Community

Karena Kamu Bukan Mesin, Ini Alasan Sebaiknya Kamu Tidak Perlu Bekerja Terlalu Keras

Hidup memang butuh yang namanya kerja keras. Melalui kerja keras, kita bisa memperoleh seuatu yang kita inginkan.

Kerja keras memang sesuatu yang baik, tetapi jika terlalu keras kamu hanya akan menyakiti diri sendiri, kamu bukanlah mesin yang bisa bekerja tanpa henti. Sebab, tiap manusia punya batasannya masing-masing. Ini mengapa sebaiknya kamu tidak perlu bekerja terlalu keras.

 

Disadari atau Tidak, Jam Kerja yang Terlalu Panjang Mengurangi Produktivitasmu

Sebuah studi yang dilakukan oleh Militer Amerika Serikat mendapatkan hasil bahwa seseorang yang bekerja lebih dari 8 jam sehari akan berpotensi kekurangan tidur. Kekurangan tidur ini akan berdampak pada berkurangnya kesadaran, kemampuan belajar dan berpikir. Jadi jangan kamu pikir bekerja denngan waktu yang lebih lama kamu tetap bisa produktif malah justru sebaliknya. Tubuh butuh istirahat, maka dari itu istirahatlah yang cukup agar produktivitas kerja bisa tetap optimal dan hasilnya pun memuaskan.

Kerja Melebihi Jam Kerja Gak Menjamin Kamu Naik Jabatan

Banyak yang berpikir, kerja lebih dari waktu yang ditentukan akan mendapatkan nilai yang baik di mata atasan. Ketika bos sudah menganggap kinerja seorang pegawai baik, maka kesempatan untuk promosi jabatan pun cepat datang. Tetapi, pada kenyataannya, tidak selalu demikian.

Memang benar, kamu terlihat lebih rajin daripada pegawai lain. Kamu sengaja selalu pulang lebih lama dari pegawai lain, dan mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak dari pegawai lain. Tapi pemimpin tidak akan mempromosikan seseorang hanya karena hal itu.

Pemimpin akan mempertimbangkan hasil keja karyawan berdasar seberapa efisien dia bekerja. Jika ada pegawai lain yang bisa mengerjakan pekerjaan yang sama kualitasnya denganmu tapi dia tidak pernah mengambil lembur, tentunya bos akan ebih memilih pegawai tersebut. Mengapa?

Selain tidak usah bayar uang lembur, pegawai yang demikian dinilai bagus karena bisa memanajemen waktu dengan lebih baik, itu sebabnya dia tidak perlu lembbur setiap hari. Pegawai tersebut pun tahu porsi pekerjaannya sehingga tidakperlu mengerjakan segala pekerjaan berlebihan.

Ingat, Kesehatanmu Juga Harus Diutamakan

Kamu mungkin seorang tipe yang sering bekerja terlalu keras sehingga lupa kapan waktunya istirahat maupun bersenang-senang. Kamu seringkkali melupakan kesehatanmu karena mendewakan pekerjaan. Tubuhmu punya batasan yang tidak bisa kamu paksakan digunakan terus-menerus. Ada kalanya kamu harus beristirahat untuk menyegarkan kembali tubuhmu. Ibarat sebuah PC, tubuh harus di shut down ketika RAM-nya sudah mulai lemot.

Bekerja Lebih Lama dari Jam Kerja Gak Akan Membuatmu Terlihat Hebat

Semakin keras kamu bekerja, kamu akan lebih banyak mendapat pujian. Jika pikiranmu seperti itu, kamu salah besar. Tindakanmu itu hanya akan membuat orang-orang beranggapan, kamu hanyalah seorang yang bersedia mengerjakan apapun karena tidak pernah bisa untuk berkata “TIDAK”. Jangan salahkan orang lain, jika mereka menganggapmu hanya sebagai “budak pekerja” karena terus menerima pekerjaan yang tiada henti.

Warren Buffet pernah berkata, “Perbedaan antara orang yang sukses dengan orang yang benar-benar sukses adalah ketika dirinya berkata ‘Tidak’ pada hampir segala hal”.

Memaksakan Dirimu Terus Menerus Bekerja Menggangu Sosialisasi

Orang yang menganggap dirinya “workaholic” seringkali anti-sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak tahu rasanya santai sejenak karena berpikir bahwa pekerjaannya adalah hal yang harus diutamakan. Tipe orang yang seperti ini mudah dijauhi teman sekantor, karena selalu mengasingkan dirinya di meja kerja bahkan pada saat makan siang.

Tindakanmu yang seperti itu tidak akan membuat orang lain akan bangga padamu, justru mereka menganggapmu menyebalkan karena tidak ramah. Rekan kerja akan membencimu setiap kali mereka menawarkan untuk makan siang bersama kamu selalu menolak.

Kamu Hanya Membuang-buang Waktu Mengerjakan Sesuatu yang Bukan Tugasmu

Demi terlihat bagus di mata atasan, kamu menerima tugas yang bahkan tidak sesuai dengan job desc kamu. Kamu melakukan pekerjaan yang bukan keahlianmu, sehingga kamu butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.

Bukannya terlihat bagus, kamu hanya nampak seperti pesuruh tak lebih dari sekedar bawahan yang tidak punya nilai. Jika ingin lebih dihargai, tunjukan hasil terbaik sesuai dengan kehalian yang kamu punya. Pemimpin pun akan menilai dengan baik kinerjamu jika kamu mampu memperlihatkan hasil yang sesuai dengan keinginannya di bidang yang kamu kerjakan.

