Tips

Karena Mewujudkan Mimpi Tak Pernah Bisa Sendiri

dellie pemanah

Memiliki mimpi adalah satu hal, tapi berusaha mewujudkannya adalah perkara yang lain. Yup, semua orang bisa jadi punya mimpi, alias tujuan yang dipendamnya dalam hati. Tapi tidak semua orang berani untuk melangkah ke next level demi mewujudkan impian tersebut.

Ketidak beranian ini muncul akibat kita sering salah memperlakukan mimpi kita sendiri. Hal paling sering adalah dengan berkata “nanti kalau…”. Banyak dari kita menunggu datangnya waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan dalam hidup. Misalnya, ingin punya usaha sendiri, nanti kalau tabungan sudah mencukupi atau nanti kalau sudah mapan di dunia pekerjaan.

Ini kekeliruan karena sesungguhnya “saat yang tepat” itu tidak akan pernah ada. Tidak ada waktu yang sempurna untuk mengejar mimpi. Akan selalu ada alasan untuk melihat bahwa waktunya bukan sekarang dan waktunya belum tepat.

Apalagi biasanya kita selalu beralasan mewujudkan mimpi itu nanti, kalau saya sudah jago, dan ahli di bidang itu. Padahal sesungguhnya, kita akan lebih banyak belajar jika kita terjun langsung dan praktek dibanding jika kita hanya belajar teori dan menunggu diri menjadi ahli. Karena itu sesungguhnya saat yang tepat itu adalah saat ini juga. Tidak menunda adalah jalan yang pas untuk memenuhi mimpi.

Kekeliruan lain yang sering kita lakukan adalah menjadikan mimpi itu milik sendiri. Percayalah jika mimpimu besar maka kamu akan membutuhkan hal-hal lain diluar dirimu untuk membawamu ke next level.

Seberapa pun Mandirinya Kamu, Sertakan Orang Tuamu Dalam Mimpimu

dellie

Kamu pasti kenal Dellie Threesyadinda, pemanah berparas cantik asal Indonesia. Prestasinya tak lagi bisa dianggap remeh, karena wanita berusia 25 tahun ini adalah peraih perak diajang World Cup Panahan di Inggris.

Ia memang berbakat alami, namun tak bisa dipungkiri dukungan orang tua berperan besar dalam karir olahraganya. Sang ibu, Lilies Handayani, merupakan orang pertama yang meraih medali pertama untuk Indonesia pada ajang Olimpiade pada tahun 1988. Cabang olah raga sang ibunda? Yup, panahan! Sementara Ayahnya adalah Deny Triyanto yang juga merupakan atlit panahan.

Dellie mengaku bahwa sedari bayi, ia sudah dibawa sang ibu ke lapangan panahan. Wajar jika kemudian ketertarikannya menjadi kuat pada cabang olahraga ini.

Bahkan hal yang bisa dianggap paling seru adalah pada tahun 2007 saat ia harus melawan ibunya sendiri di ajang Asia Grand Prix Iran. Kala itu ia harus puas kalah dari sang ibu, namun tetap bisa membawa pulang medali perunggu.

Bakatmu Mungkin Luar Biasa, Tapi Tanpa Mentor Kamu Tak Akan Menemukan Arah Yang Tepat

kejar mimpi

Dellie memang termasuk beruntung karena orang tuany sekaligus berperan sebagai mentornya. Namun tidak semua beruntung seperti dia. Joey Alexander misalnya yang sukses di ajang Grammy Awards kemarin. Anak berusia 12 tahun ini, memang punya skill yang luar biasa yang mampu membawanya ke level tinggi dunia.

Keberhasilannya disebut tak lepas dari peran Indra Lesmana sebagai mentornya. Ayah Joey yang merasa kemampuannya tak cukup untuk mendukung perkembangan sang anak, berusaha mencarikannya mentor terbaik. Disinilah Joey kemudian bertemu dengan Indra Lesmana.

Joey kecil sering duduk di samping Indra ketika musisi legendaris itu berada di atas panggung. Indra memberikan arahan dan pengalaman bagi Joey saat berada di depan orang banyak. Dengan bersandingan langsung, ia bisa menyerap dengan cepat ilmu musik jazz yang diturunkan oleh mentornya tersebut.

Bermimpilah Untuk Orang Lain, Maka Mereka Akan Jadi Pendukung Setiamu

jabat erat

Dellie Threesyadinda mengakui bahwa dulu tujuannya hanyalah prestasi individu belaka.

