Feature

Sekarang Aku Paham Kenapa Kamu Narsis, Dan Aku Prihatin Untukmu

Mencintai diri sendiri sesungguhnya memang baik. Tapi pernahkah kamu memiliki kawan yang sangat mencintai dirinya sendiri? Okay, coba kita ulang, amat, sangat, sangat mencintai dirinya sendiri. Mereka seperti berpikir bahwa bumi berputar karenanya. Semua kejadian yang ada di sekelilingnya adalah tentangnya dan hanya tentangnya.

Seluruh channel sosial medianya berisi segala remeh temeh dirinya. Mulai dari kesedihan hingga pencapaian tertingginya. Tak masalah memang. Namun yang mengganggu adalah hobinya yang mendramatisir seluruh sendi kehidupannya.

Para psikolog menyebut fenomena ini dengan sebutan manusia narsis yang berasal dari karakter Narcissus pada mitologi Yunani, yakni seorang yag jatuh cinta pada refleksi dirinya sendiri ketika melihat bayangan dirinya pada sebuah kolam.

Mudah memang membenci dan mem-bully, kawan macam ini. Namun sebaiknya, orang yang seperti itu jangan di-bully. Karena ketika kita paham kenapa mereka berbuat demikian, kita justru akan merasa kasihan dengan mereka

Sesungguhnya mereka yang narsis sulit berpikir positif tentang diri sendiri, itu kenapa mereka menghalalkan segala cara untuk menarik perhatian

sok lucu

Awal tahun ini peneliti saraf dari Universitas Kentucky memakai sebuah teknologi pemindaian untuk meneliti kepadatan saluran penghubung pada bagian otak orang-orang narsis. Dari penelitian tersebut diketahui, semakin tinggi nilai narsis seseorang semakin sedikit jaringan otaknya yang berkaitan dengan penghargaan terhadap diri sendiri.

‘Defisit internal dalam hubungannya dengan pernghargaan diri sendiri ” yang dialami oleh orang-orang narsis di sekitar kita yang membuat mereka sulit berpikir positif tentang diri mereka dan ini menjadi alasan dibalik kenapa orang narsis selalu mencoba mendapat perhatian guna menopang kepercayaan diri.

Orang Narsis Sebenarnya Orang Yang Gagal Menyesuaikan Diri Bagi Lingkungan

Sulit dipercaya memang, namun orang narsis itu sebenarnya merupakan pribadi yang gagal dalam menyesuaikan diri dalam lingkungannya. Hal ini disampaikan dalam penelitin yang dilakukan oleh Universitas Bern di Swiss yang mengamati ratusan orang selama enam bulan, termasuk pengukuran terhadap tingkat narsisme dan pengalaman-pengalaman yang dapat membuat seseorang menjadi stres.

Penelitian tersebut menghasilkan bahwa orang yang narsis cenderung mengalami lebih banyak stress dalam hidup mereka. Stres tersebut berasal dari sakit, kecelakaan, atau berakhirnya suatu hubungan.

Penelitian itu turut menyimpulkan “narsisme adalah aksi maladaptive (gangguan atau kegagalan dalam penyesuaian diri ) bagi individu karena individu yang narsis cenderung menciptakan sesuatu yang merugikan dalam hidupnya. Orang narsis juga lebih sensitif dibandingkan kebanyakan orang lainnya untuk melawan efek stres yang diakibatkan oleh perbuatannya.

Meski Berusaha Terlihat Bahagia, Mereka Yang Narsis Lebih laki-lakiMudah Tersinggung Dan Terkena Stress

Dari luar mereka memang terlihat baik-baik saja, tertawa sana-sini, percaya diri tingkat dewa, bikin blog atau vlog narsis tentang kehidupan sehari-hari mereka, tapi tahukah kamu bahwa dibalik semua itu ternyata orang narsis lebih gampang stres?

Sebuah tim yang dipimpin oleh Koey Cheng dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign melibatkan sebanyak 77 mahasiswi untuk membuat dan menyimpan sebuah diary yang berisikan emosi negative mereka. Selain itu juga meminta contoh air liur para partisipan untuk melihat tanda-tanda reaksi biologis dari stress yang dialami .

