Feature

Hiruk Pikuk Sosial Media Saat Ini, Membuat Aku Kangen Friendster

Sosial media memang makin terasa gaduh. Aplikasi yang tadinya berfungsi sebagai wadah untuk menjalin silahturahmi berubah menjadi tempat adu argumen yang sering berujung dengan ricuh dikarenakan perang komentar.

Tak tanggung-tanggung pertemanan yang sejatinya sudah terjalin di dunia nyata malah bisa retak hanya karena beberapa postingan status saja. Ditambah dengan banyaknya berita hoax yang bersifat provokasi menyangkut agama dan politik, makin menambah gerah kita sebagai penggunanya. Media sosial yang tadi kita kenal sebagai aplikasi mencari teman berubah menjadi wahana bergulat dan saling menjatuhkan meski tanpa bertatap muka.

Ini mungkin cuma sebagian kecil gambaran yang menjelaskan situasi yang terjadi di beberapa media sosial macam facebook, twitter, path, youtube dan instagram yang kita bisa lihat dan rasakan sendiri. Semua hal itu menjadikan kita rindu masa-masa situs Friendster berjaya.

Friendster Hadir Sebagai Kakek Moyang Dari Semua Sosial Media

Memang friendster itu apa? Kalau pertanyaan ini muncul di kepalamu besar kemungkinan ketika itu kamu masih terlalu muda untuk menggunakan friendster. Kala itu di medio 2002, Friendster muncul sebagai cikal bakal dari social networking dan social media saat ini. Situs ini menjanjikan dapat menghubungkan orang-orang yang baru dikenal atau sudah lama tak terhubung di dunia nyata. Sebuah janji yang sangat mentereng di era email yang masih pakai limit quota

Friendster mendadak populer. Sayangnya kepopuleran ini justru menjadi bumerang. Tanpa visi yang cukup baik, situs ini berkembang di luar prediksi awal para pendirinya. Walhasil, jumlah pengunjung yang membludak tak diimbangi model bisnis yang matang.

Friendster kehabisan napas di tengah jalan. Serbuan pengunjung membuat situs ini berkali-kali didera masalah teknis. Dan tidak ada inovasi lanjutan yang bisa membuatnya bertahan. Tapi apa yang membuatnya begitu populer saat itu?

Meski Sudah Hilang Tapi Friendster Pernah Menjadi Wadah Pertemanan Paling Nyaman, Karena Membebaskan Kita Berkreasi

Tentu tak adil membandingkan teknologi friendster dengan facebook yang saat ini sudah berbanding 15 tahun sejak era friendster. Tapi secara fungsi kita masih bisa membahas dengan seru kenapa friendster dulu populer.

Okay, Social media saat ini macam Facebook, mungkin memberikan kita ruang untuk bisa mengekpresikan diri dengan cara kita sendiri, selama tidak menyalahi aturan tidak akan ada sanksi apapun yang akan menghentikan batas gerak kita. Hal ini juga yang dikenalkan friendster pada saat itu.

Tak cuma soal unggah foto dan kalimat-kalimat menarik, Friendster bahkan membebaskan layout profil penggunanya sesuai keinginan. Jadi jangan heran kalau ada halaman profil seseorang yang dilengkapi tulisan menyala-nyala, atau salju-salju. Norak? Mungkin begitu, tapi setidaknya kreativitasmu bisa tersalurkan di lamanmu sendiri tanpa merusuh di wall orang lain.

Tapi Walau Bebas Berkreasi, Kita Tidak Akan Menemukan Yang Namanya Berita Hoax dan Status Provokatif

Jika dulu mungkin kita merasa ini adalah salah satu kelemahan dari aplikasi friendster akan berbeda jawabnya jika dibandingkan dengan masa sekarang, karena hari ini kita sangat mensyukuri aturan dari friendster yang tidak memperbolehkan user untuk membagikan tautan dengan sembarangan.

