Feature

Fakta Gila Tentang Rokok, Dan Kamu Masih Mau Merokok?

Rokok jadi salah satu pembahasan yang tampaknya belum menemui titik temu tiap kali diperbincangkan. Kamu yang perokok tentu akan menolak banyaknya opini tak setuju, berbeda dengan mereka yang dengan lantang menyuarakan penolakan.

Terlepas dari banyaknya pro dan kontra yang masih belum ada titik terangnya. Kali ini mari sejenak membuka nalar yang kita punya. Tanpa menempatkan diri sebagai siapa-siapa. Anggaplah bahwa kamu dan saya adalah orang yang hanya tahu bahwa rokok itu hanyalah lintingan tembakau yang dibalut oleh kertas.

 

Gangguan Kesehatan Jelas Jadi Hal Pertama Yang Menyorot Perhatian

Tak perlu butuh hasil data dari penelitian, faktanya merokok memang menganggu kesehatan. Dampaknya mungkin tak terlihat cepat, tapi perlahan tubuhmu akan dijangkit oleh beberapa penyakit mengerikan. Semuanya jadi resiko panjang yang kelak akan menggerogoti tubuh dan merugikan kita dari sisi materi.

Bayangkan jika jatah hidup yang kamu punya seharusnya bisa dinikmati lebih lama. Namun hanya karena merokok, beberapa tahunnya pun berkurang. Tak dapat menikmati hidup, menderita sakit pula. Berhenti membawa-bawa takdir, ini adalah perkara pilihan. Dengan kata lain, ketika kamu memilih merokok itu berarti kamu bersedia untuk lebih cepat mati.

 

Hingga Banyaknya Uang Milikmu Yang Akan Terbuang Sia-Sia

Tak perlu menyeret rincian perhitungan matematika, kamu tentu lebih tahu berapa banyak   uang yang telah sia-sia. Meski sekarang kamu bisa bilang, itu memberimu bahagia. Rasanya jawabanmu akan berubah jika esok kau sudah rasa akibatnya.

Bayangkan jika andai saja biaya tersebut kamu gunakan pada hal lain yang lebih baik. Membiayanya liburan, memberi tubuhmu makanan enak dan sehat hingga hal-hal lain yang bisa kamu gunakan sebenarnya. Lalu masihkah kamu akan bilang jika itu bermanfaat untuk tubuh dan kantongmu ? tentu saja tidak kan!

 

Bahkan Bisa Membuatmu Nekat Membunuh Seseorang

Jangan berpikir kamu akan membunuh seseorang hanya karena tak mau berbagi rokok. Sebaliknya meski bukan sekarang, kamu bisa saja menyesal bahkan berniat untuk membunuh orang yang memperkenalkanmu pada rokok tersebut.

Sebagaimana yang telah di alami seorang pria di India, yang tiba-tiba membunuh rekan kerja sekaligus sahabatnya sendiri. Dan motifnya cukup membuat kita menggeleng kepala. Pria tersebut nekat membunuh sahabatnya, karena merasa sangat kesal atas penyakit yang diderita. Bagaimana tidak, dokter memberinya vonis kanker tenggorokan dikarenakan terlalu banyak merokok. Dan pria yang dibunuhnya itu, adalah orang yang mengajarinya merokok.

Betapa rokok bisa memberimu pengaruh buruk, selain masalah kesehatan kadang efeknya juga berdampak tak baik pada cara berpikirmu. Maka bukan tak mungkin pula jika kamu bisa melakukan hal yang serupa, sebagaimana yang dilakukan oleh pria diatas.

 

Orang Yang Jadi Punggawa Disetiap Iklannya Saja Bahkan Mengakhir Hidup Karena Penyakit Yang Disebabkan Oleh Racun Dari Ujung Tembakau

Jika rokok bisa sedekimian terkenalnya, kamu tentu tahu bahwa ada peran penting dari para bintangnya. Beberapa orang itu memang sukses menyihir masyarakat untuk berbondong-bondong melakukan hal yang serupa.

Akan tetapi tragisnya, mereka yang banyak dikenal karena berperan sebagai punggawa untuk memasarkan rokok. Ternyata satu persatu mengakhiri hidup dengan tragis, dikarenakan penyakit yang bersumber dari rokok. Tak heran jika Wayne McLaren yang juga salah saatu Marlboro Man, berpesan untuk untuk menjaga generasi muda dari tembakau karena benda itu akan membunuh mereka dan dirinya adalah salah satu buktinya. Betapa jahatnya dampak yang dibawa oleh rokok untuk manusia. Termaksud mereka yang dahulu jadi bintangnya.