Hasilnya? Para partisipan yang memiliki kecenderungan narsis pada penelitian tersebut menunjukan kenaikan tanda psikologis juga berarti kenaikan tingkat stres. Sementara orang non-narsistik tidak menunjukan kecenderungan hal-hal tersebut. Pada temuan ini disimpulkan orang narsis adalah orang yang mudah tersinggung dan sensitif.

Meski Terlihat Menyebalkan Dan Sombong, Sebenarnya Mereka Butuh Dukungan Kita

dukungan

Dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan di atas, kita jadi menyadari kerapuhan yang dialami dibalik kepercayaan diri yang dimiliki orang-orang narsis yang ada di sekitar kamu. Maka dari itu jangan selalu berpikiran negatif dulu jika kamu melihat orang-orang narsis yang ada di dekatmu.

Dalam konteks yang positif, orang narsis memiliki kegigihan yang luar biasa lho dalam menghadapi kemunduran yang biasanya sulit dilakukan oleh orang biasa. Tim kreatif yang memiliki setidaknya satu orang narsis memiliki keuntungan untuk menginspirasi kompetisi kecil di kantor secara sehat.

Ada baiknya jika kamu lebih sabar dan lebih menyayangi orang narsis dalam hidup kamu, karena mereka sebenarnya butuh dukungan dan pengertian terhadap keraguan mendalam yang merea alami pada diri sendiri.

Mereka mungkin tampak arogan dan menyebalkan ingin menarik semua sorotan yang ada. namun dalam jangka panjang ada kemungkinan mereka tidak bisa menghadapinya dengan baik terutama jika perhatian tersebut sudah tidak lagi mereka dapatkan di kemudian hari.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

13 Liku Perjuangan Yang Dialami Mereka Yang Belajar Di Luar Negeri Demi Memperoleh Gelar Idaman

Hidup adalah pilihan. Keberanianmu akan menentukan bagaimana pilihan yang kamu ambil. Harus selalu dipahami, bahwa selalu ada harga yang dibayar untuk setiap tindakan yang kamu lakukan. Pun dalam soal pendidikan. Tak bisa dipungkiri, kualitas pendidikan di tanah air pun telah begitu bagus. Namun lagi-lagi hidup adalah tentang memilih. Kamu berhak memilih apapun itu yang menurutmu paling baik.

Menempuh pendidikan di luar negeri memang lebih menawarkan banyak pengalaman baru. Bukan hanya berisi hal-hal seru dan menyenangkan, memutuskan untuk menimba ilmu di negeri orang juga akan membuat dirimu lebih tertempa. Jauh dari keluarga mau tak mau mengubahmu menjadi sosok mandiri yang tak hobi merengek manja. Berikut merupakan jungkir balik perjuangan orang-orang yang berjuang menempuh pendidikan di negeri orang. Apapun itu, percayalah bahwa proses tak akan pernah mengkhianati hasil.

Kamu harus mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Hanya bermalas-malasan sepanjang hari, jelas tak bisa dilakukan lagi!

Berada jauh dari keluarga membuatmu harus bisa mengerjakan aneka prinitilan pekerjaan rumah tangga. Tak ada keluarga atau asisten rumah tangga yang bisa kamu mintai bantuan. Tenang! Walaupun awalnya sulit, setelah itu kamu akan bertransformi menjadi sosok mandiri yang bisa diandalkan.

Berada di negara yang memiliki musim lebih beragam membuatmu mulai bersyukur terlahir di Indonesia

Terbiasa hidup di Indonesia yang memiliki iklim cenderung ramah akan membuat kamu merasa sedikit repot dengan perubahan musim yang selalu berganti-ganti. Bukan hanya soal adaptas yang butuh waktu, mau tak mau kamu  juga harus menyiapkan pakaian sesuai dengan kondisi saat itu. Saat musim tertentu kamu pun harus mengenakan pakain lebih banyak dari biasanya. Alhasil beban cucian kamu pun jadi bertambah.

Menguasai bahasa negara tempatmu menuntut ilmu menjadi prioritas penting yang betul-betul kamu perhatikan

Berasa di negara orang yang memiliki bahasa berbeda, membuat kamu harus bekerja keras mempelajari bahasa tersebut. Awalnya memang tidak mudah, namun lambat laun kamu akan menguasai bahasa tersebut. Tidak malu mencoba berbicara dengan bahasa negara tempat kamu menuntut ilmu, akan membuat kamu lebih cepat mahir. Jangan cepat menyerah.

