Trending

Dikira Pasangan Gay Padahal Kakak Adik: Sebuah Pelajaran “Pikir Dulu Sebelum Posting”

Setelah dicap gay dan videonya dibagikan oleh ribuan orang, dengan tiga juta lebih komentar. Akhirnya objek di video yang dibagikan buka suara. Ya, ini perihal sebuah video yang pada hari kamis tanggal 21 Desember 2017 lalu dibagikan seorang perempuan bernama Sri Mulyani di laman sosial media facebook.

Memang sih video tersebut memperlihatkan mereka sedang berpelukan, tatkala berhenti di salah satu perlintasan kereta di Jakarta Selatan. Alih-alih memastikan mereka berdua siapa, nampaknya hasrat untuk berbagi cerita agar di lirik lebih besar dari keinginan untuk tahu kepastian sebuah fakta.

Kasus lain yang kemarin marak adalah kampanye CELUP. Mereka mengimingi orang lain untuk memfoto orang lain yang terlihat bermesaran di tempat umum, untuk kemudian dikirimkan ke sosial media milik CELUP. Kelompok ini bahkan mengiming-imingi hadiah pulsa bagi pengirim.

Kampanye yang secara serampangan mengatasnamakan moral ini dipelopori oleh mahasiswa semester 5 dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya (biasa disingkat dengan UPN Veteran Jatim atau UPNVJT) dengan koordinator kampanye yang bernama Fadhli Zaky.

Padahal metode macam ini jelas melanggar hukum dari segi privasi dan ancaman hukuman bagi yang asal cekrek dan upload juga tak main-main. Belum lagi tak ada cek n ricek pasti soal siapa orang yang difoto. Bagaimana kalau pasangan resmi? Bagaimana kalau saudara? Serta bagaimana-bagaimana lainnya yang tak pernah dipikirkan oleh si pembuat kampanye yang sekarang sudah menonaktifkan akunnya itu.

Asal Main Posting Tanpa Mau Kroscek Lebih Dulu, Tentu Bukanlah Perbuatan yang Patut Ditiru

“Tadinya mtrnya mau ku tendang, tp krna kakiku gak sampe akhrnya hanya ku tegur. Maaf jika tindakanku salah…Kalau aku gak suka ya ku labrak.”

Di kasus srimulyani, begitu kira-kira Sang pengunggah memberi keterangan atas video yang dibagikannya. Ia mengaku baru saja bertemu dengan dua laki-laki ini ketika di jalan pulang. Memang ia tak berkata secara langsung bahwa dua laki-laki itu adalah gay. Namun kalimat yang ia pakai, bernama menggiring opini publik bahwa mereka ada pasangan sejenis, yang sedang bermesraan di jalanan. 

Padahal jelas-jelas, di dalam video tersebut ketika sang pengunggah berkata “Hey sir! Don’t do that! Please. Ok? Respect my people,” salah seorang dari laki-laki itu berkata  “We just kidding. My brother.” yang berarti mereka adalah dua orang saudara laki-laki.

Namun tanpa mencoba untuk memverifikasi hal tersebut, Sri Mulyani justru buru-buru untuk mengunggah video hasil remakanannya di laman facebook. Bahkan di tarik dan di repost ulang oleh beberapa media massa tak terkecuali media gosip pada jejaring Instagram juga.

 

Sebagai Pengunggah Kita Mungkin Senang, Tapi Jauh Lebih Baik Jika Coba Untuk Berprasangka yang Benar

Di laman media sosial, semua orang memang ingin di dengar. Siapa saja bebas bersuara dan menyuarakan pendapatnya. Seolah lupa jika setiap orang juga punya hak yang sama. Sebagian orang berpikir bahwa jika ia punya konten yang dianggap menarik, maka ia bebas untuk mengunggahnya.