Dengan kata lain kenyamanan dalam berinteraksi di friendster lebih terjaga karena tidak akan ada postingan atau tautan yang sering menjadi sumber-sumber perselisihan seperti zaman sekarang. Hasilnya hubungan perteman retak hanya karena perbedaan pendapat dari sebuah tautan yang dikirimnya, yang secara sadar atau tidak aplikasi tersebut sudah kehilangan jati dirinya sebagai wadah pertemanan.

Diberi Ruang Tapi Ada Aturan Untuk Lebih Selektif Terutama Dalam Hal Memilih Teman

Batasan untuk memiliki teman yang lebih sedikit di friendster memang membantu untuk lebih selektif dalam memilih teman lagi, kita bisa saja memiliki 5000 orang teman di media sosial tapi apakah kita mampu untuk mengingat dan pasti mengenalnya? Tentu tidak!

Alih-alih ingin mencari lebih banyak teman kita malah dihadapkan dengan berbagai masalah baru yang muncul dari banyaknya postingan dari mereka yang sebagian besar mungkin tidak berguna sama sekali untuk kita. Tapi di friendster kita tidak akan menemukan hal itu, meski bisa terhubung dengan teman hingga 1500 orang kita tidak bisa sembarang untuk asal add teman. Untuk itu dalam hal memilih teman kitapun turut lebih selektif lagi, karena hanya untuk menambahkan teman saja kita harus memasukkan alamat email atau nama depan plus nama belakang dengan benar.

Tentang Bagaimana Kita Bisa Mengetahui Siapa Teman Yang Melihat Profil Kita Namun Tak Bisa Sembarang Melihat informasi Orang Lain

Di awal eranya, Friendster tidak mengenal lini masa yang digunakan ramai-ramai itu. Untuk melihat update terbaru dari teman. Kita harus menengok laman profil kawan kita itu satu-satu. Merepotkan? Mungkin begitu tapi ini seolah menduplikasi perilaku kita di dunia nyata.

Friendster ibarat kita berkunjung ke rumah kawan kemudian bertanya kabarnya. Sementara social media saat ini dengan adanya lini masa ibarat kita berkenalan sesaat kemudian kita saling bertegur sapa di tengah jalan atau pasar yang milik sama-sama. Terasa bukan perbedaan kedekatannya?

Uniknya lagi, kita akan bisa mengetahui setiap orang yang menengok profil kita. Walhasil ini bisa jadi bahan baper ketika sang mantan terlihat bolak-balik menengok profilmu bukan. Dan sebaliknya, urusan stalker jadi tak semudah itu, karena untuk tahu kabar ya setiap aktivitasmu akan diketahui si pemberi kabar.

Dan Tak Hanya Berkreasi Lewat Design Tampilan Profil Kita Juga Bisa Menyematkan Lagu Pada Profil

Salah satu hal unik lain yang hanya bisa kita temukan pada friendster adalah kita bisa menyematkan lagu yang sesuai dengan jenis musik favorit kita ke laman friendster yang kita miliki, sehingga ketika ada teman yang membuka profil friendster kita secara otomatis lagu itu akan terputar. Dari sini semua teman yang mengenal kita bisa mengetahui jenis musik apa yang kita suka, tanpa perlu menjelaskan segala sesuatu yang menjadi keinginan kita berupa postingan yang mungkin bagi sebagian teman akan jelas mengganggu karena belum tentu mereka juga ingin tahu.

Serta Yang Paling Penting Ini Murni Untuk Pertemanan Bukan Yang lain

Kecanggihan dan semua kelebihan yang ditawarkan banyak sosial media di zaman sekarang kadang membuat kita bingung bahkan susah menebak apa hal mendasar yang jadi alasan seseorang untuk membuat akun. Tadinya berfungsi sebagai aplikasi yang bisa menghubungkan kita dengan orang-orang baru atau teman lama yang sudah tidak bertemu lagi, namun kadang semuanya berubah fungsi.

