Tips

Kamu Harus Meninggalkan Jenis-jenis Emosi Ini Demi Hidup Yang Bahagia!

Dalam keseharian kata “emosi” kerap digunakan untuk menggambarkan kemarahan.  Padahal sebenarnya kata emosi berasal dari bahasa Prancis, yaitu emotion yang berasal dari kata emouvoir yang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti “bergerak”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu. Ini berarti emosi tidak hanya tentang rasa marah tetapi mencakup banyak situasi mulai dari marah, malu, bahagia, takut, dan sedih.

Untuk itu sebagai makhluk sosial yang tentu ingin merasa bahagia, kita diharapkan mampu mengelola setiap emosi yang ada. Karena faktanya memang ada beberapa jenis emosi yang harus kita tinggalkan untuk hidup yang lebih bahagia. Apa saja ?

Bukan berarti tidak boleh marah tapi mengelola kemarahan adalah suatu kewajiban!

marah

Dikenal sebagai emosi dasar dan bersifat universal yang dimiliki oleh setiap orang. Marah menjadi emosi yang sulit untuk dikendalikan. Dengan kata lain marah adalah sebuah emosi yang akan timbul ketika kita merasa ada seseorang yang berbuat kesalahan pada kita. Respon atau tindakan kita dalam mengelola emosi ini akan menentukan bahagia atau tidaknya hidup yang kita jalani.

Karena ketidak mampuan dalam menguasai emosi ini, sering berakibat fatal. Bahkan merugikan diri sendiri. Tidak bisa mengendalikan kemarahan hanya akan membuat kamu terlihat buruk dimata orang lain. Perlahan orang lain akan mengingat kita sebagai seseorang yang, agresif yang identik dengan kekerasan.

Bahkan hasil penelitian Harvard Medical School menunjukkan bahwa orang yang mudah marah berpeluang  tiga kali lipat memiliki penyakit jantung. Dengan kata lain mudah marah pada usia muda merupakan predikator yang baik terhadap serangan jantung  pada hari tua. Semakin tinggi kemarahan seseorang, semakin tinggi pula resikonya. Selain itu, marah dapat mempengaruhi kulitas kesehatan seseorang. Jadi jika benar ingin lebih bahagia, mulailah untuk meninggalkan emosi ini.

Memiliki rasa malu itu wajar namun jika berlebihan jadi pertanyaan!

Emosi yang satu ini adalah sesuatu yang sering membuat kita kalang kabut dan juga ampuh untuk mengacaukan konsentrasi. Coba ingat kapan terakhir kali kita merasa malu? Hal yang kemungkinan menjadi alasannya pun beragam. Dari hal tersebut kita sering merasa bahwa diri tidak sebaik orang lain, yang jika dipelihara dengan baik akan melukai kita nantinya. Namun jika ternyata rasa malu yang timbul dikarenakan sikap dari orang lain. Kita bisa menerima itu sebagai bentuk kekhawatiran darinya, mungkin ia sedang ingin menjatuhkan kita karena tak ingin disaingi.

Menurut seorang Psikologi di media Online, emosi malu adalah salah satu emosi dari hasil penilaian terhadap diri sendiri. selain malu, emosi yang muncul dari penilaian diri sendiri meliputi rasa bangga, sombong, bingung, dan rasa bersalah. Untuk menghindari rasa malu yang berlebihan mulailah dengan menghargai setiap usaha yang kita lakukan. Atau belajar untuk merespon kesalahan dengan tertawa, ini akan jauh lebih baik dari pada harus tenggelam dalam rasa malu yang nyatanya merugikan kita sendiri.

Berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri jauh lebih baik daripada harus tenggelam dalam frustasi!

mengeluh

Berbuat salah dalam cerita perjalanan hidup adalah bagian yang memang harus kita ambil. Langkah ini akan menentukan apakah kita akan bahagia atau tidak. Meski terdengar mudah namun nyatanya hal ini sangat sulit untuk diaplikasikan.

