Feature

Gejolak Batin yang Hanya Dirasakan Oleh Anak-anak Broken Home

Lahir dari keluarga yang berantakan, tentulah bukan sesuatu yang kami harapkan. Namun, takdir memang tak pernah bisa diraba. Bahkan sekeras apa pun kami menghindarinya, tak ada yang bisa melawannya. Dan fakta lain yang memang tak bisa dipungkiri, kita tak bisa memilih di mana dan dari siapa kita akan dilahirkan.

Berjuang melawan semua ketidakadilan, protes dari dalam diri kadang tak bisa tersampaikan. Kehilangan kasih sayang utuh dari kedua orangtua, jadi mimpi buruk lain yang tak pernah kami inginkan.

Lalu bagaimana kami melawan semua pilu dan kesedihan yang ada, hanya kami yang paham rasanya.

Kehilangan Jelas Ada, Apa lagi Jika Orangtua Tak Bisa Berdamai Setelah Berpisah

Ada yang bernasib beda, sebab meski berpisah, orangtuanya masih bisa menjalin hubungan baik. Ini bukan perkara patah hati yang bisa diobati dengan mencari kekasih lagi, juga tak sekedar sakit hati hanya karena tak dapat pergi ke tempat impian.

Ini tentang situasi yang tak bisa dikembalikan lagi. Sebab selepas berpisah, masing-masing orangtua tentu akan berjalan pada haluan berbeda. Kami kehilangan semua, tak hanya sosok orangtua secara fisik saja, tapi juga cinta dan kasih sayangnya.

Tumbuh menjadi dewasa dalam naungan orangtua, tentu jadi sesuatu yang selalu kami rindukan. Sayangnya, kami tak bisa mendapatkannya.

Disusul dengan Sedih yang Tak Tertahankan dan Kesalahan dalam Memilih Lingkup Pertemanan

Sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa ini bukanlah alasan. Tapi dia yang bernasib sama tentu paham bagaimana rasanya. Kehilangan orangtua tak hanya membuat kami merasa bersedih. Tapi juga kehilangan kepercayaan diri akan kasih tulus orangtua.

Dan pada fase ini, kami sering jatuh pada lingkaran yang mungkin salah. Bukan karena mereka, tidak pula karena kami lemah. Hanya saja, pada situasi ini hanya dia dengan kisah sama yang bisa mengerti. Ya, mengerti apa yang kami ingini, hingga dia berusaha ada selalu di dekat diri.

Bahkan Sering Merasa Jika Diri Ini Jadi Alasan Pemicu Perpecahan

Dijadikan bahan perdebatan, tentang pilihan hendak tinggal dengan siapa. Hingga ditarik ulur seperti barang, membuat kami berpikir bahwa kami ini adalah akar dari segala masalah. Disadari atau tidak, kadang kamu berpikir jika perpisahan yang ada datang dari diri ini.

Tumbuh besar dengan keyakinan ini, membuat kami merasa tak layak untuk bahagia, atau bahkan tidak akan bisa seperti mereka yang lainnya.

Bahkan kadang kami berpikir, mungkin akan lebih baik jika tak ada di dunia. Sebab hidup ini amat terasa semu, karena tak punya keluarga utuh.

Berusaha Ingin Bahagia, Semua yang Dilakukan Kadang Hanyalah Pelarian Semata

Ya, kami tak pernah bisa benar-benar merasa bahagia.

Ditengah hiruk pikuk pencarian jati diri untuk lepas dari kesedihan, suatu waktu mungkin orang-orang akan mendapati kami sedang bahagia dan tertawa. Tapi percayalah kadang itu semua tak sama seperti yang kami rasa.

Ada kesedihan berat yang berusaha untuk tak diperlihatkan. Ditutupi dengan berbagai usaha, dan berpura-pura bahagia adalah salah satunya.

Sulit Mengekspresikan Emosi, Membuat Kami Jadi Pribadi yang Sering Menutup Diri

Tumbuh tanpa bimbingan orangtua, membuat kami harus berusaha sendiri untuk menjadi pribadi baik yang semestinya. Tak seperti anak-anak lain yang kerap diberi motivasi. Kami berusaha menemukan jati diri seorang diri, tanpa ada dorongan dari ayah, tidak juga kata-kata manis dari ibu.

