Trending

Kamu Yang Gemar Berbohong Demi Simpati Dan Pujian, Kamu Itu Sakit Mythomania!

hidung gatal bohong

Kemarin kita sempat tersentak oleh Dwi Hartanto. Anak muda bergelar profesor yang sempat dijuluki “The Next Habibie” dengan segudang prestasi. Penyebutan sebagai “penerus habibie” memang bukan tanpa alasan.

Sebab, Dwi adalah salah satu orang Indonesia yang dianggap mempunyai capaian luar biasa untuk disandingkan dengan BJ Habibie. Pada tahun 2015, ia muncul di media massa atas karyanya di dunia aeronautika, karena disebut menciptakan Satellite Launch Vechile/SLV dengan teknologi termutakhir yang disebut The Apogee Ranger V7s (TARAV7s).

Tapi toh, kehebohan terakhir kemarin sedikit berbeda. Bukan karena prestasinya, tapi justru karena publik akhirnya mengetahui bahwa semua klaim prestasi Dwi Hartanto selama ini adalah kebohongan semata. Jangankan soal satelit, bahkan urusan gelar profesor pun ternyata belum dimiliki oleh Dwi yang masih berstatus mahasiswa doktoral.

Ini Bukan Kasus Besar Pertama, Malasnya Media Melakukan Investigasi Dituding Sebagai Penyebab

Ini memang bukan kali pertama publik kecele luar biasa dengan klaim sesat macam ini. Peran media yang cenderung malas menginvestigasi dituding jadi penyebab mudahnya orang macam Dwi mendapat panggung.

Kamu tentu masih ingat soal pria bernama Joko Suprapto yang mengklaim air yang bisa menggantikan bensin. Tidak main-main pria asal nganjuk Jawa Timur itu bahkan sampai diundang bertemu Presiden SBY di tahun 2007. Belakangan klaim soal energi air ini diketahui sesat dan tidak benar. Trafo pembangkit listrik yang semula didirikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dibongkar dan ditemukan bahwa pembangkit listrik itu ternyata palsu.

Hal tersebut hanya secuil dari deretan kasus serupa. Mulai dari calon suami artis yang mengaku bekerja di Bulog, selebritis mengaku keturunan bangsawan hingga soal puisi-puisi adik sekolah menengah atas yang sempat heboh kemarin dan ternyata hanya di copas dari luar negeri.

Di Dunia Pun Skandal Pembohongan Publik Macam Ini Juga Terjadi 

Kasus besar seperti ini memang tak cuma di Indonesia. Di luar negeri “pembohong besar” macam ini juga ditemukan. Salah satu contoh paling parah adalah skandal Enric Marco. Pria Spanyol ini menghabiskan 30 tahun hidupnya dengan mengatakan bahwa dirinya telah dipenjara oleh Nazi di kamp konsentrasi Flossenburg, Jerman. Dia menerima penghargaan dari dunia internasional atas keberaniannya. Namun belakangan ditemukan bahwa Enric Marco hanya bohong belaka. Bohong selama 30 tahun lamanya!

Mereka Yang Gemar Berbohong Macam Ini Terkena Sakit Mythomania 

hidung gatal bohong

Di dunia psikologi, ada istilah mythomania atau kebohongan patologis. Seorang pembohong patologis tak hanya untuk mengelabui orang lain, tapi juga membohongi dirinya sendiri hingga ia percaya kebohongan itu benar.

Berbeda Dengan Orang Umumnya, Mythomania Berbohong Bukan Karena Ingin Mengambil Keuntungan

Semua orang pasti pernah berbohong dalam hidupnya. Namun kebohongan yang dilakukan oleh penderita gangguan Mythomania ini berbeda dengan kebohongan yang dilakukan orang umum.

Orang umum biasanya berbohong karena mekanisme pertahanan diri atau karena ingin mendapatkan keuntungan. Misalnya berbohong pura-pura sakit ketika hendak diperiksa KPK, karena tak mau bertanggung jawab. Atau berbohong hendak memberangkatkan puluhan ribu jemaah umroh padahal uangnya dipakai berfoya-foya.

