Feature

Kamu Beruntung Jika Orang-Orang Seperti Ini Ada Dalam Jejaring Kerjamu. Karirmu Pun Akan Melejit!

Apa yang ada di dalam benakmu ketika memasuki dunia kerja? Gaji besar? Naik jabatan dengan cepat? Sederetan harapan dan tujuanmu pun langsung tertata apik saat sudah memasuki dunia kerja. Tetapi tahukah kamu, bahwa koneksi atau jaringan orang-orang yang kamu miliki itu memiliki pengaruh besar pada kesuksesanmu. Memiliki jaringan sosial yang luas akan meningkatkan kesempatan kerja ataupun membantu merubah haluan kerja kamu.

Lalu orang seperti apa yang bisa berpengaruh untuk membantu meraih kesuksesan? Orang-orang yang bagaimana yang harus ada dalam jaringan kerjamu? Bagaimana caranya mereka bisa membantu kamu untuk mencapai karier yang gemilang? Ulasan di bawah ini akan menjadi jawabannya.

Hal Paling Mudah Adalah Memulainya Dari Yang Terdekat, Rekan Satu Levelmu Adalah Orang yang Tepat

Di kantor, orang-orang yang berada satu level denganmu adalah orang yang penting. Terlebih jika mereka satu departemen dan memiliki job desk yang sama denganmu. Kamu bisa berbagi ide, berbicara tentang kendala pekerjaan, memberikan masukan dan membahas lainnya. Jelas hal ini akan memberikan efek positif untuk performa kerjamu.

Mengingat tantangan dan beban kerjamu sama dengan yang didapatkan rekan kerjamu. Hal itu tentunya memberikan kemudahan untuk dirimu dan partner kerjamu berbagi banyak hal dan membantu satu sama lain. Mereka adalah orang pertama yang bisa kamu andalkan ketika mengalami kesulitan saat bekerja.

Disaat Kamu ingin Meningkatkan Kemampuanmu, Senior Adalah Orang Yang Akan Membantumu!

Akan banyak hal baru ataupun tantangan baru ketika kamu memasuki dunia kerja. Menemukan kesulitan saat menyelesaikan tantangan kerja akan menjadi hal yang kamu hadapi nyaris setiap hari. Ketika teman satu levelmu tidak bisa membantu, sedangkan tekadmu untuk menyelesaikan pekerjaan itu begitu kuat, senior atau pegawai dengan posisi diatasmu bisa kamu datangi untuk meminta solusi

Memiliki hubungan yang baik dengan seniormu akan memberikan banyak pengaruh positif untukmu. Mereka bisa membantu kamu untuk menyelesaikan kesulitan saat di kantor, memberikan kritik, masukan bahkan ilmu. Ketika kemampuanmu semakin bagus, maka tidak menutup kemungkinan mereka tidak akan ragu untuk mempromosikanmu pada atasan untuk menempatkanmu diposisi yang lebih baik.

Untuk bisa memiliki jaringan dengan seniormu, kamu bisa melakukan komunikasi secara berkala, misalnya dua bulan sekali untuk berbagi informasi kepada mereka tentang apa yang kamu kerjakan, dan minta sarannya bagaimana yang lebih baik atau apa yang perlu dirubah. Jika memungkinkan kamu bisa membuat janji makan siang atau ngopi bareng dengan mereka, sehingga perbincangan tersebut akan lebih santai.

Jangan Remehkan Orang yang Belum Berpengalaman Atau Anak Magang, Inilah Kesempatan Emasmu Untuk Belajar Jadi Pemimpin Yang Baik

Mungkin yang pertama terlintas dibenak kamu, anak magang atau anak baru yang belum mempunyai pengalaman adalah hal yang sebisa mungkin kamu hindari saat bekerja. Tetapi jika kamu pikirkan kembali, mereka adalah salah orang yang kamu butuhkan demi mengembangkan potensi. Dengan kemampuan mereka serta pengalaman yang belum ada, kamu justru bisa banyak belajar menjadi pemimpin untuk mereka

Memiliki hubungan kerja dengan juniormu akan membuat kamu belajar tentang dinamika tim, serta memberikan kamu kesempatan untuk belajar bagaimana caranya untuk menjadi pemimpin yang baik jika suatu saat nanti kamu menjadi seorang pemimpin dalam suatu tim. Ide mereka sebagai seorang pemula pun tidak bisa kamu abaikan. Bisa jadi kamu akan memilih ide-ide segar dan orisinal dari mereka.

Teman Kantor Yang Pandai Bergaul Dan Mempunyai Banyak Teman Harus Kamu Dekati Agar Jaringan Kerjamu Ikut Luas

Sebagian orang mungkin akan merasa iri jika mempunyai teman yang hebat dalam bergaul, mempunyai banyak teman. Sedangkan diri sendiri tidak bisa sehebat dia dalam bergaul dan bersosialisasai. Tipe orang yang seperti ini jangan pernah kamu jauhi, justru mereka adalah pintu yang bagus untukmu bisa masuk ke dalam dunia kerja yang lebih luas. Bahkan dari orang-orang yang seperti ini, bisa jadi kamu akan memperoleh kesempatan saat ingin pindah kerja untuk mengembangkan potensi dan passion-mu.

Kamu bisa mendapatkan bantuan dari mereka ketika kamu ingin memiliki pekerjaan yang baru atau membutuhkan keterampilan tertentu di area baru. Mereka pasti akan dengan senang hati membantumu mengenalkan dengan orang yang tepat. Tetapi kamu juga harus melakukan timbal balik, dengan mengundang mereka ke acara tertentu atau mengenalkan orang lain yang memiliki minat yang sama dengan mereka.

Jangan Terpaku Pada Satu Bidang, Kamu Butuh Orang Dari Berbagai Latar Untuk Memperkuat Jaringan Kerjamu

Ilmu yang kamu punya harus seluas mungkin untuk mendukung kinerjamu dalam memasuki dunia kerja. Kian banyak hal yang kamu pelajari, semakin luas pula kesempatanmu untuk menapaki kesuksesan yang kamu impikan. Jangan ragu untuk mengenal orang yang bekerja di industri dan bagian yang sama denganmu tetapi di perusahaan berbeda atau posisi yang sama tetapi dengan industri yang berbeda. Dengan mengenal mereka kamu jadi memiliki kesempatan untuk melihat banyak hal dari berbagai sudut pandang.

Kamu juga bisa mendapatkan saran yang tepat dari mereka saat ingin pindah haluan kerja atau perusahaan.Untuk bisa mendapatkan jaringan kerja dari luar perusahaan tempatmu bekerja, kamu justru bisa memulainya dari mengenal orang-orang yang berbeda divisi denganmu namun masih dalam satu perusahaan. Luangkan waktu untuk menjalin hubungan baik dengan mereka. Setelah itu kamu bisa kembali membangun komunikasi dengan teman-temanmu dengan pekerjaan menarik yang berkarya diberbagai bidang. Jalin hubungan baik dengan mereka, hingga saat membutuhkan informasi penting kamu tinggal menghubunginya saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top