Tapi belajar dari kasus yang video dua laki-laki yang dianggap gay ini kita bisa berkaca bahwa mencoba untuk menanggalkan pikiran-pikiran buruk jauh lebih baik daripada harus buru-buru memvonis mereka bersalah.

Sebab setelah di Bully oleh banyak orang di internet, akhirnya salah satu dari kerabat mereka membuka suara bahwa dua orang laki-laki tersebut adalah saudara kandung yang sudah 4 tahun tak bertemu. Coba bayangkan, kerinduanmu kepada sang kakak justru berakhir dengan caci maki yang tak bisa dibendung hanya karena sang pengunggah tak tahu betul apa yang menjadi faktanya.

 

Haus Akan Pujian, Kadang Kala Urusan Orang Lain Kita Jadikan Bahan Pergunjingan

Pada postingan berikut setelah tahu bahwa laki-laki yang ia jadikan objek pada video yang dibagikannya, bukanlah pasangan gay seperti yang dituduhkan orang-orang. Pada 23 Desember 2017, Sri Mulyani yang menjadi induk dari viralnya berita tersebut kembali membuka suara yang berisi ucapan minta maaf.

Tidak ada maksud untuk terkenal atau menjelekkan orang lain. Niat saya hanya kalau kita melihat yang tidak layak, tolong tegur, kita wajib untuk itu.” kalimat ini jadi salah satu bagian penggalan kalimat ucapan maaf dari Sri Mulyani. Dan benar memang sebagai penggugah ia sudah meminta maaf, karena telah dihubungi pula oleh kerabat dari yang bersangkutan.

Namun salah satu pengacara publik di LBH Jakarta, Alldo Felix Januardy pada wawancara kepada bbc, mengatakan bahwa seharusnya kita paham memang ada kebebasan seseorang untuk menggunggah atau membuat konten di media sosial, namun kebebasan itu harus dibedakan antara ekspresi publik dan opini yang sifatnya serangan terhadap pribadi atau masukan terhadap pribadi seseorang.

 

Berpikir Bahwa Tuduhan Kita Benar, Hal Lain yang Sesungguhnya Sedang Kita Lakukan Adalah Mengusik Privasi Orang

Di awal hari video kakak beradik itu viral, sebagian besar orang mendukung perbuatan yang telah dilakukan oleh sang pengunggah video. Perempuan ini dinilai sudah melakukan sesuatu yang benar, menegur orang lain yang dianggap salah karena konon sudah melakukan perbuatan yang tak seharusnya.

Begitu juga dengan greakan CELUP. Tak sedikit juga yang mendukung kampanye ini dengan mengatasnamakan moralitas. Padahal kenyataannya tak secetek dan semudah yang diu nggah oleh akun CELUP itu.

Sekilas tak ada yang salah memang dari sebuah perbuatan yang bertujuan untuk mengingatkan orang. Namun kadang kala hal yang membuat kita salah dalam mengartikan perbuatan diri sendiri, adalah bagaimana cara kita mencerna apa yang sedang dilakukan oleh orang lain hanya dari sudut pandang kita saja. 

 

Terlihat Sepele, Tapi Karena Perilaku Sok Taumu Itu Bisa Membuatmu Diperjara!

Orang macam Sri Mulyani atau CELUP mungkin merasa bisa melenggang. Padahal, banyak pasal hukum yang bisa menjerat mereka. Misalnya pasal 27(3) UU 11/2008 yang berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Masih merasa bisa kebal hukum?

Ada Pasal lain. Yaitu, Jika seseorang menuduh orang lain atas suatu pelanggaran pidana, tidak memberikan bukti yang cukup, tidak membuktikannya sama sekali, atau dibuktikan bahwa tuduhan tersebut bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun, sebagaimana diatur di bawah pasal 311 KUHP.

Itu baru sebagian pasal dari sederet konsekuensi hukum, posting asal-asalan soal privacy orang lain. Kalau kamu tak hati-hati berlagak keren jadi polisi moral malah bisa bikin kamu di bawa ke kantor polisi sungguhan.

