Feature

Ternyata Ini Penyebab Kamu Tetap Mengantuk Mesti Telah Tidur Cukup

Mengantuk adalah kondisi yang wajar. Kondisi tersebut bisa jadi alarm saat tubuh merasa lelah. Mengantuk umumnya terjadi saat malam hari, mengingat tubuh memang memiliki respon khusus yang membuat manusia merasa lebih nyenyak saat tidur dimalam hari.

Menjadi tidak wajar jika kamu mengantuk dijam-jam yang seharusnya digunakan untuk beraktifitas. Misalnya saat bekerja atau menyetir. Mengantuk diluar jam tidur bisa jadi merupakan sinyak kurang baik dari tubuh. Ini bukan kondisi yang bisa diabaikan begitu saja. Menurut beberapa peneliti, orang dengan gangguan tidur yang berkepanjangan mengalami 2,5 kali kecelakaan mobil lebih sering dibandingkan orang yang tidur cukup. Bahkan diperkirakan jumlah penderita gangguan tidur setiap tahun semakin lama kian meningkat hingga menimbulkan masalah kesehatan.

Hal ini juga bisa menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap produktifitas dan prestasi. Kalau sudah seperti itu,  kamu harus segera mencari tahu penyebabnya. Berikut adalah alasan-alasan kenapa orang bisa mengantuk diluar waktu yang semestinya.

Perubahan jam kerja bisa mengakibatkan jam tidurmu terganggu. Tak heran bila kamu merasa mengantuk saat jam kerja. Ingat tubuhmu butuh waktu untuk adaptasi!

Jika kamu bekerja dengan sistem shift biasanya ini akan memberikan reaksi tubuh yang berbeda. Apalagi bila perubahan jam kerja dilakukan setiap minggu, belum lagi ditambah jam kerja yang lebih panjang. Tidak heran bila hal ini mengakibatkan kamu  jadi memiliki masalah dengan jam tidur. Ingat, tubuh anda tidak memiliki kemampuan untuk merubah jam tidur dalam waktu yang relatif cepat.

Depresi dan tekanan mental akan membuatmu cepat merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Kalau sudah begini tak heran bila kamu jadi gampang mengantuk!

marah

Berada dalam situasi gelisah, cemas atau memiliki banyak masalah akan membuat otak memberikan reaksi yang berbeda dari bisanya. Hal ini yang membuat reaksi tubuh dari perasaan dan emosi diterjemahkan otak menjadi rasa mengantuk. Semua orang yang berada dalam kondisi tertekan atau depresi memang berpotensi untuk lebih cepat mengantuk. Mengontrol pikiran dan berusaha meminimalisir stres akan membuatmu memperoleh waktu tidur yang semestinya.

Obesitas bisa mempengaruhi metabolisme dalam tubuhmu, kondisi ini mengakibatkan kamu lebih sering mengantuk!

Obesitas juga dapat membuatmu lebih mudah mengantuk. Hal ini dikarenakan cadangan lemak yang terdapat pada tubuh bisa menyebabkan kurangnya aktivitas. Kamu pun jadi lebih mudah mengantuk. Selain itu obesitas juga dapat mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh, sehingga orang  yang obesitas cenderung memiliki masalah dengan jam tidurnya.

Kondisi kesehatan yang tidak normal bisa menjadi peyebab kamu sering mengantuk. Bisa jadi kamu memiliki penyakit yang belum kamu sadari!

Kabar kurang baiknya adalah mengantuk dapat diindikasikan sebagai sinyal dari kondisi kesehatan yang tidak normal. Beberapa gangguan kesehatan berhubungan dengan rasa kantuk yang berlebihan. Diabetes, anemia, penyakit jantung, hipertensi, obesitas, hiperkalsemia, hipotiroidisme, hiponatremia adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan rasa kantuk yang tak semestinya. Untuk memastikannya kamu bisa berkunjung ke dokter agar bisa mendapat pengobatan yang tepat.

Gangguan tidur akan membuatmu tidak bisa tidur nyenyak dan akibatnya kamu jadi lebih mudah mengantuk di jam kerja!

