempelajari sesuatu.

Nah menyebalkan memang jika kita harus menghadapi manusia seperti itu, dan terkadang kita tidak bisa menghindari situasi yang mengharuskan kita berhadapan dengan orang yang arogan. Tapi selain IQ, hal lain yang menentukan juga adalah kecerdasaan emosi alias EQ. Karena itu kita dengan tingkat kecerdasaan emosional tinggi inilah yang bisa mengimbangi tingkat arogan mereka. 

Tak Perlu Seperti Mereka, Kita Jangan Langsung Menghakiminya

Ketika kita terjebak dalam situasi menghadapi orang yang arogan, pasti ada keinginan untuk menghindar atau bahkan pergi jauh-jauh daripada harus berurusan dengan orang yang arogan. Mungkin akan terbesit pemikiran bahwa akan percuma saja menghadapi orang yang arogan.

Salah satu cara supaya kamu bisa mengendalikan dirimu menghadapi orang yang arogan adalah dengan mengetahui bahwa sifat adalah kumpulan yang didasari oleh aksi dan reaksi suatu hal. Mungkin sikap arogansinya dia karena dia tidak bisa mengendalikan diri di saat situasi tertentu. Atau bahkan bisa jadi sifatnya itu muncul karena ada traumatik di masa kecilnya.

Tak Mudah Memang, Tapi Coba Dengar apa maunya

Untuk mendengarkan orang yang arogan memang butuh ekstra hati yang kuat dan lapang, karena otomatis ketika dia berbicara akan ada nada yang naik beberapa oktaf dibandingkan dengan orang biasa. Tapi kalo kamu ingin dia takluk, mendengarkan justru cara jitu yang harus kamu lakukan agar kamu tau apa maunya, sebenarnya apa yang ingin dia sampaikan, setelah kamu mengetahui kamu akan lebih paham lagi apa yang sebetulnya jadi hal yang membuat sifat arogannya muncul.

Biarkan dia berbicara sampai selesai, jangan memotong apa yang dia bicarakan, supaya kita bisa benar-benar paham inginnya dan kita juga tau apa yang dia mau. Ya hitung-hitung kamu belajar menjadi pendengar yang baik juga kan.

Karena Kamu Cerdas Secara Emosi, Pertahankan Jangan Sampai Emosimu Terpancing

Menyebalkan memang kalau ada orang yang dengan seenaknya marah-marah tanpa sebab yang jelas, ataupun jika ada sebabnya dengan cara yang tidak menyenangkan. Sebagai orang yang menghadapi sifat arogan dari seseorang kita justru jangan mudah tersulut emosi. Karena ketika kita menanggapi sifat arogansinya dengan amarah pula, yang terjadi justru akan menurunkan kredibilitas kita sendiri. Terlebih lagi saat emosi, biasanya fokus terhadap persoalan yang sesungguhnya menjadi kabur karena kita lebih fokus terhadap konflik semu yang diciptakan oleh manusia yang menyebalkan

Yuk Respon dengan Sifat yang Sebaliknya

Curhat Terselubung

 

Setelah  mengikuti beberapa tahap di atas, kita tetap harus merespon perkataannya ketika selesai. Namun yang berbeda adalah respon yang kita berikan adalah respon yang lembut dan juga friendly, jangan tunjukkan ekspresi kesal meskipun sebenarnya rasanya mau melempar dia dengan bantal. Respon yang lembut dan juga friendly ini bukan tanda bahwa kita terima dengan perlakuannya loh. Respon itu justru kita tunjukkan bahwa kita mendengarkan dia meskipun dengan marah, apalagi jika dia berkata dengan sangat lembut. Disela respon kamu juga bisa menyampaikan solusi yang kamu punya atas hal yang menjadi masalah di sana.

Pada Akhirnya Memang Tak Perlu Terlibat Pembicaraan Panjang

otak

Tidak dipungkiri memang melelahkan jika kita selalu menghadapi orang yang sombong dan selalu marah-marah. Cara yang paling aman dan bisa kamu lakukan hindari obrolan yang terlalu lama, atau hindari kontak yang sering dengan dia. Menghindari pembicaraan bukan berarti kita takut tetapi memberi tempat pada orang yang menyebalkan dan melukai hati akan memancing emosi, marah, dan membuat kita terjebak dalam konfrontasi tidak penting. Jadi jika tidak ada kepentingan yang cukup mendesak, sebisa mungkin hindari perbincangan dengannya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top