Menuntut ilmu di luar negeri membuatmu merasa terpisahkan dari teman-teman di tanah air

Terpisah dari sahabat-sahabatmu yang berada di tanah air kadang membuat kamu merasa sendiri. Melalui sosmes kamu bisa melihat perkembangan teman-temanmu di tanah air. Ada yang sudah wisuda atau melepaskan masa lajang. Sedangkan kamu tengah berada jauh dari mereka. Sendiri berjuang menuntut ilmu.

Tinggal di negeri orang akan membuatmu begitu merindukan masakan asli Indonesia

Awalnya tidak mudah menemukan masakan di luar negeri yang sesuai dengan lidahmu. Apalagi jika kamu perlu memilah-milah mana makanan yang bisa kamu makan dan tidak. Tak heran bila kamu menjadi sangat merindukan makanan khas tanah air. Bahkan kamu rela mengeluarkan sejumlah uang dengan nominal yang tak sedikit demi bisa memanjakan lidah dengan makanan asli Indonesia.

Berada di luar negeri membuatmu harus mengurus segala keperluan birokrasimu sendiri

Saat berada di Indonesia mungkin kamu terbiasa mengurus masalah birokrasi secara instan. Ada calo yang bisa kamu mintai bantuan untuk itu. Kamu hanya tinggal terima beres. Tentu saja kebiasaan ini tak bisa kamu terapkan saat kamu berada di luar negeri. Dengan segala keterbatasan bahasa, kamu harus tetap bergerak sendiri demi menyelesaikan urusan birokrasi.

Menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang mumpuni membuatmu harus menyediakan banyak waktu untuk belajar

Menempuh pendidikan di universitas yang top itu berarti otakmu harus bekerja lebih keras. Bahkan saat akan ujian, kamu tak bisa belajar mendadak. Lupakan sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang biasa kamu lakukan saat masih di tanah air dahulu. Demi hasil yang tidak mengecewakan, jangan malas-malasan deh!

Demi kelancaran kuliahmu ke depan, kamu pun rela untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu

Jangan segan untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu. Sertifikat yang menunjukkan kemampuan berbahasa asingmu seperti TOEFL mungkin akan dibutuhkan untuk memperlancar langkahmu. Kemampuan berbahasa asing yang baik akan sangat mendukung kegiatan perkuliahanmu.

Bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Indonesia adalah sebuah kebahagiaan tersendiri

Kamu tak pernah melewatkan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang juga tengah menuntut ilmu. Lega rasanya bisa berbicang-bincang dengan leluasa. Pada saat seperti itulah, kamu. tak lagi takut salah berbahasa. Tak jarang kalian saling bertukar makanan asli Indonesia, bahkan untuk hal ini kamu pun rela bila harus memasak.

Walau begitu kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai belahan dunia akan memperluas wawasan

teman

Kuliah di luar negeri memberi kamu peluang untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara. Tentu ini kesempatan hebat yang harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya. Kamu akan memperoleh wawasan baru yang mungkin tak akan kamu dapatkan bila kamu tidak kuliah di luar negeri. Rasanya saling bercerita tentang situasi negara masing-masing atau bertukar cinderamata bisa jadi hal seru yang bisa dilakukan.

Hidup terpisah dari keluarga dan sahabat membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Meski kiriman baru datang tak berarti bisa seenaknya

nasehat investasi

Biaya hidup di luar negeri yang tinggi membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Apalagi ketika kurs rupiah tengah jatuh, harga kebutuhan pun akan terasa semakin mahal. Kalau sudah begini kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Akan lebih baik bila kamu mendapatkan beasiswa. Hal ini akan sangat membantumu.

Kuliah di luar negeri itu berarti kesempatan untuk travelling jadi terbuka luas! Ini dia salah satu sisi positifnya!

mendaki

Siapa yang meragukan kebaikan ini? Dengan kuliah di luar negeri kamu bisa menjelajah lebih luas. Menikmati keindahan alam dan budaya yang lebih beragam. Bahkan saat salah satu temanmu yang berasal dari negara lain pulang liburan, kamu bisa ikut bersamanya. Menyenangkan  bukan?

