Feature

Kenapa Kamu Tak Perlu Risau Meski Belum Punya Rumah Atau Mobil Mewah, Ini Alasannya

Kamu masih termasuk orang yang gelisah karena tidak punya rumah atau mobil? Saatnya kamu harus mengubah pandanganmu sekarang. Era dimana definisi sukses seseorang adalahketika ia sudah bisa membeli sesuatu yang mahal atau tidak dimiliki orang lain, sesungguhnya sudah lewat.

Di beberapa negara di belahan dunia muncul trend anti kepemilikan barang. Semakin sedikit memiliki barang maka dianggap makin bahagialah seseorang. Di Jepang misalnya, generasi mudanya sedang kerajingan budaya Zen. Ini adalah budaya yang berusaha memiliki sesedikit mungkin barang. Prinsipnya sederhana, semakin sedikit yang dimiliki maka semakin sedikit pula energi dan pikiran yang harus dicurahkan untuk hal yang tak penting.

Sejumlah penelitian di Amerika juga mengungkapkan para generasi milenial yang berusia 30-35 tahun semakin jarang yang membeli rumah bahkan mobil. Faktanya, generasi milenial tidak suka membeli sesuatu yang sangat mahal. Di Amerika, orang-orang yang berusia di bawah 35 tahun disebut sebagai “generasi penyewa”.

Untuk Apa Punya Rumah Dan Mobil Tapi Tiap Malam Memikirkan Utang?

pusing di komputer

Generasi sebelum kita mungkin bisa dengan tenang mencicil rumah atau mobil dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya di era itu, kondisi ekonomi lebih stabil. Semua bisa diprediksi bertahun-tahun ke depan.

Berbeda dengan sekarang. Kondisi perekonomian tidak sestabil dahulu. Tak selalu buruk, karena ini juga terjadi akibat pembangunan dan teknologi yang pesat. Tapi efek buruknya, jika terjadi sesuatu maka ekonomi bisa jatuh sewaktu-waktu.

Andaikan kita membeli rumah untuk jangka waktu 15 tahun misalnya. Bisa saja di tengah mencicil terjadi inflasi gila-gilaan macam krisis tahun 1998 dimana bunga cicilan naik 10 kali lipat. Atau bisa saja developer rumah yang kita cicil gulung tikar setahun kemudian sementara rumah yang kita cicil belum rampung dibuat.

Coba lihat andaikan tahun lalu kamu mengambil pinjaman untuk membeli motor Harley Davidson. Di tahun ini pabrikan motor Amerika itu menyatakan tutup layanan di Indonesia. Begitu juga pabrikan mobil ford. Bayangkan kalau kamu mencicil mobil atau motor selama 3-5 tahun. Sudah lah cicilan naik karena inflasi, motor dan mobil layanannya tak sempurna karena perusahaannya tutup.

Kalau Bisa Sewa Kendaraan Kenapa Harus Beli Mobil?

mobil mewah

Dahulu memiliki kendaraan seperti sebuah keharusan. Mengingat sulitnya kendaraan umum dan akses terhadap kendaraan non pribadi. Tapi toh meski belum sempurna, tapi saat ini kita sudah dimudahkan oleh teknologi.

Mau pergi? Kita tinggal ambil gadget dan bisa memilih mau memesan ojek, mobil, atau taksi secara online. Atau kita bisa mengunduh aplikasi-aplikasi trayek kendaraan umum yang disediakan pemerintah. Dengan metode ini, kita tak perlu lagi memikirkan mencari parkir, membayar pajak kendaraan, service kendaraan, dan lain sebagainya.

Untuk Investasi, Rumah Memang Bagus, Tapi Bisa Jadi Penghambat Karir

rumah

Secara nilai, rumah mungkin menjadi instrumen investasi yang menarik. Namun membeli rumah berarti pula harus punya komitmen jangka panjang. Apalagi jika kondisinya masih mencicil.