 

Padahal Mereka Yang Meraup Keuntungan Dari Rokok Justru Tak Merokok

Faktanya industri rokok memang jadi salah satu bisni yang cukup mentereng di tanah air. Ditengah gencarnya beberapa pihak yang kontra, nampaknya mereka malah kian gencar untuk mengepakkan sayap untuk memperluas pendapatannya.

Menariknya, jika selama ini kita banyak berpikir bahwa mereka para petinggi industri rokok yang telah sukses. Tentu juga akan mengkonsumsi rokok, sama seperti kita sebagai konsumennya. Namun jawabannya adalah “Tidak”.
Mereka bahkan hidup sehat tanpa benda yang nyatanya adalah akar dari berbagai penyakit. Dan sumber akan kerugian lain yang mungkin akan kita rasakan.

Memang sih persoalan ini masih belum menemukan titik temu, antara kesejahteraan petani atau keselamatan masyarakat. Namun anehnya ketika para petinggi dari pabrik rokok terus meraup keuntungan, disisi lain para peteni tembakau masih saja hidup pas-pasan. Sedang 60 juta orang Indonesia yang tercacat sebagai perokok, mungkin hanya akan dapat penyakit dan dampak buruknya saja. Bagaimana dengan kamu, masih mau merokok?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Naik Motor Bukan Sekedar Menyalakan Mesin, Ini Safety Riding Yang Wajib Dilakukan

Berkendara di jalanan, bisa berarti kita sedang berataruh nyawa. Tak percaya? coba lihat berapa banyak nyawa yang hilang karena kecalakaan di jalan saat sedang berkendara. Bahkan dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka lantas POLRI, ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2016. Dan sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian saat bekendara.

Sebagian dari kita mungkin merasa sudah paham bagaimana cara berkendara dengan benar. Tapi justru karena merasa diri sudah tahu, kita malah mengabaikan tindakan yang seharusnya dilakukan. Nah untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dijalan. Cobalah pahami dan jalankan prosedur safety riding ini dengan benar.

Pastikan Jika Kepala Milik Kita Selalu Memakai Helm Yang Akan Melindunginya

Benar, memakai helm jadi salah satu kebutuhan saat berkendara. Bahkan ini juga telah di atur dalam undang-undang lalu lintar. Namun faktanya masih banyak pengendara yang justru mengabaikannya. Coba tengok berapa banyak acara televisi yang sering menayangkan kegiatan para polisi dijalan yang sering menilang pengendara karena tak pakai helm.

Alih-alih tak mau disalahkan, kita sering berdalih “Cuma kesitu saja kok, deket!”
Mungkin kita akan sadar jika nanti, tiba-tiba di jalan kita kehilangan keseimbangan hanya karena ada debu yang masuk ke mata. Dan bukan tak mungkin, sesuatu yang tak di inginkan bisa saja terjadi.

Latih Diri Dengan Beberapa Gerakan Yang Mungkin Akan Ditemukan Sepanjang Perjalanan

Karena jalanan tak akan selalu lurus, kita perlu tahu bagaimana menyeimbangkan diri dengan baik dan benar sesuai medan yang dilalui. Jangan hanya ketika akan mengambil SIM kita berlatih slalom. Ingat lagi semua ujian pak polisi ketika itu.

Ketika di area rumah, coba buat angka delapan ketika naik motor, lalu putar balik tanpa kaki menyentuh tanah. Lalu latih jalan zig zag untuk menajamkan refleks ketika di jalan. Berjalan pelan sambil menjaga motor tetap stabil. Dan cobalah beberapa alternatif situasi lain di area rumahmu yang aman.

Kemudian Teknik Tarik Rem Yang Tak Boleh Asal-asalan

Untuk beberapa kasus kecelakaan lalu lintas, beberapa dari mereka jatuh karena teknik pengereman yang tak baik. Padahal komposisi mengerem yang ideal adalah 60:40. Dengan kata lain, pengguna rem depan sebanyak 60 persen dan rem belakang sebanyak 40 persen.
Aktualisasi teknik pengereman yang benar akan menghindarkan kita dari terjadinya slip saat sedang menarik rem.

