Feature

Kenapa Kamu Tak Perlu Risau Meski Belum Punya Rumah Atau Mobil Mewah, Ini Alasannya

Kamu masih termasuk orang yang gelisah karena tidak punya rumah atau mobil? Saatnya kamu harus mengubah pandanganmu sekarang. Era dimana definisi sukses seseorang adalahketika ia sudah bisa membeli sesuatu yang mahal atau tidak dimiliki orang lain, sesungguhnya sudah lewat.

Di beberapa negara di belahan dunia muncul trend anti kepemilikan barang. Semakin sedikit memiliki barang maka dianggap makin bahagialah seseorang. Di Jepang misalnya, generasi mudanya sedang kerajingan budaya Zen. Ini adalah budaya yang berusaha memiliki sesedikit mungkin barang. Prinsipnya sederhana, semakin sedikit yang dimiliki maka semakin sedikit pula energi dan pikiran yang harus dicurahkan untuk hal yang tak penting.

Sejumlah penelitian di Amerika juga mengungkapkan para generasi milenial yang berusia 30-35 tahun semakin jarang yang membeli rumah bahkan mobil. Faktanya, generasi milenial tidak suka membeli sesuatu yang sangat mahal. Di Amerika, orang-orang yang berusia di bawah 35 tahun disebut sebagai “generasi penyewa”.

Untuk Apa Punya Rumah Dan Mobil Tapi Tiap Malam Memikirkan Utang?

pusing di komputer

Generasi sebelum kita mungkin bisa dengan tenang mencicil rumah atau mobil dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya di era itu, kondisi ekonomi lebih stabil. Semua bisa diprediksi bertahun-tahun ke depan.

Berbeda dengan sekarang. Kondisi perekonomian tidak sestabil dahulu. Tak selalu buruk, karena ini juga terjadi akibat pembangunan dan teknologi yang pesat. Tapi efek buruknya, jika terjadi sesuatu maka ekonomi bisa jatuh sewaktu-waktu.

Andaikan kita membeli rumah untuk jangka waktu 15 tahun misalnya. Bisa saja di tengah mencicil terjadi inflasi gila-gilaan macam krisis tahun 1998 dimana bunga cicilan naik 10 kali lipat. Atau bisa saja developer rumah yang kita cicil gulung tikar setahun kemudian sementara rumah yang kita cicil belum rampung dibuat.

Coba lihat andaikan tahun lalu kamu mengambil pinjaman untuk membeli motor Harley Davidson. Di tahun ini pabrikan motor Amerika itu menyatakan tutup layanan di Indonesia. Begitu juga pabrikan mobil ford. Bayangkan kalau kamu mencicil mobil atau motor selama 3-5 tahun. Sudah lah cicilan naik karena inflasi, motor dan mobil layanannya tak sempurna karena perusahaannya tutup.

Kalau Bisa Sewa Kendaraan Kenapa Harus Beli Mobil?

mobil mewah

Dahulu memiliki kendaraan seperti sebuah keharusan. Mengingat sulitnya kendaraan umum dan akses terhadap kendaraan non pribadi. Tapi toh meski belum sempurna, tapi saat ini kita sudah dimudahkan oleh teknologi.

Mau pergi? Kita tinggal ambil gadget dan bisa memilih mau memesan ojek, mobil, atau taksi secara online. Atau kita bisa mengunduh aplikasi-aplikasi trayek kendaraan umum yang disediakan pemerintah. Dengan metode ini, kita tak perlu lagi memikirkan mencari parkir, membayar pajak kendaraan, service kendaraan, dan lain sebagainya.

Untuk Investasi, Rumah Memang Bagus, Tapi Bisa Jadi Penghambat Karir

rumah

Secara nilai, rumah mungkin menjadi instrumen investasi yang menarik. Namun membeli rumah berarti pula harus punya komitmen jangka panjang. Apalagi jika kondisinya masih mencicil.