Ketika sedang mengalami frustasi rasa marah dan benci pun ikut serta didalamnya. Namun dari kegagalan ini harusnya kita bisa lebih belajar, menyadari bahwa tidak selamanya sesuatu yang kita inginkan bisa berjalan sesuai rencana. Dengan demikian akan ada semangat baru yang kita peroleh. Mengerti tentang bagaimana harus menyikapi kekalahan dan kesalahan yang diperbuat.

Selain menghindari diri dari rasa frustasi ini juga akan membantu diri untuk lebih bebas dalam berekspresi. Tantanglah diri untuk lebih bahagia lagi, lakukan sesuatu yang baru. Meski akan ada kelasalahan setidaknya kita akan merasa senang pernah berbuat sesuatu. Dan meski gagal untuk kesekian kalinya, tetap semangat dan jangan pernah menyerah.

Menyadari kesalahan itu baik, tapi rasa bersalah yang terlalu dalam malah akan membuat diri merugi!

Kita harus bisa membedakan bagaimana rasa bersalah yang muncul karena menyadari kesalahan dan bagaimana rasa bersalah yang datang hanya karena emosional. Kesadaran akan kesalahan tentu akan membuat hidup kita lebih tenang. Untuk itu segera mengucap maaf jadi kuncinya, namun jika ternyata rasa bersalah yang kita miliki datang dari sesuatu yang lain akan menjadi berbeda.

Dalam hal ini kita memang perlu lebih peka untuk memahami satu hal dengan latar belakang yang berbeda ini. Keputusan untuk meminta maaf telah menunjukkan bahwa kita telah bertanggungjawab. Untuk kemudian lanjutkan hidup dengan sesuatu yang baru. Tanpa kita sadari titik ini telah membentuk kita jadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang akan selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan di lain hari lagi.

Karena tidak selamanya hidup akan bahagia, bersedih juga demikian!

takut

Emosi ini biasanya timbul ketika kita sedang dihadapkan dengan keadaan yang mengecewakan atau kegelisahan. Namun kita harus mengerti bahwa tidak semua orang yang ada d isamping kita bisa memahami apa yang kita rasakan.

Cobalah untuk menenangkan diri untuk beberapa saat lamanya. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan mencoba berbagi cerita atau bahkan menangis. Ini akan merefkesikan tubuh untuk mengeluarkan segala hormon kesedihan yang ada.

Karena jika dipendam terlalu dalam akan menimbulkan akibat yang serius dan fatal. Tubuh akan mengalami depresi berat atau malah menggangu kesehatan tubuh. Sikapi semua hal yang mungkin mengecewakan dengan sesuatu yang positif. Karena pandangan yang positif akan selalu memberikan kita efek yang lebih baik dan membuat hidup terasa lebih bahagia.

Terakhir, tempatkan rasa cemburu untuk mendukung hidup yang lebih baik!

Mungkin selama ini cemburu yang kita pahami adalah sesuatu yang mengatakan tentang perasaan takut kehilangan. Baik itu terhadap orangtua, pasangan atau sahabat serta orang terdekat lainnya. Semua akan masuk dalam kategori baik-baik saja jika memang masih dalam batas wajar.

Namun jika ternyata cemburu yang kita miliki terlalu berlebihan, Maka bisa jadi sesuatu yang kita takutkan akan benar-benar terjadi. Tempatkan rasa cemburu dengan tetap mengontrol sikap kita pada mereka yang kita cintai. Menunjukkan cemburu yang berlebihan hanya akan membuat mereka merasa dikekang. Sebaliknya tunjukkan rasa sayang yang kita miliki dengan menghormati mereka dengan baik.

Jelas ini akan jauh lebih membahagiakan hidup yang kita punya. Semua emosi yang memang sebaiknya kita kelola dengan baik dan satu-satunya orang yang mampu memberikan itu semua adalah diri kita sendiri. Karena kebahagian yang kita inginkan berada pada pilihan dan keputusan yang kita mau.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

10 Desain Rumah Minimalis Untuk Pasangan Muda yang Baru Saja Menikah

Biar tak  hanya sekedar angan-angan belaka, perihal membeli rumah memang jadi sesuatu yang perlu dipersiapkan sebelum atau setelah menikah. Beberapa pasangan memang memilih memiliki rumah dulu, baru menikah. Tapi ada pula yang justru sebaliknya, menikah dulu lalu membeli rumah. Sah-sah saja sebenarnya, toh setiap orang memiliki pandangan dan rejeki yang berbeda-beda.

