Feature

Hati-Hati Memilih Kawan! Sesering Apapun Berganti Kulit, Ular Adalah Ular yang Tetap Menggigit

 

“Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu.”

Peribahasa itu barangkali tepat sekali dalam konteks memilih kawan. Apalagi memilih kawan itu susah-susah gampang, sebab tak semua orang akan loyal pada kita, Ia mau memberikan waktu dan ringan tangan demi menjadi sosok yang selalu ada untukmu.

Tapi kenyataannya, mencari sosok kawan yang ideal itu susah-susah gampang. Kamu pun biasanya akan melewati proses seleksi alam, secara tak sadar kamu yang semula dekat dengan satu atau dua orang, perlahan menjauh karena satu atau lain hal. Yang sering terjadi, pada proses ini biasanya diwarnai rentetan drama yang membuatmu tahu, ternyata ada saja teman yang selama ini dekat denganmu nyatanya punya tabiat yang seperti ular. Ya, berbisa dan suka menggigit.

Teman Seperti Ini Awalnya Menyambutmu dengan Penuh Kehangatan, Itulah Mengapa Kamu Tak Kuasa Menerima Arti Hadirnya

Awalnya dia menyambutmu dengan senyum hangat dan kata-kata manis. Meyakinkan kalau dia akan jadi teman yang baik untukmu. Bak mangsa, kamu pun terpikat dengan segala tutur kata manisnya itu. Lewat kacamatamu, dia adalah pribadi yang tepat untuk dijadikan seorang teman. Apalagi pembicaraan kalian pun sering nyambung. Tak ada alasan untuk mengabaikannya. Obrolan demi obrolan pun bergulir. Kamu secara tak langsung jadi membuka diri padanya. Kalian saling bercerita tentang apapun hingga kamu tak sadar bahwa dia kini tahu privasimu yang sebelumnya paling kamu rahasiakan.

Pertemananmu Dengannya Berjalan Baik-baik Saja, Sampai Akhirnya Kamu Menyadari Dibalik Senyum Manisnya Itu Dia Menyimpan ‘Bisa’

Kamu adalah tipe yang tak mudah dekat dengan orang yang baru dikenal. Tapi dia punya bakat untuk membuatmu begitu percaya padanya. Segala uneg-uneg mulai dari keluarga, pacar, hingga pekerjaan pun kamu ceritakan padanya. Tak ada penyesalan sama sekali karena kamu memang sudah percaya. Sampai akhirnya momen itu tiba, kamu menyadari apa yang kamu ceritakan hanya padanya kini justru jadi bahan gosip teman-temanmu yang lain. Tercekat, tentu saja. Tapi kamu tak bisa berbuat apa-apa selain kesal padanya.

Bukannya Memberi Klarifikasi, Dia Hanya Minta Maaf dan Menyesali Apa yang Sudah Terjadi

Memaafkan itu memang perlu. Jelas kamu pun sudah memaafkannya, sekalipun ada rasa sakit yang luar biasa menyadari perlakuannya di belakangmu.

“Aku nggak sangka kamu setega ini.” Hanya kata-kata seperti ini yang bisa kamu sampaikan, karena saking tercekat dan tak tahu harus berkata apa. Satu hal yang sejatinya bisa kamu tanyakan yaitu mengapa dia bisa setega itu padamu. Jika dia mengelak atau memberi respon lebih galak, kamu tak perlu menaikkan intonasimu. Kamu cukup hadapi saja dengan sikap cool agar tak perlu buang-buang waktu. Namanya juga ular…

Jelas Masuk Akal Kalau Kamu Memilih Menjauhinya, Untuk Apa Berteman dengan Orang yang Tak Punya Etika

Yang namanya ular lebih baik jauhi saja. Karena kalau kamu kian mendekatinya, itu artinya kamu menyulut bahaya. Kamu perlu tahu, menjauhkan dari teman dekat itu tak selamanya buruk. Apalagi dia ini tipe backstabber alias yang suka menusukmu dari belakang. Demi hidup yang lebih aman nan tenteram, lebih baik putuskan hubungan dengannya secara perlahan tapi tak perlu diumbar-umbar. Rasa ilfeel padanya cukup kamu saja yang tahu. Setidaknya kalau nanti dia kembali berulah dan ‘berganti kulit’ atau mencari mangsa baru, kamu bisa mengingatkan orang lain agar tak jadi korban selanjutnya.

Kehilangan Satu Teman Karena Sifat Buruknya Itu Sah-sah Saja, Percayalah Bahwa Diluar Sana Kamu Akan Menemukan Sahabat Baru yang Jauh Lebih Bersahaja

Kesedihan mungkin saja kamu rasakan begitu menyadari sifat aslinya. Tapi kamu tak perlu berlarut-larut dengan hal itu. Yakinlah bahwa kamu berhak punya teman yang jauh lebih baik darinya. Meninggalkannya bukan berarti kamu jahat, tapi inilah caramu mengambil sikap agar tak lagi jadi korbannya. Kuncinya adalah memaafkannya terlebih dahulu. Tak peduli dia telah mengutarakannya atau memang kata maaf itu tak pernah terucap, yang penting kamu legowo. Percayalah, keikhlasan akan membawamu bertemu dengan orang-orang yang jauh lebih baik lagi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top