Di era lalu, orang tua kita cenderung bekerja pada satu instansi saja. Walhasil mudah buat mereka untuk berkomitmen membeli tempat tinggal dengan memperhitungkan jarak tempuh waktu ke kantor. Beberbeda dengan generasi saat ini yang menurut survey Forbes, bahwa orang muda di dunia modern rata-rata berganti pekerjaan setiap tiga tahun.

Jadi anggaplah kamu membeli rumah di daerah selatan karena perhitungan akses yang lebih mudah ke kantor yang juga di daerah selatan. Lalu kemudian ada tawaran baru menantang namun kantornya berada di daerah utara.

Besar kemungkinan jauhnya jarak dari rumah akan jadi pertimbangan kamu menolak pekerjaan itu. Padahal seandainya kamu hanya menyewa rumah, tentunya mudah buatmu untuk segera pindah menerima tantangan baru tersebut.

Membeli Pengalaman Jauh Lebih Menyenangkan Daripada Membeli Barang

tandem

Yang membuat kita bahagia seutuhnya sebenarnya bukanlah barang yang kita miliki. Namun pengalaman yang kita punya. Jadi daripada menghamburkan uang di barang mewah yang tak diperlukan, lebih baik berinvestasilah pada hal lain seperti liburan, melakukan berbagai olahraga yang ekstrim, hingga membangu sebuah startup, misalnya.

Kenapa pula harus beli rumah di tempat yang sangat istimewa dan mahal jika kamu bisa menyewa sebuah penginapan ketika pergi ke tempat wisata yang istimewa? Menyewa sebuah penginapan saat berlibur tentunya lebih murah karena tidak perlu repot bayar pajak bangunan, tapi kamu sudah bisa merasakan tinggal di tempat tinggal sementara dengan pemandangan yang mengagumkan.

Hal ini diperkuat oleh James Hamblin, seorang kolumnis dari The Atlantic. Ia menjelaskan bahwa para psikolog menemukan fenomena yang telah terjadi pada beberapa dekade belakangan ini adalah, kebahagiaan dan rasa memiliki yang berasal dari menghabiskan uang pada pengalaman baru seperti liburan atau melakukan olahraga ekstrim lebih berharga daripada kebahagia yang hanya diperoleh dari membeli sebuah barang.

Coba Lihat Gaya Hidup Steve Jobs, Semakin Sedikit Barang Semakin Mudah Hidupnya

Steve Jobs Think Different

Dalam sisa hidupnya Steve Jobs pemilik perusahaan Aple praktis hanya mengenakan kaos leher tinggi warna hitam, celana jeans dan sepatu olah raga putih. Begitu juga dengan bos Facebook Mark Zuckerberg yang hanya mengenakan kaos berwarna sama setiap hari.

Metode ini juga diterapkan oleh presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kenapa tokoh-tokoh tersebut melakukan hal ini? Karena mereka membutuhkan kesegaran otaknya untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Memiliki barang secara berlebihan dan memilihnya hanya akan menghabiskan waktu dan energi setiap harinya.

Jika kamu seseorang yang suka membeli barang-barang mewah, ingat ada risiko yang harus kamu tanggung yakni menjaga kondisinya tetap baik dan juga bebas dari pencurian. Memikirkannya saja sudah bikin cemas, rasa cemas yang datag setiap hari akan otomatis membuat kita tidak bisa menjalani hidup dengan tenang.

Kamu tentunya tidak mau mobil sport yang baru kamu beli tergores saat memakainya di jalanan, atau televisi super mewah keluaran terbaru akan cepat rusak setelah beberapa tahun pemakaian. Daripada membeli barang-barang itu, uang yang sudah susah payah kamu kumpulkan lebih baik dipakai untuk melakukan sesuatu yang lebih penting di masa depan.

Menggunakan uang yang sudah diperoleh dengan susah payah untuk mendapatkan pengalaman baru akan jauh lebih bermakna dibanding memakainya hanya untuk kepuasaan sesaat. Pengalaman baru yang didapat setiap hari akan mengasah kepribadian kamu menjadi lebih matang dan dewasa dalam menyikapi segala hal.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:13 pm

    Hidup sederhana, Tapi bergaya luar biasa … wenakk
    mesyukuri nikmat yang ada ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top