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Kalau Uangmu Cukup, Akankah Kamu Operasi Plastik?

Kini ada berbagai macam kemudahan yang dunia tawarkan. Termasuk jalan pintas untuk terlihat cantik dengan hitungan jam, yakni operasi atau merubah diri agar lebih cantik lagi. Wajar memang, fenomena yang lahir di negeri ginseng ini memang sedang digilai. Banyak perempuan yang rela membayar mahal demi wajah cantik yang diingini.

Tapi lupakan dulu perihal sebagian perempuan yang tak ingin cantik dan hidup biasa saja. Mari kita bicarakan diri sendiri saja, sebab operasi plastik juga butuh biaya. Karena ini bukanlah keputusan sembarangan, agaknya beberapa hal ini mungkin bisa membantumu untuk mengambil keputusan.

Iya Memang Kita Akan Terlihat Cantik, Tapi Apa Sudah Pasti Nyaman?

Selain alasan kesehatan dan sesuatu yang diharuskan, cantik tentu jadi tujuan utamanya. Mulai dari mengikis rahang, mempertipis ukuran bibir hingga menambah lipatan pada kelopak mata, dan memancungkan bentuk hidung yang semula pesek. Hingga pada beberapa permasalahan lain yang mungkin mendasarinya.

Salah satunya seorang artis FTV yang kemarin banyak diperbincangkan, karena sempat hilang dari permukaan kemudian kembali muncul dengan bentuk wajah yang sudah berubah. Baginya bentuk muka dan penampilan yang kini ia miliki, tentu terlihat cantik. Padahal disisi lain, ada beribu-ribu netijen yang justru menyalahkan keputusannya, sebab menilai ia justru lebih cantik dengan bentuk wajah yang semula. Ya walaupun kita tahu, dimata netijen semua hal memang salah.

Tapi cobalah telisik hal ini dari sisi yang berbeda, bukan perkara komentar buruk yang mungkin akan diterima. Namun bagaimana rasanya jika bukannya dipuji karena sudah cantik, setiap hari kita malah akan menerima cibiran yang justru membuat hidup tak nyaman.

Karena Ini Keputusan Besar yang Akan Merubah Penampilan Secara Permanen, Yakinkan Diri Untuk Resiko yang Mungkin Terjadi

Jika ada klaim dari para ahli bedah dan dokternya, yang berkata bahwa proses operasi plastik tak akan pernah menghasilkan bentuk yang cacat. Tentu saja sebagian besar orang akan berbondong-bondong untuk operasi. Tapi masalahnya, dokter juga manusia biasa yang kadang berhasil dan berpotensi gagal pula.

Penting untuk kamu ingat, hal ini akan merubahmu selamanya maka cobalah yakinkan diri utnuk menerima semua kemungkinan. Seolah ingin membahagiakan diri sendiri, kadang kala hal ini justru terlihat sebagai bentuk tak menghargai semua yang telah dimiliki. Tapi entah dengan penilaianmu ya!

Meningkatkan Percaya Diri Tentu Sah-sah Saja, Namun Operasi Tak Selalu Jadi Solusi Intinya

Pada intinya setiap orang memang memiliki pemahaman dan rasa percaya yang berbeda. Dia yang terlahir biasa bahkan mengalami kekurangan di hidupnya, kadang kala bisa jadi manusia yang lebih bersyukur daripada ia yang hidupnya mewah. Begitu pula dalam hal kecantikan dan penampilan diri.

Konon operasi plastik kerap dijadikan solusi untuk hidung mancung, bibir seksi, bokong sempurna dan wajah tirus yang katanya sempurna. Saya pun mungkin tak bisa menampik, sebab setiap orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya.

Hal yang nanti menjadi masalah, bagaimana jika ternyata meski sudah terlihat cantik namun masih saja tak percaya diri? Masihkah harus operasi lagi atau justru mencari solusi lain yang lebih pasti?

