Tips

Fashionable dengan Sneakers Ala Tatjana Saphira

Bergaya Vintage, Dirinya Tetap Anggun Pada Potret Ini

Sumber : www.instagram.com/tatjanasaphira/

Tak takut dalam mengexplore gaya fashion, beberapa kali Ia juga kelihatan tampil dengan item-item vintage yang mempesona. Namun menariknya, ia juga mengenakan sneakers sebagai alas kakinya. Barangkali gayanya yang satu ini bisa kamu jadikan acuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menurut Otomotif Award, Motor Ini Merupakan Motor Bebek Terbaik

Otomotif Award tahun 2018 ini jadi gelaran ke 11 penghargaan untuk industri otomotif tanah air. Kali ini tema yang diusung adalah “the right choice”. Tema ini mencerminkan bahwa setiap pemenang merupakan rekomendasi terbaik untuk satu tahun 2018.

Ada dua kategori yang menarik yaitu best of the best cub alias motor kategori bebek terbaik dan kategori best of hypercub. Menjadi menarik karena kedua kategori ini dimenangkan oleh motor yang sama, yaitu All New Satria F150.

Hal ini seolah mempertegas All New Satria F150 sebagai produk yang superior, karena berhasil menang di berbagai sektor penilaian. Dengan perolehan poin penilaian yang tinggi, alhasil All New Satria F150 dinobatkan menjadi yang terbaik di kelas cub/bebek 150cc dan sekaligus mengalahkan perolehan poin motor cub/bebek di kelas lainnya.

Meski produk baru namun Suzuki tak mau penggemar setia Satria kecewa. Karena itu All New Satria 150 ini tetap setia mengusung tema Hyperunderbone. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve.

Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3. Dengan mesin macam ini jelas dapat penilaian sangat baik pada ajang kali ini.

Apalagi dari segi tampilan, Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

 

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan. Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

Untuk kamu yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa kamu jadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Jika 3 warna lain dari wajah baru Satria F150 hadir untuk memenuhi gaya hidup anak muda masa kini. Daya pikat dari 2 warna yang spesial berikutnya ini juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin kamu tunjukkan.

Maka tak heran jika warna biru pada Metallic Triton Blue, untuk seri ini membuat tampilan motor lebih tajam dipadu striping ala Suzuki MotoGP 2017 yang cerah, memberikan kesan pengendara yang antusias dan serius.

Dengan kombinasi macam itu tak heran jika All New Satria F150 berhasil menggaget dua penghargaan bergensi tersebut. Menyambut penghargaan yang baik ini, Yohan Yahya – Department Head of Sales & Marketing 2W SIS berkomentar, “Terima kasih kami ucapkan kepada tim Tabloid Otomotif yang telah memberikan penghargaan dan kepercayaan Best of The Best Cub kepada Suzuki All New Satria F150. Dengan hal ini berarti Suzuki telah berhasil memberikan produk sesuai kebutuhan publik masa kini. Selain itu dengan penghargaan spesial sebagai public relations terbaik tahun ini, meyakinkan kami bahwa apa yang sudah kami berikan dan lakukan dengan teman-teman Jurnalis sudah memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi yang berkualitas.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tampilan Memang Penting, Tapi Beli Motor Harus Perhatikan Mesinnya

Tak salah memang memilih motor karena tampilannya. Tapi sejatinya motor juga adalah tentang mesinnya. Tampilannya oke tapi kalau mesinnya payah untuk apa.

Karena mesin itu ibarat jantung bagi motor. Vital dan jadi penentu keseluruhan kinerja. Karena itu penting untuk memahami urusan satu ini sebelum memutuskan membeli motor. Setidaknya pilihlah yang sesuai dengan karakter berkendara kamu

Di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe mesin yang umum diaplikasikan pada kendaraan roda dua. Tak cuma soal dimensi namun karakteristiknya pun berbeda.