Hal lain yang perlu di ingat, kita juga harus selalu memperhatikan jalanan yang sedang kita lalui. Serta tingkat kecepatan saat kita ingin menarik tuas rem pada motor.

Lalu Pastikan Keadaan Motor Dalam Keadaan Baik Dan Pilih Motor Yang Oke Seperti Suzuki All New Satria 150

Apapun alasannya, keadaan motor yang tak baik, tak seharusnya dibawa untuk berkendara. Karena itu salah satu hal yang wajib kita lakukan adalah memastikan kondisi motor terlebih dahulu.

Cek keadaan motor, mulai dari rem, lampu, termasuk lampu sein. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selanjutnya pastikan pula bahwa tekanan angin pada kedua ban telah sesuai dengan anjuran dari pabrik. Perhatikan pula kaca spion yang akan membantu kita selama perjalanan dan jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu selama perjalanan.

Untuk mendukung safety riding tentunya memilih motor yang mumpuni jadi syarat utama. Pilihlah motor yang memiliki perbandingan tenaga dan bobot yang cukup, sehingga tak merepotkan jika harus melewati pengendara lain di jalan.

Kamu bisa memilih Suzuki All New Satria 150. Sebagai motor berdimensi kompak, ringan dan berperforma tinggi, All New Satria F150 tentunya mampu melaju tanpa hambatan. Mendominasi performa di kelasnya, All New Satria F150 dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator beukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Sementara itu All New Satria F150 juga sudah dilengkapi dengan cakram di depan dan belakang. Tentunya kendaraan berbobot hanya 19 Kg ini akan dengan mudah dihentikan jika kita membutuhkannya. Kita juga tak perlu khawatir jika harus berkendara malam. Karena motor ini sudah dilengkapi dengan lampu LED tipe baru.

Kini All New Satria F150 hadir dengan pilihan warna untuk varian standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Hindari Pemakaian Aksesoris Pada Tubuh Atau Motor Yang Bisa Memicu Bahaya

Niatnya sih melindungi diri, tapi jika sudah bernasib buruk tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah pemakaian jas hujan saat berkendara. Jas hujan model ponco masih banyak dipilih pengguna motor. Bukan hanya karena bentuknya yang lebar hingga bisa melindungi dari basah, namun model ini juga sangat mudah untuk di gunakan.

Akan tetapi ponco menyimpan bahaya yang tak bisa dianggap remeh jika bagian belakangnya dibiarkan berkibar, tentu ini jadi masalah besar. Karena bisa saja, bahan belakang dari jas yang sedang berkibar terkait pada benda lain. Hingga tergulung dan masuk pada lingkar roda motor yang kita pakai. Untuk itu jika memang akhirnya memilih model seperti ini, pastikan kita akan memakainya dengan benar. Agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jangan Lupa Pula Untuk Memastikan Kondisi Tubuh Kita

Semuanya tentu tak akan bisa berjalan tanpa adanya kita sebagai pengendaranya. Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tubuh kita. Karena walau bagaimanapun kondisi tubuh yang baik, jadi modal yang harus kita punya jika naik motor. Ini akan membantu kita terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan tentunya.

Berhenti jika memang mengantuk, kumpulkan tenaga dalam beberapa waktu. Ini akan jauh lebih baik daripada tetap memaksakan diri berjalan terus. Karena tujuan bepergian adalah sampai dengan selamat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bukan Hanya Mampu Membuat Lidahmu Berdecak Nikmat, Madu Pun Memiliki Sederet Khasiat Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat madu telah diketahui di segenap penjuru dunia sejak 2.500 tahun yang lalu. Cairan manis menyerupai sirup  yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki banyak manfaat kesehatan, juga kecantikan. Dikenal sebagai Honig di Jerman, Miele di Itali, Shahad di India, dan Miel di Prancis, hampir tidak ada tempat di dunia dimana madu tak dimanfaatkan untuk kebaikan.

Apa sih sebenarnya yang membuat madu jadi populer? Salah satunya adalah betapa mudahnya cairan manis ini dikonsumsi. Bisa diminum langsung, dioleskan ke roti atau dicampur dengan jus maupun teh sebagai pengganti gula. Juga dapat digunakan sebagai masker wajah untuk mempercantik kulit. Banyak sekali kan manfaat madu? Masih ada lagi lho!