Namun belakangan ia mengalihkan fokusnya untuk orang lain. Ia berkeinginan membangun yayasan untuk memberikan beasiswa bagi atlit panahan yang berprestasi.

Tujuan lainnya adalah untuk makin mempopulerkan olahraga panahan di Indonesia. Dara kelahiran 1990-an ini menyadari kurang populernya cabang ini di negaranya sendiri. Maklum panahan masih dianggap olah raga mahal. Padahal menurutnya banyak klub yang menyewakan alat untuk atlit pemula dengan harga yang tidak begitu mahal. Karena itu ia berkeinginan mengkampanyekan olah raga panahan ini untuk orang banyak.

Lingkungan Fisikmu Harus Mampu Mendukung Mimpimu

dellie pemanah

Suka tidak suka, lingkunganmu harus bisa membawamu ke tingkatan berikutnya. Kita harus menyadari kapan lingkungan kita sudah terlalu kecil untuk menampung semua mimpi besar kita. Saat itulah kita harus “pindah”.

Penyanyi Anggun misalnya yang akhirnya memilih pindah ke Prancis. Ini bukan soal bahwa ia tidak cinta negara. Namun semata karena kemudahan urusan administrasi untuk mendukung mimpinya. Anggun menyebut, setiap 3 bulan sekali ia harus kembali mengurus visa jika ia tetap berisikeras tinggal di Indonesia. Tentunya akan jadi pengjambat mewujudkan mimpinya.

Joey Alexander juga diboyong dari Bali ke Jakarta untuk alasan yang sama. Sulit mencari mentor Jazz yang tepat dan mencarikan panggung untuk Joey jika ia tetap di Bali. Kejelian sang Ayah akhirnya membawa mereka menjejak Jakarta hingga negeri Paman Sam yang berujung pada tampilnya Joey di ajang Grammy.

Partner Terdekatmu Harus Siap Membawamu Ke Next Level

samsung

Siapa sungguhnya partner terdekatmu, yang selalu mendampingi, dan tak pernah lepas? Yup, gadget yang kini ada di sakumu. Sepuluh tahun lalu mungkin aneh jika menyebut gadget dan smartphone sebagai partner. Namun, saat ini hal tersebut tidaklah berlebihan.

Smartphone-mu tidak lagi hanya sebagai alat komunikasi, namun bisa jadi sumber pengetahuan dan informasi untuk membawamu ke next level. Siapa yang bisa mengatur jadwalmu dengan baik? Siapa yang bisa menemanimu mengukur efektivitas latihanmu? Siapa yang bisa mencarikanmu informasi terbaik? Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah smartphone.

Bakat itu cuma 10 persen dari sebuah kesuksesan, sisanya adalah kerja keras. Kamu harus bisa memastikan partner yang menemanimu selalu dekat di saku dan siap untuk mengantarmu ke level selanjutnya bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hal Paling Unik Yang Bikin Pangling Dari Film Spider-Man: Homecoming

Film Spider-Man kali ini akan jadi film yang ke enam untuk konsumsi layar lebar. Namun sejak trailernya dimunculkan setahun lalu, film ini diprediksi akan jadi film Spider-Man yang istimewa. Banyak faktor yang disematkan pada film ini, yang diklaim akan menjadikan film ini “bukan film Spider-Man biasa”.

Terbukti dengan angka rating yang mencapai 8,3 di IMDb serta nilai 95 persen dari para pengguna goegle. Bahkan masuk kedalam jejeran film ke 5 dengan review tertinggi meski filmnya belum dirilis. Lalu apa sebenarnya yang baru dalam filmnya kali ini? Tanpa bermaksud untuk membuat spoiler bagi siapapun . Berikut beberapa yang mungkin belum terpikirkan olehmu dari film Spider-Man “Homecoming” yang baru.

Seperti judulnya yang homecoming, Spider-Man beneran pulang ke rumah marvel setelah sekian lama

Sepertinya bukan tanpa alasan kenapa judul film Spider-Man kali ini homecoming. Judul ini seperti kode buat pecinta film dan Spider-Man kalau setelah sekian lama akhirnya Spider-Man beneran pulang ke rumahnya di marvel. Loh bukannya tokoh manusia laba-laba ini memang ciptaan Marvel?

