Feature

Sebab Melepaskan Itu Tak Pernah Mudah, Maka Ketahuilah Meski Bahagia Ibumu Pun Berat Melepasmu Menikah

Nak, pacarmu sekarang siapa? Kamu kapan seriusnya? Jadi mau sama yang mana? Pacaran terus, kapan nikahnya? Dan sederet pertanyaan lain sebagai bukti kasih sayangnya saat kamu sebagai putrinya sudah masuk ke usia yang “harus” menikah. Tetapi setelah kamu menemukan si dia yang kamu yakini bisa melewati sisa usia bersama, Ibu masih tetap mengkhawatirkanmu.

Tak bisa dipungkiri ada perasaan-perasaan dari seorang ibu yang tidak bisa diungkapkan saat harus melepaskan putrinya untuk hidup bersama laki-laki pilihannya. Meskipun tidak terucap, tetap ada perasaan yang sulit tergambarkan dan juga diucapkan kepada siapapun saat mengetahui kenyataan anaknya akan memulai hidup yang baru dengan orang lain sebagai jodohnya.

Hal pertama yang dirasakan seorang Ibu begitu putrinya menikah adalah bahagia. Putri kecilnya yang sejak dulu dijaga dengan hati-hati kini akan melepas masa lajang bersama laki-laki pilihannya

“Iya Jeng, alhamdulillah anak saya beberapa bulan kedepan mau menikah. Ini saya lagi repot urusin pernikahannya dia, nanti jangan lupa datang ya!” kira-kira seperti itulah percakapan ibumu dengan teman-temannya. Salah satu bentuk ungkapan rasa bahagia yang meliputi hatinya, karena akhirnya anak yang dia rawat dari kandungan hingga besar sudah menemukan tambatan hatinya dan siap untuk melepas masa lajang. Saking bahagianya terkadang ibumu yang paling antusias mengurusi segala bentuk printilan untuk acara pernikahanmu. Sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang ibu, saat melihat anaknya bahagia.

Namun ini juga seperti koin yang memiliki dua sisi berlawanan. Rasa bahagia dan sedih bercampuraduk menjadi satu. Tak mudah melepaskan anak gadis yang sepanjang waktu nyaris tak pernah jauh darinya!

Bahagia memang saat tahu anaknya akan menikah. Namun dilubuk hati terdalam rasa sedih tak kalah menyelemuti perasaannya. Perasaan dan kenyataan yang harus diterima bahwa anaknya akan pergi meninggalkan rumah dan bersatu dengan jodohnya. Anaknya selalu merajuk untuk dimasakkan makanan kesukaannya, anak yang selalu mencari ibunya setelah sampai rumah dan anak yang selalu ada saja bahan yang diperdebatkan dengannya.

Rasa sedih tak pelak juga datang bersama rasa bahagianya, disela persiapan pernikahan yang sedang kamu siapkan. Ibumu juga menyiapkan hati untuk melepaskanmu hidup bersama orang lain. Mungkin nanti kamu akan sibuk dengan keluarga baru, sehingga sudah jarang berkunjung ke rumah hanya untuk sekedar melepas rindu. Rasa kehilangan tetap saja ada meskipun tak sebesar rasa bahagianya.

Karena membesarkan anak perempuan bukan perkara mudah, muncul rasa gamang dalam hati Ibu. Apakah laki-laki pilihanmu bisa membahagiakanmu Nak?

Ketika hari pernikahan semakin dekat, ibumu akan mulai mengenang bagaimana bahagianya saat tahu kamu hadir di dalam rahimnya. Merawatmu agar tetap sehat selama dalam kandungan, melahirkanmu dengan penuh perjuangan, serta merawatmu dengan kasih sayang hingga kamu bisa seperti sekarang. Semua masa-masa itu dilewati dengan derai tangis dan tawa dan bukan jalan yang mudah dilalui sebagai seorang ibu. Perasaan ingin mendidikmu sebaik mungkin, memberikan yang terbaik menjadi salah satu tujuan terbesar dalam hidupnya.

