Feature

Ini Bahaya Minum Es Terlalu Banyak Yang Harus Kamu Waspadai!

Minum air es saat panas terik atau setelah berolahrga memang terasa nikmat dan menyegarkan. Kamu pasti sering melakukan hal itu. Namun tahukah kamu jika itu merupakan kebiasaaan yang tak sepenuhnya bisa dibenarkan. Melakukan hal itu secara terus menerus akan memberi dampak negatif pada kesehatan.

Air es bisa membekukan lemak yang berada di darah, peredaran darah pun bisa jadi tidak lancar.  Kalau sudah begini pembakaran lemak dan metabolisme tubuh pun  jadi terganggu. Tubuhmu pun jadi lebih gampang gemuk. Belum lagi bahaya yang bisa timbul dari es batu yang berasal dari air mentah. Menurut para ahli makanan, bakteri yang berada dalam air mentah tidak  mati meski dalam kondisi beku. Bakteri baru akan mati jika lama berada dalam lingkungan beku. Bukankah berbahaya bila bakteri yang masih hidup hingga masuk dalam tubuh? Lalu apa saja bahaya minum air es? Berikut ulasannya.

Minum Air Es Tidak Benar-benar Membuat Rasa Haus Hilang, Justru Akan Membuatmu Semakin Haus Setelah Meminumnya

Minum air es memang menyegarkan. Segelas air es seketika menghilangkan haus. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya pada saat itu rasa hausmu tak benar-benar hilang. Sensasi dingin yang kamu rasakan itulah yang meyebabkan kamu merasa hausmu telah hilang. Padahal sebenarnya ketika kamu meminum air es, cairan yang hilang di dalam tubuhmu akan menjadi lebih banyak jika dibandingkan pada saat minum air biasa. Jadi setelah kamu minum es dan sensasi dinginnya hilang, maka rasa haus itu akan datang lagi. Itu yang menjadi penyebab jika kamu minum es rasanya tidak bisa berhenti, karena pada saat itu  hausmu tak pernah benar-benar hilang.

Sebaiknya jika kondisimu sedang sangat haus, hindari minum air dengan kondisi dingin. Kamu dapat minum air biasa atau bahkan minuman hangat terlebih dahulu agar dahaga hilang. Baru setelah itu kamu bisa minum air dingin jika masih ingin menikmati sensasi dingin yang segar dari air es.

Minum Air Es Bisa Membekukan Otak Dan  Juga Memperlambat Detak Jantungmu

Kamu pernah merasa otakmu ikut membeku  saat minum air es? Itu bukan perasanmu saja loh. Hal itu benar-benar terjadi pada otakmu. Ketika kamu meminum air es, aliran darahmu akan meningkat menuju otak sehingga kamu tiba-tiba merasa pusing yang kemudian perlahan hilang (pembekuan otak). Orang dengan riwayat migrain, berpotensi besar mengalami pembekuan otak. Belum lagi jika kamu meminum air es pada saat panas terik, akan ada efek pusing yang kamu rasakan setelahnya.

Itu bisa terjadi karena saat metabolisme tubuh terganggu, tubuh tidak bisa langsung beradaptasi ketika terjadi perubahan suhu yang mendadak tatkala kamu minum es. Akibatnya suplai oksigen ke organ-organ tubuh berkurang, termasuk ke otak. Dampaknya, kamu akan merasa pusing. Belum lagi pengaruhnya terhadap jantung, rangsangan pada saraf vagus akibat minum air es bisa memperlambat kinerja jantung. Perlu diketahui, saraf vagus memiliki peranan penting dalam kegiatan yang dilakukan tubuh secara tak sadar, misalnya detak jantung. Jadi orang yang sensitif terhadap suhu akan lebih baik bila menghindari air es.