Pertama adalah tipe Overstroke. Mesin ini memiliki langkah piston (stroke) lebih besar dari diameter piston (bore). Mesin dengan tipe ini punya karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah.

Tenaga puncaknya bisa diraih di rpm yang rendah. Hal ini membuat motor dengan mesin overstroke bisa lincah dalam mengarungi kemacetan kota atau medan berat. Kekurangannya, putaran mesin tak bisa terlalu tinggi dan jika dipaksakan bisa beresiko mesin jebol.

Kedua adalah mesin Square. Mesin disebut square jika angka diameter dan langkah pistonnya sama atau hanya berselisih sedikit. Mesin berjenis square ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan rpm, baik pada rpm rendah maupun pada rpm tinggi.

Mesin dengan tipe ini biasanya diaplikasikan pada motor-motor harian yang memiliki kemampuan universal untuk melahap semua medan baik dalam kota maupun luar kota. Meski merata, namun konsekuensinya mesin ini tidak memiliki tenaga yang terlalu menonjol.

Jenis terakhir adalah Overbore yang memiliki diamter piston lebih besar dari langkahnya. Jenis mesin overbore ini sangat cocok pada motor berkarakter sport . Karena mesin ini terkesan jinak diputaran bawah namun menjadi ganas diputaran menengah dan tinggi.

Nah biasanya pada motor sport pengendara akan memacu motornya dengan mempertahankan putaran mesin pada RPM yang tinggi agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimum motor tersebut.

Contoh dari mesih overbore adalah mesin yang digunakan Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Mesin overbore Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya kamu menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Setelah paham ketiga tipe mesin di atas, kamu sudah punya pilihan yang ingin dibawa pulang?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jelang Hari H Pernikahan, Ada Saja Cobaan yang Datang Jadi Penghalang

Semuanya sudah dipersiapkan! Mulai dari fisik, mental, dan berbagai macam keperluan pernikahan pun sudah dirasa lengkap. Tapi, beberapa saat menjelang pernikahan ada saja cobaan yang datang tiba-tiba.

Orang lain mungkin akan melihat hal ini sebagai perkara biasa, tapi dari cerita mereka yang lebih dulu menikah, beberapa hal yang katanya jadi cobaan itu, sering sekali mengacaukan pikiran. Bahkan tak sedikit pula yang akhirnya bersedih, dan sedikit kecewa. Karena cobaan tersebut datang tak tepat waktu.

Nah, untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan diri, cobalah besarkan hati, jika nanti memang merasakan 7 hal ini.

Tak Tahu Angin Apa yang Membawanya, Mantan Pacar yang Sudah Lama Hilang Tiba-tiba Datang

Entah itu hanya sekedar berkirim pesan di sosial media atau datang langsung untuk menemui kita. Rasanya, pada situasi seperti ini, kehadiran mantan pacar, tentu jadi hal yang menganggu pikiran.

Bagaimana tidak, beberapa hari menjelang hari H, dia yang sudah jadi masa lalu, justru datang meminta bertemu. Selain harus menjaga perasaan calon suami atau istri, pastilah ada rasa tak enak hati jika pihak keluarga sampai tahu bahwa dirimu masih berhubungan dengan mantan kekasih.

Maka untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak rencana pernikahan, cobalah untuk selalu libatkan pasangan untuk mengambil keputusan. Pastikan ia tahu, jika mantanmulah yang terlebih dahulu menghubungimu.

Sudah Susah Payah Menabung dan Membatasi Pengeluaran, Tapi Gambaran Keuangan Justru Semakin Buram

Umumnya, keresahan akan tak stabilnya kondisi keuangan banyak disuarakan mereka yang baru saja menikah dan menggelar pesta. Padahal nyatanya tidak selalu begitu, loh! Kita yang sedang sibuk mempersiapkan pesta juga sering kali dilingkupi hal serupa.