Rasanya Yang Manis Membuat Madu Bisa Dimanfaatkan Sebagai Pemanis Makanan Maupun Minuman

Madu digunakan sebagai pengganti pemanis di banyak makanan dan minuman. Rasa madu yang memang nikmat akan membuat makanan dan minuman jadi terasa semakin lezat. Madu mengandung 69% glukosa dan fruktosa. Bahkan madu diketahui memiliki nilai nutrisi yang lebih tinggi dari gula. Madu mengandung sekitar 5 kalori lebih banyak dari pada gula. Gula memiliki efek yang buruk bagi kesehatan, jadi mulai sekarang kamu tak perlu ragu lagi memilih madu sebagai pemanis makanan maupun minuman.

Kamu Yang Ingin Menurunkan Berat Badan, Bisa Banget Nih Mengonsumsi Madu Dengan Air Hangat

Meskipun madu memiliki lebih banyak kalori dibanding gula, namun mengonsumsi madu dengan air hangat ternyata bisa membantu meluruhkan lemak-lemak yang ada di tubuh. Tambah dengan sari lemon atau jeruk nipis supaya manfaatnya lebih terasa. Agar hasilnya optimal lakukan rutin setiap pagi dan sebelum tidur ya!

Mengonsumsi Madu Setiap Pagi Akan Membuatmu Lebih Kuat Menghadapi Hari

Satu sendok makan madu mengandung 64 kalori. Madu, adalah sumber energi yang stabil, karena memasuki aliran darah secara perlahan, tidak seperti gula yang memasuki aliran darah dengan sangat cepat sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan level glucose. Karena itu, madu banyak digunakan sebagai sumber energi. Mengonsumsi madu setiap pagi saat sarapan bisa membuatmu lebih kuat menghadapi hari.

Madu Juga Diyakini Bisa Memperbaiki Performa Tubuh Saat Olahraga Bila Dikonsumsi Sebelumnya

Riset membuktikan bahwa madu memiliki fungsi membantu memperbaiki performa tubuh ketika berolahraga. Selama bertahun-tahun para ahli nutrisi telah merekomendasikan konsumsi karbohidrat sebelum aktifitas olahraga guna meningkatkan energi. Dan madu murni menjadi salah satu daftar bentuk karbohidrat efektif dan mudah dicerna. Madu juga bisa menjaga kadar gula dalam tubuh, mengaktifkan otot-otot sehingga olahraga pun bisa jadi lebih optimal.

Bahkan Madu Dapat Digunakan Sebagai Obat Antibakteri dan Jamur

Madu memiliki kandungan anti bakteri dan anti jamur, sehingga seringkali digunakan sebagai antiseptik alami pada obat-obat tradisional. Ketika suatu bakteri ataupun jamur itu masuk ke dalam tubuh, maka madu akan bekerja menarik air keluar dari zat asing yang berupa bakteri tersebut sehingga membuat bakteri atau jamur itu menjadi tidak berdaya. Madu juga tidak mengandung cukup air (hanya 17% saja) sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang di dalamnya.

Ternyata Madu Mengandung Antioksidan Yang Cukup Tinggi Loh!

Sebuah tim riset di Madrid, Spanyol, menemukan khasiat lain dari madu. Ternyata madu mengandung antioksidan cukup tinggi yang sangat efektif menghilangkan efek radikal bebas dalam tubuh. Hasilnya, tubuh menjadi kebal terhadap berbagai macam penyakit dan infeksi. 

Tak Hanya Bikin Kamu Jadi Sehat, Madu Juga Berkhasiat Untuk Kecantikan Perempuan

Mencampur madu dengan susu lalu dijadikan masker untuk kulit tubuh dan wajah, sangat ampuh untuk membuatnya terlihat lebih cantik. Kabarnya jenis masker ini dipraktekkan oleh ratu Mesir, Cleopatra, untuk membuat kulitnya lebih halus dan mulus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menikah Itu Momen Sekali Seumur Hidup, Benarkah Kamu Rela Tampil Manglingi?

Setidaknya sudah ada tiga artis cantik Tanah Air yang resmi melepas masa lajang pada bulan September ini. Raisa, diva berusia 27 tahun itu resmi dipersunting Hamish Daud pada 3 September lalu. Lima hari setelahnya, giliran aktris cantik Laudya Cynthia Bella yang dipinang Engku Emran. Sementara di penghujung bulan, tepatnya pada Sabtu, 29 September lalu, Vicky Shu yang melangsungkan pernikahannya.

