Feature

Sekarang Aku Paham Kenapa Kamu Narsis, Dan Aku Prihatin Untukmu

Mencintai diri sendiri sesungguhnya memang baik. Tapi pernahkah kamu memiliki kawan yang sangat mencintai dirinya sendiri? Okay, coba kita ulang, amat, sangat, sangat mencintai dirinya sendiri. Mereka seperti berpikir bahwa bumi berputar karenanya. Semua kejadian yang ada di sekelilingnya adalah tentangnya dan hanya tentangnya.

Seluruh channel sosial medianya berisi segala remeh temeh dirinya. Mulai dari kesedihan hingga pencapaian tertingginya. Tak masalah memang. Namun yang mengganggu adalah hobinya yang mendramatisir seluruh sendi kehidupannya.

Para psikolog menyebut fenomena ini dengan sebutan manusia narsis yang berasal dari karakter Narcissus pada mitologi Yunani, yakni seorang yag jatuh cinta pada refleksi dirinya sendiri ketika melihat bayangan dirinya pada sebuah kolam.

Mudah memang membenci dan mem-bully, kawan macam ini. Namun sebaiknya, orang yang seperti itu jangan di-bully. Karena ketika kita paham kenapa mereka berbuat demikian, kita justru akan merasa kasihan dengan mereka

Sesungguhnya mereka yang narsis sulit berpikir positif tentang diri sendiri, itu kenapa mereka menghalalkan segala cara untuk menarik perhatian

sok lucu

Awal tahun ini peneliti saraf dari Universitas Kentucky memakai sebuah teknologi pemindaian untuk meneliti kepadatan saluran penghubung pada bagian otak orang-orang narsis. Dari penelitian tersebut diketahui, semakin tinggi nilai narsis seseorang semakin sedikit jaringan otaknya yang berkaitan dengan penghargaan terhadap diri sendiri.

‘Defisit internal dalam hubungannya dengan pernghargaan diri sendiri ” yang dialami oleh orang-orang narsis di sekitar kita yang membuat mereka sulit berpikir positif tentang diri mereka dan ini menjadi alasan dibalik kenapa orang narsis selalu mencoba mendapat perhatian guna menopang kepercayaan diri.

Orang Narsis Sebenarnya Orang Yang Gagal Menyesuaikan Diri Bagi Lingkungan

Sulit dipercaya memang, namun orang narsis itu sebenarnya merupakan pribadi yang gagal dalam menyesuaikan diri dalam lingkungannya. Hal ini disampaikan dalam penelitin yang dilakukan oleh Universitas Bern di Swiss yang mengamati ratusan orang selama enam bulan, termasuk pengukuran terhadap tingkat narsisme dan pengalaman-pengalaman yang dapat membuat seseorang menjadi stres.

Penelitian tersebut menghasilkan bahwa orang yang narsis cenderung mengalami lebih banyak stress dalam hidup mereka. Stres tersebut berasal dari sakit, kecelakaan, atau berakhirnya suatu hubungan.

Penelitian itu turut menyimpulkan “narsisme adalah aksi maladaptive (gangguan atau kegagalan dalam penyesuaian diri ) bagi individu karena individu yang narsis cenderung menciptakan sesuatu yang merugikan dalam hidupnya. Orang narsis juga lebih sensitif dibandingkan kebanyakan orang lainnya untuk melawan efek stres yang diakibatkan oleh perbuatannya.

Meski Berusaha Terlihat Bahagia, Mereka Yang Narsis Lebih laki-lakiMudah Tersinggung Dan Terkena Stress

Dari luar mereka memang terlihat baik-baik saja, tertawa sana-sini, percaya diri tingkat dewa, bikin blog atau vlog narsis tentang kehidupan sehari-hari mereka, tapi tahukah kamu bahwa dibalik semua itu ternyata orang narsis lebih gampang stres?

Sebuah tim yang dipimpin oleh Koey Cheng dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign melibatkan sebanyak 77 mahasiswi untuk membuat dan menyimpan sebuah diary yang berisikan emosi negative mereka. Selain itu juga meminta contoh air liur para partisipan untuk melihat tanda-tanda reaksi biologis dari stress yang dialami .

Hasilnya? Para partisipan yang memiliki kecenderungan narsis pada penelitian tersebut menunjukan kenaikan tanda psikologis juga berarti kenaikan tingkat stres. Sementara orang non-narsistik tidak menunjukan kecenderungan hal-hal tersebut. Pada temuan ini disimpulkan orang narsis adalah orang yang mudah tersinggung dan sensitif.

Meski Terlihat Menyebalkan Dan Sombong, Sebenarnya Mereka Butuh Dukungan Kita

dukungan

Dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan di atas, kita jadi menyadari kerapuhan yang dialami dibalik kepercayaan diri yang dimiliki orang-orang narsis yang ada di sekitar kamu. Maka dari itu jangan selalu berpikiran negatif dulu jika kamu melihat orang-orang narsis yang ada di dekatmu.

Dalam konteks yang positif, orang narsis memiliki kegigihan yang luar biasa lho dalam menghadapi kemunduran yang biasanya sulit dilakukan oleh orang biasa. Tim kreatif yang memiliki setidaknya satu orang narsis memiliki keuntungan untuk menginspirasi kompetisi kecil di kantor secara sehat.

Ada baiknya jika kamu lebih sabar dan lebih menyayangi orang narsis dalam hidup kamu, karena mereka sebenarnya butuh dukungan dan pengertian terhadap keraguan mendalam yang merea alami pada diri sendiri.

Mereka mungkin tampak arogan dan menyebalkan ingin menarik semua sorotan yang ada. namun dalam jangka panjang ada kemungkinan mereka tidak bisa menghadapinya dengan baik terutama jika perhatian tersebut sudah tidak lagi mereka dapatkan di kemudian hari.

2 Comments

2 Comments

  1. Kelas Hemat

    November 22, 2016 at 12:45 pm

    Temen aku tuh suka narsis, aku sih alhamdulillah udah engga, palingan aku cuma gonta ganti DP bbm aja, sama upload video keseharian aku di IG, sama palingan seminggu sekali ngevlog… udah cuma itu

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:16 pm

    apa titik perbedaan mencolok antara Narsis dan Percaya Diri ataubahkan OverConfident ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top