Nominal dari beberapa hal yang menjadi keperluan, bisa saja berubah dan berpengaruh pada anggaran pernikahan. Kalau tak cukup jeli melihat situasi dan mempersiapkan diri, bisa-bisa hal semacam ini, jadi sesuatu yang memperlambat jalannya pesta. Karena masalah keuangan jadi sesuatu yang sensitif, maka alangkah baiknya jika kamu dan pasangan sudah mempersiapkannya dengan baik dan matang.

Bukannya Tak Lagi Cinta, Tapi Mendadak Ada Keraguan Pada Kesungguhan Hatinya

Tak tahu apa yang merasuki dirinya, sikap manis yang dulu selalu membuat cinta mendadak berubah. Berganti dengan karakter baru yang jelas-jelas tak menggambarkan dirinya. Yap, ini adalah cobaan yang pasti akan selalu dirasa oleh setiap pasangan yang hendak menikah. Terlebih pada kaum hawa.

Beberapa pertanyaan bahkan mungkin akan memenuhi isi kepala, “Apa iya, dia adalah sosok yang kucari?”, “Benarkah dia akan jadi suami?”, hingga ragu pada pilihan yang sebentar lagi akan diresmikan.

Santai saja, nikmati semua keraguanmu dengan hati dan kepala yang dingin. Diskusikan hal-hal yang memang sedang kamu rasakan dengan pasangan. Biasanya ini akan jadi solusi untuk mencari jalan keluar. Jika setelah itu, keraguanmu tak kunjung reda, menunda pernikahan bukanlah sesuatu yang salah.

Lalu Ada Beberapa Pertengkaran yang Selalu Mewarnai Hubungan

Tunggu dulu, hal ini bukan berarti jika kalian berdua tidak cocok. Karena mempersiapkan pernikahan memang jadi ajang ujian pertama untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Sebab pada situasi ini kita akhirnya bisa tahu, seberapa besar ego masih menguasai masing-masing diri, juga jadi ajang untuk mengenal dekat karakter masing-masing diri.

Memutuskan untuk menikah, itu artinya kita sudah yakin akan bisa menerimanya dengan segala baik buruknya. Maka jika kepercayaan ini sudah kita miliki sebelumnya, pertengkaran-pertengkaran kecil menjelang hari H pernikahan, tak seharusnya jadi penghalang. Dengan catatan, pertengkaranmu itu memang hanya berkutat pada hal-hal sepele. Karena jika sebabnya adalah hal besar, jelas patut untuk dipertimbangkan.

Hingga Pada Perkara Orangtua yang Kerap Tak Bisa Seiya-sekata

Pernah merasakan ini tidak? Atau kamu justru sedang merasakannya sekarang? Bohong memang jika kita akan jadi satu-satunya pihak yang menentukan semua urusan pesta. Karena nyatanya, ada banyak hal yang menjadi masukan dari sisi orangtua. Entah itu jumlah undangan yang sebagian besar adalah kolega mereka, jenis makanan yang justru mengikuti seleranya, atau hal lain yang kadang membuat kita gemas sendiri.

Orangtua mempelai laki-laki ingin begini, sedangkan orangtua pihak perempuan maunya begitu. Karena menikah tak hanya tentang kita berdua saja, tapi juga menyatukan dua keluarga. Maka sudah sepantasnya kita bisa mengontrol diri sebaik mungkin, untuk memberi pengertian pada masing-masing orangtua. Jangan sampai karena urusan pesta pernikahan kita, mereka sampai terpecah.

Beban Pikiran yang Berlebih, Membuat Kita Kadang Tak Percaya Diri, Jika Sebentar Lagi Akan Menjadi Suami-Istri

Percaya atau tidak, perempuan atau laki-laki yang akan menikah, biasanya akan berpikir lebih banyak dari biasanya. Hasilnya? Kamu akan merasa ada beban berat yang sedang memenuhi isi kepala, hingga berpengaruh pada kepercayaan diri kita.

