Feature

Sekarang Aku Paham Kenapa Kamu Narsis, Dan Aku Prihatin Untukmu

Mencintai diri sendiri sesungguhnya memang baik. Tapi pernahkah kamu memiliki kawan yang sangat mencintai dirinya sendiri? Okay, coba kita ulang, amat, sangat, sangat mencintai dirinya sendiri. Mereka seperti berpikir bahwa bumi berputar karenanya. Semua kejadian yang ada di sekelilingnya adalah tentangnya dan hanya tentangnya.

Seluruh channel sosial medianya berisi segala remeh temeh dirinya. Mulai dari kesedihan hingga pencapaian tertingginya. Tak masalah memang. Namun yang mengganggu adalah hobinya yang mendramatisir seluruh sendi kehidupannya.

Para psikolog menyebut fenomena ini dengan sebutan manusia narsis yang berasal dari karakter Narcissus pada mitologi Yunani, yakni seorang yag jatuh cinta pada refleksi dirinya sendiri ketika melihat bayangan dirinya pada sebuah kolam.

Mudah memang membenci dan mem-bully, kawan macam ini. Namun sebaiknya, orang yang seperti itu jangan di-bully. Karena ketika kita paham kenapa mereka berbuat demikian, kita justru akan merasa kasihan dengan mereka

Sesungguhnya mereka yang narsis sulit berpikir positif tentang diri sendiri, itu kenapa mereka menghalalkan segala cara untuk menarik perhatian

sok lucu

Awal tahun ini peneliti saraf dari Universitas Kentucky memakai sebuah teknologi pemindaian untuk meneliti kepadatan saluran penghubung pada bagian otak orang-orang narsis. Dari penelitian tersebut diketahui, semakin tinggi nilai narsis seseorang semakin sedikit jaringan otaknya yang berkaitan dengan penghargaan terhadap diri sendiri.

‘Defisit internal dalam hubungannya dengan pernghargaan diri sendiri ” yang dialami oleh orang-orang narsis di sekitar kita yang membuat mereka sulit berpikir positif tentang diri mereka dan ini menjadi alasan dibalik kenapa orang narsis selalu mencoba mendapat perhatian guna menopang kepercayaan diri.

Orang Narsis Sebenarnya Orang Yang Gagal Menyesuaikan Diri Bagi Lingkungan

Sulit dipercaya memang, namun orang narsis itu sebenarnya merupakan pribadi yang gagal dalam menyesuaikan diri dalam lingkungannya. Hal ini disampaikan dalam penelitin yang dilakukan oleh Universitas Bern di Swiss yang mengamati ratusan orang selama enam bulan, termasuk pengukuran terhadap tingkat narsisme dan pengalaman-pengalaman yang dapat membuat seseorang menjadi stres.

Penelitian tersebut menghasilkan bahwa orang yang narsis cenderung mengalami lebih banyak stress dalam hidup mereka. Stres tersebut berasal dari sakit, kecelakaan, atau berakhirnya suatu hubungan.

Penelitian itu turut menyimpulkan “narsisme adalah aksi maladaptive (gangguan atau kegagalan dalam penyesuaian diri ) bagi individu karena individu yang narsis cenderung menciptakan sesuatu yang merugikan dalam hidupnya. Orang narsis juga lebih sensitif dibandingkan kebanyakan orang lainnya untuk melawan efek stres yang diakibatkan oleh perbuatannya.

Meski Berusaha Terlihat Bahagia, Mereka Yang Narsis Lebih laki-lakiMudah Tersinggung Dan Terkena Stress

Dari luar mereka memang terlihat baik-baik saja, tertawa sana-sini, percaya diri tingkat dewa, bikin blog atau vlog narsis tentang kehidupan sehari-hari mereka, tapi tahukah kamu bahwa dibalik semua itu ternyata orang narsis lebih gampang stres?

Sebuah tim yang dipimpin oleh Koey Cheng dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign melibatkan sebanyak 77 mahasiswi untuk membuat dan menyimpan sebuah diary yang berisikan emosi negative mereka. Selain itu juga meminta contoh air liur para partisipan untuk melihat tanda-tanda reaksi biologis dari stress yang dialami .