Sosial media bukan lagi jadi aplikasi penghubung untuk kita bisa tetap bersilahturahmi dengan orang lain, perlahan berubah menjadi ajang untuk promosi atau bahkan perdebatan. Berbeda dengan interaksi yang terjadi pada friendster terlihat sederhana karena hanya memperbolehkan kita untuk meninggalkan terstimoni di laman akun teman yang mengharuskan kita untuk mencari atau menambahkan teman yang memang benar-benar kita kenal dekat. Bandingkan dengan 5000 jumlah teman yang kita miliki pada Facebook namun 90% darinya bukanlah orang yang kita kenal,

Banyaknya sosial media yang sekarang hadir membuat kita bebas untuk menentukan aplikasi apa yang ingin kita gunakan dalam berinteraksi dengan orang lain, namun Friendster masih tetap jadi sosial media terbaik sepanjang sejarah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sudah Oktober, Masih Mau Melewati Tahun Baru Dengan Hal Yang Lama?

Kamu sudah tengok kalender? Yup ini sudah bulan Oktober, tiga bulan lagi masuk tahun baru lagi. Waktu berlalu cepat dan tak terasa bukan. Ya, kata orang waktu seolah cepat terbang ketika kamu bersenang-senang.

Tapi meski kemarin bersenang-senang, di tahun yang baru sewajarnya kamu mempersiapkan hal-hal yang baru pula. Penting agar hidup tak monoton dan itu-itu saja. Dari sekian banyak hal, apa yang mau kamu siapkan?

Kamu Mau Mencoba Penampilan Baru? Jangan Sekedar Potong Rambut Kalau Perlu Tampilan Fisik Berubah

Coba diingat kapan terakhir menjajal model rambut yang baru? Tren rambut sudah bergerak kesana kemari tapi kamu masih juga setia sama model yang itu-itu saja. Kenapa tidak merasakan sensasi perubahan penampilan karena urusan rambut, ini akan memberikan energi baru di tahun yang baru.

Selain itu coba lihat resolusi tahun lalu soal berat badan. Jangan-jangan kamu masih punya hutang menurunkan berat badan. Atau malah ingin tampil dengan fisik yang lebih oke, dan kemudian menjajal olah raga yang selama ini belum sempat dilaksanakan. Menjadi lebih sehat tentunya sebuah resolusi tahun baru yang baik bukan?

Mungkin ini Saatnya Meninggalkan Zona nyaman, Mulai Cari Kerja Baru

Tak suka sama bos yang lama tapi kok masih betah di posisi yang itu-itu saja? Mungkin di tahun yang baru ini saatnya untuk menjajal petualangan di tempat baru. Tak mudah memang, karena mungkin sudah nyaman di tempat sebelumnya. Tapi tak juga salah kalau mulai coba melirik-lirik peluang besar lainnya ya.

Jangan Puas Dengan Ilmu Yang Itu Saja, Cari Lagi Ilmu Yang Baru

belajar

Tak hanya urusan penampilan luar, tapi kondisi internal juga perlu sesuatu yang baaru. Mumpung ada momen perpindahan tahun, saatnya mengupgrade diri jadi lebih baik. Kamu bisa memulainya dengan mencari ilmu baru.

Karena bukan berarti proses belajar berhenti ketika kamu meninggalkan bangku sekolah terakhir bukan? Mereka yang lulusan SMA bisa memikirkan ke jenjang S1. Sementara S1 bisa ke S2 dan seterusnya. Di luar itu juga kamu bisa mengambil kursus atau ilmu-ilmu nonformal lainnya yang bisa menambah wawasan dan kreativitas.

Tahun Sudah Mau Berganti, Tapi Masih Tak Punya Hobi? Coba Hal Yang Selama Ini Tak Terpikirkan

Penelitian menyebut punya hobi itu resep paling mujarab untuk menghalau stres. Apa itu hobi? Sesuatu yang kita kerjakan dan membuat hati kita bahagia tanpa merasa ada kewajiban untuk melakukannya.

Tak cuma soal penghalau stres, hobi juga biasanya akan berujung pada bertemu dengan orang-orang baru. Karena itu di tahun yang baru, tak ada salahnya untuk mencoba hobi baru. Lagi pula salah satu fungsi baik dari hobi, bisa membuat pikiran lebih kreatif.

Bingung mencari hobi? Coba ingat kembali masa-masa kecil dan remaja. Hal apa yang ketika itu kamu minati. Mungkin banyak hal yang dulu tak bisa dilaksanakan dan sekedar impian, namun saat ini sudah bisa dilaksanakan.