Selanjutnya, akan ada beberapa pertanyaan yang tiba-tiba meruntuhkan semua rasa percaya. Benarkah kita bisa jadi suami yang baik untuknya? Mampukah kita jadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga? Hal-hal tersebut jika tak bisa disikapi dengan baik, maka bisa merusak semua persiapan pernikahan yang tinggal sebentar. Oleh sebab itu, ajaklah pasangan untuk berdiskusi, bicarakan semuanya dari segala sisi dan berusahalah untuk tetap berpikir positif.

Dan Hal Lain yang Lebih Berat, Tiba-tiba Ada Tawaran Pekerjaan yang Sejak Lama Sudah Diimpikan

Barangkali, cobaan semacam ini adalah dilema yang paling berat untuk dihadapi dari sekedar pertikaian sepele dengan pasangan atau ibu yang mendadak ingin mengganti warna baju seragam.

Coba bayangkan, hal yang selama ini kamu idam-idamkan kini tiba-tiba hadir di depan mata. Namun, kini mendadak terasa berat untuk diambil, karena berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah pesta pernikahan yang sebentar lagi akan digelar.

Menikah memang terlihat simpel dan gampang, tapi untuk mempersiapkan dan melaksanakannya kita mesti bersusah payah bersama dan berjuang untuk mewujudkannya. Dan teruntuk kamu yang saat ini merasakan hal serupa, tetap semangat ya!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Jangan Datang Telat Kalau Karir Tak Ingin Berumur Sesaat

Kesannya sepele, hanya soal jam masuk kantor. Tapi buat perusahaan bisa jadi soal jadwal masuk ini merupakan penilaian utama kinerja karyawan. Hal ini wajar, karena kamu bukan hanya bekerja sendiri. Namun melibatkan orang lain dalam sebuah tim besar. Kalau ritme dan waktu kerjamu tak selaras bisa jadi runyam untuk semua pihak.

Karena itu kamu harus menjaga performamu dalam urusan masuk kantor ini. Ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan dan lakukan agar bisa tepat waktu.

Jaga Pola Tidur Lebih Teratur Agar Karir Tak Terbentur

Tidak dapat menjaga pola tidur menjadi salah satu kunci kenapa seseorang kerap mengantuk dan berimbas pada datang terlambat saat ke kantor. Pola tidur yang berantakan diyakini bakal mengganggu hari-hari kamu selama bekerja.

Sebelum bekerja dahulu, kamu bebas-bebas saja menonton siaran langsung bola tengah malam. Kamu juga bebas ngobrol semalam suntuk bersama kawan sejawat. Namun masalahnya kini kamu bertanggung jawab untuk bekerja. Rasa kantuk, lemas dan tidak fokus menjadi akibat utama jika kamu memaksa tidur larut.

Adapun performa kamu bakal menurun seiring badan yang rindu dengan kasur namun secara realita harus bekerja. Untuk itu istirahatlah yang cukup jangan sampai tidur di jam yang terlalu larut sehingga menggangu saat kamu bekerja.

Coba Lebih Bersemangat dengan Berangkat Lebih Awal

Andai saja kamu sudah terjaga lebih dulu, jangan lah menunda waktu untuk berangkat ke kantor. Karena menunda-nunda berangkat ke kantor dapat membuat kamu terlambat. Lantaran merasa punya banyak waktu akhirnya kamu mengentengkan sebuah waktu.

Sebaiknya kamu berangkat ke kantor lebih dulu. Toh datang lebih dulu tak ada salahnya. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama di jalan seperti macet, ataupun mogoknya kamu punya kendaraan. Berangkat lebih pagi ke kantor juga menambahkan aura positif hingga berimbas kepada persona masing-masing orang.