Di era lalu, orang tua kita cenderung bekerja pada satu instansi saja. Walhasil mudah buat mereka untuk berkomitmen membeli tempat tinggal dengan memperhitungkan jarak tempuh waktu ke kantor. Beberbeda dengan generasi saat ini yang menurut survey Forbes, bahwa orang muda di dunia modern rata-rata berganti pekerjaan setiap tiga tahun.

Jadi anggaplah kamu membeli rumah di daerah selatan karena perhitungan akses yang lebih mudah ke kantor yang juga di daerah selatan. Lalu kemudian ada tawaran baru menantang namun kantornya berada di daerah utara.

Besar kemungkinan jauhnya jarak dari rumah akan jadi pertimbangan kamu menolak pekerjaan itu. Padahal seandainya kamu hanya menyewa rumah, tentunya mudah buatmu untuk segera pindah menerima tantangan baru tersebut.

Membeli Pengalaman Jauh Lebih Menyenangkan Daripada Membeli Barang

tandem

Yang membuat kita bahagia seutuhnya sebenarnya bukanlah barang yang kita miliki. Namun pengalaman yang kita punya. Jadi daripada menghamburkan uang di barang mewah yang tak diperlukan, lebih baik berinvestasilah pada hal lain seperti liburan, melakukan berbagai olahraga yang ekstrim, hingga membangu sebuah startup, misalnya.

Kenapa pula harus beli rumah di tempat yang sangat istimewa dan mahal jika kamu bisa menyewa sebuah penginapan ketika pergi ke tempat wisata yang istimewa? Menyewa sebuah penginapan saat berlibur tentunya lebih murah karena tidak perlu repot bayar pajak bangunan, tapi kamu sudah bisa merasakan tinggal di tempat tinggal sementara dengan pemandangan yang mengagumkan.

Hal ini diperkuat oleh James Hamblin, seorang kolumnis dari The Atlantic. Ia menjelaskan bahwa para psikolog menemukan fenomena yang telah terjadi pada beberapa dekade belakangan ini adalah, kebahagiaan dan rasa memiliki yang berasal dari menghabiskan uang pada pengalaman baru seperti liburan atau melakukan olahraga ekstrim lebih berharga daripada kebahagia yang hanya diperoleh dari membeli sebuah barang.

Coba Lihat Gaya Hidup Steve Jobs, Semakin Sedikit Barang Semakin Mudah Hidupnya

Steve Jobs Think Different

Dalam sisa hidupnya Steve Jobs pemilik perusahaan Aple praktis hanya mengenakan kaos leher tinggi warna hitam, celana jeans dan sepatu olah raga putih. Begitu juga dengan bos Facebook Mark Zuckerberg yang hanya mengenakan kaos berwarna sama setiap hari.

Metode ini juga diterapkan oleh presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kenapa tokoh-tokoh tersebut melakukan hal ini? Karena mereka membutuhkan kesegaran otaknya untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Memiliki barang secara berlebihan dan memilihnya hanya akan menghabiskan waktu dan energi setiap harinya.

Jika kamu seseorang yang suka membeli barang-barang mewah, ingat ada risiko yang harus kamu tanggung yakni menjaga kondisinya tetap baik dan juga bebas dari pencurian. Memikirkannya saja sudah bikin cemas, rasa cemas yang datag setiap hari akan otomatis membuat kita tidak bisa menjalani hidup dengan tenang.

Kamu tentunya tidak mau mobil sport yang baru kamu beli tergores saat memakainya di jalanan, atau televisi super mewah keluaran terbaru akan cepat rusak setelah beberapa tahun pemakaian. Daripada membeli barang-barang itu, uang yang sudah susah payah kamu kumpulkan lebih baik dipakai untuk melakukan sesuatu yang lebih penting di masa depan.