Tak heran jika, suatu waktu pada beberapa kesempatan kami sangat sulit untuk beradaptasi. Bayang-bayang perpisahan orangtua membuat kami takut untuk lagi percaya pada sebuah ketulusan yang katanya masih ada.

Ini bukan perkara mudah, dan memang jika tak cukup kuat beberapa orang kadang memilih untuk menyudahinya.

Hingga Kadang Merasa Iri Pada Potret Kehidupan Bahagia yang Orang Lain Jalani

Tanpa ada pengecualian, semua anak yang tak lagi memiliki keluarga utuh, merasakan hal yang sama. Ya, rindu akan kebersamaan dan kehangatan rumah. Bagaimana ayah bercanda, hingga nikmatnya masakan ibu yang selalu jadi juara.

Gambaran kehidupan yang tadinya bisa didapatkan, kini berubah menjadi sebuah angan. Kami tak membenci mereka yang terlihat bahagia, tidak pula ingin mengutuk situasi yang tak memihak kepada kami. Hanya saja ada kerinduan yang jelas tak bisa terobati.

Kerinduan akan keutuhan keluarga yang dulu mungkin pernah ada.

Dan dari Cerita Ini Kami Lebih Memahami dan Berusaha Agar Lebih Baik Lagi

Perjalanan cerita merubah kami jadi pribadi yang tak lagi sama. Kami bukan lagi manusia dengan mental lemah, meski masih harus berusaha untuk bahagia. Pengalaman pahit di masa lalu memaksa kami untuk tak lagi berada pada titik itu.

Dan salah satu hal yang mungkin akan membedakan kami, manusia ini datang dan tumbuh dengan kedewasaan yang agak berbeda. Sebab kami mengerti bagaimana rasanya kehilangan, paham bagaimana senyapnya kesendirian, maka kami akan selalu berusaha menghindari perpisahan.

Karena tak hanya berdampak pada yang melakoninya, hal itu jelas akan berimbas pada semua orang yang kita sayangi. Satu hal yang selalu berhasil membangkitkan semangat, “Broken home doesn’t mean broken hope”. Meski tak mudah menjalaninya, dari hati kecil yang paling dalam kami tetap memiliki harapan yang lebih baik dari kehidupan yang lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Menikmati Akhir Pekan di Jakarta?

Akhir pekan di Jakarta, yakin bakalan asik? Mungkin itu jadi respon yang akan tiba-tiba memenuhi isi kepala. Wajar memang, hiruk pikuk kemacetan jalanan ibukota, kadang jadi sesuatu yang lebih dulu membunuh gairah. Jangankan untuk menikmati suasana kota di akhir pekan, belum sampai ke tempat tujuan kita sudah merasa lelah. Hasilnya? Mungkin bakalan menyerah.

Beberapa tahun belakangan, jalanan ibu kota memang sedang macet-macetnya. Sebab pemerintah saat ini nampaknya sedang memburu waktu untuk membenahi beberapa infrastruktur jalanan ibu kota. Tapi jangan keburu patah arang dulu, meski terkenal penuh dan riuh kita tetap bisa menikmati akhir pekan di Jakarta dengan asik dan menyenangkan.

Agar Tak Bosan dengan Suasana yang Itu-Itu Saja, Pilihlah Tempat yang Berbeda

Lupakan dulu mall dan berbagai macam tempat hang out kekinian. Kali ini mari nikmati jakarta dari lain sisi. Untuk itu kamu boleh bercumbu pada beberapa tempat yang jarang tersentuh.

Di Utara Jakarta, lahan hijau yang masih terasa segar mungkin jadi pilihan menarik pada pagi hari. Dan nanti jika sudah menjelang siang, kita bisa bergerak sedikit ke arah pusat Jakarta tepatnya di daerah pasar baru untuk sekedar melepas rasa lapar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Ini hanya beberapa rangkaian tempat yang bisa kamu nikmati, dan sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamahi. Asal pintar memilih tujuan bukan tak mungkin kamu akan dapat merayakan akhir pekan dengan berkesan.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Bicara soal Jakarta agak susah memang jika harus memisahkannya dengan kemacetan lalu lintasnya. Belum lagi dengan adanya kegiatan pembangunan yang sedang marak di sana-sini, penampilan yang sudah kece bisa mendadak lusuh karena terjebak macet di jalan.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Begitu pula dengan akhir pekan di Jakarta yang ingin dirayakan. Carilah alternatif terbaik, rute mana yang sedang lenggang dan tidak ada gangguan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Pilihlah Waktu yang Pas Untuk Memulai Perjalanan

Yup, setelah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah waktu keberangkatan. Jika memang kamu akan bepergian untuk menikmati suasana pagi, cobalah bangun lebih cepat dari biasanya. Dan berangkatlah sebelum jalanan mulai ramai.

