Feature

Karena Situasi Darurat Datangnya Tak Terduga, Itulah Mengapa Pengetahuan Soal CPR Sangat Berguna

Situasi darurat sering datang tanpa diduga-duga. Bisa saja saat kamu berjalan, tiba-tiba di sampingmu ada orang yang jatuh tak sadarkan diri. Kamu pun merespon dengan memanggil nama, tapi yang kamu temukan malahan sepertinya orang yang pingsan itu terlihat tak bernapas. Jika situasinya demikian, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?

Kebanyakan orang cenderung panik, tapi ada juga yang diam saja dan akhirnya hanya menonton tanpa berbuat apa-apa. Ada juga yang memilih memanggil orang lain dibanding refleks mengecek kondisi korban. Padahal, pemberian pertolongan pertama sangat dianjurkan dalam situasi tak terduga semacam itu.

Terlebih kamu yang berada di lokasi dan melihat kejadian secara langsung, saat itulah sejatinya kamu yang dianggap tepat untuk memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang. Hanya saja, masih banyak yang awam dalam memberikan pertolongan pertama. Jika korban saat itu terlihat tak mengeluarkan napas, melakukan CPR sangat dianjurkan. Nah kamu sendiri pernah mendengar apa itu CPR?

Belum lama ini, menyambut Hari Jantung Sedunia, Philips Indonesia pun menghelat forum diskusi dan pelatihan CPR yang bertema “Semua Orang Bisa Bantu Selamatkan Nyawa”. Lewat acara tersebut, sejumlah awak media dan blogger diajak untuk menyadari betapa pentingnya peran CPR dalam meningkatkan harapan hidup seseorang yang terjebak situasi darurat.

Di Indonesia, CPR Masih Terdengar Asing Untuk Masyarakat Awam, Karena Itu Kamu Perlu Tahu Agar Menambah Wawasanmu Mengenai Pertolongan Pertama

Cardio Pulmonary Resucitation (CPR) atau dalam bahasa Indonesia biasanya disebut Resusitasi Jantung Paru adalah bentuk pertolongan pertama yang sejatinya bisa dilakukan semua orang demi menyelamatkan nyawa seseorang.

CPR sendiri merupakan teknik penyelamatan hidup yang berguna untuk banyak keadaan darurat termasuk serangan jantung dan situasi dimana seseorang hampir tenggelam. Untukmu yang masih awam, jika ada pelatihan khusus CPR, sangat dianjurkan agar kamu ikut kegiatan tersebut. Bukankah memiliki pengetahuan jauh lebih bermanfaat daripada tidak melakukan tindakan apa pun?

CPR Tidak Bisa Sembarangan Dilakukan, Hanya Mereka yang Sudah Terlatih dan Bersertifikat yang Mendapat Perlindungan Hukum Saat Melakukan CPR

Nyatanya mempraktikkan CPR memang dianjurkan untuk mereka yang sudah terlatih dan bersertifikat. Mengapa demikian, hal ini lantaran jika dilakukan oleh orang yang belum terlatih justru akan meningkatkan risiko cedera pada korban dan memperparah keadaan korban. Hal ini disampaikan langsung oleh Vani Purbayu, seorang tenaga ahli dari kelompok medis Medic One Indonesia. “Kalau seseorang sudah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikasi maka ia dapat melakukan CPR dengan teknik yang benar serta mendapat perlindungan hukum yang kuat,” katanya.

Meski demikian, jika dalam situasi darurat tersebut tak ada orang yang bersertifikasi CPR, bukan berarti masyarakat umum tidak boleh menolong, kalau ada salah satu yang pernah belajar CPR dan mengerti tekniknya, mereka tetap boleh melakukan CPR tapi perlindungan hukumnya tidak ada. Nah untukmu yang masih awam, mungkin kamu perlu membaca tahapan-tahapan umum yang perlu dilakukan saat hendak memberikan bantuan CPR.

Saat Kamu Hendak Menolong Seseorang, Terpenting Adalah Mengecek Keadaan Sekitar

Mengecek keadaan sekitar korban itu penting dan vital. Hal ini mengantisipasi adanya sesuatu yang mengancam keselamatan penolong, korban, dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Karenanya, jika kamu menemukan ada korban yang tiba-tiba tergeletak, pastikan dulu kondisi di sekitarnya aman atau tidak. Karena kalau kamu memaksa ingin menolong korban tanpa memastikan situasi aman, dikhawatirkan justru kamu ikut jadi korban.