Beberapa orang bisa tidur nyenyak pada siang hari, tapi mereka malah tidak bisa tidur pada malam hari. Ini adalah gejala gangguan tidur yang perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini bisa diesebabkan oleh gangguan pernafasan saat tidur, mendengkur atau cemas yang berlebihan.

Bahkan gangguan tidur sambil berjalan juga bisa menyebabkan jam tidur menjadi berantakan. Kamu jadi mudah mengantuk disiang hari dan tak bisa tidur pada malam hari. Jika kamu merasakan gejala seperti ini, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalalah berkunjung ke dokter atau psikolog demi mendapat penanganan terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu Para Perokok, Ini Alasan Mengapa Merokok Dekat Anak Sangat Berbahaya

Pasti gemas sekali kalau melihat anak-anak yang masih lugu, imut dan ceria. Hati-hati, bahaya asap rokok tengah mengancam mereka.Beberapa perokok belum sadar betul bagaimana bahayanya asap rokok. Akibatnya, mereka dengan santai merokok di tempat umum yang tak jarang di dekat anak-anak.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak tentu lebih rentan menjadi korbannya. Artinya, merokok di dekat anak-anak sangatlah berbahaya.Siapa sih yang rela kalau anak tercinta terkena dampak buruknya? Bahkan membayangkan saja tidak mau.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui sejauh mana bahaya rokok mengancam. Meskipun orangtua tersebut perokok atau bukan, waspada tak ada salahnya.Terlebih lagi bagi para perokok aktif,harus tahu banget apa saja bahayanya. Jangan sampai kegiatan merokokmu membahayakan anak-anak. Inilah mengapa merokok di dekat anak-anak sangat berbahaya.

Racun Rokok Tidak Mudah Pergi, Bahkan Akan Mengendap Pada Pakaian, Sofa, Kasur, Bantal Dan Benda Lainnya

Sudah banyak yang berusaha menjauh dari anak-anak saat merokok. Ternyata cara ini tidak sepenuhnya efektif. Racun dari asap rokok akan menempel di mana-mana, termasuk pada pakaian yang dikenakan. Kalau habis merokok, jangan langsung menggendong atau mencium anak. Bisa saja racunnya terhirup. Usahakan mandi dulu, berganti pakaian dan yakin kalau benar-benar bersih. Selain pakaian, racun dapat mengendap di sofa, kasur, bantal dan benda lainnya. Segera amankan si kecil dari racunnya.

Asap Rokok Dapat Mengakibatkan Gangguan Kesehatan Pada Anak-anak

Asap rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk-batuk dan radang tenggorokan. Anak-anak bisa juga mengalami kesulitan bernapas dan resiko infeksi saluran pernapasan akut. Penyakit pada paru-paru banyak yang disebabkan oleh asap rokok. Pertumbuhan paru-paru pada anak juga terganggu sehingga fungsinya menjadi berkurang.

Dalam Jangka Panjang Anak Bisa Terkena Penyakit Akut. Dari Asma, Bronkitis, Pneumonia, Infeksi Telinga Hingga Kanker

Dalam jangka panjang, penyakit yang lebih akut bisa saja muncul. Anak-anak dapat menderita asma, bronkitis, pneumonia, infeksi telinga hingga kanker. Sakit pada usia mereka tentu perlu perawatan yang intensif dan biaya lebih. Belum lagi kalau melihatnya kesakitan, pasti tak tega

Racun Rokok Yang Menumpuk Bertahun-tahun Bisa Mengakibatkan Potensi Penyakit Saat Dewasa

Asap rokok ternyata memiliki bahaya yang laten. Mungkin saja anak tidak terserang penyakit saat kecil, namun masih punya potensi saat ia dewasa. Ada saatnya racun yang menumpuk bertahun-tahun akan memberikan dampaknya. Anak-anak yang terkena asap rokok memiliki resiko lebih tinggi menderita jantung dan stroke saat dewasa.