Bisa jadi dulu ingin melakukan traveling tapi usia dan kondisi keuangan tidak memungkinkan misalnya. Atau dulu gemar melihat-lihat motor besar tapi tak bisa mencicipi karena belum punyaa SIM. Hal-hal macam ini yang bisa mendorong kamu menemukan hobi.

Kendaraan Baru? Ada Year End Promo Suzuki Nih

Nah, coba tengok ke garasi. Sudah berapa lama usia kendaraan yang menemani beraktivitas seharian. Jangan-jangan ini sudah waktunya untuk dipensiunkan. Bukan hanya karena soal kondisi motor, tapi tentunya menggunakan kendaraan baru untuk berpergian akan membuat kamu lebih semangat menghadapi tahun yang baru.

Kamu bisa menjajal tawaran menarik dari Suzuki. Periode 1-31 October 2017 ini Suzuki punya Year End Promo. Setiap pembelian motor GSX series akan mendapatkan hadiah jaket sporty full protector. Jadi bukan hanya kendaraan yang baru, tapi penampilan berkendara juga baru.

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

GSX yang akan menemanimu di tahun baru itu memang jadi penanda makin kuatnya Suzuki di kelas motor sport. Melalui dua model GSX S150 dan GSX R150 Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen ini. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Dengan penampilan motor macam ini tentunya tahun baru makin semangat. Jadi sudah siap berubah di tahun yang baru?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Buat Kamu Yang Suka Mi Instan, Hari Ini Mi Instan Cup Ulang Tahun Loh

Apa yang akan kamu pikirkan saat sedang hujan dan lapar? Jawaban paling jujur yang sering ditemukan tentu saja mi instan. Pamor sajian mi yang dihidangkan dengan cepat ini, tentu tak lagi perlu di ragukan. Bahkan tak hanya di negara kita saja, Faktanya sebagian besar masyarakat dunia nampaknya setuju jika mi instan adalah makanan yang digilai sejuta umat.

Kehadirannya memang selalu jadi solusi dari rasa lapar manusia tiap kali tengah malam tiba. Jadi sahabat setia barisan mahasiswa hingga para pekerja kantor yang sering nongkrong di warkop gang depan.

Terlepas dari pentingnya peran serta Mi instan bagi kehidupan, sudah sepatutnya kita tahu dari mana ia berasal. Dan untuk balasan mari sama-sama ucapkan terimakasih bagi beliau yang telah menemukan.

Berterimakasihlah Pada Momofuku Ando, Berkat Dirinya Kita Sering Terselamatkan Dari Tragedi Lapar Tengah Malam

Bayangkan jika bumi yang sedang kita huni ini, tak ada mie instan. Tentu sudah ada banyak malam yang sering kita lalui dengan perut lapar. Mulai dari tak sempat masak hingga sudah makan tapi masih lapar. Untuk itu sudah sepantasnya kita sama-sama ucapkan terimakasih untuk Momofuku Ando. seorang laki-laki berkebangsaan jepang yang tak lain adalah Kakek dari mi instan.

Tahun 1958 tentu jadi masa yang bersejarah baginya, tepatnya pada tanggal 25 Agustus 1958. Hari itu adalah untuk yang pertama kali ia menciptakan mi instan. Kemudian menciptakan perusahaan bernama Nissin dan menciptakan mi instan pertama di dunia. Sedangkan di negara kita sendiri, pada tahun 1970 ada PT Lima Satu Sankyu atau yang sekarang dikenal sebagai PT. Supermi Indonesia jadi pihak pertama yang mengenalkan mi instan ke seluruh pelosok nusantara.

Dan menariknya menurut sebuah survei di Jepang pada tahun 2000 lalu, ini adalah salah satu ciptaan terbaik jepang pada abab ke 20.