Minum Es Bisa Buat Perut Begah Sampai Sakit Tenggorokan

Saat kamu minum minuman es ataupun dingin, enzim di dalam lambung akan bereaksi dengan suhu dingin yang dibawa air es. Reaksi ini pun akanmembuat perut akan merasa begah dan juga kembung. Tak heran jika saat minum air dingin ketika makan, maka kamu akan merasakan perutmu sudah penuh padahal makanan yang kamu telan baru sedikit. Asam lambung yang ada di dalam lambung juga akan bereaksi kepada air es yang kamu minum sehingga menimbulkan rasa kembung pada perut.

Minum air es juga bisa memperparah radang tenggorokan. Meskipun penyebab radang tenggorokan disebabkan alergi dan juga bakteri, namun mengonsumsi air es akan memperparah gejala radang tenggorokan. Hal itu terjadi karena air es akan memancing batuk dan menimbulkan peradangan. Jika kamu merasa tenggorokanmu sudah tidak nyaman, sebaiknya hindari minum air es supaya keadaan tenggorokannmu tak kian buruk.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bagaimana Emosi Negatif Bisa Mempengaruhi Kesehatanmu

Pengaruh emosi terhadap tubuh sangat berhubungan erat dengan kelenjar pituitari. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk mekanisme yang memicu penyakit, yaitu kelenjar yang berada tepat di bawah otak yang memiliki koneksi dengan area jaringan di otak. Kelenjar inilah yang menghasilkan hormon yang mengendalikan semua fungsi tubuh. Emosi dan perasaan yang kuat berdampak pada pengendalian hormon oleh kelenjar pituitari, selanjutnya berpengaruh pada sistim syaraf tubuh dan ahirnya menimbulkan atau memperparah penyakit peredaran darah, pencernaan, pernafasan dan kulit.

Emosi merupakan suatu perasaan atau reaksi yang ditunjukkan manusia. Tentu saja emosi ini bermacam-macam. Kita tentu pernah merasakan senang, pesimis, khawatir, merasa bersalah, ragu-ragu, bahkan kombinasi dari beberapa emosi. Menariknya, emosi yang secara fisik tak terlihat memiliki hubungan erat dengan kesehatan manusia.

Beda emosi yang dirasakan beda pula dampaknya bagi tubuh, karena zat yang dilepaskan dari tubuh juga berbeda. Berbagai penyakit yang datang dipercaya sebagai respon terhadap seringnya merasakan emosi negatif. Berikut ini adalah berbagai emosi negatif yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Terlalu Keras Kepala Dan Berpemikiran Kaku  Hanya Akan Membuat Badanmu Ikut Terasa Kaku

Tidak mudah goyah atau teguh pendirian memang baik. Tapi bagaimana pun kamu harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarmu. Tidak mudah memang, yang penting kamu mau. Sebaliknya, terlalu keras kepala dan bertahan dengan pemikiranmu yang kaku itu cuma akan bikin badan ikutan terasa kaku. Hati-hati, sakit pada area leher mungkin akan sering kamu rasakan.

Masalah Perasaan Dan Cinta Bisa Membuat Kamu Terkena Radang Sendi

Sedih sekali kalau tidak ada yang mencintai. Tapi jangan terlalu dalam sedihnya, nanti bisa kena radang sendi. Begitupun kalau mencintai seseorang tapi ditahan-tahan siap-siap kena nyeri pada tulang belakang bagian atas. Yakin saja, pasti ada orang yang mencintaimu, tapi kamu yang tak merasa atau tak tahu. Nah, sebaliknya kalau terlanjur cinta dan terjebak masa lalu, area yang akan terasa nyeri adalah tulang belakang bagian tengah. Jadi, jangan main-main dengan perasaan ya, bisa bikin sakit tulang belakang.

Kekhawatiran Berlebih Pada Kondisi Finansial Dan Masa Depan Dapat Menimbulkan Sakit Pada Tulang Belakang Bagian Bawah

Jika sakit pada tulang belakang bagian atas dan tengah disebabkan oleh masalah cinta, maka tulang belakang bagian bawah lebih disebabkan oleh masalah finansial. Kekhawatiran pada kondisi finansial dan masa depan kemungkinan menyebabkan sakit pada tulang belakang bagian bawah. Jangan terlalu khawatir, yang penting kamu sudah berusaha dan berdoa untuk yang terbaik di masa depanmu.

