Trending

Despacito, Kontroversi Senilai 478 Miliar

Kamu tahu lagu Despacito? Kemungkinan besar jawabnya sudah tahu. Karena kalau belum, bisa jadi kamu hidup di bawah batu. Lagu yang di besut Luis Fonsi dan Daddy Yankee ini memang bisa dikatakan sedang meledak di pasaran.

Secara prestasi, lagu ini berhasil menduduki Hot 100 Billboard dalam sebelas minggu terakhir. Tak hanya di tanah air, beberapa radio lokal di berbagai negara pun masih memutar lagu ini hampir setiap hari.

Tapi sesungguhnya sebesar apa Despacito? Dan kenapa bisa demikian sukses?

Ketika Dunia Mulai Bosan Dengan Musik Elektronik, Despacito Datang Dengan Bunyi-Bunyian Tradisional

Lima tahun ke belakang memang boleh dikata eranya musik-musik elektronik. Bunyi-bunyian dari mesin dan komputer menjamur di berbagai aliran musik. Tak heran jika kemudian banyak DJ yang meroket dan dihargai setingkat musisi tradisional lain. Mereka yang tadinya dari genre berbeda pun latah ikut-ikutan terjun di arena elektronik ini.

Tapi 5 tahun bukan waktu yang singkat. Dan orang mulai memasuki titik jenuhnya. Di sinilah Despacito masuk dengan membawa bunyi-bunyian tradisonal. Mulai dari ketukan gendang hingga suara gitar akustik. Penggemar musik pun seolah mendapat guyuran suara baru di tengah gencarnya gempuran musik eletronik.

Meski Berasal Dari Puerto Riko, Namun Despacito Bernyawa Sangat Global Hingga Terasa Milik Semua Orang

Luis Fonsi sang penyanyi memang berasal dari Puerto Riko, liriknya pun dengan bahasa lokal. Namun sesungguhnya Despacito punya ramuan yang sangat global.

Luis fonsi sendiri merupakan penyanyi latin yang sudah diakui kehebatannya dalam membuat musik yang hits. Kemampuan ala Puerto Riko ini kemudian dipadu dengan bunyi petikan gitar tradisional ala spanyol. Sementara nada-nada yang dikeluarkan sejatinya adalah ketukan alias beat reggae asal jamaika, yang sudah sangat familiar di seluruh dunia.

Unsur tradisional ini kemudian dibenturkan dengan kehadiran Daddy Yankee yang mengisi nuansa rap hard core di tengah lagu. Ketika memasuki Reff, nada yang dipilih adalah mainstream pop.

Sifat globalnya makin menjadi ketika Justin Biebber mengeluarkan versi remix dengan dirinya menyanyikan sebagian lirik berbahasa inggris dengan nada yang lebih pelan. Melalui perpaduan global tersebut, jadilah bunyi-bunyian Despacito mudah akrab di telinga siapa pun.

Despacito Yang Tadinya Global, Kemudian Merambah Ke Tingkat Lokal Hingga Penetrasinya Makin Masif

Karena bunyi-bunyiannya yang bersifat global dan umum, banyak orang bisa dengan mudah membuat versi cover versionnya. Jadilah Despacito makin dikenal karena dinyanyikan oleh artis-artis lokal di banyak negara yang kemudian diunggah ke sosial media.

Tak cuma versi bahasa aslinya, karena banyak pihak juga yang menggubah sesuai keadaan mereka. Coba tengok di youtube, di Indonesia sendiri ada beberapa cover, ada pula yang berisi parodi, seperti versi “Dek Lastri” yang berbahasa jawa. Bahkan hingga yang mengundang kontroversi Despacito versi Sholawat Nabi di acara pengantin.

Liriknya Yang Vulgar Memang Menimbulkan Kontroversi, Tapi Justru Jadi Bumbu Kepopulerannya

Terlepas dari kepopulerannya di 45 negara, lagu ini memang mendapat beberapa pertentangan loh. Salah satunya adalah pemerintah negeri jiran malaysia yang melarang lagu ini diputar di negara mereka. Dianggap sebagai masalah yang cukup serius karena banyak kaum muda disana menyanyikan lagu ini tanpa tahu arti yang sebenarnya.

Memang jika dilihat dari lirik lagu dan arti yang sesungguhnya, lagu ini memang cukup intim dan vulgar. Despacito yang berarti “perlahan”, adalah lagu dengan cerita soal cinta. Dimana inti dari lagu ini adalah menceritakan tentang hubungan seksual yang dilakukan secara romantis dan perlahan. Lagu itu menggambarkan bagaimana cara seorang laki-laki memuja kekasihnya.