Bahkan Tak Ingin Terlihat Pilih Kasih, Momofuku Paham Jika Astronot Juga Ingin Makan Mi Instan

Inovasi selanjutnya yang masih Momofuku terus kembangkan, adalah menciptakan ramen yang bisa di makan di luar angkasa. Masih di tahun yang sama dengan mi instan pertama yang di ia ciptakan. Produk yang di ciptakan Space Ramen itu diciptakan untuk mereka yang akan menikmati mi instan di luar angkasa.

Dengan menerapkan teknik makan tanpa lingkungan gravitasi, space ramen di buat dengan metode minyak panas yang juga mudah mengering. Dengan hanya perlu di panaskan menggunakan air dengan suhu 70 derajat celcius, yang dimakan melalui sedotan.

Lalu 13 Tahun Kemudian, Lahirlah Mie Dalam Cup

Berkat usaha dari Momofuku yang hanya sering tidur hanya 4 jam sehari. Mi instan yang dulu di namakan chicken ramen tersebut, mendapat julukan sebagai ramen ajaib dan sangat populer pada saat itu.

Selang 13 tahun kemudian, tepatnya 18 september 1971 bersamaan dengan perjalanan Momofuku ke Amerika. Satu temuan lain berhasil dilahirkan. Ia menemukan beberapa orang yang tak lain adalah manajer supermarket. Menaruh ramen pada sebuah wadah mangkok dan menyiramnya dengan air panas. Untuk kemudian memakannya menggunakan garpu. Hal ini terjadi dikarenakan sifat orang amerika yang memang tak suka dengan bentuk penyajian yang mungkin terbilang rumit.

Dari pemandangan itu sang kakek mi instan kemudian berpikir, untuk dapat diterima di pasar global. Penyajian mi instan di dalam cup bisa jadi solusinya, kemudian lahirlah Cup Noodles yang dikemas dengan sebuah mangkuk lengkap dengan garpunya.

Dan Hari Ini Tepat 46 Tahun Noodles Cup Di Ciptakan

Yeay, Kamu mungkin tak merasa ini jadi hari bahagia dan berharga. Namun satu hal yang kamu harus tahu, ini tentu bersejarah. Terlebih bagi mereka orang yang menjadi bagian dari Tim Noodles Cup.

Cara penyajiannya yang cukup simpel, tentu jadi faktor menarik yang membuat kita menjatuhkan pilihan. Menemani setia perjalanan, mulai dari berkendara di darat, di laut hingga di udara. Nampaknya mi instan dalam cup selalu jadi juara.

Empat puluh enam tahun yang lalu, bahkan bisa jadi kamu belum ada pada masa itu. Sang kakek mi instan itu, melahirkan inovasi Noodles Cup untuk memenuhi kebutuhan para penikmatnya. Ini sekaligus jadi temuan yang akhirnya mempopulerkan mi instan buatannya ke seluruh dunia.

Dan untuk menghargai temuan dan dedikasi yang telah di buat oleh Momofuku ini. Setidaknya saat ini ada dua museum mie instant di jepang, the Instant Ramen Museum di Osaka, dan Cup Noodles Museum di Yokohama.

Kamu kalau tim yang mana nih ? mi yang di masak atau mi yang seduh dalam cup ?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Kita Generasi 90an Sering Menolak Tua, Hal-Hal Ini Pasti Membuatmu Merasa Tua

Usia remaja kita itu baru kemarin. Begitu teriak kita yang mendewasa di era 90an. Rasanya baru kemarin bukan kita melewati masa itu. Belum juga terlalu lama. Jadi tak bisa dikatakan kita itu sudah tua.

Tapi ternyata kalau kita melihat beberapa kenyataan sekitar kita, bisa jadi kita akan dengan segera menyadari bahwa era kita itu sudah berlalu sedemikian jauh.

Usia Rano Karno Saat Ini, Sudah Lebih Tua Dari Usia Benyamin Saat Memerankan Babe Si Doel

Bagi yang tak mengalami mungkin sulit membayangkan besarnya sinetron si doel anak sekolahan ketika itu. Sinetron yang tayang seminggu sekali itu, bisa membuat jalanan kota sesaat lengang karena menonton seri terbaru itu tayang.