Menggunakan uang yang sudah diperoleh dengan susah payah untuk mendapatkan pengalaman baru akan jauh lebih bermakna dibanding memakainya hanya untuk kepuasaan sesaat. Pengalaman baru yang didapat setiap hari akan mengasah kepribadian kamu menjadi lebih matang dan dewasa dalam menyikapi segala hal.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:13 pm

    Hidup sederhana, Tapi bergaya luar biasa … wenakk
    mesyukuri nikmat yang ada ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

13 Liku Perjuangan Yang Dialami Mereka Yang Belajar Di Luar Negeri Demi Memperoleh Gelar Idaman

Hidup adalah pilihan. Keberanianmu akan menentukan bagaimana pilihan yang kamu ambil. Harus selalu dipahami, bahwa selalu ada harga yang dibayar untuk setiap tindakan yang kamu lakukan. Pun dalam soal pendidikan. Tak bisa dipungkiri, kualitas pendidikan di tanah air pun telah begitu bagus. Namun lagi-lagi hidup adalah tentang memilih. Kamu berhak memilih apapun itu yang menurutmu paling baik.

Menempuh pendidikan di luar negeri memang lebih menawarkan banyak pengalaman baru. Bukan hanya berisi hal-hal seru dan menyenangkan, memutuskan untuk menimba ilmu di negeri orang juga akan membuat dirimu lebih tertempa. Jauh dari keluarga mau tak mau mengubahmu menjadi sosok mandiri yang tak hobi merengek manja. Berikut merupakan jungkir balik perjuangan orang-orang yang berjuang menempuh pendidikan di negeri orang. Apapun itu, percayalah bahwa proses tak akan pernah mengkhianati hasil.

Kamu harus mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Hanya bermalas-malasan sepanjang hari, jelas tak bisa dilakukan lagi!

Berada jauh dari keluarga membuatmu harus bisa mengerjakan aneka prinitilan pekerjaan rumah tangga. Tak ada keluarga atau asisten rumah tangga yang bisa kamu mintai bantuan. Tenang! Walaupun awalnya sulit, setelah itu kamu akan bertransformi menjadi sosok mandiri yang bisa diandalkan.

Berada di negara yang memiliki musim lebih beragam membuatmu mulai bersyukur terlahir di Indonesia

Terbiasa hidup di Indonesia yang memiliki iklim cenderung ramah akan membuat kamu merasa sedikit repot dengan perubahan musim yang selalu berganti-ganti. Bukan hanya soal adaptas yang butuh waktu, mau tak mau kamu  juga harus menyiapkan pakaian sesuai dengan kondisi saat itu. Saat musim tertentu kamu pun harus mengenakan pakain lebih banyak dari biasanya. Alhasil beban cucian kamu pun jadi bertambah.

Menguasai bahasa negara tempatmu menuntut ilmu menjadi prioritas penting yang betul-betul kamu perhatikan

Berasa di negara orang yang memiliki bahasa berbeda, membuat kamu harus bekerja keras mempelajari bahasa tersebut. Awalnya memang tidak mudah, namun lambat laun kamu akan menguasai bahasa tersebut. Tidak malu mencoba berbicara dengan bahasa negara tempat kamu menuntut ilmu, akan membuat kamu lebih cepat mahir. Jangan cepat menyerah.

Menuntut ilmu di luar negeri membuatmu merasa terpisahkan dari teman-teman di tanah air

Terpisah dari sahabat-sahabatmu yang berada di tanah air kadang membuat kamu merasa sendiri. Melalui sosmes kamu bisa melihat perkembangan teman-temanmu di tanah air. Ada yang sudah wisuda atau melepaskan masa lajang. Sedangkan kamu tengah berada jauh dari mereka. Sendiri berjuang menuntut ilmu.

Tinggal di negeri orang akan membuatmu begitu merindukan masakan asli Indonesia

Awalnya tidak mudah menemukan masakan di luar negeri yang sesuai dengan lidahmu. Apalagi jika kamu perlu memilah-milah mana makanan yang bisa kamu makan dan tidak. Tak heran bila kamu menjadi sangat merindukan makanan khas tanah air. Bahkan kamu rela mengeluarkan sejumlah uang dengan nominal yang tak sedikit demi bisa memanjakan lidah dengan makanan asli Indonesia.

