Feature

Hati-hati Dengan Fake People, Bisa Jadi Dia Berada Di Sekitarmu. Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat!

Hati-hati, fake people pasti ada di sekitarmu!

Saat mendengar kata fake people atau fake friend apa yang terlintas dibenakmu? Terutama untuk kamu yang merasa sering bertemu tipikal orang seperti itu. Stereotip fake people sejatinya tidak muncul begitu saja. Pengalaman dalam menjalin pertemanan dengan seseorang biasanya membuat kita dapat  menilai seseorang baik secara obyektif maupun subyektif, yang akhirnya menghasilkan kesimpulan jika dia masuk golongan fake people atau tidak.

Mengapa harus berhati-hati? Keberadaan fake people  bertendensi akan merugikanmu terlebih jika setiap harinya kamu bertemu dengannya. Kamu juga akan mengalami kerugian dalam hal lingkup pertemanan. Sejatinya pertemanan yang sehat adalah saat kamu sangat nyaman dengan orang-orang yang ada di sekitarmu tanpa harus berpura-pura dalam hal apa pun. Karenanya, sangat penting untukmu mengenali ciri-ciri fake people.

Pastikan Kamu dan Temanmu Membangun Sikap Respect, Hal Ini Penting agar Kita Tahu Bagaimana Memanusiakan Manusia Tanpa Memandang Status dan Jabatan

Meski terdengar berat, memanusiakan manusia adalah hal yang sangat penting. Sikap respect adalah salah satu sikap yang harus dijunjung tinggi dimanapun kamu berada. Jika kamu menanamkan prinsip respect dengan yang lain, bukan tak mungkin sekelilingmu akan menghargai keberadaanmu. Sementara itu, mengenali orang yang meremehkan prinsip respect itu sejatinya mudah. Mereka yang tergolong fake people biasanya hanya respect pada golongan tertentu yang dikenal punya power.

Fake People Selalu Berusaha Mencari Atensi Lewat Tindakan Mereka Baik Di Dunia Nyata Maupun Lewat Media Sosial. Jangan Heran Kalau Kamu Akan Menyadari Betapa Show Off-nya Mereka

Ada fake people, tentunya ada genuine people atau golongan orang yang apa adanya. Mereka yang apa adanya cenderung tak terlalu memaksakan situasi agar orang-orang di sekitarnya menyukainya. Mereka lebih mencari lingkup pertemanan yang natural. Sementara orang dengan tendensi fake people biasanya suka cari perhatian. Baik dari tingkah laku, gaya bicara, hingga pola pikir. Tak jarang mereka memanfaatkan media sosial untuk mencari  perhatian yang lebih lagi.

Saat Kamu Berusaha Menyampaikan Gagasan yang Hebat, Fake Friend Memang Akan Memberimu Apresiasi, Namun Sebatas di Bibir Saja. Setelahnya, Bisa Jadi Kamu Akan Jadi Bahan Gosip Mereka

Hal ini sering terjadi. Terutama di lingkungan kerja dimana aura persaingan jauh lebih terasa. Kolega yang baik akan memujimu lantaran gagasan atau idemu bagi perusahaan yang cukup visioner. Tapi tidak dengan fake friend, setelah melontarkan pujian, bukan tak mungkin mereka berusaha menjatuhkanmu dengan menggiring opini lewat gosip-gosip murahan yang mereka hembuskan di grup-grup kecil.

Fake People Cenderung Sulit Menepati Janji , Sementara Untukmu yang Sudah Pasang Prinsip Respect Jelas Lebih Paham Rasanya Jika Ingkar dengan Janji yang Sudah Dibuat

Membuat janji itu mudah, yang sulit adalah menepatinya. Makanya orang akan respect apabila kamu mampu menepati janjimu. Sebaiknya, jika kamu merasa tak mampu lebih baik tak usah mengumbar janji yang justru nantinya terdengar jadi omong kosong belaka. Fake people biasanya mudah melontarkan janji, namun setelahnya ia memilih mengabaikan janji tersebut karena menganggapnya sudah bukan prioritas yang perlu ditepati lagi.

Berbuat Baik Tanpa Pandang Bulu Sudah Sebaiknya Kamu Terapkan, Jangan Tiru Kebiasaan Fake People yang Hanya Berbuat Baik Jika Ada Maksudnya

Ada udang di balik batu. Mungkin ini ungkapan yang tepat untuk menggambarkan fake people jika tiba-tiba ia berbuat baik. Padahal, dengan berbuat baik dan tulus sejatinya itulah cara manusia memanusiakan manusia. Namun konsep ini sepertinya tak berlaku bagi para fake people. Mereka hanya tertarik berbuat baik karena berharap adanya timbal balik untuknya. Sangat disayangkan bukan?