Sebaliknya memang kamu ingin menjajal tempat tujuan pada siang atau sore hari pilihlah waktu yang cukup untuk pergi. Katakanlah kamu akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati waktu sembari makan siang, cobalah pergi sekitar sebelum jam 10 pagi, karena di samping jalanan yang sudah tak lagi terlalu ramai matahari juga belum terlalu seterik siang.

Atau jika memang ingin menikmati sore, kamu bisa mulai berangkat dari rumah pukul 3 sore, pada jam ini mereka yang bekerja di akhir pekan sudah tentu pulang pada 2 jam sebelumnya. Sedang yang ingin pulang di sore hari akan pulang nanti pada pukul 5 hingga 6 sore. Dengan kata lain jam 3 sore jadi titik netral yang tak akan menjebakmu di jalan.

Dan Bekali Diri dengan Kendaraan yang Akan Membuat Nyaman

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, ini jadi point yang perlu untuk diingat. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Ketika Sampai di Tempat Tujuan, Fokuslah Untuk Menikmati Waktu Akhir Pekan

Sudah jauh-jauh menempuh perjalanan, sampai ditempat tujuan masih saja buka instagram. Sebisa mungkin jika memang itu bukanlah sesuatu yang penting dan bersifat darurat, cobalah nikmati waktu akhir pekanmu dengan berkualitas. Jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa.

Karena jika ternyata akhir pekanmu masih saja bersama dengan handphone dan segala hal yang membuatmu terlena. Tentu akhir pekan yang sedang kau jalani tak akan bermakna. Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa. Iya, lupa jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dengan Rutin Cuci Tangan, Kamu Membuktikan Kebersihan Adalah Sebagian dari Iman

Coba ingat lagi, dalam sehari kira-kira berapa kali kamu rutin mencuci tangan? Mungkin ada yang melakukannya hanya ketika ingin makan saja bukan? Padahal tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering kita gunakan untuk beraktivitas setiap hari. Bukan hanya ketika makan, tapi juga saat bekerja hingga bersantai pun pasti tangan tak kehilangan fungsinya untuk meraih atau menggenggam sesuatu. Kontak yang tejadi antara permukaan tangan dengan benda di sekitar kita secara kasat mata memang biasa saja. Seakan kita tak pernah menyadari bahwa ada jutaan bakteri yang menempel di tangan. Hingga akhirnya jadi sarang kuman yang menimbulkan bibit penyakit.

Karenanya, memulai untuk hidup sehat sejatinya mudah. Yaitu ketika kamu mau konsisten menjaga kebersihan tanganmu. Tanganmu adalah aset untuk menjaga kesehatanmu. Kalau kamu menganggap kesehatan tangan jadi hal sepele, maka jangan salahkan jika tubuhmu jadi mudah sakit. Karena bisa saja asal mula penyakit berasal dari kebiasaanmu yang malas mencuci tangan. Meski sering lalai, faktanya penting sekali mengetahui waktu yang tepat untuk mencuci tangan.

Makan Tanpa Mencuci Tangan Bak Membiarkan Kuman dengan Mudah Datang dan Menyerang Kesehatanmu

Untuk yang satu ini sebaiknya jangan diabaikan. Tepislah rasa malas dan mulailah mencuci tangan ketika hendak makan. Coba ingat-ingat lagi, kira-kira hal apa saja yang membuatmu malas untuk cuci tangan? Mungkin kamu mengira telapak tanganmu bersih, padahal sejatinya di sana terdapat ribuan bakteri yang sangat berbahaya kalau sampai dibiarkan masuk ke dalam tubuh. Penyakit seperti diare, flu, hingga hepatitis sejatinya bisa menyerang karena kebiasaan sepele yang enggan mencuci tangan.