Berada di luar negeri membuatmu harus mengurus segala keperluan birokrasimu sendiri

Saat berada di Indonesia mungkin kamu terbiasa mengurus masalah birokrasi secara instan. Ada calo yang bisa kamu mintai bantuan untuk itu. Kamu hanya tinggal terima beres. Tentu saja kebiasaan ini tak bisa kamu terapkan saat kamu berada di luar negeri. Dengan segala keterbatasan bahasa, kamu harus tetap bergerak sendiri demi menyelesaikan urusan birokrasi.

Menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang mumpuni membuatmu harus menyediakan banyak waktu untuk belajar

Menempuh pendidikan di universitas yang top itu berarti otakmu harus bekerja lebih keras. Bahkan saat akan ujian, kamu tak bisa belajar mendadak. Lupakan sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang biasa kamu lakukan saat masih di tanah air dahulu. Demi hasil yang tidak mengecewakan, jangan malas-malasan deh!

Demi kelancaran kuliahmu ke depan, kamu pun rela untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu

Jangan segan untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu. Sertifikat yang menunjukkan kemampuan berbahasa asingmu seperti TOEFL mungkin akan dibutuhkan untuk memperlancar langkahmu. Kemampuan berbahasa asing yang baik akan sangat mendukung kegiatan perkuliahanmu.

Bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Indonesia adalah sebuah kebahagiaan tersendiri

Kamu tak pernah melewatkan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang juga tengah menuntut ilmu. Lega rasanya bisa berbicang-bincang dengan leluasa. Pada saat seperti itulah, kamu. tak lagi takut salah berbahasa. Tak jarang kalian saling bertukar makanan asli Indonesia, bahkan untuk hal ini kamu pun rela bila harus memasak.

Walau begitu kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai belahan dunia akan memperluas wawasan

teman

Kuliah di luar negeri memberi kamu peluang untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara. Tentu ini kesempatan hebat yang harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya. Kamu akan memperoleh wawasan baru yang mungkin tak akan kamu dapatkan bila kamu tidak kuliah di luar negeri. Rasanya saling bercerita tentang situasi negara masing-masing atau bertukar cinderamata bisa jadi hal seru yang bisa dilakukan.

Hidup terpisah dari keluarga dan sahabat membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Meski kiriman baru datang tak berarti bisa seenaknya

nasehat investasi

Biaya hidup di luar negeri yang tinggi membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Apalagi ketika kurs rupiah tengah jatuh, harga kebutuhan pun akan terasa semakin mahal. Kalau sudah begini kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Akan lebih baik bila kamu mendapatkan beasiswa. Hal ini akan sangat membantumu.

Kuliah di luar negeri itu berarti kesempatan untuk travelling jadi terbuka luas! Ini dia salah satu sisi positifnya!

mendaki

Siapa yang meragukan kebaikan ini? Dengan kuliah di luar negeri kamu bisa menjelajah lebih luas. Menikmati keindahan alam dan budaya yang lebih beragam. Bahkan saat salah satu temanmu yang berasal dari negara lain pulang liburan, kamu bisa ikut bersamanya. Menyenangkan  bukan?

Jauh dari keluarga membuat kamu didera rindu. Apalagi kamu juga tak bisa sering-sering pulang. Kamu jadi mengerti betapa berharga waktu bersama keluarga

keluarga

Tak mudah memang menahan rindu yang terasa membuncah. Apalagi tak mungkin untuk sering pulang ke tanah air. Jadwal yang padat dan kondisi keuangan menjadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan. Momen video call dengan keluarga dan sahabat di tanah air menjadi momen yang kamu nantikan. Rasanya pertengkaran kecil dengan saudara menjadi hal yang diam-diam kamu rindukan saat tengah berada jauh dengan mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:13 pm

    Hidup sederhana, Tapi bergaya luar biasa … wenakk
    mesyukuri nikmat yang ada ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Akhiri Cinta Kepada Mantanmu Itu, Dengan Menulis Surat Cinta Pakai Tangan Kiri

surat cinta

Putus cinta itu tidak sakit, yang sakit itu sudah putus tapi masih cinta! Yup, berniat mengakhiri sebuah hubungan itu memang sejatinya mudah. Namun yang sulit adalah melupakan alias move on dari kisah cinta yang mengharu biru itu, padahal sudah beragam cara mungkin kamu lakukan, seperti berniat membuat mantan menyesal karena telah meninggalkanmu dengan mencoba berubah kearah positif menjadi pribadi yang lebih baik lagi tetapi tetap saja usaha itu terasa percuma karena kamu masih belum bisa lepas dari bayang-bayang seseorang yang pernah mengisi hatimu dengan cinta.