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Campur Tangan Pada Takdir Orang, Temukanlah Takdirmu Sendiri

Bagaimana indikator bahagia untukmu? Punya uang banyak, pekerjaan bagus, atau hidup bahagia dengan segala kemewahan? Tak ada yang menampik memang, jika hal-hal tersebut jadi sumber bahagia. Tapi jika pertanyaan tersebut akan dilayangkan kepada saya, dengan sigap saya akan menjawab, bahwa hidup bahagia adalah dengan tak turut serta mengurusi cerita hidup orang lain.

Kamu mungkin akan berkata, ucapan barusan adalah sesuatu yang bohong. Dan benar memang, peribahasa “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak” adalah salah satu bukti nyatanya.

Seolah tak merasa bahwa diri ini bersalah, kita sering kali ikut andil dalam mengomentari kehidupan orang lain. Tak percaya? Kali ini saya akan membantumu untuk mencoba mengingat-ingat kembali.

Menilai Orang Lain Terlalu Berlebihan, Padahal Diri Sendiri Kerap Menghamburkan Uang Tanpa Perhitungan

Barangkali suatu waktu, akan ada seorang teman yang baru saja memberi mobil baru dengan harga yang juga lumayan mahal. Bertindak sebagai teman yang dimintai pendapat, kita ini kerap menganggap dia terlalu terlihat berlebihan. Toh tak harus dengan uang sebanyak yang dia keluarkan, nyatanya dia juga sudah bisa memiliki benda yang sama.

Ya, benar memang dia mungkin berlebihan. Tapi apakah dia juga berpikiran sama dengan kita sekarang? Tentu tidak kan. Dan lagi, dia mungkin memiliki alasan lain mengapa dia membeli mobil mahal yang kata kita berlebihan. Toh dia tak meminta uang dari kita, lantas berhakkah kita mengkritiknya?

Dilain kesempatan, yang kita mungkin tak sadar. Diri sendiri justru sering berbuat lebih daripada dia. Membeli barang-barang yang tak dibutuhkan secara berlebihan, misalnya.

Kerap Jadi Sosok Motivator yang Kadang Menvonis Orang Lain Bersalah, Padahal Hidup Kita Tak Lebih Baik Darinya

“Makanya lain kali, kalau mau mengambil keputusan mbok ya dipikirkan ulang. Jangan maen asal aja!”

Sekilas perkataan ini terlihat sebagai bentuk kepedulian kepada orang lain. Bertindak sedang ingin membantunya mengatasi masalah, hal yang kita lakukan justru memojokkannya layaknya tersangka.

Tak mau jadi teman yang tak tahu terima kasih, dia tentu senang atas apa yang telah kita lakukan. Tapi apa yang sesungguhnya dirasakannya, hanya dia dan Tuhanlah yang tahu.

Gencar memberi petuah agar orang lain tak salah dalam melangkah, bukannya membantu,hal itu malah membuatnya merasa terganggu. Di tempat berbeda, kamu mungkin sedang giat-giatnya untuk terlihat lebih bahagia, padahal sesungguhnya hidupmu tak jauh lebih baik dari dirinya.

Bahkan Untuk Hal-hal yang Sangat Pribadi Sekalipun, Tanpa Sadar Kita Jadikan Bahan Kritikan

Iya, memberi kritik memang sah-sah saja. Tapi jika sudah dilakukan secara berlebihan, apa masih bisa dikatakan benar? Tentu tidak Kawan! Sekalipun orang tersebut adalah teman dekat, tak adalah alasan untuk ikut serta mencampuri urusannya. Lain hal jika dia sendirilah yang memintanya.

Menempatkan diri pada posisi paling benar, kita kembali menyerangnya dengan perkataan menyakitkan. Mulai dari mengomentari penampilannya, hingga pada hal-hal lain yang sebenarnya bersifat sangat pribadi.

Menjadi pribadi yang lebih baik, bukan berarti harus memberi kritik secara berlebihan pada mereka yang katamu tak baik. Sebab setiap orang punya versi terbaiknya masing-masing.