Dan tak hanya itu video klip aslinya juga menampilkan beberapa adegan dewasa. Yang belakangan dianggap sebagai sesuatu yang tak sepantasnya untuk dipertontonkan. Menampilan sosok perempuan cantik sebagai model dalam video klipnya. Dan ternyata wanita berkulit eksotis yang berprofesi sebagai model ini, adalah Miss Universe 2006 dari Puerta Rico.

Beberapa pihak mengecam karena tak hanya populer di kalangan orang dewasa, tapi lagu ini juga disenangi oleh anak-anak yang bahkan masih di bawah usia. Inilah salah satu hal yang jadi kontroversi di berbagai pihak yang merasa tak suka. Tapi apa ayal, pelarangan demi pelarangan ini justru membuat banyak orang makin penasaran dan malah menontonnya.

Dan Despacito Pun Jadi Video Paling Banyak Dicari

Ya, untuk yang versi remix dengan Justin Bieber, hanya butuh waktu 24 jam saja, video klip ini dilihat lebih dari 20 juta kali di seluruh dunia. Versi aslinya yang ada miss universenya lebih gila lagi karena hingga hari ini, Despacito telah di putar sebanyak 2,808,017,586 kali di youtube. Yup itu 2 miliar kali lebih.

Secara total secara online, sesuai dengan data yang tercacat dari Universal Music tempat Fonsi bernaung, lagu ini telah diputar lebih dari 4,6 miliar kali di berbagai platform seperti YouTube, Apple Music dan Spotify. Angka ini gabungan dari beberapa versi. Seperti di Spotify ada empat jenis lagu Despacito yaitu Despacito – Remix diputar 629.538.464 kali, Despacito yang dinyanyikan bersama Daddy Yankee diputar 567.658.138 kali, Despacito remix oleh Major Lazer diputar 8.071.889 kali, Despacito – Versi Salsa diputar 7.105.283

Lusi Fonsi Pun Ketiban Rejeki Nomplok

Mungkin kamu tak begitu tertarik kalau melihat pembagian keuntungan per lagu yang diputar di layanan streaming. Spotify misalnya hanya memberi si penyanyi 104 rupiah saja kalau lagunya didengarkan orang lain. Angka yang kecil bukan?

Tapi coba kalikan jumlahnya dengan pendengar lagu Despacito yang saat ini sudah mencapai miliaran. Untuk spotify saja misalnya, Luis Fonsi ditenggarai mendapatkan sedikitnya 36,8 juta dollar. Alias, setara dengan 478 miliar rupiah. Belum lagi dari pendapatan platform lain macam iklan youtube, apple music dan lainnya. Ini keuntungan yang gila-gilaan mengingat Despacito hanyalah sebuah single dan bukan album.

Tak Cuma Fonsi, Puerto Riko Juga Terselamatkan Dari Kebangkrutan Karena Despacito

Sekitar bulan Mei 2017 lalu pemimpin pemerintahan Puerto Riko, Ricardo Rossello menyatakan bahwa Puerto Riko mengalami permasalahan ekonomi yaitu hutang yang mencapai 70 Miliar. Siapa sangka penolong mereka justru datang dari Luis Fonsi dan Dandee Yankee.

Yup berdasarkan data dari Global Smash, lantunan lagu Despacito mereka membangkitkan minat wisatawan asing untuk tahu lebih banyak tentang tempat asal penyanyi lagu tersebut.

Video klipnya memang menampilkan beberapa tempat yang berada di Puerto Rico. Mulai dari klub La Factoria di sektor Old San Juan dan La Perla. Dimana San juan adalah sebuah pelabuhan terbesar kapal pesiar kedua di belahan dunia barat.

Apalagi kalimat Kedua frasa lagu Despacito yang bermakna “Ini yang kami lakuan di Puerto Rico” seakan jadi alat, bagi Fonsi dan Yankee memperkenalkan negara mereka yang indah nan eksotis, karena letaknya berada di pinggir pantai sepanjang 270 mil.

Hasilnya jumlah wisatawan yang datang kesana meningkat sebanyak 45 persen sejak Despacito booming di berbagai negara. Beberapa situs travel juga mencatat kenaikan booking penerbangan ke Puerto Riko hingga 25 persen banyaknya.

Dan Ketika Musisi Indonesia Sebagian Masih Gagap Digital, Fonsi Justru Hadir Untuk Memanfaatkannya

Menjadi negara yang juga merasakan kepopuleran lagu ini membuat kita seakan ingin berkaca. Bukan berniat untuk membandingkan kegeniusan dari Fonsi dan Yankee dalam melahirkan karya dengan musisi tanah air. Tapi fenomena ini memang pantas kita pelajari

Karena Despacito hadir sebagai lagu daerah yang mampu mendunia. Meski hanya merilis satu single Fonsi mampu meraup keungtungan dari berbagai platform musik online. Seakan ingin menyesuaikan kebutuhan akan era digital yang sudah tak dapat dihindari. Mereka mampu memanfaatkan peluang.