Jauh dari keluarga membuat kamu didera rindu. Apalagi kamu juga tak bisa sering-sering pulang. Kamu jadi mengerti betapa berharga waktu bersama keluarga

keluarga

Tak mudah memang menahan rindu yang terasa membuncah. Apalagi tak mungkin untuk sering pulang ke tanah air. Jadwal yang padat dan kondisi keuangan menjadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan. Momen video call dengan keluarga dan sahabat di tanah air menjadi momen yang kamu nantikan. Rasanya pertengkaran kecil dengan saudara menjadi hal yang diam-diam kamu rindukan saat tengah berada jauh dengan mereka.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Akhiri Cinta Kepada Mantanmu Itu, Dengan Menulis Surat Cinta Pakai Tangan Kiri

surat cinta

Putus cinta itu tidak sakit, yang sakit itu sudah putus tapi masih cinta! Yup, berniat mengakhiri sebuah hubungan itu memang sejatinya mudah. Namun yang sulit adalah melupakan alias move on dari kisah cinta yang mengharu biru itu, padahal sudah beragam cara mungkin kamu lakukan, seperti berniat membuat mantan menyesal karena telah meninggalkanmu dengan mencoba berubah kearah positif menjadi pribadi yang lebih baik lagi tetapi tetap saja usaha itu terasa percuma karena kamu masih belum bisa lepas dari bayang-bayang seseorang yang pernah mengisi hatimu dengan cinta.

Kenapa Melupakan Mantan Itu Sulit?

Tapi apa yang sebenarnya membuat keputusan untuk pergi itu sedemikian sulit? Ini karena pertarungan tiada henti antara perasaanmu dan pikiranmu. Biasanya keputusan untuk move on dari sebuah hubungan itu berasal dari keputusan logika. Bagian dalam diri yang terbiasa menyajikan untung rugi. Sementara hati alias perasaan adalah bagian yang selalu memaksa untuk tinggal karena sudah merasa nyaman.

Nah, ini berarti cara termudah melakukannya adalah dengan mengedepankan logika berpikir. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menulis surat cintamu menggunakan tangan kiri, dengan syarat kamu terbiasa menulis dengan tangan kanan. Apa hubungannya?

Jadi ketika kita menulis surat cinta atau buku harian menggunakan tangan aktif (orang Indonesia biasanya tangan kanan), maka perasaan kita cenderung mendominasi. Maklum saja kita tak perlu lagi berpikir untuk menulis. Sementara jika menggunakan tangan kiri, kita cenderung sedikit kesulitan dan ketika itu logika berpikir akan diberi ruang dan waktu untuk maju ke depan.

Ini bukan sekedar omong kosong. Karena sudah ada penelitian tentang ini, dan yang diteliti itu tidak main-main, yaitu surat cinta Thomas Jefferson yang belakangan menjadi Presiden Amerika Serikat. Kala itu di usianya yang ke 43, Thomas Jefferson terlibat cinta terlarang bersama Maria Cosway yang berstatus istri orang.

Sejak awal ia sudah berpikir untuk meninggalkan pasangannya tersebut karena jelas mereka menjalin hubungan yang melanggar etika. Namun berulang kali ia mencobanya, berulang kali pula ia gagal.

Sampai suatu ketika di tahun 1786 ia mengalami terkilir di pergelangan tangan kanannya. Sementara ia ingin menuliskan curahan perasaannya melalui surat kepada kekasih terlarangnya tersebut. Dengan sangat terpaksa ia menulisnya menggunakan tangan kiri.

Hasilnya ternyata luar biasa! Surat yang kemudian dikenal sebagai “Head and Heart letter” ini berisi tentang pergulatan dan pertarungan antara pikiran rasionalnya yang menyuruhnya pergi melawan perasaannya yang menyuruhnya tinggal. Akhirnya nuansa surat itu didominasi oleh kemenangan pikirannya.

Sejak surat itu dibuat, tidak pernah lagi Thomas Jefferson menjalin hubungan dengan Maria Cosway. Memang ada beberapa surat cinta dengan tulisan tangan kanan yang dikirim belakangan. Namun hal itu tidak membuatnya kembali kepada perempuan tersebut. Bahkan sesudah Maria Cosway menjanda pun, mereka tak lagi menjalin hubungan sampai Thomas menjadi Presiden.

surat thomas jefferson

Hal macam ini yang perlu kamu lakukan. Awalilah dengan menulis sebuah catatan harian. Tulis kenapa kamu harus kembali pada pasanganmu dan kenapa harus tidak kembali. Gunakan tangan kiri alias yang tidak aktif kamu gunakan untuk menuliskan surat tersebut.