Coba Untuk Bangunkan Korban dan Mengecek Hembusan Nabas Adalah Langkah Selanjutnya

Orang jatuh tergeletak tak melulu ia langsung pingsan. Bisa saja kondisinya melemah tapi dia masih kondisi setengah sadar. Itulah mengapa penting sekali kamu sebisa mungkin mencari responnya dengan memanggil, menepuk pundak, atau mencubit lengan.

Satu hal yang penting yaitu jika korban masih bisa merespon panggilanmu, maka CPR tidak perlu dilakukan. Karena sudah jelas, dia masih bisa bernapas. Namun jika dia tidak merespon tapi masih bernapas, maka hal yang perlu dilakukan adalah memberi CPR.

CPR Tak Berarti Asal Menekan Dada Korban, Cek Napas Adalah Fase Dasar yang Wajib Dilakukan  

Pentingnya mengecek kondisi korban bisa dilihat dengan mengecek hembusan napasnya. Penolong harus melakukan dengan menghitung selama 10 detik dengan jeda waktu yang tepat. Jika kamu yang bertindak sebagai penolong, usahakan untuk tidak panik. Karena biasanya orang panik akan membuat hitungan yang meleset.

Sebelum Melakukan CPR, Sebaiknya Kamu Meminta Pertolongan Pada Orang-orang Di Sekitarmu Untuk Menelpon Tim Medis

 Jika korban tak bernapas dan kamu mengerti soal CPR, jangan terburu-buru melakukan CPR. Tapi sebaiknya adalah meminta bantuan orang lain untuk menelpon ambulans dan mencarikan alat AED (Automated External Defibrillator) jika ada.

Untukmu yang Merasa Telah Tersertifikasi, Maka Tak Perlu Ragu untuk Melakukan CPR Saat Situasi Darurat

Sambil menunggu petugas medis dan alat AED datang, maka bagi kamu yang sudah bersertifikat telah mengikut pelatihan CPR bisa langusung mempraktikkan CPR kepada korban. Pertama, kamu harus membuka baju korban terlebih dahulu. Hal ini agar memudahkan penolong untuk melakukan kompresi dada. Kompresi tersebut dilakukan di bagian tengah dada. Caranya:

  1. Gunakan empat jari (dua jari kanan dan dua jari kiri; telunjuk dan jari tengah) untuk menentukan posisi tulang lunak yang ada di bagian tengah dada. Pengukuran dimulai dari bagian bawah leher hingga ke bagian tengah dada yang selanjutnya letak perlakuan kompresi bisa langsung ditemukan.
  2. Kemudian lakukan kompresi sebanyak 30 tekanan dengan total 5 siklus (150 tekanan) dengan diselingi dua kali nafas buatan per siklus. Saat memberikan nafas buatan, dagu korban harus dinaikkan agar membuka jalur saluran nafas.
  3.  Penolong tak boleh lalai untuk rutin mengecek dada korban saat sedang memberikan nafas buatan untuk mengetahui apakah korban sudah bernafas atau belum. Bahkan ketika bantuan AED datang, penolong harus tetap melakukan CPR tanpa berhenti meskipun ada orang lain yang memasangkan alat AED ke tubuh korban. Alat AED harus terpasang dengan tepat agar aliran listrik yang disalurkan oleh alat ini bisa sampai langsung ke jantung korban.
  4. Sesudah pads AED terpasang, maka jauhkan kontak fisik antara korban dan penolong karena AED akan melakukan analisa irama jantung. Dengarkan baik-baik setiap AED memberikan instruksi.
  5. Pertolongan dengan alat AED bisa dilakukan oleh dua orang. Satu orang bertugas untuk melakukan kompresi dan sisanya bertugas untuk memberikan bantuan pernafasan. Ikuti setiap instruksi dari AED sambil menunggu petugas medis datang.
  6. Selanjutnya, ketika korban sudah sadar sebelum petugas medis datang, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan membalikkan tubuh korban ke arah kanan penolong dengan mengunci kaki bagian kanan dan tangan bagian kanan. Lalu, tanyakan pada korban mengenai identitas, kondisi korban dan jelaskan tindakan awal apa saja yang telah dilakukan sebelum tim medis tiba.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kebiasaan Mager Itu Tak Baik, Sebab Badan Jadi Rentan Sakit dan Stamina Jadi Tak Enerjik