Meningkatkan Resiko Kematian. Bahkan Pada Bayi, Asap Rokok Dapat Meningkatkan Adanya Sindrom Kematian Mendadak

Berita buruknya, dampak asap rokok meningkatkan resiko kematian. Berbagai penyakit dalam tingkatan yang akut dinilai dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, asap rokok dapat meningkatkan adanya sindrom kematian mendadak.

Ibu Hamil Juga Harus Waspada, Asap Rokok Bisa Mengancam Janin Dalam Kandungan

Jangankan pada bayi yang telah lahir ke dunia, janin dalam kandungan juga bisa terancam. Baik pada perokok pasif maupun aktif, asap rokok sama berbahayanya. Asap rokok meningkatkan resiko gangguan kehamilan dan keguguran. Selain itu juga meningkatkan resiko kelahiran mati, bayi prematur, dan permasalahan pasca kelahiran.

Sebab Orang Tua Adalah Contoh Bagi Anak-anaknya, Bisa Saja Anak Menjadi Perokok Aktif

Anak-anak seringkali mencontoh orang dewasa. Hindari merokok di dekat anak, dikhawatirkan mereka akan menirunya. Dapat dipastikan bahaya yang mengancam lebih besar jika anak menjadi perokok aktif. Baik itu saat mereka masih anak-anak atau nanti saat usia dewasa.

Bahaya merokok memang tidak dapat diragukan lagi. Menjauhkan asap rokok dari anak-anak sangatlah penting, demi kesehatannya. Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik memang berhenti merokok. Jangan sampai menyesal nantinya. Kalau belum bisa, setidaknya minimalkan bahayanya bagi orang lain. Sudah siap jadi mantan perokok? Pasti siap dong, kalau kamu paham betul bahayanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Hasilnya Lebih Efektif, Sebaiknya Kamu Tak Menunda Memasang Behel Sebelum Usia 25

Senyum yang indah dan tulus mampu membuat penampilan jadi setingkat lebih menarik. Bahkan tak sedikit orang yang mengaku jatuh cinta pada pada gebetan hanya dengan melihat senyum indah yang terukir di wajahnya. Apalagi saat tersenyum, seseorang jadi terlihat menarik lantaran deretan gigi nan rapi yang dipamerkannya.

Tapi ternyata sebagian orang tak seberuntung itu. Alasannya cukup logis, struktur gigi yang tidak rapi membuat seseorang jadi tak percaya diri untuk tersenyum. Untukmu yang mungkin sudah dianugerahi deretan gigi rapi secara alami, kamu boleh bersyukur. Karena bisa jadi teman atau mungkin saudaramu harus berusaha ekstra untuk membuat gigi mereka berjejer rapi. Karenanya, demi memiliki senyum nan indah, tak jarang seseorang akhirnya memutuskan memakai behel.

 

Animo Orang Dewasa Merapikan Gigi dengan Menggunakan Kawat Gigi Ternyata Cukup Besar, Hal Ini Menunjukkan Jika Memiliki Gigi nan Rapi Jelas Dambaan Bagi Banyak Orang

 

Menurut penelitian American Association of Orthodontists, jumlah orang dewasa di Amerika Serikat yang menginginkan perawatan orthodontik ternyata mengalami sebanyak 37 persen dalam satu dekade antara tahun 1994-2004. Peningkatan serupa juga terjadi di Inggris, dari yang semula 25 persen menjadi 70 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan melihat data, setidaknya kamu bisa menyimpulkan jika gigi rapi jelas diinginkan setiap orang, dan behel masih jadi cara terampuh yang dimanfaatkan banyak orang untuk merapikan gigi. 

 

Benarkah Fungsi Behel Hanya Untuk Membuat Gigi Rapi?  

Kamu perlu tahu, behel memang identik dengan fungsinya untuk merapikan struktur gigi, tapi ternyata ada tujuan lain pemasangan behel. Memasang behel bukan hanya mendapat senyum indah, sebab dengan susunan gigi yang tidak teratur dan saling tumpang tindih ternyata meningkatkan kemungkinan terbentuknya plak yang sulit dibersihkan. Karenanya, sangat dianjurkan memakai behel apabila menyadari struktur gigi memang tidak rapi. Namun lantaran harga behel yang relatif mahal, biasanya seseorang mulai terpikir untuk memakai behel saat sudah berpenghasilan sendiri yang artinya telah memasuki usia 20 tahun.