Hasilnya? Para partisipan yang memiliki kecenderungan narsis pada penelitian tersebut menunjukan kenaikan tanda psikologis juga berarti kenaikan tingkat stres. Sementara orang non-narsistik tidak menunjukan kecenderungan hal-hal tersebut. Pada temuan ini disimpulkan orang narsis adalah orang yang mudah tersinggung dan sensitif.

Meski Terlihat Menyebalkan Dan Sombong, Sebenarnya Mereka Butuh Dukungan Kita

dukungan

Dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan di atas, kita jadi menyadari kerapuhan yang dialami dibalik kepercayaan diri yang dimiliki orang-orang narsis yang ada di sekitar kamu. Maka dari itu jangan selalu berpikiran negatif dulu jika kamu melihat orang-orang narsis yang ada di dekatmu.

Dalam konteks yang positif, orang narsis memiliki kegigihan yang luar biasa lho dalam menghadapi kemunduran yang biasanya sulit dilakukan oleh orang biasa. Tim kreatif yang memiliki setidaknya satu orang narsis memiliki keuntungan untuk menginspirasi kompetisi kecil di kantor secara sehat.

Ada baiknya jika kamu lebih sabar dan lebih menyayangi orang narsis dalam hidup kamu, karena mereka sebenarnya butuh dukungan dan pengertian terhadap keraguan mendalam yang merea alami pada diri sendiri.

Mereka mungkin tampak arogan dan menyebalkan ingin menarik semua sorotan yang ada. namun dalam jangka panjang ada kemungkinan mereka tidak bisa menghadapinya dengan baik terutama jika perhatian tersebut sudah tidak lagi mereka dapatkan di kemudian hari.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Suamiku Kenapa Kamu Waktu Susah Sama Aku, Tapi Saat Senang Malah Memilih yang Lain?

Babak baru dari perjalanan cinta kita nampaknya mulai bergerak menuju ambang kehancuran. Keberanianku untuk mengatakan ini tentu beralasan. Meski kamu mungkin tak sadar, tapi kurasa kau bukan lagi suami yang kukenal.

Aku paham jika biduk rumah tangga, memang akan selalu mendapat ujian. Tapi kali ini kamu memang sudah keterlaluan. Jika jauh sebelumnya kita selalu berdua untuk melewati setiap cobaan, kali ini aku harus berjuang sendiri untuk melawan. Memerangi kamu dengan dia yang kini lebih kamu pilih.

Barangkali Kamu Lupa Siapa Dia Yang Kemarin Bersamamu Saat Susah, Perempuan Ini Adalah Orangnya

Tak perlu kujelaskan bagaimana kita dulu memulai perjalanan. Kamu tentu tahu susahnya hidup dua orang yang baru menikah. Memilih hidup di rumah kontrakan kecil, agar tak bergantung pada orangtua. Tak hanya diriku saja, kamu juga tentu masih ingat bagaimana rasanya.

Hingga akhirnya kerja keras dan usaha yang kita lakukan, berbuah hasil yang baik. Hidup yang layak dengan ekonomi yang bisa dikatakan lebih dari cukup. Bukan bermaksud untuk mengungkit masa yang telah lalu, ini semua hanya sebagian kecil dari cerita kita. Bagaimana? Apa kamu tetap memilih untuk berpura-pura lupa?

Kutemani Mendaki Terjalnya Bebatuan, Namun Kini Kamu Malah Memberiku Pilihan Yang Tak Sekalipun Kuinginkan

Memang kamu jadi pihak yang lebih dominan untuk semua keberhasilanmu sekarang. Tapi kurasa kamu tahu, bahwa perempuan ini pernah jadi penyokong untuk semua keluh kesahmu. Selalu setia disampingmu meski dunia ikut menertawaimu. “Aku tahu kamu bisa, percayalah aku disampingmu” jadi kalimat pamungkas yang dulu katamu amat berharga.

Anehnya, hasil akhir dari apa yang telah kita miliki justru jadi kejutan baru. Masih lekat diingatan bagaimana kamu berjanji tuk tetap bersama. Namun seseorang yang di luar sana memang nampakanya jauh lebih menggoda.