Seolah berbanding terbalik dari hal yang selama ini kita lihat dari musisi tanah air, yang beberapa masih tergagap dengan dunia digital. Sebagian bahkan memusuhi dengan alasan banyaknya pembajakan. Belum lagi masih banyak yang pesimis melihat pembagian keuntungan per tayang lagu yang hanyaa 100 rupiah tadi.

Padahal seiring dengan berkembangnya zaman, dunia digital justru jadi hal yang paling menawan. Yang jika cukup bijak dalam memanfaatkan kesempatan bukan tak mungkin, akan mendapatkan keuntungan besar. Bahkan melebihi penjualan CD asli yang masih di agungkan. Padahal banyak portal musik online yang cukup menjanjikan, mulai dari Apple Music milik Apple, Spotify, Deezer, Joox hingga Guvera yang menyediakan musik secara gratis dan berbayar.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Saat Tidur Perbanyaklah Memeluk Guling Karena Efeknya Baik untuk Tubuhmu

Apakah kamu adalah tipe orang yang suka menggunakan ataupun memeluk guling saat tidur? Jika iya, maka kamu telah melakukan kebiasaan yang bagus loh. Memang, memeluk guling saat tertidur terlihat sangat biasa. Bahkan, beberapa orang mengejek seseorang yang memiliki kebiasaan tidur dengan memeluk bantal guling.

Namun, dibalik semua itu, sebenarnya ada banyak manfaat dibalik kebiasaan yang satu ini. Malah beberapa manfaat tersebut dinilai baik untuk kesehatan kita. Jadi, inilah 5 manfaat baik dari kebiasaan tidur sambil memeluk guling.

Guling Bisa Digunakan Sebagai Alat Ortopedi Sederhana

Saat otot di punggungmu terasa tegang, cobalah jadikan guling sebagai alas kemudian rebahkan tubuhmu di atasnya. Cukup rebahan beberapa saat hingga tubuhmu merasa rileks kembali. Kamu perlu tahu, guling sejatinya tergolong alat ortopedi lantaran bisa membantu kita agar tidak mengalami keseleo atau sakit apa pun pada tubuh ketika sedang tidur. Karenanya, memeluk guling selain memberi rasa nyaman, juga membawa manfaat baik untuk kesehatan.

Untuk Anak-anak, Guling Lebih Aman dibanding Bantal Kepala

Tekstur guling yang lebih kaku daripada bantal membuat anak-anak lebih disarankan menggunakan guling ketika tidur. Risiko bahayanya jauh lebih rendah, termasuk menghalau risiko cedera pernapasan ketika anak-anak tidur. Karenanya, untukmu yang sekarang jadi orangtua muda, tak ada salahnya membiasakan si kecil untuk tidur beralaskan guling.

Memeluk Guling Akan Membuat Jiwamu Tenang sehingga Pikiran Akan Jauh Lebih Rileks Ketika Bangun Keesokan Harinya

Sebuah penelitian menunjukkan, tidur sembari memeluk guling dapat meringankan ketegangan otot yang telah terakumulasi selama beraktivitas. Baik ketegangan di sekitar leher maupun di area punggung. Di samping itu, guling juga baik bagi ibu hamil lantaran bisa membuat rileks saat tubuh merasa pegal-pegal saat hamil. Orang yang tidur dengan memeluk guling pun disinyalir lebih memiliki tidur yang berkualitas dibanding mereka yang tidur hanya beralaskan bantal kepala saja.

Sirkulasi Darah Akan Jauh Lebih Lancar Bila Kamu Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Faktanya, tidur ditemani guling dan memeluknya sepanjang malam dapat membantu tubuhmu jadi lebih sehat. Saat kamu memeluk guling, kakimu akan terangkat sehingga membantu peredaran darah ke jantung jadi lebih lancar. Dalam hal ini, jantung tak perlu lagi bekerja keras memompa darah ketika kamu tidur. Karenanya, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini ya!

Bahkan Jika Kamu Merasa Postur Tubuhmu Kurang Baik, Dapat Diperbaiki dengan Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Ya, tidur sembari memeluk guling dan menghadap ke satu sisi ternyata bisa membantu meluruskan bagian tulang belakang. Guling berperan mendorong postur tubuh dengan baik seperti menjaga agar punggung tetap lurus dan tegak. Mumpung masih muda, kapan lagi kamu bisa memperbaiki postur tubuh dengan kebiasaan yang sederhana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top