 

Bukankah Behel Atau Kawat Gigi Sebaiknya Digunakan Saat Masa Pertumbuhan? Lantas Akankah Hasilnya Efektif Untuk Yang Memakai Behel Di Usia Lebih Dari 20 Tahun?

Sejatinya sah-sah saja memasang behel saat dewasa. Hanya saja karena tulang rahang orang dewasa jauh lebih padat, durasi pemasangan behel hingga kawat tersebut dilepas pun memerlukan waktu yang relatif lebih lama mulai 18 bulan hingga 3 tahun. Bahkan tak sedikit yang memerlukan waktu hingga hampir lima tahun agar gigi benar-benar rapi.

 

Meski Demikian, Kamu Lebih Disarankan Memasang Behel Sebelum Memasuki Usia 25 Tahun. Mengapa? Ini Alasannya 

Drg. Kartini Rustandi dari Kementerian Kesehatan menerangkan, sejatinya manfaat pemasangan behel di atas usia 25 tahun itu tidak begitu terasa. Tapi bukan berarti tidak boleh. Apalagi kemungkinan gigi untuk kembali ke struktur sebelumnya cukup tinggi.

Karenanya, demi mendapatkan hasil yang maksimal, ia menyarankan agar memakai kawat gigi di awah usia 25 tahun karena saat itu tulang masih bisa diatur sehingga gigi tidak berubah ke struktur awal.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Katanya Tertawa Indikasi Bahagia, Namun Tertawa Berlebihan Justru Membahayakan Nyawamu. Loh Kok Bisa?

Senyum yang indah dan tulus mampu membuat penampilan jadi setingkat lebih menarik. Bahkan tak sedikit orang yang mengaku jatuh cinta pada pada gebetan hanya dengan melihat senyum indah yang terukir di wajahnya. Apalagi saat tersenyum, seseorang jadi terlihat menarik lantaran deretan gigi nan rapi yang dipamerkannya.

Tapi ternyata sebagian orang tak seberuntung itu. Alasannya cukup logis, struktur gigi yang tidak rapi membuat seseorang jadi tak percaya diri untuk tersenyum. Untukmu yang mungkin sudah dianugerahi deretan gigi rapi secara alami, kamu boleh bersyukur. Karena bisa jadi teman atau mungkin saudaramu harus berusaha ekstra untuk membuat gigi mereka berjejer rapi. Karenanya, demi memiliki senyum nan indah, tak jarang seseorang akhirnya memutuskan memakai behel.

Kamu Bisa Mengelak Dengan Mengatakan Tawamu Adalah Bentuk Kebahagiaan, Tapi Benarkah Demikian?

Memang sih hampir semua orang akan memiliki jawaban yang sama, jika tertawa adalah bentuk dari ungkapan rasa bahagia. Bahkan bisa jadi beberapa orang akan berkelakar jika tertawa justru membantumu menikmati hidup lebih panjang. Ya, hal itu memang bukanlah sebuah pernyataan yang salah. Tapi untuk segala sesuatu tentu ada sisi baik dan buruknya, termaksud dalam hal tertawa.

Pada hakikatnya, semua hal yang dilakukan dengan berlebihan tidaklah baik. Untuk tertawa terbahak-bahak dalam waktu yang relatif tak sebentar pun dibutuhkan alasan yang benar-benar kuat. Sayangnya sebagian besar dari kita justru tertawa untuk menyembunyikan sesuatu. Bahkan bisa jadi dia tertawa terbahak-bahan hanya untuk menyembunyikan hatinya yang tengah lara. Lantas, masihkan tertawa dianggap sebagai bentuk kebahagiaan?

Karena Tak Hanya Isapan Jempol, Beberapa Penelitian Telah Membuktikannya. Tertawa Terbahak-bahak Bisa Berakibat Fatal!