Sering dengar kata mager ‘kan? Satu kata ini suka jadi alasan singkat kenapa orang enggan beranjak dari posisinya. Satu kata yang merupakan akronim dari ‘malas gerak’ ini memang cukup ampuh jadi alasan. Misalnya, saat akhir pekan ibumu meminta ditemani ke pasar sebentar, tapi dengan singkat kamu jawab kalau sedang mager. Kamu pun memilih tiduran di rumah dibanding menemani ibumu.

Tahukah kamu, sering mengucapkan kata ‘mager’ ternyata memicu munculnya mood suntuk lho. Kalau sudah suntuk, tubuh pun jadi rentan ngantuk. Bukannya berusaha mengusir rasa mager, kamu malah mengikuti kata hati untuk berlama-lama berdiam diri di atas kasur. Hati-hati, karena ternyata bahaya kesehatan mengintai kamu yang hobi mager.

Tekanan Darah Tinggi Mengancam Kamu yang Enggan Meningkatkan Produktivitas Diri

Sejatinya kamu harus bersyukur kalau badan terasa lelah usai bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Itu artinya kamu memang produktif. Lain halnya jika kamu justru kurang gerak. Ya, badan yang jarang digerakkan akan membuat sirkulasi darah jadi tak lancar dan tidak teratur. Akibatnya, tekanan darah pun bisa naik. Kondisi semacam ini kalau dibiarkan berlama-lama maka sejumlah penyakit seperti stroke hingga masalah ginjal pun bisa jadi akan menyerangmu. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Jika kamu merasa kurang gerak, mulailah aktif dan jangan malas berolahraga ya!

Metabolisme dalam Tubuh Jadi Lambat, Akibatnya Obesitas pun Datang Lebih Cepat

Selain aktivitas jadi tidak produktif, kebiasaan mager yang berlebihan ternyata bisa mengganggu metabolisme tubuh. Umumnya, orang dengan segudang aktivitas cenderung terlihat fit bukan? Hal ini lantaran setiap gerakan yang dilakukan oleh tubuh membantu sistem pencernaan agar dapat menjalankan proses metabolisme sebaik-baiknya. Sementara kalau kamu mager, tubuh pun akan benar-benar kurang gerak sehingga metabolisme tak berjalan dengan maksimal. Akibatnya, lemak-lemak pemicu obesitas pun siap mengintai badanmu.

Malas Gerak Bisa Picu Stres. Masih Muda Kok Rentan Depresi? Bahaya Lho!

Fakta menunjukkan jika bergerak secara aktif ternyata ampuh menurunkan tingkat stres seseorang. Pekerjaan mungkin membuatmu stres, tapi jangan sampai kamu kurang gerak ya! Apalagi saat akhir pekan, lebih baik gunakan waktumu untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat. Kenapa? Kalau kamu hanya berdiam diri di kamar alias mager, beban masalah bukannya hilang tapi yang ada kamu malah tambah stres.  Bahkan hal itu bisa jadi pemicu tubuh jadi rentan terkena gangguan kesehatan lainnya.

Percaya Atau Tidak, Malas Gerak pun Memicu Osteoporosis

Intinya bagimu yang selalu bangga dengan hobi mager-mu itu, kamu harus berhati-hati dari sekarang. Kurang gerak ternyata tak baik untuk kesehatan tulang. Malas gerak tercatat dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang alias osteoporosis lebih cepat. Masa iya masih muda tapi kesehatan tulangmu tidak terjaga? Mulai sekarang, lebih sering gerak yuk kawan!