Kenapa Melupakan Mantan Itu Sulit?

Tapi apa yang sebenarnya membuat keputusan untuk pergi itu sedemikian sulit? Ini karena pertarungan tiada henti antara perasaanmu dan pikiranmu. Biasanya keputusan untuk move on dari sebuah hubungan itu berasal dari keputusan logika. Bagian dalam diri yang terbiasa menyajikan untung rugi. Sementara hati alias perasaan adalah bagian yang selalu memaksa untuk tinggal karena sudah merasa nyaman.

Nah, ini berarti cara termudah melakukannya adalah dengan mengedepankan logika berpikir. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menulis surat cintamu menggunakan tangan kiri, dengan syarat kamu terbiasa menulis dengan tangan kanan. Apa hubungannya?

Jadi ketika kita menulis surat cinta atau buku harian menggunakan tangan aktif (orang Indonesia biasanya tangan kanan), maka perasaan kita cenderung mendominasi. Maklum saja kita tak perlu lagi berpikir untuk menulis. Sementara jika menggunakan tangan kiri, kita cenderung sedikit kesulitan dan ketika itu logika berpikir akan diberi ruang dan waktu untuk maju ke depan.

Ini bukan sekedar omong kosong. Karena sudah ada penelitian tentang ini, dan yang diteliti itu tidak main-main, yaitu surat cinta Thomas Jefferson yang belakangan menjadi Presiden Amerika Serikat. Kala itu di usianya yang ke 43, Thomas Jefferson terlibat cinta terlarang bersama Maria Cosway yang berstatus istri orang.

Sejak awal ia sudah berpikir untuk meninggalkan pasangannya tersebut karena jelas mereka menjalin hubungan yang melanggar etika. Namun berulang kali ia mencobanya, berulang kali pula ia gagal.

Sampai suatu ketika di tahun 1786 ia mengalami terkilir di pergelangan tangan kanannya. Sementara ia ingin menuliskan curahan perasaannya melalui surat kepada kekasih terlarangnya tersebut. Dengan sangat terpaksa ia menulisnya menggunakan tangan kiri.

Hasilnya ternyata luar biasa! Surat yang kemudian dikenal sebagai “Head and Heart letter” ini berisi tentang pergulatan dan pertarungan antara pikiran rasionalnya yang menyuruhnya pergi melawan perasaannya yang menyuruhnya tinggal. Akhirnya nuansa surat itu didominasi oleh kemenangan pikirannya.

Sejak surat itu dibuat, tidak pernah lagi Thomas Jefferson menjalin hubungan dengan Maria Cosway. Memang ada beberapa surat cinta dengan tulisan tangan kanan yang dikirim belakangan. Namun hal itu tidak membuatnya kembali kepada perempuan tersebut. Bahkan sesudah Maria Cosway menjanda pun, mereka tak lagi menjalin hubungan sampai Thomas menjadi Presiden.

surat thomas jefferson

Hal macam ini yang perlu kamu lakukan. Awalilah dengan menulis sebuah catatan harian. Tulis kenapa kamu harus kembali pada pasanganmu dan kenapa harus tidak kembali. Gunakan tangan kiri alias yang tidak aktif kamu gunakan untuk menuliskan surat tersebut.

Cara ini juga bisa digunakan dalam kasus yang lain. Misalnya ketika terpikir untuk mengakhiri sebuah hubungan atau justru sudah benar-benar berakhir, kemudian kamu menerima pesan via sosmed atau aplikasi pesan. Gunakan tangan kirimu untuk mengetik pesan balasan.