Cara ini juga bisa digunakan dalam kasus yang lain. Misalnya ketika terpikir untuk mengakhiri sebuah hubungan atau justru sudah benar-benar berakhir, kemudian kamu menerima pesan via sosmed atau aplikasi pesan. Gunakan tangan kirimu untuk mengetik pesan balasan.

Tidak lancar memang dan mungkin berulang kali typo. Tapi tidak mengapa, hal ini akan memberi kamu jeda waktu berpikir sebelum mengirim pesan. Logika kita akan lebih dikedepankan dan perasaan kita akan cenderung mengalah. Hasilnya, keputusan apa pun yang kemudian muncul, biasanya akan jauh lebih baik.

Kapanlagi Lupain Mantan, Kalau Bukan Sekarang?

Cara melupakan mantan dengan menulis surat cinta menggunakan tangan kiri itu sebetulnya hanya salah satu cara. Sesungguhnya masih ada cara lain yang cukup ampuh buatmu agar bisa dengan mudah melupakan mantanmu.

Agar kamu tak melulu bergantung pada masa lalu bersama mantan, kamu bisa lihat tips-tips melupakan mantan yang ada di Kapanlagi #lupainmantan di sini.  Ini adalah semi reality show dengan unsur komedi di dalamnya. Sebuah cerita yang mengangkat keseharian seorang pria bernama Kinoy yang berusaha melupakan mantan kekasihnya. Ia pun lalu berusaha mencari saran dari 8 orang YouTuber dengan berbagai gaya dan pengalaman mereka masing-masing untuk membantu Kinoy melupakan mantannya.

Meski berbalut komedi, namun tips dan trick melupakan mantan yang ada di sana cukup jitu untuk kamu yang ingin hidupmu mengalir lagi. Simak misalnya tips dari Han Yoo Ra untuk Kinoy ini mulai dari makan yang manis sampai cari hobby baru.

Nah itu baru satu, kalau masih belum manjur juga bagimu untuk bisa melupakan mantan. Mungkin kamu harus lihat saran-saran lainnya yang dipersembahkan oleh MyTea di Kapanlagi #lupainmantan.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahitnya Ketika Sudah Bersama Dalam Waktu Lama, Tapi Semesta Menjodohkannya Bukan Dengan Kita

Sudah lama berhubungan, membayangkan akan bersanding di pelaminan apa daya terpaksa putus di tengah jalan. Kecewa pasti. Karena sudah sekian banyak waktu yang dicurahkan dengannya. Tak mudah memang memulai lagi sesuatu dari awal.

Kamu seperti itu?  Kamu tak sendiri. Bahkan menurut hasil survei yang dilakukan oleh Wolipop secara online, ternyata dari sejumlah responden ada 93% pasangan yang mengaku putus setelah pacaran selama bertahun-tahun.  Beberapa di antara mereka ada yang sudah menjalin hubungan percintaan selama lebih dari 10 tahun, tetapi harus kandas di tengah jalan.

Apa yang salah? Dan harus bagaimana?

Mungkin Kita Yang Sedari Awal Berlebihan Mengartikan Hubungan Ini

Faktanya kadang kita terlalu terbawa suasana untuk mengartikan semua hubungan kita selama ini. Hanya karena berstatus pacaran, kita sudah menganggap apa yang kita punya begitu istimewa. Semua hal yang kita lakukan dianggap mengarah ke hubungan yang lebih serius.

Padahal kalau dipikir selama ini kita tak lebih dari sekedar menonton bareng, makan malam sama-sama atau bersenda gurau sekedarnya. Tak ada obrolan tentang masa depan. Tak pernah sekalipun kita saling mengenal keluarga masing-masing.

Seberapa lama pun hubungan itu sudah dijalin kalau modelnya seperti itu, sebenarnya kita baru berhubungan di tahap awal. Melangkah ke jenjang yang lebih serius membutuhkan koneksi yang tak biasa. Bicara soal rencana dan mimpi bersama-sama. Bukahkah selama ini kita tak pernah melakukannya?