Selain Mengganggu Metabolisme Tubuh, Kamu Pun Jadi Sulit Tidur Pada Malam Hari

Coba kamu bandingkan, lebih enak mana, tidur malam setelah melewati hari yang penuh dengan aktivitas atau tidur malam dengan kondisi sebelumnya dimana kamu hanya berbaring terus sepanjang hari? Kualitas tidurmu jelas akan kurang dibanding dengan mereka yang memilih menepis rasa mager. Kamu perlu tahu, dengan aktif bergerak kamu akan terbebas dari gangguan tidur. Sementara yang lebih suka mager, bisa dipastikan akan lebih piawai begadang dan bangun siang. Kalau sudah begini, produktivitas pun jadi semakin kacau bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Hanya Galau, Patah Hati Bisa Bikin Kamu Pegal Linu

Putus cinta tak pernah terasa mudah. Sejatinya hal yang membuat kita sulit lepas dari bayang-bayang mantan adalah kenangan bersamanya. Meski katanya perempuan jadi pihak yang akan menderita atas berakhirnya hubungan, peneliti dari Universitas Binghamton, Amerika justru menemukan hal sebaliknya. Sebagaimana yang telah diteliti oleh Craig Morris, salah satu ahli biologi evolusi dari universitas tersebut, putus cinta memang bisa membuat seorang perempuan merasakan sakit dalam hal emosi yang lebih parah daripada laki-laki. Akan tetapi, itu semua hanyalah sementara. Namun ada hal lain yang jauh lebih menarik daripada sekedar rasa sakit hati yang kamu mungkin derita. Karena tak hanya masalah emosi saja, beberapa hal aneh akan terjadi pada tubuhmu pasca putus cinta. Termasuk pegal linu yang tiba-tiba menyerbu seluruh tulang di tubuh.

Bersumber Dari Rasa Kecewa Yang Ada, Malam Setelah Putus Cinta Ada Kecemasan Yang Datang Secara Berlebihan Bahkan Membuatmu Insomnia

Salah satu studi dari beberapa orang ahli, efek dari putus cinta hampir sama dengan seseorang yang kecanduan kokain. Kehilangan tentu membuat kita bertanya-tanya, mengapa dia yang kemarin bilang cinta, bisa pergi begitu saja? Belum lagi ketakutan tidak akan menemukan orang yang seperti dirinya kadang membuat kita merasa cemas berlebihan. Alhasil pola tidur yang kita punya akan berantakan, kalau sudah begitu pun kesehatan tubuh ikut terganggu. Kehilangan memang membuat kita merasa gelisah dengan porsi yang kadang berlebihan yang sering berujung pada gangguan kesehatan. 

Hingga Pada Beberapa Masalah Kulit Yang Tiba-Tiba Saja Menghampiri Wajah

Konon jatuh cinta katanya sering ditandai dengan beberapa jerawat di wajah, dan ternyata putus cinta juga mendatangkan hal yang sama. Masih berhubungan dengan susah tidur dan cemas yang berlebihan, wajar memang jika tiba-tiba wajah kita akan ditumbuhi beberapa jerawat. Karena stres dan susah tidur dengan durasi yang panjang, membuat tubuh dan sel kulit kita ikut lelah. Hasilnya semua ini akan menimbulkan jerawat di wajah hingga kesehatan rambut yang juga terganggu.

Lebih Parahnya Lagi, Organ Tubuh Sekitar Dadamu Sering Terasa Nyeri Dan Kerap Berujung Pada Serangan Jantung

Sindrom yang diberi nama Brokenheart ini memang hadir dengan efek samping yang berbeda-beda. Bahkan tak tanggung-tanggung, kegelisahan ini bisa merenggut nyawa. Sebagaimana yang telah diutarakan oleh Dr. Graham, pensiunan spesialis jantung yang kini menjabat sebagai ketua Sexual Advice Association di London, Inggris. Kaum perempuan lebih berisiko mengalami kematian tak lama setelah patah hati. Tapi dalam jangka waktu lama, lebih banyak laki-laki yang meninggal karena serangan jantung akibat dari patah hati ketimbang kaum hawa. Hal itu karena gaya hidup para laki-laki itu menjadi tidak teratur pasca putus cinta. Dan kehilangan orang yang dicintai sering menempatkan kita jadi seseorang yang beresiko terkena serangan jantung 6 kali lebih besar lagi.