Bahkan ketika kamu menikah, ibumu masih saja akan mengkhawatirkan apakah rumah tanggamu akan baik-baik saja? Apakah pasanganmu akan merawatmu dengan baik dan benar sesuai dengan harapannya? Apakah kamu akan bahagia hidup bersamanya menghabiskan sisa usia?

Meskipun tak mudah untuk melepaskanmu, dukungan dan doa Ibu akan membuatmu kian mantap membuka lembaran baru. Bukankah doa Ibu adalah sumber kebahagiaan bagi anak-anaknya?

Saat kamu menikah dan sudah bersama dengan pasanganmu. Jarak akan semakin jauh, waktu bertemu juga tak lagi mudah, tetapi doanya tidak akan pernah terputus. Tanggung jawab mungkin saja berubah dan juga berbeda, tetapi harapannya agar kamu hidup bahagia akan selalu dia panjatkan tanpa jeda. Baginya meskipun kamu sudah mengarungi hidup yang baru baik sebagai pemimpin keluarga ataupun pendamping pria yang luar biasa, kamu akan tetap menjadi seorang anak yang dia sayang tanpa pernah berkurang sedikit pun. Doa serta harap agar hidupmu selalu dilimpahkan kebahagiaan dan juga kelancaran dalam segala urusan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan akan tetap terpanjat disetiap doa hingga ajal menjemput.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Padahal Iklan Tapi Video di Youtube Ini Banyak Ditonton! Kok Bisa?

Makin populernya Youtube bikin sebagian orang penasaran mencari rumusan agar videonya bisa ditonton oleh banyak orang. Mungkin termasuk kamu, yang sedang memulai karir sebagai youtuber.

Google pemilik situs Youtube, melalui Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, merilis daftar iklan terpopuler yang tayang di youtube. Salah satu video yang menduduki 10 iklan Youtube terpopuler di Indonesia adalah video berjudul “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar – Ep 1” yang diunggah di kanal Youtube Smartfren. Dari data yang dirilis oleh social media analytics partner, Socialbakers, tiga video series bertajuk “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar” menempati tiga posisi teratas sebagai video Youtube terbaik di Indonesia pada bulan Juni.

“Sebenarnya, video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan bagian dari kampanye digital #BaruTahuKan yang dibuat oleh Smartfren,” terang Fikri Hidayat Rangkuti, Senior Manager of Digital Operation Growmint yang merupakan digital agency partner Smartfren.

Fikri menjelaskan bahwa webseries mengenai ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan hero content dari kampanye bertagar #BaruTahuKan yang digunakan untuk menjelaskan kepada publik bahwa Smartfren saat ini merupakan provider telekomunikasi dengan jaringan 4G dan dapat digunakan di semua telepon selular berbasis 4G.
“Selain webseries, campaign #BaruTahuKan juga terintegerasi dengan situs web barutahukan.com dan kanal media sosial Smartfren lainnya.” Terang Fikri.

Lantas apa saja resep Growmint dan Smartfren dalam membuat konten video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’?

Memilih key opinion leader Yang Tepat, Jadi Penentu

“Kenapa webseries #BaruTahukan bisa menjadi populer di Youtube? Semuanya diawali dari pemilihan Saaih Halilintar sebagai key opinion leader sekaligus icon dalam video. Sebelum mengeksekusi video, tim di Growmint telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai popularitas influencer di media digital selama tiga bulan terakhir,” ucap Fikri.

Kunci Lainnya Adalah Memilih Dan Menyesuaikan Momen Yang Pas

Video yang punya korelasi dengan keadaan saat ini cenderung bisa lebih viral. Hal ini yang juga dimanfaatkan Smartfren ketika membuat video web series #BaruTahukan. Cerita dari video tersebut disesuaikan dengan momen Ramadhan ketika video tersebut ditayangkan.

Tak Cuma Lewat Youtube, Optimasi Juga Dilakukan Melalui Sosial Media Lainnya

Meski Youtube sudah punya 1,3 miliar pengguna, namun kalau mau kontenmu berhasil dan ditonton banyak orang haruslah memanfaatkan sosial media yang lainnya. Sosial media serta aset lainnya tersebut diarahkan untuk mengajak pengunjungnya ke video yang dimaksud.