Selain Doel yang diperankan Rano Karno, Sosok yang mencuri perhatian adalah Benyamin S yang berperan sebagai Babenya si Doel. Taukah kamu Benyamin yang kelahiran 1939 ketika itu berusia 55 tahun sebagai bapaknya Doel. Dan Rano Karno Oktober 2017 ini akan berusia 57 tahun.

Kini Aurel Hermansyah Hanya terpaut 2 Tahun Dari Krisdayanti Waktu Video Klip “Berartinya Dirimu” Yang Fenomenal Itu

Sulit memang melupakan adegan gendong-gendongan Krisdayanti dengan Anang yang mesra itu. Ketika di tahun 1996 mereka memutuskan menikah, ranah hiburan memang dibuat geger. Apalagi mereka memutuskan untuk membuat album untuk membiayai pernikahan mereka itu. Lahirlah album Cinta pada tahun 1996, ketika itu Krisdayanti masih berusia 21 tahun. Album yang semula dirancang hanya untuk membiayai pernikahan itu malah terjual jutaan copy.

Mungkin era itu masih kita anggap baru kemarin lewat. Tapi suka tak suka masa itu akan terasa sudah sangat lama jika kita berkaca pada usia Aurel yang merupakan buah pernikahan Anang dan Krisdayanti. Yup, Aurel kini sudah dewasa dan berusia 19 tahun, hanya terpaut 2 tahun ketika sang ayah dan bunda menelurkan album fenomenal itu.

Group Band Dewa 19 Usianya Sudah Lebih Tua Dibanding Usia Para Pesonilnya Ketika Membuat Group Band Itu

Terlepas dari segala kontroversinya saat ini, Ahmad Dani memang musisi yang sangat berhasil di era 90an. Bersama Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar), mereka mendirikan Band yang bernama Dewa 19. Dewa merupakan akronim nama personelnya sementara 19 disematkan karena rata-rata usia personilnya kala itu 19 tahun.

Nah, mungkin kamu masih merasa bahwa Dewa 19 merupakan fenomena yang terjadi kemarin. Tapi sadarkah, kalau dihitung dari album pertama mereka yang memuat lagu “kangen” di tahun 1992, saat ini Dewa sudah berusia 25 tahun.

Usia RCTI Saat Ini Sudah Lebih Tua, Dibanding Usia TVRI Ketika RCTI Lahir

Generasi 90an merasakan masa kecil menyenangkan di era 80an. Salah satu yang masih dingat adalah ketika televisi hanya ada satu yaitu TVRI. Sebagian mungkin beranggapan TVRI sudah sangat tua ketika RCTI hadir di tahun 1987 sebagai stasiun televisi swasta pertama.

Padahal TVRI yang lahir 1962 itu baru berusia 25 tahun saja ketika RCTI hadir. Dan sudahkah berhitung, berapa usia RCTI saat ini? Yup, televisi berlogo rajawali itu sudah memasuki umur 30 tahun di 2017 ini.

Lagu “Pelangi” Versi Netral Saat Ini Sudah Sama Usianya, Dengan “Pelangi” Koes Plus Ketika Di Remake Netral

Lagu “Pelangi” milik Group Band Koes Plus ini memang tak bisa dianggap remeh. Rolling Stones pernah memasukannya di jajaran 150 lagu Indonesia terbaik. Lagu aslinya dirilis dalam album bertajuk “Album 7” pada tahun 1973.

Wajar kemudian, 22 tahun setelahnya band rock Netral merilis versi rock dari lagu “Pelangi” ini di tahun 1995. Lagu itu pun hits kembali di tangga lagu musik Indonesia. Bukan kah sekarang sudah tahun 2017? Dengan begitu “Pelangi” versi Netral sudah tepat juga berusia 22 Tahun, sama seperti saat mereka menggubah lagu tersebut ke bentuk rock.

Waktu Berlalu Cepat Ketika Kita Menikmatinya

Begitu istilah bijak  yaang sering kita temui. Bisa jadi kita generasi 90an begitu menikmati setiap waktu yang kita habiskan. Sehingga tanpa terasa kita sudah melwati waktu yang panjang. Lagipula yang penting bukan soal usia, namun soal semangat muda yang masih terus membara bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top