Di lain sisi, warganet pun ada yang ikut berbahagia. Namun tak sedikit juga yang bersedih lantaran berkurangnya jumlah artis cantik yang melajang. Tapi yang paling menarik, ternyata warganet ini masih gemar berkomentar soal riasan wajah. Misalnya Raisa, meski kecantikannya sudah diakui oleh publik Indonesia, tetap saja ia tak luput dari komentar ‘galak’ warganet. Di hari bahagianya, Raisa yang memilih konsep pernikahan adat Sunda pun sebenarnya terlihat cantik (karena memang sudah cantik dari sananya) ala pengantin wanita Sunda. Hanya saja, warganet menilai riasan wajahnya tak jauh berbeda saat hendak tampil di atas panggung.

Duh, serba salah ya jadi Raisa…

Di Indonesia, Berdandan All Out Saat Hari Pernikahan Itu Wajib Hukumnya. Padahal Bukankah Biarlah yang Menikah yang Memutuskan Konsepnya?

Berkaca dari fenomena Raisa-yang-terlihat-biasa-saja, mungkin benar saja masyarakat Indonesia masih terbiasa dengan stereotip tertentu. Pengantin itu harus berdandan manglingi. Itulah alasan mendasar mengapa jadi banyak yang berkomentar pedas pada riasan wajah Raisa. Masih banyak yang berpendapat kalau pernikahan itu hanya berlangsung sekali seumur hidup, jadi sudah saatnya membuat riasan yang manglingi.

Tapi, jauh di lubuk hatimu, apakah nyaman ketika kamu justru harus terlihat seperti bukan dirimu padahal hari itu adalah hari bahagiamu? Itulah mengapa kamu perlu mempertimbangkan matang-matang urusan riasan ini.

Soal Raisa, Untung saja, pelantun Usai Di Sini itu memilih menimpali ribuan komentar pedas dengan elegan. Sesudah melangsungkan resepsi, ia mengunggah pernyataan pribadinya dengan mengatakan jika konsep riasan wajah sudah sesuai keinginan sang suami yang tak ingin Raisa justru terlihat seperti bukan dirinya jika ia justru memilih make up yang manglingi.

Kesan Manglingi Bukan Jadi Tuntutan Utama, Lebih Baik Berdandan Biasa Asal Kesehatan Kulit Wajah Tetap Terjaga

Tak semua pengantin terbiasa dengan riasan wajah yang tebal. Memang sih akan memberi kesan manglingi, alias kamu terlihat berbeda dari biasanya, Tapi siapa yang bisa menebak kondisi kulit sang pengantin wanita saat dan sesudah memakai riasan tersebut?

Dalam budaya kita, riasan memang masih menjadi hal yang cukup vital saat pesta pernikahan. Belum lagi lantaran munculnya permintaan manglingi dan sesuai adat tertentu, riasan pun dibuat lebih teliti nan dekoratif. Tapi menurut seorang make up artist, Adi Adrian, riasan dekoratif ini seharusnya tak jadi perhatian utama. Meski riasan itu penting, tapi jauh ada yang lebih penting yaitu kesehatan kulit wajah.

Calon Pengantin Sebaiknya Tak Hanya Fokus pada Konsep Semata, Mulailah Rutin Menjaga Kesehatan Kulit Wajah demi Tampilan yang Paripurna

Inilah yang sering diabaikan para calon pengantin. Mereka sudah punya konsep sedemikian rupa untuk hari H. Sayangnya lupa menjaga kesehatan kulit wajah sehingga saat stres, jerawat akan muncul dengan mudah. Belum lagi jika jenis kulitnya yang cenderung sensitif, itulah mengapa kamu tak boleh lalai.

Menjaga kesehatan kulit wajah pun tak melulu dari luar. Calon pengantin harus paham asupan makanan yang membuat wajah tetap cerah dan terjaga kelembabannya, disamping itu juga hindari makanan yang mampu meningkatkan produksi minyak berlebih pada wajah.

Kamu Yang Mau Menikah dalam Waktu Dekat, Yakin Ingin Tampil Manglingi? Bukannya Tren Riasan Wajah Sudah Mulai Bergeser?

