Trending

Karena Kerja Sosial Tak Cuma Soal Urusan Sumbangan

Bidang sosial kok dibikin usaha? Kalau dahimu masih mengernyit dan punya pertanyaan itu, kamu memang perlu membaca tulisan ini lebih lanjut. Ya, di Indonesia konsep social entrepreneurship memang masih sangat baru.

Di Indonesia, bekerja di bidang sosial masih idientik dengan mencari sumbangan dan tak bisa dijadikan profesi. Sayangnya model seperti ini sangat tidak sustainable dan sulit untuk dikembangkan menjadi besar. Sementara sesungguhnya, usaha yang punya dampak sosial tinggi juga bisa dibangun secara profesional hingga mampu menghidupi dirinya sendiri.

Contoh paling anyar adalah yang dilakukan oleh Anang Setiawan. Ia membangun “Gerakan Pulang Ke Desa”. Tujuannya mengajak para Mahasiswa yang merantau untuk kembali pulang membangun desanya.

Tapi siapa yang mau kembali kalau tidak ada peluang? Gerakan sosial hanya akan menjadi gerakan kosong jika seperti itu. Menyadari hal ini, Anang menggulirkan proyek menghubungkan pengusaha-pengusaha baru tersebut dengan investor melalui pembagian saham dalam jumlah kecil tapi banyak.

“Kita membuat konsep investasi keroyokan, sehingga anak-anak muda yang dananya masih terbatas juga tetap bisa ikut bergabung menjadi investor karena nilai investasinya yang kecil” terang Anang.

Berangkat dari itu, Anang Setiawan mendaftarkan idenya untuk ikut dalam kompetisi Ideafest pada tahun 2015 lalu. Setelah melalui jalan panjang dengan mentoring dan penjurian berbulan-bulan, ide pulang ke desa itu pun berhasil menjadi juara.

Dari situ ia dikirim ke Inggris untuk mempertajam kemampuan entrepreneurshipnya di bidang sosial. Walhasil, dengan mentoring yang terus menerus dijalankan oleh Ideafest, usaha Anang kini berkembang dengan pesat.

Sudah ada 25 komunitas pengusaha di desa yang bergabung dengan 40 investor keroyokan. Unit usahanya sudah variatif dengan 100 unit kolam ikan lele, 15 ribu unit log jamur dan usaha pengeringan buah naga. Total dana yang bergulir? Sudah lebih dari 1 miliar rupiah. Dana yang tak main-main untuk ukuran di desa.

Inilah pengusaha di bidang sosial. Anang memberikan dampak sosial yang tak sedikit bagi perkembangan desa. Mengajak mereka yang merantau untuk kembali pulang. Namun gerakannya tak cuma soal unsur sosial. Usahanya bisa menghidupi diri sendiri karena punya profit.

Kamu Punya Usaha Seperti Anang? Ikut ini yuk!

ideafest

Di tahun 2016 ini, Kompetisi Ideafest kembali digelar. Dengan tajuk “Ideas for Indonesia”, kompetisi ini diluncurkan 19 April 2016 lalu di Jakarta. Tujuannya jelas, untuk melahirkan Anang Setiawan yang lain.

Namun format kompetisi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Chaerany Putri selaku Festival Director Ideafest 2016 menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini tak lagi berangkat dari ide. Namun harus bisnis dan usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun.

“Kalau tahun lalu sebatas ide, tahun ini syaratnya bisnis dan usaha tersebut harus sudah berjalan 2 tahun, Tapi tidak harus sudah berbadan hukum, misalnya foundation juga gak masalah. Karena usahanya sudah berjalan 2 tahun kita tidak akan menghabiskan waktu untuk pembentukan prototype dan testing. Proses mentoring bisa berkonsentrasi pada masalah yang dihadapi selama ini” ujar Putri.

Andy F Noya selaku juri menambahkan, dengan disyaratkan minimal sudah berjalan 2 tahun diharapkan peserta yang mendaftar adalah individu-individu yang serius ingin melakukan perubahan sosial. Bukan sekedar ikut-ikutan karena ada kompetisi dan hadiahnya saja.

“Dengan syarat sudah berjalan 2 tahun, diharapkan akan menjaring peserta yang memang serius memberikan perubahan sosial” tutur Andy.

Pada tahun ini, total hadiah yang akan diperebutkan oleh lima peserta terbaik adalah uang senilai Rp 500 juta, bimbingan dari para mentor, serta perjalanan studi singkat ke luar negeri. Melalui proses kolaborasi dari berbagai ahli, kompetisi Idea for Indonesia, akan memfasilitasi para partisan untuk menyempurnakan konsepnya, termasuk menghubungkan dengan institusi yang dapat menginkubasi dan juga memberikan dukungan investasi.

Kamu tertarik daftar? Bisa langsung ke situs ideafest.id, karena pendaftaran akan ditutup pada akhir mei 2016 ini

Tak Cuma Kompetisi, Ideafest Jadi Ajang Kolaborasi Ide Kreatif

Acara Ideafest sendiri pertama kali muncul pada tahun 2011 silam. Digagas karena makin menguatnya industri kreatif dan teknologi di tanah air..

“Efeknya adalah confident market bahwa industri kreatif juga mampu bersaing. Dulu-dulu yang bisa tampil dan muncul hanyalah dari industri konvensional seperti perminyakan, properti, perbankan, consumer goods dan sejenisnya. Sementara kini banyak pemain kreatif yang sudah mulai percaya diri. Bahkan saat ini, pemerintah juga telah membentuk Badan sendiri untuk mengurusi hal ini, yakni Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf)” ujar Chairman Ideafest 2016, Ben Soebiakto.

Puncak event ideafest 2016 sendiri akan digelar pada 23-24 September 2016. Akan dihadiri setidaknya oleh 300 Narasumber yang akan mengisi 80-90 kelas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top