Tidak lancar memang dan mungkin berulang kali typo. Tapi tidak mengapa, hal ini akan memberi kamu jeda waktu berpikir sebelum mengirim pesan. Logika kita akan lebih dikedepankan dan perasaan kita akan cenderung mengalah. Hasilnya, keputusan apa pun yang kemudian muncul, biasanya akan jauh lebih baik.

Kapanlagi Lupain Mantan, Kalau Bukan Sekarang?

Cara melupakan mantan dengan menulis surat cinta menggunakan tangan kiri itu sebetulnya hanya salah satu cara. Sesungguhnya masih ada cara lain yang cukup ampuh buatmu agar bisa dengan mudah melupakan mantanmu.

Agar kamu tak melulu bergantung pada masa lalu bersama mantan, kamu bisa lihat tips-tips melupakan mantan yang ada di Kapanlagi #lupainmantan di sini.  Ini adalah semi reality show dengan unsur komedi di dalamnya. Sebuah cerita yang mengangkat keseharian seorang pria bernama Kinoy yang berusaha melupakan mantan kekasihnya. Ia pun lalu berusaha mencari saran dari 8 orang YouTuber dengan berbagai gaya dan pengalaman mereka masing-masing untuk membantu Kinoy melupakan mantannya.

Meski berbalut komedi, namun tips dan trick melupakan mantan yang ada di sana cukup jitu untuk kamu yang ingin hidupmu mengalir lagi. Simak misalnya tips dari Han Yoo Ra untuk Kinoy ini mulai dari makan yang manis sampai cari hobby baru.

Nah itu baru satu, kalau masih belum manjur juga bagimu untuk bisa melupakan mantan. Mungkin kamu harus lihat saran-saran lainnya yang dipersembahkan oleh MyTea di Kapanlagi #lupainmantan.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:13 pm

    Hidup sederhana, Tapi bergaya luar biasa … wenakk
    mesyukuri nikmat yang ada ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahitnya Ketika Sudah Bersama Dalam Waktu Lama, Tapi Semesta Menjodohkannya Bukan Dengan Kita

Sudah lama berhubungan, membayangkan akan bersanding di pelaminan apa daya terpaksa putus di tengah jalan. Kecewa pasti. Karena sudah sekian banyak waktu yang dicurahkan dengannya. Tak mudah memang memulai lagi sesuatu dari awal.

Kamu seperti itu?  Kamu tak sendiri. Bahkan menurut hasil survei yang dilakukan oleh Wolipop secara online, ternyata dari sejumlah responden ada 93% pasangan yang mengaku putus setelah pacaran selama bertahun-tahun.  Beberapa di antara mereka ada yang sudah menjalin hubungan percintaan selama lebih dari 10 tahun, tetapi harus kandas di tengah jalan.

Apa yang salah? Dan harus bagaimana?

Mungkin Kita Yang Sedari Awal Berlebihan Mengartikan Hubungan Ini

Faktanya kadang kita terlalu terbawa suasana untuk mengartikan semua hubungan kita selama ini. Hanya karena berstatus pacaran, kita sudah menganggap apa yang kita punya begitu istimewa. Semua hal yang kita lakukan dianggap mengarah ke hubungan yang lebih serius.

Padahal kalau dipikir selama ini kita tak lebih dari sekedar menonton bareng, makan malam sama-sama atau bersenda gurau sekedarnya. Tak ada obrolan tentang masa depan. Tak pernah sekalipun kita saling mengenal keluarga masing-masing.

Seberapa lama pun hubungan itu sudah dijalin kalau modelnya seperti itu, sebenarnya kita baru berhubungan di tahap awal. Melangkah ke jenjang yang lebih serius membutuhkan koneksi yang tak biasa. Bicara soal rencana dan mimpi bersama-sama. Bukahkah selama ini kita tak pernah melakukannya?

Sesuatu Yang Baik Itu Tak Selalu Harus Terjadi Selamanya

Di sini kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pikiran kita. Bahwa sesuatu yang baik itu haruslah terjadi selamanya. Padahal jika kita mau jujur pada diri sendiri, bukankah semua hal pasti memiliki akhir? Cuma perkara bagaimana bentuk akhirnya, apakah menyenangkan atau menyedihkan.