Teruntuk kamu yang mungkin baru saja menikah dan sedang bingung untuk menentukan pilihan desain rumah. Masih tinggal berdua, kaplingan sederhana dengan 2 kamar tidur jelas sudah cukup untuk kalian berdua. Untuk membantumu menentukan pilihan, cobalah tengok beberapa desain inspirasi rumah minimalis yang coba kami rangkumkan.

1. Untuk Ukuran Rumah Minimalis, Sebenarnya Kita Hanya Perlu 4 Ruangan Saja

Sumber : https://rumahminimalisanda.com

Yap, 2 untuk kamar tidur, sisanya buat ruang tamu berukuran sedang dan kamar mandi.
Berita baiknya, lahan yang tersisa bisa kita pakai sebagai taman atau ruang hijau yang menjaga kesegaran udara sekitar.

Meskipun nanti akan punya anak, satu kamar yang tersisa masih bisa dipakai untuk dirinya. Nah bagaimana? Tak sulit bukan. Meski sederhana, desain seperti ini jadi konsep yang cukup ramah untuk pasangan yang baru menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jatuh Bangun LDR Yang Hanya Dirasakan Para Pejuang Jarak

Tak ada yang bilang kalau LDR itu mudah. Seberat-beratnya ujian, perkara jarak pun juga bisa jadi hal yang sangat berat bagi setiap pasangan. Belum lagi omongan di luar sana yang dengan mudahnya berkata kalau hubungan jarak jauh tak akan berhasil dan buang-buang waktu. Berat bukan? Memutuskan untuk LDR bukan hanya perkara berdamai dengan jarak, tapi juga melembutkan hati dan ego agar bisa menerima situasi semacam ini sekaligus menahan rindu meski berujung pilu.

Ketika kamu dan dia sudah memutuskan berjuang bersama, maka ujian jarak adalah sebaik-baiknya kesempatan untuk kalian agar bisa saling menyemangati dan terus belajar untuk saling menghargai. Terlebih jika pasanganmu memutuskan merantau demi masa depan kalian berdua. Memang berat, tapi percayalah ujian semacam ini tak akan bertahan lama. Ketika kamu yakin bisa melakoninya, maka jadikan hal itu semangat dan energi untuk menghadapi perkara LDR. Aku tahu rindu itu berat. Tapi semuanya akan terbayar ketika di ujung waktu, kamu bisa kembali berjumpa dengannya.

Saat Dia Berada Di Perantauan, Kamu Seperti Menjadi Satu-satunya Orang yang Tak Bisa Bersandar di Pundak Pasangan

Ketika kamu pergi ke tempat umum seperti mall, bioskop, atau di manapun itu, terbersit rasa ingin pergi bersama dan menggandeng tangannya seperti yang dilakukan banyak pasangan yang kamu jumpai. Saat sedih pun ada pundak yang bisa disandari. Sementara kamu, hanya bisa membayangkan sosoknya atau mendengarkan suaranya saja.

Tapi Seiring Berjalannya Waktu, Kamu Kian Tahu Cara Mengusir Sedih. Sebab Dari Jauh, Dia pun Selalu Meyakinkanmu Jika Jarak Tak Akan Membuat Hubungan Kalian Kian Rapuh

Perlu waktu yang tak sebentar untuk mengusir kegalauan lantaran ditinggal pergi merantau. Sedih, sudah jelas. Namun seriring berjalannya waktu, kamu seperti tahu caranya mengusir sedih agar berlalu. Si dia juga terus menyemangati agar kamu lebih tenang. Caranya meyakinkanmu membuat kamu mengerti kalau hubungan jarak jauh tak harus membuat kalian jadi rapuh.