Dhirman Putra, seorang make up artist profesional mengatakan ada perubahan tren riasan wajah untuk pengantin. Terlebih sejak era masuknya beragam kosmetik dan skin care asal Korea Selatan. Perempuan jadi berlomba-lomba memakai make up seminimal mungkin atau yang populer disebut no make up make up. Tren ini berlaku tak hanya demi penampilan sehari-hari tapi juga berbagai kesempatan termasuk pernikahan. Meski namanya demikian, bukan berarti kamu harus terlihat seperti tidak berias, justru ini jadi tantangan tersendiri bagi para MUA agar dapat membuat riasan minimalis namun pengantin tetap terlihat glowing.

Setidaknya itulah yang dirasakan MUA Marlene Hariman saat merias Raisa. Marlene mengaku kliennya itu memang menolak riasan tebal dan memilih nuansa soft pink. Bahkan disaat banyak artis lekat dengan penggunaan contact lens, sekali lagi istri Hamish Daud itu enggan memakainya.

“Aku nggak mau jadi orang lain, aku ingin suamiku melihat aku tetap jadi diriku sendiri,” kata Raisa. Duh, beruntungnya Hamish…

Persiapan Jelang Akad Itu Memang Tak Mudah, Kamu Patut Menghargai Setiap Konsep dari Mereka yang Hendak Menikah

Bagimu yang sudah pernah merasakan keribetan jelang pernikahan, semua itu terasa berat bukan? Setiap detail persiapan tak boleh terlewat karena kamu tak ingin konsep yang sudah didambakan sejak lama tiba-tiba jadi tak sesuai karena satu atau dua hal. Bayangkan kamu ada diposisi para seleb yang sudah sedemikian sibuknya mempersiapkan hari bahagia mereka, tapi yang ada warganet dengan mudahnya muncul seperti juri-juri lomba make up yang sibuk berkomentar mengenai riasan para seleb.

Tak ada yang suka dibanding-bandingkan. Baik Raisa, Bella, maupun Vicky, semuanya tentu sudah punya konsepnya masing-masing, bukan? Kalau Raisa lebih suka make up bergaya flawless, tentu akan beda dengan Bella dan Vicky yang berani tampil lebih bold.

Tapi bukan berarti kamu pun bisa dengan lincah kembali membandingkan riasan Bella dengan Vicky, sebab lagi-lagi keduanya pasti punya konsepnya masing-masing. Nah, jika sudah demikian, bukankah lebih baik jika ibu jari kita digunakan untuk mengetik dan menyampaikan kalimat yang membangun? Ucapan selamat berbahagia misalnya…

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belanja Apapun Semakin Mudah, Kini Kaki pun Tak Perlu Lelah Walau Sekadar Membeli Bahan-bahan Mentah

Dunia digital berkembang sangat pesat. Terlebih, sifat gawai yang sekarang ada dalam genggaman membuat segala hal semakin mobile bukan? Kini digitalisasi kian terasa pada segala aspek kehidupan. Budaya konvensional yang semula sudah bertahan selama beberapa dekade mau tak mau tergerus. Gempuran perkembangan digital memang tak bisa lagi dihindari.

Kamu bisa buktikan sendiri. Mulai dari berkirim pesan, hingga memesan makanan atau barang-barang sudah bisa dilakukan hanya dalam genggaman. Cukup mengandalkan koneksi dan aplikasi, semua memang terasa lebih efisien. Mau beli apa pun sekarang tinggal sentuh layar ponsel. Untuk memilih pun cukup cari via kolom search atau scrolling layar ponselmu bukan?

Faktanya, di Indonesia sendiri memang ada lebih dari 132 juta pengguna internet. Tak heran, keberadaan smartphone dan aktivitas belanja online pun sudah jadi bagian dari keseharian.

Digitalisasi Kian Terasa, Hingga Muncul Istilah ‘Mobile Adalah Raja’

Dunia online semakin mengarah ke mobile-sentris. Lihat saja, kini untuk mengakses internet tak lagi repot lewat PC karena ponsel sudah semakin canggih. Hal semacam ini memang sangat efisien sekaligus membawa nilai lebih baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan yang ingin menggaet pasar lebih besar lagi. Perusahaan hanya perlu memulai strategi mobile first untuk dapat mengimbangi pasar yang kini semakin mobile.

Kalau pun ada istilah mobile adalah raja, bukan berarti keberadaan konsumen yang semula diagungkan sebagai raja mulai bergeser. Justru itu, mereka kini menjelma menjadi tipe konsumen on-the-go yang mengakses bermacam kebutuhan via mobile.