Nah, begitu juga dengan hal-hal baik yang terjadi pada diri kita. Pastilah suatu saat akan berakhir. Bukan berarti sesuatu yang sudah berakhir itu berarti buruk. Jadi bukan seuatu yang baik berarti akan berlangsung selamanya. Semua ada masanya.

Sesuatu Yang  Selamanya Bukan Berarti Pasti Baik

Nah, begitu juga sebaliknya. Bukan berarti sesuatu yang terus berlangsung selamanya pasti sesuatu yang baik. Jangan sampai kita mempertahankan sesuatu yang ternyata tak baik buat diri kita sendiri. Seringnya dilema takut merasa sepi kadang jadi alasan untuk tetap bertahan padahal kita atau dia sendiri tahu bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk perlindungan dari rasa sepi tadi. Bersama dalam waktu yang mungkin sudah memasuki hitungan tahun membuat kita merasa bahwa sudah tidak bisa dipisahkan satu sama lain lagi.

Nyatanya ini bisa berubah menjadi hal yang menyakitan karena akan menjadikan kita jadi orang yang selalu menilai sempurna segala hal yang dilakukan oleh pasangan meski pada kenyataanya tidak. Kita terfokus untuk membayangkan semua hal yang dilakukan adalah baik adanya dan menutup mata yang seharusnya tetap bisa objektif dalam menilai hubungan tersebut.

Dan sebaliknya selalu berusaha untuk menafik semua ketidak cocokan yang ada dengan alasan agar tetap bisa bersama, tentu ini telah menjadikan kita sebagai seorang yang munafik karna tidak menjadi diri sendiri. Untuk waktu yang mungkin tepat keputusan berpisah memang jadi satu-satunya hal yang akan memperbaiki itu semua.

Mungkin Memang Tidak Mudah Dan Akan Terasa Pahit Tapi Cobalah Berdamai Dengan Kenyataan

Pasca mendapati kenyataan tentang sebuah perpisahan rasa kecewa tentu membekas dihati, biar bagaimanapun dia yang sudah pernah kita anggap akan jadi teman hidup dimasa depan sudah memberi banyak warna dalam hidup. Melupakannya pun tak semudah kita memalingkan wajah, akan ada banyak masa yang harus kita lewati dengan bayang-bayangnya yang masih dihati.

Ketakutan akan kehilangan yang selama ini mungkin diwanti-wanti mau tidak mau harus tetap dihadapi, demi sebuah kedewasaan dan evaluasi diri yang lebih baik nantinya. Berdiam diri larut dalam kekecewaan mungkin memang jadi pilihan yang akan menenangkan, tapi bukanlah hal yang tepat. Menikmati setiap masa kecewa hingga kepemulihan hati nanti akan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang akna membuat kita sadar bahwa yang kita anggap baik tak selamanya benar baik adanya.

Karena Sang Empunya Hidup Telah Mengatur Segala Sesuatu Termaksud Hubungan Yang Kita Jalani

Dan pada akhirnya kita hanya bisa berencana tanpa tahu apa yang akan menjadi hasilnya, jika kemarin kita mungkin sudah menjalin hubungan cukup lama namun malah berpisah. Tidak perlu terlalu berlarut dalam sedih, bisa saja keputusan itu akan membawamu kepada hal-hal baru yang lebih baik.

Dan tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengisi hidupmu untuk jauh lebih baik dari sebelumnya, karena hidup memang selalu penuh dengan teka-teki yang kita sendiri sering kesulitan untuk menebak alurnya. Hal yang juga harus kita mengerti bahwa sebuah keputusan untuk berpisah tak melulu mendatangkan luka, nyatanya dilain sisi bisa saja keputusan itu dianggap sebagai sesuatu yang akan membuat hidup jauh lebih baik.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:13 pm

    Hidup sederhana, Tapi bergaya luar biasa … wenakk
    mesyukuri nikmat yang ada ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top