Yup benar, namun Spider-Man punya sejarah “pindah tangan”. Beberapa tahun silam, perusahaan marvel sempat kesulitan keuangan. Ujungnya mereka harus menjual banyak lisensi tokoh-tokoh jagoannya. Sebagaiamana Fox yang berhasil membeli X-Men, Fantastic Four, dan juga deadpool dari Marvel.

Sayangnya Spider-Man yang notabene merupakan jagoan utama Marvel, ikut imbas aksi penjualan ini. Pada saat pembuatan filmnya, marvel menjual superhero ini ke beberapa perusahaan produksi film termasuk Sony Picture. Karena itu film-film Spider-Man yang sebelumnya bukanlah buatan Marvel.

Setelah marvel berhasil bangkit lewat beberapa film box office garapan rumah produksinya sendiri dan kembali menjadi perusahaan raksasa, marvel mulai nih membujuk sony picture untuk mengembalikan si anak sulung Spider-Man ke pangkuannya.

Para fans pun mendesak untuk Spider-Man digarap oleh marvel, karena menilai film-film garapan Marvel jauh lebih keren dari rumah produksi lain. Apalagi sejumlah pihak menilai film terakhir The Amazing Spider Man yang digarap Sony Pictures adalah sekuel superhero yang terlalu drama. Dengan kisah cinta antara Peter Parker dan Gwen Stacy yang terlalu mendominasi, sementara karakter musuh yang dihadirkan tidak terlalu kuat, film terakhir itu pun menjadi flop.

Bagaimana dengan Spider-Man Homecoming? Memang lisensi Spider-Man belum sepenuhnya dimiliki lagi oleh Marvel. Namun kali ini akhirnya Sony Picture bersedia berkolaborasi dengan Marvel menggarap film Spider-Man yang terbaru ini. Tak heran kalau film ini kemudian bikin penasaran luar biasa. Karena kali ini ditangani oleh penciptanya kembali.

Film Ini Jadi Lanjutan Kisah Captain America : Civilwar

Aksi “pulang kampung” Spider-Man ke marvel inilah yang membuatnya bisa tampil lagi di film marvel sebelumnya. Ya, Tom Holland yang jadi Peter Parker alias Spider-Man telah menunjukkan aksinya dalam Captain America: Civil War yang tayang pada Mei 2016 lalu. Dan ternyata hal tersebut jadi sinyal pembuka untuk film barunya ini.

Masuk dalam kubu Iron Man dalam Civil War ternyata bukanlah hanya sebuah kebetulan. Ini jadi menuju film kali ini, karena nyatanya Iron Man juga akan muncul dalam film Spider-Man “Homecoming”. Dalam film solonya ini, Peter Parker akan menceritakan bagaimana kehidupannya, selama tujuh bulan sejak kejadian di Captain America: Civil War. Berusaha menjalani kehidupannya sebagai remaja laki-laki, yang masih duduk di bangku SMA dengan identitas superhero yang masih dirahasiakannya.

Kehadiran Iron Man Jadi Mentor Sekaligus Tokoh Yang Memberikan Kostum Super Canggih Pada Spiderman

Sejak poster dan trailernya resmi dirilis, kostum si manusia laba-laba jadi salah satu hal yang menarik perhatian. Dan ternyata kostum kali ini berbeda dari film-film sebelumnya yang ceritanya dijahit sendiri oleh Peter Parker. Karena pada Film kali ini Tony Strak alias Iron Man hadir sebagai tokoh yang membuatkan kostum baru lengkap dengan teknologi super canggih untuk Spider-Man.

Tak jauh beda dengan sosok Iron Man, yang memiliki kostum khusus otomatis modern. Pada Spider-Man “Homecoming”, Peter Parker juga memiliki baaju super canggih. Misalnya mata yang dapat membesar dan mengecil secara otomatis yang mampu mendeteksi musuhnya. Dan Spider Gadget yang berfungsi sebagai alat GPS, yang memunculkan tampilan hologram.

Kostum ini juga memiliki sayap yang mempu membuatnya terbang dalam beberapa waktu. Tak cuma itu, Tony Stark juga membuat beberapa perubahan pada kostum Spider-Man, seperti web shooter (tembakan jaring laba-laba) di mana Spider-Man kali ini bisa memilih tipe jaringnya serta sistem laser sebagai targetnya. Plus, dalam baju Spider-Man yang terbaru ini, dibenamkan artificial inteligence alias kecerdasan buatan serupa Jarvis di baju besi Iron Man.