Terlalu Membanggakan Diri Sendiri Dan Egois Bisa Membuat Kamu Sakit Di Area Lutut

Setiap orang pasti punya kelebihan, jadi bangga pada diri sendiri sih boleh. Kalau keterlaluan? Bisa jadi sakit di area lutut. Sakit ini juga berlaku untuk orang yang egois atau yang sangat mementingkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, mulai sekarang kamu bisa mengendalikan diri ya!

Kamu Yang Suka Marah Dan Pendendam Siap-siap Saja Terkena Radang Sendi

Marah boleh saja dilampiaskan supaya plong. Tetapi kalau keseringan marah, siap-siap terkena berbagai peradangan termasuk radang sendi. Begitu pun kalau kerap membenci atau punya perasaan dendam. Belajar memaafkan bukan saja baik untuk ketenangan jiwa, namun juga berpengaruh baik untuk kesehatanmu.

Tidak Mau Melangkah Ke Jalan Yang Benar Membuatmu Rentan Keseleo

Kakimu pasti pernah keseleo, padahal sudah melangkah dengan hati-hati. Wah, jangan-jangan kamu sedang menempuh jalan hidup yang tidak baik. Kadangkala pilihan tersebut lebih menguntungkan, jadi ada beberapa orang yang memang tidak mau melangkah ke jalan yang benar. Kalau sudah begitu, siap-siap saja keseleo lagi.

Berbagai Emosi Negatif Yang Datang Bersamaan Dapat Menyebabkan Kamu Jadi Luar Biasa Tertekan

Kombinasi dari beberapa emosi mungkin saja terjadi. Misalnya, ada saatnya kamu dituntut untuk jadi ramah dan menyenangkan, padahal emosi yang sedang kamu rasakan adalah kecewa dan marah. Kondisi yang terus-menerus seperti ini bisa menyebabkan tekanan yang luar biasa. Dampaknya kamu akan merasa lelah dan lemah, baik fisik maupun mental. Mungkin jiwamu butuh beristirahat untuk mengembalikannya.

Menjauhkan diri dari berbagai emosi negatif sangatlah mendukung pola hidup yang sehat. Artinya, jangan cuma menjaga dari segi fisik saja, dari segi emosi perlu juga. Tidak mau kan, didatangi banyak penyakit? Pilihan hidup sehat ada di tangan kita sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu Para Perokok, Ini Alasan Mengapa Merokok Dekat Anak Sangat Berbahaya

Pasti gemas sekali kalau melihat anak-anak yang masih lugu, imut dan ceria. Hati-hati, bahaya asap rokok tengah mengancam mereka.Beberapa perokok belum sadar betul bagaimana bahayanya asap rokok. Akibatnya, mereka dengan santai merokok di tempat umum yang tak jarang di dekat anak-anak.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak tentu lebih rentan menjadi korbannya. Artinya, merokok di dekat anak-anak sangatlah berbahaya.Siapa sih yang rela kalau anak tercinta terkena dampak buruknya? Bahkan membayangkan saja tidak mau.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui sejauh mana bahaya rokok mengancam. Meskipun orangtua tersebut perokok atau bukan, waspada tak ada salahnya.Terlebih lagi bagi para perokok aktif,harus tahu banget apa saja bahayanya. Jangan sampai kegiatan merokokmu membahayakan anak-anak. Inilah mengapa merokok di dekat anak-anak sangat berbahaya.