Bisa Membuatmu Kehilangan Nafsu Makan Atau Malah Tak Kuasa Menahan Hasrat Untuk Makan, Hingga Akhirnya Berpengaruh Pada Berat Badan

Untuk efek yang satu ini nampaknya memang lebih banyak menyerang kaum hawa. Kita bisa melihatnya pada orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dirinya yang tadinya punya pola makan yang baik berubah jadi seseorang yang tak nafsu untuk makan. Atau sebaliknya, dia yang tadinya sangat ketat dalam hal menjaga pola makan menjelma jadi manusia si pemakan segalanya. Debra Smouse, salah seorang pakar hubungan mengatakan bahwa “Seolah-olah memang ada hubungan antara perut dan hati kita. Ketika makanan masuk melalui bibir, hal itu seakan mengirimkan rasa sakit pada tubuh. Kita merasa sangat kesulitan untuk menelan. Kita memaksa diri untuk makan sesuatu, dan disaat bersamaan nafsu makan tak ada sama sekali,” Tak hanya itu saja, kadang putus cinta juga membuatmu tak bisa mengontrol nafsu untuk terus makan sebagai pelarian dari kekecewaan hingga akhirnya menambah berat badan.

Dan Percaya Atau Tidak, Putus Cinta Membuatmu Gampang Merasa Nyeri Pada Otot Hingga Pegal Linu

Untuk hal yang terakhir mungkin sering menyerang kita, hanya saja kita mungkin tak sadar. Berpikir bahwa tubuh sedang lelah, bisa jadi nyeri otot dan pegal linu yang kamu derita dikarenakan putus cinta. Kondisi jiwa yang tertekan membuat kita lebih mudah mengalami cedera daripada biasanya. Bersamaan dengan stres yang menyerang tubuh dan pikiran kita, kejang pada otot mungkin sering kali muncul. Sehingga otot yang berkontraksi menyebabkan rasa sakit dan nyeri di berbagai bagian tubuh yang sering berakhir dengan linu. Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri atas apa yang sedang terjadi. Sebaliknya mulailah berdamai dengan hal-hal yang mungkin akan kamu hadapi. Karena konon untuk sampai pada cinta yang sejati, kita harus mengalami patah hati hingga beberapa kali. Galau dan sakit hati adalah sesuatu yang wajar dan sah, tapi tetap berdiam diri dalam sakit hati bukanlah sesuatu yang harus kamu lakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Karena Kecerdasan Anak Dibentuk Dari Makanan Yang Dikonsumsi Sang Ibu Saat Mengandungnya

Orangtua  mana yang tak mau jika memiliki anak yang cerdas? Siapa pun itu orangnya, tentu saja memiliki keinginan yang sama. Akan tetapi sebagian besar orangtua, masih berpikir bahwa kecerdasan anak lahir dari faktor keturunan atau bisa dikembangkan nanti ketika ia sudah mulai sekolah.

Padahal, kecerdasan si kecil sudah bisa kita kembangkan bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.  Tak perlu berpikir sang ibu mesti melakukan berbagai macam hal yang terbilang sulit dan mustahil. Ibu hamil bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan bergizi demi mendapatkan anak yang cerdas.

 

Tak Perlu Diragukan Lagi, Dengan Omega-3 Yang Berlimpah Ikan Memang Wajib Masuk Dalam List Makanan Ibu Hamil

Jargon “Tidak makan ikan saya tenggelamkan” dari Menteri Susi Pujiastuti, tentu jadi kata yang sudah biasa kita dengar. Dan tak hanya sembarang ucapan saja, faktanya ikan memang jadi salah satu makanan baik yang akan membentuk kecerdasan seseorang.

Ikan laut seperti salmon, tuna dan makarel memang memiliki asam lemak omega-3 yang tak perlu diragukan lagi. Dimana semua kandungan itu berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan janin dan pembentukan perkembangan otak miliknya. Jadi tak heran jika Kementerian Kelautan kita saat ini, sangat gencar menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi ikan.

Tapi ibu hamil juga perlu untuk memerhatikan jenis ikan yang dikonsumsi. Karena ikan yang hidup di perairan tercemar tentu akan berdampak buruk pada kesahatan. Selain itu hindari pula untuk mengonsumsi ikan mentah, masaklah hingga matang.