Hal semacam itu tidak termasuk Mythomania. Karena pada penderita Mythomania, kondisi dan keadaan mereka sebetulnya tidak membutuhkan mereka berbohong. Dan mereka juga berbohong bukan karena ingin mengambil keuntungan.

Mythomania Berbohong Untuk Mendapatkan Simpati Dan Pengakuan, Kamu Salah Satunya?

Nah, pada penderita gangguan Mythomania, mereka berbohong hanya demi mendapatkan simpati dan pengakuan dari orang lain. Ketika ingin mendapatkan simpati mereka cenderung memperparah kondisi mereka yang sebenarnya. Menunjukan betapa tidak beruntungnya keadaan mereka. Betapa menderitanya hidup mereka.

Dan Sebaliknya ketika ingin mendapatkan pujian mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian mereka. Membual tentang prestasi yang tak ada atau membesar-besarkan skala pencapaiannya. Juara makan krupuk tingkat RT diakui sebagai level provinsi misalnya.

Jika kebohongan pertama berhasil, Mythomania akan makin membesar-besarkan ceritanya dan mereka menikmati itu. Menurut Psikolog Ajeng Raviando, Jika tidak ditangani lingkungan sekitarnya, mythomania bisa bertambah parah, tidak bisa bedakan mana yang benar dan salah.

Berbohong Bagi Penderita Mythomania Itu Serupa Candu 

Berbeda dengan manusia normal yang berbohong hanya untuk penyelamatan dan aksi ambil untung, untuk Mythomania, berbohong itu serupa candu. Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, orang yang memiliki gangguan psikologis ini kadang melakukannya tanpa sadar. Malah mereka tak merasa bersalah karena sudah terlalu sering berbohong dan jadi hal yang wajar. Sifatnya candu, dia harus selalu melakukan itu untuk membuat dirinya puas.

Gawatnya Karena Sudah Terbiasa Berbohong Para Mythomania Kadang Sulit Dideteksi 

Kadang kala, penderita mythomania sudah sangat lihai dalam berbohong sampai bahasa tubuhnya terlihat sangat wajar saat sedang membual. Bila sudah terbiasa bohong, mereka juga bisa membual soal hal-hal sepele. Sulit mencari sendi kehidupannya yang tak dibalut hal yang tak dibesar-besarkan.

Mythomania Penyebabnya Bisa Karena Dibiarkan Berbohong Sedari Kecil

Memang banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena gangguan Mythomania. Namun salah satunya adalah karena kesalahan dididikan orang tua dan lingkungan.

Mythomania bisa muncul ketika orang tua hanya memberikan perhatian pada hal-hal ekstrem yang terjadi pada anak. Baik itu hal yang buruk maupun hal yang baik. Misalnya anak hanya diberi tepukan tangan jika ia berhasil mencapai rangking satu saja. Tak ada penghargaan terhadap proses jika ia tidak mencapai peringkat satu.

Walhasil seorang anak mengaku-aku sebagai juara satu, padahal dia sama sekali tidak mendapat peringkat di kelas. Ketika orangtua dan lingkungan mendiamkan, maka dia merasa kebohongannya sah-sah saja dilakukan.

Adalah wajar bila orangtua membiarkan buah hatinya bicara hal yang tak sesuai kenyataan karena sewajarnya anak-anak memiliki imajinasi sendiri. Namun, orangtua harus waspada bila anak masih melakukan hal itu saat usianya sudah di atas 6-7 tahun.

Kasihannya Mythomania Ini Sesungguhnya Merasa Kosong Di Dalam

Mungkin bagi kita yang tak mengalami gangguan ini akan merasa bingung, kenapa sih harus berbohong untuk hal-hal semacam itu? Nah sebetulnya, mereka yang menderita Mythomania ini merasakan adanya kekosongan di dalam jiwa mereka.

Tidak ada cinta dan kasih sayang yang melingkupi mereka. Karena itu mereka merasa perlu melakukan kebohongan-kebohongan itu demi mendapat simpati dan pujian secara terus menerus.

Kamu Menghadapi Si Mythomania? Berhati-hati ya!