Sebab Jika Cantik Adalah Alasannya, Setiap Orang Punya Penilaian Cantik yang Berbeda

Cobalah ingat, bahwa tak semua orang bisa kita senangkan. Apa lagi dengan hasil operasi yang kita dapatkan. Dimatamu, wajah dan penampilanmu sekarang bisa jadi bentuk terbaik  yang kamu impikan. Namun hal yang sama tak selalu dirasakan oleh mereka yang melihat kita. Bukannya menilai hal ini baik, bisa jadi mereka justru menilai penampilanmu semakin buruk. Ya, semua orang bebas berkomentar.

Tak Berpikir Ini Salah, Kita Mungkin Akan Berdalih Jika Ini Adalah Alternatif Untuk Melindungi Diri

Tidak, tak ada yang salah! Toh ini adalah hidup kita.

Masa dimana operasi plastik hanya diperuntukkan pada mereka yang kaya memang sudah berlalu. Kini tak hanya mereka yang kaya saja, siapa pun bisa mendapatkannya selama kita memiliki uang cukup mumpuni. Bahkan meski tak punya sekalipun, ada beberapa orang yang akan berdalih mencari jalan lain demi berhasil melakukan operasi. 

Seakan ingin melindungi diri dari beberapa cemooh atau cibiran yang bernada merendahkan. Kita tak ingin terus menerus disebut tak cantik, sehingga operasi plastik jadi satu-satunya jalan.

Padahal Siapakah Kita, Hingga dengan Sengaja Merubah Ciptaan yang Telah Diberikan Oleh Sang Pemilik Semesta?

Pertanyaan yang sama, kerap saya dengarkan dari mereka yang memang kontra. Namun tak bermaksud untuk membenarkan omongan mereka. Sesungguhnya saya hanya ingin berkata bahwa setiap kita telah jadi ciptaan yang sempurna.

Sebab meski terlahir dengan bentuk muka yang mungkin tak secantik para artis di televisi, Tuhan tentu punya maksud lain, mengapa Dia akhirnya memberi kita wajah “standar”.

Bertindak bak pihak yang akan merubah wajah jadi lebih baik, kita justru sedang menciderai ciptaan Tuhan yang sudah sempurna. Bukankah semua yang Dia ciptakan itu sempurna? Lalu untuk apa?

Akhirnya kamu mungkin akan didekati banyak orang, sebab kini telah cantik. Berpikir hal tersebut jadi pencapaian baik dalam hidup, harusnya kita lebih bijak lagi. Sebab jika ternyata orang-orang itu hanya datang disaat penampilan kita berubah menjadi cantik, itu artinya tindakannya palsu. Bisa jadi kita juga sedang hidup dalam sebuah kebohongan yang juga tak benar.

Dan jika pertanyaan “kalau uangmu cukup, akankah kamu operasi plastik?” akan disampaikan pada saya, tentu saja saya akan menjawab tidak. Berusaha menerima diri sendiri jadi bentuk cantik yang paling mumpuni dari segala penampilan yang ada. Lebih baik uangnya digunakan untuk hal lain saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Cukupkan Mandi Sehari Dua Kali, Sebab Ada Bahaya Mengintai Bila Terlalu Sering Mandi

Frekuensi mandi yang normal memang dua hari sekali. Tapi diluar itu, ternyata ada juga orang yang suka mandi sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari. Terutama saat cuaca sedang panas-panasnya atau aktivitasmu begitu banyak, mandi dirasa cara terbaik untuk mendapatkan relaksasi. Untukmu yang terbiasa dengan kebiasaan semacam ini, berhati-hatilah. Meski terasa segar, ternyata mandi terlalu sering itu tidak baik untuk kesehatan.