Pasang Alarm Guna Mengingatkan Waktunya Bekerja

Meskipun kamu sudah tau kalau secara teknis bakal masuk jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Namun di balik seragamnya waktu yang ada, kamu harus tetap memainkan alarm sebagai reminder agar kamu kerap sigap dalam menyikapi waktu.

Alarm pun, berguna bagi kamu yang kerap merasa masih ada waktu berleha-leha ketika bangun tidur. Adanya alarm memaksa tubuh sedikit terkejut dan berada dalam situasi yang tidak terlalu nyaman. Jadi mau tidak mau tubuh berada dalam situasi yang lebih sigap.

Tanamkan Niat Kalau Pekerjaan Ini Adalah Penting

Ini merupakan cara memotivasi diri kamu dengan mengganggap pekerjaan yang kamu lakukan adalah kepentingan yang tak bisa diganggu gugat. Biasanya malas berangkat ke kantor disebabkan kamu tak menganggap pekerjaanmu penting.

Coba tempatkan diri kau sebagai dokter ruang gawat darurat yang hitungan waktunya tak boleh meleset barang hitungan menit. Atau misalnya kamu sebagai petugas pemadam kebakaran, tentunya tak mungkin kamu menunda bekerja jika tugas memanggil bukan?

Miliki Tunggangan yang Memudahkan kamu Dalam Perjalanan Ke Mana Saja

Ini hal yang tak boleh diabaikan. Karena mungkin titik permasalahan terlambatnya kamu terdapat di kuda besimu. Kamu harus memiliki kuda besi yang mengedepankan akselerasi dan kecepatan. Guna menyelip dan memacu kendaraan secara cepat agar dapat memangkas waktu dengan tepat.

Kalau itu menjadi acuan, rasanya pantas kalau kamu menjatuhkan pilihan kepada All New Satria F 150, yang dilengkapi dengan dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya pun bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM! jadi kamu dapat menggeber kendaraan dengan gahar guna menembus rute-rute kemacetan.

Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3. Tampilan yang bandel didorong dengan mesin gahar, membuat All New Satria F 150 sangat cocok digunakan untuk para pekerja muda. Hal ini juga ditunjang dengan penampilannya yang ciamik.

Untuk kamu yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa kamu jadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Selain 3 warna itu, ada 2 warna lain yang makin lekat dengan unsur kecepatan dan ketepatan waktu. Dua warna ini adalah, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue. Dua warna yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Goresan warna ini membuatmu makin bersemangat berpacu dengan waktu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Pamer, Sederhana atau Mewah, Esensi dari Mahar Tetaplah Sama!

Tradisi membayar mahar boleh jadi ajang untuk menghargai perempuan, tapi bukan berarti membeli. Ini adalah sebuah tahapan adat yang memang dianut oleh masyarakat kita. Besar atau kecil, mewah atau sederhana, banyak atau sedikit. Selalu jadi perbandingan yang kerap terdengar. Bahkan dibeberapa kasus, adapula pernikahan yang batal hanya karena calon mempelai laki-laki tak sanggup membayar mahar mahal.

Anehnya, hal ini justru jadi pedang bermata dua. Kalau tak sanggup membayar mahar besar, dipikirkanya tak serius dan tak akan bertanggung jawab. Akan tetapi ketika diberi mahal yang besar, beberapa orang justru menilai hal itu berlebihan, seolah-olah ingin membeli anak orang saja.

Sejatinya mahar hanyalah pengikat, esensinya pun sama dan yang jelas bukan untuk sekedar gengsi dan pamer semata. Untuk itu, kamu perlu memahaminya lewat beberapa hal ini.

Deklarasi Cinta Suci Itu Tentang Kasih Sayang dan Kemauan Hidup Bersama, Bukan Tentang Seberapa Besar yang Diberi dan yang Diterima

Berterimakasih pada kesempatan dan rejeki yang bisa mengantarkan untuk memberi mahal dan menerima mahar besar. Jelas jadi sesuatu yang patut disyukuri. Mendapat sanjungan dan pujian dari banyak orang, hingga dijadikan bahan perbincangan pada tahun-tahun yang akan datang. Semuanya akan terasa sah-sah saja, jika kedua belah pihak sanggup memberi dan ikhlas menerima.