Kali ini Jalan cerita dan juga pemainnya selaras, jadi bikin suasana Spider-Man benar-benar hidup di dunia nyata

Kalau biasanya film superhero kebanyakan itu identik dengan usia yang sudah dewasa, beda dengan superhero satu ini yang justru mendapatkan kekuatan supernya di usia remaja. Karakter remaja ini yang buat tokoh Spider-Man punya nyawa dan warnanya sendiri dibandingkan dengan kisah superhero kebanyakan.

Sayangnya film-film sebelumnya tak berani memasang aktor remaja sungguhan. Kalau kamu ingat saat film Spider-Man pertama muncul di tahun 2002 aktor tobey Maguire yang jadi pemeran Spider-Man pada kala itu usianya 26 tahun. Sementara Andrew Garfield yang juga jadi pemeran di the amazing Spider-Man usianya saat itu malah sudah 29 tahun.

Tapi pemilihan pemeran kali ini berbeda, Karena Tom Holland yang berperan jadi Spider-Man ketika syuting film ini usianya belumlah genap 20 tahun. Artinya cerita Spider-Man sesuai dengan kehidupan nyata pemerannya yang masih sama-sama remaja. Hal itu tentunya jadi nilai plus dari film Spider-Man yang terbaru ini. Sebab pemerannya yang juga masuk masa remaja bisa membuat pendalaman film ini benar-benar kelihatan seperti ada di dunia nyata.

Dan itu juga yang buat film Spider-Man kali ini layak banget ditonton. Dari segi wajah yang juga memang terlihat anak remaja banget, beberapa perilaku si peter parker kali ini beda dan cocok banget sama yang ada di dalam imajinasi kita selama ini pada saat membaca komiknya.

Hadirnya Sosok Teman Dekat Yang Bukan “Teman Biasa”

Jika dilihat dari trailer bagian kedua yang sudah di tonton kurang lebih 26 juta kali pada channel youtube milik Marve, identitas Peter Parker sebagai seorang superhero telah di ketahui, oleh sahabatnya bernama Ned Leeds yang dipernakan oleh Jacob Batalon.

Sahabatnya ini pulalah yang kemudian menjadi tempat Spider-Man berkeluh kesah tentang kehidupan superheronya. Ned Leeds pula yang bersama Perter Parker, mengutak-utik kostum pemberian Ironman itu.

Namun, daya tarik hadirnya tokoh sahabat ini tak berhenti sampai disitu. Karena penggemar komiknya tentu tak asing dengan tokoh Ned Leeds ini. Yup, sahabat peter parker inilah yang di kemudian hari akan menjadi musuh bebuyutan Spider-Man. Siapa tahu, Spider-Man: Homecoming jadi film pembuka hubungan pelik Peter Parker dan Ned Leeds.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dengan Cara Ini Kamu Bisa Menggunakan Kamera Smartphone Untuk Menghasilkan Foto Layaknya Fotografer Profesional

Dewasa ini, penemuan teknologi terus berkembang seiring berjalannya waktu. Penemuan demi penemuan dihasilkan demi mempermudah manusia beraktivitas. Dunia dalam genggaman rasanya bukan lagi bualan semata. Salah satu penemuan besar di dunia adalah handphone atau  smartphone yang menawarkan banyak kemudahan. Aplikasi canggih  dan juga kamera handphone rasanya sudah cukup untuk membingkai kisah indah dalam deretan foto yang apik. Saat ini smartphone memang sudah dibekali kamera mutakhir dengan hasil foto yang tak perlu diragukan lagi.  Hanya dengan menggunakan kamera smartphone dan trik tepat kamu  bisa menghasilkan foto yang indah. Masih belum percaya juga? Kamu bisa menjajal trik berikut!

Karena handphone yang kamu miliki berbeda dengan kamera DSLR, maka kamu perlu mempelajari beberapa hal ini dulu agar hasilnya tak kalah bagus!