Hal ini yang dijalankan oleh Smartfren. Mereka memanfaatkan sosial medianya untuk mendapatkan pengunjung. Ditambah lagi untuk mendukung video tersebut, dirilis pula situs barutahukan.com yang membantu video tersebut lebih dikenal.

Pada Akhirnya Penonton Indonesia Itu Senang Tayangan Yang Ringan Dan Mudah Dicerna

Smartfren digital team, memaparkan bahwa selama periode digital campaign #BaruTahuKan, Smartfren yang berpartner dengan Growmint berusaha memahami karakter netizen di Indonesia dalam mengkonsumsi media digital, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun video.

“Di bulan Ramadhan, berbagai brand selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian audiensnya masing-masing, begitu pula dengan Smatrfren. Karena itu, kami mencoba mengutamakan konten yang sesuai dengan karakter netizen di Indonesia yang ringan dan mudah dicerna, namun tetap menyampaikan pesan dari Brand Smartfren itu sendiri,” terang Aldrige.

Dari hasil memahami karakter netizen di Indonesia, kemudian merencanakan konten brand campaign secara optimal, ketiga video webseries ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ selalu menempati top trending di YouTube. Selain itu, Smartfren juga menempati 10 besar brand dengan interaksi tertinggi selama bulan Ramadhan menurut data yang dirilis oleh Socialbakers.

“Dan yang lebih utama, dampak terbaik dari keberhasilan digital campaign #BaruTahuKan adalah semakin banyak audiens di Indonesia yang tahu bahwa kini Smartfren bisa dipakai di ponsel apapun dengan jaringan 4G. Dengan kata lain, akan semakin banyak orang Indonesia yang dapat menjangkau koneksi internet yang lebih cepat, luas, dan stabil,” tutup Fikri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menikah Tak Selalu Bahagia, Persiapkan Juga Dirimu Untuk Menghadapi 4 Ujian Pernikahan Ini!

Hidup bahagia dengan orang yang kamu cintai adalah sebagian besar gambaran yang tersirat ketika seseorang memikirkan tentang sebuah pernikahan. Hidup dalam satu atap, berbagi kasih sayang dari waktu ke waktu. Dipenuhi dengan tawa dan canda serta bahagia menjadi bayangan yang indah dalam pernikahan. Namun bukankah roda kehidupan berputar? Kebahagian dan kesedihan pun akan selalu beriringan.

Semua orang bisa menghadapi rasa bahagianya namun apa yang akan dilakukan jika menghadapi rasa sedih? Begitu juga dengan pernikahan, tak hanya bahagia yang datang, rasa sedih juga siap menghampirimu kapan saja. Lalu apakah ketika sedih itu datang kamu sudah siap menghadapinya dengan partner yang kamu pilih saat ini? Bisakah kamu dan pasangan tetap bersama untuk menghadapinya?

Saat Keuangan Membuat Hubungan Rumah Tangga Yang Kamu Jalani Menjadi Tidak Tenang, Yakinkah Bisa Berjuang Bersama?

Uang memang bukan segalanya, tetapi tetap saja kamu akan butuh uang. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, salah satu hal yang terberat yang adalah saat keuangan sedang tidak stabil. Entah usaha yang sedang dijalani tidak berjalan dengan baik, musibah yang terjadi sehingga mengharuskan keluar uang banyak atau suami yang menjadi satu-satunya pencari nafkah dipecat dari pekerjaannya.

Hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya bisa saja menjadi penyebab keuangan menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan ekonmi dalam keluarga bisa menjadi pemicu rumah tangga menjadi hancur. Jadi bagi kamu yang ingin melangsungkan pernikahan, kamu dan pasangan harus mendiskusikan jika kemungkinan ini terjadi. Berkomitmenlah untuk tetap yakin satu sama lain untuk bisa bertahan dan menguatkan satu sama lain seburuk apapun kondisinya. Agar bahtera pernikahan kalian tak karam dihempas badai.