Usai Dari Toilet, Pastikan Tanganmu Sudah Tercuci Bersih

Untuk hal yang satu ini memang terkesan privasi. Tapi tetap saja pasti ada yang lantas tak mencuci tangan setelah dari toilet. Mungkin untuk urusan buang air kecil, kamu menganggapnya sepele sehingga tak perlu. Begini, Meski kelihatannya bersih, tempat yang lembab seperti toilet merupakan lokasi favorit kuman dan bakteri untuk berkembang biak.  Karenanya, usahakan mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh benda-benda di toilet ya Kawan! Di lain sisi, sebuah penelitian dari Columbia University juga menyebutkan bahwa mencuci tangan dengan sabun ternyata terbukti ampuh untuk membersihkan tangan dari kuman dan bakteri tak kasat mata. Sebab, formula berbasis alkohol dapat membunuh kuman lebih baik dibandingkan hanya dengan sabun biasa dan air.

Saat Mandi, Jangan Sampai Lalai Membersihkan Area Tangan

Poin yang satu ini juga tak kalah penting. Saat kamu membersihkan seluruh badan ketika mandi, bakteri-bakteri yang ada di tubuh pun tak serta-merta luruh begitu saja. Yang ada, kuman dan bakteri pada tubuh ikut berpindah pada tangan saat dalam proses pembersihan. Karenanya, agar tangan dan tubuhmu bersih dari bakteri jahat, kamu pun perlu mencuci tangan. Bukan hanya mencucinya sekilas, sela-sela tangan pun tak boleh luput dari perhatianmu. Meski terkesan sepele, efeknya sangat baik untuk tubuhmu.

Memiliki Hewan Peliharaan Sah-sah Saja, Asal Kamu Tak Malas Mencuci Tangan Usai Kontak Langsung dengan Hewan Milikmu

Bermain dengan hewan peliharaan memang menyenangkan. Bahkan saking serunya, seringkali kita lupa bahwa bulu-bulu mereka menyimpan kuman yang tak kasat mata. Begini, kalau kamu sampai lupa mencuci tangan setelah memegang hewan peliharaan, bakteri serta kuman yang tadinya menempel di bulu-bulu hewan lalu berpindah ke tangan kita pun akhirnya dapat masuk ke dalam tubuh kita lewat perantara tangan yang kotor.

Jangan Menggendong Bayi Kalau Kamu Malas Mencuci Tangan

Kita sama-sama tahu, bayi memiliki daya tahan tubuh yang rendah, serta sangat sensitif terhadap gangguan kuman dan bakteri. Karenanya, memegang bayi dengan tangan yang tak steril sejatinya sangat berbahaya bagi kesehatan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, bakteri yang terbawa oleh tangan yang kotor dapat membuat bayi terinfeksi khususnya ketika mereka sedang dalam kondisi yang tidak fit.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Melawan Dunia dan Menggalang Dana Oleh RAN dan Yura

“Indonesia tidak kekurangan orang baik.”

Ujar seorang laki-laki yang disapa Timmy pada salah satu acara di kawasan Jakarta Selatan, hari Rabu kemarin.

Ya, negara kita memang tidak kekurangan orang baik. Hanya saja, kadang-kadang mereka bingung bagaimana cara untuk menunjukkan kebaikannya tersebut. Hal ini pulalah yang disadari oleh Alfatih Timur, CEO dari kitabisa.com yang pada 2013 lalu akhirnya meluncurkan website resminya. Diperuntukkan sebagai wadah yang akan mempertemukan para penggalang dana dan relawan yang hendak menyumbangkan kebaikannya, laki-laki yang akrab disapa Timmy ini berujar jika di Kitabisa.com semua orang bisa jadi penggalang dan menggalang.

Dinilai sebagai platform baik, tak hanya masyarakat saja, dalam beberapa tahun terakhir selebriti tanah air terlihat cukup antusias mengajak para penggemar mereka berdonasi. Bahkan sepanjang tahun 2017 lalu, ada sekitar 89 orang publik figur yang turun serta menggalang dana, dengan total donasi hingga lebih dari 4 miliar rupiah. Mulai dari Raisa, Vidi Aldiano, Chelsea Islan, Indro “Warkop”, hingga yang terakhir ada Andien.

Jenis donasinya pun tak hanya terpaku pada satu permasalahan saja, mulai dari kesehatan, kemanusiaan, rumah ibadah, pendidikan, inovasi dan konservasi. Dan jika kamu masih ingat, seorang anak yang kemarin mendadak viral di Instagram, karena cerita perjuangannya melawan sakit, sebab terlahir dengan kelainan kromosom yang disebut Trisomy 13.