Energimu Akan Lebih Cepat Habis Sehingga Kamu Akan Merasa Kelelahan Setiap Hari

Kamu terlalu memaksakan diri sehingga energi pada tubuhmu cepat habis. Energimu habis sebelum kamu sempat menyelesaikan pekerjaanmu. Terpaksa kamu lembur demi selesainya pekerjaan. Siklus tersebut terjadi berulang-ulang sehingga kamu pun akan mudah lelah setiap hari. Kamu tidak dapat menghindari jika harus terbaring di rumah sakit tiap pekan.

Nikmatilah waktu bersantai sejenak. Pekerjaan masih bisa dikerjakan selama kamu masih bernapas dan punya energi yang cukup. Jangan terlalu mengejar hal yang bersifat duniawi. Hidup tidak hanya sebatas di depan laptop. Sesekali pakai waktumu yang masih ada untuk berlibur meniati indahnya ciptaan Tuhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menurut Otomotif Award, Motor Ini Merupakan Motor Bebek Terbaik

Otomotif Award tahun 2018 ini jadi gelaran ke 11 penghargaan untuk industri otomotif tanah air. Kali ini tema yang diusung adalah “the right choice”. Tema ini mencerminkan bahwa setiap pemenang merupakan rekomendasi terbaik untuk satu tahun 2018.

Ada dua kategori yang menarik yaitu best of the best cub alias motor kategori bebek terbaik dan kategori best of hypercub. Menjadi menarik karena kedua kategori ini dimenangkan oleh motor yang sama, yaitu All New Satria F150.

Hal ini seolah mempertegas All New Satria F150 sebagai produk yang superior, karena berhasil menang di berbagai sektor penilaian. Dengan perolehan poin penilaian yang tinggi, alhasil All New Satria F150 dinobatkan menjadi yang terbaik di kelas cub/bebek 150cc dan sekaligus mengalahkan perolehan poin motor cub/bebek di kelas lainnya.

Meski produk baru namun Suzuki tak mau penggemar setia Satria kecewa. Karena itu All New Satria 150 ini tetap setia mengusung tema Hyperunderbone. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve.

Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3. Dengan mesin macam ini jelas dapat penilaian sangat baik pada ajang kali ini.

Apalagi dari segi tampilan, Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

 

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan. Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

Untuk kamu yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa kamu jadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Jika 3 warna lain dari wajah baru Satria F150 hadir untuk memenuhi gaya hidup anak muda masa kini. Daya pikat dari 2 warna yang spesial berikutnya ini juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin kamu tunjukkan.

Maka tak heran jika warna biru pada Metallic Triton Blue, untuk seri ini membuat tampilan motor lebih tajam dipadu striping ala Suzuki MotoGP 2017 yang cerah, memberikan kesan pengendara yang antusias dan serius.

Dengan kombinasi macam itu tak heran jika All New Satria F150 berhasil menggaget dua penghargaan bergensi tersebut. Menyambut penghargaan yang baik ini, Yohan Yahya – Department Head of Sales & Marketing 2W SIS berkomentar, “Terima kasih kami ucapkan kepada tim Tabloid Otomotif yang telah memberikan penghargaan dan kepercayaan Best of The Best Cub kepada Suzuki All New Satria F150. Dengan hal ini berarti Suzuki telah berhasil memberikan produk sesuai kebutuhan publik masa kini. Selain itu dengan penghargaan spesial sebagai public relations terbaik tahun ini, meyakinkan kami bahwa apa yang sudah kami berikan dan lakukan dengan teman-teman Jurnalis sudah memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi yang berkualitas.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tampilan Memang Penting, Tapi Beli Motor Harus Perhatikan Mesinnya

Tak salah memang memilih motor karena tampilannya. Tapi sejatinya motor juga adalah tentang mesinnya. Tampilannya oke tapi kalau mesinnya payah untuk apa.

Karena mesin itu ibarat jantung bagi motor. Vital dan jadi penentu keseluruhan kinerja. Karena itu penting untuk memahami urusan satu ini sebelum memutuskan membeli motor. Setidaknya pilihlah yang sesuai dengan karakter berkendara kamu

Di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe mesin yang umum diaplikasikan pada kendaraan roda dua. Tak cuma soal dimensi namun karakteristiknya pun berbeda.

Pertama adalah tipe Overstroke. Mesin ini memiliki langkah piston (stroke) lebih besar dari diameter piston (bore). Mesin dengan tipe ini punya karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah.

Tenaga puncaknya bisa diraih di rpm yang rendah. Hal ini membuat motor dengan mesin overstroke bisa lincah dalam mengarungi kemacetan kota atau medan berat. Kekurangannya, putaran mesin tak bisa terlalu tinggi dan jika dipaksakan bisa beresiko mesin jebol.

Kedua adalah mesin Square. Mesin disebut square jika angka diameter dan langkah pistonnya sama atau hanya berselisih sedikit. Mesin berjenis square ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan rpm, baik pada rpm rendah maupun pada rpm tinggi.

Mesin dengan tipe ini biasanya diaplikasikan pada motor-motor harian yang memiliki kemampuan universal untuk melahap semua medan baik dalam kota maupun luar kota. Meski merata, namun konsekuensinya mesin ini tidak memiliki tenaga yang terlalu menonjol.

Jenis terakhir adalah Overbore yang memiliki diamter piston lebih besar dari langkahnya. Jenis mesin overbore ini sangat cocok pada motor berkarakter sport . Karena mesin ini terkesan jinak diputaran bawah namun menjadi ganas diputaran menengah dan tinggi.

Nah biasanya pada motor sport pengendara akan memacu motornya dengan mempertahankan putaran mesin pada RPM yang tinggi agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimum motor tersebut.

Contoh dari mesih overbore adalah mesin yang digunakan Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Mesin overbore Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya kamu menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Setelah paham ketiga tipe mesin di atas, kamu sudah punya pilihan yang ingin dibawa pulang?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top