Kehadiran Buah Hati Selalu Dinanti, Namun Apa Yang Akan Terjadi Bila Yang Diharapkan Tak Kunjung Datang!

Menikah bukan hanya tentang menghabiskan sisa usia bersama orang dia cintai, tapi juga untuk meneruskan garis keturunan. Buah cinta dari kasih sayang kamu dan pasangan, orang tua pun juga mengharapkan kehadiran buah hati kalian sebagai penerus darah. Namun jika ternyata Tuhan belum mengijinkan buah hati hadir diantara kalian, apakah masih bisa bertahan? Apalagi saat usia pernikahan telah berlangsung lama.

Perasaan hampa bisa saja muncul saat buah hati tak kunjung datang. Hal ini bisa memicu pertengkaran. Jika nanti hal ini terjadi pada rumah tangga yang akan kamu bina, berbicara dari hati ke hati adalah hal yang sangat penting dilakukan. Bila hal itu harus terjadi mulailah mengingat kembali apa yang membuat kalian jatuh cinta satu sama lain. Teruslah berusaha dan berdoa, karena keajaiban itu nyata ketika Tuhan sudah berkehendak. Saling menguatkan hati dan berusaha mencari solusi jauh lebih baik dibandingkan saling menyalahkan.

Saat Godaan Orang Ketiga Datang, Apa Masih Akan Terus Melanjutkan Hubungan?

Saat menikah bukan berarti godaan orang lain yang hadir dalam kehidupan kamu dan pasangan akan berhenti. Godaan itu bisa saja semakin besar justru saat kamu sudah menikah, menguji kesetiaan dan kesabaran akan kekurangan pasangan yang baru saja kamu sadari ketika sudah menikahinya.

Tentu hal itu akan berdampak besar pada hubungan kalian sebagai pasangan suami istri dan akan sangat sulit diperbaiki. Karena pondasi terkuat sebuah hubungan selain hubungan adalah rasa percaya. Jika itu sudah dirusak, maka akan sulit diperbaiki. Bila pada suatu hari orang ketiga  itu sungguh-sungguh datang yang harus dilakukan hanya menenangkan diri dan berkomunikasi dengan baik. Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah.

Menikah Bukan Hanya Menyatukan Dua Manusia Namun Juga Dua keluarga. Tapi Kalau Keluarga Terlalu Ikut Campur Dalam Rumah Tanggamu Bagaimana?

Saat menikah kamu tidak hanya akan hidup dengan pasanganmu saja. Tetapi ada dua keluarga yang menyatu karena pernikahan kalian. Pada saat itu, dua kebiasaan dari keluarga yang berbeda akan mulai berbaur. Namun untuk bisa menyatu, akan ada beberapa perdebatan karena idealisme masing-masing keluarga. Kamu pun dituntut untuk mengikuti kebiasaan tersebut. Sepertinya terlihat remeh, namun pada kenyataannya tidak semudah itu.

Mertua atau saudara ipar bisa saja mencampuri hubungan rumah tanggamu bersama pasangan. Kamu pun akan sulit menentukan sikap, karena merasa ini adalah keluargamu dan orang lain tidak berhak mencampuri urusanmu. Tapi kamu juga tidak mungkin menolak secara terang-terangan karena takut ada pihak yang tersinggung hingga memancing pertengkaran. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat itu adalah tetap mendengarkan dan mengabaikan yang menurutmu tidak perlu dilakukan. Kamu bisa ambil pelajaran yang baik untuk kebahagiaan kamu dan pasangan dimasa depan dari mereka yang telah banyak makan asam garam kehidupan pernikahan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengapa Jalin Hubungan di Era Modern Justru Rentan Rapuh?

Jika di rata-rata dari jumlah kasus di pengadilan Agama, setiap 2 menit sekali terjadi perceraian di Indonesia. Iya, kamu tidak salah baca jumlahnya memang sebanyak itu. Secara prosentase, 15 persen dari pernikahan, harus kandas di pengadilan.