Lewat akun instagram yang tadinya dibuat sebagai alat penyambung komunikasi untuk keluarga yang tak selalu bisa melihatnya ke dalam ruang NICU, ternyata kisah perjuangan Adam jadi sesuatu yang malah membuka mata banyak orang. Dan salah satunya adalah kelompok musik RAN dan penyanyi Yura Yunita, yang akhirnya menjadikan Adam sebagai inspirasi video klip dari single terbaru mereka berjudul “Melawan Dunia”.

Meski telah berhasil menjadi inspirasi banyak orang, nampaknya Tuhan memang lebih sayang Adam. Sebab setelah 7 bulan berjuang, ternyata Adam akhirnya berpulang pada 22 November 2017 lalu, 2 hari setelah video klip Melawan Dunia dirilis.

Ditengah perjuangannya melawan monster-monster jahat yang mengeroyok tubuh mungilnya semasa hidup, Adam juga pernah mendapat ventilator untuk membantu pernafasannya dari kampanye yang digawangi oleh Circle of Young Mom di Kitabisa.com. Dimana dari kampanye tersebut, terkumpul dana lebih dari Rp 570 juta.

Adam boleh saja telah berpulang, namun kedua orangtuanya tak mau patah arang, karena ternyata mereka telah mendirikan Adam Fabumi Foundation (AFF), bulan Juli 2017 lalu. Bertempat di Concleve, Jakarta Selatan pada hari Rabu, 17 Januari 2017 lalu, Ratih dan Ludi yang merupakan orangtua Adam berkata, bahwa mereka ingin AFF dapat membantu anak-anak lain yang berjuang di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) lebih banyak lagi. Baik mereka yang memiliki penyakit Trisomy atau kelainan bawaan lahir lainnya.

Melalui kampanye Melawan Dunia yang dibantu RAN serta Yura Yunita, Ludi dan Ratih berharap AFF dapat menjadi wadah yang akan membantu lebih banyak lagi mereka yang sedang berjuang di NICU. Pasalnya, perjuangan tersebut butuh biaya yang tak sedikit.

“Jangan sampai karena kendala biaya itu jadi masalah untuk mereka tidak melanjutkan perjuangan mereka untuk hidup,” kata Ratih.

RAN dan Yura yang juga terlibat dalam aksi ini, terlihat sangat antusias sekali. Sebagaimana kata mereka, “Semua anak berhak untuk sembuh”. Donasi yang masuk melalui laman tersebut, nantinya akan dikelola oleh Adam Fabumi Foundation (AFF) untuk membantu mereka yang memang benar-benar membutuhkkan.

Terhitung hingga saat ini, AFF telah membantu beberapa pejuang NICU, diantaranya adalah bayi Shawqi dan Saika. Kini Shawqi telah masuk dalam tahap penyembuhan, sedangkan Saika masih berjuang di NICU untuk melawan penyakitnya. Dan berdasarkan yang kami lihat, hingga hari ini sudah ada 16,5 juta dana yang masuk sejak dibuka pada awal Januari 2018 lalu.

RAN percaya bahwa hal yang dimulai dengan cinta dan kebaikan, pastilah akan menemukan jalan. Dan baik RAN dan Yura berharap, dengan aksi ini semoga semakin banyak anak-anak yang bisa dibantu lagi.

Salam cinta untuk Adam di surga.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bukannya Takut dengan Alam Luas, Tapi Berada di Rumah Justru Membuat Jiwaku Merasa Jauh Lebih Bebas

Di saat teman-temanku berlomba untuk pelesiran ke berbagai penjuru negeri atau bahkan sampai ke luar negeri, aku lebih memilih tak pergi kemana-mana saat libur. Liburanku selama setahun bisa dihitung dengan jari, kalaupun harus keluar rumah, aku tak akan betah berlama-lama atau jauh dari rumah. Menurutku, rumah adalah tempat ternyaman dibanding tempat manapun yang bisa aku kunjungi.