Salah satu penelitian yang telah mendapatkan bukti dari pernyataan ini adalah hasil dari beberapa ilmuwan dari Universitas Birmingham dan Universitas Oxford. Dalam laporan penelitian yang telah dilakukan sejak 1946 itu, para ilmuwan menuliskan manfaat dan bahaya tertawa pada pasien. Mereka juga menunjukkan bahwa tertawa terbahak-bahak bisa berakibat fatal. Karena bersamaan dengan tertawa, otak kita akan mengeluarkan hormon kimia adrenalin. Dan apabila kadarnya terlalu banyak bisa meracuni dan merusak jantung.

Bahkan seorang profesor bidang neurologi di Harvard Medical School, Dr. Martin Samuels, mengatakan bahwa efek dari perasaan yang sangat ekstrim bisa mengaktifkan bagian otak yang dapat bepengaruh pada pernapasan hingga menyebabkan kematian. Perasaan ekstrim ini bisa jadi sedih lalu menangis dan bahagia lalu tertawa.

Hingga Mengakibatkan Beberapa Hal Yang Bisa Memicu Kematian

Kondisi emosi yang sedang kita alami tentu jadi sesuatu yang berpengaruh pada kesehatan. Untuk itu para peneliti tersebut juga mengungkapkan beberapa hal yang jadi pemicu kematian akibat tertawa yang berlebihan. Mulai dari pecahnya jantung, rusaknya kerongkongan, dan inkonsistensia atau ketidakmampuan menahan air kencing. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa tertawa secara berlebihan, dapat menimbulkan penyakit hernia.

Fatalnya hal itu dapat mengakibatkan kematian, karena kurangnya pasokan darah yang masuk ke usus. Selain itu, asupan nafas yang cepat selama tertawa juga memicu terhirupnya benda asing dan juga dapat memicu serangan asma.

Jika Tak Hati-Hati Bukan Tak Mungkin Kita Bisa Jadi Salah Satu Korbannya

Bukan ingin berdoa untuk sesuatu yang buruk, justru ini jadi teguran untuk lebih berhati-hati. Pada beberapa kesempatan yang kita sedang jalani, tentu ada beberapa hal membahagiakan yang membuat kita tertawa. Lalu coba bayangkan bagaimana kamu mengekspresikannya tawa? Apakah cukup dengan memperlihatkan senyum simpul yang menawan, atau tertawa hingga terpingkal-pingkal untuk menarik perhatian. Kedua pilihan ini tentu adalah hakmu sepenuhnya. Dari beberapa bentuk cara yang ada, diri sendiri selalu jadi penentunya. Tapi jika tak ingin jadi korban, kamu cukup tersenyum dan tertawa sewajarnya saja.

Pada Akhirnya Segala Sesuatu Yang Berlebihan Memang Selalu Berujung Dengan Tak Sejalan

Hidup sebagai makhluk sosial tentu kita sering dihadapkan dengan beberapa nasihat hidup. Kalimat bahwa sesuatu yang berlebihan tidaklah baik tentu sudah akrab di telinga kita. Hal itu pun berlaku dalam hal tertawa. Tadinya kamu pasti berpikir bahwa hal menyenangkan layaknya tertawa justru dapat mendatangkan akibat negatif, bahkan hingga bisa menbahayakan nyawamu.

Tapi Bukan Berarti Kamu Tak Bisa Tertawa, Hanya Saja Kamu Perlu Mengontrolnya

Terlepas dari semua hal buruk yang tadi sudah dijelaskan, bukan berarti mulai saat ini kamu tak boleh tertawa. Kita hanya perlu mengingat satu hal, jika ekspresi ini tentu akan jadi sesuatu yang berdampak baik jika dilakukan dengan sewajarnya. Karena dari beberapa hal buruk tersebut, ada banyak hal baik dari tertawa. Sebut saja memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan aliran darah dan asupan oksigen, hingga membantu mengontrol gula darah dan kesempatan hidup yang lebih panjang. Hanya saja kita perlu membatasi diri  saat tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top