Racun Rokok Tidak Mudah Pergi, Bahkan Akan Mengendap Pada Pakaian, Sofa, Kasur, Bantal Dan Benda Lainnya

Sudah banyak yang berusaha menjauh dari anak-anak saat merokok. Ternyata cara ini tidak sepenuhnya efektif. Racun dari asap rokok akan menempel di mana-mana, termasuk pada pakaian yang dikenakan. Kalau habis merokok, jangan langsung menggendong atau mencium anak. Bisa saja racunnya terhirup. Usahakan mandi dulu, berganti pakaian dan yakin kalau benar-benar bersih. Selain pakaian, racun dapat mengendap di sofa, kasur, bantal dan benda lainnya. Segera amankan si kecil dari racunnya.

Asap Rokok Dapat Mengakibatkan Gangguan Kesehatan Pada Anak-anak

Asap rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk-batuk dan radang tenggorokan. Anak-anak bisa juga mengalami kesulitan bernapas dan resiko infeksi saluran pernapasan akut. Penyakit pada paru-paru banyak yang disebabkan oleh asap rokok. Pertumbuhan paru-paru pada anak juga terganggu sehingga fungsinya menjadi berkurang.

Dalam Jangka Panjang Anak Bisa Terkena Penyakit Akut. Dari Asma, Bronkitis, Pneumonia, Infeksi Telinga Hingga Kanker

Dalam jangka panjang, penyakit yang lebih akut bisa saja muncul. Anak-anak dapat menderita asma, bronkitis, pneumonia, infeksi telinga hingga kanker. Sakit pada usia mereka tentu perlu perawatan yang intensif dan biaya lebih. Belum lagi kalau melihatnya kesakitan, pasti tak tega

Racun Rokok Yang Menumpuk Bertahun-tahun Bisa Mengakibatkan Potensi Penyakit Saat Dewasa

Asap rokok ternyata memiliki bahaya yang laten. Mungkin saja anak tidak terserang penyakit saat kecil, namun masih punya potensi saat ia dewasa. Ada saatnya racun yang menumpuk bertahun-tahun akan memberikan dampaknya. Anak-anak yang terkena asap rokok memiliki resiko lebih tinggi menderita jantung dan stroke saat dewasa.

Meningkatkan Resiko Kematian. Bahkan Pada Bayi, Asap Rokok Dapat Meningkatkan Adanya Sindrom Kematian Mendadak

Berita buruknya, dampak asap rokok meningkatkan resiko kematian. Berbagai penyakit dalam tingkatan yang akut dinilai dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, asap rokok dapat meningkatkan adanya sindrom kematian mendadak.

Ibu Hamil Juga Harus Waspada, Asap Rokok Bisa Mengancam Janin Dalam Kandungan

Jangankan pada bayi yang telah lahir ke dunia, janin dalam kandungan juga bisa terancam. Baik pada perokok pasif maupun aktif, asap rokok sama berbahayanya. Asap rokok meningkatkan resiko gangguan kehamilan dan keguguran. Selain itu juga meningkatkan resiko kelahiran mati, bayi prematur, dan permasalahan pasca kelahiran.

Sebab Orang Tua Adalah Contoh Bagi Anak-anaknya, Bisa Saja Anak Menjadi Perokok Aktif

Anak-anak seringkali mencontoh orang dewasa. Hindari merokok di dekat anak, dikhawatirkan mereka akan menirunya. Dapat dipastikan bahaya yang mengancam lebih besar jika anak menjadi perokok aktif. Baik itu saat mereka masih anak-anak atau nanti saat usia dewasa.

Bahaya merokok memang tidak dapat diragukan lagi. Menjauhkan asap rokok dari anak-anak sangatlah penting, demi kesehatannya. Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik memang berhenti merokok. Jangan sampai menyesal nantinya. Kalau belum bisa, setidaknya minimalkan bahayanya bagi orang lain. Sudah siap jadi mantan perokok? Pasti siap dong, kalau kamu paham betul bahayanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Hasilnya Lebih Efektif, Sebaiknya Kamu Tak Menunda Memasang Behel Sebelum Usia 25

Senyum yang indah dan tulus mampu membuat penampilan jadi setingkat lebih menarik. Bahkan tak sedikit orang yang mengaku jatuh cinta pada pada gebetan hanya dengan melihat senyum indah yang terukir di wajahnya. Apalagi saat tersenyum, seseorang jadi terlihat menarik lantaran deretan gigi nan rapi yang dipamerkannya.