Mandi Terlalu Sering Justru Dapat Mengusir Bakteri Baik dan Mengganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Menurut penelitian dari Genetic Science Centre di University of Utah, keadaan tubuh yang terlalu bersih justru bisa merusak sekumpulan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Para peneliti menyebutkan, kalau ekosistem bakteri terganggu, maka tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit. Bahkan mengganggu sistem pencernaan dan kerja jantung. Disamping kondisi badan yang kelewat bersih, penggunaan sabun dan sampo yang berbahan kimia terlalu sering juga akan membunuh bakteri baik ini.

Kebiasaan Merenung Terlalu Lama Juga Tak Baik untuk Kesehatan Jiwa

Kamu pasti pernah merenung berlama-lama di kamar mandi. Bahkan, sebuah penelitian mengungkapkan, semakin lama dan semakin sering seseorang mandi, maka besar kemungkinan jika orang tersebut kesepian dan tidak bahagia. Karena biasanya orang gemar berlama-lama di kamar mandi hanya untuk melamun. Dan penelitian yang sama juga membuktikan, terlalu banyak melamunkan masalah justru mengindikasikan ketidakbahagiaan.

Sering Mandi Mengindikasikan Hidupmu Sepi, Dilain Sisi, Mandi dengan Air Hangat Dapat Meredakan Depresi

Mengutip dari Daily MailPsychology Jurnal Emotion, ternyata ada keterkaitan antara kesepian dan air hangat. Para peneliti dari Yale University menemukan hasil bahwa berendam atau berada dalam kucuran air hangat ternyata mampu mengusir galau karena kesepian. Di Jepang, banyak sekali tersebar pemandian air hangat. Penelitian sebelumnya yang dilakukan para ilmuwan Jepang juga membuktikan jika kebiasaan berendam selama sepuluh menit dalam air hangat bisa memperbaiki kesehatan jantung manusia, serta mengurangi rasa sakit akibat luka.

Mandi Cukup Dua Kali Sehari, Yaitu Pagi Hari dan Sore Hari. Di Pagi Hari, Usahakan Mandi dengan Air Dingin Agar Badan Lebih Sehat

Meski ketika pagi, udara masih terasa dingin, sejatinya mandi pakai air dingin justru baik untuk kesehatanmu. Penyakit flu dan infeksi justru tak akan mudah mengganggumu kalau kamu rutin mandi dengan air dingin. Hal ini diketahui berdasarkan riset dan eksperimen efek air dingin pada tubuh para atlet. Setelah mereka mandi air dingin dengan suhu 14 derajat celsius setiap 3-6 kali dalam seminggu, peredaran sel darah putih dalam tubuh mereka meningkat hingga dua kali lipat, pun begitu dengan metabolismenya. Kulit dan rambutmu juga akan sehat, termasuk meningkatkan kesuburan.

Saat Mandi, Kamu Pun Ternyata Harus Memperhatikan Jam Mandi. Ada Jam-jam Tertentu yang Justru Berbahaya Jika Kamu Memutuskan untuk Mandi

Ternyata ada tiga waktu khusus dimana kamu sebaiknya mandi. Pertama, saat sore hari sekitar pukul 15.00-16.00. Pada jam-jam tersebut, darah di dalam tubuh manusia sedang mengalami kenaikan suhu. Karenanya kalau kamu mandi pada jam tersebut, tubuhmu justru akan terasa lemas. Kedua, sekitar pukul 18.00-19.00. Dalam rentang waktu tersebut, diketahui kondisi jantung mmanusia melemah. Di samping itu, ada risiko terserang penyakit paru-paru basah jika kamu terbiasa mandi pada jam-jam tersebut. Sementara pada pukul 20.00-24.00, jantung tak lagi siap menerima air dengan suhu dingin, karena pada jam-jam tersebut jantung sudah saatnya beristirahat setelah seharian beraktivitas. Justru kalau dipaksakan, kamu justru bisa terpapar risiko gangguan jantung dan reumatik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top