Dengan Apa Yang Kamu Miliki Sekarang Mudah Memang Untuk Menjatuhkan Pilihan

Wajar memang jika dirinya akan dengan mudah tertarik padamu. Bagaimana pun kamu memang sosok laki-laki yang banyak dicari. Percaya diri dan punya sesuatu yang dapat dibanggakan tentu jadi daya pikat yang menarik bagi seorang perempuan. Bukan berniat untuk selalu memojokkanmu, tapi kenyataannya kamu jadi pihak yang justru berusaha untuk dilirik.

Segala pembuktian, hal yang tadinya hanya kamu perlihatkan di hadapanku, diam-diam kamu perlihatkan untuk orang lain juga. Dengan semua yang telah kau punya, tentu mudah memang menjatuhkan pilihan. Tapi bagaimana jika itu semua tak bertahan lama?

Diriku Sadar Jika Parasku Tak Seelok Dia, Tapi Setidaknya Aku Sudah Berhasil Memberimu Putri Kecil Yang Tak Kalah Cantik

Aku masih ingat, jika dulu penampilan bukanlah sesuatu yang terlalu mendapat perhatianmu. Tak heran jika aku pun tak pernah merasa butuh untuk merias diri, dengan perawatan ekstra. Namun dunia baru yang ada, memang datang dengan membawa beberapa perubahannya. Masalah-masalah kecil dalam hal penampilan, mulai masuk dalam daftar yang perlu dikeluhkan.

Meski telah berusaha untuk bisa tampil serupa, usahaku memang tak lebih unggul dari dia. Paras yang kupunya tentu tak secantik dirinya, tapi apakah itu jadi syarat mutlak untuk tetap bersama ? Cobalah ingat betapa manisnya dia yang kini kita punya.

Sebab Cintaku Tak Perlu Kamu Ragukan, Lalu Bagaimana Dengan Dia Yang Ingin Kamu Jadikan Pilihan

Di awal cerita kamu datang dengan segala kesederhanaan. Memintaku untuk melengkapi ruang-ruang kosong dalam hidup. Tanpa ragu, perempuan ini mantap menerima ajakanmu.

Bahkan jika saat ini kamu kembali datang dan bertanya, jawabanku tentu masih sama. Rasa sayang dan semua cinta yang sedari dulu ada masih tersusun rapi dengan baik meski sekarang sedang diombang-ambing oleh perubahan. Lalu bagaimana dengan dia? Sudahkah kamu pastikan bahwa dirinya juga sanggup berlaku sama?

Bohong Memang Jika Kubilang Ini Tak Menyakitkan, Lalu Haruskah Aku Memaksamu Untuk Tetap Bertahan?

Sebagai pihak yang sedang dalam dua kemungkinan, ini tentu terasa menyakitkan. Ditinggalkan atau tetap dijadikan pilihan, jadi dua hal yang saat ini selalu aku pikirkan. Tumpukan kemungkinan itu terlihat mengerikan, tapi haruskan aku tetap bertahan?

Dulu aku berpikir bahwa kamu adalah sosok pendamping yang memang diciptakan semesta untukku seorang. Akan tetapi ada sesuatu yang kini aku percaya, bahwa apa yang kuanggap benar tak selalu bisa sejalan. Ditinggal olehmu tentu saja menyakitkan, tapi apa iya aku harus terus bertahan? Sedang kamu sudah berjalan tuk meninggalkanku.

Jika Akhirnya Kamu Ingin Nikmati Bahagiamu Dengan Dia, Aku Pun Paham Bahwa Waktu Mungkin Telah Merubah Segalanya

Masih dalam keterbatasanku yang tak bisa menerka semesta. Posisiku sebagai pihak yang disakiti tentu jadi mimpi yang tak pernah kuingini. Memintamu untuk tetap bertahan memang nampaknya tak bisa kulakukan. Tapi bukan berarti aku lantas berhenti untuk mengupayakannya. 

Bahkan hingga kini aku masih mencintaimu dengan rasa yang sama saat dulu pertama. Tapi jika akhirnya kamu ingin nikmati bahagia dengan dia, aku sungguh tak apa.