Tapi ternyata sebagian orang tak seberuntung itu. Alasannya cukup logis, struktur gigi yang tidak rapi membuat seseorang jadi tak percaya diri untuk tersenyum. Untukmu yang mungkin sudah dianugerahi deretan gigi rapi secara alami, kamu boleh bersyukur. Karena bisa jadi teman atau mungkin saudaramu harus berusaha ekstra untuk membuat gigi mereka berjejer rapi. Karenanya, demi memiliki senyum nan indah, tak jarang seseorang akhirnya memutuskan memakai behel.

 

Animo Orang Dewasa Merapikan Gigi dengan Menggunakan Kawat Gigi Ternyata Cukup Besar, Hal Ini Menunjukkan Jika Memiliki Gigi nan Rapi Jelas Dambaan Bagi Banyak Orang

 

Menurut penelitian American Association of Orthodontists, jumlah orang dewasa di Amerika Serikat yang menginginkan perawatan orthodontik ternyata mengalami sebanyak 37 persen dalam satu dekade antara tahun 1994-2004. Peningkatan serupa juga terjadi di Inggris, dari yang semula 25 persen menjadi 70 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan melihat data, setidaknya kamu bisa menyimpulkan jika gigi rapi jelas diinginkan setiap orang, dan behel masih jadi cara terampuh yang dimanfaatkan banyak orang untuk merapikan gigi. 

 

Benarkah Fungsi Behel Hanya Untuk Membuat Gigi Rapi?  

Kamu perlu tahu, behel memang identik dengan fungsinya untuk merapikan struktur gigi, tapi ternyata ada tujuan lain pemasangan behel. Memasang behel bukan hanya mendapat senyum indah, sebab dengan susunan gigi yang tidak teratur dan saling tumpang tindih ternyata meningkatkan kemungkinan terbentuknya plak yang sulit dibersihkan. Karenanya, sangat dianjurkan memakai behel apabila menyadari struktur gigi memang tidak rapi. Namun lantaran harga behel yang relatif mahal, biasanya seseorang mulai terpikir untuk memakai behel saat sudah berpenghasilan sendiri yang artinya telah memasuki usia 20 tahun.

 

Bukankah Behel Atau Kawat Gigi Sebaiknya Digunakan Saat Masa Pertumbuhan? Lantas Akankah Hasilnya Efektif Untuk Yang Memakai Behel Di Usia Lebih Dari 20 Tahun?

Sejatinya sah-sah saja memasang behel saat dewasa. Hanya saja karena tulang rahang orang dewasa jauh lebih padat, durasi pemasangan behel hingga kawat tersebut dilepas pun memerlukan waktu yang relatif lebih lama mulai 18 bulan hingga 3 tahun. Bahkan tak sedikit yang memerlukan waktu hingga hampir lima tahun agar gigi benar-benar rapi.

 

Meski Demikian, Kamu Lebih Disarankan Memasang Behel Sebelum Memasuki Usia 25 Tahun. Mengapa? Ini Alasannya 

Drg. Kartini Rustandi dari Kementerian Kesehatan menerangkan, sejatinya manfaat pemasangan behel di atas usia 25 tahun itu tidak begitu terasa. Tapi bukan berarti tidak boleh. Apalagi kemungkinan gigi untuk kembali ke struktur sebelumnya cukup tinggi.

Karenanya, demi mendapatkan hasil yang maksimal, ia menyarankan agar memakai kawat gigi di awah usia 25 tahun karena saat itu tulang masih bisa diatur sehingga gigi tidak berubah ke struktur awal.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top