Setiap Orang Punya Hak Sama, Kita Tak Berhak Untuk Memaksa Mereka Percaya

Harusnya kita paham, jika apa yang dimata kita baik belum tentu akan dianggap sama oleh orang lain. Sederhananya begini, kamu mungkin percaya jika bumi itu datar, tapi sebagian besar orang percaya bahwa bumi itu bulat. Tak ada yang salah memang, toh setiap manusia berhak untuk percaya atau tidak.

Sesuatu yang tak seharusnya kita lakukan adalah memaksa mereka percaya. Kita mungkin percaya bahwa bersusah payah di usia muda akan mendapatkan bahagia di usia tua. Namun, bukan berarti kita akan memaksa orang lain untuk melakukan hal yang sama. Tak perlu menambahi beban pikiran yang mungkin menganggu kesehatan. Biarkan dia bergerak sesuai arah angin yang dipercayainya.

Karena Setiap Orang Punya Alur Hidup yang Berbeda, Berhenti Untuk Ikut Campur Pada Cerita Mereka

Pada beberapa kesempatan, kita memang butuh untuk berbaur dan mendengarkan orang. Mulai dari kisah sedih hingga kebahagiaan yang mungkin mereka bagikan. Semua ini tentu tak salah jika kita melakukannya sesuai dengan porsinya. Mendengarkan dan memberi saran yang bisa kita lakukan.

Sebab akan menjadi masalah ketika kita terlampau jauh ikut campur pada masalahnya. Bukannya membantu, kebiasaan ini malah akan semakin mempersulit masalahnya dan tak juga membuat hidup kita lebih baik darinya.

Karena terlalu sibuk untuk mencampuri takdir dan cerita hidup orang lain, kadang kita lupa bahwa cerita atau takdir hidup kita tak lebih baik dari mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Kumpulan Memori Indah Ternyata Bisa Disulap Jadi Hiasan Interior yang Wah di Dalam Rumah

Punya rumah yang nyaman dan menyenangkan itu tergantung pada sang pemiliknya. Kalau sejak awal sang pemilik acuh tak acuh terhadap kondisi dan situasi rumah, rasanya akan sulit menciptakan suasana yang diidam-idamkan. Tapi kembali lagi, rumah adalah tempat bernaung sebuah keluarga. Di dalam rumahlah para anggota keluarga bisa menjalin interaksi dan saling menciptakan harmoni satu dengan yang lain. Mereka merangkai cerita, asa, hingga mengulas memori. Kenangan demi kenangan seakan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hubungan keluarga.

Bicara soal kenangan, masihkah foto-foto lama dirimu dan seisi anggota keluarga tersimpan rapi? Coba ingat lagi, di antara puluhan atau ratusan fotomu bersama keluarga, foto apa yang masih terpajang di dinding utama ruang tamu? Bertahun-tahun apakah hanya foto tersebut yang terpampang nyata? Bukankah kamu masih punya foto-foto lain yang juga meninggalkan kesan mendalam? Lantas, mengapa hanya disimpan? Bukankah menarik kalau ikut terpampang?

Mungkin diantara kalian akan berpikir, tak ada ruang yang cukup untuk menaruh foto-foto itu. Kamu merasa rumahmu sudah cukup penuh oleh perabot dan foto yang itu-itu saja sehingga tak ada tempat untuk memajang foto yang lain. Padahal, menjadikan memori sebagai obyek utama di dalam rumah itu akan menimbulkan kesan unik. Jangan takut untuk mencoba cara baru. Apa lagi kalau mengulas soal penataan interior rumah, masih banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengakali dinding rumah yang kesannya ‘sudah penuh’.

Jadikan Foto Lama Kamu dan Keluarga Sebagai Desain Kalender Tahunan. Memori Kala Foto Itu Diambil Pasti Akan Tetap Bertahan dalam Ingatan

Dibanding memasang kalender biasa sepanjang tahun, mengapa tidak membuat kalender dengan kumpulan foto keluarga yang didesain sesuka hati? Zaman sekarang jasa desain dan cetak digital sudah sangat maju, untuk sekadar membuat kalender dengan desain sendiri sudah pasti jadi hal mudah. Karenanya, menjadikan memori keluarga sebagai latar atau obyek foto dalam kalender tersebut akan jadi hal yang unik. Bayangkan ketika kamu melirik kalender untuk sekadar tahu tanggal, tapi berkat foto yang terpajang, benakmu pun langsung teringat pada momen saat foto itu diambil. Semacam nostalgia, mungkin…

Fungsi kalender kustomisasi ini juga bisa jadi pengingat hari spesial dalam keluarga. Misalnya, ayahmu berulang tahun di bulan Februari, maka jadikan foto ayahmu sebagai desain utama untuk halaman kalender di bulan tersebut. Menarik bukan? Lagi pula, sepanjang tahun ada 12 bulan. Artinya, kamu bisa menaruh setidaknya 12 foto lama ke dalam kalender tahunan itu. Selamat mencoba!