Telingaku pun sudah akrab dengan julukan ‘anak rumahan’ yang disematkan padaku. Karena setiap harinya mungkin aku hanya terlihat melakoni aktivitas lalu pulang ke rumah. Juga saat akhir pekan, dibanding hang out ke mall, aku memilih melakukan banyak hal di rumah. Meski demikian, bukan berarti aku tertutup dan tak punya teman. Bukan juga lantaran takut alam luas dan tak punya nyali untuk bepergian jauh. Hanya saja, ada semacam kemewahan tersendiri saat aku bisa berada di rumah berlama-lama dan melakukan banyak hal yang kusukai.

Meski Jarang Bepergian, Tapi Aku Tetap Memahami Makna Sebuah Pertemanan

Awalnya aku dianggap sosok yang sangat minder lantaran selalu berada di dalam rumah. Disangka tidak punya teman pun sudah biasa. Tapi hal itu tak sepenuhnya benar. Meski jumlah temanku bisa dihitung dengan jari, justru dari situ aku menemukan lingkaran pertemanan yang berkualitas. Keberadaan mereka yang menjadikanku tak minder, apa lagi kurang pergaulan. Kamu perlu tahu, anak rumahan mungkin hanya memiliki satu atau dua teman dekat. Namun aku rasa disitulah keuntungannya. Aku tak perlu kompromi dengan drama pertemanan, dimana ada teman yang datang hanya ketika butuh.

Intens Berkomunikasi dengan Keluarga Sendiri Membuatku Memahami Bahwa Aku Tak Perlu Pergi Kemana-mana Demi Mencari Jati Diri

Aku tak peduli dengan perkataan orang di luar sana yang menilaiku manja karena tak bisa jauh dari orangtua. Karakterku yang seperti ini terbentuk karena ayah dan ibu selalu membiasakan quality time bersama keluarga. Itulah mengapa aku merasa tak lagi perlu bepergian ke mana-mana hanya demi mencari jati diri. Aku sudah tahu apa yang aku butuhkan dan aku cari, sehingga tak perlu lagi sibuk membuang-buang waktu untuk mencari kesenangan di luar rumah. Daripada sekadar nongkrong dan sibuk membicarakan orang, prinsipku lebih baik mengisi waktu bersama keluarga.

Memang Aku Perlu Banyak Bersyukur Sebab Rumahku Selalu Mencukupkan Banyak Hal yang Aku Perlukan

Sebagai anak rumahan, awalnya aku bingung melihat banyak orang-orang seusiaku yang hobinya keluyuran hingga larut malam. Saat ditanya, mereka bilang untuk mencari kesenangan. Sejatinya, kesenangan macam apa? Namun di samping itu, memang selalu ada yang mengejekku “Mainmu kurang jauh”. Memangnya hal itu menjamin kamu bahagia dengan lebih banyak bermain?  Tapi disamping itu aku juga harus banyak-banyak bersyukur. Meski rumahku bukan termasuk rumah mewah nan gedongan, tapi aku diberikan banyak hal yang aku butuhkan. Aku dibebaskan untuk berekspresi di dalam rumah. Rumah seperti menawarkan segalanya untukku sehingga aku bisa beraktivitas di dalamnya dengan nyaman dan tanpa merasa bosan.

Lantaran Jarang Bepergian, Anak Rumahan Jadi Dikenal Pandai Menabung

Memang benar. Sejak masih bersekolah, aku memilih untuk menyimpan uang saku yang diberikan orangtua, dibanding menghabiskannya begitu saja saat nongkrong bersama teman. Mungkin ini salah satu hal yang bisa aku banggakan. Ya, aku jadi mulai terlatih untuk menabung dan kebiasaan tersebut masih terbawa hingga hari ini. Dengan demikian, kebiasaan ini seperti menyelamatkanku dari yang namanya ‘kebangkrutan’ bila sewaktu-waktu aku memang sedang butuh uang. Lihatlah, jadi anak rumahan tak selamanya tampak begitu menyedihkan bukan?

Dengan Menghabiskan Banyak Waktu di Rumah, Hobiku Jadi Semakin Terasah

Inilah keuntungan lain yang aku miliki. Aku jadi punya banyak waktu untuk melakoni hal-hal yang memang kusukai. Apalagi hobi yang aku jalani memang bisa dilakukan di dalam rumah, seperti membaca, menulis, menggambar, hingga bermain musik. Tak hanya itu, aku juga punya banyak waktu untuk mengasahnya. Misalnya jika aku senang bermain musik, maka aku memilih menghabiskan banyak waktu untuk mengulik nada-nada baru dengan alat musik yang aku kuasai.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top