Meskipun saat ini sudah banyak kelebihan yang diberikan produsen handphone untuk konsumennya dalam hal kamera, namun kamu juga harus ingat bahwa secanggih-canggihnya kamera handphonemu tentu masih memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan kamera profesional. Namun bukan berarti kamu tidak bisa menghasilkan foto seapik ketika menggunakan kamera profesional.  Kamu hanya perlu mempelajari komposisi pencahayaan pada kamera handphone-mu. Gunakan resolusi tertinggi saat memfoto sebuah objek agar tidak terpecah saat dizoom, serta pelajari waktu jeda shutter pada hpmu. Ketika kamu menguasai hal itu di handphone kameramu, kamu akan terlatih melakukan pengaturan dan bisa berfoto ria dengan hasil yang bisa menyamai kamera profesional.

Meskipun ada fasilitas zoom di kamera handphone kamu, sebaiknya hindari penggunaannya!

Kamera handphone yang kamu miliki cenderung memperkecil objek foto yang akan kamu ambil, berbeda dengan kamera profesional yang bisa menyamakan ukuran objek dari berbagai jarak. Karena perbedaan ini sebisa mungkin ketika kamu ingin memotret sesuatu menggunakan kamera di smartphone kamu dari jarak yang cukup. Sehingga objek bisa memenuhi frame tanpa menggunakan zoom, karena zoom akan menurunkan resolusi foto kamu secara keseluruhan. Hal itu akan mengakibatkan hasilnya menjadi tidak tajam dan pecah.

Pastikan pencahayaan yang tepat pada saat melakukan foto! Penting juga untuk  memperhatikan kebersihan lensa kamera handphone-mu!

Pencahayaan adalah kunci dari segala hasil foto, baik menggunakan kamera profesional ataupun kamera handphone-mu. Karena itu pastikan agar menyesuaikan cahaya yang tepat pada objek yang ingin kamu abadikan dengan kameramu. Pada saat kamu melakukan foto indoor, kamu bisa menggunakan flash yang tersedia di kamera handphone-mu, namun kamu perlu perhatikan bahwa jarak efektif flash itu 2-3 meter, jadi jangan terlalu berharap flash akan menerangi semua ruangan. Selain pencahayaan yang perlu kamu perhatikan adalah kebersihan dari lensa kamera handphone-mu, jika kamu perhatikan para fotografer profesional amat sangat memperhatikan kebersihan dari lensa-lensa kamera yang mereka miliki. Karena itu adalah salah satu hal penting jika ingin mendapatkan hasil yang jernih, hal itu juga berlaku bagi kamera handphone yang kamu punya. Bersihkan secara berkala agar kamera handphone-mu tetap besih. Saat kamu hendak mengambil foto suatu objek, pastikan handphone yang kamu pegang stabil sehingga hasil fotonya pun bisa fokus. Kalau sudah begini, kamu pun bisa mendapatkan hasil foto yang maksimal dari kamera handphone-mu.

Sudut yang tidak biasa akan membuat hasil fotomu sekeren fotografer berpengalaman

Jika kamu memperhatikan mengapa fotografer profesional memiliki hasil foto yang luar biasa bagus, bisa dipastikan sebagian besar foto yang mereka hasilkan diambil dari angel yang tidak terduga. Karena foto yang dibuat dari sudut pandang berbeda akan menciptakan hasil yang tidak terbayangkan sebelumnya. Untuk itu tidak ada salahnya jika kamu harus mulai berani mengambil foto suatu objek dengan berbagai angel yang tidak biasa untuk memberikan kesan khusus yang tidak biasa dilihat oleh mata manusia. Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan takut untuk memotret sesering mungkin, karena semakin sering kamu mengabadikan suatu objek maka naluri untuk mengambil suatu gambar akan semakin terasah. Semakin sering kamu memotret maka akan semakin ahli kamu membaca situasi yang bisa menjadikan hasil foto yang kamu miliki tidak kalah dengan fotografer profesional, meskipun yang kamu gunakan hanya kamera handphone.

Agar hasilnya semakin wah, pilihlah aplikasi edit foto yang bisa menambah nilai lebih fotomu!

Ada keuntungan lain yang kamu miliki ketika kamu foto di kamera handphone-mu, ketika kamu ingin mengeditnya, kamu tidak perlu memindahkan lagi ke laptop untuk bisa kamu edit. Ada berbagai macam aplikasi yang sekarang sudah tersedia untuk bisa kamu gunakan untuk mengedit fotomu. Pastikan aplikasi yang kamu download adalah aplikasi yang bagus dan akan membuat hasil fotomu tampak luar biasa. Gunakan filter yang pas dan sesuai dengan tema yang ingin kamu usung untuk fotomu, sehingga menunjang hasil foto yang kamu ambil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top