Memajang Figurine Seluruh Anggota Keluarga Sangat Ampuh Mempermanis Tampilan Ruang Keluarga

Keberadaan figurine naik daun semenjak munculnya sejumlah film superhero. Tapi seiring berjalannya waktu, figurine bukan lagi milik superhero saja. Kita pun sudah bisa memesan figurine sesuai dengan keinginan kita. Aksesoris berbentuk miniatur yang sangat menyerupai sosok aslinya ini tergolong unik. Terutama kalau melihat tingkat kemiripan figurine dengan sosok aslinya, hal itu menjadi daya tarik tersendiri.

Bayangkan, di ruang keluarga berjejer figurine seluruh anggota keluarga. Kemudian satu per satu dari saudaramu menikah dan punya anak, figurine pun ikut bertambah. Kalau ada temanmu atau kerabat yang berkunjung, pasti mereka akan bertanya siapa saja yang berjejer di figurine tersebut, kamu pun tinggal menjelaskan. Mudah dan unik, bukan?

Manfaatkan Bingkai Foto Digital Agar Interior Rumahmu Semakin Kekinian

Daripada hanya disimpan dalam kartu SD, bukankah lebih baik kalau foto-foto lamamu dijadikan slideshow? Apa lagi saat ini sudah banyak dijual bingkai foto digital dimana kamu cukup membenamkan kartu SD dan gambar pun akan tampil dan berganti-ganti dengan sendirinya. Keberadaan bingkai foto yang cukup eyecatching ini mungkin akan menggeser bingkai foto konvensional yang hanya bisa memasang satu foto yang sudah dicetak. Untukmu yang suka mengambil foto lebih dari satu kali (bahkan puluhan kali), bingkai semacam ini akan cocok sekali sebagai perabot interior yang bisa mempercantik dinding rumahmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Teruntuk Kamu Teman Hidup Di masa Depan, Maukah Kamu Menerima Masa Laluku?

Masa lalu bukan untuk diperdebatkan, itu sudah bagus. Aku suka kamu. Kau tau, aku akan selalu – Pidi Baiq

Bergerak dari quote dari Pidi Baiq ini, sebelum nanti kita berjalan lebih jauh. Aku ingin kamu tahu, bahwa ada beberapa cerita di masa laluku yang harus kamu dengar.

Meski sedikit membuatmu heran, aku berharap ini tak akan jadi beban. Karena jantung dari pengakuan yang akan kusampaikan adalah keinginan untuk hidup di masa depan. Sebab semua yang telah terjadi di masa lalu sudah lama kutinggalkan.

Beberapa Orang Sebelumnya Selalu Bergegas Pergi Setelah Mendengar Aku Bercerita

Percaya atau tidak, ini adalah kisah yang aku jalani. Setelah kegagalan di masa lalu, aku kembali membuka diri untuk mereka yang baru. Meski di awal cerita mereka datang dengan cinta yang menggebu. Nyatanya semuanya bisa runtuh seketika, sesaat setelah mereka mendengar kisahku.

Aku sadar bahwa diriku mungkin telah salah dalam bergaul, keliru dalam memilih. Tapi apakah semua kesalahan itu harus terus dihakimi hingga sekarang? Padahal yang kutahu segala sesuatu yang telah lalu, hanya perlu dijadikan pelajaran dan dilupakan. Untuk itu, kali ini aku ingin memastikan padamu, apakah kamu akan melakukan yang sama? Atau tetap tinggal membantuku memperbaiki semuanya?

Maka Kali Ini Sebelum Rasa Sayang Kita Terlalu Jauh, Maukah Kamu Terlebih Dahulu Memaafkan Aku?

ini tentu bukan pengakuan terlarang, aku hanya ingin memastikan bahkan sosokmu tak serupa dengan yang sudah-sudah. Menjadi sosok yang bebas di masa lalu, banyak hal tak baik yang memang telah aku jejaki. Bagaimana jika ternyata dulu aku ini adalah seorang pencuri yang hanya untuk menyenangkan diri? Atau lelaki yang sudah tidur dengan banyak perempuan?