Sesuatu Yang Baik Itu Tak Selalu Harus Terjadi Selamanya

Di sini kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pikiran kita. Bahwa sesuatu yang baik itu haruslah terjadi selamanya. Padahal jika kita mau jujur pada diri sendiri, bukankah semua hal pasti memiliki akhir? Cuma perkara bagaimana bentuk akhirnya, apakah menyenangkan atau menyedihkan.

Nah, begitu juga dengan hal-hal baik yang terjadi pada diri kita. Pastilah suatu saat akan berakhir. Bukan berarti sesuatu yang sudah berakhir itu berarti buruk. Jadi bukan seuatu yang baik berarti akan berlangsung selamanya. Semua ada masanya.

Sesuatu Yang  Selamanya Bukan Berarti Pasti Baik

Nah, begitu juga sebaliknya. Bukan berarti sesuatu yang terus berlangsung selamanya pasti sesuatu yang baik. Jangan sampai kita mempertahankan sesuatu yang ternyata tak baik buat diri kita sendiri. Seringnya dilema takut merasa sepi kadang jadi alasan untuk tetap bertahan padahal kita atau dia sendiri tahu bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk perlindungan dari rasa sepi tadi. Bersama dalam waktu yang mungkin sudah memasuki hitungan tahun membuat kita merasa bahwa sudah tidak bisa dipisahkan satu sama lain lagi.

Nyatanya ini bisa berubah menjadi hal yang menyakitan karena akan menjadikan kita jadi orang yang selalu menilai sempurna segala hal yang dilakukan oleh pasangan meski pada kenyataanya tidak. Kita terfokus untuk membayangkan semua hal yang dilakukan adalah baik adanya dan menutup mata yang seharusnya tetap bisa objektif dalam menilai hubungan tersebut.

Dan sebaliknya selalu berusaha untuk menafik semua ketidak cocokan yang ada dengan alasan agar tetap bisa bersama, tentu ini telah menjadikan kita sebagai seorang yang munafik karna tidak menjadi diri sendiri. Untuk waktu yang mungkin tepat keputusan berpisah memang jadi satu-satunya hal yang akan memperbaiki itu semua.

Mungkin Memang Tidak Mudah Dan Akan Terasa Pahit Tapi Cobalah Berdamai Dengan Kenyataan

Pasca mendapati kenyataan tentang sebuah perpisahan rasa kecewa tentu membekas dihati, biar bagaimanapun dia yang sudah pernah kita anggap akan jadi teman hidup dimasa depan sudah memberi banyak warna dalam hidup. Melupakannya pun tak semudah kita memalingkan wajah, akan ada banyak masa yang harus kita lewati dengan bayang-bayangnya yang masih dihati.

Ketakutan akan kehilangan yang selama ini mungkin diwanti-wanti mau tidak mau harus tetap dihadapi, demi sebuah kedewasaan dan evaluasi diri yang lebih baik nantinya. Berdiam diri larut dalam kekecewaan mungkin memang jadi pilihan yang akan menenangkan, tapi bukanlah hal yang tepat. Menikmati setiap masa kecewa hingga kepemulihan hati nanti akan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang akna membuat kita sadar bahwa yang kita anggap baik tak selamanya benar baik adanya.

Karena Sang Empunya Hidup Telah Mengatur Segala Sesuatu Termaksud Hubungan Yang Kita Jalani

Dan pada akhirnya kita hanya bisa berencana tanpa tahu apa yang akan menjadi hasilnya, jika kemarin kita mungkin sudah menjalin hubungan cukup lama namun malah berpisah. Tidak perlu terlalu berlarut dalam sedih, bisa saja keputusan itu akan membawamu kepada hal-hal baru yang lebih baik.

Dan tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengisi hidupmu untuk jauh lebih baik dari sebelumnya, karena hidup memang selalu penuh dengan teka-teki yang kita sendiri sering kesulitan untuk menebak alurnya. Hal yang juga harus kita mengerti bahwa sebuah keputusan untuk berpisah tak melulu mendatangkan luka, nyatanya dilain sisi bisa saja keputusan itu dianggap sebagai sesuatu yang akan membuat hidup jauh lebih baik.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top