Masyarakat Indonesia Itu Cerdas, Keberadaan Media Sosial pun Digiring Sebagai Platform Belanja yang Membuat Aneka Produk Laku Keras

Meski semakin mobile, sadar ataupun tidak, masyarakat Indonesia itu memang lebih gemar mengakses media sosial. Bahkan berdasarkan data dari Hootsuite dan WeAreSocial, 40 persen dari jumlah pengguna internet di Indonesia adalah pengguna media sosial. Hal ini sedikit berbeda dengan pola masyarakat negara maju seperti Amerika Serikat yang lebih sering membuka browser lewat ponsel pintar mereka.

Tapi menariknya, pemanfaatan media sosial pun tak sebatas untuk berinteraksi dengan kolega saja. Melainkan  ada fenomena jual beli online yang kemudian menggiring munculnya para konsumen online. Lihat saja, Instagram misalnya. Kini fungsinya bukan lagi sebatas tempat posting foto, justru potensi bisnis yang menjanjikan pun mulai muncul berkat kehadiran Instagram.

Kamu yang Merasa Perlu Menyampaikan Opinimu Terhadap Suatu Produk, Tak Perlu Takut. Sebab Siapa Tahu Nantinya Kamu Dilirik Sebagai Konsumen yang Punya Pengaruh Kuat

Pernahkah kamu berada di titik sepertinya perlu menyampaikan opinimu terhadap suatu produk? Misalnya, kamu usai membeli shampoo, kemudian kamu puas dengan produk tersebut. Rasanya kamu memang cocok dan perlu mengumumkan ke publik mengenai produk tersebut. Atau sebaliknya, kamu merasa perlu menyampaikan opini mengenai sebuah produk yang ternyata tak memuaskan atau melenceng dari ekspetasimu.

Tak usah sungkan, apalagi kamu pun meyakini prinsip setiap orang punya suara di dunia online. Kita bebas mengungkapkan opini mereka terhadap suatu produk atau merek yang kita beli. Entah bernilai positif atau sebaliknya. Kamu pasti sering melihat ada kolom review yang tersedia ketika hendak berbelanja online. Atau kalau lewat Instagram, kamu akan gesit membaca kolom komentar. Sebab dari sanalah akan lahir geliat para konsumen Super Leader yang akan punya pengaruh kuat menjadi influencer sekaligus trendsetter untuk pasar online sebuah produk.

Belanja Produk atau Makanan pun Bukan Sepenuhnya Karena Dorongan Nurani, Tapi Lantaran Membaca Komentar Konsumen yang Dirasa Memikat Hati

Berkat membaca review dari jajaran konsumen Super Leader maupun melihat komentar pembaca lainnya, kamu pun jadi tak sembarangan asal beli produk atau makanan. Hal itu sah-sah saja karena pada dasarnya komentar atau review dari pembeli sebelumnya yang akan menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. 

Karenanya, sebuah brand mau tak mau menyadari jika sekarang ini bukan lagi saatnya berkomunikasi secara lantang seorang diri. Mereka justru perlu terlibat secara proaktif serta memanfaatkan kekuatan para konsumen Super Leader untuk menyebarkan dan memperkuat pesan mereka.

 

Tak Melulu Membaca Review, Sebab Menilai Produk dari Sebuah Kemasan Pun Kini Jadi Faktor Penentu

Mungkin kamu pernah mendengar istilah ‘don’t judge a book by its cover’, tapi apakah istilah tersebut masih relevan saat kamu berbelanja? Jujur saja, pasti kamu akan merasa tertarik jika melihat sebuah produk dikemas dengan cara yang unik dan tidak biasa. Apalagi semakin majunya teknologi kemasan, sekarang wujud kemasan pun tak lagi yang itu-itu saja.

Bahkan berdasarkan hasil temuan Tetra Pak Index 2017, kemasan nyatanya memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas. Konsumen pada dasarnya memang sangat senang mencari pengalaman pribadi dari brand lewat paket digital yang unik, AR dan pencetakan khusus. Tak heran, hal ini pun turut memberikan peluang baru bagi brand untuk membangun engagement lebih dalam dengan konsumen.

Sebagai contoh, kode digital yang dicetak pada kemasan sekarang ini dapat meningkatkan transparansi penelusuran suatu produk. Hal itu memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi tentang produk hingga ke sumbernya. Kemasan pun dapat diubah jadi platform dua arah dimana brand dapat menangkap data spesifik dan berharga tentang konsumen mereka, serta berbagi informasi mengenai produk itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top