Sesuram apa pun masa laluku, percayalah semua itu telah jauh aku tinggalkan. Aku bukan lagi sosok yang dulu, karena ini aku memintamu tak sekedar mau menerimaku, tapi juga memberi maaf atas kesalahanku. Memang sulit, tapi kuharap kamu mau berusaha.

Sesuatu yang Akan Membantumu Merubah Penilaian, Sudikah Kamu Mendengar Bagaimana Kerasnya Aku Berjuang?

Susah payah aku membangun percaya pada diri sendiri, berusaha keluar dari nilai norma yang kerap menghakimi diri seenaknya. Bahkan kerap berharap agar semesta tak melahirkanku ke bumi. Namun aku sadar, tenggelam dalam laut penyesalan tak akan memberiku perubahan.

Untuk itu aku bangkit dan berusaha membangun kepercayaan, sembari memantaskan diri. Babak ini memang tak terlihat mengangumkan, tapi aku harap kamu melihat usahaku.

Tentu Tak Mudah Melapangkan Hati Untuk Menerimaku, Namun Dengan Kerelaanmu Untuk Tetap Tinggal, Kita Akan Jadi Lebih Kuat

Tak bisa dipungkiri, menerima pasangan dengan masa lalu yang suram adalah hal yang berat. Jika aku jadi dirimu sekarang, hal yang sama mungkin aku rasakan. Terasa tak kuat untuk menerima, namun juga merasa bersalah jika tak memberi kesempatan.

Sebelum kamu akan memutuskan pergi. Satu hal yang ingin kujanjikan untukmu, bahwa tak hanya memintamu menerimaku. Kelak aku akan jadi penyokong untukmu. Pasanganmu ini mungkin bukanlah manusia yang sempurna, namun dengan bersama, kita akan lebih kuat dari biasanya.

Aku Sendiri Juga Butuh Waktu Menerimanya, Kuharap Perlahan Kamu Akan Mendapat Kelegaan yang Sama

Menerima kenyataan yang tak sejalan dengan harapan.tentu bukan perkara mudah Sayang. Bahkan jika kamu akan memintaku untuk memberimu waktu panjang untuk bisa berdamai dengan masa laluku, tentu aku paham. Karena aku sendiri juga butuh tempo untuk bisa mengerti.

Segala sesuatu butuh waktu, begitu pula dalam hal mencintai dan menerima masa laluku. Dulu setiap hari aku berusaha untuk mambangun percayaku. Bahkan kelak akan ada anak manusia yang bersedia menjadi kekasih dan teman hidup untukku. Bukan hanya karena cinta semata, tapi karena dirinya juga mau membantuku untuk tak lagi hidup dalam bayang-bayang kesalahan yang lama.

Dulu Mungkin Aku Pernah Salah dalam Melangkah, Namun di Masa Depan Aku Berjanji Tak Akan Lagi Mengulanginya

Biar bagaimana pun aku ini adalah manusia biasa yang juga pernah berbuat salah. Tapi aku sadar bahwa tak ada yang perlu disesalkan, biarlah semua yang telah terjadi akan jadi pelajaran. Dari kesalahan ini aku tahu, bahwa sesuatu yang tampak menyenangkan diawal belum tentu bisa membawaku pada kebahagiaan.

Dengan berjanji pada diri sendiri, aku tak akan lagi mau berbuat kesalahan yang sama. Karena kini aku percaya bahwa ada banyak hal indah yang menungguku untuk dijejaki di masa depan.

Karena Meski ada Cerita Buruk di Masa Lalu, Kuharap Masa Depanku Bersamamu Akan Tetap Indah

Bertemu denganmu tentu jadi hadiah manis untukku. Setelah dihadapkan pada masa lalu yang suram aku digembleng jadi sosok yang harus kuat. Memperbaiki semuanya seorang diri, dan kembali percaya bahwa akan ada cinta yang menghampiriku lagi.

Terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang sudah tak ingin kubicarakan, aku tahu ada masa depan indah yang telah menanti kita berdua. Coba bayangkan, kelak kita akhirnya akan hidup bersama dengan beberapa anak yang akan mengisi dunia. Tak hanya jadi pelengkap hidup karena mau mencintaiku saja, sosokmu tentu jadi pahlawan yang bersedia untuk menerimaku apa adanya.

Dan stigma akan manusia buruk di masa lalu yang katanya tak akan bahagia, saat itu juga mungkin telah berhasil kita patahkan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top