Community

Karena Kamu Tak Hidup Selamanya, Waktumu Terlalu Berharga Jika Hanya Dihabiskan Untuk Memusingkah Hal-hal Ini!

Detik demi detik berlalu, terkadang waktu terasa begitu cepat berputar. Namun juga tak jarang waktu terasa berjalan sangat lama. Akan ada banyak hal yang dilalui seseorang saat menjalani hidupnya. Ada banyak tawa, tangis, amarah, senang, dan berbagai hal lainnya.

Sesekali mimpi dan cita-cita menuntutmu  untuk mengorbankan banyak waktu. Karena perjalanan waktu tidak bisa diputar ulang lagi, tidak heran bila waktu terasa begitu penting. Bahkan uang sebanyak apa pun tak bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu.

Meski begitu, ada beberapa hal dalam hidup yang tidak perlu kita pikirkan atau lakukan hingga mengorbankan banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal  yang lebih bermanfaat.

Kita Dilahirkan Untuk Menjadi Diri Sendiri Bukan Sebagai Sosok Sempurna. Jadi Tidak Menjadi Masalah Jika Ada Orang Yang Tak Menyukaimu

Tak ada gading yang tak retak, setiap manusia pun dilahirkan dengan kekurangan, entah fisik ataupun sikap. Karena cacat itu, kamu tak bisa memaksakan siapa pun untuk  mencintai dan menerima dirimu. Lantas apakah masih perlu menghabiskan waktu untuk merubah dirimu agar dicintai oleh semua orang?

Jawabannya tentu ‘tidak’. Karena kriteria ‘baik’ dan ‘buruk’ pun tidak ada standar tetapnya, kita juga tidak bisa memaksakan seseorang yang hadir untuk terus menetap. Sebagiamana penjahat akan selalu memiliki pendukung,  pahlawan pun akan selalu memiliki pembenci.

Kita tak perlu berkecil hati jika ada yang membenci, karena setiap orang terlahir untuk menjadi apa adanya dirinya dengan kekurangan yang juga melekat. Kamu hanya harus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Cintailah mereka yang menerimamu dengan tulus, namun jangan memusuhi pembencimu.

Waktu Tidak Akan Bisa Terulang, Hidupmu Juga Tidak Berlangsung Selamanya

Saat mimpi besar sedang diukir, akan banyak hal yang akan dikorbankan tak terkecuali waktu. Kita yang merasa waktu begitu cepat berlalu, lantas mengharuskan diri untuk melakukan banyak demi sebuah pencapaian hidup. Sibuk mengejar mimpi tak jarang membuat kita lupa bahwa kehidupan tidak akan berlangsung selamanya.

Bukan hanya untuk mengejar ambisimu, kamu juga harus membagi waktu yang kamu miliki dengan orang-orang terdekat. Memberikan hadiah terbaik bagi diri sendiri dengan menjaga kesehatan serta berbagi canda tawa bersama keluarga akan membuat hidupmu lebih bermakna.

Perbedaan Yang Membuat Semuanya Menjadi Sempurna. Kamu Pun Tak Perlu Berusaha Mati-matian Untuk Merubah Apa Pun

Seperti jemari tangan yang memiliki ruang satu sama lain untuk memberikan tempat untuk jemari lainnya mengisi, itulah gambaran sederhana bagaimana hidup ini tidaklah sempurna, namun bisa menjadi utuh jika saling melengkapi. Tidak ada orang yang dilahirkan sama persis. Semua orang memiliki kelebihan dan  kelemahannya masing-masing.

Maka wajar bila hidup selalu diwarnai dengan hal yang kamu sukai maupun tidak. Meski begitu, dua hal tersebut akan selalu berjalan beriringan. Kamu juga tak harus mengubal hal yang tidak disukai menjadi seperti apa yang seharusnya menurutmu.

Waktumu terlalu berharga jika hanya kamu manfaatkan untuk mengubah semua itu. Meski begitu kamu masih bisa bersyukur dan membuat semuanya jadi terasa indah.

Kamu Tetap Harus Ingat Bahwa Kehidupan Yang Sebenarnya Adalah Dunia Nyata

Kemajuan dari teknologi memang memberikan pengaruh tersendiri.  Dunia terasa dalam genggaman. Dunia maya menjadi salah satu aspek penting dalam sosialisasi yang kerap mengedepankan gengsi.

Kehidupan yang tidak pernah benar-benar nyata justru menarik kita dari hidup yang sebenarnya. Mendekatkan yang jauh namun mengabaikan yang dekat. Mengorbakan kenyataan hanya untuk sebuah pengakuan dari dunia maya.

Padahal jika direnungkan kembali, kehidupan yang sebenarnya terjadi di dunia nyata.

Sesulit Apa Pun keadaan Dan Sekejam Apa pun Dunia Memperlakukanmu, Pada Akhirnya Hanya Diri Sendiri Yang Menentukan Jalan Hidupmu

Saat kita merasa terpuruk, serta mempertanyakan mengapa kehidupan orang lain lebih menguntungkan dibandingkan dirimu, sumpah serapah dan kemarahan akan perasaan tidak adil atas hidup yang dijalani pun akan terlontar begitu saja.

Namun jika direnungkan kembali, apakah kita yakin bahwa hidup orang lain lebih baik dari apa yang kita jalani. Bagaimana jika hal yang dia alami lebih sulit dari yang kita lalui dan lebih menyedihkan dari apa yang terlihat?

Memang hidup bisa saja seperti itu, namun mereka yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Tapi mereka bisa dan mau menempatkan serta mengendalikan diri agar tetap di posisi tersebut dan mensyukuri apa yang sedang mereka lalui.

Menempatkan diri untuk tetap menjalani hidup meskipun sulit. Jika mereka saja bisa, mengapa kita harus meratapi takdir dan jalan hidup yang memang harus kita lalui untuk mencapai sebuah akhir yang bahagia.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top