Lalu bagaimana jika ternyata justru jadi beban pikiran? Perempuan boleh senang hati, tapi bisa jadi laki-laki sedang berpikir keras untuk bisa mencari jalan keluarnya. Lebih dari itu, hal lain yang sejatinya perlu kita terima adalah cinta tulus dari laki-laki yang akan melamarmu, dan kemauan hidup bersama dari perempuan yang akan kau nikahi. Perkara mahar? Bisa ditaruh pada pertimbangan kesekian.

Ini Hanya Bentuk Lain dari Ikatan Bukan Untuk Menaikkan Gengsi di Kalangan Sosial

“Iya, aku senang banget calon suamiku kasih maharnya rumah 2 M”

Kata seorang perempuan ditengah-tengah obrolannya, lalu dibalas dengan sanjungan yang tak kalah heboh dari kawannya. Ini hanya bukti bahwa kekasihmu telah berniat serius untuk menikahimu, bukan berarti jadi sesuatu yang digembor-gemborkan dihadapan banyak orang.

Tak bermaksud untuk menyudutkan para perempuan, tapi sering kali mendapat mahar mewah selalu jadi kebangga yang teramat besar hingga dipakai untuk menaikkan strata sosial. Tapi saya percaya tak semua perempuan seperti itu, tapi yang suka begitu banyak!

Bahkan Rasullah Saja Berkata, Bahwa Sebaik-baiknya Wanita Adalah yang Ringan Maharnya

Jika kamu adalah seorang muslim, dirimu pasti tahu bahwa dari segi agama saja. Tak ada yang membenarkan bahwa maharmu mestilah mahal. Tak perlulah mempersulit pernikahan hanya karena perkara mahar.

“Sebaik-baiknya wanita adalah yang maharnya paling ringan”, dengan catatan laki-laki yang baik juga tentu akan menghargai perempuan yang akan dijadikan istri olehnya. Akan tetapi mahar yang besar, juga bisa jadi gambaran dari kesungguhan seorang laki-laki pada perempuan. Maka kita memang perlu bijak-bijak untuk memahaminya.  

Berbangga Diri Atas Mahar Besar Sah-sah Saja, Tapi Kamu yang Menerima Lebih Rendah Juga Patut Bangga

Percaya akan cerita masing-masing orang, jelas adalah sesuatu yang kita butuhkan. Si A dapat mahar yang mewah dan besar, padahal dia adalah orang biasa yang sederhana. Sedangkan si B dapat mahar yang kecil padahal ia adalah anak dari orang berada. Tak ada yang perlu disesalkan, tak juga dijadikan ajang untuk bersombong diri.

Meski pemahaman yang digaung-gaungkan oleh orang masyarakat kita masihlah pada nomilan, jumlah dan mewah atau tidaknya. Sebagai dua orang yang akan menikah, baiknya kita meninggalkan pemahaman yang mungkin bisa saja memberatkan. Lagipula, berapapun maharmua toh maknanya sama saja.

Dan Hal Lain yang Tak Kalah Penting, Setiap Kita Harus Paham Jika Pernikahan Bukanlah Transaksi Jual Beli

Puja-puja dari para kerabat, bisik-bisik tetangga, hingga keluarga yang meminta memang masih akan terdengar di telinga. Beberapa pasangan mungkin ingin sekali mahar yang sederhana saja, tapi pada beberapa cerita orangtua bisa saja jadi pihak yang memaksa.

Ini memang tergantung bagaimana kita akan bersikap saja. Memberi mereka pemahaman dengan apa yang kita percaya dan ingini. Dan tak menuruti bukan berarti tak menghargai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top