Kini aku bisa melepasmu, bukan karena rasa yang sudah tiada. Aku hanya sadar bahwa kamu bukan lagi laki-laki sederhana yang kemarin mengajakku hidup bersama. Karena nampaknya waktu dan segala yang kamu punya telah berhasil merubah segalanya.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Rasanya Jadi Perempuan Yang Katanya Terlalu Kuat Untuk Ditemani

Sifat manja yang dimiliki perempuan, katanya sering menarik perhatian. Lalu bagaimana dengan mereka yang mandiri dan sulit untuk ditaklukkan? Mungkin benar sikapnya justru jadi sebuah kekhawatiran bagi sebagian laki-laki. Pasalnya menurut hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan para ahli. Sebagian besar laki-laki sering merasa minder jika berhadapan dengan dia yang katanya terlalu kuat untuk ditemani.

Mari lupakan dulu pandangan dari mereka yang katanya kurang percaya diri. Cobalah untuk mendengar kata hati dari mereka yang katanya terlalu kuat untuk ditemani itu.

Bukan Tak Ingin Meminta Tolong, Katanya Mereka Hanya Tak Ingin Menyusahkan Orang

Mungkin kalimat “Nggak apa-apa, bisa kok” memang sering keluar dari mulut mereka. Bukan berniat terlalu mengagungkan diri dan tak butuh orang lain. Hanya saja, segala sesuatu memang selalu diupayakan sendiri. Mulai dari hal sepele seperti mengangkat galon air, hingga kendaraan rusak yang perlu diperbaiki ke bengkel.

Di dalam kepala mereka, tak bisa merasa nyaman jika harus merepotkan orang lain. Apalagi untuk hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan seorang diri. Namun masalahnya, beberapa laki-laki sering salah dalam mengartikan sikap ini.

Sering Jadi Pusat Perhatian Hingga Dianggap Mampu Melakukan Segala Hal

Memang sih apa yang selalu mereka lakukan selalu menjadi pusat perhatian. Padahal mereka hanya sedang ingin melakukan yang terbaik. Tanpa berpikir untuk menjadi yang lebih dominan. Perempuan tipikal ini, selalu tahu apa yang harus dilakukannya bukan berarti mampu melakukan segala hal.

Tapi ketika semangatnya sedang berapi-api, ia memang akan selalu memampukan diri melakukan semuanya. Meski pada kenyataanya tentu ada beberapa hal yang tak mampu ia penuhi dengan seorang diri.

Keberaniannya Mengambil Resiko Memang Benar, Tapi Bukan Berarti Ia Tak Punya Rasa Takut Kan?

Kemampuannya dalam segala hal sering membuat orang lain menilai dirinya sebagai pribadi yang terlalu ambisius. Tak heran jika mereka terbilang jarang untuk mempermasalahkan sebab akibat yang diperoleh dari setiap keputusan. Mereka percaya bahwa keberanian akan jadi sebuah pembelajaran, meski kadang hasilnya tak seperti yang diinginkan.

Satu hal yang orang lain tak tahu, bagaimana mereka mengumpulkan keberanian. Sikap tak lagi takut hanyalah sebuah gambaran penenang agar selalu percaya pada keputusan diri sendiri.

Padahal Rasa Was-was Dari Para Lelaki Itu Hanyalah Asumsi Mereka Saja

Jika boleh jujur, mereka memang memiliki  kecenderungan yang sulit membuka hati untuk laki-laki. Tapi bukan berarti mereka tak ingin mencintai atau dicintai, ini hanyalah masalah penyesuaian diri. Dimata mereka tak mudah untuk menemukan laki-laki yang punya langkah seiring. Namun jika memang sudah dipertemukan, dia tak segan untuk mencintai sedalam-dalamnya.

Masalahnya laki-laki justru menilai hal ini sebagai batu penghalang bagi mereka. Padahal itu semua hanyalah asumsi yang dirangkum sendiri. Sesuatu yang sebenarnya ada di benak para perempuan kuat itu, tidaklah selalu demikian.