Ada Rasa Gembira dan Bangga yang Terselip Atas Pencapaian Pasanganmu. Di Lain Sisi, Hal Itu Juga yang Membuatmu Terpacu Meraih Mimpi

Di lain sisi, keputusannya untuk merantau lantaran adanya panggilan pekerjaan membuatmu berbangga. Dia yang selama ini mendampingimu adalah sebaik-baiknya panutan dalam hal meraih mimpi. Kamu pun jadi terpacu untuk melakukan hal  yang sama, yaitu meraih mimpi yang selama ini belum tercapai.

Satu-satunya Obat Rindu Adalah Berjumpa Lewat Suara Sembari Melihat Foto-foto Lama yang Tersimpan Sebagai Memori

Saat melihat teman di media sosial tengah memamerkan kemesraan bersama pasangannya, kamu mungkin hanya bisa menahan rindu sembari berharap kapan bisa berjumpa dengannya. Satu-satunya cara selain mengontaknya secara langsung, ya kamu harus bernapas lega hanya dengan melihat kembali foto-foto lama yang tersimpan sebagai memori. Setidaknya cara itu bisa menenangkan rindu yang semakin membumbung.

Kamu Tak Hanya Bergulat dengan Rindu, Tapi Juga dengan Ego Pribadi. Kamu Belajar Sebaik Mungkin Mengatur Rindu Agar Tak Membuatnya Khawatir denganmu

Meski kalian menjalani LDR, tapi hubunganmu pasti melewati fase-fase tertentu. Ada masanya, terutama di awal-awal kamu ditinggal pergi, kamu akan merengek-rengek lantaran rindu. Perlahan tapi pasti, kamu menyadari hal semacam itu hanya menunjukkan jika egomu kelewat besar dan justru kian menyulitkannya di perantauan. Semakin hari, kamu pun semakin menyadari, mengatur rindu itu perlu agar dia tetap bisa fokus dengan tanggung jawab pekerjaannya yang jauh lebih penting.

Melihat Teman-temanmu Galau Lantaran Ditinggal Kekasih Mereka, Tebersit Kata-kata “Ah Biasa Saja, Aku Malah Lebih Lama,”

Kelihatannya sombong memang, tapi faktanya demikian. Seiring berjalannya waktu dan kamu sudah berhasil melewati masa-masa LDR, kamu pun jadi terlihat terbiasa dan ‘menikmati’ rasanya berjauhan dengan si dia. Jangankan dilanda rindu, bergulat dengan pilu pun kamu sudah biasa. Begitu batinmu.

Kamu Jadi Punya Ikatan dengan Tempat-tempat Tertentu Seperti Stasiun hingga Bandara. Sebab Disanalah Tempat Rindu Bisa Hilang dan Tapi Juga Bisa Tumbuh Kembali

Kamu seakan-akan merasakan hidupmu seperti film romansa dimana kamu harus mengantar dan menjemput dia. Stasiun dan bandara sudah jadi tempat yang menggoreskan berbagai cerita tentang kalian berdua. Sebab di sanalah tempat rindu berakhir sekaligus bermula.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Mengingat Kembali Momen Sial Bisa Membuatmu Tertawa, Itu Tandanya Kamu Sudah Dewasa

Pernahkah kamu mengalami yang namanya momen sial? Entah tiba-tiba terpleset saat sedang berada di keramaian, bajumu terkena kotoran burung, hingga kepala  yang terantuk tembok dan semacamnya. Kira-kira apa responmu setelahnya? Adakah yang merasa kesal dan merutuki diri sendiri? Atau justru tertawa karena merasa konyol dengan kesialan yang menimpamu? Sejatinya, kalau kamu justru tertawa saat ditimpa kemalangan kecil, itu artinya kamu sudah dewasa karena bisa menyikapi hal buruk dengan cara jenaka.