Kamu mungkin salah satu orang yang menghadapi para Mythomania ini. Mereka yang selalu mengundang drama dalam kehidupan mereka. Cari perhatian luar biasa dan beberapa kali kamu sudah menemukan kebohongannya.

Meski kamu belum merasakan kerugiannya secara langsung bagi dirimu, kamu tetap harus berhati-hati. Karena kebohongan yang satu akan berimbas untuk kebohongan yang lainnya. Kamu yang ada disekitarnya bukan tak mungkin akan dilibatkan dalam kebohongannya. Jika ini terjadi kamu juga yang akan rugi bukan?

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Saat Tidur Perbanyaklah Memeluk Guling Karena Efeknya Baik untuk Tubuhmu

Apakah kamu adalah tipe orang yang suka menggunakan ataupun memeluk guling saat tidur? Jika iya, maka kamu telah melakukan kebiasaan yang bagus loh. Memang, memeluk guling saat tertidur terlihat sangat biasa. Bahkan, beberapa orang mengejek seseorang yang memiliki kebiasaan tidur dengan memeluk bantal guling.

Namun, dibalik semua itu, sebenarnya ada banyak manfaat dibalik kebiasaan yang satu ini. Malah beberapa manfaat tersebut dinilai baik untuk kesehatan kita. Jadi, inilah 5 manfaat baik dari kebiasaan tidur sambil memeluk guling.

Guling Bisa Digunakan Sebagai Alat Ortopedi Sederhana

Saat otot di punggungmu terasa tegang, cobalah jadikan guling sebagai alas kemudian rebahkan tubuhmu di atasnya. Cukup rebahan beberapa saat hingga tubuhmu merasa rileks kembali. Kamu perlu tahu, guling sejatinya tergolong alat ortopedi lantaran bisa membantu kita agar tidak mengalami keseleo atau sakit apa pun pada tubuh ketika sedang tidur. Karenanya, memeluk guling selain memberi rasa nyaman, juga membawa manfaat baik untuk kesehatan.

Untuk Anak-anak, Guling Lebih Aman dibanding Bantal Kepala

Tekstur guling yang lebih kaku daripada bantal membuat anak-anak lebih disarankan menggunakan guling ketika tidur. Risiko bahayanya jauh lebih rendah, termasuk menghalau risiko cedera pernapasan ketika anak-anak tidur. Karenanya, untukmu yang sekarang jadi orangtua muda, tak ada salahnya membiasakan si kecil untuk tidur beralaskan guling.

Memeluk Guling Akan Membuat Jiwamu Tenang sehingga Pikiran Akan Jauh Lebih Rileks Ketika Bangun Keesokan Harinya

Sebuah penelitian menunjukkan, tidur sembari memeluk guling dapat meringankan ketegangan otot yang telah terakumulasi selama beraktivitas. Baik ketegangan di sekitar leher maupun di area punggung. Di samping itu, guling juga baik bagi ibu hamil lantaran bisa membuat rileks saat tubuh merasa pegal-pegal saat hamil. Orang yang tidur dengan memeluk guling pun disinyalir lebih memiliki tidur yang berkualitas dibanding mereka yang tidur hanya beralaskan bantal kepala saja.

Sirkulasi Darah Akan Jauh Lebih Lancar Bila Kamu Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Faktanya, tidur ditemani guling dan memeluknya sepanjang malam dapat membantu tubuhmu jadi lebih sehat. Saat kamu memeluk guling, kakimu akan terangkat sehingga membantu peredaran darah ke jantung jadi lebih lancar. Dalam hal ini, jantung tak perlu lagi bekerja keras memompa darah ketika kamu tidur. Karenanya, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini ya!

Bahkan Jika Kamu Merasa Postur Tubuhmu Kurang Baik, Dapat Diperbaiki dengan Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Ya, tidur sembari memeluk guling dan menghadap ke satu sisi ternyata bisa membantu meluruskan bagian tulang belakang. Guling berperan mendorong postur tubuh dengan baik seperti menjaga agar punggung tetap lurus dan tegak. Mumpung masih muda, kapan lagi kamu bisa memperbaiki postur tubuh dengan kebiasaan yang sederhana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top