Bahkan Ditengah Kegilaan Untuk Bekerja, Mereka Juga Butuh Waktu Untuk Sekedar Meliburkan Diri Dari Segalanya

Jangan pikir kalau mereka tak punya lelah. Meski kata orang mereka tak pernah lelah karena selalu giat bekerja, sungguh itu tak sepenuhnya benar. Wajah milik mereka memang selalu terlihat sumringah untuk segala hal yang dilakukannya. Tapi bukan berarti mereka tak butuh istirahat untuk sekedar merehatkan pikirannya.

Orang lain memang boleh saja melihat mereka terlalu gila dengan segala obsesinya. Padahal dibalik itu semua mereka juga kadang butuh seseorang yang bisa menawarkan liburan. Meski sekedar sejenak menikmati teh hangat tanpa beban pekerjaan.

Hingga Sesekali Merasa Iri Dengan Perempuan Lain Yang Bisa Bermanja-manja

Disaat beberapa perempuan lain, merasa jenuh dengan sebutan manja. Perempuan yang katanya mandiri ini justru rindu mendapat sebutan itu. Mungkin laki-laki yang mengenalnya beranggapan bahwa dia adalah sosok tangguh yang tak butuh sebutan itu. Karena toh itu hanyalah sebuah predikat bagi mereka yang katanya lemah dan selalu butuh bantuan. Bukan buat mereka yang mandiri dengan kemampuan diatas rata-rata.

Percayalah, meski hanya sesekali mereka juga ingin mendapat perlakuan seperti itu. Bukan karena mereka ingin terlihat lemah, rasanya ini adalah sesuatu yang disebut naluri. Dimana mereka ingin mendapat perlakuan yang sama sebagaimana perempuan lainnya.

Sementara Itu Ada Waktu Dimana Ia Butuh Sandaran, Namun Tak Ada Yang Mau Meski Hanya Sekedar Percaya

Aneh memang, ada orang yang matian-matian untuk terlihat kuat tapi tak mampu. Lalu datanglah dia yang tak selalu berharap dinilai kuat tapi tak seorang pun mau percaya bahwa dia lemah.

Bahkan jika ada waktu untuk mereka mengutarakan keinginan tersebut, sesuatu yang didapat justru pernyataan yang menunjukkan rasa tak percaya.
“Masa iya kamu nggak bisa, hal besar lain aja tunduk ditanganmu. Masa begitu nyerah!”

Padahal bukan masalah menyerah atau tak mampunya, hal itu dilakukan hanya untuk menghilangan konotasi kuat yang selalu dianggap momok. Buat mereka yang berniat berteman atau mendekat menjadi bagian dari hati.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Sih Laki-laki Harus Deg-degan Ketika Gaji Istri Lebih Tinggi?

Persoalan gaji ketika berumah tangga seringkali masih jadi hal yang sensitif antara suami dan istri. Apalagi berdasarkan penelitian M Ena Inesi dan Adam D Galinsky dari London Business School dan Kellog Graduate School of Business, kesuksesan karier dalam sisi pendapatan ternyata sangat berpengaruh terhadap sikap seseorang di dalam rumah tangga.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa pihak yang berpenghasilan lebih tinggi dalam dalam sebuah keluarga cenderung merasa memiliki kekuatan atau kuasa. Lantas, bagaimana jika situasinya  pendapatan istri lebih tinggi dibanding suami?

Sejatinya, belakangan ini fenomena dimana istri punya pendapatan lebih tinggi dari suami itu bukan lagi sesuatu yang langka.  Itulah mungkin yang menjadi penyebab munculnya tipe-tipe suami yang jadi khawatir sendiri karena kariernya merasa tersaingi oleh sang istri. Memangnya salah kalau gaji istri lebih tinggi?

Hingga Hari Ini, Persoalan Gaji Istri Lebih Tinggi Katanya Masih Membuat Suami Deg-degan dan Merasa Terancam

Salah sih nggak ya, cuma mungkin hal ini belum lazim saja. Karena pada dasarnya, seorang pria memang akan merasa terancam dan tidak nyaman jika sang istri memiliki jabatan dan gaji yang lebih tinggi darinya. Terutama jika dalam rumah tangga tersebut masih memegang teguh nilai maskulinitas tradisional. Kecuali jika keduanya sepakat untuk fair mengenai karier dan pendapatan, biasanya situasi semacam ini bisa diatasi.