Kamu harus bangga. Faktanya, tak semua orang bisa melakukannya. Ada yang saking kesalnya ditimpa sial, moodnya jadi berubah sepanjang hari. Tapi bicara soal momen sial, masihkah kamu bisa tertawa jika skala ‘kesialan’ yang kamu hadapi jauh lebih besar? Ataukah, sisi jenakamu akan lenyap entah kemana? Coba tanyakan dalam diri masing-masing, masihkah kamu bisa tertawa jika mendapati situasi semacam ini…

Saat Orang-orang Menertawakan Cita-cita dan Ambisimu yang dianggap Tidak Relevan…

Kamu dengan penuh percaya diri dan berapi-api selalu menyuarakan apa yang jadi cita-citamu selama ini. Sayangnya, tak semua orang bisa menerimanya. Alih-alih memberikanmu semangat dan motivasi, mereka malah menyepelekanmu karena kamu dirasa tak mampu meraih mimpimu itu. Pernahkah kamu terjebak di situasi semacam itu? Lalu bagaimana kabarmu sekarang? Sudahkah berhasil meraih apa yang dicita-citakan. Selamat, kamu telah berhasil mengalahkan segala intimidasi mereka.

Mentalmu akan dikatakan dewasa jika berhasil menyikapi semua ini secara santai dan dengan hati yang damai. Mungkin kalau diingat-ingat lagi, kamu merasa ditimpa kesialan lantaran teman-temanmu malah menertawakan cita-cita yang sudah kamu dambakan sejak lama. Tapi lihatlah, siapa yang sekarang bisa tertawa di akhir cerita?

Ketika Kamu Hendak Wawancara Kerja, Tapi Kondisi Badanmu Justru Sedang Lesu. Alhasil, Mimpi Bekerja di Tempat yang Kamu Dambakan pun Pupus Begitu Saja

Mungkin ada yang mengatakan jadwal wawancara bisa di-reschedule. Tapi sayangnya hal itu tak berlaku dengan undangan wawancara kerja yang kamu terima. Mereka memintamu datang di hari yang sudah ditentukan. Karena kondisimu benar-benar tidak fit, kamu pun tak datang. Hari itu, mungkin kamu merasa kesal, bete, hingga bergumam macam-macam dengan tubuhmu yang tak bisa diajak kompromi. Tapi lihatlah sekarang, ternyata kamu justru mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari tawaran saat itu. Menyenangkan bukan?

Tak Banyak Orang yang Masih Bisa Tertawa Lepas Melihat ‘Ketidakadilan’ Soal Penghasilan

Dulu, sebelum gajimu sebaik sekarang ini, apakah kamu tetap bisa tertawa lepas bila mengingat banyaknya hal yang harus kamu penuhi? Belum lagi persaingan sengit di dalam kantor. Rasanya kamu merasa semesta tak adil soal penghasilan. Wah, tahan dulu dirimu. Seberat apa pun situasinya, tetap cobalah untuk bersyukur. Tengoklah orang-orang yang mungkin belum seberuntung dirimu. Menjadi dewasa bukan hanya ketika kita bisa tertawa melihat hal pahit yang kita alami, tapi juga keikhlasan hati menerima setiap jalan hidup yang harus kita lalui bukan?

Kamu Tahu Betapa Sukarnya Mengatur Waktu, Tapi Klien Seenaknya Mengganti Jadwal Bertemu

Sebagai pekerja yang terus menjalin relasi dengan klien, terkadang kita hanya bisa berencana dan klien yang menentukan. Kita sudah membuat janji sejak lama. Tapi ketika hari H justru ditunda lantaran kepentingan lain. Rasanya ingin protes, tapi tak bisa. Apa lagi mau marah. Ya sudah, terima saja. Berpikir positif saja bahwa klien memang sedang benar-benar berhalangan.

Siapa yang Bisa Tertawa Jika Setiap Hari Rasanya Hanya Kamu yang Jadi Bulan-bulanan Atasan?

Kesal memang jika tanpa disadari ternyata kita terus yang jadi objek omelan atasan. Padahal sebenarnya itu bukan kesalahan kita. Mau menyanggah pun sukar rasanya. Tapi kamu jangan patah semangat. Cobalah pelan-pelan meyakinkan atasanmu bahwa kamu tak bersalah sama sekali. Selama kamu bisa membuktikan bahwa kamu tak salah, semuanya akan baik-baik saja. Hitung-hitung juga menempa mentalmu, sebab di dunia kerja, hal-hal seperti itu sudah pasti ada. Kalau kamu berhasil melewatinya, kembali mengingat momen jadi bulan-bulanan atasan tentu akan membuatmu tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top