Tentunya ini sebuah ironi. Ketika di era modern segala hal dikatakan telah terhubung, perceraian justru mengalami peningkatan. Sejatinya para pasangan seharusnya dengan mudah mengail informasi tips-tips langgeng berumah tangga yang bertebaran di internet. Namun hal ini tak mampu mendongkrak suksesnya angka pernikahan. Apa yang menyebabkan usaha mempertahankan bahtera cinta justru lebih rumit di era saat ini?

Cara Kita Berkomunikasi dengan Pasangan Tidaklah Efektif, Meski Ada Smartphone yang Memudahkan Komunikasi

Komunikasi yang baik adalah fondasi bagi suksesnya suatu hubungan. Banyak terjadi kasus dimana emosi dipendam terlalu lama dan akhirnya malah menjadi bom waktu yang berbahaya. Ini terjadi karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik.

Meski kini sudah ada ponsel cerdas yang seharusnya bisa memudahkan kita berkomunikasi dengan pasangan, justru keberadaannya malah menjaauhkan kita dari pasangan. Seberapa sering kamu berhubungan dengan pasangan (resmi) kamu dibandingkan dengan pasang status atau membalas komentar? Mana yang lebih penting buatmu, mengetahui kabar terakhir pasangan, atau tak mau ketinggalan informasi viral terakhir di timeline? Seringkali, kita asyik sendiri dengan smartphone daripada harus mengobrol dan mengakrabkan diri dengan pasangan.

Kita Terpaksa Bertahan dengan Orang yang Tidak Sungguh-sungguh Kita Cintai

Kebanyakan dari kita enggan menghabiskan waktu sendirian bukan? Karena ketakutan akan kesendirian ini, banyak orang yang memilih untuk menjalin hubungan dengan orang lain dalam keadaan “terpaksa” hingga akhirnya mereka tidak benar-benar bahagia.

Alasan lainnya mengapa seseorang harus bertahan dengan orang yang tidak sungguh-sungguh dia cintai adalah karena faktor usia, tekanan dari orangtua untuk segera menikah, dan lingkungan. Keadaan-keadaan yang memaksa untuk menjalin sebuah hubungan yang tidak disukai. Hubungan yang dilandasi keterpaksaaan hanya akan berakhir dengan perpisahan.

Gawatnya, tekanan ini diamplifikasi oleh teknologi terkini. Kita bisa dengan mudah menyaksikan kawan kita silih berganti menikah. Lalu di group-group messanger, tak jarang satu dua selentingan di alamatkan pada yang belum menikah. Walhasil, tekanan-tekanan macam ini membuat seseorang memilih untuk menikah padahal belum yakin dengan pasangannya.

Tidak Dilandasi dengan Kepercayaan Satu Sama Lain, Kecanggihan Teknologi Justru Membuat Kita Mudah Cemburu

Selain komunikasi, kunci lainnya agar hubungan dapat bertahan lama adalah kepercayaan satu sama lain. Sayangnya, banyak dari kita yang  tidak menjalankan hal ini ketika menjalin suatu hubungan.

Berapa banyak kita cemburu pada pasangan hingga sampai-sampai kita hampir gila dibuatnya? Hanya karena dia tidak memberi kabar dalam sehari atau karena dia lama membalas pesan WhatsApp yang kita kirim 5 menit yang lalu?

Kecemburuan berasal dari ketidakpercayaan pada pasangan. Ketika foto pasangan mendapatkan “like” atau reaksi lain dari lawan jenis, kita serta merta mudah mengasumsikan dia berselingkuh. Sewaktu melihat mantan pasangan menjadi pengikutnya di sosial media, kita pun merasa terintimidasi. Dan di saat dia tidak segera membalas pesan kita padahal jelas Last Seen-nya baru saja online, masalah besar pun terjadi.

Padahal sesungguhnya, jika hubungan ingin langgeng, kuncinya adalah membangun kepercayaan satu sama lain. Jika sudah percaya, maka tidak ada alasan lagi untuk terlalu cemburu pada pasangan.