 

Lalu Ada Telur Lengkap Dengan Protein Yang Akan Membantu Pembentukan Otak Si Kecil Nantinya

Tanpa perlu bersusah payah untuk mencari, salah satu makanan baik untuk kecerdasan otak janin ada dekat dengan kita. Selain memiliki protein yang tinggi, telur juga kaya akan asam amino kolin yang sangat baik untuk perkembangan otak janin.

Namun sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh American Heart Association, setiap orang sehat hanya disarankan untuk memakan satu butir telor sehari. Namun jika dokter menyarankan, untuk mengonsumsi telur lebih dari satu untuk alasan medis. Tak apa jika ibu hamil mengikuti anjuran tersebut, agar bayi dapat tetap bertumbuh dan berkembang dengan baik. Selama kadar kolestrol dalam telur tersebut tidak melebihi 300 mg, tentu ini masih dalam kadar wajar.

 

Kemudian Ada Rangkaian Berries Yang Bisa Meningkatkan IQ Si Kecil, Bahkan Sejak Dalam Kandungan

Meski tidak terlalu populer sebagai buah-buahan yang dijadikan santapan makan. Faktanya rangkain buah berries, seperti Blackberry, blueberry, strawberry dan raspberry, yang mengandung fitokimia yang bermanfaat untuk bertindak sebagai antioksidan yang membersihkan tubuh dari radikal bebas yang merusak sel.

Tak hanya itu saja buah ini juga mengandung, karbohidrat, vitamin C, serat, folat dan cairan, yang tentu berperan aktif untuk meningkatkan IQ si kecil bahkan mulai dari kandungan.

 

Tak Hanya Bermanfaat Bagi Kecerdasan Otaknya Kelak, Yogurt Juga Jadi Salah Sumber Kalsium Yang Dibutuhkan Selama Kehamilan

Sumber kalsium tak hanya didapatkan dari susu, karena faktanya yogurt mengandung lebih banyak kalsium daripada susu. Kandungan kalsium ini tentu sangatlah dibutuhkan oleh ibu  yang sedang mengandung. Baik pula pada pertumbuhan tulang bayi yang masih dalam kandungan.

Dalam satu cup yogurt terdapat karbohidrat, kalsium, protein, vitamin B, serta zat besi yang akan membantu membentuk jaringan tubuh pada janin terutama pada saraf dan mata. Beberapa peneliti dari Inggris juga telah membuktikan bahwa rutin mengonsumsi yogurt selama masa kehamilan akan mengurangi resiko pneumonia pada janin, atau yang kita kenal dengan sebutan paru-paru basah.

 

Jangan Lupa Pula Penuhi Suplemen Prenatal Dari Asam Folat Lewat Sayur Bayam

Sumpelemen prenatal adalah sebutan untuk kebutuhan janin pada masa sebelum kelahiran. Dan berdasarkan salah satu temuan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, dinyatakan bahwa janin dari ibu hamil yang mengonsumsi asam folat 4 minggu sebelum kehamilan dan 8 minggu setelah kehamilan memiliki peluang sebanyak 40% akan terhindar dari gejala autis.

Asam folat juga dipercaya mampu membantu pembentukan awal otak dan sumsum tulang belakang bayi, membantu produksi DNA baru, dan untuk mengatur metabolisme sel. Dan sebagai sumber Asam folat yang cukup tinggi, ibu hamil bisa mengkonsumsi sayuran hijau. Namun yang lebih disarakan adalah bayam, brokoli dan kubis.

 

Dan Jika Tak Punya Alergi Terhadap Kacang Tanah, Ibu Hamil Juga Disarankan Untuk Mengonsumsinya

Pilihan lain untuk daftar jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil adalah kacang-kacangan. Tak perlu pusing, karena kita bisa mengonsumsinya dengan menjadikannya makanan ringan selama kehamilan.

Kacang-kacangan kaya akan protein, niasin, asam lemak, omega-3, dan asam folat. Bahkan juga mengandung  vitamin E yang sangat diperlukan diperlukan untuk mendukung fungsi DHA serta melindungi membran sel otak bayi dalam kandungan

Karena tak hanya supleman dan didikan yang diberikan orangtua yang akan mempengaruhi kecerdasan anak. Pemilihan makanan yang tepat dan sehat saat si kecil masih dalam kandungan  juga berpengaruh pada kecerdasannya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top