Meski sudah banyak literasi yang memberikan tips-tips mengatasi situasi semacam ini, pada praktiknya memang akan sulit. Bahkan berada disituasi semacam ini jelas mengorbankan emosi dan perasaan hingga menurunkan tingkat kekompakan pasutri. Tapi semuanya harus diatasi demi rumah tangga yang lebih baik.

Mengatasi Perasaan Intimidasi Adalah Salah Satu ‘Trik’ yang Perlu Dilakukan Oleh Pihak Suami Agar Tak Memicu KDRT

Apalagi perasaan yang merasa terancam di dalam diri suami kalau tidak segera diatasi akan jadi bom waktu baginya. Mengapa? Psikolog Anna Surti Ariani mengungkapkan, kalau suami merasa direndahkan, bisa saja dia balik merendahkan istrinya. Misalnya dengan tidak memberikan uang belanja ke istri dengan alasan istrinya sudah punya penghasilan yang jauh lebih tinggi.

Lebih parahnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) nyatanya bisa diawali dari kesenjangan penghasilan. Ingat, KDRT pun tak hanya lewat fisik, tanpa disadari tutur kata yang menyinggung pasangan bisa jadi KDRT bentuk verbal.

Di Pihak Istri, Lantas Harus Bagaimana Menyikapi Situasi Ini? Haruskah Melepas Pekerjaan Padahal Itu Pekerjaan Impian?

Pada situasi semacam ini, istri berperan sebagai inisiator supaya konflik tidak semakin meluas tentunya. Komunikasi perihal apa pun itu penting sekali. Termasuk berkomunikasi mengenai hal-hal yang mungkin mengganggu pasangan jika penghasilan istri lebih tinggi. Sebaiknya katakan itu secara spesifik dan mendetail.

Dengan rutin berkomunikasi perihal apa pun sejatinya akan menurunkan tensi kekhawatiran dan melatih kekompakan pasutri. Bukan tak mungkin suami akan tetap mengizinkan istrinya untuk berkarier. Istri yang sebelumnya belum bisa memahami isi hati suaminya sepenuhnya pun akan jadi lebih tahu. Mungkin kekhawatiran suami kali ini bukan hanya soal merasa tersaingi, tapi mungkin juga cemas jika jabatan istri lebih tinggi nanti jadi kerap pulang malam seiring meningkatnya beban pekerjaan.

Mengelola Gaji Secara Bersama Bisa Jadi Salah Satu Solusi Demi Mengusir Kesenjangan Sosial

Jika pasutri telah membahas dan menemukan visi berkeluarga, alangkah baiknya mengelola gaji bersama. Bukan apa-apa, jika value berkeluarga telah dibicarakan, maka akan lebih mudah menemukan visi berkeluarga. Termasuk dalam pengelolaan gaji.

Ya, gaji perlu dikelola untuk mencapai tujuan bersama dan memenuhi kebutuhan bersama. Kali ini kedewasaan dan pengertian antar pasutri jelas diperlukan. Apalagi pasutri adalah partner seumur hidup. Karenanya transparansi alias keterbukaan satu dengan yang lain pun mutlak diperlukan.

Dibanding Membangun Kekhawatiran yang Berlebih, Akan Lebih Baik Suami Menuntun Istri untuk Membangun Keyakinan Positif

Di lain sisi, hal yang paling penting dibangun dalam kondisi ini adalah keyakinan positif. Berpikir positif dan berkomunikasi dengan baik-baik akan menghantarkan kamu dan pasangan memupuk keyakinan yang positif.

Kamu perlu menyadari, keyakinan positif akan melahirkan pemikiran jika berapa pun gaji pasanganmu pada akhirnya punya tujuan untuk dikelola bersama sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Percayalah, keyakinan positif akan menghilangkan segala pola pikir dan kekhawatiran yang negatif yang muncul karena gaji istri lebih besar dari suami.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top