Terlalu Sibuk Bekerja Mengejar Materi, Karena Silau Dengan Orang Lain

Konyol memang jika mengatakan hidup tak butuh materi. Namun berkonsentrasi penuh hanya melulu mengejar materi pastinya akan mengabaikan faktor-faktor lain yang sangat penting dalam berhubungan.

Sayangnya, teknologi lagi-lagi berperan dalam memperbesar tuntutan mendapatkan materi lebih ini. Banyak kawan yang memposting perjalanan terakhirnya ke luar negeri misalnya. Lalu tak terhitung juga yang berpose di depan mobil atau rumah barunya. Belum lagi urusan fashion yang tak kalah banyaknya.

Walhasil, tuntutan menghasilkan materi yang setara juga menjadi makin besar. Padahal mungkin pasangan malah tak pernah menuntut lebih. Mereka justru waktunya terbengkalai karena kita makin sibuk memacu diri mendapatkan materi.

Tidak Sabar untuk Mengerti Satu Sama Lain

Masalahnya saat ini, kita sudah dibiasakan dengan segala sesuatu yang cepat.  Makanan cepat saji,  kopi instan, kerja cepat, jalan yang cepat, dan sebagainya. Kebiasaan kita yang  ingin segalanya serba cepat membuat kita jadi tidak sabaran, termasuk dalam soal  percintaan. Segala sesuatu yang cepat dalam soal cinta bisa terlihat ketika kita ada masalah.

Saat ada masalah dengan pasangan, kita rasanya ingin cepat menyelesaikannya. Bukan karena peduli pada hubungan yang sedang dijalani, namun kita terlalu sayang pada waktu kita jika dipakai hanya untuk bertengkar. Alhasil banyak dari kita yang menghindari konflik dengan mengalah secara terpaksa agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Ada juga yang menyelesaikan masalah dengan uang.

Padahal, jika kita bisa meluangkan waktu sedikit lebih banyak dan tidak terburu-buru, kita bisa menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dan mencari jalan keluar yang disepakati secara bersama-sama. Cara seperti ini merupakan salah satu cara yang baik, agar tidak menyisakan dendam di hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lowongan Pekerjaan Tersulit, Kamu Sanggup?

Pekerjaan ini memang sangat sulit namun, punya gaji yang sangat besar. Berikut adalah kriteria yang dicari

Jabatan

Direktur Operasional

Tugas dan Tanggung jawab

Mampu bekerja mobile dengan banyak bergerak. Kemungkinan banyak bekerja berdiri. Membutuhkan stamina tinggi karena sering harus menunduk dan juga mengangkat berat dalam waktu lama, seminimalnya dalam lima tahun pertama bekerja.

Kriteria dan Kemampuan

Memiliki kemampuan negosiasi di atas rata-rata. Punya keahlian khusus di bidang perawatan medis dan kemapuan pengaturan bidang gizi dan asupan makanan. Serta keahlian bidang akutansi dan keuangan.

Selain itu diwajibkan punya kemampuan mentoring yang baik disegala bidang seperti psikologi, seni budaya, bahasa, sejarah, moral dan sosial, karena akan dibutuhkan untuk mentransfer kemampuan dan melatih keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh rekanan.

Dalam waktu-waktu tertentu harus mampu bernegosiasi hingga larut malam dengan rekanan. Punya sikap positif dan mampu bekerja dalam tekanan dan situasi yang tanpa rencana ketika berhadapan dengan rekanan.

Durasi Kerja

Diwajibkan memiliki etos kerja pantang mengeluh dan pantang menyerah. Karena dalam waktu-waktu tertentu dibutuhkan bekerja hingga larut malam, masuk di hari libur bahkan tetap bekerja di hari-hari besar dan cuti bersama. Selalu harus siap beban pekerjaan bertambah ketika hari-hari besar tersebut. Istirahat dan waktu makan bisa dilakukan hanya jika rekanan sudah istirahat dan makan.

Penghasilan

Nol Rupiah namun mendapatkan kebahagian yang luar biasa

Sebutan Lain Jabatan

Ibu

Sebutan Lain Rekanan

Keluarga

ibu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top